FF Terjemahan, Love is Hard, SNSD, SOSHI FF

LOVE IS HARD Part 2

LOVE IS HARD

Author             : Roykilljoy

Indo Trans   : Sasyaa95 (Shin Min Rin aka 신민린)

Title                 : Love is Hard

Genre              : Romance

Main cast         : SNSD Member, Taecyeon 2PM

Warning          : The Genre is YuRi (Girl x Girl)

original version :

CANDY STAR WORRIED GIRL

Chapter 1

Sore hari…

Author Pov

Jessica duduk dihadapan Tiffany, menatap gadis didepannya yang sedang menyeruput secangkir tehnya. Jessica menuangkan kopinya, pandangannya tidak berubah.

“Kau yakin ??”

Tiffany mengangguk, dia tidak menatap Jessica. Dia sudah seperti ini sejak mereka berdua memasuki café kecil ini, hening.

Jessica mengambil HPnya, “Tapi, kau hanya menatapnya saja kan ?”

Tiffany mengangguk kecil.

“So.. kau mungkin salah lihat.”

“A-Aku…” Kepalanya semakin menunduk. “Aku rasa…”

Jessica segera menyembunyikan tangannya di pahanya. Membuka HPnya dan mencari nomor yang sudah dikenalnya.

To : Seohyun

Dia tahu

-Jessica-

“Kau harus pintar-pintar mengambil keputusan Tiff.. Kau tidak bisa menuduh salah seorang member dengan perbuatan yang kau sendiri tidak begitu yakin.”

“Aku tahu… tapi…”

To : Jessica

Mwo ?? Bagaimana bisa ?? Apakah dia mengakuinya ??

-Seohyun-

“Tapi apa ??”

To : Seohyun

Tidak… sesuatu tentang nama di layar laptop Sunny.

-Jessica-

Tiffany berhenti mengaduk kopinya, menatap ke gadis di depannya. “Bagaimana kalau itu dia ??”

Jessica mengabaikan getaran HP di pahanya, tangannya menggenggam tangan Fanny.

“Bagaimana jika itu benar ?? Apa yang akan kau lakukan ??”

“Huh ??”

“Jika Taeyeon menulis cerita yang kau tunjukkan padaku, jika dia benar-benar mengatakan semua yang tertulis disitu. Apa yang akan kau lakukan ??”

“Aku…” Dia duduk kembali ke kursinya. “Aku tidak tahu.”

“Tepat..” Jessica mengaduk kopinya. “Taeyeon bukanlah orang lain, dia sahabatmu. Kecuali, kalau kau sudah siap menghadapi situasi yang seharusnya tidak kau katakan. Jika kau membawa permasalahan ini kepadanya, kau harus mendengarkan apa yang dia katakan. Kau tidak bisa hanya mengatakan apa yang ingin kau katakan dan meninggalkannya. Kita semua hidup bersama kau tahu itu..” dia menghabiskan kopinya. “Disamping itu, hal itu terlalu jauh untuk menjadi kenyataan. Pikirkan ini, kapan kau bilang Pria bernama Tim itu mulai menulis ?? Setahun yang lalu kan ?? Tidak kah kau pikir kita akan mengetahuinya. Menyembunyikan sesuatu dari 8 member yang lain sangatlah mustahil!! Dia tidak akan tahan dan mati karena stres..”

“Hmm…” Tatapan tiffany jatuh ke meja didepannya. Dia berpikir keras tentang apa yang baru saja Jessica katakan.

Mengambil keputusan yang tepat adalah salah satu kelemahan terbesar Tiffany.

“Aku telah melihat website itu.. mereka memiliki begitu banyak usser name yang hanya satu karakter atau spasi yang berbeda dan orangnya juga benar-benar berbeda.”

“Itu benar.” Tiffany sadar, ketika dia mendaftar disitus tersebut dia harus menelusuri seluruh  daftar username dan memilih nama yang belum pernah dipakai sebelumnya.

Tiffany menarik nafas dalam, membiarkan detak jantungnya kembali normal lalu menghembuskannya. Senyum kecil mengembang di pipinya. “Aku rasa kau benar.. aku tak akan lagi memikirkannya.”

Jessica memutar bola matanya. “Tentu saja kau tidak perlu memikirkannya. Kau jangan melakukan hal-hal bodoh yang akan membuatmu menyesal nantiya.”

Tiffany mendesah malu. “Yeah…”

“Untung kau punya aku untuk bercerita.” Jessica menjendul jidat Tiffany dengan jari telunjuknya. “Ayo pulang.. Aku lelah..”

“Pulang saja duluan.. aku bilang padanya kalau aku sedang bertemu Taecyeon.”

“Siapa ?? Kau bilang pada Taeyeon ??”

Tiffany mengangguk sambil membereskan barang-barangnya.

“Kenapa ?? Kau seharusnya tidak berbohong padanya..”

“Ah..” Tiffany mengerang. “Semua orang tahu kalau aku keluar dengan Taecyeon. Aku hanya ingin mereka membiarkanku sendiri.”

“Tetap saja.” Jessica membuka HPnya, menekan pesan yang belum dibaca.

To : Jessica

Apakah kau mau aku melakukan sesuatu untuk hal itu ??

-Seohyun-

“Kau seharusnya tidak perlu berbohong padanya. Itu akan menyakitinya.”

To : Jessica

Unnie ??

-Seohyun-

“Siapa ?? Taeyeon tidak menyukai Taecyeon kan..” Jessica memutar bola matanya.

To : Seohyun

Tidak… Aku bisa menanganinya.

-Jessica-

“Kau SMSan dengan siapa ??” Tiffany menyandarkan kepalanya kearah Jessica.

“Hm ?? Oh.. Yuri… dia membuat keripik udang.” Jessica menutup HPnya pelan dan memasukkanya kedalam sakunya.

What ??

“Benarkah ?? Aku akan mencicipinya saat aku pulang nanti.”

“Mencicipi apa ??”

“Keripik udang ??”

“Oh.. bukan itu… aku salah baca tadi Fanny-ah.. Sorry Fanny.. aku benar-benar lelah. Aku tidak bisa tidur semalam setelah melihat film sampah itu..” Tiffany tersenyum mengikuti Jessica keluar café.

“Sooyoung selalu meminta kita untuk menonton film seperti itu setiap minggu sebulan ini.”

“Jam berapa kau kembali ??”

Tiffany mengangkat bahunya. “Tidak tahu.. aku ingin berjalan-jalan.”

Jessica mengangguk dan melambaikan tangan pada Tiffany dan gadis itupun pergi menjauh.

Chapter 2

Taeyeon Pov

Aku tidak tahu kapan aku tertidur dan ketika aku bangun, matahari sudah berada ditengah langit dan bajuku masih tetap sama seperti saat menonton film kemarin malam. Aku rasa aku tertidur sepanjang hari. Aku beranjak dari tempat tidur dan menuju kekamar mandi untuk menggosok gigiku. Aku seharusnya pergi shopping degan Tiffany hari ini. Aku melewati ruang tamu dan menuju kedapur. Menikmati ketenangan di dorm ini.

Sejak kami Break sangat jarang kami melihat satu sama lain di dorm disaat yang sama. Terkadang kita mengunjungi keluarga, berllibur bersama-sama saat awal Break lalu pada akhirnya kita melewati hari-hari yang tersisa di dorm, hag out dengan member-member lain. Sekarang masih terlalu awal dari masa Break kami.

Aku mengambil sekotak jus jeruk dari dalam kulkas lalu menuangkannya kedalam gelas.

Sangat bagus.. Pikirku. Meneguk segelas jus jeruk dan membiarkannya memasuki tenggorokanku tanpa sisa.

“Dia akan mencari tahu.. dia tidak bodoh, kau tahu…”

Aku tersedak. Terkejut oleh suara gadis yang tiba-tiba berada disampingku. “Eh ??”

“Tiffany…” Jawabnya, mengabaikanku yang sedang tersedak.

“Ada apa dengan dia ??” Suaraku gemetar. Aku semakin ketakutan. Tapi aku berusaha untuk menutupinya. Meskipun aku tahu kata-kata selanjutnya yang akan ku ucapkan akan semakin membuat pertahananku runtuh.

“Dia akan mencari tahu tentang perasaanmu terhadapnya.”

Oh God…

“A-Aku tidak tahu apa maksudmu.” Jika aku berbicara lebih keras, itu akan lebih meyakinkan. Aku bisa menutupinya, jangan panik Taeyeon…

“Taeyeon-ah…” Dia mendesah, tidak terpengaruh oleh perkataanku barusan. “Jangan berbohong padaku.”

Aku merasakan setetes air mata mengalir dipipiku, mungkin karena tatapannya yang mematikan. Aku merasa seperti seoran anak kecil yang sedang dimarahi oleh ibunya. Aku menutup mataku mengantisipasi kata-kata keras yang pasti akan dia katakan.

Tapi tidak ada..

“…….” Hening.

Aku membuka mataku.

Jessica memeluk kedua lenganku, tangannya menekan kepalaku dan menyandarkannya di bahunya. Waktu berlalu sebelum dia akhirnya berbicara. Apapun yang dia katakan aku tidak mendengarkanya.

“Jessica.. itu bukan seperti yang kau pikirkan.. aku tidak seperti itu… aku tidak mencintai Tiffany berbeda dengan aku mencintai yang lainnya.” Dia mendorongku kembali, memegang seluruh tanganku. “Kim Taeyeon…” Suaranya melemah. Air mataku menetes kembali lalu aku kembali jatuh kepelukannya.

“Mianhae Sicca.. aku tidak bermaksud seperti ini. Aku tidak… Aku.. Aku tidak..  Aku…”

“Sshhh…” Tangannya dengan lembut mengelus rambutku. “Sudah berapa lama ??”

“Hmm ??”

“Sudah berapa lama kau memiliki perasaan ini padanya ??”

“Baru beberapa bulan.”

Aku dapat merasakan tatapan dinginnya menembus tulang-tulangku.

Kau tidak perlu lagi berbohong Taeyeon, itu hanya akan merendahkan harga diri dan martabatmu.

“Sejauh yang dapat ku ingat.”

“Aku rasa begitu…” Dia menarikku. Aku merasakan tubuhku semakin gemetar. Semuanya akan berakhir… kerja kerasku selama bertahun-tahun bersama So Nyeo Shi Dae, menyembunyikannya selama bertahun-tahun, kini semua itu akan diambil dariku… ini adalah mimpi terburukku yang akan menjadi kenyataan.

“Ini.” Dia menyerahkan tisyu kepadaku sambil tersenyum manis.

Mataku menatapnya bingung. Apakah aku baru saja mengungkapkan perasaanku yang sebenarnya pada Sicca ??

Iya

Lalu, mengapa dia tidak panik ?? Atau marah dan menghakimiku ??

“Apa yang akan kau lakukan ??”

“Huh ??”

“Apakah kau akan mengungkapkan perasaanmu padanya ??”

“Aku tidak bisa…” Aku mengusap air mata dipipiku dengan selembar tissyu yang diberikannya. “Dia tidak… Dia tidak merasakan perassaan yang sama dengan apa yang kurasakan terhadapnya.”

Jessica menghela nafas lalu bersandar pada meja. “Sangat sulit untuk menyembunyikan rahasia seperti ini. Aku terkejut kau bisa bertahan selama ini.”

“Bagaimana kau ….” Aku ingin bertanya tapi aku masih takut menghadapi kenyataan bahwa dia telah mengetahuinya.

“Aku selalu tahu…” Katanya polos seperti sedang mengatakan sebuah fakta sepele seperti ramalan cuaca dan sebagainya.

Dia menuangkan sekotak jus jeruk ke dalam gelasnya. “Caramu melihatnya, caramu bertingkah laku didepannya, selalu mencuri waktu dan alasan untuk memandangnya dan menyentuhnya. Sangat jelas untukku. Awalnya, aku pikir itu hanyalah sebuah fase menuju kedewasaan dan waktu itu kau hanya memilikinya. Tetapi sekarang, ketika kau berada didekatnya aku tidak bisa merasakan apakah kau senang atau sedih. Kau selalu terlihat begitu sedih dan terluka.” Dia menaruh tangannya dipundakku.

“Aku benci melihatmu seperti ini Taeyeon, kau tidak perlu menyembunyikannya dariku. Jika kau ingin membicarakan hal ini padaku, aku akan mendengarkanmu.” Jessica tertawa kecil. “Bahkan jika kau harus membangunkanku.”

Aku menelusuri wajahnya mencari tahu apakah ini nyata atau hanya sekedar lelucon saja, aku dapat mempercayainya.

Tentu saja kau bisa… dia adalah temanmu

“Yeah…”

“Huh ??”

Aku menggelengkan kepalaku dan memeluknya lagi, kali ini aku menangis karena bahagia bukan karena rasa takut.

“Gomawo Sicca-yah… aku tidak pernah berikir aku dapat memberi tahu hal ini kepada salah satu dari kalian.” Aku terkikik. “Aku masih sedikit terkejut.”

Dia mengangguk. “Aku tahu..”

“Jessica ??”

“Hmm ??” Dia meletakkan gelas kami di wastafel.

“Apakah…” Mataku menelusuri setiap sudut ruangan lalu jatuh kelantai. “Apakah kau pikir ada orang lain lagi yang tahu tentang hal ini ??”

Dia menaikkan pundaknya. “Sejauh yang aku tahu hanya aku dan Seohyun yang mengetahuinya.”

Nafasku terhenti di tenggorokanku. Apakah aku benar-benar buruk dalam menyembunyikan sesuatu ??

“Seo-Seohyun ??”

“Ya…” Dia menatapku. “Oh.. Jangan khawatir tentangmya… dia tidak akan membongkar ini semua. Aku juga.” Dia kembali mencuci gelasnya.

“Bagaimana dia…??”

“Pada suatu malam dia datang padaku dan dia mencari tahu.” Jawabannya acuh tak acuh. “Gadis itu sangaatt pintar, kau tahu ??” dia menatapku lagi dan menelusuri wajahku yang kebingungan. “Tenang saja Taeyeon.. jangan khawatir tentangnya, dia pikir ini luar biasa. Dia berkata ‘cinta itu indah.. tidak perduli dengan siapa diantara kita’ dia itu sangat dewasa.”

“Seohyun ??”

Dia berkata seperti itu ??

“Yeah… jadi jangan takut berbicara dengan kita.. kita tidak akan menyakitimu.. kita hanya ingin kau merasa bahagia.” Senyumnya tulus. “Kami selalu berada disini untukmu,”

Percakapan kami berakhir saat suara gemericing kunci terdengar dari luar pintu dorm.

Sooyoung dan Yuri masuk dengan tas belanjaan berukuran besar.

“Oh.. dia disini.. kau…. dia ingin berbicara denganmu.” Sooyoung menyerahkan teleponnya kepadaku. “Ini..”

“Hallo ??” Aku mengambil perangkat itu dan menempelkannya ditelingaku.

“TaeTae… maaf aku terlambat.. aku terjebak macet..” Aku merasakan diriku sendiri tersenyum.

“It’s Ok Fanny-ah…”

“Baik.. aku akan sampai disana sebentar lagi, Apakah kau sudah makan ?? Apa kau lapar ??”

“Tidak… belum.. aku barusaja bangun tidur…” Aku menjawab sambil berdehem membersihkan tenggorokanku.

“Suaramu terdengar aneh.. apakah kau baik-baik saja ?? Apa kau menangis ??”

“Hmm… Tidak… Aku baik-baik saja… hanya sedikit nyeri.. kurasa..”

“Oh… Ok..” Aku melihat Sooyoung meletakkan bahan-bahan makanan didapur.

“Apakah kau masih kuat hari ini ?? Kita tidak perlu pergi jika kau tidak bisa..”

“Aku bakik-baik saja Fanny.. aku bisa.. aku akan siap begitu kau sampai disini.”

“Ok.. tunggu aku sebentar lagi..” Aku mengangguk, tapi kemudian aku menyadari aku sedang berada di telepon.

“Aku tidak bisa melihatmu dari telepon.”

“Haha…” Kau sangat mengerti aku “Mianhae…”

“Tolong katakan pada Soo sampai jumpa.”

“Ok…”

Aku menunggunya menutup telepon terlebih dahulu sebelum meletakkanya diatas meja.

“Sooyoung… Apa semua ini ??”

“Bir !!” Gadis tinggi itu mengeluarkan dua botol alkohol import.

Jessica melipat kedua tangannya didepan dadanya. “Dan apa yang akan kau lakukan dengan semua itu ??” Sooyoung menaruhnya benda itu diatas meja. “Aku legal sekarang, aku akan menghabiskan waktu liburanku dengan American Style.

“Apa artinya itu ??”

“Minum bir dan bermain Video games…”

“Aku pikir.. mereka semua melakukan hal itu diseluruh dunia, bukan hanya di Amerika saja.” Yuri mengambil sebuah kotak besar.

“Taengoo lihat ini…” Dia menunjuk pada sebuah kardus bertuliskan P.S.3 lalu melompat-lompat kegirangan.

“Sunny akan pingsan begitu dia melihatnya.”

Jessica menatap Yuri. “Kau tidak bisa menghentikannya ??”

Yuri mengangkat bahunya. “Aku tidak bisa menghentikannya. Dia itu wanita yang sangat posesif, lagipula ini kan uangnya.”

Jessica menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah dua gadis berkulit gelap ini. “I-Ini semua milikmu ??”

“Yap.. P.S.3, 360 Wiiii…”

“Kau mengahambur-hamburkan uangmu…”

“Jangan khawatir tentang hal itu Umma.. bersenang-senanglah… sesekali berbelanja sedikit berleebihan kan tidak masalah..”

“Tidak bisakah setidaknya kau terlihat gembira ??” Tanya Sooyoung pada Jessicadengan Aegyeo anehnya.

Jessica hanya mengendus dan menggelengkan kepalanya lalu berjalan menuju kamarnya. Aku berjalan kearah kamar mandi dan meninggalkan dua anak kecil ini bermain bersama mainan barunya.

Chapter 3

Author Pov

“Apa kau mendengarnya ?? Sooyoung membeli seperangkat Video game terbaru ??”

Tiffany mengangguk lalu melepas kacamata hitamnya. “Aku membantunya membayar vidio game itu.”

“Jinjja ??” Taeyeon duduk didepannya lalu mengambil daftar menu.

“Ya… dia perlu melakukan hal lain selain duduk-duduk dan makan saja, lagi pula aku rasa kita dapat bersenang-senang menggunakan benda itu.”

Taeyeon tersenyum pada gadis didepannya, sudah menjadi kebiasaan jika mereka sedang bersama.

“Ide yang bagus Fanny-ah…”

“Gomawo..” Tiffany tersenyum cerah. “Aku berani bertaruh Jessica tidak setuju dengan hal itu.” Taeyeon tertawa mengingat bagaimana si Ice Princess itu memarahi Sooyoung dan Yuri tadi siang.

“Tidak… dia tidak pernah menyukai hal-hal seperti itu.” Fanny tertawa lalu melipat kedua tanggannya tepat didadanya. “Apa seperti ini ??” Tiffany membuat tatapan sengit meniru Jessica.

“Hahaha..” Taeyeon tertawa. “Ya… Ya… Seperti itu…”

Tiffany ikut tertawa sambil menepukkan kedua tangannya.

“Hmm…” Taeyeon mengangguk, menenangkan dirinya.

“…………….” Hening….

Taeyeon memutar-mutar ujung jarinya sedangkan matanya menatap daftar menu.

“Kau mau pesan apa ??” Tanya Tiffany.

Taeyeon mengangkat bahunya. “Molla…” Dia terus memutar-mutar ujung jarinya pada permukaan meja yang lebih halus, menikmati kehangatan akibat gesekan itu.

“Mungkin pasta dan salad. Sekali lagi terima kasih telah memberitahuku tempat ini.”

“Aku pikir kau akan menyukainya… aku ingin memakan masakan Italia akhir-akhir ini.”

“Boleh saya tahu, apa pesananan anda ??” Seorang pria muncul di samping mereka.

“Aku mau Shrim Alfredo dengan Salad Caesar …” Dia mencatatnya di buku catatan lalu berbalik pada Tiffany.

“Zuppa Toscana.”

“Minumnya ??”

“Air putih..” Jawabnya.

“Aku teh..” Taeyeon menaruh kembali menu itu diatas meja lalu tersenyum pada Tiffany.

Tiffany mengenakan blus pendek dan celana hitam. Sangat sempurna menampakkan keindahan lekuk tubuhnya yang indah.

“Fanny-ah..”

“Hmm ??”

Taeyeon tersentak. “Mwo ??”

“Kau memanggilku tadi..”

“Jinjaa ??”

“Tetap saja melamun…” Tiffany menyangga dagunya di atas meja. “Apa yang kau lamunkan ??”

Taeyeon tidak menjawab, hanya menatap lekat kearah Tiffany.

“Apa yang kau pikirkan ??”

Mereka menatap satu sama lain dan tanpa disadari tangan mereka saling beradu.

Taeyeon merasa wajahnya memanas ketika dia merasakan tanggan lembut Tiffany menyentuh dan menelusuri diantara jari-jarinya. Sentuhannya sangat lebut dan sangat nyaman. Taeyeon tersenyum kecil. Hatinya bergejolak penuh kegembiraan. Taeyeon hanya bisa menatap tangan Tiffany yang sangat lembut, wajahnya memerah.

“Pe-Permisi..” Taeyeon tersentak dari lamunannya lalu menoleh kearah suara disampingnya.

“Pesanan anda.” Pelayan itu berdiri sambil memegang namapan perak besar ditangannya ekspresinya terlihat geli. (Minta dibunuh author *bawa bacok* hahaha)

“Ah.. ya…” Taeyeon menarik tangannya dan meluruskan tempat duduknya, begitu pulan dengan Tiffany.

Pria itu mengatur makanan didepan mereka berdua.

“Mungkin masakan ini sedikit dingin. Saya dapat memanaskannya jika anda ingin.”

Tiffany memiringkan kepalanya kesamping lalu menyendok supnya. “Pelayan.. bukankah hidangan ini baru disajikan ??”

Pria itu mengangguk gugup. “Tentu.. hanya saja…. Aku sudah berdiri disini beberapa waktu yang lalu.”

Jinjja ??

Fanny membungkuk. “Kau seharusnya mengatakannya dari tadi, kami tidak keberatan.”

Aku keberatan

“Sudah….” Dia berdehem. “Anda ingin saya memanaskan pesanan anda atau membuatkan satu lagi yang baru ??”

Fanny melirik Taeyeon sebelum menggelengkan kepalanya. “Tidak… tidak apa-apa.. maaf kami tadi tidak mendengakanmu.”

Pria itu mengangguk lalu berlalu meninggalkan suasana canggung di belakangnya.

Tiffany dengan pelan mengaduk supnya sambil memikirkan kata-kata yang akan diucapkannya pada Taeyeon yang juga sedang mengaduk pastanya.

“TaeTae..” Kata Tiffany memecah keheningan. Suaranya setengah berbisik.

Taeyeon mengarahkan pandangannya pada Tiffany.

“Bolehkah aku bertanya sesuatu ??”

Taeyeon menganggkuk.

“Apakah kau…..” Tiffany berhenti sejenak lalu memiringkan kepalanya kesamping. “Apakah kau pernah membaca….” Dia berhenti lagi lalu menghela nafas panjang.

Taeyeon mengetukkan ujung jarinya diatas meja, menunggu kata-kata Tiffany selanjutnya.

Apapun itu pasti akan sangat sulit untuk menjawabnya.

Taeyeon memandang gadis didepannya, Tiffany menggelengkan kepalanya. “Lupakan..”

Taeyeon tidak memaksanya berbicara lebih lanjut. Mungkin ini yang terbaik. Setelah dia tahu bahwa Jessica dan Seohyun mengetahui perasaannya terhadap Tiffany, taeyeon sangat berhati-hati dalam bertindak. Dia takut kalau suatu saat Tiffany menyadarinya, menyadari perasaanya.

Aku harus lebih berhati-hati.. aku tidak bisa membiarkan orang lain lagi mengetahui akan hal ini. Aku tidak dapat membiarkannya mengetahui perasaanku yang sebenarnya.

“Taeyeon-ah.. berhenti mengaduk pastanya… kau akan merusak pasta itu…”

Taeyeon mengangguk lalu memakan makanannya dengan tenang.

-TBC-


Iklan

35 thoughts on “LOVE IS HARD Part 2”

  1. Hahhh emang pinter banget lu tae klo urusan nyembunyiin perasaan
    topeng lu jga banyak banget, jdi bingung klo mau tau apa yg lu rasain
    sakit dan nyesek banget nih ff thor, gua ikut sedih sm tae yg kya bgini 😦 berasa real mnrut gua..
    jdi yg tau tae ska sm panny br sica sm seo doang ??
    dan yg udh tau klo tae yg nlis fanfic itu siapa ajh ?? apa semuanya udh tau ?? apa sica sma seo jga ??
    keep strong taeyeonnie…

  2. emng menyakitkan ya kalo harus nyembunyiin perasaan dr org yg disuka
    smoga fany suka jg ama taeyeon, berjuang taeeee

  3. Taetae emang sngat pndai nyembunyiin hal2 yg mnyangkut prsaanya trharu sma tndkan sica sma seo memlih diam tp membntu taeng utk lbih trbuka sma sica jd taetaenya g trlalu trbebani sma rsa cinta and skit hatinya #jiah bhsa gue-__-
    Gue curiga sma ppany sprtinya dia jg suka taeng cuman blom nydar aja lok tu prsaan suka mnjrus ke…*isi sndri kkk #readrSomvlak -_-”
    Lnjt bca part brkutnya deh thor!!

Komentar tidak dipungut biaya ✿ Tae♡Ny ✿

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s