Its Our Story, SNSD, SOSHI FF

IT’S OUR STORY (THE POWER OF 9) Part 1

IT’S OUR STORY (THE POWER OF 9)
Author          : Sasyaa95(Shin Min Rin)
Title             : Its Our Story (The Power of 9)
Gendre         : Romance, Comedy
Main cast     : Taeyeon n Tiffany (TaeNy) Yuri n Jessica (YulSic)
Sub cast      : Sunny, Hyoyeon, Yoona, Seohyun, Sooyoung
Warning       : The Gendre is YuRi (Girl x Girl)
Annyeong~~~ readers ……
Aku penulis FF baru nih …. Mohon bimbingannya yaaaahhh :3
Jika ada salah atau kurang puas … tolong coment di kritik dan saran … plisss …. Aku gak marah kok .. hehehe .. aku malah seneng kalo readers sekalian mau mengkritik karyaku ini supaya aku tahu letak kesalahanku dan memperbaikinya segera ^^
Gomawo …. Chuuu~~
[PART I]
Jessica Pov
“Huaaaaahhh” Aku menguap selebar-lebarnya lalu mengambil HP yang ada disampingku.
“Jam berapa ini ??? ….. HAAAAHHHH ????  SUDAH JAM 9 ??? KYAAAA!!!” Tanpa pikir panjang ku ambil handuk dan langsung berlari ke kamar mandi.
Aku adalah Jessica Jung Soyeon gadis berusia 17 tahun orang Korea yang hidup di America, tapi kini sudah kembali lagi ke Korea. Hobiku tidur sampai lupa waktu kayak gini (ini semua gara gara author gak bangun-bangunin #plaaakk ditimpuk Jessica pake sandal jepit).
“Apa audisinya sudah selesai ya ??” Aku bertanya dalam hati.
“Umma, aku pergi yaa~~ doakan lolos ya umma.” Kayaku sambil mencium tangan ummaku tercinta.
“Tentu sicca … kau pasti bisa ~” Kata umma menyemangatiku .
Aku berlari menuju halte bus dan menuju ke tempat audisi girl band baru. Sepanjang perjalanan, aku melihat poster “Audisi Girl Band Girls Generation aka So Nyeo Shi Dae”
“Semoga aku bisa lolos” gumamku.
“Ah … syukurlaahhh … masih belum selesai ..” kulihat gedung megah itu bertuliskan SM Entertainment.
Aku menerobos ribuan orang dengan badan mungilku ini demi memasuki gendung tersebut. Setelah sekian lama menunggu, akhirnya dengan jantung berdegup kecang Aku memasuki ruang audisi itu.
“Oke nona .. siapa nama anda ?” Kata salah seorang namja paruh baya yang sepertinya peng-audisi (?) #sumpah author kaga ngerti apa namanya.
“Annyeonghaseyo, Jessica Jung imnida.” Kataku lalu membungkuk dihadapan mereka.
“Oh, baiklah nona Jessica, silahkan tunjukkan kemampuan anda.” Kata seorang dari mereka.
“ne …” aku pun mulai bernyanyi Mandy More –Only Hope-.
There’s a song that’s inside of my soul
It’s the one that I’ve tried to write over and over again
I’m awake in the infinite cold
But you sing to me over and over and over again
So I lay my head back down
And I lift my hands and pray
To be only yours, I pray
To be only yours I know now…
You’re my only hopeSing to me the song of the stars
Of your galaxy dancing and laughing and laughing again
When it feels like my dreams are so far
Sing to me of the plans that you have for me over againSo I lay my head back down
And I lift my hands and pray
To be only yours, I pray
To be only yours I know now…
You’re my only hopeI give you my destiny
I’m givin’ you all of me
I want your symphony singing in all that I am
At the top of lungs
I’m givin’ it backSo I lay my head back down
And I lift my hands and pray
To be only yours, I pray
To be only yours, I pray
To be only yours I know now…
You’re my only hope

OoooOoo
Mmmm
Ooooooo

PROK … PROK … PROK … PROKK!!
Serentak para peng-audisi tersebut bertepuk tangan padaku.
“Suaramu indah sekali nona.” Kata salah satu dari mereka.
“Ah … ne … Kamsahamnida …” Aku membungkuk kepada mereka.
“Baiklah nona, Selamaatt … kau terpilih menjadi traine kita. Akan ada audisi tahap kedua untuk penentuan lebih lanjut dan penempatan posisi. Jadi, siapkan dua minggu dari sekarang.” Kata presiden pemilik Lee So Man.
“A… Ah.. ..ne … Kamsahamnida… Kamsahamnida …” Tanpa terasa air mataku menetes.
Aku keluar gedung tersebut dan langsung pulang menemui Umma dan Appa. Ingin sekali aku menceritakan kepada mereka dan Krystal.
Sooyoung Pov
“Aku pasti bisa!” Aku meyakinkan diriku sendiri.
“Choi SooYoung.” Kata seseorang dan menyuruhku memasuki ruang audisi.
“Ah … ne ..” Aku masuk dadaku berdegup kencang sekali. Aku sangat gugup.
“Oke, SooYoung-sshi, coba perlihatkan bakatmu pada kami.” Kata Lee So Man Sajangnim
“ne..” aku pun mulai menari mengikuti musik yang diputar. Aku memilih menari karena aku lebih menikmatinya dari pada bernyanyi meskipun aku menyukai keduanya.
“Kau hebat juga dalam menari nona. Baiklah, selamat kau terpilih menjadi traine kita. Akan ada audisi tahap kedua untuk penentuan lebih lanjut dan penempatan posisi. Jadi, siapkan dua minggu dari sekarang.” Katanya.
“A….a… ne … kamsahamnida … kamsahamnida …” Aku membungkukan badanku selama beberapa kali kepada mereka. Aku keluar dari tempat itu dengan lega. Aku bahagia sekali. Sangat bahagia.
“Sudah tak sabar pulang ke rumah. Appa, Umma … aku berhasil.” Gumamku.
Hyoyeon Pov
“Ayo, cepat Hyo! Nanti telat.” Kata umma
“Ne, umma … audisinya dimulai pukul 9 dan ini baru pukul 8.30 .” kataku dan melanjutkan acara nonton TV ku.
“Aishhh … kau ini … kau harus bisa lolos audisi. Umma ingin sekali kau bertemu denga idola umma DBSK, Super Junior dan Kangata yang kelak akan menjadi sunbae mu.” Kata umma dengan wajah yang berseri-seri.
“ne Umma , arasso .. lagian, belum tentu juga aku terpilih.” Kataku.
“Ani, Hyo … kau pasti terpilih, pasti … kau harus brusaha sekuat tenaga … oke ??” Kata umma sambil mengedipkan mata kirinya.
“Ne, Umma… demi Appa dan Umma.” Kataku sambil memeluk umma.
“Ayo beramgkat Hyo.” Kata Appa.
“Ne, Appa … ayo Umma !” kataku sambil menarik lengan umma.
Gedung ini besar sekali, indah, dan pasti banyak megorbitkan artis terkenal nantinya. Aku harus bisa lolos dan membahagiakan appa dan umma.
“Kim Hyoyeon, silahkan masuk.” Kata seorang namja paruh baya.
“Ne … umma … appa …” aku menoleh sebentar kepada mereka.
“Kau pasti bisa Hyo.. Fighting !!”Kata Umma sambil mengepalkan tangannya. Aku memasuki ruang ausidi itu ada banyak orang yang akan menilaiku nanti. Aku jadi semakin gugup.
“Oke, Kim Hyoyeon-sshi, silahkan tunjukkan kemampuan anda kepada kami.” Kata salah seorang dari mereka.
“ne…” kataku dan mulai menari mengikuti irama musik yang diputat. Aku menemukan jati diriku ketika menari. Aku sangat menikmatinya.
PROK … PROK … PROK … PROKK!!
“Bagus sekali nona tarian poppin mu. Punya ciri khas tersendiri. Bagus sekali.” Kata Lee So Man Sajangnim.
“ne … kamsahamnida …” kataku sambil membungkukkan badan 90 derajat.
“Baiklah, selamat kau terpilih menjadi traine kita. Akan ada audisi tahap kedua untuk penentuan lebih lanjut dan penempatan posisi. Jadi, siapkan dua minggu dari sekarang.” Katanya.
“ne … kamsahamnida … kamsahamnida  … kamsahamnida ..” kataku sambil menitikkan air mata
“Hyo … Wae ?? Gimana tadi audisinya ?? kamu terpilih ?? tanya Umma yang udah gak sabar
Aku tak menjawab, aku hanya menintikkan air mata.
“Ah, gwaenchana Hyon-an lain kali kita bisa mrncobanya lagi.” Kata appa menghiburku.
“Anio appa, …………. Aku …………… diterima dan mengikuti tahap ke dua.” Kataku. Appa terlihat tak percaya, tapi aku meyakinkannya.
“Waaa …. Appa, Umma bangga sekali padamu nak.” Kata umma memelukku
“Ne, gomwo appa, umma.”
Seohyun Pov
“Umma percaya kau bisa nak! Sana masuklah.” Kata umma.
“Tapi aku gugup sekali umma.” Kataku sambil memagang kedua tangan ummaku.
“Anio Seohyun-ah … jangan gugup, relax, dan nikmati apa yang kamu nyanyikan seperti kamu latihan dirumah, jangan anggap ini audisi,, anggap ini sebagai lagu yang kamu nyanyikan untuk appa dan umma dengan sepenuh hati, nikmatilah ini sebagai hoby mu seohyun-ah.” Kata umma panjang lebar (Author juga pernah kaya gini waktu ikut lomba blog makker dan alhamdulillah juara 1 #reader kaga nanyak, dan cara itu benar-benar berhasil, yang penting adalah “menikmati” wkwkw ^^ *dilempar reader ke sungai amazon … lanjuuutt)
“Ne … Umma, kataku sambil tersenyum lalu masuk ke ruang audisi tersebut.
Awalnya aku gugup banget. Tapi, aku teringat kata-kata umma dan Author (?) tadi.
“Ne … aku bisaaa…” gumamku.
“Silahkam Seohyun-sshi”
“Ne…” aku mulai menekan tuts piano didepanku dan menyanyikan lagu yang sudah aku persiapkan.

You wait, little girl, on an empty stage
For fate to turn the light on
Your life, little girl, is an empty page
That men will want to write on
To write onYou are sixteen going on seventeen
Baby, it’s time to think
Better beware, be canny and careful
Baby, you’re on the brinkYou are sixteen going on seventeen
Fellows will fall in line
Eager young lads and rogues and cads
Will offer you food and wineTotally unprepared are you
To face a world of men
Timid and shy and scared are you
Of things beyond your kenYou need someone older an wiser
Telling you what to do
I am seventeen going on eighteen
I’ll take care of you

I am sixteen going on seventeen
I know that I’m naive
Fellows I meet may tell me I’m sweet
And willingly I believe

I am sixteen going on seventeen
Innocent as a rose
Bachelor dandies, drinkers of brandies
What do I know of those

Totally unprepared am I
To face a world of men
Timid and shy and scared am I
Of things beyond my ken

I need someone older and wiser
Telling me what to do
You are seventeen going on eighteen
I’ll depend on you

“Wah, permainan pianomu tadi itu sangat hebat, dan suara mu juga hebat.” Kata Lee So Man Sajangnim
“Ah … ne .. kamsahamnida.”
“Baiklah, selamat kau terpilih menjadi traine kita. Akan ada audisi tahap kedua untuk penentuan lebih lanjut dan penempatan posisi. Jadi, siapkan dua minggu dari sekarang.” Katanya.
“ne … kamsahamnida … kamsahamnida  … kamsahamnida ..” kataku sambil meneteskan air mata.
Aku keluar dari tempat itu dan langsung memeluk Umma.
Dia megerti dan langung membelai rambutku.
Yoona Pov
“Oke Yoona… kau bisa.” Kataku menerobos kerumunan orang disana, ada yang ikut audisi, mengantar dan menyemangati anak, teman, atau saudaranya.
Setelah menunggu lama, akhirnya namaku disebut juga. Aku tak sabar dan jantungku serasa mau copot. Mereka mempersilahkanku dan menyuruhku menunjukkan bakat, karea aku senang menari, maka aku menaari mengikuti musik.
“Emm …. Baiklah selamat kau terpilih menjadi traine kita. Akan ada audisi tahap kedua untuk penentuan lebih lanjut dan penempatan posisi. Jadi, siapkan dua minggu dari sekarang.” Katanya.
Waaaa … aku tak sanggup membendung rasa terharuku aku berkali kali mengucapkan terima kasih dan membugkuk pada mereka. Akhirnya aku diterima dan impianku rasanya sudah sangat dekat sekali denganku.
Aku berjalan pulang kerumah sambil bernyanyi dan berputar-putar, aku tak perduli setiap orang dijalanan melihatiku, yang penting aku bahagia saat ini.
Yuri pov
“Yul, bukankah kau ingin sekali menjadi artis terkenal ?? Lalu, kenapa kau tidak melakukannya ??” kata umma.
“Wae, umma ?? Aku tidak ingin jadi artis lagi, aku ingin fokus sama sekolahku.” Kataku.
Aku hanya tidak ingin mereka khawatir, sejak usaha appa bangkrut dan sekarang appa sakit keras, aku menghapus semua impianku itu. Aku membantu umma bekerja untuk biaya sekolahku dan adik-adikku. Jika sekarang aku mengikuti audisi itu dan berhasil, aku mungkin takkan punya waktu membantu umma lagi, lalu bagaimana nasib adik-adikku ??
“Yuri-ah, Umma tau betapa ingin kamu meraih cita-citamu itu. Pasti ada sesuatu yang membuatmu menghentikannya. Apa karena kita ??” Tanya Umma sontak mengaggetkanku.
“Anio Umma, aku sudah tidak mempunyai mimpi itu lagi.” Kataku berbohong.
“Eh, kau bohong Yul. Jangan berhenti bermimpi hanya karena kami. Kau harus melanjutkan mimpimu itu Kwon Yuri. Umma, Appa, dan Dongsaeng-dongsaeng kamu akan senang sekali melihatmu menari dan menyanyi diatas panggung. Jangan perdulikan kami, Umma akan mengurus semuanya, jangan khawatir, hanya kejar impianmu itu Kwon Yuri.” Kata Umma memberikan Wink padaku.
“Umma, aku ingin membantu kalian.” Kataku sambil meneteskan air mata. Berat sekali memang melepaskan impianku dari kecil itu.
“Kalau kau mau membantu kami, jadilah penyanyi yang terkenal dan buat kita bangga padamu Kwon Yuri.” Kata Suzy adikku.
“Eh… ??” Aku bingung dengan ucapannya yang tiba-tiba itu.
“Ne Yul, cepat sana !! sebelum audisinya berakhir !!” Kata Umma mendorongku keluar.
“Umma …. Suzy …??” Aku bertanya kepada mereka dan menatap mereka sebentar. Aku tak kuasa menahan air mataku.
“Fighting Unni !!” Kata Suzy .
Aku langsung berlari ke tempat audisi itu. Aku ingin melakukan apa yang Suzy dan Umma katakan tadi. Aku tidak mau mengecewakan mereka.
Akhirnya setelah lama aku berlari, aku sampai di tempat audisi dan menunggu giliranku. Saat aku menunggu, aku melihat seorang gadis yang baru keluar dari ruangan itu, dia cantik sekali, bibbirnya merah, badannya langsing, dan kulitnya seputih salju. Akhirnya tiba giliranku, aku masuk dan mereka mempersilahkanku menari. Akupun menari dan menyanyi mengikuti irama.
“Baiklah, selamat kau terpilih menjadi traine kita. Akan ada audisi tahap kedua untuk penentuan lebih lanjut dan penempatan posisi. Jadi, siapkan dua minggu dari sekarang.” Katanya.

Im still unbelieve. Aku lolos ?? how could ?? aku senang sekali. Aku pergi keluar dan langsung berlari sekencang-kencangnya. Aku ingin segera memberitahu Umma dan yang lainnya. Aku senang sekali.

^^-TBC- ^^

Iklan

16 thoughts on “IT’S OUR STORY (THE POWER OF 9) Part 1”

Komentar tidak dipungut biaya ✿ Tae♡Ny ✿

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s