FF Terjemahan, Love is Hard, SNSD, SOSHI FF

LOVE IS HARD Part 7

LOVE IS HARD

Author             : Roykilljoy

Indo Trans      : Sasyaa95 (Shin Min Rin aka 신민린)

Title                 : Love is Hard

Genre              : Romance

Main cast         : SNSD Member, Taecyeon 2PM

Warning          : The Genre is YuRi (Girl x Girl)

original version :

MY JUICE BOX HEART 

 

—-Backsound Song : TIffany SNSD ‘By My Self’ Ja Myung Go OST—

 

Chapter 17

please, just pass by pretending like you don’t see me
please, don’t even give me a glance
in the days that are like the sandy winds
don’t give anything to me

“Kapan kau akan berangkat ??”  Jessica dengan tenang menyeruput tehnya di pagi hari.

“Malam ini.” Jawab Yoona.

“Tapi kau sudah mengunjungi orang tua mu..” Seru Soyoung sambil mencuri strawberry dari piring Sunny.

“Aku hanya….” Yoona memainkan jarinya dengan gugup. “Aku sangat merindukan mereka.”

“Kami tahu…” Yuri tersenyum sambil menyenggol gadis disampingnya. “Kupikir kita akan menghabiskan waktu liburan yang tersisa ini bersama-sama…”

“Ya….” Dia  mengangguk.

“Mengapa kau tidak mengajakku ??” Canda Sooyoung sambil menarik-narik lengan Yoona.

“Aku hanya akan pergi selama beberapa hari saja..” Yoona menyingkirkan tangan Sooyoung dari lengannya.

“Aku gak perduli…” Sooyoung melorot dari kursinya. “Aku akan melakukan apapun untuk pergi dari sini.”

Jessica tersenyum dan bergumam. “Mungkin kau dapat menghabiskan waktumu untuk bermain video games dan minum bir.”

“Bagaimana dengan makanan ??” Yuri tertawa kecil sambil membersihkan meja didepannya.

“Bleck !!!” Gumam Sooyoung.

Jessica tertawa lalu berdiri, “Apakah ada yang melihat Maknae ??” Dia menuangkan kembali kopinya. “Seharusnya dia sudah bangun sekarang.”

“Dia pergi pagi-pagi sekali.” Sunny menyodorkan cangkirnya pada Jessica.

“Jinjja ??” Jessica menuangkan kembali kopi di cangkir Sunny. “Kemana ??”

“Dia tidak bilang. Dia membawa banyak buku, mungkin pergi ke perpustakaan.”

“Ah…” Jessica kembali ke tempat duduknya.

“Sudahkah seseorang memeriksa keadaan Taeyeon Unnie ??” Yoona mengubah topic pembicaraan.

“Tidak perlu.”

 

Lima member berpaling kearah seorang gadis yang berdiri di belakang mereka, di lorong.

Hening…

“Mwo ???” Gadis itu menyingrai sambil mengangkat alisnya.

“Bagaimana perasaanmu ??” Jessica menyeruput kopi hangatnya.

Taeyeon mengangkat bahunya lalu duduk di kursi. “Baik… kurasa…”

“Lapar ??”

Taeyeon mengangkat bahunya lagi. “Kurasa…”

“Akan ku buatkan sesuatu.”

Taeyeon menggelengkan kepalanya lalu berdiri dari kursinya. “Kau sedang makan, aku akan membuatnya sendiri.”

“Kau yakin ??”

Taeyeon tersenyum kecut. “Yeah…”

Sunny bergeser dari kursinya. “Taenggoo.. Yoona akan pergi mengujungi orang tuanya malam ini.”

“Oh… benarkah ?? Tapi ini sudah hampir minggu terakhir kita.”

“Ya…” Yoona menunduk menatap piringnya. “Aku hanya ingin pergi.” Yuna tersenyum palsu.

“lagi…”

“Selamat pagi…”

“Pagi Fanny…” Yuri tersenyum sambil berjalan menuju kamar mandi.

Tiffany berjalan menuju dapur. “Pagi TaeTae…”

Taeyeon tidak bergeming. Dia focus pada masakannya.

“Apa yang sedang kau buat ??” Tiffany mengintip diatas bahu gadis yang sedang membelakanginya. “Aku kelaparan..” Taeyeon masih tetap tidak bergeming.

“Taeyeon-ah..” Gumam Jessica, dia menatap gadis yang membuat suasana hangat ini menjadi canggung.

“Ya ??”

“Tiffany sedang berbicara padamu.”

“Mm..” Taeyeon mengangguk, dengan terampil membalik telurnya.

“It’s Ok..” Tiffany memaksakan senyumnya, suasana hatinya berkurang. “Aku akan makan sereal.” Tiffany meraih serealnya di lemari yang paling atas. “Apa yang sedang kalian bicarakan ??”

“Yoona.” Jawab Sooyoung.

Tiffany menuangkan sereal kedalam mangkuknya lalu menarik kursi kosong dari mejanya. “Oh ya… Wae ??”

“Pergi untuk mengunjungi orang tuanya.”

“Waw, lagi ?? Setidaknya mereka tinggal tak jauh dari sini, jadi tidak begitu mahal.”

“Yeah..” Yoona mengangguk. “Jadi apa yang akan kalian lakukan hari ini ??”

“Video game.” Sahut Sooyoung. “Aku berencana untuk menghabiskan sisa liburan ini di depan TV.” Dia memijat dagunya. “Kurasa aku harus membeli persediaan snack.”

“Apakah kalian tidak mencari Maknae ??” Ujar Sunny.

“Yeah…” Tiffany menyingrai. “Kau tahu, dia bisa mengatasi semuanya sendiri.”

“Mengapa kau tidak membiarkanku khawatir tentang itu ??”

“Yuri dan aku akan pergi belanja hari ini jika kau mau, kau boleh iku—.”

“Disini !” Tiffany tersenyum menunjuk kursi kosong disampingnya.

Jessica menoleh kebelakang, pada Taeyeon yang baru saja selesai menyiapkan makanannya. Dia berjalan lurus ke sofa dan duduk disana.

“Apa yang akan kau lakukan hari ini Fanny Unnie ??”

“Hmm…” Pandangan Tiffany tertuju pada seorang gadis yang sama sekali tidak mau melihatnya sejak dia masuk pagi tadi. “Oh… tidak banyak, aku akan tinggal di dorm.”

“Tidak ada kencan ??”

Ia melihat Taeyeon menyalakan TV. “Hmm… Oh?? Yeah..”

“Pasti sangat menyenangkan.”

“Mwo? Oh… Yeah….”

***

folding away my one heart
hiding my one tear
like it’s the first time we’ve seen each other, like we’re strangers
just pass by. it has to be like that.

“Kau tidak perlu melakukannya, kau tahu…” Jessica berdiri didepan Taeyeon yang sedang duduk di sofa.

“Mwo ??” Matanya terus menatap TV.

“Mengacuhkannya…” Jessica meraih remote dan mematikan TV. “Itu tidak akan memperbaiki apapun.”

Taeyeon menelusuri seluruh ruangan, “Dimana semua orang ??”

Jessica mengangkat bahunya. “Kau telah berada disini berjam-jam, jangan mengalihkan pembicaraan.”

Taeyeon mendesah, suaranya pelan. “Aku harus melakukannya Sicca, Jika aku melihatnya, jika aku berbicara dengannya.” Dia bersandar di sofa. “Aku akan lepas kendali… maka semua orang akan tahu…”

Jessica duduk disamping Taeyeon, merangkul pundaknya. Taeyeon menggelengkan kepalanya. “Aku tidak berpikir aku bisa menahannya.. dan semua orang akan mengetahuinya.”

“Kau masih bisa memberitahunya, kau masih bisa menjadi Taeyeon di ceritamu.”

Taeyeon mengejek, “Tidak… Aku tidak bisa Sicca… Semuanya sudah berakhir…” Taeyeon menghela nafas berat. “Aku tidak ingin membicarakan hal ini lagi…”

Jessica mendesah.. “Oke…”

Taeyeon melipat kedua tangannya di pangkuannya. “Gomawo sudah berada disana tadi malam…”

“Apa maksudmu ??”

“Untuk menggandeng tanganku dan… lainnya…”

“Hah… Aku—.”

“Sicca… aku memberi Yuri daftarnya, dan dia bilang dia akan menangani semuanya.” Sooyoung membungkuk sambil menyalakan TV dan membuka video gamenya.

“Hey… Lihatlah aku bermain game ini…”

“Apa itu ??”

Jessica menemui Yuri didepan pintu. “Bye…. Sampai jumpa nanti kalian berdua…”

“Dah..”

“Dah…” Sooyoung melemparkan kaset pada Taeyeon. “Silent Hill.”

***

 by myself, i say my love, send away my love
in the folds of the lonely accumulated memories, the tears hang

even if you’re far away, i hope that you’ll be happy
i bury my love deeply within my heart

Tiffany duduk di sofa menatap kosong kearah TV didepannya. Sooyoung melirik gadis dibelakangnya, dia menaruh stick di pangkuan Tiffany.

Tiffany mendesah dan berbaring. “Tidak sekarang Soo… aku sedang tidak ingin bermain saat ini.” Dia meletakkan kembali stick itu disamping Sooyoung.

“Tapi ini permainan favorite mu…”

Tiffany menutup matanya, berpaling dari Sooyoung. “Hanya ketika Taeyeon memainkannya.” Dia mendsah lagi lalu menatap Sooyoung. “Dia akan segera kembali kan ??”

Sooyoung mengangkat bahunya. “Kurasa… Maksudku, aku hanya memintanya untuk membeli soda, tidak akan pergi selamanya.”

Tiba-tiba pintu didepan terbuka. Tiffany melompat berdiri, “Hey Taeyeon…” Dia mengikuti Taeyeon ke dapur.

Taeyeon meletakkan dua kantong plastic di atas meja. “Di sini Sooyoung, diatas meja.” Dia langsung menuju kamarnya tanpa perduli untuk melepas mantelnya. Senyum Tiffany mulai memudar saat ia melihat Taeyeon berjalan begitu saja tanpa memperdulikannya sekalipun. Tiffany mengikutinya dari belakang. “TaeTae ??”

Taeyeon berhenti sejenak. Dia menyukai julukan itu. Dia lebih menyukainya jika Tiffany yang memanggilnya.

Anio…

Taeyeon menggelengkan kepalanya, dia tidak mau memikirkan tentang Tiffany lagi.

Tidak Tiffany…

Dia melangkah menuju kamarnya, lalu dengan pelan menutup pintu dibelangnya.

***

in the next world, when we are born
then, we’ll look at each other face to face
let’s be born so that we don’t lose weakly in front of fate again

Tiffany duduk didepan Taecyeon. Diginnya angin malam menembus tubuhnya. Dia melirik sekitar area VIP restoran yang elegan sebelum menatap Taecyeon. “Maaf…”

Taecyeon menyingrai, melipat kedua tangannya didepan dadanya. “Kau sudah mengatakannya berulang kali…”

“Aku janji itu tidak akan terjadi lagi.”

“Oh.. Benarkah ??”

“Yeah…”

“Kau sendiri tidak bisa memastikannya.”

Tiffany mendengus, “Jika aku bilang yakin, maka aku benar-benar yakin Taecyeon…”

Taecyeon mendorong piringnya menjauh, wajahnya melembut. “Mengapa kita melakukan hal ini kepada diri kita sendiri…”

“Mwo ??” Tiffany memiringkan kepalanya kesamping.

“Menempatkan diri kita dalam situasi seperti ini. Sejak kita mulai berkencan, semua yang kita lakukan hanyalah berdebat.”

“Ayolaah…” Tiffany menatap makanannya yang sama sekali tidak tersentuh. “ini tidak seburuk yang kau bayangkan.”

“Ini semua Tiffany ??” Taeyeon mendesah, menaruh kembali garpunya. “Kita harus menghentikan semua ini.”

“Kau memutuskan ku ??”

“Ya…” Taecyeon mengangguk, “Aku tidak ingin bermain-main dengan permainanmu. Ini sangat konyol.”

“Ini bukanlah permainan… aku benar-benar ingin berpacaran denganmu..”

“Benarkah ??” Taecyeon dia kembali menyilangkan kedua tangannya. “Mengapa ??”

“Karena….” Suaranya kembali menghilang.

Taecyeon menggelengkan kepalanya. “Kau bahkan tidak bisa memikirkan alasannya.”

“……………”

“Kau tahu, awalnya kupikir.. ‘oh… dia melakukan ini hanya karena dia ingin bermain-main denganku, dia tidak mungkin sebuta ini’ tapi kemudian aku menyadarinya. Kau benar benar jatuh cinta bahkan kau tidak menyadari bahwa kau sedang jatuh cinta.” Taecyeon menatapnya. “Bahkan itu bukanlah hal yang paling menedihkan, Bahkan saat aku berkata tentang hal ini, kau masih tidak mengeti apa yang sebenarnya kubicarakan. Maksudku, kau tahu seberapa banyak kau keceplosan hari ini ??” Dia member pelayan beberapa lembar uang.

“Apakah itu harus diselesaikan seperti ini ??” Tiffany mendengus. “Dan itu tidak sengaja, aku hanya kadang-kadang merasa bingung. Aku bilang aku menyesal..”

“Kau harus mendengarkan kata hatimu Fanny-ah…”

“…………….”

“Apakah ada yang kau ingin lakukan ??”

“……………”

“Silent treatment ??”

“…………”

Taecyeon menghela nafas berat. “Aku akan mengantarmu pulang.”

***

so that i may be a flower in front of you
i’ll sing a song for you
as one’s girl, as one man’s lover
i want to always live by your side 

“Apakah semua itu milik Sooyoung ??”

“Yeah.. dia tidak suka rasanya, jadi dia memberikannya padaku.” Sunny mengeluarkan sebungkus snack lalu menyodorkannya pada Jessica. “Kau mau ??”

Jessica menggeleng, berpindah dari tempatnya. “Aku tidak berminat.”

“Mm..” Sunny mengangguk, kembali menatap laptopnya. “Dia membeli enam bungkus.”

“daftarnya benar-benar konyol.”

“Aku heran seohyum belum muncul-muncul juga.”

“Aku belum melihatnya seharian ini.”

“Dia datang, kemudian pergi lagi.” Sunny mengangkat banhunya. “Dia mungkin sedang sibuk dengan hal-hal sekolahnya”

“Mm..”

“Berbicara soal maknae, ada apa dengan Yoong pagi ini ??”

“Huh ??” Jessica mendongak dibawah bukunya.

“Kapanpun kita membicarakan tentang Seohyun, dia akan bersikap aneh. Apakah kau berpikir mereka sedang bertengkar ??”

“Maknaes ?? Bertengkar ??” Jessica menggeleng. “Tidak pernah..”

“Hmm…” Sunny termenung, kemudian mengangguk. “Ya….kau benar.”

Sebuah ketukan lembut terdengar di balik pintu kamar. “Sunny ??”

“Masuk..”

Tiffany masuk kedalam kamar sambil menundukkan kepalanya. “Hei…”

“Ada apa Fanny-ah ??”

Isak tangisnya sangat pelan sehingga tidak terdengar oleh dua orang didepannya, “Tidak apa-apa..” Dia mengangkat kepalanya. “Apakah kau keberatan jika aku meminjam—Oh… kau sedang menggunakannya.”

“Mwo ??” Sunny memandang kearah laptop dipangkuannya. “Oh… kau ingin menggunakan laptopku, tentu… sini..”

Tiffany tersenyum lemah, “Gomawo.” Tiffany berjalan melewati Jessica yang sedang menutupi wajahnya dengan sebuah buku.

Sunny meletakkan mesin itu didepan Tiffany. “Kau baik-baik saja ??”

“Hm ?? Yeah…” Tiffany memaksakan senyumnya lebih baik lalu berjalan menuju pintu. “Aku benar-benar merasa ingin membaca sekarang ini.”

Sunny duduk lalu menatap Tiffany serius. “Tapi Fanny… cerita itu… menghilang…”

“Mwo ??”

“Waiting .. cerita itu sudah tidak ada lagi.”

“A—Apa maksudmu ??” Suaranya meninggi.

“Itu sudah dihapus dari situsnya, aku sudah memeriksanya saat pulang kerumah.”

“Tapi Kenapa ??”

Sunny mengangkat bahunya. “Mengapa kau teriak ??”

“Aku tidak berteriak !”

“Yah !! Seseorang sedang tidur !!” Jessica menyingkirkan buku dari wajahnya. “Fanny ??”

Tiffany berdiri gemetar di tengah ruangan, menarik laptop itu didepan dadanya.

Jessica dan Sunny saling memandang sekilas sebelum berdiri dari kasurnya untuk menenangkan Tiffany.

Tiffany menyerahkan kembali laptop itu kepada Sunny tanpa membalas tatapannya. “Tidak apa-apa Tiffany.” Sunny tersenyum. “Itu hanyalah sebuah cerita.”

Tiffany bergumam sesuatu yang tidak dapat Sunny mengerti.

“Hah ??”

“Tiffany ??” Jessica mengusap lembut bahu Tiffany. Sunny dari jauh hanya bisa menggelengkan kepalanya. Tiffany memeluk pinggangnya sendiri dan berjalan kearah pintu.

“Haruskah kita—??”

“—Tidak…” Jessica menggelengkan kepalanya, lalu kembali membaca bukunya. “Akan lebih baik jika kita membiarkannya tidur.”

***

by myself, i say my love, send away my love
in the folds of the lonely accumulated memories, the tears hang

even if you’re far away, i hope that you’ll be happy
my love, deeply within my heart…

“Yah Maknae… Apa yang kau lakukan disini ??”

“Hm ??” Seohyun membuka matanya lalu melepas Headphonenya. “Oh… Aku hanya sedang belajar..” Dia menguap, meregangkan tangannya diatas kepalanya.

“Lebih terlihat seperti tertidur..” Jessica tersenyum. “Mengapa disini ?? Mengapa tidak di tempat tidur ??”

Seohyun meletakkan bukunya di meja. “Aku tidak ingin mengganggu Yoona saat aku pulang tadi malam.”

Jessica tertawa, meregangkan tubuhnya, “Apakah kau sudah masuk kamarmu ?? Yoona tidak ada disini. Dia pergi mengunjungi orang tuanya kemarin malam. Oiya, aku baru ingat, kemana kau kemarin ?? Aku tidak melihatmu sama sekali.”

“Aku pergi ke beberapa toko.” Seohyun bangkit berdiri. “Yoona pergi ??”

“Ya… dia akan kembali dalam beberapa hari.” Jessica menutup resleting jaketnya. “Apakah kau melewatkan jogging kita ??”

“Hm.. Oh… Aku lupa… Mianhae Unnie… Aku akan ganti baju dulu..”

“Oke … Tidak usah mandi….” Teriak Jessica. “Kau akan berkeringat juga.”

Jessica melakukan pemanasan terlebih dahulu sembari menunggu Seohyun.

Dia melirik jam, sudah lima belas menit.

“Dia mungkin kembali tidur..” Jessica menggelengkan kepalanya lalu berjalan menuju lorong.

“Maknae ??” Jessica mendorong pintu kamar Seohyun dan membukanya, membiarkan cahaya matahari pagi merasuk kedalam kamar yang gelap. “It’s Okay.. jika kau terlalu lelah untuk—.”

Jessica terkejut. Seohyun menatap Jessica, dia terduduk dilantai. Berjuang untuk bernafas diantara isak tangisnya. “Mianhae Unnie… A—Aku—Aku—.”

Jessica berlari kearah Seohyun lalu berlutut dan memeluknya. “Sshh…” Gumam Jessica sambil membelai rambut Seohyun. “Kau tidak perlu meminta maaf padaku…”

though it hurts, though it will hurt, i will never cry
because there is no such thing as farewell in my love

when this life ends, in the next world, us two
let’s love, for sure. let’s love, for sure.
us two.

 -TBC-


Iklan

38 thoughts on “LOVE IS HARD Part 7”

  1. Dsni jessica adalah salah satu orang yg paling berjasa bwt taeyeon dn seohyun kayanya.. hehe
    dia dewasa dlm ngadepin maslah..
    ini yg gua suka dri sica di ff ini 🙂
    haduhh taeny blm selesai masalahnya, udh nambah lg sm yoonhyun..
    ni ff konfliknya WOW…

Komentar tidak dipungut biaya ✿ Tae♡Ny ✿

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s