One Shoot, SNSD, SOSHI FF

TIME MACHINE [ONE SHOOT]

TIME MACHINE [ONE SHOOT]

Author        : Sasyaa95 (Shin Min Rin aka 신민린)

Title            : Time Machine

Genre          : Yuri ( Girl x Girl), Romance, Tragedy.

Cast            : TaeYeon, Kim (김태연)

                     Tiffany, Hwang (황 티파니)

                      IU (아이유)

Chapter       : One Shoot

Warning       : The genre is Yuri (Girl X Girl)

TAENY (Taeyeon – Tiffany)

Dimanapun Taeyeon berada, disitu ada Tiffany begitu juga sebaliknya… hidup… ataupun mati….

OST : Time Machine SNSD

itsumoyori sukoshi hiroi heya tada hitori
It’s over, guess it’s over

Alone in the room that is more spacious than usual
It’s over, guess it’s over

Seorang gadis bertubuh mungil berjalan menyusuri jalanan Seoul dengan beban diseluruh pundaknya. Gadis itu bernama Kim Taeyeon, seorang gadis berusia 23 tahun yang kehilangan kekasihnya dan belum sempat meminta maaf padanya. Kekasihnya bernama Tiffany Hwang Mi Young, gadis periang yang setiap hari mengisi hidupnya dan menghapus luka di hati Taeyeon.

[Flashback]

“IU !!! IU !!! Banguuunnn…. Maafkan Unnie IU… IU…..” Teriak Taeyeon pada tubuh IU yang sudah pucat dan darah segar terus mengalir di kepalanya.

“Unnie, berjanjilah padaku kau akan tetap bersemangat dan ceria seperti dulu.” Kata IU mencoba mengatur nafasnya.

“Anio, IU-yah !! Andwae !! Maldo Andwae ….. Kamu harus berjuang IU-yaahh.. Unnie… akan selalu disampingmu untuk melindungimu.” Kata Taeyeon berlinangan air mata.

“Mianhae Unnie, Mianhae… aku gak bisa menemani Unnie lebih lama lagi… Jeongmal Mi—An—Hae………” Itulah kata-kata terakir dari IU.

“IU-ah…. Kau tak bisa meninggalkan Unniemu seperti ini.. IU—Yahh….. Unnie …. Sangat…. Sangat…. Mencintaimu, maaf karena Unnie tidak bisa melindungimu.. Unnie bukanlah Unnie yang baik untukmu IU—yah… Jeongmal mianhae….” Teriak Taeyeon lalu mencium kening dongsaeng tersayangnya itu.

[Flashback End]

futari de tsukuri age ta Story mo munashi ku
konnani kantan ni kuzure teshimaunante

The story created by the two of us was also in vain
I can’t believe it could crumble so easily

Air mata mengalir dipipi Taeyeon tanpa bisa dibendung lagi. Dia tetap berjalan dengan tatapan kosong dengan air mata dipipi. Tiba-tiba dia teringat mengapa adiknya bisa berakhir seperti itu. Itu terjadi 7 tahun yang lalu, saat Taeyeon berusia 16 tahun dan IU berusia 14 tahun.

[Flashback]

“Unnie… aku menamgkapmu… kau kena … kau yang jagaa.” Kata IU pada Taeyeon. Mereka berdua sedang bermain petak umpet.

“yaa… Okey… sekarang aku yang jaga… 1…2….3…10” Begitu sampai 10 Taeyeon mulai mencari sosok yang sangat dia cintai itu, 15 menit dia tidak menemukannya. Lalu, dia mendengar suara teriakan dan bentakan dari kamar orangtuanya. Dia menghampirinya dan melihat orang tuanya bertengkar hebat. Dia melihat IU terduduk lemas menyembunyikan dirinya di bawah tempat tidur mereka terlihat sekali dia sangat ketakutan. Saat Appanya akan memukul Ummanya Taeyeon berteriak dan IU menutupi matanya dengan kedua tangannya.

“UMMA !! APPA !! APA YANG SEDANG KALIAN LAKUKAN ?? KALIAN TIDAK MELIHAT ?? IU SEDANG KETAKUTAN MELIHAT KALIAN BERDUA BERTENGKAR SEPERTI INI !! KALIAN TIDAK MALU, hah ??” Teriak Taeyeon melihat adikn tercintanya itu ketakutan.

“Diam kau anak kecil gak usah ikut campur !!” Teriak Appa mendekat kearah Taeyeon dan akan menamparnya.

Plaaakkk

Taeyeon menutup matanya. Tetapi dia tidak merasa sakit. Dia membuka matanya dan menadapati IU tergeletak di lantai kepalanya berdarah karena terbentur sudut meja. Ternyata, saat Appa merkeka akan memukul Taeyeon, IU berlari untuk menyelamatkannya, tapi sayangnya malah dia yang kena pukul.(*poor IU)

Taeyeon menghampiri adiknya yang bersimbah darah dikepalanya. Dia menatap adiknya terpaku.

“IU !!! IU !!! Banguuunnn…. Maafkan Unnie IU… IU…..” Teriak Taeyeon pada tubuh IU yang sudah pucat dan darah segar terus mengalir di kepalanya.

“Unnie, berjanjilah padaku kau akan tetap bersemangat dan ceria seperti dulu.” Kata IU mencoba mengatur nafasnya.

“Anio, IU-yah !! Andwae !! Maldo Andwae ….. Kamu harus berjuang IU-yaahh.. Unnie… akan selalu disampingmu untuk melindungimu.” Kata Taeyeon berlinangan air mata.

“Mianhae Unnie, Mianhae… aku gak bisa menemani Unnie lebih lama lagi… Jeongmal Mi—An—Hae………” Itulah kata-kata terakir dari IU.

“IU-ah…. Kau tak bisa meninggalkan Unniemu seperti ini.. IU—Yahh….. Unnie …. Sangat…. Sangat…. Mencintaimu, maaf karena Unnie tidak bisa melindungimu.. Unnie bukanlah Unnie yang baik untukmu IU—yah… Jeongmal mianhae….” Teriak Taeyeon lalu mencium kening dongsaeng tersayangnya itu.

[Flashback End]

One mistake, got a one regret
daremo kanpeki janai tte

One mistake, got a one regret
Nobody is perfect

Sampai sekarang, Taeyeon tidak mau lagi melihat wajah kedua orang tua mereka terutama Appanya yang telah membuat IU pergi darinya untuk selamanya. Taeyeon menghapus air matanya, menatap jalanan kota Seoul dan menghembuskan nafas dalam. Saat dia melewati sebuah taman, dimana dia bertemu dengan Tiffany 5 tahun yang lalu. Seseorang yang telah membantunya menghapus lukanya dan mengisi hari-harinya dengan penuh senyuman.

[Flashback]

“Maaf nona… saya minta maaf.” Kata seorang gadis berseragam SMA yang telah menabrak Taeyeon dan tidak sengaja menumpahkan soda di baju Taeyeon.

“Hey.. kalau jalan pake mata.. jangan pake dengkul.” Jawab Taeyeon ketus sambil membersihkan soda di bajunya.

“Aku minta maaf, aku tidak sengaja.. benar.. aku tidak sengajaa…” Katanya hampir menagis.

“Yaa !! Kau ini cengeng sekali yaaa… ini semua salahmu, mengapa jadi kau yang menangis ??” Tanya Taeyeon dingin.

“Aku… aku…. Minta maaf, biar aku yang cuci bajumu… aku pastikan bersih tanpa noda sedikitpun…” Jawabnya kini dia sudah menangis.

“Yaa.. yaa… jangan menangis disini, nanti dikiranya aku ngapa-ngapain kamu lagi.” Kata Taeyeon menyadari bahwa mereka berdua sedang menjadi pusat perhatian. Taeyeon menggeret Tiffany ke tempat yang sepi. Tempat favorit Tayeon, yaitu bawah pohon rindang disudut taman.

“Maaaaaffff..” Katanya masih terisak.

“Aduuuhh.. kamu iniiii….. hari ini aku harus bekerja, dan bagaimana aku bias bekerja kalau bajuku penuh dengan tumpahan soda gini.” Kata Taeyeon mukanya tampak kebingungan.

“Eh.. kau ??? bekerja ???” Tanyanya. Taeyeon menganggukkan kepalanya.

“Memangnya usiamu berapa ??” Tanyanya.

“sekitar 17 tahun.” Jawab Taeyeon.

“17 ??? Waw !! Kita seumuran… kamu tidak sekolah ??” Tanyanya lagi. Taeyeon menggelengkan kepalanya.

“Waeyo ??” Dia seperti seorang wartawan saja.

“Ya … kau ini mau menginterogasiku apa ??” Taanya Taeyeon ketus.

“Ah, mianhaaeee…. Lalu bagaimana dengan kerjamu ??” Tanyanya.

“Entah, aku juga bingung.” Wajah Taeyeon benar-benar sangat kebingungan.

“Ah… ah.. aku akan bilang kepada bosmu tentang hal ini.” Jawabnya penuh yakin.

“hahahaha…” Taeyeon tertawa.

“Kenapa kau tertawa ??” Tanyanya polos.

“Yah ,, kau ini lucu sekali yaaa… kkkk.” Jawab Taeyeon.

“Lucu apanya ??” Tanyanya masih polos.

“Yah .. aku hanya perlu berganti pakaian saja.” Jawab Taeyeon.

“Oh…..” Jawabnya singkat. “Lalu ??” Lanjutnya.

“Yeaaahh… rumahku jauh dari sini, dan tadi dompetku terjatuh entah dimana. Aku tidak bisa pulang sekarang, lagipula aku sudah hampir terlambat.” Jelas Taeyeon dengan wajah murung. Tiffany menatap Taeyeon lalu dia menangis lagi.

“Yaa… Yaaa.. Ya… kau kenapa menangis lagi ?? Aku sama sekali tidak akan menyakitimu.” Ujar Taeyeon. Tiffany malah menangis semakin kencang.

“Hey … kenapa kau menangis terus ?? Kau sudah SMA dan ini ditempat umum.” Lanjut Taeyeon.

“Aku… ak…aku… bener-bener minta maaf karena menyebabkan masalahmu semakin besar… huaaaaa…” Kata Tiffany sambil sesenggukan.

“Yaa.. Yaa… sudahlaaahh…” Kini Taeyeon yang mulai panic.

“Eotohkhae ?? Eotohkhae ?? Eotohkhae ??” Tanyanya berulang-ulang.

“Seharusnya aku yang berbicara seperti itu -.-“ Sahut Taeyeon.

“lalu sekarang ??” Tanyanya lagi.

“Entaahhh.. aku sudah menjawabnya berulang-ulang.” Taeyeon mulai kesal.

“Yasudah, kau kerumahku saja, pinjam bajuku dulu. Rumahku gak jauh dari sini kok, nanti aku antar kamu ketempat kerja kamu.” Jawabnya lalu tersenyum. Taeyeon melongo melihat ‘eyesmile’ gadis itu.

“Heeeyyy … gimanaaa ??” Katanya melambai-lambaikan tangannya ke depan muka Taeyeon dan seketika membuyarkan lamunannya.

“Anio.. aku tidak mau merepotkan orang lain.” Tolak Taeyeon.

“Gwaenchana.. ini permintaan maafku, okayh ?” Katanya lalu menggandeng tangan Taeyeon kerumahnya.

[Flashback End]

sou iiki ka setemitemo
naniwo shitemo kizu ha iyase nakute
Even if I try to say and hear it
The pain won’t heal no matter what

Taeyeoon tersenyum, tapi dia tetap mengeluarkan air matanya. Tanpa terasa kaki membawanya pergi melewati sebuah rumah yang besar. Pikirannya melayang saat melihat rumah itu.

[Flashback]

‘Waaa.. rumahnya besar sekali… megaaaaahhhh… lebih megah dari rumahku sebelumnya’ Gumam Taeyeon.

“Ayo masuuukkkk..” Kata gadis itu menggeret tangan Taeyeon.

“Heeeyy.. jangan tarik-tarik tanganku… sakit taaauuukkkk.” Teriak Taeyeon.

“Heheehee… mianhae….” Katanya kali ini dia menggeret Taeyeon masuk kekamarnya yang serba ‘PINK’

“Aissshhhh…” Keluh Taeyeon yang membenci warna itu. Gadis itu menyuruh Taeyeon mengganti bajunya dikamar mandi. Taeyeon keluar dengan hanya menggunakan tanktop. Gadis itu melongo melihat lekuk tubuh Taeyeon yang sangat indah.

“Coba yang ini.” Katanya sambil menyodorkan baju berwarna pink.

“Aisshh aku tidak suka. Yang lain sajaa….” Tolak Taeyeon. (untung bukan tolak angin. Hehehehehe)

Gadis itu kembali menyodorkan baju dengan model yang berbeda tapi dengan warna yang sama.

“Yah.. bisa gak she, jangan kasih aku warna itu.” Kata Taeyeon ketus.

“Uh… kau tidak suka yaaa…” Jawabnya lalu membuka pintu lemarinya lebar-lebar. Taeyeon tercengang melihat hampir seluruh baju dilemari itu berwarna pink.

Gadis itu terus memilah-milah hamparan kain warna pink itu, lalu mengambil satu baju berwarna kuning dan disodorkannya padaku.

“Eotohkhae ??” Tanyanya.

“Lebih baik daripada yang tadi.” Jawaban Taeyeon masih dingin. Lalu masuk ke kamar mandi dan memakainya. Seperti yang dijanjikan, gadis itu mengantar Taeyeon sampai ditempat kerjanya.

“Uh.. kau bekerja disini ??” Tanyanya. Taeyeon hanya mengangguk.

“Kau pulang jam berapa ??” Tanyanya lagi.

“Bukan urusanmu..” Jawab Taeyeon ketus.

“Em… oh, iya.. namaku Tiffany, namamu siapa ??”

“Cari tau aja sendiri… oh iya, thanks ya.. nanti bajumu aku kembalikan lusa di taman jam 3 sore seperti tadi, Ok ??” Kata Taeyeon lalu berlari menuju club.

‘kerja apa gadis berusia 17 tahun disebuah club ??’ Gumam Tiffany. Lalu dia masuk kedalamnya, awalnya dia dilarang masuk oleh penjaga. Tapi, Tiffany menyodorkan uang yang banyak lalu dia diperbolehkan masuk.

‘mana ya dia ?? siapa sih nama gadis itu ??’ gumam Fanny. Dia mencari keseluruh penjuru club, tapi tidak menemukannya. Akhirnya dia lelah dan duduk. Dia memesan minuman non alcohol.

“Yap, sekarang saatnya kita dengar penyanyi terbaik club ini… Kim Taeyeon yang akan membawakan lagu ‘Devil’s Cry’.” Kata MC di club itu. Semua orang bersorak begitu mendengar nama Taeyeon. Tiffany tidak tertarik dan terus meminum minumannya. Saat lagu sudah dinyanyikan. Semua orang berjingkrak-jingjrak bersama. Akhirnnya Tiffany menoleh mendengar suaranya.

“Euh.. gadis itu kan ….. jadi dia penyanyi… lumayan juga ya suaranyaaa…” Gumam Tiffany. Dia menikmati lagu yang dibawakan Taeyeon sampai selesai.

“Hey, Kim Taeyeooonnnnn..” Kata Tiffany dengan senyum penuh kemenangan dan tak ketinggalan ‘eyesmile’nya.

“Yaaa… kenapa kau masih ada disini ?? bagaimana kau tahu namaku ??” Taeyeon bertanya dengan wajah kebingungan.

“Ouppsss.. aku punya kekuatan tersendiri untuk melakukannya.” Jawab Tiffany dengan penuh percaya diri.

“Sigh… apa maumu Tiffany ??” Tanya Taeyeon dingin.

“Kamu sudah selesai dengan pekerjaanmu kan ?? Ayo aku antar pulang.” Kata Tiffany lalu menggeret tangan Taeyeon. Taeyeon tidak dapat berbuat apa[apa hanya mengikutinya saja. Toh, dia juga gak punya ongkos untuk pulang kerumah.

[Flashback end]

ima Time Machine ni norikonde
anatani ai ni iku
kotoga dekita nara
Right now, if I could ride a time machine
and go to meet you
I wouldn’t wish for anything else

Taeyeon terus tersenyum mengingat kejadian manis ang telah ia alami bersama Tiffany. Saat ciuman pertama mereka yang terjadi karena ketidak sengajaan.

[flashback]

“Ya.. Kim Taeyeon… ayo kejar aku kalo bisaaa…weeeek. Meroonggg..” Kata Tiffany menjulurkan lidahnya. Hari-demi hari mereka sangat dekat satu sama lain. Tiffany sangat menyukai Taeyeon, begitu juga sebaliknya… Jauh dilubuk hati Taeyeon, dia jiga mencintai Tifffany, tapi dia tidak mempunyai keberanian untuk mengungkapkannya. Dia masih merasa sangat sedih dan trauma atas kejadian yang menimpa IU.

“Yaa.. Tippany… aku akan menangkapmu.. awas kau yaaaa…” Teriak Taeyeon lalu berlari mengejar Tippany.

“Kejar aku dengan kakimu yang pendek itu.. hahahaha…” Jawab Tiffany.

“Ppany-aahh.. awas sampai aku mendapatkanmu…”

Happp.

“Awww…” Saat Taeyeon akan menangkap Tiffany, tiba-tiba Tiffany tersandung sesuatu dan akan terjatuh, tapi Taeyeon memegang pinggulnya dan menariknya, alhasil mereka berdua terjatuh dengan posisi Taeyeon berada tepat diatas Tiffany dan bibir mereka bersentuhan.

“……” Hening.

“Uppss… maaf.. aku gak sengaja.” Kata Tiffany. Wajahnya mulai memerah.

“Gwaenchana… aku.. juga minta maaf.. hehehe..” Jawab Taeyeon.

“Ump.. Ppany-ah.. aku sesak nafas nih, tidakkah kamu piker kita sedang dalam posisi yang tidak nyaman.” Kata Taeyeon menyadari bahwa mereka masih dalam posisi bertindihan.

“Uppsss..” Tiffany langsung berdiri dan membantu Taeyeon yang mukanya juga sudah memerah.

[Flashback end]

mou nanimo negawa nai
hakana ku te tohi kioku ninaru mae ni…
need a time machine oh
I need a time machine oh

Before the memories become distant and fleeting…
I need a time machine oh
I need a time machine oh

Saat Taeyeon melewati Air mancur, tempat dimana dia menyatakan perasaannya kepada Tiffany. Dia kembali teringat memori yang paling membahagiakan dalam hidupnya.

[Flashback]

“TaeTae ini indah sekaliii….” Kata Tifffany sambil melihat pancuran air yang menyembur dihiasi lampu warna-warni yang menyala disekelilingnya.

“Kau suka ??” Tanya Taeyeon.

“Hmm…” Angguk Tiffany.

“Ppany-ah, aku punya sesuatu yang mau kubicarakan denganmu…”

“Mwo ??”

“Ppany-ah.. maukah kau menjadi pacarku ??” Tanya Taeyeon penuh percaya diri.

Tiffany hanya terbengong dan membuka rahangnya lebar-lebar. Dia tidak perjaya dengan apa yang telah dia dengar.

“Kau tidak menyukaiku yaa?? Pasti.. aku memang tidak selevel denganmu Ppaany-ah.. aku hanya seorang penyanyi di club dan café dan kau adalah anak orang terkaya di seoul dan kauuu…..” Belum selesai Taeyeon berbicara, Tiffany lalu memeluknya erat.

“Aku mau… aku mau jadi pacarmu.. aku menyukaimu Kim Taeyeon…. Ani…. Aku mencintaimu… jeongmal saranghae.” Jaawab Tiffany di bahu taeeon.

“Aku… aku…. Gomawo Ppany-aahh…” Taeyeon lalu melepaskan pelukan mereka.

“Aku punya sesuatu untukmu Ppany-ah..” Kata Taeyeon lalu mengeluarkan sesuatu dari kantongnya. Dua buah kalung dengan liontin gembok dan kunci.

“Tolong jaga ini.. jangan pernah melepaskannya, sampai kau sudah tidak mencintaiku lagi.” Kata Taeyeon lalu mengalungkan sebuah kalung dengan bandul gembok pada leher Tiffany. Saat Taeyeon akan mengalungkan kalung kunci pada lehernya, Fanny menghentikannya.

“Biar aku yang melakukannya.” Kata Tiffany lalu mengalungkan kalung kunci pada leher Taeyeon.

[Flashback end]

Kim Taeyeon memegang erat kaling kunci dan gembok itu di kedua tangannya, tanpa terasa kakinya membawanya melewati tempat favorit mereka berdua. Toko Ice Cream, yang tidak begitu mewah tapi punya pemandangan yang sangat indah. Taeyeon dan Tiffany sering mengunjungi tempat ini untuk makan ice cream bersama.

[Flashback]

“Ppany-ah.. ada strawberry di mulutmu.” Kata Taeyeon menunjuk bibir tipis Tiffany.

“Owhh..” Saat Tiffany akan mengelap bibirnya, tiba-tiba Taeyeon menghentikannya dan mengecup bibir Tifffany dan menghapus strawberry yang ada di bibir tipis Tiffany.

Uhukk.. Uhuukk

“Kau kenapa Taeyaon ??” Tanya Tiffany khawatir.

“Aku.. aku hanyaa.. alergi strawberry, hehehehe…” Jawab Taeyeon.

“Ya !! lalu mengapa kau mengecupnya ??”

“Aku… hanya ingin membersihkan bibir manismu itu, disamping itu, aku ingin sekali menciummu… kekekekk…” Jawab Taeyeon malu-malu.

“Cheese…. Dork… Merong….” Jawab Tiffany lalu menjulurkan lidahnya.

“Uhmmmmm…” Taeyeon mencubit pipi Tiffany.

“Ya !! Sakit tauukk… :3 awas kau ya TaeTae…” Teriak Tiffany lalu mengejar Taeyeon yang sudah berlari duluan.

[Flasback End]

hitori de sugo su jikan ha ososu gite
ayamachi no batsuha amarinimo omoku
Time slows to a crawl when I’m by myself
The punishment for my mistake is severe


Taeyeon terus berjalan dan melewati sebuah pohon besar dan rindang dimana dia dan Tiffany menemukan kucing kesayangannya. Taeyeon berhenti lalu duduk dibawahnya.

[Flashback]

“Fanny-ahh.. ada apa ?? kenapa kau menangis ??” Tanya Taeyeon.

“Jackson hwang… huhuhuhu.. TaeTae.. Jackson hwang menghilang.. huaaa..” Isak Tiffany.

“Gwaenchana Ppany-ah.. kita akan mencarinya bersama-sama.” Kata Taeyeon lalu mengusap lembut pundak Tiffany.

“Jinjja ??” Tanyanya.

“Yepp.. jangan menangis lagi ya Ppany.. hatiku jadi sakit melihat kau menangis seperti ini.” Jawab Taeyeon. Tiffany mengangguk.

Mereka menyusuri jalanan kota Seoul untuk mencari kucing kesayangan Tiffany, Jackson hwang. Akhirnya mereka berhenti sejenak untuk beristirahat. Mereka duduk dibawah pohon ridang.

Tiffany tidak berhenti menangis meskipun Taeyeon sudah menghiburnya berkali kali.

“Hikz.. hikz… hikz.. bagaimana kalau… Jackson… hwaa…” Tangis Fanny.

“Yaa… kita pasti menemukannya Ppany-aahh…” Kata Taeyeon menenangkan Tiffany.

Meaww.. Meaww…

TaeNy couple mendengar suara dari atas pohon lalu melihatnya.

“Jackson !!!” Teriak Tiffany.

Meaww

“Se[ertinya dia tidak bias turun.” Kata Taeyeon.

“Eotohkhae.. eotohkhae ?? huhuhuhuu…” Isak Tiffany.

“Ssshshhh… tenang .. aku amengambilnya untukmu.” Jawab Taeyeon.

Lalu Taeyeon memanjat pohon itu dan mengambil kucing kecil itu lalu memmberikannya pada Tiffany.

“TaeTae… kau… hebat.” Kata Tiffany sambil memeluk Jackson.

“Hehehe.. dulu, aku juga pernah memanjat untuk mengambil anjing IU. Huuffftttt.” Taeyeon mendesah panjang.

“IU ?? Siapa IU ??” Tanya Tiffany.

“Adik kesayanganku…” Kata Taeyeon, tanpa terasa nafas yang ia hembuskan semakin berat.

“Kau punya adik ?? dimana dia ?? aku ingin sekali melihatnya… pasti dia cantik seperti kamu.” Kat Tiffany polos.

“Dia… disana…” Kata Taeyeon lalu menunjuk kearah langit yang biru, tanpa terasa dia meneteskan air mata.

Tiffany, bingung pada awalnya, lalu dia mengerti dan memeluk Taeyeon.

“Gwaenchanaaa… pada awalnya berat, aku tak sanggup hidup tanpanya, dia adalah satu-satunya yang aku cintai didunia ini, dia adalah alasan aku hidup selama ini. Ketika dia pergi, aku merasa sangat hampa dan tidak punya tujuan hidup. Tidak, sebelum aku bertemu denganmu dan hidupku menjadi berubah. Gomawo Ppany-ah..” Kata Taeyeon dengan berlinangan air mata. Tiffany menyeka air mata Taeyeon dengan jari-jarinya lalu memeluknya.

“Aku mengerti perasaanmu Taeyeon-a… aku kehilangan mamaku saat aku berusia 10 tahun.. itu memang menyakitkan pada awalnya, tapi lama-lama aku bisa menerimanya. Karena ini adalah takdir dari tuhan untuk kita jalani.” Kata-kata Tiffany menguatkan Taeyeon.

“Biarkan aku membantumu menghilangkan lukamu,” Lanjt Tiffany.

[Flashback end]

anataga saigo ni nokoshita words
ima demozutto rifurein toma ranai
mada mune ga itamu
The last words that you left behind
Even now, I can’t stop [re-playing] the refrain
My heart still hurts


Ingatan Taeyeon terus berputar seperti video recorder. Saat Appa Tiffany meminta Taeyeon menjauhinya…..

[Flashback]

4 tahun sudah hubungan Taeyeon dan Tiffany, mereka sangat dekat satu sama lain. Saling mengisi dan melengkapi, saat mereka benar-benar menikmati kebahagiaan mereka, tiba-tiba seseorang mengusiknya

Durt…. Durt…. Durttt…

Taeyeon melihat layar HPnya.

‘Mr Hwang ?? Ada apa dia menelponku ?? pasti penting.. sebaiknya aku menemuinya.’ Gumam Taeyeon. Lalu dia berjalan menuju tempat yang mereka janjikan.

“Ehemm.. maaf, mengapa anda memanggil saya ??” Tanya Taeyeon sedikit gugup.

“Duduklah…” Jawab Mr Hwang.

“Aku akan to the point saja, waktuku tidak banyak. Aku minta kau menjauhi putriku Tiffany.” Kata Mr Hwang.

“Tap.. Tapi.. kenapa ??” Tanya Taeyeon bingung.

“Kau sudah tahu kan alasannya ?? Kau tidak cocok dengan Tiffany, dia butuh seseorang yang jelas untuk masa depannya. Dia harus punya keluarga yang jelas untuk melanjutkan perusahaanku ini. Aku akan menjodohkan dia dengan seorang pria yang jauh lebih baik dan dapat memberikan kebahagiaan penih untuknya.” Jawab Mr Hwang. Taeyeon mulai berlinangan air mata.

“Pikirkan baik-baik… aku tidak bisa menjodohkan Tiffany jika kamu terus berada disampingnya. Aku akan memberikan apapun yang kau mau…” Kata Mr Hwang.

[Flashback end]

Just one mistake, just one regret
wagamamamo ima ha itoshi kute
Just one mistake, just one regret
Even now, I still love you selfishly

Ingatan Taeyeon terus berputar saat dia mengenal Sunny dan mengubah pikirannya.

[Flashback]

“Hey !! Kau Kim Taeyeon, kan ??” Tanya seorang gadis yang lebih mungil darinya.

“Yapp.. ada yang bisa saya bantu nona??” Tanya Taeyeon lalu membungkuk hormat.

“Ah, panggil aku Sunny… aku mendengermu bernyanyi kemarin di ‘SOSHI café’ dan akau ingin sekali menjadikanmu guest untuk ulangtahunku minggu depan.. bagaimana ?? kau mau ???” Tanyanya.

“Uhm… minggu depann ?? sepertinya aku bisa.” Jawab Taeyeon sedikit ragu.

“Ah, Ok then….” Sunny lalu mengeluarkan kartu namanya.

“aku tunggu 3 hari lagi hubungi aku untuk kepastiannya.” Katanya sambil ber aegyeo.

[Flashback end]

ima Time Machine ni norikonde
anatani ai ni iku
kotoga dekita nara
Right now, if I could ride a time machine
and go to meet you
I wouldn’t wish for anything else

Air matanya terus mengalir… dia mengambil keputusan yang salah, yang selamanya akan dia sesali.

[Flashback]

“Ppany-ah…. Kita duduk disini dulu.” Kata Taeyeon.

“Tunggu TaeTae, kau mau kemana ??” Tanya Tiffany.

“aku harus bersiap untuk manggung di ultah Sunny 20 menit lagi.”

“Boleh aku melihatmu ??”

“Tentu… kalau begitu, duduk disini saja.”

Taeyeon berjalan meninggalkan Tiffany, dari kejauhan dia melihat Tiffany didekati beberapa pria, tapi dia tidak memperdulikannya.

‘sepertinya benar, aku harus meninggalkannya demi kebahagiaanya… cinta tidak harus memiliki… cinta itu bahagia melihat orang yang kita cintai bahagia, meskipun dengan orang lain’ Pikir Taeyeon air matanya menetes.

“Taeyeon….” Panggil Sunny. Taeyeon langsung mengusap air matanya.

“Ne ??”

“Terimakasih udah mau datang. Aku akan memberikan berapapun yang kau mau.” Kata Sunny member wink pada Taeyeon.

“Aku tidak mau apa-apa.” Jawab Taeyeon.

“Eh ??”

“Aku Cuma mau kamu melakukan satu hal untukku.” Kata Taeyeon lalu membisikkan sesuatu di telinga Sunny.

“Eh ?? kamu yakin Taeyeon ??” Tanya Sunny. Taeyeon mengangguk pelan.

“Okay…”

***********

“Spesial guest.. penyani berbakat.. Kim Taeyeon.” Kata MC.

Taeyeon naik keatas panggung menggunakan gaun berwarna putih gading 30 cm diatas lutut, memamerkan kulitnya yang putih dengan rambut diponi dan disanggul kebelakang. Membuatnya terlihat cantik dan elegan. Dia melirik kearah Tiffany yang sedang tersenyum lebar dan mengangkat kedua jempolna untuk Taeyeon. Taeyeon membalas senyumannya.

‘Mianhae Ppany-ah… semua ini kulakukan demi kau.’ Pikir Taeyeon.

Taeyeon mulai menanyikan lagu ‘I Love You’

Did it pass by… our love

Is it just a heart-breaking memory

It’s turning around.. your heart

Can’t I catch it with my tears

My love, I love you I love you

Are you listening…

My love don’t forget

Don’t erase.. our love

Can you see my tears..

I long for you all day

My heart beat when we kissed

But now, is all a memory

My love.. I love you I love you

Semua orang bertepuk tangan untuk Taeyeon termasuk Tiffany, dia mengacungkan dua jempulnya pada Taeyeon sambil tersenyum.

Tiba-tiba Sunny dari belakang memeluk Taeyeon dan berkata “Kau adalah kado terindah yang pernah kumiliki.” Kata Sunny dihadapan seluruh undangan, termasuk Tiffany. Lalu Sunny mencium pipi Taeyeon, dia tidak menolak. Seumua penonton bersorak. Taeyeon melirik kearah Tiffany, dia membuka mulutnya lebar dan air mta mengalir dipipinya.

‘Mianhae Tiffany… Mianhaaeee…’ Kata-kata it uterus terniang di kepala Taeyeon. Tiffany berlari keluar gedung dengan air mata berlinangan.

[Flashback end]

mou nanimo negawa nai
hakana ku te tohi kioku ninaru mae ni…
I need a time machine
I wouldn’t wish for anything else
Before the memories become distant and fleeting…
I need a time machine

kesalahan terbesar dalam hidupnya, kehilangan orang yang sangat dicintainya.. Tiffanny.. kejadian itu akan terus terbenam dipikirannya tanpa bisa ia lupakan.

[Flashback]

1 minggu berlalu sejak kejadian itu, Taeyeon tak pernah melihat Tiffany. Tiba-tiba ia mendapat telefon dari salah seorang pembantu Tiffany bahwa Tiffany menghilang selama 5 hari dan tak kunjung pulang kerumah. Akhirnya Taeyeon mencoba mencari Tiffany dan meminta maaf padanya.

Dia mencari Tiffany ke taman, bawah pohon, tempat ice cream, mall, tapi tetap saja tidak ada. Tiba-tiba Taeyeon teringat sesuatu… dia mendatangi air mancur tempat dia menyatakan cintanya pada Tiffany.

Ternyata benar… dia ada disana.

“Tippaannyyy…” Taeriak Taeyeon. Dia menoleh, matanya sembab… mukanya kusut dan pucat.

Dia tidak menjawab, begitu melihat Taeyeon dia langsung berlari dan membuang sesuatu. Taeyeon melihat benda berkilauan di tempat Tiffany berdiri tadi..

“Um…” Taernyata itu adalah kalung gembok yang dulu pernah dia berikan pada Tiffany.

Saat Taeyeon akan mengejar Tiffany…. Tiba-tiba…

Braaakkkkk

Tiffany terjatuh di aspal dengan berlinangan darah, dia berlari tanpa sengaja dia tertabrak mobil yang sedang lewat. Dia tidak memperhatikan bahwa tadi itu masih lampu merah untuk pejalan kaki. Taeyeon menghapirinya , dia terpaku dan menangis…

“Mi…. an… hae… panny-aahh..” kata Taeyeon sambil memeluk tubuh Tiffany yang bersimbah darah. Dia menyesal.. dia tidak mengira kejadiannya akan seperti ini.

[Flasback end]

jikuu tobi koe te anatani ae tara
tatoe onnaji
ketsumatsu mukae tatoshitemokitto
kui ha nokora nai hazu dakara
If I’m able to meet you passing through time and space
Even if it’s heading to
The same conclusion, I’m sure
There won’t be any regrets remaining

Taeyeon terus menangisi kejadian itu, dia menyusuri jalan dengan menangis tapi tidak mengeluarkan air mata, dia terus menyesali kejadian yang telah mebuatnya menyesal seumur hidupnya.

“Ppany-ah.. kalau seandainya waktu bisa diputar kembali, aku ingin meminta maaf padamu dan memulai semuanya dari awal lagi… saat-saat kebersamaan kita yang sulit untuk kulupakan… aku ingin terus bersamamu…” kata Taeyeon seorang diri.

Tiba-tiba dia merasakan ada yang sakit di kepalanya, lalu semua pandagannya menjadi gelap.

____________

Taeyeon bangun dan membuka matanya.

“Um… tempat apa ini ?? semuanya putih ??” Gumamnya.

“Unnieeee…..” Teriak seorang gadis kecil.

“Uhm…. IU ??? IU ?? Kaukah itu ??” Tanyanya.

“Ne… ini aku Unnie…aku merindukanmu.” Kata anak itu lalu memeluk Taeyeon erat.

“Unnie juga merindukanmu… hiks.. hiks.. unnie senang bisa bertemu denganmu lagi.” Katanya. Iu mengangguk.

“Unnie… apa yang ada ditanganmu itu Unnie ??” Tanya IU.

“Ini … kalung untuk seseorang yang aku cintai.” Jawab taeyeon.

“Aku tahu… pasangannya ada di leher Unnie kan ??” Kata IU. Taeyeon mengangguk.

“Kalau begitu kita harus memberikannya sekarang juga Unniee…” Kata Iu lalu menggeret tangan Taeyeon.

“Eh.. maksudmu Iu ??” IU membawa Taeyeon ketempat yang hening, sama seperti tadi… semuanya serba putih.. lalu IU membuka sebuah pintu.. munculah seorang gadis berambut hitam panjang tersenyum manis pada Taeyeon.

“Tippany ??” Tanya Taeyeon. Dia langsung datang menghampiri Taeyeon dan memeluknya erat.

“Ppany-ah … aku janji aku tidak akan meninggalkanmu lagi.. tuhan mengabulkan do’aku.. aku diberi kesempatan untuk bertemu denganmu lagi dan menjelaskan semuanya.”

“Ssshhh…. Aku sudah tahu semuanya.” Kataanya lalu tersenyum dengan ‘eyesmile’ yang sudah lama sekali Taeyeon rindukan.

“Uh ??” Taeyeon kebingungan.

“Aku akan menunjukkan padamu tempat yang paling indah disini, kau akan sangat menyukainya.” Kata Tiffany. Taeyeon mengikutinya… betapa terkejutnya dia melihat hamparan bunga-bunga indah berwarna-warni dan bermacam-macam. Dia, Tiffany, dan IU bersenang-senang dan takkan pernag terpisah lagi untuk selama-lamanya.

 ima Time Machine ni norikonde
anatani ai ni iku
kotoga dekita nara
mou nanimo negawa nai
hakana ku te tohi kioku ninaru mae ni…
Yeah futari nin no omoide wasure teshimau mae ni …
Gimme a time machine
Oh gimme a time machine
Oh gimme a time machine

Right now, if I could ride a time machine
and go to meet you
I wouldn’t wish for anything else
Before the memories become distant and fleeting…
Yeah, before the memories of us are forgotten…
Gimme a time machine oh
Gimme a time machine oh
Gimme a time machine

-END-

[Flashback]

 

Taeyeon terus menangisi kejadian itu, dia menyusuri jalan dengan menangis tapi tidak mengeluarkan air mata, dia terus menyesali kejadian yang telah mebuatnya menyesal seumur hidupnya.

“Ppany-ah.. kalau seandainya waktu bisa diputar kembali, aku ingin meminta maaf padamu dan memulai semuanya dari awal lagi… saat-saat kebersamaan kita yang sulit untuk kulupakan… aku ingin terus bersamamu…” kata Taeyeon seorang diri.

Dia terus berjalan tanpa melihat jalan, tiba-tiba sebuah mobil dengan pengemudi yang sedang mabuk menuju kearahnya dan

Bruaakkkk

Dia tertabrak mobil dengan kepala yang terbentur pinggiran jalan dan darah mengalir di aspal. Tangannya tetap memegang kalung gembok itu erat.

[End Flashback]

-END-

Iklan

40 thoughts on “TIME MACHINE [ONE SHOOT]”

  1. Melow gini baca nya..
    Taeny meninggal nya samaan, sama2 dtbrak mobil..
    Taeng mau nyusul Ppany sngkin cinta nya ma Ppany ma IU..

Komentar tidak dipungut biaya ✿ Tae♡Ny ✿

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s