FF Terjemahan, Love is Hard, SNSD, SOSHI FF

LOVE IS HARD Part 3

LOVE IS HARD

Author             : Roykilljoy

Indo Trans   : Sasyaa95 (Shin Min Rin aka 신민린)

Title                 : Love is Hard

Genre              : Romance

Main cast         : SNSD Member, Taecyeon 2PM

Warning          : The Genre is YuRi (Girl x Girl)

original version :

MY JUICE BOX HEART 

Chapter 4

“Taeng dan Fanny sudah kembali !!” Suara Sunny bergema keseluruh dorm. Hyoyeon mengalihkan perhatiannya pada TV.

Sunny menghampiri pasangan imut itu di depan pintu. “Ah.. jadi kau memiliki kuncimu malam ini, huh ?? Tidak pulang larut malam lagi ??”

Taeyeon membantu Tiffany melepaskan mantelnya sebelum membuka mantelnya sendiri lalu menaruh keduanya dalam lemari.

“Mwo ??”

“Anak ini…” Sunny menunjuk kearah Tiffany. “Dia membangunkanku jam 03.00 kemarin malam setelah berpesta dengan temannya.”

“Kami tidak berpesta.” Tiffany mengelak, tapi Taeyeon tidak menggubrisnya. Pikirannya masih sibuk mencerna kata-kata Sunny tadi.

“Kau… bersamanya semalam ??” Tiffany mengangkat bahunya. “Aku….”

“Hey !! Kalian… bergabunglah dengan kita !!” Yuri melambai-lambaikan tangannya diatas kepalanya, memberi isyarat kepada mereka untuk bergabung.

“Oke…” Tiffany mengikuti Sunny masuk kedalam ruang tamu.

Sungguh hari yang sangat baik dan berakhir seperti ini. Kata-kata Sunny tiba-tiba saja menghapus semua kebahagiaan Taeyeon yang dia alami bersama Tiffany.

“Aku rasa….” Suaranya sangat pelan lalu dia menghela nafas.

“Aku ingin beristirahat.” Taeyeon berjalan menuju kamarnya, tapi tiba-tiba dia merasakan sepasang tangan mencengkram lengannya. “Ku mohon…” Tiffany tersenyum kecil. “Jangan pergi.” Lanjutnya.

Taeyeon tidak akan pernah bisa menolaknya. Dia mengikuti Tiffany duduk di sofa yang bisasa mereka tempati.

Taeyeon duduk bersandar di lengan sofa sambil menyilangkan kakinya. Tiffany bersandar pada Taeyeon, menekan punggungya pada dada Taeyeon lalu mengambil HPnya dan meletakkannya di pahanya.

Mata Taeyeon mengamati keseluruh sudut ruangan. Ini baik-baik saja Taeyeon… tidak ada yang memperhatikanmu..

 

Tak seorangpun, kecuali seorang gadis yang yang ada diujung sofa, tapi dia terlalu sibuk untuk memperhatikannya. Sooyoung duduk disebelah Sunny sambil memegang sebungkus besar keripik kentang.

“Kau kenapa ??” Tiffany merebahkan badannya pada gadis kecil dibelakangnya.

“Dia mengambil alih game ini !!” Sooyoung berteriak lalu menyambar tas ditangan Sunny.

“Lihat !!” Dia mengambil sebuah vidiogame Zombie. “Aku bahkan belum pernah memainkannya.” Taeyeon mengikuti pandangan Sooyoung pada gadis berambut panjang yang sedang bertarung di depan TV.

Jari Seohyun dengan cepat dan lincah menekan tombol complex lalu mengalahkan lawannya melayang keudara.

“SUB ZERO WINS !!!” Teriaknya didepan TV.

“Ugh !!” Yuri frustasi lalu melemparkan stiknya diatas meja. “Seohyun… tidakkah kau tahu… kau seharusnya membiarkan Unnie mu ini menang meski hanya sekali saja….”

Seohyun tertawa kecil. “Benarkah ??”

“Seseorang harus mengalahkannya.” Gumam Hyoyeon lalu mengambil stick diatas meja didepannya.

“Ya..” Sahut Yuri. “Kita tidak perlu mengalahkan game.nya… kita hanya perlu mengalahkannya.” Pertarungan kembali dimulai. Hyoyeon memilih Catwoman dan Seohyun memilih Scorpion. Yeah.. tidak perlu dikatakan… Hyoyeon kalah cepat oleh Seohyun.

“ini konyol !!” Yuri melemparkan tangannya keudara.

“Aku yakin Yoona bisa mengalahkannya.” Gumam Hyoyeon lalu berlari menuju kamar Yoona. Dia keluar bersama seorang gadis yang setengah tersadar dibelakangnya.

“Mwo ?? Video game ?? Seohyun ?? Ini tidak masuk akal.” Yoona menjatuhkan dirinya diantara Sunny dan Seohyun, dia menutup matanya saat stick itu disodorkan ketangannya.

“Yeah.. kami pikir juga begitu.. Tapi dia benar-benar ahli.”

“Yeah… terlalu ahli.” Kata Sooyoung sambil memijat-mijat dagunya.

Yoona melirik Seohyun yang sedang sibuk memilih karakter kesayangannya. Mereka saling memandang.

“Tentukan karaktermu.”

Yoona melakukannya juga.

Sub Zero vs Sub Zero.

“Ah… gerakan yang bagus Yoong..” Sorak Yuri.

Semua member melihat pertandingan duo maknae itu. Yoona sepertinya sama ahlinya dengan Seohyun, atau mungkin Seohyun ingin bermain-main dengan Yoona lebih lama lagi.

Pertermpuran yang menarik itu akhirnya selesai juga. Hasilnya sama seperti sebelum-sebelumnya.

“SUB ZERO MENANG !!!” Seohyun tersenyum. “Mianhae Unnie…”

“Yah—Lupakan !! Ayo kita main yang lain saja …” Sooyoung berteriak penuh kekesalan, melipat kedua tangannya didepan dadanya.

“Apakah ini dorm SNSD atau rumah frat ?? Aku tidak dapat membedakannya…” ke 8 member segera membalikkan kepalanya menatap gadis dingin yang tiba-tiba muncul dibelakang mereka.

”Siapa yang memasak makan malam ?? Dan kenapa suara TV ini terlalu keras ?? Kecilkan sedikit !! Atau kita akan mendapat complain dari tetangga sebelah !!” Gadis itu berjalan mendekat. “Aish… Vidio game…”

“Unnie… ini menarik… kau harus mencobanya.” Kata Seohyun. Senyum lebar mengembang dipipinya.

“Ya.. menyenangkan…. Bagimu !!” Gerutu Sooyoung.

Yuri melambai-lambaikan tangannya didepan mukanya. “Jangan Jessica… ini hanya jebakan..”

“Aku tak akan melakukannya !!” Jessica berjalan menuju dapur.

“Kenapa ??” Hyoyeon terkikik. “Kau takut kalah ??”

Tanpa pikir panjang, Jessica langsung berjalan kearah Yoona dan menyambar stick tersebut lalu memainkannya bersama Seohyun.

Liu Kang vs Zero Sub.

“-LIU KANG MENANG !!”

“Mw—Mwo ??” Seohyun bersandar pada sofa. Stick yang dia pegang tadi jatuh kebawah. (Sicca effect)

Ekspresi Jessica masih sama seperti tadi, tidak berubah sedikitpun.

“Oke… sekarang siapa yang akan memasak makan malam ??” Jessica meninggalkan tempat itu seolah tidak terjadi apa-apa.

Seohyun bangkit berdiri lalu berjalan menuju dapur. “Aku akan melakukannya.”

Hyoyeeon mengikutinya. “Aku akan membantumu.”

“Oke… siapa yang ingin bermain denagnku selanjutnya ??” Sooyoung menoleh pada Yuri.

“Anio.. aku tidak berminat bermain denganmu.” Jawab Yuri singkat.

Sooyoung mengalihkan pandangannya pada tiga orang dibelakangnya. “Bagaimana dengan kalian ??” Sunny menggelengkan kepalanyanya sedangkan Tiffany sedang sibuk dengan HPnya dan Taeyeon sedang melamun.

“Taeyeon …”

“Hmm ??”

“Mau bermain denganku ??”

“Apakah kau benar-benar ingin bermain denganku ?? Atau apakah nantinya aku akan berakhir dengan melihatmu memainkannya sendiri ??” Sooyoung tersenyum kecil.

“Kita bermain bersama.”

**

“Kiri Taeng… Kiri…. Bukan… bukan disitu… Ah !! Lihat itu !! Ada seekor sapi… Tangkap sapi itu…” Tiffany yang panik menepuk lengan Taeyeon sambil terus mengoceh.

“Fanny-ah.. aku sedang mencobanya…”

“Tangkap sapi itu—Tangkap sapi itu…. Dia akan kabur !! Cepat.. waktunya sedikit lagi… Kekiri sedikit !!!”

“Dia tidak akan menang !!! Sooyoung dua kali lebih cepat dari pada dia.” Tiffany tidak menghiraukan kata-kata Sunny. Matanya penuh dengan hasrat kemenangan.

“Makan malam sudah siap…” Jessica berteriak dari arah pintu dapur.

“Tae Tae—Tae Tae—Tae Tae—Tae Tae !!” Tiffany terus berteriak sambil memukul lengan Taeyeon sampai akhirnya stick ditangan Taeyeon terjatuh.

“Tidak TaeTae—Pause !! PAUSE GAMENYA !!”

“Woah…” Sooyoung melakukan apa yang Tiffany perintahkan. Dia memandang Taeyeon dan Tiffany ketakutan.

“Hey kalian ….. Ayo makan !!”

Sooyoung dan Sunny berjalan kedapur sambil bergumam satu sama lain.

“Yah… aku tidak berpikir kita dapat memainkan video game itu jika ada dia.”

Sooyoung mengangguk, “Dia akan membunuh Taeyeon jika kita tidak menghentikan permainan itu.”

“Fanny-ah ??” Taeyeon menggosok lengannya yang sakit.

“Hm ??” Tiffany menoleh pada Taeyeon.

“Aku tidak bisa bergerak.”

“Oh…” Tiffany berdiri. “Mianhae..”

“Gwaenchana…”

“Yah.. Choi Sooyoung.” Mata Tiffany menatap tajam kearah gadis yang sedang menarik kursinya.

“Ayo kita selesaikan setelah makan malam.”

“Aku tidak setuju, kalian sudah bermain terlalu lama. Aku dan Yoona ingin menonton film.” Sahut Jessica.

Semua member terdiam, tidak ada yang berani protes pada ice princess ini.

Chapter 5

Setelah makan malam dan berganti pakaian, semua member duduk diruang tamu menonton TV.

Jessica berada di tengah sofa bersandar pada bantal dengan Sunny dan Yoona di kedua sisinya.

Seohyun berada di lantai membagi perhatiannya antara TV dan tumpukan kertas didepannya. Dan Sooyoung meskipun masih kesal karena tidak dapat bermain Video game, akhirnya juga ikut menonton film di bagian ujung sofa.

Taeyeon kembali duduk ditempat sebelumnya, meskipun kali ini tidak ada Tiffany disampingnya.

Dia mencoba fokus pada film, tapi pikirannya melayang kemana-mana.

Aku tidak mengerti mengapa aku melakukan ini pada diriku sendiri.

Gadis itu termenung dan menghela nafas, melipat kedua tangannya didepan dadanya. Dia mencoba untuk mendengarkan pembicaraan dari dapur dimana seorang gadis dengan celana pendek merah muda sedang berbicara di teleponnya, tapi tetap saja tidak berhasil. Taeyeon hanya bisa bertanya-tanya dengan siapa Tiffany berbicara, meskipun dia sudah tahu jawabannya.

Tiffany berjalan ke ruang tamu, bergumam beberapa kata sebelum akhrinya menutup telponnya. Taeyeon berpura-pura tidak memperhatikan Tiffany yang saat ini sedang berada di depannya.

“TaeTae ??” Tiffany duduk di tempat favoritnya yaitu disebelah sahabatnya. “Apa yang sedang kita tonton ??”

“Hmm ?? Oh… Film..” Jawab Taeyeon singkat.

“Aku tahu… tentang apa ??”

Sial !!

“Ini.. Uh— ini tentang…” Ia manatap layar TV, mencoba mencari tahu apa yang sedang dia tonton saat ini, tapi yang dia temukan hanyalah sebuah iklan tentang air mineral.

“—Sebuah film fantasi romantis.” Sahut Jessica.

“Oh… Ok.” Tiffany mengangguk meletakkan HPnya di pahanya.

Taeyeon mendesah lega lalu tersenyum kecil pada Jessica. Jessica hanya mengangguk pelan lalu kembali menonton TV.

Taeyeon memijat lengannya yang masih sakit, matanya tertuju pada paha Tiffany yang semulus porselen. Pahanya bergesekan satu sama lain, ketika Tiffany bergerak. Meskipun itu adalah tindakan yang polos, tapi tetap saja membuat wajah Taeyeon memerah ketika melihatnya.

Fanny-ah.. Seandainya saja kau tahu apa yang sedang aku pikirkan… masihkah kau senyaman ini padaku ??

Apakah kita masih bisa sedekat ini ??

“Apakah tadi aku menyakitimu ??” Suara gadis lembut memecah pikiran Taeyeon.

“Apa ??” Dia melihat daerah dimana tangan kecil Tiffany menyentuh kulitnya.

“Tidak apa-apa Fanny-ah…”

Tiffany menggeleng, menarik lengan Taeyeon meletakkannya dipahanya lalu mengusap lengannya yang sedikit kemerahan.

Meskipun seharusnya hati Taeyeonlah yang lebih sakit.

Kau seharusnya menolaknya.

Kau tidak memintanya, ini dia.

Jadi, hentikan dia.

Taeyeon menggelengkan kepalanya, Kapan lagi aku bisa merasakan seperti ini. Dia memeriksa seluruh ruangan, memastikan tidak ada yang memperhatikan mereka berdua. Setelah hasilnya memuaskan, dia menghela nafas lalu bersandar pada sofa. Membiarkan dirinya menikmati kedekatan mereka.

**

Jam berlalu sebelum film ini berakhir. Sunny dan Yoona telah pergi kekamar, sedangkan Sooyoung berada di dapur sedang membaca panduan strategi untuk mengalahkan Seohyun besok. Sedagkan Seohyun sudah pergi kekamarnya beberapa jam yang lalu meninggalan Taeyeon, Tiffany dan Jessica yang sedang menikmati saluran TV tengah malam. Meskipun tidak ada satupun dari mereka yang menontonnya.

Jessica memindah-mindah saluran sebelum akhirnya memutuskan tidak ada acara yang disukainya. Dia berpaling pada pasangan di samping kanannya. Seulas senyum mengembang dipipinya.

Taeyeon sedang menatap gadis di pangkuannya. Tiffany sekarang berbaring tertidur di paha Taeyeon degan wajahnya menghadap TV tangan kirinya berada di bawah kepalanya di paha Taeyeon sedangkan tangan kanannya menjuntai di pinggir sofa. Meskipun sebenarnya Taeyeon merasa tidak nyaman, tapi dia tidak keberatan sama sekali. Baginya ini adalah surga.

Jessica berhenti tersenyum, menggelengkan kepalanya ekspresi kesedihan mengalir di kepalanya.

“Matikan TVnya jika kau sudah selesai.”

Taeyeon mengangguk senang, tidak mengalihkan pandangannya dari sosok manis yang sedang tidur di pangkuannya.

“Oh bagus… kalian sudah selesai menonton TVnya ??” Sooyoung muncul dengan sekotak kaset video game di tangannya.

“Yah !! Choi Sooyoung…” Jessica setengah berbisik berusaha untuk tidak membangunkan gadis dipangkuan Taeyeon. “Tidak sekarang… mainkan besok pagi saja, sekarang sudah terlalu malam.”

“Tapi sekarang aku tidak lelah.” Sooyoung tidak melihat gadis yang sedang tidur di pangkuan Taeyeon.

Tiffany membalikkan badannya dari sisi ke sisi. Taeyeon menahan nafas, berharap semoga Tiffany tidak terbangun. Dia belum siap jika momen yang sangat berharga ini berakhir.

“Mmmhh… TaeTae-ah..” Gumam Tiffany sambil memeluk pinggang Taeyeon, membenamkan wajahnya pada perut Taeyeon. Taeyeon merasa sekarang dia sedang berada disurga. Taeyeon membelai rambut Tiffany dengan jari-jarinya. Merapikan rambut yang mengenai wajahnya.

Taeyeon berharap momen seperti ini akan terus bertahan selamanya, tidak ada seorangpun yang boleh mengambil Tiffany darinya. Semua harapan itu musnah dari pikiran Taeyeon saat tiba-tiba HP Tiffany yang sekarang berada di lutut Taeyeon bergetar.

Taeyeon dapat melihat sekilas nama yang sudah dikenalnya muncul di layar HP Tiffany.

To : Tiffany

Jadi, kau ingin pergi denganku besok ?? Kau berbicara terlalu cepat Fanny-ah…hahaha… aku tidak dapat mengerti dirimu.

-Taecyeon-

Apa yang kupikirkan ??

Apakah ini takdir ?? Mencintai seseorang yang sudah menjadi milik orang lain ?? Seseorang yang tidak akan pernah bisa memiliki perasaan yang sama terhadapnya ??

“Aku sangat bodoh…” Desah Taeyeon, memejamkan matanya mencoba meredam rasa panas di pelupuk matanya.

Taeyeon menggelengkan kepalanya lalu menarik dirinya dari Tiffany yang sedang tidur memeluk pinggangnya.

“Its OK Jessica, aku rasa dia juga harus tidur di tempat tidurnya.” Taeyeon berjalan duluan menuju kamarnya, dia mendengar gadis dibelakangnya bergumam.

“TaeTae..”

Chapter 6

Jessica merebahkan dirinya di tempat tidurnya, dia tidak menyadari ada seorang gadis jakung yang mengikutinya.

“Unnie..”

“Eek ?? Oh… Seohyun… Kau harus berhenti melakukannya.”

“Mianhae Unnie..” Seohyun duduk di pinggir kasur Jessica. “Apa yang salah ??” Lanjutnya.

“Taeyeon… aku merasa dangat bersalah padanya.” Jessica berbaik, mencengkram bantal didadanya. “Dia selalu berusaha kuat menghadapi ini semua, jadi dia menyembunyikan semua perasaannya. Tapi ini tidak baik untuknya, dia harus berbicara pada seseorang—pada kita… suatu saat, dia akan merasa sakit karena itu.” Ekspresi kesedihan tergambar diwajahnya. “Aku tidak ingin hal itu sampai terjadi, tapi aku tidak tahu bagaimana cara membantunya.”

“Jangan khawatir Unnie…” Seohyun tersenyum lemah. “Aku tidak berpikir Taeyeon Unnie akan melakukannya. Itu tidak seperti dirinya.”

Jessica memutar bola matanya. “Cinta mengubah seseorang, Seohyun. Itu dapat membuat kita melakukan hal-hal yang tidak pernah kita pikirkan. Itu seperti berperang—Mengubahmu menjadi lebih baik atau lebih buruk.”

Jessica duduk menyandarkan punggungnya pada tembok. “Kau harus melihat caranya menatap Tiffany.” Dia menggelengkan kepalanya lalu mendesah lemah. “Dia benar-benar mencintainya.”

“Aku tahu..” Seohyun ikut mendesah. “Mungkin akan lebih baik jika dia mengungkapkan perasaan yang sebenarnya.”

“Itu tidak mudah… apalagi jika kau merasa bahwa orang yang kau cintai tidak memiliki perasaan yang sama sepertimu. Belum lagi kau harus memikirkan fans dan member yang lain. Semua itu menjadi masalah ketika kau adalah seorang Idol, jadi kau harus menyanyakan pada dirimu sendiri apakah semua itu layak. Haruskah aku mengambil kesempatan untuk mencari tahu apakah dia juga mencintaiku ataukah hanya mencintainya dari jauh. Jawaban dari keduanya sangatlah menyakitkan. Jika dia juga mencintaimu lalu apa yang akan kau laukan ?? Menyembunyikannya dari seluruh dunia ?? Bisakah kau melakukannya ??” Jessica menggelengkan kepalanya sambil menutup matanya. “Dan jika dia tidak dapat menerimamu, apakah dia akan mengadukanmmu ke publik atau bertindak seolah-olah tidak terjadi apapun ??” Jessica membuka kedua matanya. “Apakah dia akan meninggalkanmu ??”

Hening.

Jessica melamun, sementara Seohyun tidak bergerak sama sekali sampai akhirnya dia memutuskan untuk berbicara.

“Apa kau berpikir Tiffany Unnie juga mencintainya ??” Tanya Seohyun.

“Aku tidak tahu bagaimana perasaan Tiffany.” Jessica mendesah. “Jika kau bertanya padaku seminggu yang lalu, jawabanku pasti ‘Iya’. Tapi sekarang, ketika aku melihat mereka berdua bersama-sama, Tiffany selalu saja membicarakan tentang Taecyeon. Aku ingin mempercayai bahwa Tiffany juga memiliki perasaan yang sama seperti Taeyeon. Tapi sekarang aku pikir dia tidak.”

Seohyun mengangguk. “Yeah… aku juga merasa seperti itu.. aku hanya berharap semua yang unnie rasakan itu tidak benar.” Seohyun menatap Jessica. “Lalu, sekarang apa yang harus kita lakukan Unnie ??”

“Aku tidak tahu… aku rasa aku harus menemuinya dan berbicara padanya. Dia terlihat sangat tertekan.”

“Taeyeon Unnie ?? Apa yang akan kau katakan padanya ??”

Jessica mengangkat bahunya. “Aku tidak tahu.” Lalu dia terkikik. “Jujur, aku juga tidak tahu mengapa kau selalu datang padaku dan meminta nasihatku.”

“Sangat simple.” Seohyun berjalan menuju pintu. “Ketika kita membicarakan hal ini, itu seperti Unnie sedang berbicara dari pengalaman.”

“Ini ??”

“Cinta.” Seohyun membuka pintu. “Selamat malam Unnie..”

Jessica menggelengkan kepalanya. “Kau salah Seohyun…”

Jessica keluar dari kamarnya, berjalan beberapa langkah meuju kamar Taeyeon. Dia terkejut dan berhenti sebentar. “Apa yang kau lakukan disini ??”

Seorang gadis setengah sadar berdiri didepan kamar Taeyeon satu tangannya memegang gangang pintu satunya lagi mencengkram bantal berwarna pink. Gadis itu tidak menghiraukan Jessica, hanya melewatinya begitu saja.

“Tiffany..” Kata Jessica kedua kali. “Apa yang kau lakukan disini ??.”

Jawabannya sangat pelan seperti bergumam. “Hmm ??”

Jessica mengela nafas sambil menggelengkan kepalanya, lalu dia merangkul pinggang Tiffany dan menyeretnya kebelakang. “Ayo.. kuantarkan kau kekamarmu.”

Chapter 7

[Flashback]

“Mmmm… Cicipi ini..” Tiffany mencelupkan sendok ke supnya lalu meniup atasnya kemudian menyuapkannya pada gadis yang ada di depannya. Taeyeon tersenyum lalu menyeruputnya.

“Mmm… Kau benar.” HP Tiffany tiba-tiba berdering di samping meja.

“You are so sexy, sexy, sexy..” Dia membiarkan HPnya berdering sebelum akhirnya dia mengecek siapa yang menelponnya. Taeyeon ingin bertanya, tapi dia tidak ingin mendengar jawabannya.

“TaeTae.. apa kau sudah selesai ??Aku sudah hampir terlambat.”

Taeyeon mengangguk melirik sesemdok mie didepannya.

“Bagus.. Ayo cepat… Ada sebuah toko yang ingin kukunjungi.”

“Oiya… yang mana ??”

Taeyeon berbaring ditempat tidurnya, mengingat kejadian waktu itu.

Setelah makan siang, kedua gadis itu pergi ke toko perhiasan yang sering mereka kunjungi bersama.

Tiffany terlihat sedang sibuk mencari sesuatu di antara kalung-kalung perak.

“Itu tidak ada disini..” Kata Tiffany pandangannya tidak lepas dari kalung-kalung tersebut.

“Apa yang tidak disini ??” Tanya Taeyeon mendekat kearah Tiffany.

“Disini juga tidak ada.”

Taeyeon berdiri disamping Tiffany. “Apa yang tidak ada disini ?? Apa yang kau cari ??”

“Kau ingat minggu lalu didekat jendela ?? Kalung yang dipajang disini ??” Jawabnya sambil menelusuri seluruh sudut toko. “Aku kemari untuk mencarinya.” Dia menggelengkan kepalanya. “Aku seharusnya kemari lebih awal.”

“Mengapa kita tidak bertanya pada penjaganya saja ?? Mungkin mereka masih memiliki satu di belakang. Atau mungkin kita bisa memesannya.”

Tiffany tersenyum lalu menggandeng tangan Taeyeon kedalam. “Ide bagus !!”

“Ada yang bisa saya bantu ??”Tanya seoramg wanita.

“Aku sedang mencari sebuah kalung.”

Tiffany menjelaskan pada wanita itu tenang detail kalung itu kepada wanita yang berada di conter toko ini.

Wanita itu kembali dari belakang sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. “Aku minta maaf, tapi model yang seperti itu hanya ada satu dan sudah terjual, kami dapat menunjukkan model yang hampir sama…”

“Dapatkah kau membuatnya satu lagi untukku ??”

Wanita itu melirik Taeyeon lalu kembali menatap Tiffany. “Tidak.. maaf, kami hanya memproduksinya satu saja, dan kami tidak menjualnya lagi.”

“Oh….” Tiffany menatap kelantai lalu memberi senyuman kecil kepada wanita itu. “Terimakasih atas bantuannya, ayo TaeTae..”

“Terimakasih..” Tambah Taeyeon lalu mereka berdua keluar dari toko itu.

[Flashback End]

“Taeyeon-ah ?? Kau belum tidur ??” Jessica mengetuk pintu kamar Taeyeon.

“Ya.. masuk…” Jawab Taeyaon, matanya menatap kosong kearah langit-langit.

“Dimana Yoona ??” Tanya Taeyeon saat Jessica memasuki kamarnya.

“Dia dan Yuri ada di kamar Sunny untuk membeli beberapa pakaian.” Jessica tertawa kecil. “Dia dan Online Shop nya.”

“Oh…. Aku tahu..”

“Taeyeon… ??” Jessica melipat kedua tangannya di depan dadanya.

“Hmm..??”

“Dapatkah aku bertanya sesuatu padamu ??”

Taeyeon mengangguk.

Jessica duduk di pinggir tempat tidur Taeyeon.

“Bagaimana perasaanmu dengan semua ini ??”

“Dengan apa ??”

“Tiffany dan Taecyeon…”

“A—Aku baik baik saja..”

“Jinjja ?? Karena, dari yang kulihat kau tidak baik-baik saja.” Jessica mendesah lemah. “Kau tidak perlu berbohong padaku,   Taeyeon. Aku disini untukmu.”

Taeyeon berguling mengahadap dinding. “

“Aku tidak tahu kau mau aku berkata apa padamu. Aku mencintainya, tapi dai tidak merasakan hal yang sama denganku. Aku tahu aku tidak mungkin bisa mendapatkannya, aku hanya bisa membayangkannya…. Apakah aku sudah gila ??”

“Tidak… Kau tidak gila, kau hanya sedang jatuh cinta.”

Hening….

“Apakah kau berencana untuk memberitahunya ??”

“Aku sudah memikirkannya, tapi waktunya tidak pernah tepat.”

“Tidak akan pernah, jika kau tidak mencobanya dan mencaari tahu apa yang akan terjadi.”

“Tapi, bagaimana kalau akhirnya tidak seperti yang kuharapkan, apa yang harus kulakukan ??”

“Kau harus berubah dan melanjutkan hidupmu.”

Taeyeon menggelengkan kepalanya. “Aku tidak berpikir aku bisa melakukannya.”

“Kau tidak akan pernah tahu sampai kau mencobanya.”

“…….” Hening.

“Bolehkah aku bertanya lagi ??”

Taeyeon mengangguk lemah.

“Mengapa kau menulis cerita tentang kalian berdua ??”

“Kau membacanya ??”

“Ya… Tiffany menunjukkannya padaku.”

“Kau juga membencinya ?? Sama seperti Tiffany ??” Taeyeon menyingrai.

“Wae ??”

“Nothing… aku hanya butuh suatu tempat dimana hanya aku yang dapat memilikinya tanpa ada seorangpun yang bisa mengambilnya dariku. Dan tidak ada seorangpun yang mengganggu kita atau perduli dengan apa yang kita berdua lakukan. Yeah… meskipun semua itu hanyalah sebuah cerita.”

“Begitu… lalu, mengapa kau tidak menyelesaikan ceritanya ??”

“Laptopku rusak, ingat ??”

“Oh… Yeah… aku lupa tentang itu.” Jessica mendesah dan menggelekngkan kepalanya. “Taeyeon-ah… aku tidak memintamu untuk menjadi Taeyeon yang ada diceritamu, kalau kau harus menemuinya dan menyatakan perasaanmu padanya. Aku juga tidak memintamu untuk bertahan di kegelapan ini. Dengan kata lain, aku tidak akan mempengaruhimu, itu bukan aku. Apakah kau akan datang padanya dan mengatakan semuanya atau kau akan tetap berdiri dibelakangnya dan melihatnya menemukan cintanya yang hanya akan membuat hatimu lebih sakit, itu semua adalah pilihanmu. Kau harus memilih yang terbaik untuk dirimu sendiri. Aku hanya ingin kau jujur pada dirimu sendiri, aku hanya tidak ingin kau melakukan kesalahan yang sama seperti yang aku lakukan.”

Taeyeon menatap Jessica, “–Sicca ??”

“—Tidak..” Jessica melambaikan tangannya didepan wajahnya. “Kita berbicara tentengku lain kali saja. Sekarang, fokus pada dirimu sendiri. Kau masih punya kesempatan untuk jujur pada dirimu sendiri. Untuk mewujudkan apa yang sebenarnya kau inginkan.”

Jessica…. Sebenarnya Taeyeon ingin bertanya lebih banyak pada Jessica, tapi ia tahu dia tidak akan menjawabnya.

Seulas senyum muncul di bibir mulngil Taeyeon. “Aku tahu apa yang aku inginkan… Aku hanya ingin bertanya padanya.” Suaranya mulai gemetar. “Bagaimana kalau dia tidak menerimaku ?? Lalu bagaimana ??”

“Aku tidak tahu… Aku tidak tahu harus menjawab apa. Entah… Tapi, terkadang kau harus mengorbankan sesuatu atau akan ada salah satu yang terluka, kau akan terluka. Kau harus membuat keputusan yang tepat sebelum kau melakukannya.”

“Apa maksudmu ??”

Jessica meggelengkan kepalanya. “Aku tidak tahu.. Aku tidak tahu apa yang sudah kukatakan, aku lelah…” Mata Jessica terlihat sayu, dia tersenyum datar lalu berjalan kearah pintu.

“Maaf kalau aku sudah mengganggu tidurmu. Hanya… pikirkan kembali apa yang sudah kukatakan padamu.” Alisnya berkerut. “Dan jangan pernah menolakku lagi. Itu sangat menyakitkan jika kau melakukannya, kau tidak akan sendirian menghadapi semua ini. Kami selalu ada disini bersamamu.”

Taeyeon hanya bisa mengangguk saat Jessica keluar dari kamarnya. Dia tidak punya waktu lagi untuk berpikir tentang hal itu, dia membenamkan wajahnya di bawah bantal dan mengantarkannya menuju ke alam mimpi. Dimana semua keinginannya terwujud. Dimana dia dapat memiliki Tiffany seutuhnya.

-TBC-


Iklan

42 thoughts on “LOVE IS HARD Part 3”

  1. aku suka ff ini. memang benar seperti percakapan tae dan jesika yang author tulis saat tae bilang, bahwa dengan menulis tentang aku dan dia, aku bisa memilikinya tanpa ada yang bisa merebutnya. ini kali kedua aku membacanya. dan benar yang disampaikan tae, dengan menulis kisahnya seseorang yang kita suka, kita memilikinya walau semu, termasuk author2 lain yang mungkin menulis karena rasa ingin memiliki tapi semu.

    saya baru semalam menemukan FF ini dengan tidak sengaja, tapi saya sebagai reader memang lebih menyukai couple Yoonhyun, mungkin karena mereka unik dan lucu dan couple yang beda karakter jadi asyik dengan alur saat ada yoonhyun, semangat terus menulis

Komentar tidak dipungut biaya ✿ Tae♡Ny ✿

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s