FF Terjemahan, Love is Hard, SNSD, SOSHI FF

LOVE IS HARD Part 4

LOVE IS HARD

Author             : Roykilljoy

Indo Trans   : Sasyaa95 (Shin Min Rin aka 신민린)

Title                 : Love is Hard

Genre              : Romance

Main cast         : SNSD Member, Taecyeon 2PM

Warning          : The Genre is YuRi (Girl x Girl)

original version :

MY JUICE BOX HEART 

Chapter 8

“Kau menghilangkannya lagi ??”

“Kurasa, aku membawanya pagi ini, tapi kupikir lagi aku tidak melihatnya seharian ini.”

“Well, aku tidak tahu saat ini.” Jessica melirik jam didinding. “Ayo.. lupakan itu, filmnya segera dimulai.”

Tiffany menatap tajam kearah Jessica. “Apa kau gila ?? Aku tidak bisa pergi tanpa HPku.” Tiffany mengobrak-abrik selimut dikasurnya.

“Wae ?? Memangnya kau menunggu telepon dari siapa ??”

“Aku tidak tahu… Um.. Siapapun.” Tiffany menjentikkan kedua jarinya. “Ah… mungkin ada didapur.”

Jessica mendesah.. mengikuti Tiffany menuju dapur.

“Hey… apa yang terjadi ??” Taeyeon mengusap kedua matanya lalu berjalan seperti pinguin.

Jessica tertawa kecil melihat gadis setengah tertidur itu berjalan dengan piyama biru yang sedikit kebesaran.

“Dia kehilangan HPnya lagi.”

“Oh… Jinjja ?? Kau membawanya kemarin malam.” Taeyeon berjalan menuju kamarnya. “Aku akan menelponnya untukmu.”

“Okay..” Tiffany mengangguk, mengacuhkan gadis yang sedang bergumam di belakangnya.

“Kenapa aku tidak kepikiran tadi ?? Mungkin kita sudah pergi sekarang jika aku memikirkannya lebih dulu.”

Taeyeon mencabut charger HPnya.

“Siap ??”

“Ya !!”

“Aku tidak mendengar apapun.”

“Sssh—!”

Terdengar nada lembut di balik bantal di sofa.

“Oh.. I’m in love, Ooh.. I’ve fallen in love…” Lagu dari Narasha berdering berulang kali. Jessica menariknya keluar dari sofa. Dia menatap HP itu lalu menatap Tiffany tajam.

“Mwo ??” Tiffany memiringkan kepalanya kesamping, tampak kebingungan. “Kau tidak suka lagu itu ??”

Jessica tidak menjawab. Wajahnya termenung menelusuri wajah Tiffany, mencoba membaca pikirannya.

“Jessica… kenapa kau menatapku seperti itu ??”

“Oh.. I’m in love, Ooh.. I’ve fallen in love…” Suaranya semakin keras.

“Sudah ketemu ??” Taeyeon menghampiri mereka. Tiffany mendengus kesal melihat gadis didepannya yang sedang melamun. Dia menyambar HP di tangan Jessica lalu memasukkannya kedalam sakunya. “Yeah…” Dia tersenyum. “Gomawo TaeTae..”

Taeyeon menutup HPnya lalu memasukkannya pada saku jaketnya. “Baik… sampai bertemu saat kalian sudah kembali.”

***

Jessica duduk dihadapan Tiffany disebuah food court di mall. Meskipun mereka berdua pergi tergesa-gesa, tapi tetap saja mereka ketinggalan filmnya karena mencari HP Tiffany yang hilang. Jadi, mereka memutuskan untuk berjalan-jalan sebentar sebelum film selanjutnya diputar. Jessica mengambil HP dari sakunya, dia mengangguk-ngangguk apapun yang Tiffany katakan padanya.

To : Seohyun

Taecyeon blah blah… Taecyeon blah blah…

-Jessica-

“Mmmhh…” Jessica mendengus.

To : Jessica

Unnie, Jangan mengejeknya.. mungkin Tiffany unnie benar-benar menyukainya

-Seohyun-

 

To : Seohyun

Yeah.. Mianhae.. Tapi, dia benar-benar hanya membicarakan pria itu sejak tiga puluh menit yang lalu sampai sekarang. Sangat menyebalkan.

-Jessica-

To : Jessica

Mianhae Unnie… Apakah kau perlu bantuanku ??

-Seohyun-

To : Seohyun

Anio.. aku bisa menanganinya sendiri.

-Jessica-

“Yeah.. katanya kita berdua bisa pergi kesana minggu depan, keren kan ??”

“Mw—Mwo … Oh… Yeaahh…”

“Besok juga kita akan pergi makan siang.”

“Ah..” Jessica menghela nafas. “Jadi kalian berpacaran ??”

Tiffany meggelengkan kepalanya, menghela nafas dalam. “Tidak… belum.. Tapi aku akan menanyakan padanya.”

“Secepat itukah ?? Kalian bahkan baru bertemu beberapa minggu yang lalu.”

“Mengapa tidak ?? Lebih cepat lebih baik kan ??”

“Lakukan apapun yang membuatmu bahagia Fanny-ah.”

Tiffany bersandar di kursinya, mengulangi apa yang Jessica katakan. “Apapun yang membuatku bahagia…”

Jessica mengamati Tiffany yang terlihat seperti sedang berfikir keras. “Inilah yang kuinginkan….” Suaranya semakin menghilang. Jessica tidak dapat mendengarnya lagi. Jessica memikirkan gadis yang saat ini sedang berada di dorm, makan sereal dan bermain video game. That Dork , Jessica menyingrai, Ini akan menghancurkai hatinya. “Baik… jika kau benar-benar yakin padanya, maka tidak jadi masalah.”

“Jika aku yakin….??” Tiffany menggelengkan kepalanya lalu mengerutkan dahinya. “Tentusaja aku yakin, mengapa tidak ??” Teriaknya lalu menatap Jessica.

Jessica mengangkat bahunya. “Mungkin kau menginginkan orang lain.”

“Orang lain ??” Tiffany menatap Jessica kebingungan.

“Yeah… Mungkin hatimu ada di tempat lain.”

Tiffany mendengus, “Aku tidak tahu apa yang sedang kau bicarakan, Jessica.”

“Okay.. Bolehkah aku bertanya padamu ??”

Tiffany mengangguk, sedikit cemas dengan apa yang akan Jessica tanyakan.

“Kapan kau mulai menyukainya ??”

“Apa maksudmu ?? Aku selalu menyukainya…”

“Yeah… akhir-akhir ini, sebelumnya kalian hanya sebatas kakak-adik. Sejak kapan ini mulai berubah ??”

Tiffany cemberut sambil mengangkat bahunya. “Molla… aku baru menyadari bahwa dia itu sangat keren.”

“Kapan ??” Jessica bertanya lagi.

Tiffany mengangkat bahunya lagi. “Molla… beberapa minggu yang lalu, Wae ??”

Jessica menatap Tiffany dingin. “Aku tahu kamu, semua ini seperti datang rntah dari mana.”

“Aku tidak—Aku selalu merasa seperti itu.” Tiffany meggelengkan kepalanya lalu melipat kedua tangannya di depan dadanya. “Aku hanya tidak pernah mengatakan pada orang lain tentang hal itu.”

“Oke.” Jessica mengangguk, tidak mengatakan hal itu lagi lalu mengalihkan perhatiannya pada makanannya.

Chapter 9

“Apa yang ingin kalian lakukan hari ini ??”

“Molla…” Jawab Sunny yang sedang bermain-main dengan rambut Yoona di depannya.

“Mau bermain Wii ??”

“Tidak, terlalu menyakitkan.” Gumam Taeyeon.

“…………..” Hening.

“Bagaimana dengan PS3 ??”

“Kau hanya punya permainan tembak-tembakan.” Gumam Taeyeon lagi.

“Kalau 360 ??”

“Aku rasa dia tidak ingin bermain game.” Sahut Yuri memotong kata-kata yang akan diucapkan Taeyeon lagi. Dia sedang bersandar di lengan Jessica.

“…………..” Hening lagi.

Hari ini adalah hari yang sangat menyebalkan dan sangat membosankan. Seseorang akan menyarankan untuk melakukan sesuatu dan yang lainnya akan mengeluh dan membuat apa yang disarankan benar-benar tampak bodoh. Sepertinya mereka semua akan berakhir dengan tidak melakukan apapun hari ini.

“Kalian tahu apa yang harus kita lakukan hari ini ??”

“Kita harus berganti kamar ??” Semua perhatian tertuju pada Hyoyeon.

“MWO ??”

“Apakah kau membuangku pergi ??” Kata Sooyoung dengan Aegyeonya. “Apa aku tidak cukup baik untukmu ??”

Hyoyeon menjendul pundakknya. “Anio.. ini hanhya sementara saja.”

“Aku setuju.” Sunny mengangguk. “Lalu, bagaimana kita menentukannya ??”

“Gunting, Batu, Kertas ??” Teriak semua member.

***

“Okay… ini hasilnya.” Sooyoung menggambar grafik dipapan tulis kecil yang biasa mereka gunakan saat berdiskusi bersama.

“Jessica dan Sunny berada di kamar Jessica. Taeng dan Hyo berada di kamar Taengoo, lalu duo Maknae terakhir Aku, Fanny dan Yuri.”

“Bagaimana dengan Tiffany Unnie ?? Apakah dia keberatan dengan keputusan ini ??” Tanya Seohyun.

Sooyoung mengangkat bahunya. “Seharusnya dia sudah ada disini. Dia pergi pagi-pagi sekali, aku bahkan tidak tahu kalau dia pergi.” Sooyoung berdiri lalu menghapus papan tulis. “Aku berbicara dengan pintu kamar mandi menunggunya keluar selama 10 menit karena kupikir dia ada didalam sama.”

Sunny tertawa. “Jangan marah padanya, itu salahmu karena kau tidak mengetuk pintunya dulu.” Sooyoung menggerutu lalu merebahkan dirinya di sofa. “Cukup !! Buatkan kita makan siang !!”

***

“Sudah lama aku  ingin membelikannya, tapi aku tidak tahu tentang hal semacam itu.”

Taecyeon meneguk Jus nya lalu mengangguk, “Ya… aku bisa membantumu. Aku sudah mengatakan padamu, kita bisa pergi kapanpun kau mau.”

“Jinjja ??” Tiffany tersenyum cerah. “Bagaimana kalau sekarang ??”

“Sekarang ??” Taecyeon menatap Tiffany tidak percaya.

“Yeah…”

Taecyeon menggelengkan kepalanya, menyingrai. “Oke Fanny, tunggu sebentar.”

“Okay..” Tiffany melipat kedua tangannya didepan dadanya. Dia dengan sengaja menatap Taecyeon menyeruput Jusnya menyebabkan suasana menjadi canggung.

Taecyeon tersedak lalu mendorong gelasnya. “Baiklah… Baiklahh… Aku mengerti.” Taecyeon berdiri. “Aku siap.”

Tiffany tersenyum, menepuk kedua tangannya. “Gomawo Oppa.”

***

“Taeyeon…..”

“Taeyeon…..”

“Unnie …..”

“TAEYEON !!!”

“Ah !!” Teriak Taeyeon terkejut. Dia mengusap lututnya yang terbentur meja. “Mwo ??”

“Kau benar-benar melamun.” Teriak Soooyoung. “Sunny sedang berbicara denganmu..”

“Oh ??” Taeyeon berbalik menghadap Sunny. “Hmm??”

“Aku tanya, apakah kau sudah selesai ??” Sunny menunjuk piring Taeyeon. Dia tidak menghabiskan makanannya. “Apa kau baik-baik saja ??”

Taeyeon mengangguk. “Jadi.. dia pergi pagi-pagi sekali dan sampai sekarang belum kembali ?? Dan tidak bilang pada siapa-siapa ??”

“Huh ??” Sooyoung menyambar piring Taeyeon lalu menyerahkannya pada Sunny. “Siapa ?? Fanny ??”

“Dia bilang, dia pergi makan siang dengan Taecyeon, jadi jangan khawatir.” Jawab Jessica.

Taeyeon mengangguk lagi. Tapi ini sudah hampir makan malam.

Setelah makan siang, mereka menghabiskan waktu mereka seharian membereskan barang-barang mereka untuk pindah kamar. Setelah mereka selesai, ternyata hari sudah larut malam.

“Sunny.. bolehkah aku meminjam laptopmu ??”

“Hm.. ?? Anio … Ingat !! Terakhir kali kau hampir membakarnya.” Sunny membelakangi Taeyeon, dia tidak melihat kesedihan diwajah Taeyeon.

“Kenapa kau tidak menonton Film dengan kami saja ??” Yuri menggandeng Tangan Taeyeon.

“Okay..”

***

Taecyeon dan Tiffany keluar dari mall, Tiffany membawa tas besar sedangkan Taecyeon membaya yang lebih kecil.

“Tidakkah ini terbalik ??”

“Hah ??” Taecyeon menatap Tiffany.

Tiffany mengangkat tasnya didepan muka Taecyeon, “Bukankah seharusnya kau yang membawakannya untukku ??”

Taecyeon tertawa kecil, “Kenapa ?? Apa lenganmu patah ??”

“Oppa !!”

“Mwo ??” Taecyeon membuka bagasi mobil dan meletakkan semua belanjaannya didalam sana. “Kita kan tidak pacaran.”

“Bagaimana jika iya ??”

“Mwo ??” Taecyeon masuk kedalam mobil, Tiffany mengikutinya dari belakang.

“Bagaimana jika kita berpacaran ??”

Taecyeon menatap Tiffany, alisnya berkerut. Tiffany tampak gelisah, lalu Taecyeon segera memalingkan mukanya dan tertawa. “Kau lucu sekali Fanny-ah.”

Tiffany berdeham, memasang sabuk pengamannya. “A—Aku tidak sedang bercanda.”

Taecyeon menyetir mobilnya menuju dorm. “Mengapa kita harus melakukannya ??”

“Mengapa tidak ?? Apakah kau tidak ingin berkencan denganku ??”

“Huh—Tidak, aku hanya tidak tahu kenapa kau ingin melakukannya.”

“Tidak ada yang salah denganmu Oppa, kau akan menjadi pacar yang baik.”

“……” Hening.

Tiffany tidak sabar menunggu terlalu lama.

“Jadi kau tidak akan memberikanku jawaban ??”

“Mengapa kau tidak memberiku waktu untuk memikirkan hal itu ??”

“Oh… Ok.”

Taecyeon menyingrai, menyenggol lengan Tiffany. “Kau memang gadis yang aneh, kau tahu itu ??”

“Oppa Stop !! Lihat jalan !!”

Chapter 10

“Sicca Unnie ??”

“Hmm ??”

“Menurutmu, cinta itu apa ??”

Jessica tertawa kecil, “Itu adalah perasaan yang sangat rumit yang menyebabkanmu sulit bernafas saat kau menyadari kau telah terpengaruh olehnya.”

“Ah…. Begitu…” Seohyun menatap jalan didepannya. “Bagaimana kau tahu kapan kau sedang jatuh cinta ??”

Kedua gadis itu mengitari taman yang biasa mereka gunakan untuk jogging. Seperti hari-hari biasanya, Seohyun bangun lebih awal dan membangunkan Jessica lalu pergi ketaman terdekat. Yang berbeda adalah hari ini mereka saling mengobrol.

Jessica menghela nafas, “Banyak orang mengatakan, bahwa itu terjadi ketika kau tidak bisa berhrnti memikirkannya, tapi aku rasa itu tidak benar. Menurutku, kau tahu saat kau sedang jatuh cinta adalah ketika kau melihatnya, kau merasa seperti waktu telah berhenti berputar. Semua yang kau mau adalah berada didekatnya. Ketika kau menyebutkan namanya, kau seperti merasa perasaan rindu dan takut kehilangannya.”

“Ah… Apakah kau pernah jatuh cinta ??”

“Mengapa kau menanyakan hal itu padaku ??” Jessica berjalan pelan lalu duduk di bangku taman.

“A.. Aku sedang memikirkan Taeyeon Unnie.”

“Tentang perasaannya pada Tiffany ??”

Seohyun mengangguk, dia meregangkan kakinya lalu duduk di samping Jessica. “Jatuh cinta seharusnya adalah perasaan yang magic. Seperti berada diatas awan yang ringan dan tidak terpengaruh oleh dunia dibawahnya”

“Hmm….” Jessica menghela nafas. “Yeah…”

“Aku tidak bisa membayangkan bagaimana rasanya jika kita tidak dapat memberi tahu pada orang yang kita cintai tentang perasaan kita yang sebenarnya, dia pasti sangat menderita.”

“Kau benar.” Jawab Jessica sambil menatap langit biru.

“Tapi mengapa dia harus melakukan itu ?? Dia hanya perlu mengungkapkan perasaanya.”

“Terkadnag, semua itu tidaklah mudah.”

“Mengapa tidak ?? Itu sangatlah mudah.” Seohyun mengangkat tangannya sambil tersenyum lemah.

“Tapi mungkin dia akan terluka.” Jessica melihat dua merpati mengerumuni beberapa biji dibawah pohon didekat mereka berdua.

“Bukankah mengetahui apakah dia juga mencintai kita itu lebih penting daripada rasa takut ??”

“Terkadang, rasa takut itu lebih aman. Kau bisa mencintainya dari jauh, dan kau juga masih bisa bersamanya tanpa mengetahui perasaan satu sama lain. Itu lebih baik”

“Tapi itu bodoh !! Kau harus memperjuangkan cintamu, selama kau masih setia dan masih mencintainya, semua itu tidak jadi masalah.” Seohyun tersenyum cerah.

“Bagaimana dengan publik ?? fans ?? member ??”

“Mereka bisa melaluinya bersama-sama selama mereka saling memiliki satu sama lain.”

“Heh..” Jessica menggelengkan kepalanya. “Kau masih terlalu muda untuk memahaminya.”

“Aku tidak terlalu muda.” Seohyun melompat, matanya berkilauan.

“Kita seharusnya berhenti mempersulit hal itu. Cinta itu sangat simple, ketika kalian berdua saling mencintai satu-sama lain. Jika ada kesempatan, maka kalian harus memperjuangkannya. Kau—!”

“Bagaimana jika dia tidak menerimamu ?? Bagaimana jika dia menyakiti hatimu ??”

“—Tentu aku akan menghadapinya.” Sehohyun tersentak dengan kata-kata yang barusaja dikatakannya. Dia membungkam mulutnya lalu berlari keluar taman meninggalkan Jessica yang kebingungan dibelakangnya.

“Seo….” Jessica bangkit dan mengejarnya. Meskipun mereka berdua sudah lelah membicarakan hal ini. Tidak satupun dari mereka yang membicarakan tentang Taeyeon ataupun Tiffany. Kenyataannya, mereka telah membicarakan sesuatu yang lain.

Chapter 11

 

To : Taecyeon

Seberapa jauh kau ??

-Fanny-

 

To : Fanny

10-15 mungkin.

-Taecyeon-

 

To : Taecyeon

Ok. Apakah kau sudah memikirkannya ??

-Fanny-

 

To : Fanny

Yeah…

-Taecyeon-

 

To : Taecyeon

Lalu ??

-Fanny-

 

To : Fanny

Baik, ayo kita lakukan.

-Tacyeon-

 

To : Taecyeon.

Jinjja ?? Kau tidak mengerjaiku kan ??

-Fanny-

 

To : Fanny

Anio Tiffany Hwang. Ayo kita pacaran.

-Taecyeon-

 

To : Taecyeon

Gomawo Oppa…

-Fanny-

 

To : Fanny

Kau berterimakasih padaku karena berpacaran denganmu ?? Sungguh gadis yang aneh, hahaha

-Taecyeon-

“Kita mungkin bisa mendapat uang dari keterampilan mengetik SMS mu.” Jessica memasuki dapur dan menemukan Tiffany sedang duduk di kursi. Jessica menyeka keringat di pelipisnya. “Kau lihat Seohyun ??”

Tiffany memasukkan HPnya kedalam sakunya lalu tersenyum cerah pada Jessica. “Anio… tidak, Selamat pagi…”

“Oh… Pagi.. Siapa yang kau SMS ?? Salah satu member ?? Tolong katakan pada mereka untuk membawakan jus jeruk.” Jessica berjalan menuju kulkas.

Tiffany melompat dari kursi lalu berlari ke samping Jessica. “Anio… bukan member, aku sedang SMS Taecyeon, dia sedang dalam perjalanan kemari untuk menjemputku. Aku bisa memintanya untuk membawakanmu jus jeruk, sejak dia menjadi pacarku.”

Jessica membeku, tangan kirinya berada di pegangan pintu kulkas, satunya lagi memegang rambutnya. Jessica menutup matanya sambil mendesah pelan lalu menutup pintu kulkas secara perlahan. “Pacarmu ??”

Tiffany mengangguk, lalu dia menyadari kalau Jessica sedang menutup matanya. “Yap.”

“Jadi, kau benar-benar berkencan dengannya ??”

“Ya..” Senyumnya mulai memudar.

“Jadi ini yang benar-benar kau inginkan ??” Jessica memberikan tatapan mematikan pada Tiffany, dia menatap Tiffany tepat pada bola matanya.

“Wae… Apakah kau tidak senang ??”

“Hey… kalian berdua, akan pergi shopping lagi ??” Teyeon memasuki dapur, berjalan diantara mereka berdua lalu menyambar anggur yang telah disiapkan Jessica sebelumnya.

Sekarang, giliran Tiffany yang tercengang, dia menganga saat Taeyeon melewatinya.

“Tiffany ??” Kata Jessica lagi, membuat Tiffany cemas. “Ini yang kau inginkan ??”

“Fanny-ah..” Taeyeon menarik-narik tangan Tiffany dan menunjuk rak yang tinggi. “Bisakah kau mengambil mangkuk itu ?? Aku tidak tahu mengapa raksasa itu menaruhnya disana. Mugkin dia ingin menyiksaku.”

Tiffany tersenyum, mengangguk pada gadis yang berdiri disampingnya. “Tentu.” Tiffany meraih mangkuk itu dan memberikannya pada Taeyeon. “Ini dia.”

“Gomawo Fanny-ah.”

“Oh !!” Tiffany menjentikkan jarinya. “Aku baru ingat !!” Tiffany berlari kekamarnya sebentar lalu muncul dengan sebuah tas yang besar. “Aku tidak melihatmu kemarin saat aku kembali.” Dia mengangkat tas itu didepan muka Taeyeon mengabaikan patung yang sedang menatapnya tajam.

“Aku ingin membungkusnya untukmu, tapi aku tidak tahu dimana Yuri dan Sooyoung menaruh barang-barangku.”

“Tidak apa-apa Fanny-ah.. Apa itu ??” Taeyeon meletakkan kardus besar itu diatas lantai lalu membukannya.

“Maaf, aku merusakkan punyamu waktu itu, Penjualnya mengatakan kalau ini model terbaik yang mereka miliki. Ini sangat awet kalau kau tidak menjatuhkannya.”

“Wow.. Fanny-ah…” Taeyeon menarik gadis disebelahnya lalu memeluknya erat.

“Gomawo.”

“Cheomanna Taeyeon-ah..” Dia melihat gadis yang berdiri didepan kulkas sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. “Aku harap kau menyukainya.”

“Taeyeon melepaskan pelukannya lalu tersenyum lebar. “Pasti.. aku akan menyukainya, karena kau membelikannya untukku.”

Nafas Tiffany tercekat saat dia memeluk Taeyeon lagi, pegangannya terasa kuat dan putus asa. Seolah-olah dia tidak akan bisa memeluk Taeyeon lagi.

“Selamat tinggal.” Suara Tiffany bergetar. Dia mengambil HP dari sakunya yang juga bergetar lalu berlari keluar dorm.

Jessica tidak ingin membiarkan semua ini terlalu lama. Dari pengalamannya, menangani hal-hal seperti ini dengan cepat merupakan pilihan yang terbaik sebelum dia berharap terlalu banyak.

“Taeyeon…”

“Hmm…”

Jessica duduk dilantai, disamping gadis yang sedang bermain dengan laptop barunya. Jessica menghela nafas dalam. “Aku ingin berbicara denganmu….. Tentang… Tiffany dan Taecyeon.”

***

“Ya !!”

“Hmm ??”

“Kau mendengarkanku ?? Aku bertanya padamu, apakah kau sudah memberikan padanya ??”

“Oh—Yeah..” Tiffany mengangguk menatap jalan didepannya. “Ya.. aku sudah memberikannya.”

“Baguslah..” Taecyeon menyingrai sambil mengangguk-anggukkan kepalanya. “Aku berani bertaruh dia sangat menyukainya, ya kan ?? Kau kelihatan cute saat kau memilihkan laptop untuknya. Caramu mengganggu penjaga toko itu untuk memilihkanmu model yang terbaik yang mereka miliki.” Taecyeon tertawa kecil sambil bersandar di kursi mobil. “Jadi.. apa yang ingin kau lakukan hari ini ??”

“………..”

“Fanny ??”

“…………”

“Tiffany !!”

“Oh—Huh…”

***

“Kau tidak perlu berkata apapun.” Taeyeon terus menatap laptopnya sambil tersenyum lemah. “Aku bisa merasakannya.”

“Tae…”

“Caranya memelukku, tidak…. Terasa sama.” Taeyeon memaksakan senyumannya lebih lebar lagi. “Jadi, apa yang akan kau lakukan hari ini ??”

“Taeyeon-ah…” Jessica menghela nafas sambil menutup matanya.

“Tidak pergi kemana-mana ??”

“Jangan lakukan hal ini…” Jessica menggelengkan kepalanya.

“Jika kau pergi keluar, tolong belikan makanan..”

Tangan Jessica menyentuh lembut pundak Taeyeon. “Jangan lakukan ini. Jangan berpura-pura semuanya baik-baik saja.”

Taeyeon tertawa sambil menatap kosong. “Tapi semuanya memang baik-baik saja. Aku benar-benar tidak merasa buruk. Aku…. Aku tahu semua ini akan terjadi.” Taeyeon berdiri lalu membereskan semua barang-barangnya yang berserakan dilantai. “Jadi… semuanya baik-baik saja.” Dia meletakkan laptopya diatas meja sebelum berjalan keruang tamu, Jessica terus menatap setiap gerakan Taeyeon. “Kau akan pergi membeli sesuatu atau hanya duduk terpaku disini ??”

“Tentu.. aku akan segera kembali.” Jessica sebenarnya tidak ingin meninggalkan Taeyeon sendirian,  tapi mungkin ini yang Taeyeon butuhkan. Mungkin dia sedang ingin sendiri.

Jessica mendesah berjalan menuju pintu keluar.

“—Sicca ??”

“Hmm ?? Kau memanggilku ??” Jessica membalik badannya menatap Taeyeon.

“….Tidak…” Taeyeon tersenyum sekali lagi. “Mungkin kau salah dengar.”

“Oh…” Jessica kembali berjalan.

“Je—Jessica.”

Saat ini dia benar-benar yakin mendengar sesuatu.

“Yeah.. Taeyeon..”

“Hati-hati…”

***

“Kau membawaku kemari untuk ini ??”

“Ini… Ini sangat penting..” Tiffany gelisah sambil mencengram kantong plastik di pangkuannya.

“Aku tahu, tapi … saat aku bertanya padamu, apa yang ingin kau lakukan hari ini bukan hanya membeli ‘Jus jeruk’ ??” Taecyeon sedikit kecewa.

“Maaf Oppa… aku hanya.. benar-benar ingin di dorm sekarang.”

“Tidak apa-apa.” Desah Taecyeon sambil memiringkan kepalanya. “Gadis yang benar-benar aneh.”

-TBC-

Iklan

43 thoughts on “LOVE IS HARD Part 4”

  1. Panny emng gak peka sma perasaannya si Bocah -_-
    malah pacaran dia sma si kunyuk
    haduhh maknae maknae, gak segampang itu bwt ngungkapin perasaan kita ke orang yg kita suka, apalagi klo orang yg kita suka itu, suka jga sma kita..
    tidak segampang membalikan telapak tangan klo perasaan seseorang itu..

Komentar tidak dipungut biaya ✿ Tae♡Ny ✿

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s