SNSD, SOSHI FF, Two Shoot

PLEASE FORGIVE MY SELFISHNESS [TWO SHOOT] [2nd SHOOT]

PLEASE FORGIVE MY SELFISHNESS [TWO SHOOT]

Author             : Sasyaa95 (Shin Min Rin aka 신민린)

Title                 : Please Forgive My Selfishness.

Genre              : GENDER-BENDER, Drama, Romance.

 Cast                : SooSun, SooSica, TaeNy.

                          Choi Sooyoung (Namja)

                          Sunny (Yeoja)

                           Jessica Jung (Yeoja)

                           Taeyeon Kim (Namja)

                           Tiffany Hwang (Yeoja)

Chapter           : Two Shoot.

Warning          : The genre is Gender Bender 

[2nd Shoot]

Satu tahun kemudian……

Author Pov

“Kau mau apa ??”

“Emp….”

“Jadi ???”

“……………”

“Ayolah… aku tidak punya banyak waktu.”

“…………”

“Aish… baiklah.. aku akan pergi…” Taeyeon melenggang pergi, tapi tangannya dihentikan oleh seseorang.

“Bagaimana keadaannya ??”

“Siapa ??”

“Sunny ??”

“Untuk apa kau menanyakannya ??” Taeyeon menyingrai.

“Hanya… ingin tahu…”

“Dia baik-baik saja dan menikmati hidupnya saat ini, terlebih saat kau sudah pergi dari hidupnya.”

“…………….Aku……….”

“Mengapa kau memperdulikannya ??”

“Aku adalah mantannya.”

“Mantan…. Ingat itu baik-baik… MANTAN.” Taeyeon mempertegasnya sekali lagi.

“………..”

“…………”

“Dimana dia sekarang ?? Setelah aku dan kau lulus, aku tak pernah melihatnya lagi.”

“Orang tuanya pindah ke Amerika.”

Sooyoung tersedak. “Mwo ?? Amerika ??”

“Yang kudengar dari Tiffany sih seperti itu…”

“Dia pindah sekolah disana ??” Taeyeon mengangkat bahunya.

“Sebenarnya, apa alasanmu membawaku kemari ??”

“Aku ingin bertemu dengannya.”

“Setelah semua yang telah kau lakukan padanya ??”

“Aku menyesal…”

“Soo… aku tahu, kau kekasih sahabatku… tapi, aku benar-benar membencimu karena melakukan hal ini padanya. Kau benar-benar telah menghancurkan hatinya.”

“Aku tahu… aku menyesal.. aku merindukannya dan ingin kembali padanya.”

“Mwo ?? Kau gila ?? Kau pikir dia apa ?? Seenaknya kau pakai saat kau butuh, lalu kau buang saat kau bosan, sekarang kau mencarinya lagi karena kau menginginkannya kembali ?? Pria macam apa kau ini ??”

“Aku….. benar-benar menyesali semuanya…”

Taeyeon mendesah berat. “Yeah… terserah kau sajalah, lagipula kau tak dapat melakukan apapun saat ini. Hanya menyesal, menyesal, dan menyesal.” Taeyeon meninggalkan Sooyoung yang tetap berada disana, tidak bergerak dan tenggelam dalam pikirannya.

__________

“Mau apa lagi kau ??” Tanya Taeyeon dingin.

“Tolong.. bantu aku … kali ini… aja… Please Taeng….” Sooyoung memohon pada Taeyeon.

“Bukankah minggu lalu aku sudah bilang, aku tidak bisa membantumu…”

“Kau berbohong padaku.”

“Mwo ??”

“Dia tidak di Amerika kan sekarang ?? Kemarin aku melihatnya di mall… bersama dengan seorang pria….” Hatinya terasa nyeri saat dia mengatakan hal itu.

“Bodoh… memangnya kapan aku pernah bilang dia ke Amerika ??” Tanya Taeyeon menatap serius pada Sooyoung.

“Minggu lalu….”

“Benar kata Tiffany…. Kau memang benar-benar bodoh… aku kemarin hanya bilang, keluarganya pindah ke Amerika, dan mengapa kau mengambil kesimpulan dia juga ikut ke Amerika ??” Tayeoen menyeruput kopinya.

“A—Aku….”

“Bahkan kau sendiri tidak pernah menyadari kebodohanmu…” Taeyeon kembali meletakkan kopinya. “Mian.. aku harus pergi sekarang, aku harus bekerja, lagipula Tiffanny pasti sudah menungguku dirumah.”

“Tiffany ??”

“Yeah… kita bertunangan tiga bulan yang lalu dan sekarang kita tinggal bersama di sebuah apartemen.”

“Setelah lulus ??”

“Yeah…”

“Mian… aku tidak tahu tentang hal itu…” Sooyoung menundukkan kepalanya.

“It’s Ok… Kau pasti punya banyak hal yang lebih pentng untuk dilakukan.” Sindir Taeyeon sambil memalingkan mukanya.

“Aku sudah tak bersamanya lagi, kita putus 7 bulan setelah hari itu.”

“So ??” Taeyeon menaikkan alisnya.

“Aku sudah menyadari, kalau bukan Jessica yang selama ini kucintai. Selama aku bersamanya, yang kupikirkan hanyalah saat-saat aku bersama Sunny, saat dia menelponku setiap pagi untuk membangunkanku sekolah, saat dia menanyaiku sudah makan atau belum, saat dia selalu megirimkan padaku makanan setiap jam istirahat makan siang, saat dia selalu mendukungku dan memberiku semangat saat aku sedang down, tapi Jessica tidak melakukannya. Aku mulai menyadarinya saat beberapa minggu setelah aku putus dari Jessica. Aku mulai merindukannya, bahkan saat kemarin, aku melihatnya bersama pria lain di mall, hatiku sangat sakit dan hancur berkeping-keping, tidak sama seperti saat aku melihat Jessica dengan beberapa teman prianya, aku bahkan cenderung tidak perduli. Apa yang harus kulakukan Taeng ??” Jelas Sooyoung panjang lebar.

Taeyeon menghela nafas berat. “Kau benar-benar pria yang jahat… kau mengbaikannya demi untuk bersama Jessica, sekarang saat kau putus dengan Jessica, kau menginginkannya kembali… saat dia sudah pergi dan sudah mulai melupakanmu ?? Pria macam apa kau ??” Emosi Taeyeon sudah benar-benar memuncak.

“Aku tahu aku jahat, tapi perasaanku tidak bisa dibohongi… aku masih membutuhkannya.”

“Terserah kau sajalah Soo….”

“Tolong bantu aku… aku tahu kau tahu tentang keberadaannya.”

“Yeah,, tapi maaf, aku tidak bisa membantumu,, kau sudah menyakiti hati sahabatku… dan aku tidak bisa memaafkan itu…” Taeyeon pergi meninggalkan café itu.

__________

“Bagaimana ??” Jessica menyilangkan kakinya di depan kursi taman.

“Apanya yang bagaimana ??” Sooyoung menatap kosong kedepan.

“Kau sudah berhasil mendapatkannya kembali ??” Jessica menatap sosok pria yang sedang duduk disampingnya.

“Seperti yang kau lihat…” Sooyoung tidak bergeming.

Jessica mendesah lemah, “Kau pasti bisa mendapatkannya kembali…”

“Dengan semua yang sudah kulakukan padanya ?? Itu tidak semudah membalikkan telapak tangan…” Nada suara Sooyoung berubah menjadi serius.

“Mianhae….” Jessica menundukkan kepalanya.

“Sudahlah… semua ini bukan salahmu…”

“Yeah… kuyakin kau pasti bisa… Aku yakin dia masih mencintaimu…”

Sooyoung mengangguk-anggukkan kepalanya.

“Aku harus pergi, Yuri sudah menungguku, selamat tinggal Soo…” Jessica melambaikan tangannya sebelum berlari meninggalkan Sooyoung.

Semua ini memang salahku, aku terlalu bodoh karena terhanyut dalam cinta yang semu,,, yang menyesatkanku… sekarang, aku benar-benar ingin kembali padanya, tapi apa daya… aku sudah terlanjur melukai hatinya. Sooyoung melemparkan batu di kolam depan kursi yang ia duduki.

__________

 “Relax Sun….” Tiffany mencoba menenangkan Sunny yang sudah berkeringat dingin.

“Ini bukan pertama kalinya kau naik keatas panggung dan menyanyi kan ??” Tanya Taeyeon.

“Yeah… Tapi kali ini aku menyanyikan lagu ciptaanku sendiri, dan aku belum pernah melakukannya. Bagaimana jika mereka tidak menyukainya ??” Sunny masih gugup, memainkan jari-jarinya.

“Aku yakin seluruh pengunjung restoranku ini pasti akan menyukai suaramu…” Taeyeon meyakinkan gadis yang sedang gemetar itu. “Bukankah kau sudah beberapa kali bernyanyi disini dan mereka banyak yang bilang kau mempunyai suara yang indah kan ??”

“Meskipun tidak seindah TaeTae Oppaku…” Sahut Tiffany. Taeyeon hanya cengar-cingir gak jelas mendengar perkataan tunangannya itu.

Setelah beberapa menit berdebat dan menenangkan dirinya sendiri, Sunny akhirnya melangkah dengan mantap menuju mic yang sudah disediakan untuknya. “Uh… Annyeonghaseyo… dengan saya lagi, mm… aku rasa sebagian dari kalian mengenalku.. hehe.. aku Sunny, aku adalah salah satu penyanyi di restoran ini. Ngomong-ngomong, aku akan menyanyikan lagu yang kuciptakan sebulan yang lalu, judulnya ‘Forget About Me’” Sunny mengobservasi seluruh pengunjung restoran yang datang, dia tersnsenyum. Pandahngannya terhenti pada sosok pria familiar yang duduk di sudut ruangan. Mata mereka saling bertemu. Dia sangat merindukannya, begitu juga sebaliknya.

“Sunny-ah…” Suara Taeyeon membawa pikirannya kembali pada otaknya.

“Ah, Sorry Taeng… mainkan musiknya kembali…”

Sunny mulai bernyanyi. Dia terus dan secara intens menatap sosok pria itu selama mulutnya mengalunkan lagu yang mencerminkan hatinya. Seolah lagu itu khusus dinyanyikan untuknya.

Hmm

Whoaaa 

Oohhh

Yeahh

 

You said it wasn’t

Gonna be like it was before

Then it happened again

Pushing me back out the door

Thought it would be for real this time

Love me forget about the signs

So now what do I do

Now, that I know that we’re through

 

Wish that I could move on

Can’t let go it’s too strong

Just like that and then you’re gone

Is this how you wanted it to be

Everything you had to say

Sent the tears right down my face

Now I’m trying to escape

The misery

 

[Chorus:]

Why don’t you love me the way I loved you

It feels so crazy

Cause I dunno what I did to you

If you’re gonna hurt me

Then do it quickly

Cause I’m tired of cryin’

If you don’t wanna stick around

Then, baby forget about me

 From I didn’t even 

Too late, sorry

Didn’t even have the chance

You said you were happy

Baby I don’t understand

Gave you everything you asked for

And was ready to give you a lot more

I would’ve given you the world

Right in the palm of your hand

 

Wish that I could move on

Can’t let go it’s too strong

Just like that and then you’re gone

Is this how you wanted it to be

Everything you had to say

Sent the tears right down my face

Now I’m trying to escape

The misery

 

[Chorus]

 

Why don’t you love me the way I loved you

It feels so crazy

Cause I dunno what I did to you

If you’re gonna hurt me

Then do it quickly

Cause I’m tired of cryin’

If you don’t wanna stick around

Then, baby forget about me

 

Boy my heart was true

And that you can’t deny

Don’t be a fool and walk away from all the lies

It’s up to you

Cause heaven knows I’ve tried

Tell me you’re still in love

Yeahhhh 

Ohh

 

[Chorus]

 

Why don’t you love me the way I loved you

It feels so crazy

Cause I dunno what I did to you

If you’re gonna hurt me

Then do it quickly

Cause I’m tired of cryin’

If you don’t wanna stick around

Then, baby forget about me

Forget about me

I really loved you…

Tepuk tangan pengunjung semakin meriah saat Sunny selesai menyanyikan lagunya. Dia merasakan sebutir aim mata menetes melalui pipinya, seperti saat itu…

Dia membungkuk pada penonton, lalu membereskan seluruh barang-barangnya dan berlari keluar restoran. Mengabaikan Taeyeon dan Tiffany yang sedari tadi memanggilnya.

Sunny berlari keluar dan menyetop Taxi, tidak memperdulikan derasnya air hujan yang menghujam tubuhnya, namun luka dihatinya jauh lebih menyakitkan. Dia berhenti sejenak saat mendengar suara yang sangat ia kenal, sedang memanggilnya.

”Sunny-ah…. Tunggu.. aku ingin berbicara padamu…”

“Anio !!!” Jawab Sunny tanpa memandang wajahnya.

“Sunny… Aku….”

“Mengapa kau kemari ?? Mengapa kau memanggilku ?? Mengapa aku harus berbicara padamu ??” Sunny akhirnya berbalik melihat wajahnya.

“Aku minta maaf, aku akan menjelaskan semuanya…”

“Tidak perlu… kembali sana sama Jessica..” Teriaknya lalu masuk kedalam Taxi, meninggalkan Sooyoung yang basah kuyup terguyur air hujan.

“SUNNY !! AKU BENAR-BENAR MENYESAL !!! BIARKAN AKU MENJELASKAN SEMUANYA !!!” Sooyoung berteriak-teriak ditengah air hujan. Dia membiarkan air matanya menetes bersama air hujan yang menyapu wajahnya. Tak ada yang menyadari dia menangis, tidak kecuali seseorang yang memandangi mereka dari balik gedung.

Sementara Sunny, dia menangis sejadi-jadinya didalam Taxi, mengingat kejadian saat dia memutuskannya lebih dari setahun yang lalu. Dia tidak pernah bisa melupakan pria itu. Dia akan selalu mencintainya, seperti dulu, tak akan pernah berubah. Meskipun luka dihatinya takkan pernah hilang.

__________

“Bagaimana menurutmu ??”

“Maksudmu ??”

“Haruskah kita memberikannya kesempatan kembali ??”

“Kau yakin ??”

“Aku tidak tahu, kau lihat kan tadi ?? Sepertinya dia benar-benar menyesalinya.”

“Kau melihatnya ??”

“Tentusaja… Aku melihat sepertinya dia berjuang keras untuk mendapatkannya kembali.”

“Kau yakin dia benar-benar menyesalinya ??”

“Yeah…”

“Well, baiklah… Berilah dia kesempatan sekali lagi.”

__________

Setiap hari, Sooyoung selalu datang ke restoran Taeyeon, menunggu seseorang yang sama.

“Hay Soo…” Sapa Tiffany dari samping.

“Hai Tiff…” Jawab Sooyoung datar, tanpa ekspresi.

“Kau kemari lagi, huh ??”

“Memangnya kenapa ?? Gak boleh ya ??” Tanya Sooyoung tanpa memandang kearah Tiffany.

“Siapa bilang ?? Aku malah senang, banyak pengunjung yang datang kerestoran tunanganku ini.”

“Mengapa kau tidak bilang padaku kalau dia berkerja disini ?? Direstoran tunanganmu ini ??”

“Mengapa harus aku ??”

“Aku sudah mencarinya ke seluruh tempat, bahkan aku sempat mengira dia pindah ke Amerika.”

“Itu karena kau terlalu bodoh untuk menyadariya….” Jawab Tiffany datar.

“Kau sama saja dengan Taeyeon.”

“Karena begitulah kenyataannya. Apa kau pernah menyadari betapa sakit hatinya dihianati seperti itu ?? Sejujurnya, kau tidak pernah memperlakukannya dengan baik. Kau tetap menyembunyikan semua kenyataan yang menyakitkan hatinya.”

Sooyoung tidak menjawab, semua yang dikatakan Tiffany adalah benar adanya, dia tidak pernah meperlakukan Sunny layaknya seorang kekasih. Sooyoung menghela nafas, “Yeah… kau benar…”

“Tentu saja…”

“Aku akan berusaha keras untuk mendapatkannya kembali kedalam hidupku…”

Tiffany mengangguk.

“Bisakah aku menanyakan sesuatu padamu saat ini ??”

Tiffany mengagguk kembali.

“Mengapa dia tidak kemari ?? Aku sudah kemari setiap hari dan aku tidak pernah melihatnya.”

Tiffany menatap Sooyoung seolah tidak percaya, “Waw… kau benar-benar bodoh… mana mungkin dia mau kemari, jika dia tahu kau sudah mengetahuinyaa kalau dia bekerja disini ??”

“Huh ??”

Tiffany mendesah lemah, “Benar-benar bodoh. Dia tahu kalau kau akan kemari setiap hari, mencarinya dan kau ingin berbicara padanya setelah kau tahu kalau dia berkerja disini.”

“Tunggu, kau tahu aku ingin berbicara padanya ??”

“Aku dan Taeyeon melihat semuanya.”

“Kau dan Taeyeon ??”

Tiffany mengangguk. “Lebih baik kau pulang kerumah, Sunny tidak akan kemari hari ini, begitu juga seterusnya.”

Tiffany memberikan secarik kertas didepan meja Sooyoung lalu pergi menginggalkannya yang kebingungan. Sooyoung membuka kertas itu dan membacanya.

St. Nampyeongdong Apt. Dongbangsak No. 12

__________

Tok… Tok.. Tok….

Sunny membuka pintu apartemennya, matanya melebar saat ia melihat siapa yang berada di depannya, saat dia berbalik akan masuk, tiba-tiba dia merasakan sepasang tangan menghentikannya. “Please… Sunny… Maafkan aku… berikan aku satu kesempatan untuk menjelaskannya padamu…”

Sunny tidak bergeming.

“Aku mohon padamu…. Sekali ini saja… Aku tidak akan memaksamu untuk menerimaku kembali, aku hanya ingin menjelaskan semuanya padamu, dan setidaknya kau memaafkanku…”

Sunny mendesah lemah lalu mengangguk, dia berjalan menuju sofa dan diikuti oleh Sooyoung.

“………….”

“…………” Hening selama beberapa menit.

“Well, jadi apa tujuanmu sebenarnya kemari ??”

“Uh… A—Aku… Aku…”

Sunny mendesah, “Aku sedang sibuk, jadi kumohon cepatlah…”

“Sunny-ah…” Sooyoung mendesah, “Mianhae…”

Sunny tidak menjawabnya.

“Maafkan aku karena telah berselingkuh dengan Jessica. Aku tidak seharusnya melakukan hal itu.”

“……………”

Hening.

“Maafkan aku… aku benar-benar menyesal terhadap semuanya, aku yakin.” Sooyoung menarik nafas dalam. “Aku pikir, aku mencintai Jessica, well… aku memang mencintainya, tapi hanya sebentar, aku tidak menyadari betapa besarnya aku mencintaimu, sampai beberapa minggu yang lalu, aku melihatmu berjalan dengan seorang pria di mall, dan aku merasa seperti semuruh hatiku hancur berkeping-keping. Aku tidak tahu mengapa aku merasa seperti itu, aku tidak pernah merasakannya bahkan saat Jessica sedang bersama beberapa teman prianya.”

Sooyoung berhenti, lalu melihat ekspresi Sunny yang sulit untuk dijelaskan dengan kata-kata. “Setelah itu, aku mulai merindukan segala hal yang selalu kau lakukan untukku. Jessica tidak pernah melakukannya.”

“Kau harus tahu, kita benar-benar berbeda, kau tidak bisa menyamakannya denganku.” Sunny menyingrai.

“Aku tahu.” Sooyoung mendesah. “Setelah itu, aku merasa aku mulai menjauh darinya, dia sepertinya tidak terlalu memperdulikannya, dia selalu bersama teman-teman prianya, dan itu membuatku berfikir tentang semuanya, terlebih tentangmu…”

Sunny tetap tidak bergeming.

“Kita putus 7 bulan setelah itu, tapi tidak ada yang patah hati diantara kita. Aku senang, setidaknya dia bahagia bersama orang yang benar-benar mencintainya.”

“…….”

“Dia bilang kalau aku harus mengiuti kata hatiku dan…. Disinilah aku sekarang.”

Sunny tertawa kecil, “Apa yang membuatmu berpikir aku akan menerimamu kembali ??”

“Aku tahu, kemungkinan kecil kau akan menerimaku kembali, tapi—.”

“Bagus, kalau kau tahu itu.”

“Tapi…..”

“Kau belum memberitahukan padaku mengapa kau berselingkuh dibelakangku ??”

“Aku… Uh….” Sooyoung menelan ludahnya. “Aku rasa aku merasa bosan dengan hubungan kita.”

Sunny akhirnya menatap Sooyoung dan menagangkat sebelah alisnya. “Maaf, bosan ??”

Sooyoung mengangguk.

“Kau berselingkuh dengannya, karena kau bosan bersamaku ?? Lalu mencari sesuatu yang baru dan Jessica menjadi pilihanmu karena kau pikir dia melakukan hal yang tidak aku lakukan ??”

“……………” Hening.

“Jika itu alasannya, lalu mengapa kau kemari ??”

“Aku mulai merindukan semua yang kita berdua lakukan selama itu,  bagaimana saat kau menelponku setiap pagi untuk membangunkanku sekolah, bagaimana saat kau menanyaiku sudah makan atau belum, saat kau selalu megirimkan padaku makanan setiap jam istirahat makan siang, saat kau selalu mendukungku dan memberiku semangat saat aku sedang down. Bagaimana caramu mengatakan bahwa kau mencintaiku dengan jujur dan perasaan yang masih tetap sama seperti saat kau pertama kali mengatakannya padaku.” Air mata mengalir membasahi baik pipi Sunny dan Sooyoung. “Sunny-ah, Aku benar-benar minta maaf, tidak seharusnya aku melakukan hal itu dan sekarang aku benar-benar menyesalinya. Aku masih tetap mencintaimu sampai detik ini. Sampai kapanpun juga, takkan ada yang bisa menggantikanmu dihatiku.”

Sunny tidak mengatakan apapun, tapi air mata tetap mengalir melalui sudut matanya.

“Taeyeon bilang, kau mungkin tidak akan pernah bisa menerimaku kembali, aku sepenuhya mengerti.” Sooyoung berjalan keluar menuju pintu. “Mianhae Sunny-ah.” Saat Sooyoung akan membuka gagang pintu.

“Berikan aku satu alasan yang baik, mengapa aku harus menerimamu kembali ??” Suara Sunny sangat parau. Sooyoung berhenti lalu menatapnya dalam, sorot matanya masih sama, sangat terluka.

“I Love You.” Sunny sedikit terkejut mendengar kesungguhan dalam perkataan Sooyoung. Tapi dia tidak menunjukkannya dan kembali pada ekspresinya yang sebelumnya.

“A—Aku… Jika kau tidak bisa menerimaku kembali, it’s Ok.. aku sepenuhnya mengerti… Tapi, setidaknya, maukah kau memaafkanku ??”

“Aku sudah memaafkanmu, bahkan sebelum kau memintanya padaku…”

“Benarkah ??” Sooyoung tersenyum kecil. Sunny mengangguk.

“Tapi.. untuk menerimamu kembali…..” Senyum di wajah Sooyoung perlahan memudar, dia menarik nafas dalam, mengantisipasi kata-kata selanjutnya.

“Seandainya, aku bilang Seandainya… aku menerimamu kembali, apakah aku dapat mempercayaimu bahwa kau tidak akan berselingkuh dibelakangku lagi ??”

“Aku telah belajar dari kesalahanku Sunny-ah.. Aku berjanji aku tidak akan melakukan hal itu lagi, jika aku melakukannya, jangan menerimaku kembali lagi, selamanya.”

“Tentusaja aku tidak dengan bodoh melakukannya.”

Sooyoung mengangguk. “Jadi ??”

Sunny menghela nafas panjang, lalu mengangguk bagkit berdiri lalu membuka kedua lengannya lebar-lebar. “I’m all Yours…” Sunny tersenyum.

Sooyoung terbelalak, dia tercengang melihatnya, dia benar-benar yakin Sunny tidak akan pernah menerimanya kembali. Tapi ini, tapi sekarang ?? Sunny mengangkat kedua alisnya.

“Kau tidak ingin kembali bersamaku ??” Suara Sunny terdengar sedikit terluka. Sooyoung menggelengkan kepalanya lalu berlari memeluk Sunny.

“Gomawo… Gomawo… Gomawo Sunny-ah… Mianhae…. Saranghae…” Sooyoung memeluk erat Sunny.

Sunny merasakan kehangatan pelukan itu, tapi tiba-tiba dia merasa kesulitan bernafas. “Soo—Oppa… U…Uda…Udara…” Kata Sunny sedikit terbatuk.

“Ah… Ne… Mianhae…” Sooyoung merenggangkan pelukannya, tapi tetap tidak melepaskan pelukannya. “Aku hanya benar-benar bersyukur kau mau menerimaku kembali.”

“Well, sepertinya kau harus berterimakasih pada TaeNy… kau berhutang banyak pada mereka.” Sunny tertawa kecil.

“Mereka memaksamu menerimaku kembali ??” Sooyoung melepaskan pelukannya lalu melihat dalam kedalam bola mata Sunny.

Sunny menggeleng, “Tentusaja tidak, mereka memberitahuku apa saja yang telah kau lakukan untuk mendapatkanku kembali, meskipun itu tidak membuatku menerimamu kembali, tapi itu sangat membantu.”

Sooyoung mengangguk, “Jadi, apa yang membuatmu menerimaku kembali ??”

“Saranghae…”

Sooyoung tersenyum lebar mendengarkan kata-kata Sunny. “Na do Saranghae Sun kyu-yah…”

“Yaaahh !!” Sunny memukul-mukul dada Sooyoung.

“Ouch… Ouch… Sakit Sunny-ah..”

“Sakit kan ?? Kumohon, berjanjilah padaku kau takkan pernah menyakitiku lagi dan berselingkuh dibelakangku lagi, aku tidak yakin hatiku masih bisa menerimanya.”

Sooyong menatap dalam mata Sunny. “Aku berjanji…” Sooyoung sedikit membungkuk untuk mencium bibir Sunny.

__________

Epilogue

“Jadi, kalian akhirnya balikan, huh ??” Taeyeon mengangkat sebelah alisnya.

“Yup…” Sunny tersenyum lalu mengaitkan lengannya pada Sooyoung.

“Senang rasanya melihatmu tersenyum lagi Sun..” Tiffany memberikan ‘eye smile’ terbaiknya.

Sunny hanya mengangguk.

Taeyeon menyuapi Tiffany sesendok es krim rasa strawberry.

“Aish… Ini masam… aku gak suka.” Tiffany memuntahkan kembali es krimnya.

“Huh ?? Aneh sekali ?? Bukankah kau menyukai strawberry ??” Taeyeon mengerutkan dahinya.

“Memang seperti itu rasanya strawberry…” Sunny menyendok es krim strawberry vanilla nya.

“Aku mau strawberry yang benar-benar manis..”

“Kau benar-benar aneh..” Sooyoung angkat bicara.

“Yah… kau tetap berhutang padaku.. jangan menghinaku…”

Sunny dan Taeyeon tertawa sedangkan Sooyoung cemberut.

“Eww… Jangan cemberut seperti itu, aku sudah pernah bilang, itu sama sekali tidak cute.” Tiffany mencoba mencicipi es krimnya sekali lagi.

“Kurasa itu cute…” Sooyoung seketika tersenyum.

“Itu karena dia pacarmu… aku ragu, kau akan bilang taeyeon cute kalau cemberut.”

Sunny tertawa kecil. “Sebenarnya, aku juga merasa kalau Taeyeon itu cute.” Sunny menerima tatapan mematikan baik dari Tiffany maupun Sooyoung.

“Yah.. Apa itu maksudnya ??” Sooyoung menatap pacarnya yang pendek.

“Oppa… maksudku… Taeyeon itu sudah kuanggap seperti Oppaku sendiri dan dia juga banyak membantuku bersamamu kembali…”

Semuanya mengangguk dan tertawa, sampai tiba-tiba…

Hwekkk.. Hweekkk… Hweekk..

Tiffany membungkam mulutnya sambil memegangi perutnya.

“Baby.. kau kenapa ?? Sakit ??” Taeyeon mengecek kening Tiffany.

Tiffany hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.

“Ehm.. kurasa ada yang mau menggelar pesta pernikahan nih..” Celetuk Sunny. Sooyoung hanya mengangguk-angguk dan tertawa kecil.

Mata Taeyeon melebar, lalu menatap Tiffany.

Tiffany hanya menggeleng-geleng sambil mengangkat bahunya dan masih menutupi mulutnya.

“Chagiya… kita harus ke dokter sekarang… NOW !!” Taeyeon menggangdeng tangan Tifffany. Sunny dan Sooyoung yang melihat hal itu langsung tertawa terbahak-bahak.

“Sepertinya apartemen mereka bakalan rame tuh…” Sooyoung mengangguk masih tertawa.

“Kapan kita menyusul mereka ??” Canda Sooyoung.

“Oppaaa…..” Sunny memukul lengan Sooyoung.

“Hehehe..” Sooyoung langsung memeluk Sunny. “Gomawo.. sudah memberiku kesempatan lagi..”

“Ne…” Sunny mempererat pelukannya.

Saranghae Sunny-ah… Gomawo sudah melengkapi hidupku yang kosong tanpamu….

 

-END-

 

Iklan

31 thoughts on “PLEASE FORGIVE MY SELFISHNESS [TWO SHOOT] [2nd SHOOT]”

  1. Hallo aq reader bru.
    Adx ny tiffany hwang, twins ny seo.*abaikan.
    Keren thor..
    Suka suka suka.
    Taeny bkin cembru az..
    Lnjutkan bkin ff gen-ben ya thor..fighting..!

  2. huaaaaa soo akhirnya minta balikan juga padahal awalnya nyakitin sun eon kasian sun eon..tapi tak apalah balikan laghe ini ko..
    wuuuu taeny romance dah hehehe
    lompat ke selanjutnya deh..
    mian langsung kesini koment’y..fighting,,

Komentar tidak dipungut biaya ✿ Tae♡Ny ✿

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s