Its Our Story, SNSD, SOSHI FF

IT’S OUR STORY (THE POWER OF 9) Part 7

IT’S OUR STORY (THE POWER OF 9)

Author             : Sasyaa95 (Shin Min Rin)

Title                 : Its Our Story (The Power of 9)

Gendre            : Romance, Comedy

Main cast         : Taeyeon n Tiffany (TaeNy) Yuri n Jessica (YulSic)

Sub cast           : Sunny, Hyoyeon, Yoona, Seohyun, Sooyoung

Warning          : The Gendre is YuRi (Girl x Girl)

[PART VII]

Author Pov

Yuri tertidur dimakam Appa nya , tiba-tiba ada yang memanggil dan meneriakinya.

“Yah !! Kwon Yuri Babo !!” Kata gadis itu.

Yuri masing mengucek-ngucek matanya, melihat siapa gadis didepannya itu.

“Umm … Jessica ???” Teriak yuri.

“Yah !! Kwon Yul, ini sudah hampir sore, kenapa kamu belum kembali ke Dorm ?? Kau akan dimarahi oleh Lee So Man Sajangnim.” Kata Jessica.

“Kenapa kau bisa ada disini ??” Tanya Yuri mataya membulat.

“Umma dan Adikmu meneleponku, memberitahukan bahwa kau belum bersiap untuk kembali ke dorm. Mereka memintaku menjemputmu.” Kata Jessica.

“Nee ?? Mereka memintamu seperti itu ?? mereka menceritakan semuanya padamu ??” Tanya Yuri. Jessica hanya mengangguk lalu memeluk Yuri.

“Anio, aku gak bisa kembali ke dorm. Aku harus tetap disini.” Kata Yuri.

“Ya !! Kau babo !! Bukankan kau selalu bilang kalau mimpimu dari kecil itu menjadi penyanyi terkenal ha ??” Ujar Jessica.

“Mwo ?? Aku sudah tidak bisa !! Sekarang semua sudah berbeda !! Keadaanya sudah berubah !!” Jawab Yuri.

“Apanya yang berbeda ?? Kau masih sama, masih Yul yang dulu !! Tidak boleh ada yang berubah !! Kau harus kembali ke dorm Yul, bersamaku !!” Teriak Jessica.

“Ya !! Kau tidak tahu !! Kau tidak akan pernah tahu !! Aku tidak sepertimu, aku tidak punya apa-apa !! Aku tidak bisa meninggalkan keluargaku seperti itu !! Aku ini anak pertama dalam keluarga !! Kau tahu kan ?? Teriak Yuri.

“Ya !! Kau … Kwon Yuri babo !! Kau bahkan belum sempat membahagiakan keluargamu !! Kau bahkan belum membuat Appamu bangga padamu !! Kau harus menyanyi diatas panggung !!” Kata Jessica. Tiba-tiba Yuri teringat sesuatu.

[Flashback]

“Appa, gwaenchana ??” Kata Yuri kepada Appanya yang terbaring lemah di rumah sakit.

“gwaenchana, jangan khawatir. Appa baik-baik saja.” Kata Appa lalu tersenyum pada Yuri.

“Appa, janji ya ?? Jangan pernah tinggalin aku, suzy, dong won dan Umma.” Kata Yuri lalu memeluk Appanya.

“Anio, Appa takkan pernah meninggalkan kalian.” Kata Appa.

“Janji ??” Kata Yuri lalu mengacungkan jari kelingkingnya seperti anak kecil.

“Janji… Tapi kau haru janji sesuatu juga sama Appa.” Ujar Appa.

“Janji ?? Janji apa ??” Kata Yuri dengan muka penasaran. Appa Yuri tersenyum sambil melihat Yuri.

“Janji kalau kau akan meneruskan mimpimu menjadi seorang penyanyi yang terkenal. Kau harus meraih cita-citamu itu sampai kau mendapatkannya. Meskipun dalam keadaan apapun, jangan pernah sekalipun kau menyerah sampai kau berhasil. Ikuti kata hatimu, buatlah Umma, Appa dan dongsaeng-dongsaengmu bangga padamu. Appa sangat ingin sekali melihatmu menari dan menyanyi diatas panggung. Buatlah impian Appa ini menjadi kenyataan Kwon Yul.” Kata Appa Yuri.

“A…appa …” Kata Yuri dengan suara parau lalu menangis dipelukan Appanya.

“Ne, Appa….aku berjanji padamu, tapi kau juga harus menepati janjimu.” Kata Yul lalu mereka saling mengaitkan kelingkingnya.

“Appa tidak akan pernah meninggalkan kalian, Appa akan selalu ada disitu.” Kata Appa menunjuk dada Yuri.

“di hati kalian, setiap kalian ingin bertemu denganku pejamkan matamu dan rasakan kehadiran Appa disisimu.” Kata Appa. (Jiah, Gombal mode : ON)

“Apaaaaa …” Kata Yul memeluk Appanya.

“Maaf, nona tuan Kwon Il Dong harus segera dibawa ke ruang UGD dan sebentar lagi harus dioperasi.” Kata seorang dokter.

“Ingat janji kita Yul.” Kata Appa mengedipkan sebelah mata lalu masuk ke ruang UGD untuk dioperasi. Sejak saat itu, kondisi Appa Yul keritis sampe akhirnya tidak dapat bertahan dan RIP di atas sana.

[End Flashback]

Jessica Pov

Aku melihat Yuri menangis sejadi-jadinya di depan makam ayahnya. Aku tak kuasa melihatnya seperti itu. Kupeluk dan kutenangkan dia.

“Appa, aku akan memenuhi janjiku padamu.” Katanya. Aku mengusap-ngusap punggungnya.

“Aku akan menjadi seperti apa yang Appa inginkan. Aku akan bernyanyi dan menari diatas panggung seperti yang ayah minta. Aku takkan pernah berhenti sebelum aku berhasil, Appa.” katanya sambil terus menangis.

Kemuadian dia memejamkan matanya dan menarik nafas dalam sekali, lalu tersenyum dan menyeka air matanya. Aku memeluknya dan menyandarkan kepalaku dibahunya. Rasanya nyamaan sekali.

Dia menatapku tajam, lalu berkata. “Jessica, ayo kita kembali ke dorm.” Aku mengangguk mengiyakan.

Selama perjalanan, aku terus menggandeng tangannya dan sesekali memeluknya kalau dia tampak murung. Kita sengaja pulang naik kereta supaya cepat sampai dorm.

“Yul, gwaenchana ??” Tanyaku memulai percakapan sekaligus memecah keheningan.

“Gwaenchana sicca.” Katanya lalu tersenyum padaku. Aku membalas senyumnya.

“Sicca, bisakah kau tidak menceritakan semua ini pada yang lainnya ?? Aku hanya tak ingin membuat mereka khawatir.” Lanjutnya. Aku tersenyum dan mengangguk.

“Gomawo.” Katanya. Sekali lagi aku hanya tersenyum dan mengangguk lalu menyandarkan kepalaku di pundaknya.

“Sicca, boleh aku bertanya sesuatu padamu ??” Tanyanya.

“Mwo ??” Jawabku.

“Kenapa kau menjemputku tadi ??” Katanya dengan nada suara yang lembut lalu tersenyum kearahku.

“Umm..” Adduhhh … aku harus jawab apa yaa ?? Aku benar-benar tidak mengerti, begitu Umma dan Adik Yul meneleponku, aku langsung saja berlari dan naik bus. Yang kupikirkan hanya Yul, aku bahkan tidak tahu kenapa aku berlari dan menemuimu.

“Sicca ??” Katanya mengaggetkanku.

“Oh, aku Cuma khawatir saja padamu. Aku tidak mau kamu berhnti mengejar cita-citamu begitu saja.” Kataku sedikit berbohong padanya, kurasakan wajahku memanas. Dadaku berdebar kencang. Sial !! semoga dia tidak menyadarinya.

“Gomawo.” Katanya sambil tersenyum manis sekali.

“Ne, tapi kau jangan melakukan itu lagi ya… Jangan membuatku khawatir seperti tadi. Aku sangat cemas sampai ….” Oopss … apa yang kukatakan ?? Jessica !! Ada apa denganmu ?? Adduuuhh … jantungku berdebar semakin kencang.

“Sampai ??” Tanyanya.

“Yaa, sampai aku menunggu dan mencarimu berjam-jam di makam itu.” Kataku.

“Sicca ?? Kenapa kau menunggu dan mencariku berjam-jam di makam itu ?? Kenapa kau mencemaskanku ?? Kenapa kau menemuiku dan mengajakku pulang bersamamu ??” Tanyanya lalu mendekatkan wajahnya ke wajahku. Kita semakin dekat sampai-sampai aku dapat merasakan hembusan nafasnya.

Aku tidak bisa menjawabnya, aku hanya terdiam di tempatku dan menunggu apa yang akan dia lakukan kepadaku. Saat bibir kita sudah hampir menyentuh, tiba-tiba …..

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

-TBC-

Iklan

17 thoughts on “IT’S OUR STORY (THE POWER OF 9) Part 7”

Komentar tidak dipungut biaya ✿ Tae♡Ny ✿

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s