SNSD, SOSHI FF

A LOVE UNDER AN OAK TREE [TEASER-FOREWORD-TRAILER]

A LOVE UNDER AN OAK TREE

Author            : Sasyaa95 (Shin Min Rin aka 신민린)

Title                :  A Love Under an Oak Tree

Genre             : Yuri (Girl X Girl), Drama, Romance, Friendship, Comedy.

 Cast               :  Guess WHO ??

Chapter         : Three Shoot [ PERHAPS]

Warning        : The genre in Yuri (Girl X Girl) 

Prolog

Seorang gadis kecil berjalan sendiri melewati jalan setapak di lereng bukit… menikmati hembusan angin petang yang menerpa seluruh tubuhnya. Gadis itu tak sedikitpun merasa kedinginan meskipun ia hanya memakai kaus putih tipis yang dipadankan dengan cardigan berwarna hijau bahkan celana jeans biru selututnya pun tak cukup untuk menghangatkan tubuhnya. Gadis kecil itu tak memperdulikan keheningan malam yang kian mencekam, ia melangkahkan kaki kecilnya dengan penuh keyakinan. Ia harus menyelamatkan seseorang….

Suara raungan serigala bercampur dengan isak tangis seorang gadis berdenyut sampai gendang telinganya. Sesekali kakinya terperosok kedalam lumpur basah yang mengotori ujung celananya. Gadis itu tetap menegakkan kepalanya, pupilnya menyipit mencoba mengumpulkan sorot cahaya yang terpancar dari sinar bulan purnama petang ini.

“Aish… tau gini kenapa tadi gak bawa center aja sih… gelap banget…” Gertunya dalam hati.

Ia memeluk kedua lengannya sambil menggosok-gosokkan kedua telapak tangannya pada lengan cardigan yang sedang ia kenakan. Kepalanya menoleh ke kiri dan kekanan mencari tanda-tanda kehidupan yang mungkin masih dapat ia temukan di tempat ini.

“Aku yakin banget tadi aku denger sesuatu… seperti suara tangisan.” Gadis itu menyelipkan beberapa helai rambut yang menutupi sebagian telinganya, mencoba untuk memperjelas indera pendengarannya.

Semak belukar yang bergoyang di samping bawah pohon Oak menarik perhatiannya. Ia kembali menyipitkan matanya, mencoba memperjelas pandangannya yang kian buram. Sambil berjingkat ia melangkahkan kakinya, dari jarak beberapa meter saja, gadis itu dapat melihat ada sesuatu yang tersembunyi dibalik semak. Dalam kegelapan malam yang kian mencekam, ia mengumpulkan kembali nyalinya yang sempat menciut. Keringat dingin mulai membanjiri pelipisnya saat ia mendapati seseorang atau mungkin sesuatu sedang meringkuk dibalik semak sambil memeluk kedua lututnya.

Krakk…

Sebuah ranting lapuk dari cabang pohon Oak tua yang menjalar tak karuan itu tanpa sengaja terinjak oleh ujung kaki gadis kecil itu. Sontak, ia kembali memundurkan kakinya selangkah kebelakang sambil memejamkan kedua matanya dengan erat. Kedua tangannya mengepal di depan dadanya, ia menggertakkan giginya begitu menyadari kecerobohannya.

Suara teriakan lumba-lumba yang hampir memecahkan gendang telinganya, memaksanya kembali untuk membuka kedua matanya lebar-lebar. Ia menggunakan sepasang jari telunjuknya untuk menyumpal kedua telinganya, melindunginya supaya tak benar-benar pecah.

Begitu pandangannya benar-benar sempurna, “Kyaaahhhh !!!” dia membuka mulutnya lebar-lebar, terlihatlah sesosok gadis seukuran tubuhnya dengan mata dan hidung yang memerah hanya saja gadis itu sedikit lebih pendek darinya. Parasnya benar-benar sempurna untuk seorang gadis kecil, gaun putih gading yang ia kenakan selaras dengan kulitnya yang putih pucat dan bibir tipisnya yang berwarna merah delima.

Gadis pemberani itu tercengang ditempat, melihat  sososk asing itu justru berteriak dan berlari dibalik pohon Oak yang sudah ratusan tahun umurnya. Ia membenamkan wajahnya dibalik pohon sambil sesekali mengintip melalui celah menggunakan sebelah matanya. Kaki dan tangannya gemetar, ekspresi ketakutan tergambar jelas diwajahnya.

Gadis berkardigan hijau tersebut memberanikan diri mendekatinya, berjalan selangkah demi selangkah menghalau rasa ingin tahunya yang kian membesar. Namun, sosok asing itu justru semakin ketakutan, menggelengkan kepalanya sambil membisikkan kata jangan medekat’ pada gadis itu. Ia menyerngit sejenak, mencoba memikirkan situasi yang sedang ada dihadapannya. Setelah otaknya kembali bekerja secara normal, ia tersenyum simpul sambil megulurkan tangan kanannya pada sosok asing yang sekarang sudah melandaskan pantatnya diatas rerumputan dengan kedua tangannya sebagai tumpuan tubuhnya.

“Jangan takut… aku bukan apa-apa… Aku tak bermaskud jahat padamu.” Gadis pemberani itu tersenyum hangat padanya.

Namun, gadis bergaun putih gading itu tak membalas bantuan uluran tangannya, ia tampak berpikir sejenak sebelum akhirnya menatap gadis didepannya.

“Kau tak butuh bantuan ??” Ia kembali bertanya setelah tak mendapatkan respon dari gadis itu.

Gadis ketakutan itu mengangguk, perlahan dengan tangan gemetaran, ia meregangkan tangannya menyambut uluran tangan gadis dihadapannya. Dengan lembut, gadis pemberani itu mengangkat tubuhnya yang sudah melemas. Setelah ia sudah benar-benar berdiri tegak menggunakan kedua kakinya, gadis pemberani itu membantunya membersihkan pasir dan kotoran yang menempel di gaun putihnya, gadis itu tersenyum. “Gomawo…” Ucapnya sambil memeriksa kembali bagian belakang gaunnya kemudian menepuk-nepuk sedikit dibagian pantatnya.

“Ne… Kau harus lebih berhati-hati… bagaimana bisa gadis kecil sepertimu bisa berada ditempat yang seperti ini, dimana orang tuamu ??” Gadis pemberani itu megedarkan pandangannya sejauh mata memandang, namun ia tak menemukan tanda-tanda kehidupan manusia lain.

“Aku kabur….” Katanya jujur.

“Kabur ?? Atas dasar apa kau kabur dari rumahmu ??” Gadis pemberani menatapnya heran.

“Ceritanya panjang…” Gadis bergaun putih itu nampak murung, ia menyeka sedikit air mata yang masih tertinggal di ujung dagunya.

“Kedua telingaku siap untuk menampung ceritamu…” Gadis bercardigan hijau melebarkan senyumnya sambil menyibakkan rambutnya ke belakang punggungnya kemudian membuka kedua telinganya lebar-lebar.

Gadis bergaun putih tersenyum lega sambil mengangguk-anggukkan kepalanya. Tak lama kemudian, ia merasakan lengannya tubuhnya bergerak kesamping, ternyata gadis bercardigan hijau tersebut telah menarik lengan kanannya dan menyeretnya menuju sebuah tempat di balik pohon Oak tua.

“Oak trees come out of acorns, no matter how unlikely that seems.  An acorn is just a tree’s way back into the ground.  For another try.  Another trip through.   One life for another.”

– Shirley Ann Grau  

COBA TEBAK ….. SIAPA PAIRING UTAMA NYA ???

YulSic ??
YulSic ??
YulSic ??
TaeNy ??
TaeNy ??
TaeSica ??
YulTi ??
YulTi ??
YoonYul ??
YoonHyun ??
JeTi ??
YoonSic ??

Iklan
Dengan kaitkata

35 thoughts on “A LOVE UNDER AN OAK TREE [TEASER-FOREWORD-TRAILER]”

  1. Yaahh sprti y telattt jwabanku….. Smoga saja Yulsic….. Taengsic jga ga app2 jhahaha @jadii jwaban y apaa@…

    Hemmmft… Nurutt author azz deh jhhahahaha #lupakan…..

  2. Susah nih
    Soalnya yg punya suara lumba-lumba ada 2
    Jessica sma tiffany
    Tp kayaknya lbh menuju ke yulsic, soalnya disini cwek yg ngasih bantuan lbh tinggi dari cwek ug nangis, nah itu udh kriterisnya yuri tuh, truskan rambutnya yuri panjang, satu bukti lg, yulsic kan royal couple snsd
    Jadi pasti pairingnya yulsic
    Bener gk unn???

Komentar tidak dipungut biaya ✿ Tae♡Ny ✿

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s