Fantasy, SNSD

Love In 49Day [Chapter 4]

“One day you’ll love me, the way I loved you. One day you’ll think of me the way I thought of you. One day you’ll cry for me, the way I cried for you. One day you’ll want me, but I won’t want you!”

Author: Mutiara Triastuti
Editor : Syatiul Inayah
Title :Love In 49days
Genre : Yuri (Girl X Girl), Drama, Romance
C
ast : Taeny, Yulsic, YoonHyun.
C
hapter : Undecided.

LockTI SASmith

29Hari

Taeyeon POV

Ini sudah hari ke 29, tapi belum juga aku menemukan wanita yang tepat, banyak dari mereka yang berkata suka padaku tapi entah mengapa kunci itu tak kunjung muncul atau jangan-jangan kunci itu hanya bualan malaikat itu saja ya? Ngomong-ngomong soal malaikat bodoh plus cerewet itu aku merasa sekarang dia sedikit berubah, dia lebih banyak diam dan hanya termenung, ada apa sebenarnya dia mengajakku pulang lebih cepat hari ini? Apa mungkin terjadi hal buruk dengannya yang menyebabkan dia berubah seperti itu, dia juga jarang tersenyum sekarang aku jarang mendapati eye smile-nya yang melengkung bak bulan sabit terbalik itu. Unik. Aku juga tidak bisa mem-bully-nya seperti dulu, dan dia juga menjadi sering menghilang, entah kemana, dia hanya akan muncul bila aku sudah masuk ke tubuh Seohyun, aku harus mencari tahu, ada apa dengannya, aku tidak tenang jika dia hanya diam seperti itu. Lebih baik jika dia marah daripada hanya mematung.

Sudah 3 jam sejak dia pergi, apakah dia lupa tugasnya sebagai malaikat pendampingku lalu mencari arwah tampan yang mau dan tertarik padanya? Itu tidak mungkin, atau mungkin dia mengikuti Variety Show untuk mencari jodoh?  Itu lebih tidak mungkin, sial pikiranku sekarang ini hanya terjebak dengannya. Kim Taeyeon, berhentilah memikirkan malaikat bodoh yang menyebalkan itu, mungkin nickname-nya sekarang harus diubah menjadi malikat bodoh yang pendiam? Itu lebih cocok.

Tiffany POV

Beberapa hari terakhir ini aku mempunyai kegiatan baru yaitu melihat dia, bermesraan dengan sang Princess, ternyata rumahnya masih sama dengan dulu, perbotan rumahnya juga tidak berubahan dengan dulu, sofa biru yang berada di ruang tengah dengan TV yang terletak di hadapannya, aku sering mengenangnya. Dulu, semasa aku masih hidup aku sering bermain-main denganya di sofa itu sembari menonton TV sambil tertawa bersama saat ada tingkah komedian yang melawak dan meneteskan air mata saat tayangan drama yang melankolis. Kini semua hanya tinggal kenangan, masa lalu yang indah dan pahit, kenangan tentang dua hati yang tak pernah bersatu. Sekarang aku percaya jika kenangan tidak memiliki kekuataan, kenangan hanyalah kenangan, dulu aku merengkuhnya dan kali ini Princess yang menggantikan posisiku, melihatnya tertawa terbahak saat ada kawakan yang tayang di layar kaca membuatku terenyuh. Masih tersisa cinta dalam hatiku. Melihatnya dengan tatapan cinta yang masih tersisa di hati ini, aku hampir melupakannya karena manusia menyebalkan itu.

Kenapa kau muncul kembali di kehidupanku? Dengan susah payah, aku melupakanmu sedikit demi sedikit dan kini kau datang dan membuat cinta ini tumbuh lagi, kukira cinta ini berkurang seiring bertambahnya waktu, tapi ternyata aku masih mencintainya dengan sepenuh hati, masih seperti dulu, seperti dulu.

Tok Tok Tok

Kudengar suara pintu diketuk, dapat kulihat Princess berdiri disana dengan anggunnya, apa yang dia lakukan sekarang? Kurasa Princess sedang ingin bermain-main dengan Yuri. Dia bersembunyi di balik pintu dengan topoki yang di bungkus plastik di tangannya.

“Siapa?” Tanya Yuri.

“Kucing” Jawab Princess.

“Mana mungkin kucing bisa berbicara, sepertinya hanya kucing jadi-jadian yang suka bermain-main di otakku.”Sama seperti dulu, tak berubah. Yuri yang dulu kukenal. “Dimana kau bersembunyi?”Dia mendekat pada pintu kemudian membukanya secara perlahan, dia tidak menyadari ‘Princess’ sedang bersembunyi di baliknya.

“Princess, jangan bermain-main denganku, kalau aku menemukan aku akan menciumu sepuasku, arro?”Dia celigukan mencari ‘princess’, tapi gagal. Kemudian ‘princess’ sontak memluknya dan membuat Yuri terkejut sama-sekali. Romantis.

“Baaaa, kau tidak bisa menemukan aku lagikan, aku sudah kalah telak denganku.”Jawab ‘Princess’ yang mengeliat memeluk Yuri.

“Baiklah, ku aku iaku kalah lagi, sekarang skor kita berapa aku sudah tidak ingat?”Tanya Yuri sambil mencubit pipi ‘Princess’.

“0-9, Seobang”

“Hah yang benar saja? Aku kalah telak.” Katanya sambil menundukkan kepala.

Gwenaca ini hanya permainan Seobang jadi kalaupun kamu kalah tak jadi masalah”

“Baiklah, ngomong-ngomong sepertinya hidung kumembau sesuatu, sedap.”

“Ah hidung mu memang sangat peka kalau sudah berurusan dengan makanan yah sayang, ayo kita masuk kerumah dulu, aku malu di lihat orang-orang mereka nanti menggangap kita berdua sejoli yang tidak sopan karena bermesra didepan umum di pagi hari begini.”Ajak ‘Princess’, kemudian mereka bergandengan tangan masuk kedalam rumah, tangan mereka bergerak kedepan dan kebelakang, dan senyum terpancar dari keduanya, lalu ‘Seobang’ masuk dapur mengambil garpu dan sedok, sedangkan ‘Princess’ asyik menonton TV yang menayangkan berita kecelakan pesawat yangterjatuh akibat tertabrak gunung.

“Seobang kenapa bisa yah pesawat canggih itu bisa jatuh yah?” Tanya ‘Princess’, sedangkan Yuri berjalan mendekat ke sofa lalu duduk di sebelah Princess.

“Itu karena tertabrak gunung, bahkan manusia saja bisa jatuh karena meihat gunung.” Yuri tersenyum mesum, aku tahu senyum macam apa itu.

“Ya dasar byunSeobang”

“Walaupun byun kau sukakan? Princess…..

Wae?” Tanya Pricess dengan tampang polos.

“Aku ingin itu.”Ujarnya dengan wajah mesum

“Itu apa? Makanan?”

“Bukan itu?”

“Itu, itu apan?” ‘Princess’ semakin bingung dengan apa yang di inginkan ‘Seobang’ sebenarnya.

“Ya sudahlah, dasar Princess gak sensitive huh.” Kata ‘Seobang’ yang ngambek karena ‘Princess’ tidak mengerti.

“Princess ini masakanmu sendiri?”Tanyanya.

“OH tentu saja tidak hahaha, kau tau kan aku ini tidak pintar memasak tapi aku membantu proses pembuatan makanan ini loh Seobang..”

“Wah yang benar? Wah Princessku ini sudah ada kemajuan yah…”Katanya sambil menempelkan hidungnya pada ‘Princess’, ini adalah cara yang selalu dia lakukan dengan orang yang dia sayangi, baginya ini adalah salah satu kegiatan yang menarik, karena  saat dia menempelkan hidungnya dengan orang lain berarti itu mereka sudah bertukar napas dan menyatu.

Aku terkejut saat melihat jam yang sudah menunjukkan pukul 9, manusia bodoh itu pasti sedang menungguku, bisa saja dia sekarang mengerutu karena aku tidak ada untuk mendampinginya mencari cinta, manusia itu sampai sekarang masih belum menemukan cintanya, sepertinya susah sekali mencari cinta, walaupun banyak orang menyatakan cinta padanya tapi kunci itu belum juga muncul, mungkin karena manusia itu tidak mencintai orang yang mencintainya, benar pasti seperti itu, ini akan sedikit sulit, karena dia masih tidak percaya dengan adanya cinta, ini semua karena masih ada dendam di hatinya, dia pikir cinta itu hanyalah kesakitan, jadi sekarang aku harus bagaimana? Walaupun aku bukan dia, tapi aku juga bertanggung jawab atas kelanjutan hidupnya, apakah aku harus merubah strategi supaya dia mendapatkan cinta? Iya seharusnya begitu, tapi bagimana caranya? Adakan kah cara lain untuk mendapatkan cinta secara instan?  Aku harus memikirkan cara yang lebih menarik sekarang. Kini aku sudah berada di kamar Seohyun, dimana sih manusia menyebalkan itu? kenapa dia tidak ada di sini? Kemana dia pergi, apakah dia sudah di myongdong.

benar saja, saat aku menemukan tulisan di bawah pintu yang bertulisakan seperti ini.

AKU DI BANPO BRIDGE CEPAT KESANA

Kini aku sedang berjalan menuju tempat yang ia sebutkan, di tengah perjalanan, aku memikirkan dia, dia yang menghiasi aku dulu, teryata dia sama sekali tidak berubah sama sekali, tapi dia sekarang menjadi lebih mempesona dari dulu, aku juga tidak menemukan kesedihan dimatanya, tidak seperti saat bersama diriku dulu, dia lebih banyak menangis, menangis meratapi keadaanku sebelum hari itu datang menjeputku untuk pergi dari dunia yang fana dan menjadi seorang malaikat bukanlah pekerjaan yang buruk setelah aku pergi dari dunia ini. Lebih menarik dari yang terlihat dengan kasat mata, ada sebuah alasan kenapa sekarang ini aku mengabdikan hidupku untuk menjadi malaikat.

Saat ini aku sudah sampai, dimana dia berada? Banyak sekali orang beralu lalang di sini, pasti itu, aku yakin dia selalu di pusat tempat orang berkerumun, dia selalu menjadi pusat perhatian saat dia sedang bernyanyi, itu semua karena kemampuan menyanyi yang perlu di acungi  jempol, selain itu dia juga pintar menarik perhatian orang, aku salah satu yang tertarik dengannya, walaupun kadang dia menyebalkan tapi dia mempunyai sedikit sisi manis yang jarang dia tunjukan pada kebanyakan orang.

Dia masih bernyayi dengan gitarnya, petikan gitar dan sudah indah terdengar lembut ditelinga, serasa terbang ke surga saat aku mendengar suaranya. Kini dia telah selesai bernyayi dan mendekat padaku, apa yang akan dia lakukan? Apakah dia marah padaku? Atau mungkin akan memukul dan menganiyayaku, tapi itu tidak mungkin aku masih tidak terlihat oleh manusia saat ini dan hanya dia yang hanya bisa melihatku, apa dia tidak takut dikatakan gila karena dikira berbicara sendiri?

“YA KAMU, KEMANA SAJA? KAU LUPA TUGASMU HAH?”

Omelan aku tau hal ini pasti terjadi, dia marah karena aku lupa mendampinginya dan lebih sibuk mengurus kehidupan pribadiku.

“Ya kamu tidak takut di katakan gila?” Tanyaku dengan nada sendu.

“SIAPA PEDULI DENGAN MEREKA? AKU MENCEMASKANMU.”

Apa dia cemas padaku, apakah telingaku tidak salah dengar? Mustahil… pasti dia yang salah bicara, orang-orang mulai ramai membicarakan manusia menyebalkan ini. Mereka mengatakan bahwa manusia menyebalkan ini mungkin sudah gila, sebagian dari mereka berbisik kepada orang yang berada didekatnya.

“Iya, maaf, sekarang kita harus bagaimana? Orang-orang sudah melihatmu?”

“SUDAH KUKATAKAN AKU TIDAK PEDULI MEREKA, AYO PERGI!!!” Perintahnya

“Baiklah”

Kita kini berjalan bersama menuju kamar mandi, dia masih dengan raut marahnya, apakah dia terlalu marah padaku? Dia hanya bergeming. Sedari tadi setelah dia berteriak-teriak di depan umum, ada sebuah pikiran yang masih mendongkol di otakku, apakah dia tadi benar-benar mencemaskan aku, aku harus menanyakannya, sekaligus aku harus minta maaf padanya karena keteledoranku, kini aku berjalan di depannya, dan membalik tubuhku sambil berjalan mundur, aku melihat wajahnya, expressinya masih saja datar, aku harus melakukan sesuatu, jika tidak dia akan seperti ini selamanya.

“Ya.. mianhae.., aku tidak sengaja melakukannya.” aku berusaha minta maaf padanya, tapi dia justru tidak meresponku.

“….”

“Ayolah, jangan diam seperti itu? Kau terlihat lebih menyebalkan kalau diam seperti itu”

“….”

Aku harus bagimana sekarang sekarang? Dia sama sekali tidak merespon apapun yg aku katakan, dia mengacuhkan seperti aku tidak pernah ada.

“Aw appo….” Aku memegang kepalaku, semoga trik ini berhasil.

Wae? Gwencana? Apa yang sakit?” Haha raut khawatirnya lucu sekali, akhirnya aku berhasil membuatnya berbicara, cara ini sangat manjur, kemudian aku membuat tubuhku bisa dilihat orang, untung saja tidak ada orang di sekitar sini.

“Mana yang sakit? Kepala? Kaki? Atau yang lain katakan?” Katanya sambil memegangiku.

“Hahahaha… aku berhasil berhasil membuatmu berbicara.”Wajahnya berubah sedikit terkejut.

“Ya kau? Kurang ajar sekali, awas kau akan kubuat kau menyesali ini” Sepertinya aku harus melakukan langkah seribuuuuuu, lariiiiiiiiiii.

“Kalau bisa kejar aku hahaha…”Aku terus dan terus berlari lalu melihat kebelakang, tapi kenapa manusia itu tidak bersuara? Jangan-jangan dia jatuh? Aku berhenti dan menoleh, tidak ada siapapun di sana, dimana dia? Tiba-tiba perasaan cemas merayap di hatiku, jangan terjadi apa-apa? Aku berlari kembali ketempat semula, ahh selamat dia ternyata sedang berbicara dengan seseorang, tunggu aku lihat profil wanita itu.

“YA, KAU MANUSIA TENGGIL YANG MENYEBALKAN” Teriakku padanya.

“YA KAU BISA KECILKAN SUARAMU TIDAK?” Ia menyahuti.

“TIDAK!!!dan tidak siapa orang yang kau ajak bicara???” Aku berusaha mengecilkan volume walaupun aku tadi bilang tidak.

“Manaku tau aku hanya kasian padanya, karena dia sendiri disini mungkin saja dia membutuhkan bantuan.”

“Dia itu ORANG GILA”

“APA?????”

“Hay, wanita cantik taukah dirimu suamiku sudah mati…”Kata orang gila sambil memegang tangannya, dan aku sekarang bisa melihat expresi wajahnya yang ketakutan karena ternyata orang yang bersama dia itu adalah orang gila yang baru saja kehilangan suaminya, dia berusaha melepaskan tangannya dari tangan orang gila itu hingga terlepas.

“AYO LARIIIIIIIII MALALIKAT MENYEBALKAN!!!” Dia berlari cepat sekali kalu sudah ketakutan.

“WHATTTT??”

“LARI BODOH”

“MENYEBALKANNNNNN”

Kita bernapas dengan terengah-engah karena terus berlari dan kenapa juga aku harus ikut berlari denganya? Aku ini kah malaikat bisa menghilang tanpa berlari, bodoh aku hanya menghabiskan tenagaku saja, kulihat dia berkeringat, kalau berkeringat seperti itu dia terlihat lebih hot dari biasanya, kemudian dia mengibaskan rambutnya Tuhan kuatkan diriku dari godaan ini, YA TIFFANY apa yang kamu pikirkan? Sadar-sadar kenapa kau seperti ini? Kau tidak selevel dengan manusia levelmu itu malaikat ingat itu, tapi hatiku tidak bisa berbohong aku selalu bahagia saat bersama dengannya, aku terus melihatnya dengan tatapan kekaguman.

“Ya kenapa kau terus melihatiku?” Tanyanya.

Aku tersentak mendengarnya dari tadi aku sibuk berkonsentrasi melihat dirinya.

“Aniyo”

Aniyo? Gimana jelas-jelas tadi ngelihatin aku, pakai mata lagi!!!”

“Memangnya kalau ngelihat pakai apaan?”

“Pakai matalah…”

“Jadi???”

“Emangnya aku makanan? Dasar rakus”

Krucuk krucuk

Sial kenapa perut sudah bernyanyi dan sialnya diwaktu yang tidak tepat mukaku sudah berubah merah, aku malu dengan kejadian ini bisa-bisanya perutku berbunyi setelah dia mengatakan aku ini rakus, mau dia taruh dimana mukaku? Oh my God aku maluuuuu.

“Kajja ayo cari makanan, kau mau makan apa?” Katanya sambil mengeret tanganku, sejak kapan dia mau memegang tanganku bukannya dia tidak mau bersentuhan dengan manusia ataupun aku? Sejak kapan dia berubah seperti ini? Ah pusing jika memikirkan kapan dia berubah, tapi ini perkembangan yang baik dia sudah mau bersentuhan itu pertanda baik, mungkin dia sudah menerimaku sebagai malaikat pendampingnya.

Flashback

Dia memegang tanganku secara tidak sengaja, aku gugup. Kala itu jantungku serasa mau copot, sedetik kemudian dia melepaskan tangannya dari genggamanku.

“Maaf tidak sengaja, aku tidak suka bersentuhan dengan orang lain…”Jelasnya sambil melihat kelantai rumah Seohyun.

“Memangnya kenapa?”

“Ini semua karena dia si wanita sialan, aku jadi takut bersentuhan dengan orang, aku takut aku orang yang bersentuah denganku nanti menjadi menyukaiku”

“Cih pede kali, Cuma di sentuh saja jatuh cinta sama kamu”

“Ya kau belum pernah merasaan sentuhanku yang sebenarnya”

“Aku tidak percaya memang tanganmu memiliki kekuataan magic apa?”

“Bukan kekuatan magic tapi kekuatan cinta, tapi cinta itu kini telah menghilang dan berubah menjadi kebencian yang mendalam”

“Buahahaha terserah katamu tapi yang jelas aku belum bisa percaya kalau aku merasakannya”

Flashback End.

“Ah itu ada topoki, bagaimana kalau kita makan itu?”

Aku mengeleng, aku tidak suka makanan Korea.

Aniyo aku mau Sandwich.”Dia mempererat gengamanya, jatungku berdetak tidak keruan, semoga saja dia tidak mendengarnya, aku malu bila dia mendengarkan jatungku berdetak sekencang ini.

“Apa kau tidak bosan cuma makan itu saja?”

Aniyo..” Kataku sambil mengeleng.

“Nah itu dia toko penjual Sandwich, Kajja

Kini kita sudah di dalam toko menunggu pesanan kita, aku terus melihatnya seperti tadi, dia hanya tersenyum padaku

“Wae?”

Aniyo? Di matamu ada kotoran”

“Apa? Hah??”Katanya sambil membersihkan matanya sebelah kiri.

“Aku sudah tau!!!”Jawabnya dengan menaikkan 1 oktaf suaranya .

“Bukan di matamu sebelah kanan”

Arro” dia terlihat malu

“Makanan datang!!” Sorakku.

kajja, mari makan!!!”

“Setelah ini kita pulang, arro…

“Siap”

“Kau, aku menjadi orang yang terkenal, mungkin sekarang aku jadi artis papan atas”

“Papan atas apaan? Papan triplek yang bener”

“YA, sudah kubilang aku ini artis walaupun tidak debut, orang-orang banyak yang mengenalku”

“Iya, percaya kalau di dunia mimpi hahhaa”

“YA kamu”

Drap Drap Drap

Seseorang berjalan kemeja ini kulihat dia, apakah dia mengenalku? Tidak mungkin, mungkin saja dia teman dari Seohyun.

“Bukankah kamu orang yang sering menyanyi di Myongdong? Kalau tidak salah nama mu Seohyunkan?” Waw ternyata benar sekarang banyak orang yang mengenalnya.

“Oh ne” Jawabnya sambil melihatku dengan senyum kemenangan.

Kim Hyoyeon Imida, aku adalah salah satu pengemarmu, boleh aku minta tanda tanganmu?” Ia berkata sambil menyodorkan kertas dan bolpin.

“Oh ne gomawo.” Setelah berhasil mendapatkan tanda tangan dari manusia menyebalkan ini Hyoyeon akhirnya berlari kegirangan.

“Kau lihat itu? Dia adalah Fansku”

“Bukan fansmu tapi Seohyun, arro

“Sekarang semua orang menyukaiku”

“Semua?? Sebagian”

“Semua”

“Sebagian!!!! Titik”

“Masih ada koma kan, dan tetap saja gadis tadi dan orang-orang itu menyukaiku”

“Yang dia suka itu Seohyun bukan kamu”

“AKU”

“BUKAN”

“AKUUUUUU”

“Ya sudahlah, kau menang, aku malas berdebat denganmu”

Hari ini manusia ini tidak semenyebalkan dulu, angin apa yang membuat dia sedikit berubah? Angin muson? Angin bohorok atau yang lain? Ah pusing kalau di pikir, tapi ini kemajuan yang baik mungkin mulai hari ini aku bisa menjalani tugasku sebagi malaikat dengan bahagia, dia juga sekarang lebih banyak tertawa tidak seperti dulu yang hanya marah dan marah, One Better Day I’m Coming

TBC

Cap Cip Cup Author : Author kembali lagi dengan epep yang paling….paling apa yah???

Oya gimana Chapter ini bgs tak?? Maap kalau buat pencinta royal family aku memasukan couple selingkuhan di epep ini, dan mungkin momentnya akan sedkit extrim, maap bgt dah, berdoa saja ya mereka couple yg kalian suka bersatu dah, oya untuk ending mungkin akan sad ending#reader nangis

Dan untuk masalah masa lalu pany, kalau tidak halangan chap yg selanjutnya akan membahas sedikit tentang masa lalu pany, klu masa lalu seo kykx masih lama, karena kalau aku masukin sekarang cintax akan makin belibet dan juga karena author mau konsentarsi sama yulsic n taeny dulu. tau gak sih sebenarnya aku Cuma mau buat epep ini 5 chap aja, ternyata di luar dugaan, animo dari reader bgs sekali aku jadi ingin buatx lebih dari 5 chap hahaha

Oya sekali lagi author minta maaf soal chap sebelumnya soalnya bnyk typo yg buat para reader bnyak yg bingung, mianhaeyo reader, aku gak sengaja ngelakuinnya, mohon maafin author yah, dan untuk chap2 yg kedepan author akan berusaha mempersedikit adanya typo, makasih udah selalu support author, selalu memberi kritik dan saran buat author, karena kalian aku jadi semangat melanjutkan epep ini,  I Lop U reader#cipokbasah#plakkkdi tampar reader

Oya ada tidak dari author yang lihat SMtown? Kalau ada angkat sandal dah, jujur saja gak begitu tertarik sama SMtown karena yang ingin kulihat Cuma soshi aja, yang jelas paling pengen Pany hahaha pokoknya jangan lupain fanchantnya yah? Buatlah sesuatu yang benar2 berkesan di SMtown kan bulan itukan ultah Hyoyeon

Oya chap ini mengecewakan tidak? Doain author yak supaya suasana hatix baik terus, supaya cepet  kelar ni epep#bilang aja pengen di doain

Oya kalau2 author punya salah2 maafkan yak, dengan selamat lahir dan batin reader

Selamat tinggal reader annyeong cauuuu~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Iklan

61 thoughts on “Love In 49Day [Chapter 4]”

  1. tentu saja bagus. saya betah membacanya.
    sepertinya fanny mulai merasakan sentuhan cinta taetae ^_^
    b^_^d dua jempol buat author

Komentar tidak dipungut biaya ✿ Tae♡Ny ✿

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s