Its Our Story, SNSD, SOSHI FF

IT’S OUR STORY (THE POWER OF 9) Part 12

IT’S OUR STORY (THE POWER OF 9)

Author             : Sasyaa95 (Shin Min Rin)

Title                 : Its Our Story (The Power of 9)

Gendre            : Romance, Comedy

Main cast         : Taeyeon n Tiffany (TaeNy) Yuri n Jessica (YulSic)

Sub cast           : Sunny, Hyoyeon, Yoona, Seohyun, Sooyoung

Warning          : The Gendre is YuRi (Girl x Girl)

[PART XII]

Taeyeon Pov

“MWOO ??” Teriakku.

“Mungkin aku salah lihat.” Jawab Sunny.

“Tunjukan padaku dimana tepatnya.” Kataku, kali ini dengan suara yang sangat pelan. Sunny memanduku menuju balkon dan dia menunjuk sesuatu padaku.

MWO ?? Aku masih tidak bisa percaya dengan apa yang telah Sunny tunjukkan kepadaku. Siapa orang yang berani merokok di tempat ini ?? Pasti salah seorang dari kami. Aku harus mrncaritahunya sendiri. Aku dan Sunny sudah menyusun rencana, aku bersembunyi dibalik tangga dan mengamati semua orang yang naik keatas balkon.

“Seohyun ??” Kaget Sunny lalu kita berdua mengikutinya. Sepertinya dia tidak melakukan apapun, hanya menatap kebawah dan menikmati pemandangan dari atas balkon.

“Yeah, tentu saja mana mungkin Maknae mampu melakukan hal seperti itu.” Kataku.

Aku dan Sunny sudah menyelidiki selama satu minggu dan hasilnya nihil. Setelah pulang dari rumah Umma dan Appa pada minggu sore, aku dan Sunny memutuskan untuk melihat lagi tempat itu. Dan anehnya, kardus rokok dan korek api sudah tidak ada ditempatnya, karena sudah lelah aku dan Sunny memutuskan untuk langsung menanyakannya kepada semua anggota.

“Yeodeul-ah, semua berkumpul diruang tengah SEKARANG JUGA !!” Teriakku pada semua member dan menekankan pada kata SEKARANG JUGA.

Semua member langsung berkumpul tanpa terkecuali.

“Taeng, ada apa sih teriak-teriak.” Kata Jessica pelan tapi dinginnya minta ampun.

“Ehem..ehem… aku harus menyampaikan sesuatu yang sangat penting pada kalian.” Aku memulai pembicaraan.

“Mwo Unni ?? Sepertinya penting sekali.” Tanya Maknae.

“Um… seminggu yang lalu, aku dan Sunny menemukan kardus rokok dan korek api diatas balkon.” Kataku. Semua member tampak kaget.

“MWO !!” Teriak Jessica.

“Ne, langsung saja. Siapa diantara kalian yang melakukan hal bodoh itu ??” Kataku meninggikan nada suaraku. Semua member terdiam, tidak ada yang berani mengaku. Aku menatap semua member satu-persatu.

“SIAPA ?? CEPAT MENGAKU !!” Kini aku sudah tidak dapat lagi membendung amarahku.

Aku menatap Seohyun yang gemetaran. Aku ingat, dia kan sering ke balkon. Dia pasti tahu siapa pemilik kardus rokok itu.

“Seohyun-ah ?? kau tau sesuatu kan ?? aku sering melihatmu naik keatas sana. Kau pasti tahu siapa dia.” Tanyaku pada Seohyun.

“U…u..unnie …” Katanya. Tubuhmya gemetar hebat dan mengeluarkan keringat yang sangat banyak.

“Katakan padaku Seo Ju Hyun.” Kataku dengan nada memaksa. Sepertinya dia takut padaku.

“Ummm….” Dia berpikir sebentar.

“ Aku !!” Kata seseorang. Lalu aku menoleh ternyata itu YURI ??

“MWO ?? YURI??” Teriakku tidak percaya. Semua orang menoleh kearah Yuri.

“Benar dia ??” Tamyaku pada Seohyun.

“Yuri Unni ??” Kata Seohyun tidak percaya.

“Ne, itu aku. Mianhae Taeng.” Katanya lagi. Dia memang benar-benar sudah gila.

“Yul ??” Kata Fany.

“Seo, apa benar dia orangnya ?? Aku tahu kamu tidak pandai berbohong. Kamu tidak akan membohongi Unni kan ??” Kataku. Aku melihat keanehan di muka Seohyun.

“Um… ff…fa….fany Unnie.” Katanya tergagap.

“MWO ?? FANY ??” Kali ini aku semakin shock. Bagaimana bisa dia melakukan ini tanpa sepengetahuanku. Kita sudah sangat dekat selama ini, kukira takkan ada pembatas lagi diantara kita.

“TIFFANY HWANG MI YOUNG !!” Teriakku padanya. Diapun menunduk dan menagis.

“KENAPA MENANGIS !!” Teriakku lagi aku sudah benar-benar marah dan kecewa padanya.

“Mianhae Tae..” katanya disela-sela tangisannya. Semua member melihatnya dengan tatapan kau-sudah-gila.

“Aku juga melakukannya bersama Tiffany.” Kata Yul.

“YUL ??” Teriak Jessica.

“Mianhae semuanya.” Kata Yuri sambil memeluk Tiffany.

“U…u…unni …. Sebenarnya kita melakukan hal itu bertiga.” Sekarang giliran Yoona yang berkata.

“UNNI ?? YOONA ??” Teriakku dan Seohyun bersamaan.

Aku menatap mereka bertiga tak percaya. Bagaimana bisa dongsaeng-dongsaengku melakukan hal ini kepadaku ?? Aku merasa gagal menjadi Unni sekaligus Leader mereka. Aku berjongkok dan menutupi mukaku dengan tangan dan kakiku.

*gini nih posisinya #jiah

Aku merasa malu sekali karena tidak bisa menjaga mereka dengan baik. Aku menangis, ini adalah pertamakalinya aku menangis didepan mereka. Tiffany memelukku dan berkata “Mianhae” aku langsung mendorognya hingga terjatuh. Yuri dan Yoona membantunya berdiri, Sunny memelukku aku tidak menolaknya seperti Tiffany tadi. Yang lainnya hanya menatap kami drngan tatapan Shock berat.

“Sebenarnya, kardus rokok ini ditemukan oleh Sunny lalu dia mengatakannya padaku.  Mungkin sekarang aku tidak akan pernah tahu kalau Sunny tak pernah memberitahuku.” Kataku dengan air mata yang masih mengalir.

“Tae…yeon..” kata Sunny dengan suara bergetar.

“Tenang saja Sunny, aku akan melindungimu.” Kataku lalu memeluk pundak Sunny. Aku tahu Tiffany tidak begitu menyukai Sunny.

Tiffany yang tadi menangis sekarang berlari entah kemana.

Dasar anak itu !! Gumamku.

“Yah Taeng !! Kau keterlaluan !!” Teriak Yuri lalu mengejar Tiffany.

“Unni… kau jahat.” Tambah Yoona.

“Kalian yang jahat padaku !! kalian membuatku menjadi Unni yang jahat dan tidak berguna !! kalian telah membuatku kecewa, sangat kecewa.” Teriakku pada Yoona kali ini tangisanku semakin keras. Sunny, Hyo, Seo dan Soo memelukku dan mengusap pundakku. Jessica hanya mematung seperti batu. Dan Yoona menyesali semua perbuatannya.

Sunny Pov

Tiffany ?? kalau tahu dia, gak bakalan aku bilang ke Taeyeon -.-

Apa dia akan membunuhku ?? aku jadi kasihan dengan Taeyeon. Dia sudah berusaha menjadi leader yang baik, tapi yang lain malah mengkhianatinnya. Aku terus memeluknya dan ikut menangis dengannya.

Tangisannya semakin keras, aku semakin tidak tega melihatnya.

“Bagaimana ini ?? Haruskah kita berbicara pada manager oppa ??” Tanyanya masih terisak.

“Ani, lebih baik kita menyelesaikannya sendiri. Kita harus mengawasi mereka bertiga.” Jawab Hyoyeon. Taeyeon mengangguk dan meminta izin sebentar untuk memasuki kamar.

“Sun, aku tidur denganmu ya.” Bisiknya setelah keluar dari kamar dan membawa beberapa barangnya. Aku mengangguk dan dia langsung memasuki kamarku, aku mengikutinya siapa tahu dia membutuhkan bantuanku.

“Taeyeon, biar kubantu.” Kataku lalu menyusun beberapa barang Taeyeon, tidak banyak sih. Terlalu sedikit malah untuk ukuran seorang anak perempuan.

“Taeyeon, boleh aku bertanya sesuatu ??” Tanyaku memberanikan diri.

“Mwo ??” Jawabnya.

“Kamu kelihatannya sangat marah dengan Tiffany ??” Kataku lagi sedikit ragu.

“Kami memang sangat dekat, aku sudah menganggapnya seperti saudaraku sendiri, tetapi dia malah melakukan hal seperti ini.” Katanya lalu menangis. Aku memeluknya dan membiarkan dia menangis dipelukanku cukup lama.

Yuri Pov

“Fanny !!” Teriakku padanya. Dia terus berlari tanpa menoleh kearahku. Aku terus mengejarnya sampai dia berhenti di balkon atas dan nangis dipojokan. Aku memeluknya.

“Ya !! Taeyeon memang keterlaluan.” Kataku mencoba menenangkannya.

“Ani, memang aku yang salah, tidak seharusnya aku melakukan hali ini dan membawa-bawa kau dan Yoong, aku benar-benar minta maaf.” Katanya aku bisa merasakan air matanya semakin deras membasahi pundakku.

“Sudahlah, kita meminta maaf saja pada mereka dan berjanji untuk tidak melakukannya lagi.” Usulku. Tapi dia masih terus menangis dan menekuk kedua lututnya sama seperti Taeyeon tadi.

Aku jadi teringat dengan Jessica, pasti dia marah besar padaku bahkan lebih sadis dari Taeyeon tadi. Aku jadi merinding sendiri memikirkannya. Sesekali aku melihat kebawah siapa tahu Jessica tiba-tiba muncul.

“Kau pergilah !! dan jelaskan kepada Jessica.” Katanya lalu tersenyum pahit kepadaku. Gila ni anak, dalam keadaan bigini masih aja bisa tersenyum -.-

“Kau tak papa ??” tanyaku.

“Ne, gwaenchana. Sebentar lagi aku akan turun kok.” Jawabnya.

“Jangan lakukan hal itu lagi ya Fany.” Kataku, dia kembali tersenyum, tapi kali ini senyumanya lebih pahit daripada yang tadi. Aku meninggalkan Tiffany dan sesekali menoleh kearahnya, siapa tahu tiba-tiba dia melakukan hal yang konyol atau tiba-ataiba meloncat dari atas balkon. Jadi ngeri sendiri, tapi lebih ngeri lagi kalo berhadapan dengan Jessica ntar.

Aku memasuki kamar pelan dan membukanya.

“Sicca ??” Kataku lembut. Dia tidak menjawab sama sekali, hanya memandang kosong kearah Jendela. Aku mendekatinya dan duduk disampingnya, dia bergeser menjauh dariku. Aku mengenggam tangannya, tapi dia melepaskannya. Aku mendekap kedua tangannya dan membungkuk kearanhnya agar mata kita saling menatap. Dia kelihatan kaget sekali.

“Sicca, aku minta maaf soal yang tadi. Aku sangat menyesal dan berjanji tidak akan mengulanginya demi kau.” Kataku dengan rada sedikit menggombal. Dia tidak menjawabku bahkan menatapku pun tidak.

“Sicca ??” Kataku sambil mennggucang tubuhnya lalu memelukya. Dia menangis, aku pun ikut menangis.

“Kau berjanji ??” Katanya dengan tatapan serius.

“Yap ! kau bisa memeriksaku setiap hari, memeriksa barang-barangku, sakuku, kau juga dapat mengikutiku kemanapun bahkan ketoilet sekalipun.” Jawabku mantap.

“Baiklah Yul, aku memegang janjimu itu.” Katanya. Aku pun memeluknya dan tanpa sadar aku menciumnya, sepertinya dia tidak menolak ciumanku.

“Eh, maaf aku hanya terlalu senang.” Kataku buru-buru meminta maaf padanya sebelum dia berubah menjadi seseorang yang mematikan. Dia hanya tersenyum lalu membalas “Kalau kau ingin merokok, just tell me and I’ll kiss you.” Katanya lalu tersenyum padaku.

What ??? Aku tidak salah dengar kan ?? Kiss ?? Cium ?? Jinjja ??

Aku menatap wajahnya yang memerah.

“Aku ingin merokok.” Kataku nakal. Seperti janjinya, dia langsung menciumku. Kalau seperti ini mah, aku gak merokok selamanya juga gak papa, hehehe. Gimana ya keadaan Tiffany tadi ?? aku melamun sebentar sebelum ahirnya Jessica membuyarkannya.

“Wae Yul ??” Tanyanya.

“Ani, aku hanya kepikiran Tiffany, segitu marahnya kah Taeyeon padanya ??” Kataku pada Jessica.

“Itu karena dia mencintainya.” Jawab Jessica SImPEL (SIngkat, Padat dan jELas).

“Mwo ?? Taeyeon maksudmu ??” Tanyaku.

“Siapa lagi.” Jawabnya -.- Icy nya tetep gak ilang-ilang.

“Berarti kau juga mencintaiku. Kau tadi juga marah besar kan padaku.” Sahutku sedikit menggodonya.

“Ya !! Siapa bilang.” Katanya dengan wajah yang sudah merah padam.

“Aku barusan. Weekkk :p .” Kataku lalu menjulurkan lidahku kepadanya, dia lalu mengejarku dan kita bermain kejar-kejaran didalam kamar seperti anak kecil. Ak tidak perduli, yang penting Jessica tidak marah lagi padaku.

Tiffany Pov

Yuri sudah turun untuk meminta maaf pada Jessica. Sebaiknya aku menyudahi ini semua dan meminta maaf kepada Taeyeon, sepertinya dia sangat kecewa padaku. Aku turun dan memasuki kamar, dia tidak ada. Eh ?? mataku menuju ke suatu benda yang berkilau diatas meja dikamarku. Apa itu ?? Hah ?? ini kan kalung Locksmith tanda persahabatan kita ?? kenapa dia melepasnya ?? lalu aku melihat ke sekeliling dan mendapati beberapa barang-barang milik Taeyeon sudah hilang dari tempatya.

Kemana ya dia ?? Gumamku. Aku menelusuri setiap inci dari dorm untuk mencarinya, pada saaat menlewati kamar Sunny, aku melihat dia berpelukan dengan Sunny ?? Apa ini ?? Segitu marah kah dia  sama aku ?? Rasanya jantungku seperti dihujam beton beribu-ribu kali. Rasanya sangat sakit sekali melihat mereka berdua seperti itu.

-TBC-

Iklan

16 thoughts on “IT’S OUR STORY (THE POWER OF 9) Part 12”

  1. Hahaha njirrr mau ngerokok ajah hukumannya ciuman :v
    yul barokah banget dah hidup lu >_<
    tae marah serem yee -_-
    andwae taeny jngan pisah dlu dong , bru ge mulai 😦
    lu si mak make ngerokok segala..
    si babe jdi sma si soon kyu kan -_-
    tanggung jawab

Komentar tidak dipungut biaya ✿ Tae♡Ny ✿

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s