One Shoot, SNSD, SOSHI FF

A KISS, LOVE AND A PRINCE [ONE SHOOT]

A KISS, LOVE AND A PRINCE [ONE SHOOT]

 

Author             : Sasyaa95 (Shin Min Rin aka 신민린)

Title                 : a Kiss, Love and a Prince.

Genre              : Yuri (Girl X Girl), Drama, Comedy, Romance.

 Cast                : TaeNy and SNSD Member.

Chapter           : One Shoot

Warning          : The genre in Yuri (Girl X Girl).

 

[PREMIS CERITA]

Taeyeon, seorang gadis berusia 18 tahun yang bersekolah di SMENT Girls High School terpilih menjadi ‘Prince’ dalam drama theater yang diadakan sekolahnya, dengan paksaan teman-teman sesama rekan theater nya, dia akhirnya menyetujui ide gila itu. Dia tidak menyangka, jika yang menjadi ‘Princess’ nya merupakan Hobae (adik kelas) yang selama ini dia naksir. Sampai akhirnya mereka melakukan ‘Rehearsal’ (Latihan) dan melakukan kesalahan yang mengakibatkan kekacauan SOSHI Theater yang diketuai oleh Im YoonA. Apa yang Taeyeon lakukan untuk memperbaiki kekacauan tersebut ?? Bagaimana reaksi Tiffany dan yang lainnya ??

[PREMIS CERITA END]

SOSHI Theater :

Taeyeon : Prince

Tiffany : Princess

Jessica : Step Sister

Sooyoung : Step mother

Yuri : Casting pemeran+asisten Yoona

Yoona : Leader of SOSHI Theater

Sunny : Tata Costum+Make Up

Hyoyeon : Tata Panggung

Seohyun : Penulis naskah dan mengatur jalannya drama.

Taeyon Pov

“What the hack ?? Aniyah…” Teriakku pada mereka. Aku masih tidak percaya. Mereka mengambil keputusan seenaknya saja. Tentusaja aku menolaknya. Ide gila apalagi yang akan mereka lakukan padaku ??

“Ayolah Taeng… kita benar-benar membutuhkanmu.” Mohon Yoona dengan Aegyeonya yang bisa disebut gagal. Menjijikkan sekali, kenapa semua gadis selalu memamerkan Aegyeo mereka. Apalagi gadis cebol yang berdiri di ujung ruangan sana sambil membolak-balik kostum yang sudah digantung dengan rapih di tembok sanggar kami.

“Why me ?? Kenapa aku yang kalian pilih menjadi Prince ?? Coba tengok Yuri kulitmu yang gelap cocok banget tuh. Lalu Sooyoung dia kan lebih tinggi, pantes banget jadi… ehm… prince. Atau kau sendiri Yoong..” Kataku sambil menunjuk mereka satu persatu mencoba yang tebaik untuk meyakinkan mereka. Badanku bergidik, merinding membayangkan aku memakai texodo, membawa setangkai bunga mawar, lalu berlutut dihadapan Princess dan berkata ‘Tuan putri, dengan sepenuh hati aku mencintaimu, maukah kau menerimaku menjadi pendampingmu? Aku berjanji akan menjagamu sampai akhir hayatku.’ Dihadapan banyak orang. Mau ditaruh dimana mukaku ?? Digantungin di pasar kembang ??

Yoona menghela nafas panjang. “Tidak bisa Taeng. Yuri kan membantuku mencari casting pemeran dan Sooyoung cocok banget jadi Ibu tiri yang kerjaannya nyiksa tuan putri.. hehehe.” Yoona nyengir lalu melanjutkan lagi. “Dan aku adalah leader disini. Jika aku dan atau Yuri ikut andil dalam peran yang berbobot dalam pertunjukan ini, lalu siapa yang akan melatih kalian semua ?? Loe ??” Kata Yoona sambil menatapku dengan tatapan seolah merendahkanku. Aku tidak menggubris kata-kata terakhirnya. Pikiranku tertuju pada satu pokok permasalahan yang seharusnya kusadari dari tadi. Why the hell aku tidak kepikiran dari tadi sih ?? Bad Memory…

“Yang mengingatkanku, siapa yang jadi Princess ??” Aku menatap Yuri dengan tajam setajam silet. Yuri yang menyadari tatapan mematikanku hanya bisa nyegir kuda sambil senyam senyum pada Jessica yang sedari tadi cemberut dan memonyongkan bibirnya yang tipis. Aku bisa melihat aura gelap Jessica mengelilingi tubuhnya yang memenuhi sanggar Theater kita. Shit !! HellSicca is back !!

“Seharusnya aku yang jadi Princess.. huh…. Yul… dari dulu kau kan selalu bilang kalo aku secantik Princess di negeri dongeng. Tapi mengapa kau lebih memilih dia ?? Apa kau pikir dia lebih cantik daripada aku ??” High pitched voice Jessica menggema di gendang telingaku. Dia benar-benar dalam mode HellSicca. Aku melihat keseliling, semua orang sedang mencoba yang terbaik untuk menutupi indera pendengaran mereka yang bisa saja pecah kalau dolphin Jessica berteriak lagi.

Dia ??

“A… tidak bisa Sicca… ciuman itu… eh.. maksudku, muka cantikmu itu cocok sekali menjadi saudara tiri princess. Seharusnya, princess itu bermuka kalem dan innocence kan ?? Lagipula aku tidak mau kau dibentak-bentak dan disiksa oleh tiang listrik itu.” Gagap Yuri sambil tertawa gugup dan menunjuk Sooyoung yang sedang berlatih dialognya dengan Maknae yang sedari tadi hanya bisa pasrah menjadi objek sasaran latihan marah-marah Sooyoung. Aku menggelengkan kepalaku…

Maknae yang malang… ckckck…

“Lagi pula Maknae kan pure dan innocence. Kenapa kau tidak memilihnya ??” Jessica tetap mempertahankan egonya untuk mengintimidasi Yuri yang entah karena alasan apa menolak Jessica menjadi princess. Well, over all.. aku sangat bersyukur karena Yuri tidak memilih HellSicca menjadi Princess. Kalau iya bisa-bisa aku kabur dari sini. Well, siapa yang mau berlatih dengannya terlebih kalau dia dalam mode HellSicca, Dolphin Sicca atau yang paling mengerikan Ice Sicca ?? Bisa-bisa aku dibuat membeku olehnya sebelum aku sempat tampil dihadapan banyak orang.

Saat Yuri akan membuka mulutnya untuk menjawab pertanyaan atau lebih tepatnya pertanyaan Jessica, tiba-tiba Yoona membuka mulut dan menjawabnya. “Seohyunnie, dengan otaknya yang cemerlang aku membutuhkannya untuk menulis naskah drama dan membantuku bersama Yuri mengurusi jalannya drama ini.” Kata Yoona sambil memberi Seohyun sebuah wink. Seohyun hanya tersenyum lemah pada Yoona, seolah mrminta pertolongannya agar terlepas dari jeratan Sooyoung yang sedari tadi memakinya. Yoona yang melihat pemandangan itu sontak berjalan menghampiri mereka, ehm.. lebih tepatnya menghampiri Maknae yang malang lalu membentak Sooyooung yang tercengang di sudut ruangan.

“Yah !! Apa yang kau lakukan ??” Aku dapat medengar Yoona berteriak di ujung paru-parunya.

“Mwo ?? Aku sedang berlatih ibu leader.. seperti yang kau perintahkan.” Protes Sooyoung seolah mendeklarasikan ketidak adilan yang diterima seorang bawahan.

“Mwo ?? Berlatih ?? Actingmu buruk sekali !! Sini !! Kuajarkan cara acting seorang step mother yang benar.” Balas Yoona berdiri didepan Sooyoung, bersiap akan memarahinya seperti di naskah yang diberikannya tadi. Kasihan sekali aku melihat Maknae yang malang ini, hanya bisa melihat Sunbae (Senior) yang dengan seenaknya mengintimidasinya tanpa berani melawan.

Aku melirik kearah Jessica, What the hell ?? Bisa-bisanya dia tertidur dalam situasi seperti ini ?? Baru beberapa menit yang lalu dia menggerutu dan menginterogasi Yuri tentang mengapa bukan dialah yang menjadi princess, dan sekarang dengan tenang dan damai tertidur dipundak Yuri yang masih cengar-cengir merasa terselamatkan dari amukan monster dari segala monster didunia ini.

“Sunny ??” Tiba-tiba aku mengingat gadis cebol itu, well setidaknya dia lebih pendek dariku, jadi masih cocok-cocok saja bukan ?? Sunny menoleh padaku sambil tersenyum.

“Kau ingin dia yang jadi princess ??” Tanya Yuri dengan tatapan seolah tak percaya. Aku balik menatapnya dengan taapan “Well, why not ??” Yuri menghela nafas berat lalu menatapku dalam.

“Kau ingin kita bermain drama atau Aegyeo battle ??” Kata Yuri lembut tapi tajam, mencoba yang terbaik untuk, mencoba untuk tidak membangunkan Sleeping beauty dipundaknya. Aku menelan ludah, kata-kata itu seolah membawaku kembali mengingat hal yang seharusnya kupikirkan dari awal. Kurasa, ide bagus Yuri tidak memilihnya sebagai Princess atau aku akan muntah setiap kali dia mengeluarkan jurus andalannya. Memang, lebih baik dia menjadi makeup artist dan tata kostum saja.

“So, Who is SHE ??” Kataku menekankan kata SHE. Aku menggerutu pada diriku sendiri, kenapa sekolah ini hanya menerima murid perempuan saja. Padalhal akan lebih baik jika ada murid laki-laki disini. Aku bisa bermain dengan mereka. Memang, dari kecil aku jarang dan hampir tidak pernah bermain dengan anak perempuan, boneka atau makeup dan sebagainya. Mungkin, inilah alas an mengapa mereka memilihku sebagai ‘Prince’ karena aku Boyish ?? Maybe…

Yuri menjentikkan jarinya, seketika itu Yoona berlari keluar dan beberapa menit kemudian dia masuk bersama seorang gadis dibelakangnya. Seorang gadis cantik, berkulit putih mulus seperti porselen dengan rambut panjang, coklat caramel, dan poni yang menunjukkan betapa anggunnya dia. Lekuk tubuhnya sangat sempurna seperti sosok seorang malaikat. Aku menatap wajahnya dengan lekat.

“Tif… Tiff.. a….ny ??” Desahku pelan, tanganku gemetar lalu naskah yang tadi kupegangpun terjatuh. Dia menatapku sambil tersenyum cerah. Secerah mentari pagi ini.

“Sunbae-nim…” Katanya lalu membungkuk padaku. Aku membalas senyumnannya dengan gugugp

Relax Tae…. Santai…

YoonYul memandangku seolah tak percaya. “Kalian berdua….. sudah saling….. mengenal ??” Tanya Yuri shock. Tiffany mengangguk mantap.

“I…Iya….” Jawabku mencoba menenangkan diriku sendiri. Aku mengingat pertemuan kita beberapa waktu yang lalu.

[Flashback]

“Auch….” Aku merasakan kakiku tersandung sesuatu saat akan berjalan keluar kelas, aku menundukkan kepalaku. Ouch…. Shitt.. tali sepatuku terlepas.

Aku membenarkan tali sepatuku yang terlepas, didepan kelas.

Satu, dua, tiga… Aku menghitung seirama dengan gerakan tanganku menarik dan mengulur tali sepatuku, tiba-tiba aku mendengar seorang gadis tertawa lepas, aku mendongakkan kepalaku, aku melihat sesosok malaikat tertawa dan tersenyum cerah, oh may God… she is perfact… her eye smile… oupz…who is she ?? What is her name ?? I wonder why is an angel right in front of me ?? Oh heaven…. Aku terus melihatnya dan melupakann tali sepatuku, bak ketiban duren runtuh, dia melihatku… oh God… dia menatapku.. aku melihat matanya yang tampak sangat polos. Dia tersenyum cerah padaku, God… padaku ?? Aku balik tersenyum padanya dalam posisi membungkuk membenarkan tali sepatuku. Aku membuka kakiku, akan berjalan kearahnya.. tapi….

“Brukk….” Aku merasakan kepalaku menatap lantai yang dingin, “Ouchhhh….” Sakit sekali… lututku… Aku mencoba berdiri tapi gagal, aku merasakan seseorang merangkulku dan membantuku berdiri, aku mendongak ke samping,

Shit.. gadis itu…. Rasa khawatir tersirat di wajahnya, aku bisa melihatnya dengan jelas.

“Kau baik-baik saja ?? Apa ada yang terluka ??” Tanyannya meneriksaku dari kepala sampai ujung kaku, lalu dia mencoba menahan tawa sambil membungkam mulutnya. Aku mengerutkan alisku, aku mengikuti tatapan matanya, mengarah kekakiku, eh… lebih tepatnya di tali sepatuku. What the hell ?? Aku menalikan kedua sepatuku jadi satu ?? Pantas saja tadi aku terjatuh… Aish… memalukan sekali.

Aku menundukkan kepalaku, sial… kenapa aku bisa-bisanya terjatuh disaat saat seperti ini sih ??

“Sunbae-nim ??” Wajahnya tampak menyesal. “Maaf, aku tidak bermaksud….”

“Gwaenchana… jangan salahkan dirimu, salahkan tali sepatuku yang menali seperti ini. Hehehe…” Aku tersenyum dorky. Dia tertawa, menunjukkan garis bulan sabit di lekuk matanya yang indah. “Kim Taeyeon, M2.” Aku mengulurkan tanganku padanya sambil tersenyum.

“Aku suda tahu… Tiffany imnida, M1.” Dia membalas uluran tanganku.

“Darimana kau tahu ??” Tanyaku tak percaya.

“Siapa di sekolah ini yang tak mengenalmu Sunbae-nim ?? Hehehe… Salahsatu vocalist terbaik di sekolah ini.” Dia menggembungkan pipinya, imut sekali…

“Hehehe….”

[Flashback end]

“Well, good then, OK Tiff… Taeyeon ini akan berperan menjai ‘Prince’ di drama ini.” Kata Yoona meyakinkannya. Mata Tiffany melebar, Kaget, Shock ?? Entahlah yang dapat kulihat hanya sosoknya yang sempurna.

“Jinjja ??” Tiffany menaatapku, lalu merubah garis matanya menjadi bulan sabit. Aku mengangguk, well siapa yang tahan menatap lekuk mata indahnya ?? Semua fikiranku seolah hanya terfokus padanya.

“So, itu artinya kau setuju Taeng ?” Tanya Yuri masih tak percaya. Aku mengangguk lagi sambil tersenyum dorky.

“Mohon bimbingannya…” Katanya sambil membungkuk padaku.

“Aku belum pernah melihatnya sebelumnya…” Gumam Sooyoung.

“Yap.. dia ini baru bergabung dengan grup kita.” Jawab Yuri tanpa melepaskan pandangannya pada gadis disebelahnya.

“Baru, huh ?? Langsung jadi princess.” Protes Sooyoung. Aku melihatnya menundukkan kepalanya.

“Mwo ?? Meskipun begitu, dia di casting juga kok… so, jangan khawatir. Dia bagus juga dalam berakting… Lagian, dia sama Taeng cocok banget kok. Taeng pasti bisa membantunya.” Kata Yoona meyakinkan. Aku merasakan wajahku semakin memanas. Sial, Im YoonA….

“Guys… Ayo latihan… Festival akan dimulai 2 minggu lagi… kita harus latihan… Ayo latihan…” Yoona menepuk-nepukkan kedua tangannya didepan semua member satu persatu. “Yah !!” Jerit Yoona didepan muka Jessica yang sedang tertidur pulas. Yuri menatap Yoona dengan tatapan mematikan. Aku bergidik ngeri melihat mereka. Kurasakan Tiffany juga ikutan bergidik. “Jessicca, kau ingin memerankan Princess kan ??” Kata Yoona mengabaikan tatapan Yuri. Jessica sontak membuka kedua matanya lebar-lebar lalu berdiri tegak dan menatap Yoona dengan mata yang berbinar-binar.

“Jinjja ?? Yeah.. aku mau….mau…!!” Teriak Jessica antusias.

“Tunggu drama selanjutnya berjudul ‘Sleeping Beauty’.” Balas Yoona lalu nyelonong pergi menghampiri Seohyun yang sedang membolak-balik naskah drama yang barusaja selesai ditulisnya dan meninggalkan Jessica, lebih tepatnya HellSicca yang sudah siap mencengkram Yoona, untung saja Yuri memegangi kedua tangannya supaya HellSicca mode ON tidak mengacaukan suasana.

“Yah !! Buruan latihaan…. !!” Teriak Sooyoung dengan muka siap untuk menerkam korbannya. Sontak saja Seohyun berlari keluar sanggar diikuti oleh Yoona yang entah mengapa selalu membuntuti si innocence maknae. Aku dan Tiffany gelagapan, aku melihatnya membuka naskah yang sedari tadi dia genggam. Aku menoleh kiri, kanan, seperti orang ling lung. Aku bingung apa yang harus kulakukan sekarang. Lagipula, mana naskahku ??

Dia tersenyum padaku lalu membungkuk, mengambil sebendel kertas tepat dibawahku lalu menyodorkannya padaku sambil tersenyum.

“Ini punyamu kan ??” Tanyanya masih dengan senyuman yang sama. Aku melihat sampulnya bertuliskan ‘prince’ dengan huruf yang dicetak dengan warna keemasan. Aku tersenyum lalu membungkuk tanda terima kasih.

_____________________________

Tiffany Pov

“Tuan putri, aku akan menyelamatkanmu dari kutukan ratu yang……” Taeyeon Sunbaenim berlutut padaku lalu bergerak seolah olah akan menyerang Sooyoung.

“Kau pikir kau siapa ? Berani-beraninya………….”

“Ya… kau pergi dari sini……” Teriak Sooyoong dan Jessica bersamaan.

“Ya !! Bukan seperti itu….” Kata Yoona. “Begini…” Yoona menunjuukan mimic wajah yang aneh pada Sooyoung. “Aish… Jess…” Yoona berbalik pada Jessica.

Aku dan Taeyeon Sunbae-nim benar-benar tidak bisa berkonsentrasi saat ini. Sanggar ini berisik sekali.. Aku melihat wajah Sunbaenim terlihat kesal. Aku juga merasa terganggu.

“Kita pindah tempat saja Yuk Fanny-ah…” Ajak Taeyeon Sunbaenim padaku. Aku hanya menagguk saja, karena kurasa itu merupakan ide yang paling baik saat ini. “Yoong…. Aku sama Tiffany gak bisa konsen nih… kita pindah aja ya…” Kata Taeyeon Sunbaenim pada Yoona yang sedang mengajari Jessica membuat mimic wajah yang benar. Yoona hanya mengangguk,

“Eitss….” Yoona menjentikkan jarinya. “Sebentar Taeng… kau bisa menggunakan sanggar sebelah, kayaknya gak kepake tuh…” Yoona menunjuk ruangan di seberang sanggar kami. Taeyeon sunbaenim mengerutkan dahinya lalu mengangguk dan menggenggam tanganku, rasanya hangat sekali…

________________________________

Author Pov

Tiffany duduk disebuah kursi ditengah ruangan, dia terlihat sangat berkonsentrasi dengan naskahnya, sedangkan Taeyeon sedang membolak-balik naskahnya, penasaran dengan apa saja yang akan dia lakukan nantinya.

Tanpa sengaja Taeyeon membuka halaman terakhir meskipun  bukan paling akhir, dia mengerutkan kedua alisnya, tampak mempelajari dialog yang akan dimainkannya. Taeyeon memijat dagunya menggunakan ibu jari dan jari telunjuknya, tampak sedang berpikir keras, entah apa yang merasukinya, tiba-tiba dia mebuka pita yang digunakan untuk menguncir rambutnya lalu berjalan mendekati Tiffany.

“Sunbae-nim…” Gumam Tiffany yang bingung dengan aksi Taeyeon yang tiba-tiba menali kedua tangannya di belakang punggungnya menggunakan pita rambut Taeyeon.

“Mungkin seperti ini rasanya….” Kata Taeyeon lembut pada dirnya sendiri. “Lihat.. sekarang kau tidak bisa bergerak….” Katanya lalu membelai lembut rambut Tiffany. Membiarkannya tergerai indah menggantung di bagu dan punggungnya bak seorang putri.

Tiffany yang kaget dan tercengang hanya bisa terdiam dan melihat aksi Taeyeon.

“Aku ajarkan padamu…. Bagian ini….” Kata Taeyeon sambil membuka naskah di depan muka Tiffany. Jantung Tiffany berdetak sangat kencang, saat Taeyeon lebih mendekat kearah Tiffany. “Baca bagian ini….” Perintah Taeyeon pada Tiffany dengan muka datar tapi menatap tajam pada Tiffany.

“K—Kau… seharusnya tidak perlu melakukan hal itu, prince…. Itu akan membuatku semakin bersalah, jika aku punya kekuatan magis, aku akan merubahmu menjadi batu…. Kemudiaannn…..” Kata Tiffany gugup, tapi Taeyeon memotong kata-katanya.

“Aku akan membuatmu terukir abadi didalam hatiku, aku akan membersihkan luka hatimu dengan sebuah ciuman.” Kata Taeyeon lalu menelungkup dagu Tiffany, menaikkannya dan menatap matanya lekat.

“U—Uh.. dengan sebuah ci—um…??” Perlahan, Tiffany merasakan hembusan nafas hangat Taeyeon yang semakin dekat, Taeyeon memejamkan matanya, lalu menecup bibir Tiffany sekitar beberapa menit. Tiffany tidak bergerak, tidak berkedip maupun menutup matanya, dia hanya duduk disana dan tercengang dengan kejadian barusan, dia masih bisa merasakan sesuatnu yang sangat lembut menyentuh bibirnya dan mengalirkan rasa hangat keseluruh tubuhnya.

Taeyeon melepaskan ciuman itu lalu mundur beberapa langkah dan meninggalkan Tiffany dalam keadaan yang sama seperti sebelum dia melakukannya.

_________________________

“Mwo.. kau… men….. ci…. ??” Tanya Yoona seolah tak percaya.

“Aku tidak mengerti mengapa kau jadi marah, aku membuka bagian akhir dan membaca adegan itu, jadi aku berlatih juga.” Jawab Taeyeon enteng seolah tidak ada yang salah dengan ucapannya barusan. Yoona yang merupakan ketua club theater semakin merasa gemas pada Taeyeon.

“Tapi seharusnya juga kau tidak usah menciumnya seperti itu.” Sela Yoona sambil membenarkan poni yang sedari tadi menutupi hampir seluruh mata kanannya.

“Apalagi kau menali tangannya di belakang punggungnya. Apa kau orang yang sering berbuat mesum ?? Idiot…” Sahut Sooyoung dengan tatapan mematikan sambil meletakkan kedua tangannya di pinggulnya lalu bergeleng-geleng.

“Tapi aku tidak tahu kalau ada adegan yang seperti itu.” Kata Jessica sambil meregangkan kedua tangannya diatas kepalanya.

Sooyoung mengerutkan dahinya lalu melirik Seohyun yang sedang sibuk menata beberapa lembar kertas didepan mejanya. Jari-jarinya dengan lihai memilah-milah sehelai demi sehelai kertas lalu membaliknya dan meletakannya seperti semula. Merasa dia sedang diperhatikan oleh beberapa pasang mata, Seohyun lalu mendongak dan melihat sekitar, lalu tersenyum polos seolah tahu apa yang mereka semua pikirkan.

“Tidakkah itu manis, kita harus menambahkan adegan yang seperti itu, untuk menarik perhatian penonton.” Jelasnya lalu kembali pada dunia kertasnya. Semua hanya mengangguk-angguk dengan statement yang diberikan oleh si brilliant maknae.

“Meskipun kita melakukannya untuk menarik perhatian penonton, aku masih tidak bisa percaya kau melakukannya, setidaknya tidak sekarang, kita hanya melakukan rehearsal.” Sooyong tetap saja pada argumennya.

“Dia pasti akan merasa aneh saat ini. MINTA MAAF PADANYA SAAT INI JUGA.” Yoona menepuk jidatnya dengan telapak tangannya dengan penuh frustasi.

“Sulit menemukan gadis yang seperti dia.” Gumam Yuri dan langsung diberi tatapan mematikan oleh Jessica. Yuri hanya tersenyum dan memberikan tanda V pada kedua jarinnya.

Tepat pada saat itu juga, mereka semua melihat Tiffany berjalan lemas dan linglung melewati sanggar mereka, wajahnya murung dan berjalan menunduk. Dia masih bingung untuk menyadari apa yang barusaja terjadi.

“Tiffany….”

“Fanny…..” Semua anggota berusaha untuk menyapanya, tapi dia tidak bergeming sama sekali, sampai Yoona menggeretnya masuk kedalam sanggar.

“Aku mau pulang kerumah sekarang.” Katanya masih dengan menundukkan kepalanya.

“Hey… apa kau tidak melanjutkan latihan hari ini ?? Apakah baik-baik saja ?? Kau kan pemeran utama di drama ini.” Kata Sunny lembut seolah mencairkan suasana yang sudah semakin menegang.

Tiffany menggelengkan kepalanya lalu berjalan lemas keluar sanggar, semua hanya melihatnya dan membiarkannya pergi sejenak, mungkin dia hanya perlu menjernihkan pikirannya.

_______________________

Beberapa hari kemudian……..

Tiffany Pov

Aku sedang duduk di bangku taman, menikmati udara sejuk di sekolah. Aku sedang memikirkan sesuatu dengan serius, sesuatu yang mengganggu pikiranku akhir-akhir ini.

“Apa yang sedang mengganggu pikiranmu ??” Tanya Sooyoung tiba-tiba muncul di sampingku dan duduk disebelahku.

“……Sooyoung… apakah kau pernah berciuman dengan seseorang.” Tanyaku tiba-tiba. Pertanyaan yang sangat bodoh, tapi aku tidak bisa membiarkannya membalut otakku beberapa hari ini. Aku masih bingung dengan itu, aku masih bingung dengan sikap Taeyeon sunbaenim yang seolah berubah padaku.

“M—Mwo ?? W—Wae ??” Tanya teman sekelasku ini gelagapan. Aku hanya menatapnya berusaha agar dia memberikan jawaban serasional mungkin. Tiba-tiba dia berdiri didepanku dan menunjjuk-nunjukk kepalaku dengan jari telunjuknya, seolah sedang mengajari anak kecil tentang apa yang seharusnya dia lakukan. “Coba bayangkan dirimu berciuman dengan seseorang yang kau sukai, dan jika kau tidak berpikir itu buruk, itu artinya kau menyukai pria itu.” Katanya sambil tertawa gugup. Aku hanya menatapnya datar, tanpa emosi sedikitpun yang muncul dalam wajahku, semua emosiku bergejolak dalam hatiku, aku bingung apa yang sebenarnya kurasakan saat ini.

“Aku pernah membayangkan tentang berciuman dengan banyak idola atau pria yang kupikir akan sangat keren. Kupikir, ciuman pertamaku dengan seorang pria yang gagah dan tampan, meskipun pria normal, tapi tampak seperti pangeran untukku.” Gumamku.

_______________________

Taeyeon Pov

Aku merebahkan diriku di taman rumput yang ada di halaman sekolah, dibawah pohon yang sangat rindang. rasanya tenang sekali disini, sejuk, damai, aku sering kemari untuk menjernihkan pikiranku. Aku menghela nafas panjang, seirama dengan angin yang berhembus menyibakkan beberapa helai rambutku. aku masih memikirkan kata-kata gadis itu tadi…

Pangeran……..  yang gagah…….. dan tampan

Tanpa sengaja tadi aku menguping pembicaraannya bersama Sooyoung.

Mengapa aku harus minta maaf ??

Aku berguling di rerumputan itu, rasanya hangat sekali, sinar matahari menerobos celah-celah daun pohon rindang di atasku.

Atau….

Aku memejamkan mataku, membayangkan betapa indahnya sosok beberapa hari yang lalu kucium.

Dia sangat cantik…. Seperti sinar cahaya matahari sore yang menyemburat bersinar di rambutnya yang indah. Membuatnya berkilauan, bulu matanya yang panjang dan lentik, membuat bayangan di pipinya yang lembut. Lekuk matanya yang berubah menjadi bulan sabit saat dia tersenyum, membuatnya semakin mempesona.
Tapi…..

Seharusnya aku tidak usah menalinya seperti itu, dia seperti ketakutan dan ketika aku melepaskannya, itu seperti dia terbang menjauh dariku.

“Ssst…ssstt…sssttt…. Rustle…. Rustle… rustle…. Blah… blah… blah..” Aku mendengar suara berisik dari balik semak, aku merangkak lalu mengintipnya sedikit.

“Aku minta maaf, tapi aku mengatakan pada Taeyeon untuk meminta maaf padamu. Tapi…..” Kata Yoona pada Tiffany. Aku mendengar pembicaraan mereka secara intens.

“Kita mendengar apa yang terjadi…” Kata Seohyun mencba menenangkan suasana.

“Fanny-ah… maukah kau kembali berlatih bersama kami lagi.” Kata Yuri mencoba membujuknya.

“Kita tahu, bagaimana perasaanmu, tapi aku yakin Taeyeon Unnie tidak melakukannya dengan sengaja.” Kata Maknae sambil tersenyum meyakinkan.

“…………….”

“Yeah… aku yakin dia tidak bermaskud untuk menyakitimu.” Sahut Yuri. “Mungkin…” Tambahnya.

“Kau tahu kan dia sedikit…… aneh……” Kata Yoona seenak jidatnya saja. Dia tidak tahu apa kalau aku sedang mengamati mereka dari sini. Dasar mereka semua…

“Kau akan berlatih lagi kan ??”

“…..”

­­________________________

Tiffany Pov

Aku mencoba memikirkan apa yang barusaja mereka semua katakan.

Mungkin Taeyeon sunbae-nim hanya terlalu mendalami peran yang dia dapatkan. Bukankah dia selalu seperti itu, setiap kali aku melihatnya bernyanyi di panggung dalam beberapa acara sekolah, sepertinya dia sangat menghayati apapun yang dia lakukan.

Aku mengerti….

Ini tidak seperti dia melakukannya dengan sengaja…

“Sun…. bae… nim….” Aku masih terus membayangkan saat bibir lembutnya menyentuh bibirku dan nafas hangatnya menembus pori-pori kulitku. Rasanya sangat sulit di jelaskan. Aku seperti terbuai oleh kharismanya yang sangat kuat. Meskipun dia seorang gadis yang cute, tapi…. Saat itu… dia….. benar-benar….. cool…..

Aku membayangkannya berlutut di hadapanku, dengan tangan kanannya memegang dada kirinya. Dia menggunakan kostum bak seorang pangeran yang charming dan aku menggunakan gaun berwarna pink yang menjuntai menutupi telapak kakiku, dia menatapku dalam dan lembut.

“Aku akan menjadi seekor burung, atau sebuah batu atau apapun yang lain yang kau inginkan aku untuk menjadi pangeranmu, seseorang yang memancarkan cinta padamu, seseorang yang ada dalam sorotan matamu, satu-satunya orang yang menciummu…”

Meskipun begitu, tapi itu adalah ciuman pertamaku…..

Aku menggeleng-gelengkan kepalaku, mencoba menjauhkan pikiranku dari semua itu, tanpa kusadari air mataku mengalir melalui sudut-sudut mataku, pandanganku sudah mulai kabur dan berkaca-kaca.

“Oh.. aku minta maaf Unnie.. kami tidak bermaksud untuk menjahilimu… kami hanya……”

“Festifal sekolah tinggal seminggu lagi, dan jika kau benar-benar tidak bisa melanjutkannya, maka kita harus mencari seseorang untuk menggantikanmu sekarang juga.” Kata Yuri.

Seseorang yang akan melakukan hal ini dengan Taeyeon sunbae-nim ?? Berciuman ?? Aku tidak bisa membayangkannya, dadaku rasanya sesak sekali memikirkannya… apakah ???…..

“Aku…………..”

_______________

Author Pov

Tiffany berjalan sendiri melewati taman, tiba-tiba sepasang tangan menghentikannya. Tiffany membalikkan badannnya.

“Sun…bae…nim ??” Gumamnya.

“Jika aku meminta maaf padamu, apakah kau mau tetap melanjutkan drama ini ??” Tanya Taeyeon  melirik kearah Tiffany.

“Itu… itu… kau tidak perlu meminta maaf…” Jawab Tiffany gugup sambil menundukkan kepalanya.

“Lalu, apa yang harus aku lakukan untuk membuatmu memaafkanku, apa yang harus aku lakukan untuk membuatmu kembali memerankannya ??” Tanya Taeyeon serius.

“……… apakah ini mengganggumu ?? siapa yang memerankan princess ?? mengapa kau sungguh menginginkanku melakukannya ??” Tanya Tiffany menatap Taeyeon.

“Itu… karena aku tidak ingin orang lain yang melakukannya.” Jawab Taeyeon sambil menendang-nendang pasir didepannya menggunakan kaki kanannnya, menandakan bahwa dia sedang malu dan gugup. “Aku mengatakan hal ini karena kau akan memainkan peran seorang princess.” Lanjut Taeyeon.

“Wae ??” Tiffany masih bingung dengan jawaban Taeyeon.

“Aku…. Tidak bisa….. mencium…………. Gadis yang tidak aku sukai……” Jawab Taeyeon sambil meggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.

“Mwo ??” Tiffany masih tidak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar.

“……………….”

“……………….”

“Aku rasa…… aku…….”

“…….uh……………..”

“Aku menyukaimu Fanny-ah…….” Kata Taeyeon sambil tersenyum gugup. Tiffany hanya menundukkan kepalanya.

“Oh, kita tidak sedang membicarakan tentang hal ini…. Um…. Jadi… tentang festifal sekolah…….” Taeyeon melihat sebutir air mata menetes dari pipi lembut Tiffany.

“Mwo ?? Mengapa kau menangis ?? Apa aku mengatakan sesuatu yang buruk ?? Um… aku akan meminta maaf, um……” Taeyeon panik sambil berusaha menenangkan Tiffany.

“Sunbae-nim……” Tiffany mengusap kedua matanya dengan tangan kanannya. “Katakan itu sekali lagi………. Jika kau melakukannya…… aku akan memaafkanmu…” Kata Tiffany lalu berlari kepelukan Taeyeon sambil tersenyum dan menangis bahagia.

_______________________

Hari H…

Taeyeon dan Tiffany sedang berada diruang ganti untuk fitting kostum. Diluar sanggat banyak sekali murid yang antusias dan mengantisipasi drama itu.

“Ada banyak sekali orang disini, SOSHI Theater Club sangat popular, ya kan ??” Kata seorang murid dengan antusiasnya.

“Hey.. tidakkah ini menarik, salah satu temanku memerankan peran utamanya.” Kata salah seorang lagi.

Sementara, didalam ruang ganti…..

“Ada banyak sekali orang diluar, Sunbae-nim…..” Kata Tiffany mencoba menenagkan rasa gugupnya.

“Hmmm…” Jawab Taeyeon datar, karena walau bagaimanapun dia sudah terbiasa naik diatas panggung. “Kau tahu……” Taeyeon mengusap dagunya.

“Apa ?? Ada apa ??” Tanya Tiffany menghampiri Taeyeon.

“Aku telah memikirkan hal ini, dan aku seharusnya meminta maaf tentang apa yang sudah kulakukan padamu…” Kata Taeyeon serius.

“N…ne ??”

“Well, saat kau berpikir tentang ini, ciman adalah sesuatu yang semua orang pasti akan lakukan, kan ?? Seperti prince dan princess ….”

Setelah semua yang terjadi…

“Jadi, kurasa kita harus……. Melakukannya….” Kata Taeyeon sambil tersenyum dorky.

Tiffany berjalan kearah tembok dan menggaruknya,

Aku memerankan seorang princess saat ini, jika aku menagis, maka aku akan merusak semuanya. Batin Tiffany.

“Apa yang salah Fanny-ah ??” Tanya Taeyeon polos melihat tingkah laku aneh Tiffany.

Dug…. Dug…

Tiffany memegang dadanya. “Tidak apa-apa… itu hanya jantungku berdebar sangat kencang dan aku merasa sedikit pusing.” Jawab Tiffany mencoba mengalihkan topic pembicaraan.

“Oh.. kau benar……….” Taeyeon berjalan mendekati Tiffany dan memegang dadanya (?) “Jantungmu benar-benar berdetak dengan kencang.” Taeyeon meremas dada Tiffany. “Dadamu kecil dan… cute….” Katanya seolah tanpa dosa.

“Ke….kecill ???”

Diluar ruang ganti…

Yoona sedang meyakinkan para penontonnya saat tiba-tiba dia mendengar suara gaduh dari dalam.

“Sunbae-nimmmm!!! DIMANA KAU MELETAKKAN TANGANMU ???”

“Apa yang kau maksud ??”

ROWD… ROAR… BUMP… BLAMP…..

Terdengar suara-suara aneh dari dalam ruangan.

“TIDAKKAH KAU TAHU ?? INI SUDAH HAMPIR WAKTUNYA KITA TAMPIL ??”

Princess tidak boleh menangis…  Tiffany meyakinkan dirinya sendiri.

Dari luar ruangan, Yoona dan Yuri sedang meratapi nasib Tiffany.

“Aku sangat merasa bersalah padamu… tapi…. Kuharap kau bisa melakukan yang terbaik Fanny-ah…” Gumam Yuri, sementara Yoona sedang menenagkan lusinan siswa yang sudah antusias dan tidak sabar dengan perform mereka.

-END-

NB:

Ini diadaptasi dari sebuah komik dengan judul yang sama 😀

Iklan

46 thoughts on “A KISS, LOVE AND A PRINCE [ONE SHOOT]”

Komentar tidak dipungut biaya ✿ Tae♡Ny ✿

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s