Its Our Story, SNSD, SOSHI FF

IT’S OUR STORY (THE POWER OF 9) Part 17

IT’S OUR STORY (THE POWER OF 9)

Author             : Sasyaa95 (Shin Min Rin)

Title                 : Its Our Story (The Power of 9)

Gendre            : Romance, Comedy

Main cast         : Taeyeon n Tiffany (TaeNy) Yuri n Jessica (YulSic)

Sub cast           : Sunny, Hyoyeon, Yoona, Seohyun, Sooyoung

Warning          : The Gendre is YuRi (Girl x Girl)

 

[PART XVII]

Author Pov

“TIFFANYYYYYY!!!!!” Taeyeon berteriak sekencang-kencangnya. Dia terpaku melihat tingkah nekat Tiffany. Taeyeon menyadari dan dengan cepat mengambil saputangan di lemari lalu mengikatkannya ke lengan Tiffany.

“Kau gila Fanny-ah … Kau gilaaa ….” Kata Taeyeon.

“Aku gila karena kau Tae…” Jawab Tiffany. Air mata menetes dari pipinya, entah itu karena Taeyeon atau rasa sakit yang ada di lengannya.

Tok.. Tok.. Tok…

“Taeyeon.. kau baik-baik saja ??” Teriak Umma dari luar kamar Taeyeon.

“Ummaaaa…” Teriak Taeyeon hampir menangis memeluk Tiffany, dia tidak tahu lagi apa yang harus dia lakukan. Kakinya melemas dan tidak dapat digerakkan.

“Taeng, menjauh dari pintu, Ok ??” Teriak Appa Taeyeon.

Taeyeon mengangguk, entah Appa taeyeon bisa mengetahuinya atau tidak.

BRUAAAAKKK …..

 

Terdengar pintu kamar Taeyeon didobrak oleh Appa Taeyeon. Semuanya menatap kearah Taeyeon yang sedang memeluk Tiffany dan menahan lengan Tiffany dengan saputangan supaya darahnya tidak mengalir terlalu banyak.

“Taaaeee… Ap….Apa yang terjadi ??” Tamya Umma.

“Nanti aku jelasin Umma, sekarang tolong dia dulu.” Kata Taeyeon dengan suara parau. Terlihat sangat jelas sekali kalau dia mencoba menahan tangisannya.

“Bawa dia kemobil, kita kerumahsakit terdekat.” Teriak Appa. Dengan sigap Jiwoo oppa mengendong Tiffany kedalam mobil. Taeyeon terpaku, shock dengan kejadian yang barusaja dilihatnya.

“Gwaenchana Taeng, dia akan baik-baik saja, Umma percaya bahwa Tiffany adalah anak yang kuat.” Umma mengusap punggung Taeyeon. Umma Taeyeon memang mengetahui hubungannya dengan Tiffany, dia pernah menceritakan pada Ummanya tentang perasaan tidak wajar yang dia miliki terhadap Tiffany, tapi Umma Taeyeon tidak marah sama sekali dengannya. Dia Umma yang baik, mendukung semua keputusan yang diamblil oleh Taeyeon.

“Ummaaa…” Kali ini suara Taeyeon benar-benar parau.

“Ssshhh… sana.. kuatkan Tiffany, dia sangat membutuhkanmu Taeng.” Kata Umma lalu mendorong Taeyeon menuju mobil. Taeyeon mengambil tempat duduk di samping Tiffany, memegang tangannya dan menunduk. Dia tidak berkata apapun, dia juga tidak menangis, tapi air mata keluar dari pipi Taeyeon tanpa bisa dia hentikan. Mengalir begitu saja, tiba-tiba dia merasakan tangan seseorang berada dipipinya dan mengusap air matanya dengan jari-jarinya. Begitu Taeyeon menoleh, ternyata itu tangan Tiffany yang sebelah, terlihat sekali Tiffany taersenyum lemah pada Taeyeon, dia memaksakan senyumnya pada Taeyeon. Dia ingin memberikan hadiah terakhir padanya sebelum mungkin dia akan pergi tanpa mengucapkan apapun pada Taeyeon.

“Kau akan baik-baik saja, kau harus berjanji padaku. Lalu aku juga akan berjanji padamu kalau akau akan selalu ada disisimu dan menjagamu.” Kata Taeyeon membisik ketelinga Tiffany. Tiffany hanya bisa tersenyum lemah.

Taeyeon terus menunnduk dan membiarkan air matanya mengalir begitu saja tanpa bisa ia kontrol lagi. Tiffany dibawa ke kamar UGD dan semuanya hanya bisa menunggu diluar dan berdo’a untuk Tiffany.

Setelah beberapa menit menunggu, akhirnya dokter keluar juga.

“Bagaimana keadaannya dokter Park ??” Tanya Appa Taeyeon.

“Dia baik-baik saja, beruntung karena tadi lukanya ditutupi dengan sapu tangan, kalau tidak, mungkin dia akan kehilangan banyak darah.” Jelas Dokter.

“Apa kami bisa melihatnya, dok ??” Tanya Taeyeon.

“Tentu, tapi sekarang dia masih istirahat. Jadi, jangan membuat keributan atau sesuatu yang membuat dia tidak nyaman.” Ujar Dokter Park.

“Tentu… Terimakasih dokter Park.” Jawab Taeyeon membungkukkan badannya lalu memasuki ruangan. Umma dan Appa pergi ke bagian administrasi untuk membayar biaya rumah sakit. Sementara Jiwoo Oppa, pamitan pulang begitu mengetahui bahwa Tiffany baik-baik saja.

“Ppany-aah… Jeongmal mianhae … aku tidak akan meninggalkanmu lagi. Aku janji Ppany-ah….” Kata Taeyeon memegang tangan Tiffany dan menyandarka kepalanya di bahu Tiffany yang masih belum sadarkan diri. Tanpa sadar, dia tertidur disamping tiffany.

Tiffany Pov

Ouch…

Aku mencoba membuka mataku, pandanganku gelap dan kabur. Aku menggucek kedua mataku, dan menyadari bahwa aku berada ditempat yang asing. Aku melihat sekitar dan mendapati Taeyeon tertidur disamping tempat tidurku. Hihihihi… aku tertawa kecil, dia begitu lucu. Aku menelusuri setiap inci dari wajahnya. Matanya… hidungnya, bibirnya yang sexy. Aku benar-benar akan menciumnya, sampai ketika aku merasakan bahwa dia akan segera bangun dan membuka matanya. Aku kembali merebahkan diriku dan pura-pura tertidur. Aku dapat melihat dia tersenyum padaku walaupun aku menutup mataku. Aku merasakan nafasnya semakin dekat dengan wajahku dan merasakan sentuhan bibir yang sudah tidak asing lagi mengecup keningku lalu mencium lembut bibirku. Aku tidak dapat lagi mengontrol diriku, aku membalas ciumanya lalu membuka mataku dan melingkarkan tangan kananku pada pundaknya dan mendorongnya agar lebih mendekat padaku.

“Tif-fany…” Katanya terdengar lembut ditelingaku. Aku hanya tersenyum memperlihatkan ‘eyesmile’ku padanya. Yang mungkin sudah dia rindukan.

“Tiffany, aku minta maaf.. aku gak bermaksud untuk … aku benar benar mencintaimu dengan sepenuh hatiku. Aku akan menjagamu dan tidak akan membiarkanmu tersekiti lagi.” Katanya. Aku dapat melihat dengan jelas, air mata tulus yang mengalir didppinya.

“Janji ??” Tanyaku. Dia menganggukkan kepalanya.

“Kau tahu Taeyeon-ah… aku… mencintaimu, aku tidak dapat hidup tanpamu… semua orang yang aku cintai, aku harus kehilangan mereka. Pertama, Ummaku, dia meninggalkanku saat aku masih benar-beanr membutuhkannya. Kedua, Appaku, dia sudah tidak lagi memperdulikanku dan sibuk dengan urusannya dan membuatku benar-benar kesepian sepanjang hidupku. Ketiga, kakekku yang mengajarkanku segalanya. Jika aku kehilanganmu, aku benar-benar tidak tahu lagi apa uang harus aku lakukan. Dimana aku harus berteduh, berbagi cerita, kesedihan dan kebahagiaan. Kau sudah seperti Ummaku, Unnieku, Appaku. Kau adalah segalanya bagiku TaeTae…” Kataku dengan berlinangan air mata. Dia mengusap air mata di kedua pipiku lalu memelukku erat.

“Aku mengerti Ppany-ah.. aku sangat mengerti…” Bisiknya ditelingaku.

“Jangan pernah berpikiran untuk meninggalkanku lagi Tae…” Bisikku lagi.

“Aku janji Ppany-ah… neoya …. Nae jib saram.” Jawabnya. Aku tersemyum padanya.

“Janji ?? Kau harus janji kau harus kembali lagi bersama kami, kau harus janji kalau kita akan bersama-sama debut sebagai SNSD dan akan bersama-sama sampai waktu yang ditentukan, atau nungkin selamanya. Kau harus janji untuk tidak akan berpikiran untuk meninggalkanku lagi. Apapun yang terjadi.” Kataku panjang lebar. Dia mengangguk lalu mencium keningku.

“Aku berjanji Ppany-ah..”

-TBC-

Iklan

18 thoughts on “IT’S OUR STORY (THE POWER OF 9) Part 17”

  1. Akhirnya……
    Tae menyanggupinya jg *lap keringat*
    Dan untungnya……
    Fany gak pergi kemana-mana(?) *lap keringat lg*

    *ngilang*

Komentar tidak dipungut biaya ✿ Tae♡Ny ✿

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s