SNSD, SOSHI FF, Three Shoot

THE CIRCLE OF FRIENDS [THREE SHOOT] [3rd Shoot] [END]

THE CIRCLE OF FRIENDS [THREE SHOOT]

Author             : Sasyaa95 (Shin Min Rin aka 신민린)

Title                 :  The Circle of Friends

Genre              : Yuri (Girl X Girl), Drama, Romance, Friendship.

 Cast                : TaeNy, Leeteuk, Shiwon, YulSic.

Chapter           : Three Shoot.

Warning          : The genre in Yuri (Girl X Girl) 

Pernahkah kau membaca sebuah lukisan ?? Ataukah kau pernah melukis sebuah cerita ?? 

[3rd Shoot]

 

 

Dia menghidupkan sebuah puisi yang tak bisa ia tulis, sementara yang lainnya menulis sebuah puisi yang tak berani mereka sadari.

 

Pada suatu hari, jauh di negeri dongeng……

Dimana sebuah kisah di lukiskan….

Dari kenangan yang telah terukirkan….

Oleh sepasang hati yang telah ditakdirkan…..

Merangkai mimpi dan harapan…..

Menanti datangnya sebuah keajaiban…..

Seminggu berlalu semenjak kejadian itu, setiap pagi aku melangkahkan kaiku kedalam ruang kelas, aku tak kunjung mendapati wajah malaikatmu. Dimanakah dirimu berada saat ini ?? Mengapa kau tak kunjung datang ke sekolah setelah kejadian mencengangkan malam itu. Apakah kau dengan sengaja menghidariku ?? Aku mencoba menghubungimu setiap hari, berharap kau akan menjawab dan membiarkanku mencurahkan isi hatiku walau hanya sekali saja, tapi yang kudengar hanyalah pesan suara yang kau tinggalkan. Ini membuatku semakin bertanya-tanya tentang kepergianmu yang secara tiba-tiba, apakah aku harus bertanya kepada seluruh penghuni sekolah ?? Tapi aku tidak yakin, siapa yang harus kutanyai terlebih dahulu ??

Aku berpikir tentang satu orang orang yang mungkin tahu akan keberadaanmu, karena kalian berdua sedang bersama malam itu. Aku telah mencoba semua yang kubisa hanya untuk mengetahui tepat dimana jejakmu. Sekeras apapun aku berusaha, akhirnya tak kunjung membuahkan hasil, aku tak menemukan seucilpun petunjuk tentang dirimu. Sebebenarnya, masih ada satu harapan lagi yang masih tersisa, karena entah mengapa aku sangat yakin bahwa setidaknya ada satu orang yang akan membantuku mendapatkan keinginanku. Setelah semuanya, dia adalah gadis yang bersamamu sebelum kita terpisah.

__________

Selepas jam pelajaran terakhir, aku mengajak gadis itu bertemu di café dekat sekolah. Tak satupun diantara kami yang tergerak untuk memulai pembicaraan. Pada saat ini, akulah yang seharusnya berbicara terlebih dahulu mengingat aku adalah orang yang memintanya menemuiku. Akan tetapi, kelihatannya dia sedang menikmati ketenangan ini. Rasa gugupku kian mengintimidasiku, membuatku semakin sulit untuk memikirkan pertanyaan pertama yang akan kuucapkan. Mengapa aku harus menjadi selemah ini ketika aku sudah mempunyai kesempatan untuk bertemu denganmu ??

Walau bagaimanapun, aku harus segera menyelesaikan semua ini sebelum semuanya berubah semakin canggung. “Jessica… tentang Tiffany…..” Aku mulai merasa tidak stabil, suaraku kian melemah, terjebak di tenggorokanku.

Jessica tidak menjawab pertanyaanku, melainkan dia mempunyai pemikiran tersendiri di kepalanya. “Dia selalu memesan ini setiap kali kita datang kemari.” Katanya sambil menyeruput minuman didepannya secara anggun lalu meletakkannya kembali dan memutar-mutar sendok kecil didalamnya, mengaduknya perlahan sambil menyeringai pada dirinya sendiri, kemudian dia mengadahkan kepalanya untuk menatap wajahku yang kebingungan.

“Kalian berdua pasti sangaatt….. dekat…”

Hatiku bergetar, tak ingin mengakui kenyataan bahwa dia memahamimu dengan baik.

Sebuah desahan kecil berhasil mendarat melalui mulutnya, “Saat kita berdua bersama, yang selalu dia bicarakan adalah tentangmu.. Taeyeon begini… Taeyeon begitu…” Dia kembali melanjutkan menyeruput minumannya sebelum akhirnya mendesah lagi. “Andai saja dia ada disini sekarang…”

“A—Aku minta maaf… A—aku benar-benar tidak bermaksud merebut pacarmu….” Aku memutar-mutar kedua bola mataku, mencoba mengalihkan tatapannya, tak ingin menyadari kenyataan bahwa gadis inilah yang lebih berhak atas dirimu.

“Huh ??” Jessica menatapku kebingungan, dia mengerutkan kedua alisnya sebelum akhirnya melepaskan tawa kecil sambil diselingi dengan anggukan kecil.

Sambil berusaha mengumpulkan kembali nyaliku yang mulai menciut, aku membalas tatapanya yang tak terbaca, apa yang salah dengan perkataanku ??

“Aku tahu, kau sangat mencintainya begitu juga sebaliknya, tapi aku masih tak mengerti mengapa aku tak dapat mengontrol perasaanku saat ini.” Aku menundukkan kepalaku, terbesit sedikit rasa bersalah yang kian menghantuiku.

Anehnya, dia tidak marah ataupun menampar wajahku. Sebaliknya, dia justru tertawa semakin keras sambil menyeringai lebar. “Wait…. Pacar ??” Jessica mengadahkan kepalanya padaku, menatapku seolah tak mempercayaiku. Aku hanya mengangguk-anggukkan kepalaku dengan polosnya.

“Well, yeah… aku memang mencintainya… tapi… hanya sebatas saudara…. Kau pasti salah paham, Hubungan kami hanya sebatas saudara sepupu.” Jessica memegangi perutnya menahan tawa.

“Se—Sepupu ??” Apa aku tak salah dengar ??

Jessica hanya mengangguk-anggukkan kepalanya.

Jika kalian memang benar-benar saudara sepupu, lalu mengapa kau selalu membicarakan gadis ini saat kau sedang menghabiskan waktu bersamaku ??

Sesaat kemudian, seorang gadis tinggi berkulit agak gelap berjalan mendekat lalu mengambil tempat duduk disamping Jessica, kecupan kecil yang diterima Jessica tepat di pipi kanannya berhasil membuat gadis itu tersipu sambil tersenyum menahan malu.

Aku terbelalak saat pemandangan menjijikkan itu numpang lewat didepan mataku.“Wait…. Kalian berdua ??” Sungguh sulit dipercaya, bagaimana bisa si Hyperactive Kwon Yuri bisa bersatu dengan si ice princess Jessica Jung ?? Dan parahnya lagi… Kkab Yul itu tak memberitahuku sama sekali ??

Tidak satupun dari mereka menjawab pertanyaanku, hanya suara kikikan kecil yang dapat kudengar melalui telingaku.

“Kau tidak bisa terus berbohong pada dirimu sendiri Taeng, bahkan jika maksudmu adalah baik. Semua itu hanya akan berakhir dengan menyakiti hatimu sendiri.” Omel Yuri lalu dengan lembut mengaitkan jari-jarinya pada Jessica.

“Saat aku berkencan dengan Donghae Oppa, yang selalu aku pikirkan adalah berada bersama Yuri. Aku pulang setelah menghabiskan waktu bersama Donghae lalu aku akan melakukan apapun untuk bersama Yuri setelahnya. Hanya sebagai antisipasi saja, namun itu justru membuat hatiku semakin tertekan.” Jessica menatap Yuri dengan sorot mata penuh penyesalan, lalu sebagai balasannya Yuri mengangguk pelan.

“Setiap malam, yang selalu aku pikirkan adalah tentang bersama Jessica. Tapi aku terlalu pengecut untuk mengatakan perasaanku yang sebenarnya, aku menyesal, jika saja aku jujur padanya sejak awal, jika saja aku punya cukup keberanian dan kepercayaan. Kami berdua pasti sudah berpacaran sejak lama.”

“Tapi, kau tahu… setelah masa-masa sulit yang telah kami berdua lalui, itu justru akan membuat kita semakin kuat. Aku tak pernah meragukan cinta Yuri padaku. Aku tahu, apa yang kita rasakan adalah Nyata.” Jessica dan Yuri saling berbagi senyuman saat menginggat kenangan masa lalu yang telah mereka berdua lewati bersama.

Aku tersenyum simpul, kisah mereka mungkin saja jauh lebih sulit jika dibandingkan denganku. Tapi mereka berhasil melampaui semua itu. Semangatku kian membara, aku akan mendapatkanmu kembali. Aku yakin pada diriku sendiri bahwa yang kurasakan ini tak pernah salah. Aku hanya mengelaknya saja.

“Aku tidak tahu perasaanmu pada Tiffany yang sebenarnya. Tapi apapun itu kau harus memberikannya sebuah jawaban yang pasti. Berhenti mencemaskan segala hal tentang ‘Bagaimana jika’. Bagaimana jika dia pergi, bagaimana jika aku tidak bisa mencintainya seperti dia mencintaiku. Pada akhirnya, semua pemikiran itu hanya akan menghancurkanmu. Pikirkanlah semua itu saat ini juga. Jujurlah pada dirimu sendiri dan jangan menyerah, Arasso ??”

Aku mengangguk beberapa kali sambil tersenyum kecil mengingat kenangan yang telah kita berdua lalui selama ini.

Jessica mengeluarkan sesuatu dari dalam tas sekolahnya yang cukup besar lalu menyodorkannya padaku. Aku mengamatinya lebih jelas, tampaklah sebuah buku berukuran sedang dan tidak terlalu tebal. Kedua sampulnya berwarna merah muda dengan tulisan ‘Tiffany Hwang’ yang terlukis jelas menggunakan tinta berwarna keemasan tepat di tengah-tengahnya. Aku mengeruttkan dahiku, mengharapkan sedikit penjelasan dari Jessica.

Sebelum aku sempat menanyakannya, Jessica terlebih dahulu membuka mulutnya. “Bacalah.. Kau pasti akan menyukainya.” Jessica tersenyum hangat sambil menyandarkan kepalanya di bahu Yuri.

Aku mengambil buku tersebut dengan sedikit keraguan yang masih ada dibenakku. Jessica tersenyum seolah meyakinkan perasaanku, aku mengangguk kecil sebelum akhirnya membiarkan jari-jariku menyentuh sampul buku tersebut. Aku membelai tinta berwarna keemasan yang menjadi satu kesatuan dan mengukirkan namamu dengan indah.

Tiffany Hwang…. Seseorang yang telah membuat hatiku berayun hanya dengan menyebutkan namanya saja.

Aku menghela nafas panjang, membiarkan udara yang mengganjal di tulang rusukku terlepas sebelum akirnya aku mebuka sampulnya secara perlahan.

Beberapa rangkai kata yang telah kau tulis jauh dari lubuk hatimu membawa logikaku seolah pergi meninggalkan kepalaku. Aku membacanya secara perlahan, takmau melewatkan satu katapun yang telah kau lukis dengan susah payah.

-OST : SNSD SUNFLOWER-

[disarankan untuk mendengarkan lagu ini sambil membacanya]

 

Maybe I had a lot of fear, as always

I always hid in the shadows, unseen

Always a step behind you

Dear Taeyeon…

Kita hanyalah sebatas teman sekelas biasa, tak ada yang special diantara kita berdua. Aku tak pernah memperhatikanmu sebelumnya, bagiku kau hanyalah seorang ketua kelas dengan kemampuan otak diluar batas kewajaran. Kita tak pernah saling menyapa, menatapmu pun aku tak pernah. Tidak, sebelum pagi ini kau membuaiku dengan kewibawaanmu dengan maksud untuk melindungiku dari mulut-mulut usil yang tak berperasaan. Aku sangat tersentuh dengan kata-kata yang keluar dari bibirmu tadi. Tak pernah ada yang memperdulikanku sebelumnya, aku juga sudah terbiasa dengan kecaman mereka yang terkadang cukup membuatku tak bisa berkutik.

Selama  jam pelajaran berlangsung, Sedetikpun aku tak dapat mengalihkan pandanganku darimu. Harus kuakui, kau sungguh mengaggumkan. Kau adalah sosok ketua kelas yang sangat sempurna. Tubuhmu yang mungil tak sebanding dengan pesona yang terpancar dari dalam dirimu. Kulitmu yang seputih susu dan semulus porselen seolah bersinar menerangi relung-relung jiwaku. Goresan-goresan yang terukir di sudut wajahmu saat kau sedang focus, membuatmu kian menarik. Mengapa aku tak pernah memperhatikan hal itu sebelumnya ??

Kim Taeyeon……… Aku ingin mengenalmu lebih jauh lagi…

*****

Aku tak dapat menahan senyumku. Mushroom…. Ternyata kau sudah tertarik padaku selama itu ya….

Even if my tears trickle down

You only look at the sky

Am I a cloud?

Dear Taeyeon…

Aku tak bisa menyembunyikan rasa bahagiaku begitu siang ini kau menghampiriku yang tengah termenung di bangkuku. Dengan senyum yang menghiasi wajahmu yang imut, kau berjalan dengan anggun kearahku lalu bertanya padaku apakah aku bisa menemanimu menghabiskan waktu istirahatmu. Tentu saja, jawabannya sudah jelas bukan  ?? Aku pasti menyetujuinya… entah mengapa akhir-akhir ini aku tak bisa melepaskan pikiranku tentangmu. Bayanganmu selalu hadir setiap kali aku memejamkan kedua mataku. Aku merasa seperti de ja vu. Hatiku selalu berdebar setiap kali kau berada didekatku. Aku selalu menikmati setiap detik kehadiranmu. Caramu membuatku tersenyum, membuatku mengubah seluruh presepsiku mengenai makna kehidupan yang dianugerahkan oleh Tuhan kepada setiap hambanya. Dimataku, kau adalah sosok terindah yang telah diciptakan-Nya untukku.

Mungkinkah ??

*****

I walk in place, to you 

I laugh alone and I cry alone

I am a sad sunflower in the shadow

Yes, I long for you alone

 

Dear Taeyeon….

Semakin lama kita menghabiskan waktu bersama, semakin kita memahami satu sama lain. Kau adalah satu-satunya orang yang selalu ada untuk menjaga dan membawa senyum yang sempat terkubur kini kembali menghiasi wajahku. Kehampaan dan kekosongan yang sedari dulu tak pernah luput dari singgasana, kini tak lagi menampakkan rautnya begitu cahayamu memancar menerangi malam yang mencekam. Saat itulah aku mulai merasakan perasaan aneh yang kian hari kian tumbuh dalam diriku kapanpun aku sedang berada didekatmu.

Oh… Kim Taeyeon…. Sepertinya aku telah jatuh cinta kepadamu….

*****

You are looking at someplace else

Why is it her?

 

Dear Taeyeon…

Leeteuk… Hanya pria itu yang mengganggu pikiranku saat ini. Bagaikan mimpi buruk yang tiba-tiba membangunkanku dari dunia fantasiku. Mengapa dia harus hadir dalam kehidupanmu ?? Mengapa bukan aku orang yang lebih dulu mencuri hatimu ?? Setiap waktu yang kau habiskan bersamanya… membuat hatiku kian resah. Apa yang sedang kalian berdua lakukan saat ini ?? Memikirkan hal itu, membuatku tak bisa tertidur nyenyak tiap kali kau mengatakan kau akan pergi menemuinya.

Pikiran-pikiran rancu tersebut kian meracuni otakku begitu Imajinasi-imajinasi liar tak berhenti berseliweran melalui kepalaku sambil bermain-main dengan akal sehatku. Ingin sekali aku berteriak dan berlulut dihadapanmu, memintamu untuk meninggalkannya dan berpaling disisiku.

Mengapa aku tidak bisa menjadi satu-satunya untukmu ??

*****

That common love story is too hard for me

Because it is just my imagination alone

 

Dear TaeTae…

Setiap hari aku tak pernah lelah untuk bertanya-tanya pada diriku sendiri, apakah aku harus bertahan dengan semua ini ?? Terkadang, kau akan memperlakukanku tak ubahnya seorang tuan putri yang sedang menanti pangerannya. Kau akan melindungiku dan takkan membiarkan setitik air matapun mengalir melalui kedua mata indahku. Tapi dilain waktu, kau seolah berlari menghindariku dan lebih memilih menghabiskan waktumu bersamanya, didepan mataku ?? Kau tahu Kim Taeyeon… Dengan itu, kau adalah orang yang telah membuat tetesan air mata menggenangi wajahku. Kau selalu membuatku bertanya tetang sikapmu yang tak menentu.

Aku masih bisa mengingat saat pertama kali kita menghabiskan malam bersama, aku menyatakannya padamu… Hatiku seolah meloncat keluar dari organ tubuhku, sungguh tak dapat kupercaya… Kau… juga mengatakan hal yang sama denganku… Kau bilang kau juga menyukaiku… Namun, semua itu seolah lenyap bersama debu saat keesokan harinya kau bersikap seolah-olah tak terjadi apapun, Kim Taeyeon… Apa yang ada dalam pikiranmu saat itu ?? Apa kau benar-benar masih terjaga saat kata-kata indah itu keluar dari mulutmu ?? Tidakkah kau tahu betapa sulitnya menggerakkan kedua bibirku hanya untuk sekedar mengucapkan 3 patah kata itu ?? Berusaha mengubur rasa takut akan mengajukan sebuah pertanyaan yang tak siap untukku menerima jawabannya…

Semua orang mengatakan bahwa air mata kepahitan adalah ruang untuk perbuatan yang tidak terselesaikan dan kata-kata yang tak terucapkan. Sangatlah menyakitkan untuk tidak mengatakan apapun daripada berkata sesuatu. Aku tak lagi mempercayai mereka… Terkadang, susuatu akan lebih baik jika dibiarkan tak terungkap.

*****

When I close my eyes and softly fall into a sweet slumber

You are by my side

I don’t want to wake up

 

Dear TaeTae…

Pagi ini, cuaca seolah bersahabat denganku, mendengarkan isi hatiku yang tengah berderu seirama dengan dentuman jarum jam di pergelangan tangan kiriku.

Tae… Mari kita memperjelas semuanya saat ini juga. Aku memintamu menemuiku di taman sore ini, aku ingin mengatakan hal itu sekali lagi. Semoga kali ini kau akan mendengarkanku…

Aku memberanikan diriku untuk mengecup pipimu sekilas, rasanya sangat lembut seperti permen kapas. Aku sangat menyukainya saat jari-jari kita bertemu satu sama lain, memuatku merasa nyaman. Aku ingin kita akan tetap seperti ini… selamanya…

Saat  kata-kata itu akan keluar dari mulutku, tiba-tiba saja kau berlari meninggalkanku. Kim Taeyeon… Apa gerangan yang telah merasukimu ?? Ketika aku melihatmu memeluknya erat, saat kedua pasang mataku mendapati kau sedang menumpahkan air matamu di pelukannya, hatiku seolah tak lagi berada ditempatnya. Mengapa kau melakukan semua ini padaku TaeTae ?? Tak bisakah kau memberiku kesempatan sekali saja untuk menempati sedikit ruang yang tersisa dalam hatimu ?? Apakah aku begitu buruk dimatamu ??

TaeTae… kumohon, lihatlah aku yang selalu berada disampingmu kapanpun kau membutuhkanku. Kau mungkin hanya menganggapku sebagai seseorang yang tak lebih dari sosok seorang sahabat yang selalu berada disisimu tiap kali kau membutuhkan tumpuan untuk bersandar. Tapi aku masih bersyukur, setidaknya aku masih bisa memlikimu dengan cara itu.

*****

I walk in place, to you

I’m nothing, I’m no one but

 

Dear TaeTae…..

TaeTae… Kau tahu ….. Aku selalu merasakan, jantungku seolah melocat-loncat kegirangan, bahkan aku dengan sengaja mengigit ujung lidahku untuk meredam rasa gembiraku setiap kali kau mengatakan padaku bahwa kau menyukai caraku tersenyum kepadamu. Meskipun kau kerap kali berkata padaku jika aku memiliki senyuman paling indah yang pernah kau temui, namun… menurutku, kau mempunyai senyuman yang lebih cantik dari siapapun didunia ini…

Taetae…. Tak bisakah kau hanya tersenyum padaku, ataukah kau lebih memilih memberikannya kepada orang lain daripada aku yang selalu memberikanmu milikku setiap hari sejak matahari terbangun dari sangkarnya ??

Seseorang pernah bertanya padaku, buah dari pilihan seseorang ditentukan dengan cara dimanakah takdir menempatkan mereka. Sangat sulit untuk mempercayai bahwa belahan hatimu tidaklah ditentukan olehmu melainkan suatu kekuatan yang tak terlihat. Apakah kau akan membiarkan dirimu hanyut kedalam arus yang ditentukan oleh takdir ?? akan pergi kemana sungai menginginkanmu untuk pergi ?? Akan mengalir dimana air surut ingin kau untuk mengalir ??Ataukah kau akan memilih untuk berenang melawan arus ?? Berjuang melawan takdir ?? Untuk mengejar orang yang kau pilih untuk kau cintai, berani menantang amukan ombak hanya demi sebuah kesempatan untuk memilih ?? Jika kau sudah ditentukan dan kau telah berusaha cukup keras maka kau akan sanggup menghalau air pasang. Namun, jika kayuhmu tak cukup kuat, maka kau akan ditakdirkan untuk terus berenang di tempat yang sama selamanya, tak pernah bergerak maju ataupun mundur. Akan sangat mudah ketika orang yang telah ditakdirkan untukmu adalah orang yang ingin kau pilih untuk bersamamu. Kau tak hanya akan hanyut terbawa arus, tapi kau juga akan berenang bersamanya. Itu juga akan jauh lebih cepat dan terbebas dari rasa sakit manakala dua hati cocok dan serasi. Namun, bagaimana jika tidak ?? Bagaimana jika kau mencintai seseorang yang tidak ditakdirkan untukmu ?? Ke arah manakah kau akan berenang ??

*****

I only wait for my prayers to be an echo

And to be passed on to you

 

Dear TaeTae…

Pesan singkat yang kau kirimkan padaku pagi tadi, telah berhasil mengukir kembali senyuman yang sudah sekian lama tak kurasakan kehadirannya.

 ‘Mushroom… Bisakah kau menemaniku jalan-jalan di Han River sore ini ?’ Mungkin terlihat sangat singkat, tapi memiliki arti yang tak bisa kujelaskan dengan untaian kata. Kau selalu menunjukkan padaku perhatianmu lebih dari sekedar sahabat dekat, itu kembali membuatku bertanya… Apakah kau memang sengaja melakukan hal ini padaku TaeTae ?? Tapi aku tak sedikitpun merasa keberatan…

Kau tahu.. mengapa tepatnya aku bersedia melakukan semuanya untukmu Tae ?? Itu karena aku terlalu mencintaimu. Rasa cintaku padamu sudah bertumbuh semakin besar tanpa kuketahui kapan tepatnya perasaan itu mulai mengembang.

Taeyeon… sesungguhnya aku tak ingin kita hanya berhubungan sebatas teman biasa. Namun, kau  adalah kebahagiaanku, itu berarti aku juga akan merasa bahagia selama kau masih bisa tersenyum dan tertawa lepas seperti yang biasa kau lakukan. Meskipun itu berarti kau hanya mengambil kesempatan dariku dan bermain-main dengan perasanku, meskipun itu berati hanya akan berujung dengan menyakiti hatiku sendiri. Aku tahu kau mungkin tidak merasakan perasaan yang sama padaku. Tapi aku ingin melakukan apapun untukmu… Apakah aku terlihat begitu bodoh dimatamu ???

Sudah sejam lamanya aku menunggu kehadiranmu, namun kau tak kunjung menampakkan wajahmu. Langit sudah berubah warna keemasan bersisik putih, awan berwarna keabu-abuan berarak-arak menggantung seolah akan tumpah. Tak perduli berapa lama lagi, aku tetap menunggumu disini. Aku berusaha bertahan dari dinginnya angin yang menerpa seluruh tubuhku. Entah mengapa aku begitu yakin kau akan datang. Rintik-rintik air perlahan mulai berjatuhan. Demi kau, aku rela berdiri disini menghalau deru air hujan yang kian menyayat kulitku. Namun, pupus sudah harapanku begitu kau mengirimiku pesan keduamu. ‘Mushroom… mianhae… Oppa tiba-tiba saja mengajakku keluar hari ini, jadi kita pergi lain kali aja ya… sekali lagi Mianeee…’

Taeyeon… mengapa kau begitu bodoh ?? Apa kau buta ?? Apakah kau tak bisa melihatku yang tengah hancur saat ini ??Menangisi kebodohanku sendiri karena telah memiliki perasaan yang aku sendiri tahu takan ada gunanya lagi. Mengapa takdir ini begitu kejam ?? Apakah aku pernah melakukan sesuatu yang buruk di kehidupan sebelumnya, sehingga Tuhan menghukumku dengan cara seperti ini ??

Aku mencintaimu Taeyeon… sangat mencintaimu.. Namun kurasa, saat ini aku tengah dikutuk untuk tidak pernah memiliki hatimu sedangkan kau sudah membawa lari milikku ?? Ini sangat menyakitkan TaeTae…

*****

If only I can be her and not me for a day

Even if I have to throw everything away, if only…

Dear TaeTae….

Salahkah aku mencintaimu ?? Mengapa begitu sulit untukku melepaskanmu ?? Semakin kumencoba menjauh darimu, semakin aku menginginkan kehadiranmu… Mungkin saja pesta minggu depan dapat sedikit meringankan kerinduanku padamu…

Aku tidak tahu, mengapa aku masih saja melakukan hal ini pada diriku sendiri ?? Apa yang bisa ku dapatkan dengan melakukan semua ini. Aku tidak bisa menahannya, aku tidak ingin merasakan apapun, tapi aku tak bisa, ini sungguh membuatku frustasi… Aku tak bisa membiarkanmu pergi… Adilkah semua ini ??

Sejak aku dilahirkan, aku selalu berasumsi bahwa dunia ini berjalan pada jalur yang sangat sederhana, sekarang… aku tahu betapa rumitnya dunia ini… tak pernah berakhir… mengapa aku tetap bersikeras untuk terus berjalan di garis lurus ??Meskipun aku telah berputar dan berputar namun apa yang kudapatkan tetap tak berubah ??

*****

I walk in place, to you

I laugh alone and I cry alone

 

Dear TaeTae…

Ini sungguh tak adil, mengapa aku masih saja melakukan hal ini pada diriku sendiri ?? Apakah aku begitu bodoh hingga membiarkan diriku sendiri tersakiti setiap waktu ?? Seekor keledaipun tak sebodoh diriku yang membiarkanku jatuh kedalam lubang yang sama untuk kedua kalinya, ditempat yang sama untuk menangisi orang yang juga sama.

Kupikir, pesta semalam akan sedikit mengobati rasa rinduku padamu, namun ternyata semua itu justru semakin menambah perih luka yang telah kau goreskan di hatiku. Melihat bibirmu menempel pada bibirnya, membuat hatiku lebur… mengapa harus bibirnya ?? Mengapa bukan bibirku ?? Mengapa sangat menyakitkan melihatmu seperti itu ?? Dan menghadapi kenyataan bahwa aku tak mampu melakukan apapun selain untuk melarikan diri darimu ??

Saranghae… Saranghae…. Saranghae… Aku mencintaimu… sangat sangat mencintaimu… Aku mencintaimu sebanyak kata-kata yang sanggup keluar dari mulutku.. Sekarang, sudah waktunya untukku berhenti memperjuangkan dan mencintai seseorang yang tidak memencintaiku. Aku mencintaimu … Namun aku sudah tidak sanggup lagi…

Sebagian orang berpendapat, bahwa mempertahankan sesuatu akan membuat seseorang menjadi lebih kuat, namun terkadang melepaskan sesuatu lah yang justru akan membuat kita lebih tegar.

Bersama hujan aku menangis, bersama angin aku membawa diriku belari, bersamamu kau membawa hatiku pergi.

*****

I am a sad sunflower in the shadow

Yes, I long for you alone


Dear TaeTae……

Mungkin aku hanya akan membuang-buang waktuku untuk menulis hal ini setiap hari sebelum aku memejamkan kedua mataku, kau juga tidak akan membacanya sebelum kau terlelap, bukan ??

Setiap malam ditidurku, tak pernah letih untukku mengadahkan kedua tanganku sambil menatap taburan permata yang berkilauan seolah bernyanyi sambil berkelap-kelip menghiasi gelapya langit malam. Mungkinkah kelak aku akan menjadi salah satu mereka ?? Mempunyai sinarnya sendiri untuk menerangi seseorang yang dicintai ??

Seorang nenek tua pernah berkata padaku, bahwa layaknya sebuah bintang, mereka memiliki batas waktu tersendiri dimulai dari pertamakali mereka diciptakan hingga 2.500 tahun kemudian, segala sesuatu yang tengah kita hadapi saat ini, kita akan menghadapinya kembali, apa yang tengah kita perjuangkan saat ini, kita akan memperjuangkannya kembali dan kita akan bertemu dengan orang yang sama seperti yang telah kita temui sebelumnya.

TaeTae… Di kehidupan berikutnya, saat kita berdua sama-sama dilahirkan. Lalu, kita akan bertatap muka satu-sama lain. Mari kita bergandengan tangan untuk menghadapi semuanya, lalu kita takkan lagi terlihat lemah dihadapan takdir yang kejam ini.

Mugkinsaja suatu saat aku dapat menjadi layaknya sebuah bunga yang dengan setia mengharumkan hidupmu. Akan kunyanyikan sebuah lagu untukmu… sebagai satu-satunya wanita yang kau kasihi, aku akan selalu tinggal bersamamu, tidak didepanmu ataupun dibelakangmu… akan tetapi, berada tepat disampingmu.

Jika suatu saat kehidupan ini telah berakhir, ketika kita kembali dipertemukan di kehidupan selanjutnya. Berjanjilah…. Kita akan saling mencintai satu sama lain, Yakinilah….. Kita berdua akan saling memiliki…

 *****

I walk in place, to you, this much

Am I not the one? Why is that?

I just shed tears in my monologue

 

Aku benar-benar tak sanggup berkata apapun lagi, Mushroom…. Mengapa kau menghadapi semua ini sendiri ?? Jika saja kau mengatakannya sejak awal, jika saja aku bisa sedikit peka, jika saja hatiku tak sebuta ini, jika saja hatiku berbicara lebih keras dari logikaku.

“Jessica… beritahu aku dimana dia sekarang ??” Dia tak menjawab, hanya menatap Yuri dengan keraguan di balik sorot matanya. Yuri mengangguk kecil, menghela nafas panjang lalu kembali menatapku.

“Aku tak tahu ini sudah terlambat atau tidak..”

“Apa maksudmu ??” Aku menatap mereka dengan intens, tak ingin mendengar hal-hal buruk yang mungkin saja keluar dari mulutnya.

“Dia….” Jessica menyodorkan sebuah brosur padaku.

Aku menerimanya dengan tangan gemetaran. Perlahan aku mulai mengumpulkan nyaliku untuk membacanya, aku membelakkan mataku begitu otakku sudah bekerja dengan semestinya.

“Apa ini ??” Pertanyaan retoris yang keluar seolah membodohi diriku sendiri. Tak membutuhkan waktu yang lama untukku menyadari semua ini, tapi aku tak bisa… baik, aku tak mau…

Tanpa menunggu jawaban yang keluar dari mulut Jessica sontak aku beringsut membawa kakiku berlari secepat yang ku bisa.

-OST Tiffany SNSD By Myself-

[disarankan untuk mendengarkan lagu ini sambil membacanya]

please, just pass by pretending like you don’t see me
please, don’t even give me a glance
in the days that are like the sandy winds
don’t give anything to me

Kumohon… tunggulah sebentar lagi Mushrom…. Aku akan datang… menjemputmu….

Kulajukan mobilku dengan kecepatan penuh, deru decitan yang timbul akibat gesekan antara karet ban dan aspal jalan seolah mengisyaratkanku untuk segera menemuimu. Tak perduli polisi yang lalu-lalang berusaha menghalau laju mobilku, takkan ada yang bisa menciutkan nyaliku juga meredam tekadku, yang kulihat hanya dirimu.. satu tujanku…

Mushroom… percayalah… kita ditakdirkan untuk bersama.. tak perduli arah melintang dan badai menghalang… aku yakin…. Aku akan membawamu kembali padaku.. seperti yang sudah terlukiskan di buku cerita dongeng… Pangeran…. Akan membebaskan sang putri dari kejamnya dunia… Just hang on… a little bit longer…

folding away my one heart
hiding my one tear
like it’s the first time we’ve seen each other,
like we’re strangers
just pass by. it has to be like that.

Aku berlari dan berlari menerobos lusinan manusia yang mungkin dua kali lebih besar dari ukuran tubuhku. Berberapa kali aku tersandung bahkan jatuh tersungkur, mengejar seseorang yang kau cintai ternyata memang sangat sulit. Aku, memang orang yang jahat… membiarkan orang yang kucintai menangis setiap malam.. karena diriku ??

“Maaf nona… tiketnya ??” Petugas penjaga palang bandara menyodorkan tangannya padaku. Aku menggelengkan kepalaku sambil berusaha mengumpulkan kembali nafasku. “Maaf nona.. kau tidak bisa masuk…” Pria itu kembali menutup palang besi di sampingnya.

“Kumohon.. aku hanya ingin menemui temanku…” Aku mejatuhkan kedua lututku sambil menyatukan kedua telapak tanganku dan meletakkannya tepat didaguku, melupakan semua martabat dan harga diriku. Aku menatapnya penuh pengharapan.

by myself, i say my love,
send away my love
in the folds of the lonely accumulated memories,
the tears hang
even if you’re far away,
i hope that you’ll be happy
i bury my love deeply within my heart

Dia hanya menghela nafas panjang, sambil tersenyum simpul. “Dimana temanmu gadis kecil ??” Dia mengusap ujung kepalaku lembut.

“Penerbangan ke US.” Kataku seraya mengangkat kedua kakiku untuk berdiri.

Tak seperti yang kuharapkan, raut wajahnya seketika berubah muram. Dia memandangku dengan sorotan mata penuh penyesalan. “Aku menyesal mengatakannya, aku takut pesawat tujuan LA hampir lepas landas.”

in the next world, when we are born
then, we’ll look at each other face to face
let’s be born so that we don’t lose
weakly in front of fate again

Aku berdiri disana, tak bergeming, membeku. Otakku tak mau berputar, lidahku seolah tercekat. Tak lama kemudian, deru suara angin berdentum menghantam keras telingaku pertanda pesawat akan lepas landas. Perlahan, roda pesawat mulai melepaskan pegannya dari tanah tempatnya berpijak kemudian bergerak melayang semakin tinggi ke langit yang sudah mulai berubah warna keemasan bersisik putih. Pandanganku tak lepas dari garis putih diatas langit, tanda yang ditinggalkan pesawat terukir di antara warna sepuhan emas perada seolah mencerminkan kenangan yang kau torehkan di puspa jiwa.

Sungguh ironis… bagaimana bisa aku baru menyadari siapa orang yang sebenarnya ku cintai ketika aku harus menghadapi kenyataan bahwa kau takkan pernah melihatnya lagi, seperti semua yang pernah kau miliki, akan menghilang dan tak terlihat.

Mengapa mencintai seseorang begitu menyakitkan ?? Jika pada akhirnya kau hanya akan kehilangan mereka.

so that i may be a flower in front of you
i’ll sing a song for you
as one’s girl, as one man’s lover
i want to always live by your side

Jika ini adalah takdir, aku akan berusaha menerimanya. Semua kebodohan dan keegoisan ini takkan pernah terulang kembali. Jika suatu hari nanti kita akan melihat satu sama lain, aku takkan pernah lagi membiarkanmu pergi. Atau mungkin jika kita dipertemukan kembali di kehidupan yang lain, aku akan memegang janjiku, kita akan saling mencintai dan saling memiliki.

Kau akan selalu disini bersamaku, dengan kenangan dan momen yang telah kita ciptakan akan selalu abadi. Nama kita berdua telah terukir di sampulnya, dan perasaan kita satu sama lain takkan pernah berubah. Kau akan selamanya menjadi sahabat terbaikku.

though it hurts, though it will hurt,
i will never cry
because there is no such thing
as farewell in my love

when this life ends, in the next world, us two
let’s love, for sure. let’s love, for sure.

us two~

Memory is a way of holding on to the things you love, the things you are, the things you never

want to lose

– Kevin Arnold-

-END-

HAHAHAHA …. KIDDING 😀

 

Author Pov

Dengan langkah berat Taeyeon menggerakkan kakinya berjalan tertatih di pinggir trotoar. Sambil menangis dia memeluk buku berwara merah muda itu di pangkuannya. Takkan ada lagi cerita tentang mereka berdua… semuanya telah berakhir disini… takkan ada…. Cerita yang berakhir sebelum sempat dimulai, ending before opening. Penyesalan… yeah …. Penyesalanlah yang akan selalu menemani hari-harinya kelak.

__________

 

Epilogue

Apakah kau percaya dengan adanya sebuah keajaiban ??

Pernahkah kau menunggu sebuah bintang jatuh dan membuat satu keinginan dalam hidupmu menjadi kenyataan ??

Author Pov

Sejauh mata memandang, hamparan hijau rerumputan menyejukkan mata. Pada beberapa tempat lalang berbunga putih beralun-alun dan berayun-ayun dengan rumput dihembus udara petang. Di bawah lengkungan perbatasan bumi dan langit, segaris hijau kebiru-biruan pepohonan. Langit yang kuning muda bersisik putih, diantaranya terjalin warna sepuhan emas perada, dari balik garis yang hijau kebiruan memancar warna merah menyala yang semakin keatas hilang melayang warnanya. Tak jauh dari sana, tumpukan awan berbagai bentuk, yang terkadang lekas berubah rupa, dihembus angin senja, menyapu halus puspa warna. Diantara langit kebiruan bersisik putih, tersenyum simpul kemalu-maluan bulan sabit.

Segala sesuatunya memerlukan sebuah proses. Harapan, keajaiban, bahkan sebuah mimpi terjalin dari beberapa titik dasar. Yang tak terduga, mengejutkan, akan selalu menimbulkan efek ketidaktahuan yang seolah membuatmu tampak bodoh. Tak perduli seberapa nyata mereka mungkin terlihat. Didunia ini, segala seseuatunya memiliki sebuah alasan yang mendasarinya.

Dua pasang tubuh bersandar di pundak satu sama lain, di bawah pohon Ek tua mereka mengukir memori berdua bersama. Bintang-bintang yang menggantung diangkasa, berkelap-kelip menyelimuti dua sejoli yang sedang kasmaran. Mereka saling berbagi kehangatan, bersama bulan dan bintang yang menjadi saksi bisu kisah mereka, dengan setia mendengarkan cerita cinta cheesy sepasang kekasih yang ditakdirkan untuk bersatu.

Aku punya sebuah filosofi bahwa jika kau membuat suatu keputusan yang sangat berharga, maka sebagian dari dirimu yang telah kau tinggalkan akan kau lanjutkan kembali di kehidupan yang selanjutnya.

Mereka menari bersama, disebuah tempat melampaui batas ruang dan waktu. Disebuah tempat melampaui batas mimpi dan kenyataan. Disuatu tempat dimana hanya mereka berdua yang dapat masuk kedalamnya, dimana mimpi melebur menjadi satu. Dimana hati dan jiwa saling bertabrakan. Kembali ketempat yang tak pernah terlihat. Ketika kita memahami apa yang tak mampu terucap.

Bahkan sebuah keajaiban memerlukan sedikit waktu. Akan tetapi semua itu benar-benar terjadi bagi siapapun yang mempercayainya.

Keajaiban….. semua tergantung pada kita, apa yang telah kita lakukan untuk mewujudkannya.

Hidup dan kebahagiaan hanya diperuntukkan bagi mereka yang bersedia mempertaruhkan diri sendiri demi orang lain. Untuk memperoleh kehidupanmu, kau harus memberikannya terlebih dahulu.

Keajaiban sanggup merubah keadaan yang tak mungkin menjadi mungkin.

Keajaiban untuk sebuah keajaiban.

[Flashback]

Di pinggir trotoar disebuah bandara, tampaklah seorang gadis yang malang sedang berjongkok memeluk kedua lututnya sambil membenamkan hampir seluruh wajahnya. Jari-jarinya memegang erat sebuah buku bersampul merah muda dengan ukiran tinta keemasan di tengahnya. Gadis itu tampak kehilangan harapan, air mata penyesalan tak kunjung berhenti mengalir dari kedua pupilnya. Dia tak mengeluarkan suara, hanya isakan hening yang keluar dari mulutnya.

Dia memahami setelah semuanya terjadi, selalu diakhir. Tak hanya ketika semuanya sudah terlambat. Tapi justru karena semuanya sudah sangat terlambat.

Untuk menyadari sebuah kesempatan yang sudah menghilang, untuk menyesali waktu yang telah dia buang sia-sia.

Kata ‘Selamat Tinggal’ sesungguhnya tidak dapat diungkapkan maupun di jelaskan.

Didunia ini, tak ada apapun yang dapat dibandingkan dengan kata ‘Selamat Tinggal’. Kesedihan yang ada didalamnya takterlukiskan. Walau bagaimanapun, masih ada harapan yang tersisa. Berharap bahwa perpisahan ini takkan menjadi yang terakhir. Harapan yang membawa kita pergi, harapan yang membuat kita menegakkan kepala dan hati kita bersinar saat kita menunggu ‘waktu selanjutnya’ jika itu akan datang. Beberapa orang yang mengatakan bahwa perpisahan bukanlah sebuah masalah besar mereka jelas belum pernah mengalaminya. Dibutuhkan kekuatan, tekad dan hati untuk mengucapkan selamat tinggal. Itu tidak mudah dan tak diharapkan. Mungkin itulah alasan mengapa kita menempatkan kata ‘Selamat’ menjadi ‘Selamat Tinggal’ berharap layaknya makna positif yang terkadung didalamnya dapat membuat kata tersebut tak terlalu menyakitkan.

Setelah semuanya, gadis itu tetap memendam sebuah harapan, meskipun mungkin hanya akan membuang-buang waktunya, tapi gadis itu percaya… keajaiban akan kembali mempersatukan mereka.

Terus hidupkan mimpimu. Pahamilah bahwa untuk mencapai sesuatu butuh kesabaran dan kepercayaan diri, visi, kerja keras, tekad, dan dedikasi. Ingatlah segala sesuatu mungkin akan terjadi bagi mereka yang mempercayainya.

“TaeTae ??” Sebuah suara mengalun lembut ditelinganya menelusup di relung hatinya. Gadis itu tak bergeming, hanya suara desahan yang keluar dari bibirnya.

Bagus… bahkan sekarang aku dapat mendengar suaranya, aku bahkan tak bisa membedakan antara realitas dan fantasi, semua terdegar begitu nyata.

Hal terbaik dari sebuah impian adalah bahwa sesaat, ketika kau sedang berada antara tertidur dan terjaga. Ketika kau tidak mengetahui perbedaan antara ilusi dan kenyataan, ketika hanya sekali saja kau merasa dengan selruh jiwamu bahwa mimpi itu adalah kenyataan dan itu benar-benar terjadi.

“TaeTae ??” Kali ini suaranya terdengar lebih keras, gadis itu memberanikan diri mengintip melalui punggungnya, begitu dia memperoleh pandangan yang jauh lebih baik dia sontak bangkit dan membalikkan seluruh badannya. Tangannya gemetar, matanya mengerjap-ngerjap, berusaha menghilangkan kabut dimatanya berharap ilusi, fatamorgana atau apalah yang sekarang ini dia lihat akan berubah menjadi realita.

Mimpi adalah ilustrasi… dari sebuah buku jiwamulah yang menulis semua tetangmu.

“Kaukah itu ?? Apa yang kau lakukan disini ??” Selangkah demi selangkah dia merapatkan jarak yang terbentang diantara keduanya.

“T—Ti—Tiff—anny ??” Lidahnya terasa kaku, tak berani berucap sesuatu yang mungkin saja hanya ada dalam kepalanya.

“Yeah… Kau ?? Wae ?? Mengapa kau menangis ??” Sinar kecemasan memancar melalui sorotan matanya.

“Kau kah ?? Tiffany ?? Apakah ini mimpi ??” Dia masih tak mau mempercayainya, baginya batas antara mimpi dan harapan sangatlah dekat.

“Huh ?? Apa yang kau bicarakan ?? Ya.. ini aku Tiffany dan kau masih belum menjawab pertanyaanku mengapa kau ada disini sekarang ?? dan mengapa kau menangis ??” Gadis yang lebih tinggi meletakkan kedua tangannya pada dagu gadis yang lebih tua darinya menelungkupkan kedua telapak tangannya layaknya sebuah kuncup bunga.

Tanpa mengeluarkan sepatah katapun gadis mungil itu langsung memeluknya erat sambil menandis di dadanya. “Tae ?? Kau baik-baik saja ??” Gadis tegar mengusap bagian belakang kepala gadis yang sedang terluka. Namun gadis itu hanya menganggukkan kepalanya sambil terisak.

Semua impian kita dapat berubah menjadi nyata jika kita memiliki keberanian untuk mengejarnya.

Setelah merasa lebih baik, gadis tegar memberanikan diri membuka mulutnya, beribu pertanyaan berputar di kepalanya. “Tae… maukah kau memberitahuku, mengapa kau berada disini ??”

“Takdir membawaku kemari.” Seulas senyum tergambar di wajahnya saat kata-kata itu keluar dari mulutnya.

Sudah dapat ditebak, gadis tegar membutuhkan waktu yang cukup lama untuk memahami maksud dari perkataannya. “Apa maksudmu ??”

“Aku tak ingin kehilanganmu… jangan pernah berpikiran untuk meninggalkanku lagi.” Setetes cairan berwana perak mengalir membasahi pipinya.

“Baik… Pasti… Tapi, apa yang membuatmu berpikir aku akan meninggalkanmu ?? Lagi ??” Gadis bingung membelai lembut pipi gadis mungil, menyeka cairan yang membasahi pipinya.

“Tapi Yuri dan Jessica………??” Gadis itu menyadari jawaban dari pertanyaannya sendiri sebelum dia sempat menyelesaikannya.

Aish… Mereka berdua … Mencoba membodohiku rupanya ?? Apa aku sudah benar-benar tampak bodoh ?? Awas saja kalau aku bertemu mereka… Baik, aku tidak bisa marah pada mereka sekarang, mereka telah melempar batu di kepalaku… tapi aku masih belum bisa menerima mereka membohongiku… Aku akan menemukan hukuman yang tepat untuk mereka… Hmmm….

“Ada apa dengan mereka ??”

“Aish… lupakan tentang mereka…. Jadi apa yang kau lakukan disini ??” Gadis malu mengalihkan pembicaraan mereka mencoba untuk tak terlihat semakin bodoh.

“Mengantarkan Appa, hari ini dia kembali ke US.” Gadis jujur menjawabnya dengan polos.

“Jadi, Appamu kemari ??”

Gadis jujur mengagguk, “Seminggu yang lalu… Aku harus menemaninya selama dia disini, well… aku tak pernah punya banyak waktu bersamanya, jadi kurasa menghabiskan waktu seminggu dengannya sudah lebih dari cukup.” Senyum pahit tergambar di wajahnya.

“Oh…” Gadis mungil hanya mengangguk, tak tahu harus menjawab apa.

Disuatu tempat diatas pelangi, langit yang biru… dan mimpi yang berani kau impikan benar-benar menjadi kenyataan.

“Tunggu sebentar…..” Gadis jujur mendapati sesuatu yang sangat ia kenal ada di tangan gadis mungil.

“Hmm ??” Gadis mungil tampak tak menyadarinya.

“Itu ??” Gadis jujur menunjuk buku di tangannya.

“A—Ah… ini…” Dengan polos, dia menyodorkan buku itu pada pemiliknya.

Pemilik buku tersebut terlalu shock untuk menerimanya, tangannya gemetar hebat. Bola matanya bolak-balik antara buku di tangannya dan gadis didepannya. “Bagaimana ??”

“Jessica…” Gadis mungil dengan cepat menjawabnya. “Well.. seperti kataku tadi, lupakan mereka…. Ayo kita pulang…” Gadis mungil menyeret gadis shock bersamanya, dia berhenti sejenak lalu memutar badannya, sebuah kecupan singkat berhasil mendarat di bibir merah gadis di belakangnya, membuat gadis tersebut tersenyum menahan malu. Kedua gadis itu sama-sama tersipu. Apa yang mereka berdua inginkan, akhirnya menjadi sebuah kenyataan.

Kau adalah jawaban dari setiap do’a yang kupanjatkan. Kau adalah lagu, mimpi, bisikan dan aku tak tahu bagaimana aku harus hidup tanpamu selamanya.

Kau menyadari bahwa kau sedang jatuh cinta adalah ketika kau tidak bisa tertidur karena kenyataan akhirnya lebih baik daripada mimpi yang kau impikan.

Mimpi itu layaknya sebuah bintang…. Kau mungkin takkan pernah bisa menyentuhnya, namun jika kau mengikutinya, mereka akan menuntunmu pergi ketempat yang kau tuju.

[End Flashback]

-OST : SOMEWHERE OVER THE RAINBOW

Dunia ini sesungguhnya benar-benar bulat, kau akan berputar dan berputar tanpa henti, tak pernah menemukan apa yang kau inginkan. Kecuali jika kau sudah menemukannya jauh didalam dirimu. Ketika kau mengikuti sebuah bintang, kau tahu kau takkan pernah menggapainya, melainkan itu akan membimbingmu kemanapun kau ingin pergi. Itu hanyalah sebuah titik referensi dan bukan tujuan dalam dirinya senidri, meskipun kau terlihat mengikutinya.

Begitu pula dengan segala sesuatu yang lain, itu hanya akan menuntunmu kembali pada dirimu sendiri. Sekarang, jika kekasihmu adalah duniamu, maka sangatlah masuk akal jika kau akhirnya akan dituntun kembali padanya.

Karena dimanapun mereka berada, disitulah seharusnya kau berpijak.

Mereka bermain ayunan dibawah pohon Ek yang sudah berumur ratusan tahun lamanya. Tak ubahnya seorang gadis kecil, mereka tertawa bersama… menorehkan kebahagiaan, cerita, kenangan, dan kepahitan yang telah berhasil mereka lampaui sejauh ini. Satu orang mengayun sedangkan yang lainnya duduk sambil berpegang kuat pada seutas tali mencoba menghalau deru angin malam yang menerpa wajahnya, dia tertawa… perasaan tentram yang ia rasakan, saat ia kembali mengayun mundur, akan ada seseorang yang akan menangkapnya dan kembali mendorongnya maju kedepan untuk kembali menantang dunia yang menghadangnya.

Pernahkah kau merasa hidupmu adalah suatu kebetulan ?? bahkan hal-hal kecil yang mungkin akan membuatmu bertanya-tanya ?? kejadian yang mugkin saja tak pernah kau pikirkan sebelumnya. Semua terasa seolah sudah direncanakan. Seperti takdir yang dapat kau temukan di sebuah buku cerita. Kehidupanmu… telah ditorehkan  dalam hitam dan putih.

Saat kau merasakan perasaan itu, semua jawaban yang akan kau dapatkan adalah benar. Saat ini, di tempat ini, keadaan ini, adalah tepat dimana seharusnya kau berada. Seperti sudah ditakdirkan.

Disitulah mereka, menghidupkan sebuah mimpi yang mereka bangun bersama. Dari dua buah hati yang bertabrakan dari sepasang jiwa yang dileburkan. Mereka berjalan bersama tujuh hari dalam satu minggu, dua puluh empat jam dalam satu hari, enam puluh menit dalam satu jam. Mereka mengukir kenangan dan membangun sebuah jembatan untuk menyebrangi lautan demi memperjuangkan cinta mereka.

Selama kau masih mempercayai sebuah ‘takdir.’ Dari sebuah kekuatan yang tak dapat kau kendalikan, dua buah jiwa yang tak diinginkan dapat bersatu. Mungkin, itulah alasan yang mendasari munculnya istilah ‘belahan jiwa’. Keyakinan bahwa dirimu tak dapat mentakdirkan dengan siapa kau akan bersandar kelak, tapi bintang-bintang itu akan memilihkannya untukmu.

Ini adalah mimpi yang sama.

Sebuah lingkaran yang tak berujung, semua orang berada di mimpi yang sama, semua orang menyanyikan lagu yang sama seperti sebelumnya. Kelanjutannya sangatlah mengerikan.

Sejarah bukanlah apa-apa selain sebuah lingkaran, akhir adalah awal yang baru dan semua yang berawal pasti akan berakhir juga.

Seorang gadis tumbuh ingin menjadi seorang dokter, tapi berakhir di supermarket.

Seorang gadis tumbuh ingin menyelamatkan dunia, tapi dia bahkan tak bisa menyelamatkan dirnya sendiri.

Seorang pria tumbuh ingin menjadi kaya dan terkenal, tapi tak pernah berani menunjukkan dirinya.

Seorang pria tumbuh tanpa pernah tahu apa yang ia inginkan namun ia berakhir menjadi seorang superstar.

Sebuah mimpi takkan pernah disadari dan takkan pernah berubah. Sebuah mimpi yang dibangun dan diciptakan oleh tangan yang sama.

Sebuah mimpi yang takkan pernah berakhir dan tampaknya takkan pernah dimulai.

Ini adalah sebuah keajaiban, keajaiban alam semesta, di nyatakan lewat waktu dan di buat oleh tangan manusia melalui cinta.

Aneh mengetahui bagaimana semua ini bisa terjadi. Riak kecil, mempengaruhi apa yang terjadi, mengganggu apa yang ada.

Batu-batu adalah manusia, jalan mereka bersimpangan.

Namun, kita berasal dari batu yang sama. Mengapa demikian ??

Kita saling membutuhkan untuk menyelesaikan sebuah puzzle. Kita belajar satu-sama lain, untuk menjadi diri kita senidri

Kita harus membuat riak, kenangan, dan jurnal kehidupan kita.

Dan yang kutahu sekarang, kau adalah kekasihku dan kita akan membuat riak bersama-sama.

Aku tak pernah bermpmpi, tak pernah membayangkanmu sebagai apapun selain seorang sahabat.

Aku tak pernah berpikir kau akan menjadi belahan jiwaku.

Tapi itulah kenyataanya sekarang.

Kita dari batu yang sama.

Kita akan mengukir kenangan bersama-sama.

Jangan pernah membuang harapanmu, jangan pernah membuang impianmu, jangan pernah membuang jiwamu. Atau kau takkan pernah mempunyai karakter, kau takkan mempunyai alasan untuk hidup. Hidupmu takkan berarti apapun, karena kau telah membuang hidupmu terlalu cepat. Pertahankanlah mimpimu yang bodoh itu, tak perduli sebodoh apapun. Cobalah untuk mengejarnya dan meraihnya. Mereka yang menganggap keajaiban tak pernah terjadi sesunguhnya mereka telah menyia-nyiakan waktu mereka.

Sampai saat ini, tak satupun diantara mereka yang mengungkapkan kata ‘cinta’. Karena perasaan itu takkan pernah bisa diungkapkan melalui untaian kata hanya pengalamanlah yang dapat menjelaskannya.

Dibawah taburan bintang, mereka tersenyum, cahayanya seolah menelusup kedalam relung jiwa saat bibir dan pikiran mereka menyatu.

Bulan sabit yang tersenyum simpul, bintang-bintang yang bernyanyi sambil berkelap kelip, hembusan angin yang mengalun lembut akan menjadi lagu pengantar tidur di mimpi indah mereka.

Mungkin, cinta memang seperti ini.. tak membutuhkan kata-kata untuk menjelaskannya. Namun, wujud dari mimpi dan harapan yang takkan pernah habis kau temukan. Hanya gairah yang mewujudkannya, sementara kembang api mewarnai langit dengan warna yang berbeda.

“Saat aku mengingat kembali semua yang telah terjadi.. tumbuh dewasa… tumbuh bersama… mengubahku, mengubahmu… ada saat-saat kita bermimpi bersama, ketika kita tertawa dan menangis bersama. Ketika aku melihat kembali hari-hari itu. Aku menyadari betapa aku merindukanmu dan betapa aku benar-benar mencintaimu. Masa lalu mungkin akan menghilang selamanya. Dan apapun yang akan terjadi keesokan harinya. Hari ini, kita membuat kenangan untuk besok. Jadilah teman hidupku, dengan ini dengan sepenuh hatiku aku mengirimkan padamu hatiku. Berharap bahwa kau akan membawa senyumku bersamamu. Apa yang kita miliki saat ini sangatlah berarti satu sama lain, apapun yang akan terjadi di masa depan.”

Dicintai seseorang dengan sepenuh hati akan memberimu kekuatan, sementara mencintai seseorang dengan sepenuh hati akan memberimu keberanian.

“Bertemu denganmu adalah sebuah takdir, menjadi sahabatmu adalah sebuah pilihan, namun jatuh cinta padamu, aku tak dapat mengendalikannya.”

“Kau adalah sahabatku serta kekasihku, aku tidak tahu sisi mana yang lebih kusuka, aku menghargai keduanya, sama seperti aku menghargai hidup kita bersama.”

Kau takkan pernah bisa menentukan dengan siapa kau akan jatuh cinta, cinta itu indah, tak perduli siapapun diantaranya.

“Kita adalah satu kesatuan. Kau tidak melengkapiku, begitupun aku takkan pernah bisa melengkapimu. Namun, kita diciptakan untuk melengkapi satu sama lain, layaknya sebuah potongan puzzle, kita takkan pernah bisa menjadi satu kesatuan yang utuh jika salah satu potongannya tak diletakkan di tempat dimana seharusnya dia berada.”

Love is always patient and kind. It is never jealous. Loves is never boastful or conceited. It is never rude or selfish. It dose not take offense and is not resentful. Love take no pleasure in others people’s sins, but delights in the truth. It is always ready to excuse, to trust, to hope, and to endure whatever comes.

Mereka berpelukan, dibawah dunia mereka sendiri, saat mereka berputar dan berputar dibawah bintang-bintang. Suatu hari nanti, kau akan cukup tua untuk kembali mempercayai sebuah dongeng.

“Apa kau sering jatuh cinta ???”

“Yeah, tapi dengan orang yang sama lagi dan lagi.”

“Apakah ini mimpi atau kenyataan ??”

“Nah, ini adalah campuran dari keduanya.”

Jika kita memiliki keberanian untuk mencintai, kita tidak akan merasa tenggelam dalam ketakutan ataupun penyesalan.

Setiap orang yang menceritakan sebuah cerita akan menceritakannya dengan cara yang berbeda-beda. Hanya untuk mengingatkan kita bahwa semua orang punya pandangan yang berbeda. Beberapa orang mengatakan segala kebenaran pasti akan terungkap, sebagian lagi mengatakan bahwa segala sesuatunya dapat dibuktikan.

Ini adalah sebuah cerita, bukan kutulis ataupun kulukis melainkan kuukir. Ini tidak menceritakan tentangku ataupun tentangmu, melainkan tentang kita. Dimana nama kita terukir abadi di sampulnya.

You are, and always have been, my dream.

“Dimanapun cinta itu berada, aku ingin selalu bersamanya. Kemudian, aku akan berpegang teguh pada sisinya. Selamanya akan berenang bersama-sama berjuang melawan arus takdir. Apakah sekarang aku mempercayai bahwa nasib yang mempersatukan cinta kita saat ini ?? Aku tahu ini adalah sebuah takdir, namun disaat yang bersamaan aku tahu ini adalah sebuah pilihan.”

Your life is your choice.

 

 

A message to readers :

Kita berada disini, disana, tidak disini, tidak disana. Berputar-putar seperti bintik debu. Kita memiliki kecenderungan untuk megetahui bagaimana cinta itu sebenarnya. Menjadi orang yang penting, menjadi orang yang tidak dibutuhkan. Terperangkap dalam kehidupan yang kita buat namun tak pernah menginginkannya. Mendobrak masuk, mendobrak keluar, mencoba dan mencoba lagi. Ingin tahu bagaimana cara untuk berbicara tentang cinta dan yang lainnya.

Kita membuat cerita untuk mengungkapkan perasaan perjuangan cinta. Kita merangkai kata dan memanfaatkan bahasa untuk melukiskan sebuah gambar. Kita mencoba untuk merumuskan cinta, memberikan persamaan, menjelaskannya dalam sebuah buku.

Kita menulis cerita cinta untuk berbicara tentang hal ini.

Kenyataannya adalah, kau takkan pernah bisa membuat sebuah cerita cinta.

Cerita ini, Aku dan Kau ataupun Taeyeon dan Tiffany bukanlah sebuah kisah percintaan. Dan aku tidak pernah mencoba untuk membuatnya.

Ini adalah sebuah cerita, yeah… namun tidak pernah menjadi cerita cinta. Kisah mereka harus dilihat dan didengar untuk dipercaya. Yang berujung pada ocehan dalam sebuah narasi, walaupun berasal dari suara keseharian, cerita ini menunggu untuk didengarkan.

Kutegaskan sekali lagi, ini bukanlah dan takkan pernah menjadi sebuah cerita cinta, namun terkandung sebuah cinta didalamnya. Artinya, cinta hanyalah sampul dari cerita ini, mencari sebuah cara untuk mendobrak masuk kedalamnya.

Kau tak dapat menulis sebuah cerita cinta. Kau membangunnya satu, maka cinta dapat masuk kedalamnya. Aku percaya tak ada hal-hal semacam itu dalam sebuah cerita cinta. Satupun kau takkan bisa membuatnya, dan lebih baik kau jangan mencobanya. Layaknya angin, lebih baik biarkanlah itu menyibak seluruh tubuhmu.

Cerita ini sesungguhnya menceritakan tentang keajaiban dan kepercayaan, kasih dan persahabatan, mimpi dan harapan, ilusi dan angan, cita dan asa.

Aku akan terus menceritakan kisah dongeng ini, pada orang yang berbeda, di tempat yang berbeda, di waktu yang berbeda. Namun, selalu tentang mereka, selalu tentang aku, selalu tentang kita, karena cerita adalah tali yang menghubungkan antara dua dunia.

-Kim TaeYeon-

[like this (y)]

“Ini benar-benar indah… sungguh……. Mengharukan…” Taeyeon menangis sambil menyeka air matanya. Dia menutup buku itu kemudian memandang satu persatu sahabat-sahabatnya yang menatapnya dengan tatapan mengerikan.

“Aku berani bertaruh, kau adalah satu-satunya Author di dunia ini yang menangis karena membaca cerita karangannya sendiri…. Sungguh Fonetis…” Jawab Yuri sambil mengejek.

Gadis itu kembali menyeka tetes air mata terakhirnya. “ Kau tidak bisa menyebut ini sebagai karangan. Baik-baik, mungkin terdengar sedikit menjijikkan tapi aku tak bisa menahannya… itu benar-benar kenagan terindah.”

“Yeah, seperti yang kubilang tadi… Fonetis…” Balas Yuri tak mau kalah.

“Nah, aku tak pernah meyangka kau mampu menulis cerita semacam ini.” Jessica menyambar buku ditangan Taeyeon sambil membolak-balik halamannya tanpa perduli membacanya sebarispun.

“Yah !! Karena keajaiban sanggup megubah mimpiku menjadi nyata.” Taeyeon melingkarkan lengannya di pinggang Tiffany sambil menyandarkan kepalanya di pundak gadis itu.

“Hey… Please… jangan mulai lagi deh…. Kau dan imajinasimu itu..” Jessica memutar kedua bola matanya.

“Yah… tidakkah kau membacanya ?? Kusarankan kau untuk membacanya… Tidak kau HARUS membacanya !!” Sahut Taeyeon, mengepalkan tangan kanannya sambil tersenyum bangga.

“Aku sudah cukup kenyang mendengar kalian bercerita tanpa henti selama sebulan penuh dan terimakasih sebelumnya.” Jessica tertawa getir sambil mengusap-usap kedua daun telinganya.

“Dan kalian…. Seharusnya berterimakasih pada kita… bukan malah mengomel seperti itu.” Yuri berdecak menatap dua pasangan baru itu dengan mata yang akan  keluar.

“Baik, pertama-tama aku ucapkan terimakasih dan disini…” Taeyeon membuka sampul halaman pertama buku tersebut dan menunjuk menggunakan jarinya, disitu tertera

‘Thanks to Yuri and Jessica for making this book possible’

“Dan aku masih tidak menerima kalian telah berbohong padaku…” Lanjutnya dengan mimik wajah menyedihkan.

“Terserah…. Dan Hey….. KITA tidak pernah membohongimu…. Kau berlari sebelum kami sempat menjelaskannya padamu…” Jessica menyahuti.

“Kau bahkan menuliskannya kembali…..” Yuri membuka sebuah halaman kemudian menunjukkannya didepan wajah Taeyeon.

“Lihat… apakah kami berbohong padamu ??”

“Tidakkah kau membaca ceritamu sendiri ?? Hahaha…” Jessica mengejek.

“Well… Whatever… lupakan ….Kemana kita sekarang ??” Taeyeon mencoba mengalihkan pembicaraan mereka.

“Bagaimana kalau ke taman hiburan ??” Tiffany menyahuti.

“Hmn… kedengarannya tidak buruk…” Yuri tampak berpikir sejenak. Jessica hanya mengangguk kecil.

“Baiklaaahh… Kajjjaaaaa !!!!” Teriak Taeyeon seraya menutup halaman terakhir dari buku tersebut.

Cerita ini tidak pernah berakhir dengan bahagia. Sejujurnya, tidak ada kata ‘The End’ untuk kisah dongeng ini.Cinta sejati takkan pernah berakhir dengan bahagia, karena itu akan selalu abadi dan terus berlanjut tanpa pernah berakhir.

 

“Life is full of beauty. Notice it. Notice the bumble bee, the small child, and the smiling faces. Smell the rain, and feel the wind. Live your life to the fullest potential, and fight for your dreams.”

 

“No one has the right to rain on your dreams.”

 

“Let the rain kiss you. Let the rain beat upon your head with silver liquid drops. Let the rain sing you a lullaby.”

 

“Life is the fire that burns and the sun that gives light. Life is the wind and the rain and the thunder in the sky. Life is matter and is earth, what is and what is not, and what beyond is in Eternity.”

 

“People come, people go – they’ll drift in and out of your life, almost like characters in a favorite book. When you finally close the cover, the characters have told their story and you start up again with another book, complete with new characters and adventures. Then you find yourself focusing on the new ones, not the ones from the past.”
― Nicholas Sparks, The Rescue-

-End-

©soshiff9.wordpress.com

 

Iklan

79 thoughts on “THE CIRCLE OF FRIENDS [THREE SHOOT] [3rd Shoot] [END]”

  1. Kepercayaan, cinta, persahabatan, perjalanan, mimpi, lingkaran kehidupan yg hrs sllu dilalui, salut ama author n penulisanya bagus,, ijin baca.. slm kenal saya pisces.

Komentar tidak dipungut biaya ✿ Tae♡Ny ✿

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s