FF Terjemahan, Love is Hard, SNSD, SOSHI FF

LOVE IS HARD Part 11

LOVE IS HARD [ACT 3]

Author             : Roykilljoy

Indo Tran        : Sasyaa95 (Shin Min Rin aka 신민린)

Title                 : Love is Hard (Love Love Honey Bebe)

Genre              : Romance

Main cast         : TaeNy, YoonHyun, HyoSicca, and other SNSD Member.

Warning          : The Gendre is YuRi (Girl x Girl)

Chapter 2

“Bisakah kau mengambilkan itu ??”

“Hm ?? Oh, tentu…” Taeyeon mengambil tumpukan piring dari Tiffany yang sedang berdiri didepannya didepan bangku. Taeyeon menatap sosok feminim didepannya. Tiffany mengenakan hot pants pink favoritenya dengan Hoodie yang senada dan kaus kaki se pergelangan kakinya. Tatapannya terpaku pada paha mulus Tiffany. Memperhatikan setiap gerakan Tiffany naik keatas meja.

“Aku tidak melihat ada gelas disni, kau melihatnya ??” Tiffany menoleh pada gadis yang sedang melamun. “Tae Tae ??”

“Hm ??” Taeyeon menarik pikirannya kembali dari pemandangan indah yang sangat dia nikmati (?). Tiffany terkikik melihat Taeyeon yang kebingungan. Dia mengulurkan tangannya pada Taeyeon agar membantunya turun. Taeyeon berjalan kearah Tiffany lalu memeluk pinggangnya. Seketika itu, Tiffany menarik Taeyeon dan menciumnya singkat.

“Sudah enam bulan dan wajahmu masih saja tersipu seperti saat kita pertama kali ciuman.” (Inget gak ?? *Plakk* #Lupakan) Tiffany megusap pipi Taeyeon dan membelainya lembut. “Jika orang terus melihatmu seperti ini, mungkin mereka akan curiga.”

“Maaf..” Taeyeon menarik nafas. “Aku tidak bisa menahannya.” Dia menirukan gaya Tiffany saati ia membungkuk untuk menyapa bibir Tiffany sekali lagi. Dia benar-benar tidak bisa menahannya. Semua yang Tiffany lakukan bermain-main di hati Taeyeon. Terkadang, Taeyeon sering bertanya-tanya bagaimana bisa ia hidup begitu lama bersama Tiffany tanpa memperhatikan kasih sayang yang begitu intens yang Tiffany tunjukkan padanya, meskipun didalam hatinya dia tahu bahwa selama ini dia menghabiskan hari-harinya dengan mencintai Tiffany dari kejauhan dan membuat saat-saat seperti ini lebih manis. Setelah bertahun-tahun menunggu, akhirnya dia mendapatkan apa yang telah dia tunggu selama ini— apa yang mereka berdua tunggu selama ini. Selama bertahun-tahun menahan nafsunya (?) membuatnya menginginkan Tiffany lebih.

“Fanny-ah…” Bisik Taeyeon, suaranya samar. Tangannya dengan anggun masuk kedalam rambut Tiffany, menarik kepalanya lebih dekat. Dia memiringkan kepalanya kesamping, dengan lembut bibirnya menyentuh bibir Tiffany. Taeyeon seolah merasa tersengat listrik beribu-ribu volt, saat kuku Tiffany menelusuri punggung Taeyeon. Nafasnya semakin cepat.

Tiffany membuka sedikit bibirnya, membiarkan lidah Taeyeon untuk masuk lebih dalam. Taeyeon mendorong lidahnya untuk menerima, tapi gagal saat Tiffany menarik lidahnya kembali. Tiffany menyingrai, menelusuri tubuh Taeyeon. Selama berbulan-bulan Tiffany selalu saja senang menggoda Tayeon. Taeyeon tidak tahu apakah dia membencinya atau justru menyukainya. Sebuah rintihan kecil meluncur dari bibirnya saat dia gagal lagi. Tiffany terkekeh lalu melingkarkan tangannya pada leher Taeyeon. Dia mengusap bibir lalu pipi Taeyeon dan telinganya. Tiffany mencium lembut ujung daun telinga Taeyeon sementara tangannya bermain-main di bawah rambut Taeyeon. “Ayo Tae Tae…” Bujuknya dengan kata-kata yang panas dan menggoda. “Tidakkah kau pikir kita harus turun sekarang ??”

Taeyeon mengerang frustasi. Menyelipkan tangannya diantara paha mulus Tiffany. Gerakannya sangat lembut lalu mendorong tubuh Tiffany di lantai dan menarik bibir Tiffany pada bibirnya sendiri. Tiffany tidak menggodanya lagi kali ini, punggungnya bersandar pada kaki meja. Tubuh Taeyeon menekan diatas tubuhnya sendiri. Tangan Taeyeon terselip diantara paha Tiffany, secara perlahan membuka resleting yang menutupi area yang sampai sekarang belum pernah ia jamah (?). Dia—…..

“Yah !!” Teriak sebuah suara dari sudut ruangan. “Apakah kalian sudah mendapatkan piringnya ??” Tiffany mendorong tubuh Taeyeon sebelum Sooyoung berjalan mendekat kearah mereka. (Soo… Suwer dah…. Gantungin Soo Unnie ke pohon toge… *entah Soo yang digantungin apa toge nya yang digantungin, atuhor kurang tahu [?]* Kau.. benar2 datang disaat yang tak tepat Soo….) “Hyoyeon mengambil gelas dari dapur atas… Ayolah… makanannya sudah semakin dingin…” Taeyeon berdehem, dengan hati-hati merapikan rambutnya yang berantakan. Dengan cepat ia mengikuti Sooyoung menuruni tangga. Tiffany berdiri sambil tercegang. Dia mengatur nafasnya kembali. Dia kembali menutup resletingnya dan merapikan hoodienya yang setengah terbuka sebelum bergabung dengan mereka.

**

“Sepertinya kalian berdua mengambilnya terlalu lama.” Jessica menyingrai memberi tatapan ‘know-all’ pada pasangan yang tak tau malu itu. Dia meraih piring dari tangan Taeyeon.

Taeyeon menyeret kursi disebelahnya, menghindari tatapan Jessica. Sekarang, ruangan ini dipenuhi dengan suara-suara gemerincing dari peralatan makan dan obrolan-obrolan ringan untuk menunggu waktu makan.

“Waw… ini sangat lezat.”

“Bintang Lima.”

“Aku penasaran, berapa biaya yang kita perlukan jika kita membayar kamar hotel ini.”

“Lebih baik jangan bicarakan hal itu.” Yuri mendesah, berbalik kearah Sooyoung. “Bisakah kau mengambilkanku itu ??”

“Waw… ini sangat lembut…” Yoona tersenyum. “Aku pernah makan daging seperti ini saat show sebelumnya, ini mungkin di impor dari sana.”

“Sini…” Tiffany meletakkan tangannya diatas tangan Taeyeon, menuntunnya memotong dagingnya, akan tetapi tangan Taeyeon melemas. Akhirnya, Tiffany mengambil pisau dari tangan Taeyeon dan mulai memotong daging itu menjadi potongan-potongan kecil seukuran gigitan untuk kekasihnya.

Jessica melihat adegan sweet didepannya, menyingrai bagaimana mereka berbagi hal-hal kecil seperti itu. Dia melirik piringnya sendiri, menghela nafas panjang lalu mulai memotong sendiri daging yang ada dipiringnya. Dia tidak akan mengakui pada sipapun betapa dia ingin sekali diperlakukan seperti itu. Tidak ada yang perlu dibebani dengan kesedihan yang sedang melanda hatinya. Taeyeon menutup matanya, bersandar dikursi sambil menikmati makanan yang ada didepannya, dia tak menyadari sepasang mata yang menatap mereka sambil termenung.

**

“Apa yang akan kalian lakukan setelah ini ??” Sunny menyeruput teh hangatnya. “Ada banyak film menarik yang bisa kita tonton di TV.”

“Ya !!” Sooyoung mengangkat pisaunya diatas kepalanya. “Hidup Movie Night !.”

“Yah !!” Jessica menjendul kepala Sooyoung. “Hati-hati dengan benda itu !!”

“Aku yakin semua orang akan ikut. Kita semua tidak memiliki kegiatan lain untuk dilakukan, kan ??” Yuri tersenyum, dia menatap satu persatu gadis yang ada disekelilingnya.

Taeyeon mengangguk-anggukkan kepalanya saat dia hampir menelan makanan yang sedang dia kunyah. Tiffany menyenggol kaki Taeyeon, matanya tetap fokus pada piringnya. Taeyeon berdehem, merasakan kehangatan yang sudah biasa ia rasakan. Wajahnya mulai memanas. “Uhmm..” Taeyeon terbatuk. “Sebenarnya, aku ingin tidur saat ini.”

“Jinjja ?? Ini belum terlalu larut.” Desah Sunny.

“Yeah, tapi kurasa aku sedikit tak enak badan.” Nafasnya tercekat saat ia merasakan tangan Tiffany menyentuh dan meremas pahanya. Taeyeon tersentak, melompat dari kursinya. “Aku ingin beristirahat sekarang..” Taeyeon berbalik lalu berlari menaiki tangga.

Tiffany dengan tenang bangkit berdiri, menghindari tatapan dari semua orang. “Aku akan memeriksanya, mungkin dia hanya makan terlalu cepat atau yang lain.”

**

“Fanny-ah…” Rengek Taeyeon menbenamkan kepalanya dibantal. “Tidakkah kau berpikir itu berbahaya ?? Bagaimana jika mereka melihatmu ??”

“Aku tidak berpikir, salah satu dari member kita bisa melihat di bawah meja.” Tiffany berjalan memasuki kamar Taeyeon, dia menyingrai pada gadis bawel. Tiffany tahu, kata-katanya tidak menenangkannya. “Hey…” dia berdiri di tepi kasur. “Maaf TaeTae.. aku hanya…. Aku tidak tahu… Aku memang seperti ini…. Saat aku berada didekatmu…”

Taeyeon sangat yakin jika wajahnya memanas, maka ia akan meleleh. Dia berguling kesamping, tersenyum pada Tiffany. “Aku rasa kita tidak baik dalam menyembunyikan rahasia.”

“Mmmhh…” Tiffany melipat kedua tangannya didepan dadanya, berguling dari sisi kesisi. “Kau benar-benar sangat buruk. Selalu mencuri pandang kearahku, memegangku.” Tiffany mendesah angkuh lalu tersenyum sombong. “Hmmph… kurasa kau selalu jatuh cinta padaku.”

Taeyeon menertawakan Tiffany yang sedang mengedip-ngedipkan bulu matanya. “Memangnya kau lebih baik…” Taeyeon merangkak dan berlutut di tepi tempat tidur.

“Apa ??” Tiffany mendesis jengkel. “Kurasa aku lebih baik daripada—Whoa..”

Taeyeon meraup lengan Tiffany dan melemparkannya ketempat tidur, lalu dengan sigap ia meluncurkan tangannya dipingang ramping Tiffany.

Tiffany tertawa, mencoba mengalihkan tangan yang menggelitikinya. “Hentikan TaeTae—ah !! Stop !!” Jeritannya memenuhi ruangan. Taeyeon mengangkangi Tiffany, menikmati suara dari sosok yang sedang mengeliat-ngeliat dibawahnya. Dia tertawa kecil sambil melihat tingkah lucu Tiffany, yang sedang berusaha untuk melepaskan diri. Taeyeon begitu terpana sampai dia tak menyadari bahwa ia telah diambil alih oleh gadis muda dibawahnya. Mereka merasa bahwa itu sudah terjadi selama berjam-jam walaupun kenyataannya itu hanya berlangsung selama beberapa menit. Gerakan Tiffany mereda, ia ambruk di samping Taeyeon. Tiffany mendengus, mencoba menstabilkan nafasnya. Dengan malas, dia menyandarkan kepalanya didada Taeyeon. Dia menangkupkan tangganya disekitar kulit yang halus, kepalanya bersandar dipermukaan yang lembut. Taeyeon meletakkan tangannya diatas Tiffany. Taeyeon menutup matanya, menikmati belaian lembut tangan Tiffany.

Suara Tiffany serak, sangat kontras dengan jeritan sebelumnya. “Akhirnya kami sendirian.”

“Mmmhh..” Desah Taeyeon sambil mengangguk kecil. Tiba-tiba matanya meledak membuka. Dia tidak pernah memikirkan tentang hal itu sampai sekarang. Tiffany berbaring menghadap Taeyeon, sorot matanya seolah tanpa ekspresi. Taeyeon belum pernah melihat Tiffany seperti ini, menatap dia dengan ekspresi yang tidak terbaca. Taeyeon bergidik, dia merasa seolah ada kupu-kupu di perutnya. Dia bisa saja bertanya apa yang sedang Tiffany pikirkan sekarang, tapi dia sedang tidak ingin menggodanya. “Umm…” Tayeoen beringsut dari tempat tidur. “Hei, apa kau ingin melihat film ??”

Tiffany berkedip, ekspresinya tetap sama saat ia melihat kepala Taeyeon sudah ada di dekat pintu. “Kurasa aku akan menonton film.” Gumam Taeyeon, mencoba menangkis udara canggung diantara mereka.

Tiffany mengangguk, meluncur dari tempat tidur. “Baiklah.”

**

Taeyeon duduk tegak di sofa, tangannya terlipat di pangkuannya. Tiffany melihat gadis canggung yang berada tepat disampingnya sedang gelisah, matanya terfokus pada film itu. Tiffany mendesah, menyandarkan kepalanya di telinga Taeyeon. “Kau terlihat tidak nyaman.”

Taeyeon menggeleng sambil berkedip dan tersenyum kecil. “Aku baik-baik saja.”

“Kau yakin ??” Tiffany bersila, mengunci lengannya dengan lengan Taeyeon. “Semuanya baik-baik saja ??”

Dia merasakan Taeyeon mulai merasa tegang sambil terus tersenyum. “Ya.. semuanya baik-baik saja.”

Tiffany tahu dia berbohong. “Ok..” Desah Tiffany merebahkan kepalanya di bahu Taeyeon. Dia harus melakukan sesuatu untuk mendapatkan respon dari Taeyeon, tapi dia tidak tahu apa yang harus ia lakukan. “Kau tahu, jika ada sesuatu yang mengganggumu, kau dapat menceritakannya padaku.” Gumam Tiffany.

“Semuanya baik-baik saja.”

Tiffany mulai gusar, dia tidak akan mendapatkan jawaban dari Taeyeon, terutama didepan para member. Dia menjauhkan rasa khawatirnya sejenak, lalu kembali menyandarkan kepalanya di bahu Taeyeon.

**

Taeyeon merebahkan dirinya di tempat tidur, matanya terpaku pada sosok yang sedang berbaring didepannya. Mengamati setiap gerakan dari gadis yang sedang tertidur disampingnya saat gadis itu bergerak mendekat kearahnya. Taeyeon gusar, mengamati jarak yang membentang antara dirinya dan Tiffany. Dia tidur telentang, membiarkan desahan frustasi meluncur brgitu saja dari mulutnya. Untuk keempat kalinya dia memejamkan mata, mencoba untuk tertidur, meskipun dia yakin takkan ada gunanya melakukan hal itu sekarang.

Matanya mengerjap terbuka, saat suara gerakan Tiffany mendekat kearahnya. Tiffany menggumamkan kata-kata yang tak dapat ia dengar, lalu berguling menghadap pacarnya. Tiffany mengulurkan tangannya untuk melingkarkan lengannya di pinggang Taeyeon, tapi dia tidak merasakan apapun. Dia menepuk-nepuk tempat dimana seharusnya Taeyeon berada. “TaeTae ??” gumamnya. Matanya menelusuri seluruh ruangan yang tampak gelap. Dia berkedip beberapa kali sebelum matanya terbiasa dengan kegelapan. Taeyeon dengan cepat memejamkan matanya, pura-pura tertidur. Tiffany beringsut kearah Taeyeon. “Taeyeon-ah ??” Panggilnya lagi. “Apakah kau tidur ??” Tiffany menunggu jawaban dari Taeyeon. Tapi Taeyeon tak kunjung menjawabnya, Tiffany menghela nafas berat dan menunduk diatas dada Taeyeon. Dengan posesif, dia memainkan tangannya disekitar tubuh Taeyeon sambil mentup matanya. (Apa yang kau pikirkan Fanny-ahh ??). Nafas Taeyeon tercekik dilehernya, saat ia merasakan sentuhan Tiffany kian memudar, ia membuka matanya. Lalu dengan cepat menutupnya kembali saat dia merasakan kepala Tiffany kembali mendongak kearahnya.

Tiffany kembali pada posisi sebelumnya. Tiffany memiringkan kepalanya saat ia berusaha mencari wajah Taeyeon. Tangannya membelai lembut pipi Taeyeon. Ia masih merasa begitu malu ketika dia menyentuh Taeyeon. Wajahnya memerah saat ia tersenyum. Taeyeon bukanlah satu-satunya yang masih tersipu saat mereka sedang berdua. “TaeTae…” Bisik Tiffany, suaranya memecah keheningan diseluruh ruangan. Jemarinya dengan lentik bermain-main di atas kulit yang sangat lembut. Ia perlahan menyeka bibir bawah Taeyeon menikmati sedikit kelembaban yang masih tersisa disana. Tiffany menggigit bibir bawahnya, saat ia berpikir untuk membasahi bibir Taeyeon dengan bibirnya sendiri menyerbu pikirannya. Tiffany menghela nafas sambil menutup matanya. Dia mendekat kearah Taeyeon.

Taeyeon merasakan dia memiringkan sedikit kepalanya untuk merasakan bibir Tiffany, tapi ia menghentikannya saat ia ingat bahwa sekarang ia seharusnya sudah tertidur. Mulut mereka tidak bersentuhan seperti apa yang ia harapkan. Sebaliknya, Tiffany membelai lembut leher Taeyeon dan memiringkan kepalanya kesamping. Dia menatapnya sebentar sebelum akhirnya membenamkan sebuah ciuman diatasnya. Mata Tayeon seketika membelak. Lidah Tiffany dengan lembut menghisap kulit hangat di bawahnya. “Mmmhh..” Tiffany mengerang, tangannya menggerayangi tubuh Taeyeon. Dia membenamkan beberapa ciuman di sepanjang rahang Taeyeon. Dia tidak pernah merasa bosan, menjelajahi tubuh Taeyeon adalah sesuatu yang selalu dia impikan selama ini. Dia selalu menemukan dirinya sendiri menatap Tayeoen ketika mereka mengobrol atau selama rekaman, dia terus memikirkan bagaimana rasanya menciumi gadis itu. Setiap malam ia gelisah, memimpikan semua tentang Taeyeon. Sekarang, saat mereka akhirnya sendirian, mengekspresikan perasaan intens seperti gairah yang dia benar-benar yakin keduanya merasakan hal yang sama. Tapi, tanpa Taeyeon merespon aksinya, dia merasa aneh untuk melanjutkannya. Dengan enggan, Tiffany menarik bibirnya dari kulit mulus Taeyeon yang memerah akibat gigitannya lalu merebahkan kepalanya didada Taeyeon sekali lagi. “Yah !!” Kata Tiffany sambil terengah-engah mendengarkan irama detak jantung yang sangat cepat di telinganya. “Jantungmu…. Berdetak…. Sangat…. Cepat…. Sekarang…” Katanya serak lalu mengencangkan pegangannya. “Katakan sesuatu….”

Taeyeon menghembuskan nafas yang sedari tadi tertahan di lehernya, suaranya sangat pelan dan terdengar malu-malu. “K—Ki—Kita…. Ti—tidak…. Pe—pernah ….sendirian… se—seperti ini….”

“Aku tahu…” Tiffany meyingrai. “Tidakkah ini indah ??” Tiffany mencium dagu bagian bawah Taeyeon, dia berharap Taeyeon akan meresponnya kali ini.

Suara Taeyeon semakin mengecil dan dia tetap tidak bergeming. “Kita sendirian.”

“Mwo ??” Tanya Tiffany, tidak mendengar dengan jelas apa yang telah ia katakan.

Taeyeon tersipu malu, “Kau tahu…. Sendirian…. Dimalam hari….”

“Oh..” Tiffany mengangkat kepalanya sendiri, akhirnya tahu apa yang dimaksud Taeyeon. Tiffany menatap gadis didepannya. “Jadi, itu sebabnya kau bersikap aneh tadi..”

Taeyeon berhenti sejenak sebelum menegaskan kecurigaan Tiffany.

Tiffany melepaskan dirinya dari Taeyeon lalu duduk dan menarik tubuh Taeyeon bersamanya. Saat Tiffany akan membuka mulutnya untuk berbicara, tiba-tiba saja Taeyeon memotongnya. “Mianhae Fanny-ah.. hanya saja, seseorang selalu ada disana, kau tahu… Hyeoyeon, dan member yang lainnya… Aku selalu mempunyai alasan untuk megontrol diriku sendiri. Tapi, disini aku tidak…..” Pandangannya jatuh ke tangan Tiffany. “Jika… Jika aku mulai menciummu.” Mata Taeyeon menelusuri sprei di bawahnya. “Bagaimana aku tahu kapan kau memintaku untuk menghentikannya ??” Tiffany masih terduduk, dia menggengam erat tangan Taeyeon.

Taeyeon melirik kearah Tiffany, tapi ia mengalihkan kembali pandangannya saat dia melihat ekspresi Tiffany yang tidak bisa ia tebak sama seperti sebelumnya. Dia tidak terbiasa dengan sorot mata Tiffany saat ini, dan itu membuatnya takut. Taeyeon menggigil.

Tiffany melepaskan genggamannya pada Taeyeon, lalu melingkarkan tangan kanannya pada leher Taeyeon. Sedangkan tangan kirinya mengangkat dagu Taeyeon. Mata mereka saling bertemu. Tiffany membungkuk, memperdalam ciumannya sambil mendorong Taeyeon kembali ketempat tidur. Tangannya merayap disekitar tubuh Taeyeon yang belum pernah ia jamah sekalipun [?]. Tiffany melepaskan ciuman mereka lalu menatap gadis yang sekarang berada tepat dibawahnya. “Apa yang membuatmu berpikir aku ingin kau untuk lakukan ??”

*SKIP*

Lanjutkan sendiri dengan imajinasi kalian…. Author Sasya rasa kalian semua lebih pintar berimajinasi daripada Atuhor Sasya…

Dan… begitulah… akhirnya terjadi…. Hal yang…. Yeah…. Begitulah… Hahaha….

-TBC-


Iklan

58 thoughts on “LOVE IS HARD Part 11”

Komentar tidak dipungut biaya ✿ Tae♡Ny ✿

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s