Fantasy, SNSD, SOSHI FF

Love In 49Day [Chapter 3]

“Somewhere there’s someone who dreams of your smile, and finds in your presence that life is worth while, so when you are lonely, remember this is true: Somebody, somewhere is thinking of you.

 

Author: Mutiara Triastuti
Editor : Syatiul Inayah
Title :Love In 49days
Genre : Yuri (Girl X Girl), Drama, Romance
C
ast : Taeny, Yulsic, YoonHyun.
C
hapter : Undecided.

LockTI SASmith

Taeyeon POV

39 hari

         10 hari berlalu setalah aku memakai tubuh gadis ini, tapi mengapa hasilnya tetap saja nihil, tak ada orang yang tertarik padaku, mereka hanya menghargai suaraku layaknya pengemis  jalanan yang mengais-ngais sebutir nasi di tempat sampah. Mungkin aku memang mengais-ngais selogam rupiah, walau sebenarnya itu bukanlah tujuan utamaku memilih berjuang untuk kembali hidup. Aku butuh cinta bukan uang, aku menyanyi di jalan-jalan untuk mendapat perhatian tapi mengapa mereka justru memberiku kepingan logam, dan malaikat bodoh itu sama sekali tidak membantu, ia hanya mengikutiku, apa ia tidak bisa menyulap seseorang agar bisa jatuh kedalam pelukanku? Pelit sekali dia, menyembunyiak kekuatannya untuk dirinya sendiri. Kerjanya hanya mendumel sepanjang hari, apakah aku gagal dalam urusan percitaan? Tidak, tidak Kim Taeyeon bukanlah orang yang mudah menyerah seperti ini, Kim Taeyeon Hwaitaeng!

“Ya kamu….” Aku memanggil malaikat bodoh itu, mengapa dia tidak merespon? apa dia tuli? Oh tuhan kenapa kau mengirim malaikat macam ini? Kenapa kau tidak mengirim malaikat yang tampan, gagah dan cool? Mengapa kau justru mengirimkan padaku malaikat bodoh macam dia, tunggu sebentar kalau aku meminta malaikat yang cool dan ganteng aku tak berbeda dengan malaikat bodoh itu, ia dulu juga ingin arwah yang ganteng dan keren aish.

Na???”Omona wajahnya  benar-benar lugu, hampir sama dengan bodohnya.

“IYA memang siapa lagi? Setan? Jin?” Malaikat ini… dia benar-benar memiliki daya tangkap dibawah rata-rata, yang ku tahu, malaikat itu sempurna. Ini? Jauh dari sempurna, oke.. mungkin wajah dan body nya, boleh juga. Eh?

“Oh, kenapa?”

“Apa kau tak bisa membantuku untuk mendapat cinta dengan menembakan panah cinta kesalah satu wanita sexy untukku? seperti kiupit?” Telingaku sudah bersiap untuk menerima jawaban ‘iya.’

“OH itu maaf sekali manusia menyebalkan, aku tidak bisa melakukannya. Lagi pula aku tidak mau, aku disini hanyalah malaikat pendamping dan bukan GENIE yang memberi mu tiga permintaan untuk dikabulkan.” Malang nian nasibku. Aku mendesah sepertinya aku memang harus berkerja sendiri.

“Ya Manusia menyebalkan, apa kau tak lapar? Aku lapar sekali perutku ini belum di isi sejak beberapa beberapa hari lalu, apa kau punya makanan untuk dimakan.” Aku mengedipkan kedua mataku. Ne? Makan? Apa aku tak salah dengar? Ada apa dengan dunia malaikat jaman sekarang? Apa malaikat juga perlu makan layaknya manusia?

“Oh itu maaf sekali karena aku tidak punya, dan kalaupun punya, aku takkan memberikannya padamu, aku bukan GENIE yang memberi mu tiga permintaan untuk dikabulkan, arro?” Kali ini ia tersenyum masam, rona merah mulai mewarnai kedua pipinya. Sepertinya ia malu, hehe.

“YA, kenapa kau meng-copi paste ucapanku? Kau benar-benar manusia menyebalkan.”

“Dasar malaikat pabo” Aku menggodanya kali ini, kali ini rona merah itu tak lagi menggambarkan dia sedang malu-malu, sebaliknya, sepertinya ia marah besar. Aku harus berlari, kabur……

“YA KEMANA KAU? JANGAN LARI”

Langkahku terhenti di sebuah taman dekat rumah Seohyun, tak kusangka  masih ada taman yang masih layak dipandang, kupikir hanya ada mall dan gedung-gedung bertingkat lainnya. Dan yang paling mengejutkan adalah ada sebuah ayunan besar di sini, aku jadi ingin merasakan ayunan disini

 

Plakk

Belum sempatku merasakan bagimana rasanya ayunan ini, pukulan meluncur mulus di kepala ku, aku menoleh kebelakang, melihat malaikat itu mengangkat tangannya sambil tersenyum puas.

“Ya kau pikir kepalaku ini gendang yang dapat kau pukul seenaknya?”

“Kurasa aku menyukainya, lagipula siapa yang menyuruh kau menggodaku seperti tadi?”

“Nugu? Aku? Untuk apa aku menggodamu? Seperti tak ada gadis lain yang lebih seksi darimu. Lagipula, mengapa kau tak mengeluarkan uang dan membeli sesuatu disana?”

“Jika aku mengeluarkan uang, dalam beberapa menit saja, uang itu akan menghilang, itu namanya penipuan dan malaikat tidak boleh melakukannya, biasanya kita makan di surga tapi karena aku harus mendampingimu setiap saat aku jadi gak bisa ke surga, lagi pula aku malas ke surga karena harus bertemu senior lagi, dan kau manusia berdarah dingin sudah didampingi kesana kemari mencari cinta kenapa kau tidak memberiku makanan sebagai imbalanya?” Tuturnya panjang lebar seperti perkalian.

“Dari pada kamu malaikat bodoh tidak memunyai darah.” Jawabku santai, ia tampak sedikit terkejut.

“Siapa bilang malaikat tidak punya darah?”

“Aku” Tukasku menantang.

“Sok tau sekali kau manusia berdarah dingin!” Cibirnya dengan raut kesal.

“Tau lah, ada buktinya kok.” Kuempaskan pantatku pada ayunan, lalu mengalungkan lenganku pada rantai besi, seketika sensasi dingin menyeruak melalui telapak tanganku.

“Apa memang?”

“Buktinya kau tidak sakit saat terluka bahkan  kau tidak mengenal rasanya sakit seperti apa.” Ia mengikuti langkahku, duduk pada ayunan disampingku. Mengayunkan kakinya bersama angin yang melambaikan helai-helai rambutnya.

“Itu karena kita terbuat dari cahaya bodoh”

“Kau bilang malaikat terbuat dari cahayakan berati malaikat gak punya darah, Nah sekarang siapa yang bodoh?” Aku menjulurkan lidah, puas menatap wajah kesalnya.

“Kamu, lebih baik gak punya darah dari pada punya darah tapi darahnya dingin sepertimu.” Ia mencoba membangun pertahanan untuk kembali menyerangku.

“Aku masih lebih baik darimu, malaikat tak berdarah..”

“Eisshh…. Darah dingin!!!”

“Cahaya!!”

“Darah dingin!!” Repetnya.

“Cahaya!!”

“Cahaya jauh lebih baik daripada darah beku..” Rupanya ia berusaha mengelak seranganku, lihat saja malaikat babo.

“DARAH!!”

“PUNYA DARAHHHHHHHHHH, TITIK”,teriaknya sial dia berteriak kencang sekali, tapi tidak apa yang penting sekarang aku menang dengan tidak sengaja

“Ya udah aku terima deh kamu yang menang, jadi lebih baik punya darah kan?”

“Iya”, sepertinya dia belum sadar

“Tunggu, tadi bilang apa?”

“Kamu tadi bilang PUNYA DARAHHHHHHHHHH, TITIK”

“TIDAKKKKK AKU KALAH LAGI”

 

Waktu sudah menujukan pukul 9 pagi, aku harus segera masuk ke tubuh Seohyun, seiring berjalannya waktu, aku mulai merasa nyaman dengan tubuh ini, tubuh yang sehat dan juga seksi, hahaha…

Sekarang aku harus pergi ke Myongdong dan bernyanyi di sana, bernanyi adalah kegiatanku sekarang ini, dan jujur aku tidak pernah lelah untuk bernanyi, sangat menyenangkan. Ku lihat malaikat bodoh itu hanya berdiam diri sedari tadi mungkin dia kelaparan. Apa kuberi makanan saja ya dia? Tak tega juga, tubuh seksinya itu jadi kurus kering. Anio…

“Ya! Apa kau hanya akan berdiam diri saja di sana malaikat bodoh? Ayo ke Myongdong! Ingat kau itu malaikat pendamingku,” dia hanya bergeming, selapar itu kah dia sampai tidak mampu bicara? Sepertinya begitu.

 

Who is that  girl I see?

Staring a straightBack at me?

Who is am reflection

Somone I don’t know Reflection

Seperti biasa aku lancar dalam bernanyi, tak ketinggalan kerumunan orang yang melihatku bernyanyi, melemparkan koin padaku, mulai dari receh hingga uang kertas, lumayan untuk membelikan makanan si malaikat bodoh, kulihat kerumunan turis juga asik mendengarku bernyanyi mereka ikut menikmati lantunan suaraku, memang bahasa tidak bisa menghalangi adanya music, ini adalah salah satu alasanku menyukai music terkadang kata-kata dalam lagu yang kunyanyikan adalah kata-kata yang ingin ku katakan di saat hati dan bibirku tak mampu berkata, mereka adalah kata yang tak terucap. Seorang wanita bule mendekat padaku, apakah dia tertarik padaku? Mungkin saja begitu. Apakah cinta sejatiku seorang bule berkebangsaan negara lain?

Tanpa sadar, aku tersenyum sendiri.

Plok Plok Plok….

Tepuk tangan wanita itu membuat senyumku semakin melebar.

Hello dear, I love your voice so much”, gawat kemampuan bahasa inggrisku tak begitu bagus aku harus bagaimana? Kulihat sekelilingku, bukanya malaikat bodoh itu bisa berbahasa Inggris? Mungkin aku dapat menanyainya.

“Sorry… Wait… a moment.” Jawabku canggung, aku memberi intruksi pada malaikat itu untuk mengikutiku, ia menyanggupinya, ku lihat dia menembus orang dengan mudah sedangkan aku harus bersusah payah keluar dari kerumunan, aku harap wanita itu tidak pergi, dia harapanku saat ini.

Aku dan malaikat itu berjalan mencari tempat yang sepi di dekat sini, setelah beberapa menit aku mencari tidak ada tempat sepi, ottoke??

“Ayo kita ke WC umum kita bisa bicara di sana” Perintahnya, humm.. Pintar juga.

 

“Ya malaikat bodoh, mau makan kan?” Tanyaku, ku sengaja mengunci kamar mandi ini supaya tidak ada orang lain yang menggunakannya, aku tak mau dikira gadis gila.

“Emm…” Ia mengangguk sambil tersenyum-senyum padaku, mungkin dia tau apa yang kupikirkkan, bodoh memang, lagi pula dia kan malaikat.

“Kalau begitu kau harus jadi translator-ku di harapan wanita luar negeri tadi, arro

“Ok, tapi jangan lupa, aku lapar…” wajahnya berubah sumringah, ku rasa sekarang dia sudah membuat dirinya tertihat di depan manusia.

Brak brak brak brakk

Ku dengar pintu di gedor oleh orang, mungkin ini saatnya aku keluar, malaikat bodoh itu juga kelihatannnya sudah mengerti

“Baik baik aku akan keluar… sabar..” Teriakku, begitu kubuka pintunya, aku melihat seorang lelaki yang berpawakan cukup tinggi, sepertinya dia lebih muda dariku karena dia menggunakan baju sekolah mungkin umurnya berkisar 16-18thn.

“Nona aku dengar tadi kau berbicara sendiri” Katanya sambil mengerutkan alis. Gawat aku harus bagaimana, jangan sampai dia mengataiku gila karena bicara sendiri… Aku mengernyih.

“Oh itu tadi aku sedang belajar acting bersama temanku, itu dia…” Ku tunjuk malaikat jelek itu, untungnya aku dapat berdalih, sejenak aku merasa ada yang ganjil.. Ku menoleh ke belakang namun tak mendapatinya. Dimana malaikat bodoh itu? Ku edarkan pandanganku… Oh shitt dia mempermainkanku, dia sengaja membuatku seperti orang gila, sekarang dia berada di belakang pria itu sambil menjulurkan lidahnya dan menunjukan wajah jeleknya padaku, awas nanti kau malaikat bodoh aku akan membunuhmu.

Oh God, sekarang dia memandangiku seolah aku ini orang paling menjijikkan yang pernah lahir di muka bumi ini.

“Dasar orang aneh” Gumamnya melaluiku begitu saja. Dengan muka memerah aku berjalan mencari malaikat jelek itu.

Malam sudah larut, jalan-jalan di Myongdong semakin ramai orang berlalu-lalang, karena orang-orang sepertinya lebih suka berbelanja larut malam seperti ini sambil melihat lampu yang berwarna warni, memang pemadangan di sini sangat indah, aku sudah semakin dekat di tempat dimana aku bertemu dengan wanita bule tadi, sekarang aku bisa melihat wanita itu sedang berbicara dengan malaikat bodoh itu.

“Hay kenapa lama sekali?” Tanyanya sambil berdecak kesal. Sial malaikat ini bisa-bisanya berlagak seolah tidak terjadi apa-apa.

“Ini semua juga karena kamu kan? Awas kau akan ku hajar.” Amarahku sudah semakin meninggi. Hampir saja aku memukulnya.

No no no kau mau mereka balik menghajarmu karena memukul seorang gadis?” Kulihat sekelilingku, mereka sedang melihatku, sial kali ini kau malaikat bodoh menang, aku tidak mau imageku hancur di depan wanita itu karena telah memukul malaikat ini.

“Oh tidak kok aku kan sayang padamu,” Dalihku sambil mengelus-elus kepalanya.

“Begitu lebih baik.” Sial.. Dia mengedipkan matanya padaku, sekali lagi aku di permainkan olehnya dan kedipan itu menunjukan caranya untuk mempermainkanku.

“Laura, Let’s go” Wawawa… kemana dia akan pergi bersama wanita itu?

Ternyata dia mengajak Laura ke sebuah restoran. Pintar juga akalnya. Mungkin saat kelaparan, dia dapat mempergunakan isi otaknya dengan benar, ku akui kali ini caranya brilian, teryata di balik kebodohannya dia juga memiliki sisi kepintaraan, mulai sekarang, aku harus berhati-hati supaya tidak di permainkannya lagi.

Kulihat dari kejauhan Malaikat itu sekarang sedang memilah meja yang tepat untuk kita, akhirnya, dia memutuskan untuk duduk di meja nomor 9. Aku hanya dapat mengikutinya saja. Ia melambai dan berteriak.

“Hay sini” Waa.. suaranya lantang sekali. Sepertinya dia tak bisa mengontrol kekuatannya dengan benar, sekarang orang melihat kami seperti bahan tonton – tonton yang menjijikkan, kurasa wajahku sekarang berubah jadi merah, aku malu orang-orang melihat dengan tatapan seperti itu, aku tidak biasa menerima tatapan seperti itu. Kupercepat langkahku, Sekarang aku sudah duduk di sebelahnya, dan sialnya malaikat itu memberi senyum mengejek padaku. Sial… Malaikat bodoh bersiaplah untuk mati… Aku mendekatkan bibirku pada telinga kirinya dan berkata “Mati kau nanti..” Menyebalkan, bukannya takut dia malah ketawa. Sepertinya ia tidak takut sedikitpun dengan ancamanku, bodoh mana mungkin dia takut dengan ancamanku, yang ada dia membunuhku.

 

bayangin ini Pany, Taengo dan Laura entu XD

Hello my name is Laura, how about you?” Wanita itu mengadahkan wajahnya padaku.

My name is Tiff…” Ia berkata riang, apa dia sudah gila? Bukankah wanita itu bertanya padaku?

Plakkk

“Dia itu tanya sama aku bukan sama kamu bodoh..” Jitakanku tepat mengenai kepalanya, aku tersenyum lega.

“Aw… tatit… kau ini tega sekali.” Katanya sambil memasang wajah sok imut. Dan sekarang dia sudah memasang muka kesakitan mana mungkin malaikat tau rasa sakit.

My name is Kim Taeyeon, How do you do?”

How do you do, Taeyeon, I see you every day in Myongdong

Kukerlipkan kedua mataku, sial.. kenapa dia bicaranya cepat sekali..

“Laura bilang ini makan.” Katanya sambil tersenyum jahil, kurasa dia sedang mengerjaiku.

“ok Laura..”

Your voice makes me happy, you are really great, miss…

“Dia bilang ingin makan makanan di negaranya, dia tak ingin makanan Korea.”

“Ya kamu Malai… uppusss jangan mempermainkanku karena aku tidak terlalu lancar berbahasa Inggris”

“Dia benar-benar lapar, cepat pesan makanan.” Repetnya.

“Bisa tidak kau kecilkan volume suaramu? Bisa-bisa kita diusir dari sini, babo…” Kulihat tatapan semua orang mengarah pada kami.

“Baiklah…” Ia merundukkan kepala.

“TAPI CEPAT PESAN MAKANAN!!” Baru kusuruh untuk mengecilkan suaranya tapi sekarang dia malah mengeluarkannya dengan mode maxsimal.

“Ya sudah tapi awas kalau kau berbohong tentang translate tadi, itu akan menyebabkan tahta malaikatmu di cabut oleh seniormu bila berbohong”

“T-tidak akan”

“Pelayan, pesan Spagheti 1 dan Sandwich 3.” Aku melambaikan tanganku pada pelayan restoran.

“Aku mau minum.” Sial… ingin sekali ku pukul wajahnya.

“Baiklah satu air putih pelayan”

“Dasar pelit, Cuma ngasih air putih dan aku ingin airnya Duaaaa” Selanya.

“Satu,…”, jawabku dengan tegas

“Masih ada koma kan? Aku minta DUA”

“SATU titik gak ada koma”

“Aish biasa saja tidak perlu perlu mengeluarkan hujan lokal dari mulutmu, manusia menyebalkan”, runtuknya

“Apa maksudmu?”

Aniyo, Gwencana tiba-tiba tadi ada hujan yang menyembur pada diriku padahal di luar tidak ada hujan”, ejeknya

“Terserah apa katamu, aku lelah berdebat denganmu” dan harus ku akui aku kalah telak dengannya, aku juga heran malaikat babo yang tadinya ku permainan bisa balik mempermainkan diriku, memang benar kalau keadaan terdesak orang bisa melakukan apapun yang di luar dugaan.

 

Tiffany POV

Kali ini aku berhasil mempermainkan manusia menyebalkan ini, setelah sekian lama aku di dipermainkan olehnya, sekarang semuanya berkebalikan, Akhirnya dengan usaha memutar otak aku bisa makan walaupun dengan cara yang sedikit licik, tapi mau gimana lagi cacing-cacing di perutku ini sudah merengek minta di isi sejak tadi, kalau tidak segera di isi bisa-bisa cacing-cacing itu bisa menggerogotiku.

kulihat wajahnya, mungkin dia sudah curiga kalau aku membohonginya, tapi aku melakukan ini dengan terpaksa, kalau tidak dengan cara ini aku akan kelaparaan terus, dan memang manusia kejam sudah menyebalkan kejam lagi, ku lihat pelayan datang dan memberi makanan pesanan kita, yes akhirnya aku bisa makan, langsung saja kusantap makanan tanpa menunggu waktu lama, kulihat manusia menyebalkan  itu hanya melihatku, memang ada apa denganku? Apa dia belum pernah lihat orang makan?

Tapi entah mengapa aku menyukai wajahnya, walaupun  marah sekalipun, wajahnya yang selalu menghiasi hari-hariku sekarang ini, wajahnya selalu menari di kedua mataku, wajah itu yang selalu membuat jantungku berdetak lebih cepat, dibalik semua kedinginan yang dia miliki sebenarnya dia menyembunyikan kehangatan dalam dirinya, dia menyembunyikan kehangatan dengan benteng yang sangat tebal, dia balik ekspresinya yang selalu dingin itu ada sebuah senyum lucu yang selalu dia keluarkan saat dia berhasil menggodaku.

“Kenapa ?” Tanyaku.

“Ternyata kamu, memanfaatkan kesempatan ini untuk mendapatkan makan, aku bisa melihat dari cara makanmu yang seperti itu.” dia menyetel suaranya lebih tinggi, aku sadar dia kalau dia sedang marah.

“Hehe Mian.” Ku pasang wajah luguku di hadapanya dan tak lupa eye smile, berharap dia memaafkan kesalahanku, kini dia memasang wajah marah itu lagi, tapi dalam sekejam merubah wajahnya seperti tidak ada terjadi apa-apa, walaupun aku selalu mengatainya manusia menyebalkan tapi dalam waktu sekejab dia melupakannya, kenapa dengan aku? Apakah aku menyukainya? Tidak bukan seperti itu, aku pasti hanya simpati padanya, hanya simpati, hanya simpati, bukan cinta.

“Ah baiklah…” dia hanya bisa mendesah, mengikuti kata hati yang berkata bahwa kau tidak akan pernah bisa memarahi bila mengeluarkan senyum seperti ini, senyum tanpa dosa.

Taeyeon POV

“Kau memang Malaikat menyeb…baik, Ya kenapa dengan mu?”

“Anio… aku tadi hanya mengecek masih ada arwah di tubuh Seohyun apa tidak, karena dari tadi kamu hanya diam, hanya melihat wajahku saja, jangan-jangan kamu fans rahasiaku yah?”

“Idih kebanyakan makan Vitamin G dan R ya kamu, makanya jadi GR.” jawabku ketus

“Aku gak GR hanya PD, gak PD gak hidup ahaha,,,” dia kembali tertawa, aku baru sadar saat dia tertawa pasti sambil tepuk tangan dasar malaikat aneh.

“Jangan cerewat, tadi dia bilang apa?” tanyaku serius.

“Dia tadi bilang suka sama suaramu.”

“Jadi kenapa sekarang kunci itu tidak muncul?”

“Dia hanya menyukai suaramu, tidak menyukai dirimu itu lah sebabnya kunci itu tak muncul, kalau kau terus berhubungan dengannya mungkin saja dia tidak hanya menyukai suaramu, dia akan menyukai dirimu juga.”

“Enggak ah aku suka dengan produk Negara sendiri, lebih baik cari wanita yang lain, yang dari Korea, aku juga tak perlu kesulitan berkomunikasi nantinya.” Jawabku.

Tiffany POV

DEG

Ada apa ini kenapa dengan jantungku? Kutekan dadaku sebelah kiri mencoba merasakan sakit di jatung ini, Tunggu…. aku kenal dengan suara ini, ini suara dia, dia yang telah mengisi hari-hariku dimasa lalu sebelum aku meninggalkan bumi, aku harus bagaimana sekarang? Aku tidak mau dia melihatku, dia bisa syok kalau mengetaui aku hidup lagi, dan sebentar aku mendengar suara lain yang berbicara dengannya sepertinya dia bersama dengan temannya, atau mungkin kekasihnya, perasaanku mengatakan itu kekasihnya karena dia selalu memanggilnya dengan kata “Seobang” dan dia menyahutinya dengan sebutan  “Priccess”, sepertinya dia sekarang dia sudah bisa melupakan aku sepenuhnya dan mendapatkan penggatiku yang tentunya lebih baik dariku, sekarang dia sudah mendekat, jarak antara kita hanya beberapa meter saja, aku harus berpikir, Tiffany berpikir berpikir supaya dia tidak melihatmu, berpikirlah!!

“TIF-FANY”, dia memanggilku, terlambat dia sepertinya sudah melihatku, sekarang aku harus bagiamana? Aku berlari sekencang mungkin, semoga dia tidak mengejarku, biarlah dia hidup bahagia dengan kehidupan barunya, dengan kekasihnya.

“YA, KAU MAU KEMANA?” Teriak manusia menyebalkan itu, maaf aku harus melarikan diri, aku tak mau dia melihat sosokku lagi, maaf keadaannya sangat genting.

Aku berhasil sekarang dia tidak mengejarku, aku sekarang harus merubah sosokku menjadi pelayan dan berbicara pada manusia menyebalkan itu untuk pergi dari restoran ini, restoran ini berbahaya untukku karena ada dia yang menghiasi kehidupanku dulu, aku sudah merubah wujudku menjadi seorang pelayan.

Dia masih disini duduk di meja no 7, ia terlihat lebih bahagia sekarang, lebih bahagia daripada saat bersamaku, dari senyum dan tawanya aku tau dia sekarang sudah sangat bahagia dengan wanita yang dia panggil ‘Princess’, dari mata ‘Princess’ itu aku tau pasti dia tau bagaimana cara membahagiakan dia, dengan segala yang dia punya.  Syukurlah kau sudah bisa hidup bahagia walaupun tanpa kehadiranku, aku dengar percakapaan mereka.

“Seobang siapa yang tadi kau panggil?” Tanya gadis yang sedang berada disampingnya.

Aniyo, aku tadi salah lihat, ku kira dia temanku yang meninggal beberapa tahun lalu, tidak lucu bukan ada manusia yang sudah dikubur hidup lagi, nanti di kira hantu lagi haha…” Teman? Apakah selama hidup ini aku hanya di anggap teman olehnya? Aku sudah menghabiskan hidup bersamanya dan sekarang dia hanya menggangku teman?

“Ah…. kurasa, sepertinya matamu harus di periksa seobang.” Timpalnya.

“Iya sepertinya harus di periksa mata ini, karena di pupil mataku ini selalu ada kamu walaupun kau tidak ada dimataku, dan aku harus operasi jatungku sekalian karena kata dokter saat aku cek up di jatungku ini ada penyakit yang parah yaitu penyakit ‘Love You’”, dia masih seperti dulu, pintar sekali membuat hati wanita melayang, andaikan wanita yang di dekatnya itu aku, mungkin jantungku ini sudah berdetak tidak karuan.

“Idih Gombol,  cepat pesan makanan aku sudah lapar”, kata Pricess, walaupun terlihat dingin tapi aku dapat melihat wajahnya sekarang sudah merah seperti tomat, karena tersipu malu.

“Baiklah sayang..” sekarang dia mencubit pipi Pricess dengan kasih sayang yang dia salurkan lewat tangan manis itu.

“Pelayan..” jangan bilang dia sedang memanggilku? Oh tidak sekarang kedua matanya sudah tertuju padaku, aku harus bagimana sekarang? Aku membalik tubuhku dan berajak pergi untuk menghindarinya, aku takut bertatap mata dengannya, tapi terlambat seorang lelaki gendut memukul pundakku dan dan berkata “Layani pelanggan no 7, dari tadi kulihat kau hanya diam saja, cepat aku tidak ingin rugi karena kehilang pelanggan!” Dari bahasa tubuh itu aku tau dia pasti atasan di restoran ini, baiklah dengan langkah berat aku menuju ke mejanya, aku berjalan sambil menundukan kepalaku, aku tidak mau bertatap muka dengannya secara langsung, terlalu menyakitkan, hingga aku sampai di mejanya.

“Anda mau memesan apa?”, tanyaku dengan nada teggang.

“Princess kamu mau pesan apa?” Tanyanya pada kekasihnya yang hanya diam seribu bahasa.

“Terserah kamu Seobang”

“Kalau begitu, pesan makan yang paling istimewa di restoran ini”, dia masih seperti dulu… tidak berubah.

“Baiklah..” Aku buru-buru berbalik.

“Tunggu.” Kenapa lagi dengan dia? Mengapa tiba-tiba memanggilku lagi? Apa jangan-jangan penyamaraanku terbongkar? Tidak mungkin, penyamaraanku sudah sempurna, bahkan terlewat sempurna.

“Ada yang di pesan lagi?”, aku berbalik padanya tanpa melihat matanya

“Ah tidak.. Siapa namamu? Karena di bajumu tidak ada nama penggenalmu.” Good… dia masih jeli seperti dulu.

“Oh ini, aku perkerja baru jadi belum punya tanda pengenal.” Aku berusaha biasa saat menjawab pertanyaanya.

“Oh pantas kamu terlihat sangat malu, bahkan tidak mau melihat muka kita.” Aku sudah gemetaran setengah mati.

Ne..” Aku buru-buru berbalik dan memberikan pesanan kepada koki di dapur.

Di sela-sela jalanku aku masih mendengarkan pembicaraannya dengan Princess, mungkin Princess cemburu dengan sikap dia yang sepertinya terlalu perhatiaan dengan pelayan restoran sepertiku.

“Seobang, kamu udah punya aku masih aja genit sama pelayan..” Rengeknya.

“Ih aku ini perhatian sayang, bukan genit, jangan cemburu lah…” Tukasnya menggombal.

“Bodoh”

“Ih kamu jelek tau kalo ngambek…”

“Jelek gini kamu tetep suka kan?”

“Jelas banget, jadi jangan marah yah”

“janji gak macem macem lagi sama pelayan?”

“Ne!!”

“Pokoknya jangan kegenitan lagi sama pelayan?”

“Siap Sersan”

Aku harus pergi dari tempat ini,  kulihat manusia menyebalkan itu celingak clinguk mencari seseorang, sepertinya dia mencariku, aku melangkah ke mejanya, kini aku sudah dekat padanya, kemudian aku menulis di sebuah kertas putih..

 

Ini aku malaikat pendampingmu, ayo kita segera pergi dari sini, tempat ini berbahaya untukku

Tak lama kemudian, ia membalasnya.

Memangnya kenapa?

Sial kenapa dia banyak bertanya sih ini keadaan sangat genting sempat sekali dia bertanya seperti ini,  kusodorkan kembali kertas itu dengan jawaban.

Jangan banyak bertanya ini keadaan genting

Dengan raut masam, ia kembali menyerahkannya padaku

Baiklah, bagimana dengan wanita ini?

Aku tersenyum sejenak,

Akan kuurus, aku akan membuatnya lupa kejadian tadi, sekarang ayo kita pergi.

“Sorry. Wait. In. this. Place. For. a moment.”, katanya pada Laura

“OK”, jawab Laura

 

 

Kini aku sudah di rumah Seohyun lagi, aku duduk terdiam, semua kenangan masa lalunya berputar seperti video, saat dua orang insan untuk pertama kalinya, kemudian mereka berkenalan, saat mereka mulai dekat dan kemudian mereka menjalin hubungan tanpa status, dan sampai akhirnya berakhir dengan perpisahaan mereka, Video itu berputar berurutan dikepalaku. Aku benci mengakuinya kalau dulu aku hanya menjalani hubungan itu dengannya, tapi apa mau di kata itu sudah berlalu.

Kulihat manusia menyebalkan itu masih di tubuh Seohyun, ini sudah jam 80:55 kenapa dia tidak keluar dari tubuh itu? Dia terus melihatku, ada yang salah kan dengan diriku, ku harap dia tidak menanyakan tentang hal tadi.

“Aku penasaaran kenapa kau tadi mengajak aku pulang lebih awal?”Baru saja aku memikirkannya dan ternyata detik ini juga dia sudah mengatakannya.

“Aku lelah, aku mau tidur.” Kucoba mengalihkan pembicaraan ini.

“Kenapa kau mengalihkan pembicaraan, tapi Ya sudah.”Syukurlah dia mengerti.

“Yak kau jangan lupa keluar dari tubuh itu, ingat kau hanya menyewa, MENYEWA, understand?”

“Arro, dasar malaikat bodoh… cerewet sekali..” sepertinya nicknameku akan akan semakin panjang, kemudian aku tidur di sofa dekat kasur  Seohyun.

Cap  cip cup Author : Annyoeng Reader  saya kembali lagi ^^, muti si imut imut datang lagi hahaha

Mian sedikit telat, tapi tak apakan? Kan udah Love Is Hard yang setia menemani hari puasa kalian,  karena moodku yang naik turun jadi susah banget buat nulis, kadang moodku baik kadang jelek kadang super jelek, hampir semua mood jelekku muncul karena ada masalah, dan masalah itu gak perlu aku kasih tau sama reader tar malah curhat lagi haha. Sebenarnya mau sih curhat tapi belum tentu reader dengerin curhatanku haha, yang jelas ini bukan masalah cinta, ini lebih rumit dari sebuah hubungan cinta#plakkk ceileh gayamu mutmut

Haha semoga kalian menikmati ff ini. dari awal memang niat banget buat ff another 49days, karena hampir semua author itu kalau terinpirasi dari sebuah film atau drama 80%lebih sama kayak yang asli, walaupun bagus tapi reader pasti gak terlarik baca lebih lanjutin baca ff itu karena udahh tau gimana jalannya, betul tidak????#BETUL , aku tau reader pasti gak terlarik membaca ff yang udah ketebak jalannya kayak apa, karena  aku ini juga seorang reader jadi tau bgt perasaan kamu kamu semuanya, dan aku juga tau bgt kebanyakan reader gak suka dengan ada protect, protect sebenarnya bertujuan baik, yaitu melindungi reader innocent  dari anacam NC atau adegan berbahaya lain, ataupun kadang author memberi protect di ff hanya supaya tidak ada sider, dan jujur aku tidak  suka dengan adanya protect dengan alasan mengurangi sider, apakah kalian paham kenapa mereka menjadi sider? Mungkin saja mereka tidak tau cara memberi komentar di ff, karena dulu aku juga mengalaminya haha, rasanya ati sakit bgt#plakkk berlebihanbgtsihmutmut, tapi bener suwer deh, bagaimana ceritax klu klian lagi senang2 baca ff  kemudian di chap selanjutnya di protect  dan ada sebuah syarat untuk mendapat pin adalh dengan komentar, padahal kalian gak tau cara kommen, atau malah lebih parah kalian udah tau caranya komen kemudian kalian komen di semua chapter tapi kemudian kalian menghubungi sang author untuk bertanya tentang pin tapi author tidak merespon kalian, SUMPAH DEMI APAPUN RASANYA NYESEK BGT haha,

Oya gimana kalian bisa nebak siapa yang jadi ‘Seobang n Princess’, banyak bgt clue disini jdi kalian pasti bisa nebaknya.

Bagimana reader apakah kalian senang dengan chap ini atau malah kecewa? Ku harap kalian senang yah yah yah#jawil reader#plak dasar author genit

Menurut kalian siapakah orang yang pantas di cintai Taengoo dan siapa orang yang pantas mencintai Taegoo?#ya jelas itu mutmut lah#plakkk pede

Oya Selamat menjalankan puasa untuk yang menjalankannya yah!!! Klu author punya salah maaf bgt ye, klu author bkn cerita gak sesuai keinginan kalian maafkan yah hahaha

Teryata aku sudah bercuap cuap terlalu banyak, ya udah say goodbye aja buat reader, reader annyeong I LOP U PULL dah#cipok reader#Reader:gak sudi haha

 

Iklan

90 thoughts on “Love In 49Day [Chapter 3]”

  1. ceritanyaa bguss.. neomu joa..(y)
    klo si seobang psti yul ‘n princess psti sica..
    mm.. bs bgtu yahh? tae mantannya sica..
    yul mantan fany..
    udahh ahh saiia izin bca next part yahh..^^

Komentar tidak dipungut biaya ✿ Tae♡Ny ✿

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s