SNSD, SOSHI FF, Two Shoot

PLEASE FORGIVE MY SELFISHNESS [TWO SHOOT] [1st SHOOT]

PLEASE FORGIVE MY SELFISHNESS [TWO SHOOT]

Author             : Sasyaa95 (Shin Min Rin aka 신민린)

Title                 : Please Forgive My Selfishness.

Genre              : GENDER-BENDER, Drama, Romance.

 Cast                : SooSun, SooSica, TaeNy.

                          Choi Sooyoung (Namja)

                          Sunny (Yeoja)

                           Jessica Jung (Yeoja)

                           Taeyeon Kim (Namja)

                           Tiffany Hwang (Yeoja)

Chapter           : Two Shoot.

Warning          : The genre is Gender Bender

[1st Shoot]

Prolog

“Aku harus pergi… maafkan aku….”

“Tidak bisakah kau disini menemaiku lebih lama lagi Oppa ??”

“Aniyah.. aku minta maaf, dia sudah menungguku…”

“Oppa…. Tinggalkan saja dia…. Kau bilang kau mencintaiku, mengapa kau masih saja bersamanya ??”

“Aku tidak bisa menyakitinya… kita sudah 2 tahun berpacaran, dan setidaknya aku tidak bisa menyakitinya sekarang, beri aku waktu lebih lama lagi.”

“Tapi sampai kapan Oppa ?? Sampai kapan kau terus menyembunyikanku ??”

“Sampai waktunya tepat.”

“Kau bilang kau tidak mau menyakitinya, semakin lama kau memendamnya, itu artinya semakin lama kau menyakitinya, kau bahkan tidak tahu kalau kau tidak hanya akan menyakitinya, tapi juga aku dan dirimu sendiri…”

“Aku masih perlu waktu…”

Prolog End

 

Author Pov

“Oppa….” Sunny memanggil Sooyoung dari kejauhan.

“Wae Sun ??” Balas Sooyoung dingin.

“Oppa, kita keluar yuk… udah lama nih, kita ndak pergi keluar… aku kangen sama Oppa….” Sunny mengeluarkan Aegyeonya.

“Mianhae… Sunny… aku sudah punya rencana malam ini…. Mian…” Sooyoung meninggalkan Sunny yang mengela nafas berat dan tersenyum skeptic. Yeah, begitulah…. Choi Sooyoung, namja yang sangat terkenal di sekolahnya, dia telah berpacaran dengan Lee Sun Kyu, yeoja yang tidak terlalu terkenal, tapi dia sangat mencintai Sooyoung sepenuh hatinya. Mereka telah berpacaran selama 2 tahun, semenjak Sunny baru masuk SMA, saat Sooyoung belum seterkenal ini. Dulu, Sooyoung sangat mencintai Sunny, tapi entah mengapa akhir-akhir ini dia menjadi berubah… tidak seperti dulu lagi, tidak seperti Sooyoung yang Sunny kenal, yang selalu mencintai dan melindunginya dari apapun juga. Setiap kali Sunny mengajak Sooyoung keluar, pasti dia beralasan punya rencana lain, sibuk, atau lagi malas keluar. Dan ini terjadi sudah hampir 5 bulan.

“Wae Sunn ??” Tanya Taeyeon yang tiba-tiba berdiri disebelah Sunny, dia melihat kesedihan di wajah Sunny. “Sooyoung lagi ??”

Sunny mengangguk lemah, “Dia berubah Taeng Oppa….” Sunny menghela nafas berat.

“Sabar ya Sun… mungkin dia masih membutuhkan waktu untuk berpikir tentang perasaannya.” Taeyeon  tersenyum mencoba menenagkan Sunny.

“Sudah hampir 5 bulan, dan dia tetap saja seperti itu.” Bulir air mata mulai berjatuhan dari sudut mata indah Sunny.

“Kau masih mencintainya kan ??” Sunny mengangguk lemah.

“Tentu saja… aku masih sangat mencintainya.”

“Itu artinya, kau harus mempercayai dia sepenuhnya.”

“Aku mempercayainya Taeng Oppa, aku… hanya butuh sedikit saja perhatian darinya, tak lebih..”

“Sun… kalau dia benar-benar mencintaimu, dia akan melakukan apapun untukmu… dan kalau kau benar-benar mencintainya, cobalah untuk mengerti dia dan memahami hatinya.” Taeyeon tersenyum hangat.

“Taeng benar Sunn… kau harus belajar untuk lebih mengerti dia.” Tiba-tiba Tiffany muncul dan mengaitkan lengannya pada Taeyeon. Sunny tersenyum pada pasangan ini. Betapa cute nya mereka berdua, sangat cocok dan klop satu sama lain. Taeyeon yang cute dan tampan, Tiffany yang cantik dan sexy.

Aissh… mengapa aku dan Sooyoung tidak bisa seperti mereka berdua ?? Batin Sunny.

Taeyeon yang melihat kesedihan dimata Sunny langsung menanyainya. “Wae Sunn ??” Tanyanya sambil mengerutkan alisnya. Sunny hanya menggeleng-gelengkan kepalanya, mencoba menjauhkan perasaan jelous nya. “Mianhae Sun… tapi aku harus pergi sekarang, cobalah untuk memikirkan apa yang barusaja aku katakan.” Taeyeon menepuk pundak Sunny, lalu berjalan menjauh. Tiffany melambaikan tangannya pada Sunny lalu memberinya cium jauh. Sunny hanya tersenyum dan mengangguk lalu berjalan gontai kerumahnya.

__________________

Sunny Pov

“Sunny, ada apa lagi denganmu ??” Tanya Appa padaku saat aku berjalan menaiki tangga. Aku hanya tersenyum lemah sambil menggelengkan kepalaku, mencoba yang terbaik untuk meyakinkan Appa bahwa aku baik-baik saja.

Aku medengar Appa mendesah lemah, mianhae Appa… aku tidak mau membuatmu menghawatirkanku…

Aku berjalan memasuki kamarku, aku langsung meletakkan tas ku diatas meja belajarku dan tanpa berpikir untuk mengganti seragamku, langsung saja aku mendaratkan pantatku di kursi dekat jendela, sebuah kebiasaan yang kupelajari dari Taeyeon, jika aku sedang sedih atau banyak pikiran, aku akan duduk didekat jendela, dan menyandarkan kepalaku di ambang jendela sambil memandang keluar, mencoba menjernihkan pikiranku. Tiba-tiba aku mendengar suara gemuruh dan sontak saja, buliran-buliran air menetes dari atas langit, aku merasakan hawa disekitarku menjadi semakin dingin, aku tersenyum, hujan ini seolah mencerminkan isi hatiku. Aku terus memandangi setiap tetes air yang mengalir di kaca jendelaku sambil memikirkan perkataan Taeyeon Oppa tadi.

Kalau dia benar-benar mencintaimu, dia akan melakukan apapun untukmu… dan kalau kau benar-benar mencintainya, cobalah untuk mengerti dia dan memahami hatinya.

Aku mendesah panjang. Memang benar apa yang dikatakan Taeng Oppa tadi… aku harus lebih memahami… memahami Sooyoung Oppaku….

Semua masalalu kita mengalir dalam kepalaku…. Saat Ospek, pertama kali kita bertemu.

[Flashback]

“Rambut harus dikepang dua, dengan pita berwarna merah, sepatu harus hitam dan bertali, tas ransel warna hitam. Membawa baksos, dimasukkan kedalam kantong plastic berwarna merah, jika sampai lupa… konsekuensinya membersihkan toilet selama 1 minggu.”Kata Seorang namja yang sagat tinggi pada seluruh peserta MOS.

“Hay… kau yang disana !! Siapa yang menyuruhmu memakai semua yang berwarna Pink ?? Bukankah kemarin sudah diberi tahu dilarang untuk memakai warna yang mencolok. Kau ini…. Mengerikan sekali !! Cepat !! Lepas sepatumu !!” Bentak namja yang lebih pendek pada seorang gadis disebelahku. Aku menatapnya, dia tampak gemetar dan ketakutan setengah mati.

“A—Aku…” Gadis itu tergagap, keringat dingin mengalir melalui keningnya.

“Cepat !! Ayo !! Kemari !!” Bentaknya lagi. Gadis itu dengan ragu-ragu maju kedepan sambil menundukkan kepala.

Aku melihat sepatuku. Oh… Crapp …. Aku memakai sepatu berwarna putih hari ini ?? Bukankah kemarin malam aku sudah benar-benar menyiapkannya ?? Sepatu hitamku ?? Siapa yang berani-beraninya mengerjaiku ?? Aishh… pasti Donghae Oppa…. Awas saja kau…. Ku bilangin Umma ntar… dasar kakak yang jahat. Udah mengganti alaramku seenaknya, jadi telat dah hari pertama MOS.

Aku berdiri gugup, mencoba untuk tidak mencolok, menyembunyikan diriku sebaik mungkin, dimana aku bisa menyembunyikan sepatuku ini ?? Wait… itu artinya aku harus menyembunyikan kakikiu ?? What ?? No !!

Tiba-tiba namja yang tinggi tadi berjalan memutar, menuju kearahku, aku menundukkan kepalaku.. semoga dia tidak melihatnya, aku benar-benar berharap tiba-tiba waktu berhenti saat ini juga, lalu aku akan berlari pulang, dan mengganti septuku, aku benar benar takut dan gugup saat ini. Keringat dingin terus mengalir di pelipisku. Aku dapat melihat wajahnya yang mengerikan, dia menatapku lekat. Oh, Shit… apa hukuman yang akan dia berikan padaku ??

“Ikut aku !!” Katanya tegas dan dingin, awalnya aku ragu… tapi…. Aku juga tidak berani menolaknya, dengan gemetar aku mengikutinya. Dia membawaku ke belakang gedung sekolah, entah mengapa dia membawaku kemari ?? Apakah dia mau aku membarsihkan halaman ini ?? Gilak !! Atau… jangan-jangan ?? Dia…. Mau…… ??

“Tenang saja, aku tidak akan menyakitimu kok.” Katanya sambil tersenyum hangat. Mungkin tadi dia dapat melihat ekspresiku yang ketakutan dan gelisah. Aku tetap menundukkan kepalaku, masih belum sepenuhnya mempercayainya. Dia tersenyum lagi lalu berjalan dibalik tumpukan meja dan kursi yang sepertinya tidak terpakai. Dia terlihat sibuk mencari sesuatu, membongkar tumpukan itu lalu memnjinjing sebuah tas plastic kecil berwarna putih dan menyodorkannya padaku. “Pakailah….” Aku mengerutkan dahiku.

“A—Apa ini ??” Aku menatapnya takut.

“Buka saja…. Bukan Bom kok.” Katanya sambil terkikik. Perlahan aku membukanya, dan menemukan sepasang sepatu berwarna hitam. Aku mendongakkan kepalaku, memandangnya dengan penuh pertanyaan di otakku. “Kau pasti membutuhkannya. Ini punyaku kok, jadi kau bisa mengembalikannya kapanpun kau mau.”

Aku membukanya lalu memakainya, sedikit kegedean, tapi tak apalah… daripada aku harus dihukum membersihkan toilet selama seminggu… No Way !!

“Model cowok sih…. Tapi tak apalah, pokoknya jangan sampe Taeng tahu kalo kau pake sepatu putih, apalagi pink seperti gadis tadi… bisa-bisa kau dihukum sebulan bersihin halaman sekolah ini. Hahaaha…” Tawanya. Aku tersenyum, lalu mengerutkan dahiku.

“Taeng ??”

“Yeah… Taeng.. dia itu ketua OSIS disini, yang pendek tadi… dia itu terkenal dan disiplin banget. Jadi, kalo dia ngomong apa, mendingan kamu turutin aja, daripada kena semprot dia. Mengerikan.. hi….” Katanya berpura-pura menggiggil. Aku membentuk huruf ‘O’ dengan mulutku. Tapi… satu yang mengganggu otakku saat ini…

“Maaf, tapi… mengapa kau membantuku saat ini ?? Bukankah itu melanggar peraturan ??” Aku bertanya padanya dengan lembut, berusaha untuk tidak menyinggung perasaanya.

“Umm…. Aku…. Yeah…. Kurasa….. kau pantas untuk ditolong… lagian… kau…… imut juga… hehehe…” Jawabnya mengalihkan pandangannya dariku. Sekarang, kurasakan wajahku benar-benar memanas, aish… pasti merah sekali sekarang.

“Eh… Ump…. Kamsahamnida…” Aku membungkuk padanya.

“Ne…. Sudah…. Kembali sana….. sebelum kau kena marah Taeng…” Katanya sambil mendorong pundakku. Aku mengangguk pelan lalu berlari, aku memandangnya sebentar sebelum kembali masuk dalam barisan.

[Flashback End]

 

Pikiranku melayang dari kepalaku, memikirkan kemungkinan yang mungkin akan terjadi.

Oppa… dimana kau sekarang, sedang apa…. Dan bersama siapa ?? Mengapa kau berubah seperti ini ??

“Sun Kyu… makan siang….”Appa memanggilku dari bawah tangga.

“Ne….” Teriakku sambil melangkahkan kakiku gontai menuju ruang makan. Aku menyeret kursi dimeja makan lalu duduk didepan Appa. Sekilas, aku menatap makanan yang disediakan untukku, aku sama sekali tidak berselera makan, pikiranku melayang, aku hanya memutar-mutar sendok dipiringku.

“Makanlah… nanti kau sakit.” Aku tersentak mendengarkan ucapan Appa. Seketika pikirankku kembali memenuhi otakku.

“Ne Appa ??” Aku menatapnya lembut.

Dia mendesah berat. “Kau ada masalah apa ?? Ceritakan saja…” Appa mengusap kepalaku. “Appa akan mendengarkanmu…” Appa tersenyum hangat.

“A—aku…… aniyah… gwaenchana.” Aku menarik kembali piringku dan menyendok sup didepanku.

“Kau tidak bisa berbohong pada Appa…” Appa menaikkan sebelah alisnya.

“……….”

“Yasudah, kalau kamu masih belum siap bercerita, Appa gak akan maksa. Tapi, Appa gak mau lihat anak kesayangan Appa ini murung terus, Appa mau, energy pil appa kembali lagi seperti dulu. Jadi, cepatlah selesaikan semuanya.” Appa tertawa kecil padaku. Aku merasa tersentuh dengan perkataan Appa barusan.

“Gomawo…. Appa…” Aku menatap haru pada Appa, Appa hanya tersenyum dan mengangguk kecil.

__________

Author Pov

“Hay Sun….” Tiffany menepuk pundak Sunny dari belakang. Sunny hanya tersenyum dan mengangguk.

“Hay juga Tiff.” Sunny berjalan menuju kursinya di baris ketiga dari depan.

“Udah ada planning ??” Tiffany mengikuti Sunny dan duduk disebelahnya.

“Planning ??”

“Aigo…. Untuk festival sekolah kita bulan depan… tidakkah kau bikin planning acara apa gitu ?? Aku dan Taeng udah memutuskan untuk duet XD.” Kata Tiffany antusias.

“Taeng Oppa ?? Duet lagu apa ??” Tanya Sunny berpura-pura antusias, meskipun ada sedikit rasa iri didalam hatinya.

“Like a Star… aku benar-benar tidak sabar… kau tahu kan suara Taeng… um…. The best deh…” Kata Tiffany sambil menepuk kedua tangannya dan senyam-senyum sendiri membayangkannya bersama Taeyeon si ketua OSIS bersuara emas itu bernyanyi bersamanya sambil berpegangan tangan dan berbagi chemistry di atas panggung.

“Well… gud luck ya…” Sunny memaksakan senyumnya.

“Gimana dengan kau ??” Tiffany menatap Sunny serius. Sunny hanya mendesah berat.

“Aku gak tahu Tiff… mungkin dia ada planning lain lagi.” Sunny mengangkat kedua pundaknya. Tiffany menepuk-nepuk bahu Sunny lembut.

“Sabar ya Sun… aku yakin kau dan dia akan baik-baik saja.” Tiffany mencoba menenangkan Sunny.

“Aku juga berharap seperti itu Tif….”

__________

“Oppa… kangeenn….”

“Aku juga kangen kamu Jess…” Sooyoung menyeruput jus jeruknya di café dekat sekolah Jessica. Yeah… selama ini mereka hanya bertemu disitu, agar tidak ketahuan teman-teman Sooyoung. Hubungan terlarang mereka ini sudah berlangsung selama kurang lebih 4 bulan. Tidak ada yang tahu tentang hubungan mereka berdua. Sebenarnya, Jessica ingin sekali memberitahukannya kepada teman-temannya, keluarganya dan keseluruh dunia kalau dia dan Sooyoung, seorang Namja yang tinggi dan tampan dari SMA terkemuka di Seoul, sedang berpacaran dengannya. Tapi apa daya … Sooyoung sudah menjadi milik Sunny, Yeoja imut yang juga satu sekolah dengan Sooyoung dan sampai saat ini Sooyoung masih belum bisa memutuskan Yeoja itu, dengan alasan dia tidak mau menyakiti hati gadis itu. Jessica hanya pasrah menerima semuanya, dan dengan sabar menunggu sampai saat itu tiba, sampai Sooyoung sudah siap memutuskan gadis itu dan berkata pada seluruh dunia bahwa Sooyoung hanya miliknya seorang.

So please don’t say you wanna give up

How do I tell her that I’m falling in love

And I know you’re waiting patiently for that day

When we no longer have to lie about us

Sooyoung mematikan Ponselnya yang sedang bordering lalu memasukkannya kembali kedalam saku Blezer nya.

When I’m with her all I want is your touch

And when you call me, I don’t wanna hang up

And I know I say it often but I can’t wait

Till we no longer have to lie about us

Sooyoung mematikan Ponselnya untuk kedua kalinya, lalu memasukkannya lagi kedalam Blazernya.

Baby, I know situation don’t seem fair to us both

But baby girl, she’s an issue that I’m ’bout to adjust

Don’t mistake, our love is meant for just us

You are my soul, mind, body, spirit all that I know

“Angkat aja…” Jessica menyembunyikan rasa sakit hatinya dengan senyuman. Sooyoung menatap ponselnya, dengan ragu dia mengangkat telponnya.

Yeoboseyo… ?’

‘Ne… Sunny-ah…. Um…. Na ?? Um…… Aku sedang ada rapat Sunny-ah… Maaf, tidak bisa menemanimu pulang hari ini. Ne… Mianhae….. Ne… Umm ??’ Sooyoung menatap Jessica sebentar lalu kembali lagi berbicara pada HPnya. ‘Ne… Na do Saranghae… Annyeong….’

Sooyoung menutup telponnya lalu menundukkan kepalanya.

“Mianhae…”

Jessica mendesah berat berat lalu menyingrai. “Berhenti meminta maaf padaku, aku tahu kau akan mengatakannya, kau sudah mengatakannya padaku berulang kali. Dan yang paling penting, kau tidak melakukan apapun untuk itu.” Wajah Jessica tampak kecewa.

“Arasso.. aku akan menyelesaikan semuanya, beri aku waktu untuk memberinya alasan yang rasional.” Sooyoung menggenggam kedua tangan Jessica. “I Love You and I promise to be with you forever.” Jessica memaksakan senyumnya, meskipun jauh dilubuk hatinya dia masih merasa tersakiti.

__________

Sunny menutup Ponselnya lalu mendesah dan tersenyum lemah.

Setidaknya dia masih mau mengangkat telponku. Pikirnya.

“Hay Sun… Mau pulang bareng ??” Ajak Taeyeon yang tiba-tiba berdiri di belakang Sunny yang tersentak kaget.

“Eh… Taeng Oppa… Tiffany….” Sunny tersenyum kepada dua sejoli yang kini berada tepat didepannya dan bergandengan tangan dengan mesranya.

“Nggak ah… takut ganggu…hihihi..” Sunny tertawa kecil.

“Ck… Anio… Pulang sendiri Sun ?? Bareng kita aja …” Tiffany angkat bicara.

Sunny menghela nafas, “Yeah… seperti biasa…”

“Memangnya Sooyoung kemana ??”

“Dia sedang ada rapat, katanya.” Sunny memaksakan senyumnya.

Taeyeon mengerutkan dahinya. “Rapat ??” Sunny mengangguk mantap. “Kupikir hari ini tidak ada rapat apapun.” Jawab Taeyeon yang memang ketua OSIS di sini. Sooyoung adalah anggota OSIS. Taeyeon mengeluarkan HPnya dan mengecek jadwalnya. “Harusnya hari ini gak ada rapat. Kau yakin Sun dia bilang begitu ??” Tanya Taeyeon serius.

“Yeah.. aku mendengarnya dengan jelas, kalau dia sedang ada rapat.”

“Mungkin dia sedang sibuk, tidak usah terlalu dipikirkan Sunny-ah…” Tiffany memeluk pundak Sunny. Dia hanya tersenyum dan mengangguk kecil.

“Mau jalan-jalan dulu ?? Buat merefreshkan pikiran.” Ajak Taeyeon. Tiffany mengangguk mantap lalu melingkarkan lengannya pada lengan Taeyeon.

“Kau ikut kan Sunn ??” Tanya Tiffany. “Ayolah…. Biar kau gak kepikiran terus… yakan Oppa ??” Tiffany mempererat pegangannya pada Taeyeon.

Taeyeon mengangguk dan tersenyum. “Ikut aja Sunn…”

“Okay… Aku butuh kesegaran..”

__________

Mereka bertiga duduk disebuah café simple di sebuah jalan yang sepi. Café itu berdesain unik tapi simple, meja dan kursi yang tidak ditata terlalu rapi, dan terkesan berantakan, tapi justru memberi kesan berbeda pada café ini. Begitu juga dengan  suasananya yang tenang dan hening. Cocok sekali untuk menenangkan fikiran yang sedang suntuk.

Sunny hanya memutar-mutar sedotan milk shakenya dan memandanginya tanpa henti.

“Kurasa bukan kau yang memakannya, justru strawberry milk shake mu yang memakanmu.” Canda Taeyeon, dorky seperti biasanya. Sunny hanya tertawa garing.

“Jangan dipikirin terus-terusan… ntar kamunya yang jadi gila.” Sahut Tiffany.

Sunny memutuskan untuk tidak menjawab celotehan mereka, dia lebih memilih menatap ke arah jendela di ujung café tersebut. Pandangannya terhenti pada sosok familiar yang sangat dia kenal. Yeah… sosok yang sangat dicintainya duduk berhadapan dengan gadis lain dan terlihat sangat mesra.

“Guys… itu… Sooyoung bukan ??”

“Hmm.. Mwo ?? Dimana ??” TaeNy bertanya dan menoleh disaat yang bersamaan.

“Disana…” Sunny menunjuk pada seorang pria tinggi yang duduk di ujung ruangan, didekat jendela.

“Yep.. itu dia… tapi.. siapa gerangan gadis yang sedang duduk bersamanya itu ??” Tanya Taeyeon seolah menaburkan garam diatas luka di hati Sunny. Wajah Sunny seketika itu berubah suram.

“Yah… jangan negative thinking dulu… siapa tahu dia itu cuma temannya Sooyoung Oppa.. who knows ??” Kata Tiffany mencoba menenagkan hawa yang sepertinya sudah mulai menegang.

“Aish… Yeoja chinguku ini emang amajing …” Kata Taeyeon lalu mengecup pipi Tiffany yang seketika berubah memerah.

“Yahh !!” Protes Sunny yang merasa sedikit terganggu dengan pemandangan kedua sahabatnya yang terkadang lupa waktu dan tempat itu. Dia benar-benar tidak ingin memikirkan tentang hal apa saja yang pasangan ini pernah lakukan didepan umum.

“Hehehe… Mian…. Mian…. Kelupaan…” Jawab Taeyeon sedikit malu-malu.

Sunny hanya menggeleng-gelengkan kepalanya saja. “Ide gila aku mau kemari bersama kalian berdua.”

“Sudah… sudah… kita samperin dia aja yuk… biar kau gak galau terus Sun..” Kata Tiffany enteng. Seolah tak tahu beban di hati Sunny.

Mereka bertiga berjalan menghampiri meja Sooyoung dan Jessica.

“Oppa…” Sunny mencoba menyapanya, tapi Sooyoung tidak menjawabnya, karena dia terlalu sibuk berbicara dengan Jessica.

“Sooyoung Oppa…” Sunny memanggilnya sekali lagi, dengan suara yang lebih keras tentunya, kali ini Sooyoung menoleh kepadanya. Mata Sooyoung melebar melihat sosok gadis mungil tepat di belakangnya, dia sontak membalikkan seluruh badannya.

Shit !! Mengapa Sunny disini ?? Batinnya.

Sooyoung melirik Jessica yang juga sama Shocknya seperti dia. Jessica tidak ingin Sooyoung mendapat masalah, oleh karena itu, dia mencoba bereksresi sedatar mungkin. Didalam hati, Jessica merasa bersyukur, Sunny berada disini, mungkin dengan begitu Sooyoung jadi punya alasan untuk memberitahukan pada gadis itu tentang hubungan mereka yang sebenarnya.

“Oppa.. apa yang kau lakukan disini ?? Bukankah kau sedang rapat ??” Sooyoung memikirkan alasannya sebentar. “Oh.. Yeaah… ini Jessica dari SMA Taeyeang, kita membicarakan tentang dance battle antar sekolah sebentar lagi. Jessica, ini.. Ehm.. Pacarku, Sunny dan ini temanku Taeyeon dan Tiffany….” Mendengar Sooyoung menyebutnya sebagai ‘Pacar’ membuat Sunny tersenyum cerah. Dilain sudut, Jessica merasa hatinya bak terjatuh dari langit ketujuh dan hancur berkeping-keping.

“Dance battle ?? Benarkah ??” Taeyeon menaikkan sebelah alisnya.

Sooyoung tersentak kaget, dia baru menyadari ‘posisi’ Taeyeon sebagai ketua OSIS. Jessica yang melihat itu, mencoba menyelamatkan ‘kekasih’nya. “Um… Yeah… sebagai sekertaris OSIS SMA Taeyeang aku masih menanyakan ketersediaanya terlebih dahulu.”

“Tapi mengapa kau menemui Sooyoung dan bukan aku ??” Tanya Taeyeon sedikit curiga.

“Karena… um… karenaa….”

“Karena aku hanya mengenal Sooyoung di SMA Gwanghalu dan kebetulan dia termasuk anggota OSIS, dan mungkin saja dia dapat membantku berkomunikasi denganmu.” Potong Jessica tersenyum pada Taeyeon dan langsung mendapatkan tatapan mematikan dari Tiffany.

“Oh…” Taeyeon hanya manggut-manggut. Sooyoung mendesah lega.

“Hay Jessica, senang bertemu denganmu…” Sunny mengulurkan tangannya pada Jessica.

“Yeah… aku juga, Sooyoung bercerita banyak tentangmu.. Dia pasti sangat mencintaimu…” Jessica memakasakan senyum terbaiknya.

“Oh, jinjja ?? Hehehe.. Begitulah…Aku juga sangat mencintainya.” Sunny tidak melihat luka di sorot mata Jessica. Tapi seseorang melihatnya.

“Sun…. Kita harus pergi sekarang… Tiffany mendadak sakit.” Taeyeon memotong pembicaraan mereka. Tiffany hanya menatapnya kebingungan.

“Oh.. ne… aku pergi dulu Oppa.. Saranghae…” Sunny mengecup pipi Sooyoung sekilas, lalu berjalan mengikuti Taeyeon. Sebelumya dia melihat kearah Jessica yang sedang mencoba bertahan untuk tidak hancur didepan mereka bertiga. “Kuharap kita bisa berteman baik, sampai jumpa Jessica.” Sunny melambaikan Tangannya pada mereka berdua lalu pergi menjauh.

__________

Satu bulan kemudian……

“Fanny-ah… Gimana ?? Kau yakin ini akan berhasil ??” Tanya Sunny, tangannya berkeringat dingin.

“Aku yakin Sun… Taeng bilang, dia akan memastikan kalau Sooyoung akan berada disana tepat pada waktunya.” Tiffany tersenyum skeptic.

“Gomawo Fanny-ah…” Sunny berusaha membuat mukanya terlihat bahagia, sangat kontras dengan isi hatinya yang sebenarnya.

“Sabar ya Sun.. kau pasti bisa melalui ini semua…” Fanny mengusap pundak Sunny, dia hanya mengagguk lemah.

[Flashback]

“Sun… Aku mengatakan padamu hal yang sebenarnya… aku benar-benar melihat luka di mata gadis itu.” Taeyeon mencoba meyakinkan Sunny.

“Aku tahu apa maksudmu Taeng Oppa… tapi, aku tidak bisa tiba-tiba datang padanya dan menuduhnya berselingkuh di belakangku. Bagaimana jika tidak ?? Bagaimana jika hanya Jessica yang menyukai Sooyoung Oppa ??”

“Aku tidak tahu Sun… tapi aku hanya merasa ada yang tidak beres dengan mereka berdua….”

[Flashback End]

__________

@Festival Sekolah.

“Hwaiting !!” Tiffany dan Taeyeon yang barusaja turun dari panggung setelah menyanyikan lagu duet mereka ‘Like a Star’ sedang menyemangati Sunny yang hendak menaiki panggung.

Yakinkan dirimu Sun… Kau pasti bisa… ini yang terbaik… untuk semuanya… Sunny meyakinkan dirinya sendiri.

“Baik guys… penampilan selanjutnya adalah dari kelas XI-5 dengan seorang yeoja imut bernama Sunny yang akan menyanyikan sebuah lagu yang sangat sepesial untuk memeriahkan hari jadi sekolah kita tercinta ini.” MC mengarahkan Sunny untuk naik keatas panggung. Dengan langkah mantap dan penuh percaya diri, gadis mungil itu menapakkan kakinya selangkah-demi selangkah mendekati Mic yang sudah disediakan untuknya. Dia melihat kesekitar, dia mendapati Taeyeon dan Tiffany yang mengangkat kedua jempolnya dan tersenyum meyakinkannya, lalu dia melihat Sooyoung yang tampak terkejut karena dia tiba-tiba melihat Yeojachingunya diatas panggung, dengan bantuan Taeyeon tentunya.

“Emp… lagu ini kunyanyikan khusus untuk Namjachinguku… Mungkin kalian semua sudah tahu siapa dia, aku tidak tahu apa yang akan terjadi setelah ini… ump…. Yeah….” Sunny memberikan sinyal pada DJ untuk memainkan musiknya.

Segera, sebuah music yang merdu, mengalun lembut mengisi relung hati Sunny yang sedang terluka.

Im still at the same pleace, im weary from wandering by your side.

Even today, as I was wandering.

Day has passed again, and again. Now, I’m here.

You know, you know that my heart is hurting.

Watching you laugh/smile makes my heart ache more.

[Flashback]

Sunny berjalan menuju kamar mandi, saat ia sedang berjalan menuju lorong kelas, dia mendengar suara yang sudah sangat ia kenal. Saat ia akan menyapanya, ia tersentak kaget dengan apa yang ia dengarkan.

 

It’s my mistake for not making you love me more.

It’s my mistake for loving you more than you love me.

It’s my mistake for not making you love me as much as I wanted you to.

 

“Sicca, ada apa ??” Dia mendengar namja itu berbicara dengan Ponselnya di taman sekolah.

 

How much longer must I cry…

As I’m trusting that promise.

You lied me to wait for you..

Even my greedy side has grown weary..

You know. You know that my heart is hurting/aching.

You can’t just ignore and smile like that.

 

“I miss you to Sicca..” Mwo ?? Sicca ?? Jessica ??

 

It’s my mistake for not making you love me more.

It’s my mistake for loving you more than you love me.

It’s my mistake for not making you love me as much as I wanted you to.

I knew I couldn’t have you.

But my heart (My love for you) just kept growing.

It’s my mistake for waiting by my self. Regretting by myself.

Loving you, it was my mistake.

Even tough my heart was aching

 

“Sama, lagi istirahat…”

 

I’m such a fool and couldn’t let you go.

It’s my mistake for not letting you go, It’s my mistake.

Even tough it could be all my mistake.

 

“Aku yang seharusnya minta maaf, mengenai masalah kemarin… Aku berjanji, aku akan memikirkan cara untuk memutuskan Sunny. Kau tahu kan aku hanya mencintaimu… Beri aku waktu sedikit lagi, lalu aku akan menjadi milikmu sepenuhnya.”

 

That’s Ok. As long as you’re there.

Always…..

Ooh… please forgive me, for being like this…

Who loves you…

 

Sunny merasakan hatinya hancur berkeping-keping, dia ingin pergi menghampiri kekasihnya, tapi apa daya, lututnya terlalu lemas untuk berjalan. Dia tidak menyangka bahwa apa yang dikatakan Taeyeon ternyata benar. Sesuatu tidak beres tentang mereka, Sooyoung berselingkuh dibelakangnya.

[Flashback End]

 

Let me be the one to break it up 

So you won’t have to make excuses

We don’t need to find a set up where 

Someone wins and someone loses

We just have to say our love was true 

But has now become a lie

So I’m tellin’ you I love you one last time and goodbye

 

Setelah Sunny selelsai menyanyikannya, dia menatap kearah Sooyoung sekali lagi yang sedang membeku ditempatnya. Tanpa terasa setetes air mata mengalir dari sudut matanya. Lalu dia berlari kebawah panggung, membereskan barang-barangnya lalu pulang kerumah.

-TBC-

[END 1st Shoot]

Iklan

19 thoughts on “PLEASE FORGIVE MY SELFISHNESS [TWO SHOOT] [1st SHOOT]”

  1. dengan alasan apa syoo selingkuh dari sunny ?

    nappeun namja , gg tau apa syoo kalo kamu tuh udah nyakitin
    hati 2 orang gadis ?? u.u

  2. soo tega bgt selingkuhin sunny 😦 kagak tau apa kalo sica tuh punyanya yuri *yah kwon yul kamu kmn sih? sica baby-mu direbut sikshin tuh*
    lagi2 taeny mesra2an mulu, bikin iri aja…:p

  3. saeng..eon ga tw hrz brkata apa?
    ff niee sungguh menyakiti hati eon…tp hikss,,,jujur eon bener” sakit hati saeng//
    ga tw knpa ceritanya ngena banget di eon..
    tegaaaaaaa

    tp rasa terimakasih tetep ada untukmu..
    ff nie buat eon..??
    eon tak menyangka..beneR” terharu..
    tp eon kira ff nie ceritanya akan happy tp sakit..suer sakit banget ampe ” eon nangis benerna T_T

Komentar tidak dipungut biaya ✿ Tae♡Ny ✿

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s