Its Our Story, SNSD, SOSHI FF

IT’S OUR STORY (THE POWER OF 9) Part 16

IT’S OUR STORY (THE POWER OF 9)

Author              : Sasyaa95 (Shin Min Rin)

Title                    : Its Our Story (The Power of 9)

Genre                 : Romance, Comedy

Main cast         : Taeyeon n Tiffany (TaeNy) Yuri n Jessica (YulSic)

Sub cast           : Sunny, Hyoyeon, Yoona, Seohyun, Sooyoung

Warning          : The Gendre is YuRi (Girl x Girl)

Annyeong~~~ readers ……

[PART XVI]

Tiffany Pov

Aku membaca surat yang ditinggalkan Taeyeon dengan berlinang air mata.

To : All ….

Mianhae semuanya … Rania Unnie benar, aku memang bukan leader yang baik untuk kalian semua, aku bukan Unnie yang baik untuk Seohyun dan Yoona. Aku bertingkah kekanak-kanakan tanpa memikirkan perasaan kalian semua, aku minta maaf… kalian pasti sangat lelah karena aku. Aku merasa telah gagal menjadi leader kalian. Aku lelah dengan semua ini, aku memeang lemah … yeah…. Aku memang seseorang yang sangat lemah dan tidak pantas menjadi leader kalian. Aku hanya seseorang dengan sifat kekanak-kanakan yang diberi tugas yang sangat berat. Maaf, karena aku tidak bisa mengatakannya kepada kalian secara langsung. Aku benar-benar tidak sanggup mengatakannya, Maaf, karena telah merepotkan kalian selama ini, maaf jika aku pernah menyakiti kalian, maaf jika aku terlalu egois dan terfokus pada diriku sendiri… tapi … aku benar-benar mencintai kalian sepenuh hatiku… kalian adalah memori yang tak akan pernah kulupakan selamanya.

Dan untuk Tiffany …

Ppany-ah … aku tetap mencintaimu seiring dengan detak jantungku. Tahun-tahun yang aku lalui bersamamu, aku menemukan hidupku saat kau berada didekatku. Maaf jika aku bersikap menyebalkan dan mungkin menyakiti hatimu. Aku mencintaimu dengan sepenuh hatiku, karena kau adalah cinta pertamaku. Aku tidak akan pernah melupakanmu. Tidak ada yang pernah memanggilku ‘TaeTae’ kecuali dirimu. Aku bukanlah orang yang dapat dengan mudah mengungkapkan perasaanu, kamu tahu itu. Tapi satu kalimat yang benar benar aku tahu bahwa Aku Mencintaimu …. Sangat sangat mencintaimu… saranghae Ppany-ah…

Jika nanti aku melihatmu dan yang lain di layar kaca, aku akan tersenyum bangga pada kalian. Tetaplah tersenyum seperti itu pada semua orang, jangan kehilangan senyumanmu hanya karena aku… tetaplah mencintaiku seperti aku mencintaimu… luv you guys … till the end of my life.

Semoga Jessica dapat lebih baik dariku. Hwaitingg !!!

With whole heart –Kim Taenggo-

Aku benar-benar menangis membacanya. Dia bilang dia mencintaiku ?? tapi mengapa dia meninggalkanku ? Taenggo Jahat !! >.<

Aku menangis sememntara yang lainnya menenangkanku, mereka ikut menangis bersamaku. Setelah lama berpikir, akhirnya kuputuskan untuk menyusulnya dan membawanya kembali bersama kami. Aku tahu dia pasti ada di rumah orang tuanya. Pasti…

Aku berlari menuju kamar mengambil Tas dan Sweaterku.

“Ya !! Tiffany mau kemana kau ??” Tanya Jessie.

“Kemana lagi ?? Menyusul Jib saram (istri) ku.” Jawabku.

“Mwo ?? kau gila Tiff… ini sudah malam.” Teriaknya.

“Aku gak perduli, pokoknya aku harus membawanya pulang.” Jawabku.

Aku pergi meninggalkan mereka yang shock dan melongo di dalam sana. Aku menuju halte bus tempat biasa aku dan Taeng menunggu bus untuk mengunjungi keluarganya yang juga sudah seperti keluargaku sendiri.

*********

Taeyeon Pov

Aku harus bisa meninggalkan mereka dan semua mimpiku. Aku harap mereka mengerti dan tetap berusaha keras untuk mengejar mimpi mereka. Selama perjalanan, aku menatap keluar jendela bis dan hanya bisa meneteskan air mata. Bis cukup sepi karena hari sudah mulai gelap. Aku benci menangis dihadapan banyak orang, tapi air mata ini sudah tidak bisa aku tahan lagi. Begitu sampai, aku langsung memencet bel yang ada di samping pagar. Mereka kelihatan kaget dengan kedatanganku, yeaah… sudah sebulan lebih aku gak bisa pulang kerumah karena latihan yang sangat padat. Begitu mereka keluar, aku langsung memeluknya.

“Taeyeon-a wae geurae ?? Inikan bukan hari sabtu, mengapa kau ada disini ??” Tanya Umma.

“Omma … aku sudah tak sanggup lagi, aku sudah lelah…” Jawabku.

“Kau yakin Taeng ??” Tanya Oppa. Aku menagangguk lemah.

“Yasudah, Appa tak pernah memaksamu melakukan hal itu jika kau tak menginginkannya.” Kata Appa yang memang vokalis band saat masa mudanya.

“Jika itu terlalu sulit untukmu, lebih baik jangan melakukannya. Jika kau sudah melangkah terlalu jauh, kau mungkin tidak akan pernah bisa keluar dari itu.” Lanjutnya.

“Maaf, aku tidak bisa membanggakan kalian. Aku malu pada diriku sendiri.” Tanpa terasa air mataku menetes.

“Gwaenchana… lebih baik kau istirahat dulu, kamu terlihat sangat lelah.” Kata Umma sambil mengusap pundakku. Aku memasuki kamarku, memori saat-saat bersama di kamar ini bersama Tiffany berputar kembali seperti video recorder. Memori yang sangat sulit untuk dilupakan. Aku menutup mataku sejenak, mencoba untuk melupakan semua masalah ini yang bisa membuatku gila.

***********

Author Pov

“Uh, Tippany ?? apa yang kau lakukan disini ??” Tanya Umma Taeyeon.

“Umma, Taeyeon ada disini ?? dia tidak ada di dorm sekarang, dan aku pikir dia ada disini..” Jawab Fanny.

“Ahh… ne… tadi dia pulang, dan sepertinya dia tak ingin kembali.” Jawab Umma.

“Umma… jebal … ijinkan aku untuk membawa kembali Taeyeon, aku mohon padamu Umma.” Mohon Fanny pada Umma Taeyeon.

“Tentu, jika dia mau kembali aku mengijinkannya. Itu semua tergantung dengan Taeyeon.” Kata Umma.

“kamsahamnida Umma.” Jawab Tiffany lalu membungkuk. Umma menyuruhku masuk dan langsung ke kamar Taeyeon.

Tifanny Pov

Tok… tok… tok…

Aku mengetuk pintu kamar Taeyeon. Dia membukanya, dan begitu tahu bahwa aku ada didepannya. Dia segera menutup kembali pintunya dan menguncinya.

“Taeyeon-aaah… jebal … I love you, jika kau mencintaiku kenapa kau meninggalkanku seperti ini, huh ??” Bisikku padanya didepan pintu kamarya. Dia tidak menjawab, tapi aku mendengar suara sesenggukan dari dalam kamarnya, meskipun dia mencoba menyembunyikannya tapi aku dapat mendengar dengan jelas suaranya. “Jebal Taeyeon-aa… aku akan menunggumu disini sampai kau keluar.” Kataku kemudian duduk di sofa didepan kamarnya, lama aku menunggunya tapi dia tak keluar juga.

“Fanny-ah, istirahatlah dulu di kamar Haeyeon, besok pagi Taeyeon pasti keluar kamar kok. Kamu terlalu lama menunggunya disini, ini sudah larut malam dan udaranya juga dingin.” Kata Umma mengusap punggungku.

“Anio Umma, gwaenchanayo… aku akan menunggunya disini sampai dia mau keluar kamar.” Jawabku.

“Kau yakin ??” Tanya Umma sekali lagi. Aku mengangguk penuh yakin.

“Yasudah, Umma tidak bisa berbuat apa-apa kalau gitu.” Lanjut Umma meninggalkanku.

Aku menunggu Taeyeon sampai ketiduran. Aku tidak perduli yang penting aku dapat meyakinkannya. Dia adalah nafasku, aku tidak bisa hidup tanpanya.

Taeyeon Pov

Mianhae Ppany-ah… jeongmal mianhae….

Aku menutup mataku dan tertidur, berharap semoga keesokan paginya ketika aku membuka mataku, dia sudah kembali ke dorm.

“Hoaaammmpppphhh…” Aku melihat ke jam diatas meja belajarku, hmm… sudah jam 7 pagi, perutku lapar sekali, seharian kemarin aku gak makan. Aku membuka kamarku, hmm seertinya dia sudah tidak ada. Aku mengamati sekeliling, dia benar-benar sudah pergi. Rasa kecewa mucul didalam hatiku. Aku segera menepisnya, ini terbaik untuknya.

“Auch…” Tanpa seengaja kakiku tersandung sesuatu saat keluar kamar menuju dapur.

‘Kaki siapa ini ya ?’ Gumamku begitu muncul sebuah kaki di bawah sofa depan kamarku.

“Oppa ??” Biasanya sih oppa yang tidur disini, ani… tapi kaki Oppa gak semulus ini. Aneh sekali ya …. Aku membuka selimut yang menutupi hampir seluruh tubuhnya kecuali kakinya.

“Tippany ?!?!” Aku membulatkan mataku, kenapa dia tidur disini ?? tadi malam kan udaranya dingin sekali, kenapa dia tidur dibawah, gak diatas sofa saja ??.

“Uhh….” Gumamnya sambil mengucek kedua matanya.

“Taeyeon-a !!!” Teriaknya membulatkan kedua matanya lalu memelukku.

“Tippany… apa yang kau lakukan dibawah sini haa ?? Kau tidur disini ?? Kenapa kau tidak tidur di kamar Haeyeon atau setidaknya diatas sofa ??” Tanyaku.

“Uh… iya … mengapa aku ada dibawah sini yaa ??” Tanyanya balik padaku. Aku memutar bola mataku.

“hehe… aku menunggumu Taeyeon-aaa.. aku tak ingin kau pergi dariku…” Katanya sambil memelukku erat. Merasa tidak nyaman, aku menariknya kedalam kamarku dan menguncinya.

“Mianhae…. Ini semua aku lakukan demi kau.” Jawabku lalu menghembuskan nafas berat dari paru-paruku.

“Demi aku ?? apa yang kau maksud demi aku ha ?? kau tahu, hatiku sakit sekali mengetahui kau akan meningalkanku.. kau tahu hah ??” Katanya sambil menangis tersedu-sedu di pelukanku. Jujur, hatiku juga sakit melihat dia seperti ini. Aku jadi ingin menangis.

“Ppany-ah….. jangan seperati ini, semakin sulit untukku meninggalkanmu.” Jawabku.

“Kalau begitu jangan tinggalkan aku…” Jawabnya dengan sorot mata yang dapat membuat hatiku runtuh seketika.

“Aku…. Sudah tidak bisa berthan lagi Ppany-ah … mereka memang benar… aku bukanlah leader dan Unnie yang baik buat kalian semua.” Jawabku sambil menitikkan air mata.

“Kau adalah yang terbaik untuk kami, tak ada yang paling baik selain dirimu. Kau menjaga kita satu-persatu dengan baik. Tolonglah, demi aku … demi mimpi kita semua… kembalilah Taeyeon-aa…” Katanya sambil menyeka air mataku.

“Mianhae Ppany…” Jawabku.

“Wae ?? Kau tidak mencintaiku lagi ??” Tanyanya dengan mata yang …. Aaahh.. sulit untuk menjelaskan tentang tatapan matanya.

“Tentusaja aku sangat sangat sangat mencintaimu Ppany-ah…” Jawabku. Lalu dia menciumku (?) lembut.

“Kalau kau mencintaiku, kembalilah padaku… aku akan melindungimu dengan sepernuh hati dan jiwaku. Meskipun harus kubayar dengan nyawaku.. aku … akan selalu menjagamu.. taeyeon-aahh…” Jawabnya lalu memelukku sangat erat sekali.

“Anio, akulah yang seharusnya melindungimu…” Sanggahku.

“Kalau begitu, kamu harus selalu berada disisiku, itu sudah cukup untuk melindungiku.” Katanya. Aku berpikir sejenak..

“Jawablah Taenggo …” Lanjutnya.

“Mianhae Ppany-ahh.. jeongmal mianhae… hiks…hiks…hiks..” Jawabku. Dia melihat sekeliling kamarku mencari sesuatu. Lalu berlari menuju meja riasku dan mengambil sepotong kaca yang barusaja kupecahkan tadi malam karena tidak sengaja. Dia meletakkan kaca itu tepat diatas nadi ditangannya.

“Pp…..pp….pp….ppaan….ppanny-ah…. M…mw…mwo…haeyo ??” Kataku tergagap.

“Aku sudah bilang, kau adalah nyawaku dan jika kau tidak berada disisiku itu artinya nyawaku sudah  hilang selamanya.” Katanya.

“Ppanny-aahh…” Dia semakin mendekatan pecahan kaca itu ditangannya dan menggoreskannya.

“TIFFANYYYYYY!!!!!”

-TBC-

Iklan

16 thoughts on “IT’S OUR STORY (THE POWER OF 9) Part 16”

  1. O.O! Ppany-ah! Jgn melakukan hal yg bodoh ituuu!!
    Taeng! Cepet bilang kau bersedia kembali!! Atau kalo tidak ……..
    *ngilang*

  2. Arghh mkin Daebaak nihh ceritanyaa..
    Tarik nafasss.. #huufhhh..
    Ppany-aa awas lho yhaa jgn macam2!!
    Hufh, Okehhh.. Saiia izin baca next part.nya thor…~~

  3. ayoo fany !!! kejar taeng !!!
    aduuuuh . . . .jadi gini??
    kenapa fany nekat bunuh diri gitu sih??
    taeng ! cepetan balik deh ke dorm. dari pada wife mu bunuh diri?
    jadi ribet . .

Komentar tidak dipungut biaya ✿ Tae♡Ny ✿

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s