Sasya's Diary, Uncategorized

APA TUJUAN MU MENULIS ?? [JUST FOR FUN]

Apa tujuanku menulis ??

Itulah kata-kata yang selalu terngiang di telingaku setiap kali aku meggerakkan jemariku menari-nari diatas keyboard laptop sambil memeras ide yang terbesit di kepala.

Untuk apakah aku menulis ?? Apa gunanya aku duduk berjam-jam didepan layar laptop sambil menerka-nerka ‘Apa yang akan kutulis selajutnya ?’

Sejak kecil, aku memang gemar membaca dan menulis sesuatu, lebih tepatnya mencoret-coret buku. Hal itulah yang menyebabkan aku harus menggunakan kacamata minus 3 yang tak bisa lepas dari ujung hidungku yang pesek.

Awalnya, aku selalu mencurahkan isi hati pada sebuah buku yang kusebut ‘Diary’. Keluh kesal, amarah, kecewa, bahagia semuanya kutumpahkan jadi satu dalam buku tersebut.

Semenjak itu, aku jadi terbiasa untuk menulis sesuatu, selain untuk membuang emosi yang bergejolak dan terkubur dalam hati, menulis juga dapat menenangkan hatiku.

Terkadang, bermunculan ide suatu cerita yang meliar di sela-sela waktu belajar atau sekolah. Menerobos masuk dan mendorong keluar materi penting yang disampaikan bapak atau ibu guru. Imajinasi liar itu terkadang sering mengganggu dan mengusikku, sampai kutemukan cara untuk mengatasinya, yaitu dengan menuliskannya kedalam suatu media.

Saat berusia 11 tahun, aku mulai menulis sebuah cerita pendek saja, seperti cerpen atau cerbung. Kegiatan yang sangat mengasyikan… bermain-main dalam dunia fantasiku. Mengembangkan imajinasi dan berkutat dengan permasalahan umum yang sering terjadi ditengah-tengah masyarakat.

Awalnya, aku tak begitu mengerti bagaimana cara menulis yang baik, aku hanya menuliskan apa yang aku pikirkan, apa yang aku rasakan. Beberapa temanku menawarkan diri untuk membaca ceritaku. Aku senang-senang saja, karena akhirnya karyaku ‘berguna’ dan tak sia-sia. Tak sedikit kritik pedas, sinis dan membangun yang kuterima. Ada yang berkata bagus, jelek, tak masuk akal dan lain sebagainya.

Aku menyadari, itu semua adalah bagian dari pendewasaanku. Hal itu membuatku semakin tegar dan membangun kembali tekadku yang sedikit demi sedikit kian mengikis. Aku kembali bangkit berdiri dengan bertumpu pada dahan pohon yang lapuk. Berjanji pada diriku sendiri jika suatu hari nanti namaku dapat bersanding dengan deretan nama penulis hebat yang selalu ku elu-elukan.

Sebenarnya, aku sama sekali tak menyukai subjek bahasa Indonesia. Pasalnya, pelajaran yang diajarkan terkadang membuatku kantuk dan bosan. Belum lagi, materi yang diajarkan kian lama kian membingungkan. (╥﹏╥)

Sampai suatu ketika, satu persatu murid diwajibkan untuk membuat suatu wawancara dan dipraktekkan dengan teman sebangku didepan kelas. Aku tak dapat memikirkan apapun, aku tak punya mimpi besar yang dapat kubanggakan. Apa ?? Kemudian aku berpikir, baiklah… aku akan menjadi penulis novel terkenal.

Aku mulai membuat pertanyaan, menganalisis permasalahan yang sering dihadapi oleh seorang penulis. Tak terlalu menguras pikiran, karena akupun sering mengalaminya. Ide yang mendadak macet, kehabisan akal, alur dan tokoh cerita yang terlalu ‘datar’, permasalahan yang sangat sering dialami penulis, betul ?? Kemudian, aku juga diwajibkan untuk menemukan ujung dari permasalahan tersebut. Cukup memeras otak…

Setelah sekian lama berpikir, akhirnya aku memtuskan jawabannya.

Mendengarkan kisah hidup seseorang, menonton suatu drama atau film, mendengarkan music klasik, melamun didepan kaca jendela saat rintik hujan mulai membasahi aspal, dan bercermin pada karya-karya hebat penulis terkenal lainnya, sama sekali tak jadi masalah. Menengok kehidupan mereka, mempelajari makna dari tulisan mereka, membangun karakter dalam diri kita.

Kuakui, memang terkadang aku sering rendah diri, saat membaca karya-karya hebat yang sudah melambung di tengah masyarakat. Membandingkan karya kecilku dengan mereka, sama sekali tak ada apa-apanya. Bahkan aku mulai tak dapat membedakan antara kritik, sinisme dan sirik.

Aku mulai membaca beberapa buku teori tentang menulis, seperti 10 Rahasia menulis, Menulis itu mudah, Rahasia Menulis Buku, Bagaimana Menjadi Penulis Best Seller, 7 Langkah Menjadi Penulis Hebat, Bagaimana Menjadi Penulis yang Kaya, Menulis Membuat Aku Terkenal, Menulis itu Genius, Teori Fiksi, Kiat Menulis Fiksi, Literasi Karya Sastra, Apa lagi yaa ???

Tak ingin mengalah dan dikalahkan merupakan sifat alamiah yang tertanam dalam diriku sejak aku dilahirkan didunia ini, aku sangat menyadari dan mengakui akan hal itu.

Namun, seiring berjalannya waktu, aku mulai memahami, menulis itu seakan-akan tak jauh dari uang, buku, terkenal, kehebatan, ego, aroganisme, dan sebagainya. Aku mulai melupakan tujuan utamaku untuk menulis. Sebenarnya, aku sudah mulai merindukan motivasi-motivasi menulis yang lebih mencerahkan. Misalnya : Bagaimana menjadi penulis yang bahagia, Langkah-langkah menjadi Penulis yang Ikhlas, Menikmati proses Menulis, Menulis untuk Memperkaya Jiwa, Menulis itu Jalan yang Mulia, Menyampaikan Suara Tuhan dengan Tulisan, dan sebagainya (Untungnya tak ada judul buku ‘Masuk surga dengan Menulis’) XD

Namun, suatu ketika ada seorang penulis terkenal yang membuatku kembali membuka kedua mataku.

Mestinya, ada tujuan yang lebih dari itu. Karena tujuan yang sudah mulai melencong dari semestinya, tak urung membuatku kahilangan idealism dan jati diriku. Pada akhirnya menulis bukan lagi menjadi sesuatu yang nikmat dan membahagiakan. Alih-alih menyembuhkan jiwa, menulis justru semakin membunuh kesejatian jiwaku.

Jangankan untuk meraup materi yang sudah menjadi segalanya. Demi untuk dikenal dan actual saja tak sedikit melakukan kecurangan. Aku mulai tak ‘mengenali’ diriku sendiri. Siapakah aku ini sebenarnya ??

Sebenarnya, untuk menjadi penulis yang bisa menikmati setiap proses menulis itu tidak perlu teori yang muluk-muluk, cukup nikmati saja…. Mudah, kan ??

Dari situlah, aku dapat menarik kesimpulan bahwa menulis itu murni dari hati.

 

Teori menulis itu berasal dari dalam diri kita sendiri, nikmati saja apa adanya, layangkan jemarimu di atas tuts dengan hati tulus ikhlas. Seperti angin yang entah akan membawamu singgah kemanapun yang kau inginkan, yang terpenting adalah kau bisa menikmati apapun yang kau tulis… terpaku pada suatu teori takkan mendewasakan kita, menjadi rigid dan sulit berkembang. Mengawali proses mengetik dengan sebuah senyuman akan memberi warna tersendiri pada karya hebatmu.  🙂

~Sasyaa~

 

Nah, sekarang saatnya Sasya membangun kembali tujuan menulis seperti semula…

 

 

Apa tujuan Sasya menulis ???

 

Sesungguhnya, banyak alasan yang mendasari mengapa aku rela berkutat didepan layar selama berjam-jam.

1. Menyalurkan ide cerita yang terus meliar.

Imajinasi yang terus saja berputar di otak seperti video recorder. Apalagi kalau sedang sekolah, suka bikin pusing kepala. Saat sedang focus-focusnya mendengarkan penjelasan Bapak/Ibu guru yang terkadang menyangkut hidup dan mati, pikiranku tiba-tiba melayang begitu saja memikirkan alur sebuah cerita dari awal, sampai akhir dari opening hingga ending. Terkadang, membuatku benar-benar frustasi. Apalagi jika hal itu menyebabkan materi-materi yang seharusnya kau pahami tak bisa kau serap sama sekali. Ide-ide itu mendobrak masuk dan mendorong keluar segala isi kepalaku, menyelinap dan meresap, mengambil alih seluruh kendali pikiranku. Meski berkali-kali kucoba berusaha mengeluarkannya, namun imajinasi itu tetap saja kukuh melekat dan meliar dalam kepalaku. Mengganggu sekali toh ??

Daripada pusing-pusing bertarung dengan dunia fantasiku yang kian sulit kukendalikan, lebih baik ditorehkan saja dalam selembar kertas kemudian diselipkan diantara kotak pensil agar idenya tidak mubazir. Begitu selesai dan pulang kerumah, Sasya kembangkan seperti adonan yang ditaburi ragi. Terkadang, teman-temanku kerap kali bertanya mengapa aku kemana-mana selalu membawa catatan kecil dan bolpoin… Menulis sesuatu, hahaha… itulah jawaban yang selalu kulontarkan pada mereka saat berpuluh pertanyaan mengganggu kegiatan ‘privacy’ ku.

2. Ingin tahu apakah aku berbakat dalam menulis ??

Sejujurnya, Sasya bukanlah pribadi yang MEMPERCAYAI adanya sebuah BAKAT. Tidak… kesuksesan tidak ditentukan oleh bakat seseorang. Misalnya saja, seseorang benaar-benar berbakat dalam menulis sebuah karya. Namun, dia sama sekali tak pernah melayangkan jari-jarinya diatas tuts keyboard. Lain halnya dengan seseorang yang sama sekali tidak memiliki bakat menulis, tapi ia tetap kukuh, berlatih dan berusaha setiap hari, mengasah kosa kata dan merangkai kalimat agar terlihat ‘hidup’ bukanlah sesuatu yang bisa kau anggap remeh. Namun, ia tetap bersikeras dan yakin dalam dirinya sendiri bahwa ia bisa dan akan terus berusaha. Menurutmu, mana yang memiliki kemungkinan terbesar untuk menjadi seorang penulis ?? Tentu yang kedua. Kualitas diri, optimisme, kerja keras, usaha, berani mengambil resiko, selalu ingin tahu dan mencoba sesuatu hal yang baru adalah 99% kunci kesuksesan. [satu hal yang selalu Sasya ingat sampai saat ini, saking penasarannya ‘Mengapa layar HP bisa menyala’ Sasya sampai rela membongkar isi HP sampai akhirnya Sasya gak bisa mengembalikannya seperti semula, jadilah bahan omelan orang tua padahal HP itu HP pertama yang Sasya punya saat duduk di bangku kelas 4 SD]

Sasya bukanlah gadis yang berbakat dalam bidang apapun, hanya saja aku selalu bersikap optimis dan berkata ‘iya’ dan ‘aku akan berusaha semaksimal mungkin’ meskipun aku sama sekali tak tahu apa yang akan kuhadapi nantinya. Berani mengambil resiko dan tak takut gagal. Jangan biarkan kegagalan mendorongmu hingga jatuh tersungkur, justru lihatlah hikmah dibalik semua peristiwa yang kau alami. Bangkit dan berdirilah, buktikan pada semua orang didunia ini bahwa AKU BISA.

Sasya adalah pribadi yang tak mau dianggap rendah atau dikasihani orang lain. Bangkit berdiri disela-sela keterpurukan akan membuat orang memandangku dengan ‘mendongak’ bukan ‘menunduk’. (˘-˘)ง

3. Membantu meningkatkan nilai dengan mengetik cepat 10 jari bukan 11 jari.

Alasan yang konyol, karena disekolah Sasya diwajibkan untuk dapat Mahir mengetik membuta dengan 10 jari, jadi Sasya aplikasikan dalam kegiatan ini.

4. Ingin mengasah cara pandang dari sisi yang berbeda.

Mempelajari masalah-masalah yang ada disekitarmu akan mengasah cara pandangmu terhadap masalah itu, terlebih jika kau mampu memecahkan permasalahan tersebut dengan cara pandangmu tersendiri. Membuat berbagai macam masalah dan menyelesaikannya sendiri.

6. Penghilang Stress.  (¯―¯٥)

Terkadang, setelah seharian terperangkap di sekolah dengan berbagai tugas, ulangan dan presentasi yang berterbangan sering membuatku stress dan depresi. Sampai terkadang, aku tak sanggup dan sering jatuh sakit. Menangis sendiri didalam kamar mandi benar-benar tidak membantu. Lebih baik dicurahkan saja semuanya. Betul ??

6. Terakhir dan terpenting, Sasya ingin BAHAGIA !! (งˆ▽ˆ)ง  ╮(^▽^)╭

Kok bisa ?? Tentu… Kau dapat melakukan apapun yang tak kau bisa dalam dunia khayalan, imajinasi, fantasi, fatamorgana, ilusi dan sebagainya. Kau bisa membuat apapun yang kau suka, kau adalah RAJA dan RATU dalam duniamu.  Kau bebas berekspresi sesuka hatimu tanpa perlu khawatir tentang pandangan orang lain terhadapmu. Merasakan kebebasan yang mengalir melalui huruf-huruf yang seolah olah hidup dan dapat berbicara. Membiarkan duplikasi kepribadian kita nyata tanpa merasa dikekang.

Tak ada yang berhak menghakimi karyamu atau tulisanmu, mengkritik boleh saja, asal membangun dan tak bertujuan untuk menjatuhkan atau mendorongmu kebelakang, meruntuhkan semangat atau membunuh karakter seseorang.

Sasya menyadari, mengkritik tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Butuh ketulusan hati dan keikhlasan untuk memperbaiki bukan malah menjatuhkan. Apalagi jika ada campur tangan dendam kusumat atau kebeencian terhadap diri sang penulis. Sungguh… memalukan….

Bukannya mengkritik, kita justru akan menyibukkan diri dengan mencari-cari detil kesalahan karya atau lebih parahnya kesalahan penulis tersebut karena ketidakmampuan kita sendiri.

Jadi, sucikan diri dan bukalah mata hati sebelum melakukan hal itu.

 

 

“Hidup adalah drama penuh improvisasi, tanpa skenario, tanpa tahu apa yang akan terjadi, siapa yang akan kau temui, atau tempat-tempat mana yang akan kau pijak. Katakan “ya”. Dan jika kau beruntung, kau akan bertemu dengan seseorang yang akan mengatakan “ya” kembali padamu. Apakah dengan berkata “ya” bisa menyebabkan kau melakukan suatu kesulitan? Apakah dengan berkata “ya” bisa menyebabkan kau melakukan suatu kesalahan? Ya, tentu bisa. Tapi jangan takut membuat kesalahan. Ingat, kau tak bisa menjadi muda dan bijak dalam waktu bersamaan. Orang muda yang berlagak bijak dan mengerti tentang hidup, kebanyakan adalah orang-orang sinis. Mereka tidak akan belajar apapun. Karena sikap sinis berarti membutakan diri sendiri, penolakan terhadap dunia luar karena sebuah ketakutan jika dunia luar akan menyakiti dan mengecewakan. Orang-orang sinis selalu berkata “tidak”. Tetapi dengan berkata “ya” berarti memulai sesuatu yang baru. Berkata “ya” mengantarkanmu pada pengetahuan baru. Jadi, selama kau mempunyai kekuatan, katakan “ya”.”
-Stephen Colbert-

 

“Jenius adalah 1% inspirasi dan 99% keringat. Tidak ada yang dapat menggantikan kerja keras. Keberuntungan adalah sesuatu yang terjadi ketika kesempatan bertemu dengan kesiapan.”
-Thomas A. Edison-

 

“Tidak ada manusia yang pandai, kecuali dengan perbandingan dengan manusia lain yang mengerti lebih sedikit daripadanya.”
-Edgar Watson Howe-

 

“Ketika satu pintu tertutup, pintu lain terbuka; namun terkadang kita melihat dan menyesali pintu tertutup tersebut terlalu lama hingga kitatidak melihat pintu lain yang telah terbuka.”
“Suatu kehidupan yang penuh kesalahan tak hanya lebih berharga, namun juga lebih berguna dibandingkan hidup tanpa melakukan apapun.”
-Alexander Graham Bell-

 

“Orang sinis adalah orang yang tidak pernah melihat hal-hal yang baik pada orang lain, tetapi tidak pernah luput melihat yang buruk.”

 

So…..

Jadi, sekarang saatnya Sasya bertanya …..

APAKAH TUJUAN MU MENULIS ??? (•ˆ⌣ˆ•)

 

ξ\(⌒.⌒)/ξ

Iklan
Dengan kaitkata

10 thoughts on “APA TUJUAN MU MENULIS ?? [JUST FOR FUN]”

  1. saya reader baru..
    maaf baru komentar sebelumnya..
    cerita ff ini bagus dan membuat bnyak imajinasi yg muncl karena ff ini aku bkan orang yg pandai menulis aku hanya pandai bekhayal .. terkadang beberapa imajinasi muncul tapi susah untuk mendiskripsikannya.. aku lebih suka membaca dari pada menulis.. ^_^
    dan jika aku menulis tujuanku hanya untk mengingat .. itu saja..
    salam kenal.. ^_^

  2. jalan cerita FF udah terkumpul. Pas mau diketik malah bingung, lupa dan bosan. @_@ menyebalkan. Tapi aku punya tekat kuat gara gara sasya!!! Pokoknya aku harus punya 1 FF YulSic yg bagus! TITIK.

  3. Tujuanku menulis cuma ingin menuangkan apa yg aku pikirkan berdasarkan apa yg aku lihat. Mengubah pandangan orang-orang terhadap suatu hal.
    Aku juga ingin tahu bagaimana orang-orang menilai tulisanku. Aku lebih suka orang yg mengkritik tulisanku daripada yg mengaguminya. Karna bagiku kritikan seseorang lebih membangun daripada pujian orang.

  4. wawww..baca ini aku jadi semakin yakin klo sya itu emang seorang penulis yang sangat berbakat…aq jadi malu sendiri..dulu aq sempat bermimpi jadi penulis dan suka mmbuat cerpen…aku suka saat teman2ku membaca karyaku…namun hanya karena suatu hal aku memutuskan untuk berhenti..aku tak pernah menulis lagi….

    aq sangat suka membaca karya2mu…sekarang ini aku hanya cukup memposisikan diri sebagai penikmat karya orang lain saja…dan mungkin itu bisa membangkitkan kembali hasrat(?) dalam diriku untuk kembali menulis…Dan mengetahui, mengenali apa sebenarnya tujuanQ untuk menulis…

    semangat terus ya chingu..terus ciptakan karya2 yang mengagumkan lainnya..dan semoga semua impianmu menjadi kenyataan..
    HwaiTAENG !! hwaiTAENG !! hwaiTAENG !!

Komentar tidak dipungut biaya ✿ Tae♡Ny ✿

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s