Fantasy, SNSD, SOSHI FF

Love In 49Day [Chapter 5]

“It’s hard to trust and it’s hard to cry. It’s hard to love and later say goodbye. But it’s much harder to let go when you really want to say no. But this is life of making hearts grow


Author: Mutiara Triastuti
Editor : Syatiul Inayah
Title :Love In 49days
Genre : Yuri (Girl X Girl), Drama, Romance
C
ast : Taeny, Yulsic, YoonHyun.
C
hapter : Undecided.

LockTI SASmith

19 hari

Tiffany POV

Dear Dairy

She Loves me, She Loves me Not?
Hari ini aku kembali bertemu dengannya di High School. Hal itu membuatku bertanya-tanya, apakah mungkin dia satu High School denganku? Dia kembali tersenyum padaku, senyumnya masih seperti dulu saat pertama kali pertama kali kita bertemu, senyum sejati, senyum yang menyejukkan hati, jika ditanya kenapa kamu menyukainya? Dengan yakin aku akan memjawab karena senyumannya, senyumnya adalah sarana termanis dan termudah untuk masuk ke hatiku.

Hari ini aku duduk di taman sendiri, hanya bertemankan bunga-bunga yang mengelilingi, kemudian aku memetik satu bunga lalu memgambili satu persatu kelopaknya, tak hentinya bibirku berucap “She Loves Me, She Loves Me Not ”,

seirama dengan satu kelopak yang ku jatuhkan. Sejenak, aku terhenti karena tiba-tiba suara merdu menyela perkataanku “She Loves Me” Jatungku serasa berhenti, dia mendekat padaku dengan senyum itu lagi, oh tuhan mengapa ada manusia sesempurana ini?

Namanya Kwon Yuri, banyak orang yang mengelilinginya tapi selalu ditolak olehnya, dan terus membuatku bertanya. Apa mereka semua tidak memenuhi kriterianya? Tanpa kusadari perasaan suka yang dulu kupendam darinya berubah jadi cinta, berhari-hari, berbulan-bulan, dan bertahun-tahun kuhabiskan bersamanya, kurasakan sepertinya menyukaiku juga tapi kenapa dia tidak pernah menyatakan cintanya padaku? Apa karena dia ingin focus dengan sekolahnya? Mungkin saja, tapi sampai kapan aku harus menunggunya? 1 tahun, 2 tahun, atau seumur hidupku kuhabiskan hanya untuk menunggunya?
Benar juga cintaku padanya adalah derita yang istimewa namun membahagiakan.

“Hayooo ngelamunin aku ya?” Tiba-tiba saja manusia menyebalkan itu datang dan berhambur padaku. Dengan cepat aku menutup buku bersampul merah jambu dalam pangkuanku.

“Apaan sih? Sok tahu…” Gerutuku. Menganggu sekali dia.

“Eh apaan itu? Liat dong… lucu gitu bukunya, ada foto kamu sama siapa tuh? Kayaknya aku kenal orang ini, bukannya ini Kwon Yuri?.” Sergahnya sambil merebut buku yang di ada dalam gengamanku.

“Eh jangan… Itu Diaryku, dari mana kamu tau kalau namanya Kwon Yuri?” Aku berusaha untuk merebutnya kembali, namun tak berhasil.

“Dia kan orang yang selingkuh dengan Jessica.” Aku terkesiap. Kenapa dunia begitu sempit? Memang benar jika ada pepatah yang mengatakan bahwa dunia hanya sebatas daun kelor, kenapa juga kehidupanku hanya berputar di sekitar Yuri?

“Dan kenapa malaikat juga punya dairy segala?” Ia bertanya dengan wajah innocent.

“Apa urusanmu memang? Ini diaryku selama aku masih berwujud manusia.” Kataku kecepolsan, pabo… Seharusnya aku menutupi statusku yang dulu pernah menyandang gelar manusia, aku harus menyiapkan telingaku dari teriakan para senior.

“What?? Jadi dulu kau itu manusia? Kok bisa jadi malaikat?” Cerocosnya.

“Ini rahasia. Jadi aku tidak bisa memberi tahukannya padamu”

“You are si mean…” Katanya sambil cemberut. Lucu.

“Biarin, jadi orang yang selalu bersama Yuri itu Jessica?” Kepalaku masih dipenuhi beribu pertanyaan.

“Ne, dan kenapa kau tidak mencari Profil Sica di tabletmu?”

“Tidak aku takut sakit hati”

“Wooooo ternyata malaikat bisa sakit hati juga ya.. hahaha, aku kira gak punya rasa”

“Enak aja”

“Sini mana dairynya” Kataku sambil menjulurkan tangan.

“Shiro.” Katanya mengejek sambil menjulurkan lidah.

Ternyata apa yang aku harapkan salah kepada manusia menyebalkan itu, kuharap dia akan berubah setelah hari itu – Hari dimana kita makan bersama – . Namun ternyata dia tidak ada bedanya, masih seperti saat kita pertama kali bertemu, dia masih menyebalkan, bayangkan saja dalam satu hari aku bertengkar terus dengannya, aku sampai bingung kenapa dia selalu saja memulai pertengkaran denganku, seharusnya otaknya itu di gunakan untuk mencari cinta bukan mencari ribut.

Hari 32

“Ya, Malaikat babo ini hari ke berapa?.” Katanya sambil melihat kelender di rumah Seohyun

“hari ke 30.” Jawabku yakin

“Issshhhh, hari ke 30… BABO!!”

“HEH?”

“Ya kamu malaikat bodoh siapa bilang ini hari 30? Di kalender ini tertera jelas bahwa hari ini adalah Rabu! Rabu! Rabu! Udah jadimalaikat belum hafal hari lagi, malu-maluin aja… Untung gak ada yang denger” rasanya saat itu ingin ku kunyah kalender itu, dia bertanya ‘hari keberapa’ tapi jawabanya malah ‘rabu’, kecuali kalau dia ‘ini hari apa’ pasti ku jawab ‘rabu’, jangan-jangan kalau waktu itu aku jawab ‘rabu’ dia akan bilang ‘hari ke 30’, ishhh dasar menyebalkannnnn!!

Hari 34

“Hey Manusia menyebalkan apakah kau selama hidup dulu pernah punya kekasih gelap?” Tanyaku dengan wajah penasaran

“Ani” Jawabnya singkat.

“Wae?”

“Ngapain punya kekasih gelap? Toh aku juga gak bisa lihat dia”

“HEH? maksudnya?

“Namanya juga kekasih ‘GELAP’ apa mungkin aku bisa lihat dia? Bahkan untuk melihat bagimana melonnya saja aku tidak bisa karena GELAP..” Ishh sial rasanya ingin ku jambak saja rambutnya, yang kumaksud kekasih gelap bukan seperti itu tetapi selingkuhan, ish dasar dia manusia kurang ajar.

Hari ke 36

“Hey manusia menyebalkan.. Apakah kamu masih mencintai Jessica?”

“….”, dia hanya diam tanpa jawaban, Tampaknya wajahnya begitu kaget mendengar pernyataanku. Ia tak menjawab sepatah kata pun.

“Kamu cinta apa cinta?” Jawabku memaksa

“Mana ada pertanyaan seperti itu?” Repetnya dengan menunjukan muka marah

“Ada kalau yang buat aku!! Sekarang kamu pilih Cinta ATAU Cinta?”

“Ish aku pilih ATAU!!!”

“Mana ada orang yang pertanyaan CINTA ATAU CINTA jawabannya ATAU?”

“Ada kalau yang buat aku, wekkkk.” Sial dia mulai mengejeku dengan menjulurkan lida. Kapan dia berhenti mengejekku??


Hari ke 38

“Hey malaikat bodoh boleh pijam jari kelingkingmu tak? Tanyanya.

“Wae?”

“Kelihatannya jari kelingkingmu itu bagus sekali, sepertinya cocok banget untuk korek upilku”

“#$@$@$%%$^&*&(” Menyebalkan.

Yuri POV

Seperti hari hari sebelumnya, aku menjemputnya dengan motor, kemudian kutunjukan sebuah senyum termanisku padanya yang tengah berjalan mendekat, senyum ini dulu selalu kuberikan pada seseorang yang sudah berada di surga dengan kebahagiaannya, hanya kepada 2 orang aku memberikan senyuman ini pertama kepada Jessica dan kedua pada Tiffany, aku masih sering kali memimpikannya dalam tidurku, memimpikannya bersama denganku, namun aku selalu terbangun saat aku bermimpi kejadian mengenaskan yang memisahkan kita berdua, bahkan saat bermimpi aku lah selalu menjadi pihak yang menyakitinya, dan aku masih saja mengutuk diriku sendiri, jikalau aku tidak lengah waktu itu, jika saja dia tidak mengorbankan nyawanya demi manusia kejam tak berperasaan sepertiku yang tak pernah memberi jawaban atas perasaanya padaku.

Kuenyahkan pikiraan itu lagi dan kulihat sosok yang kucintai mendekat padaku dengan senyum manisnya, aku benar-benar tak berdaya dengan senyumannya. Senyuman hangat dan membuatku tergila gila. Aku sangat mencintainya, tak dapat kupungkiri senyuman itu selalu mengingatkanku pada Tiffany, Ya Kwon Yuri hentikanlah otakmu untuk terus berpikir tentang Tiffany, dia sudah bahagia disana, tanpa diriku yang selalu menyakitinya.

“Seobang, kenapa kau diam saja?” Tanyanya yang tengah duduk di belakangku

sambil memeluk erat pinggangku.

“Aniyo gwencana..” Dustaku padanya, aku tak bermaksud berbohong, aku hanya ingin menyebunyikan rapat kisah lamaku dan membuka lembaran baru bersamanya.

“Seobang apa kau cinta padaku?” Aku dapat merasakan sekarang dia tengah menyandarkan kepala di pinggungku.

“Tentu, bagaimana denganmu?”

“Aku SAAANGAT MENCINTAIMU, bahkan aku rela mati untuk mu.” Deg! Degup jantung berdetak tak karuan saat kata-kata itu terlontar dari mulutnya, aku tak mau orang yang kucintai merelakan kehiduapannya di dunia demi diriku. Lagi.

“Princess, dengarkan aku, aku tidak membutuhakan orang yang rela mati untuku, yang kubutuhkan adalah orang yang selalu di sampingku mendampingku selamanya di dunia ini..” Tuturku sambil memegang tangan kirinya yang memeluk erat pinggangku.

“Ah Seobang, kau membuatku semakin mencintaimu..” Bagi orang lain kata-kataku tadi hanyalah rayuan gombal yang tak bernilai harganya, aku hanya ingin melindungi orang yang ku cintai supaya mereka tidak meninggalkanku. Lagi.

Flashback

Aku berjalan beriringan dengan Tiffany, telingaku yang kusumpal dengan headset jadi tidak bisa mendengarkan suara lain kecuali musik, Tiffany yang terus kugendeng dengan erat hanya diam saja, aku selalu seperti ini, memenag tangannya sangat erat terkadang tanganyya sampai memerah, tapi dia tidak pernah mengeluh dengan yang apa yang kulakukan. Dengan entengnya dia hanya berkata, ‘Yuri ah Gwencana, ini hanya luka kecil.’ Tapi aku tahu dia sedang berpura-pura. Jujur saja, aku benci saat dia mengatakan seperti itu. Aku ingin ia berkata jujur, walau aku tau tujuannya hanya tidak ingin membuatku khawatir.

Sampailah kita pada penyebrangan jalan. Aku yang tidak menyadari lampu sudah berwarna hijau mengeretnya untuk melewati jalanan, dia seperti menggucapkan beberapa kata. Tapi aku tidak menghiraukannya, aku terus berjalan tanpa melihat kanan dan kiri jalan, sampai ku rasakan aku terhepas di pinggir jalan dan pegangan tanganku dengan Tiffany terlepas, aku melepaskan headsetku dan ku lihat Tiffany terpental jauh karena tertabrak Bus, aku berlari menghambur padanya, kupeluk erat tubuhnya, air mata yang tak terbendung di pelupuk mataku akhirnya terjatuh secara perlahan.

“Yu..ri ah…” Darah yang merah bercucuran keluar dari kepalanya membuatku ketakutan, aku memang benci dengan darah, tapi ketakutanku membuatku membuang jauh rasa takut itu.

Aku hanya diam… tak mampu berkata apa.
Ia tersenyum menatap kediamanku. Wae Fany-ah?

“Mengapa kau tak membiarkanku mati saja?” Ujarku sambil terisak.

“A…niy..o aku..ti..da..k a..apa, ak..u ti..da..k me..nye..sal d..engan apa ya..ng ku..la..ku..kan, la..gi pula a..ku ini pe..nya..kitan dan s..eben..tar lag..i ak..u ak.an mati ka..re..na pen..ya…kitu ini, Y..uri ah, Ak..u cin..ta…” Tubuhnya perlahan mengempis.

“Kamu cinta siapa? Tubuhnya yang semakin mendingin membuatku mengeratkan pelukanku padanya untuk menyalurkan kehangatan tubuhku.

“Ak..u ci…nntaa..” dia sudah menghembusakan napas terakhir sebelum menyelesaikan kata-katanya.

“ANDAWEEE, FANY AH JANGAN PERGI”, teriakku memeluk erat tubuhnya yang sudah tak bernyawa.

Tiffany sudah tiada, dan semua ini salahku, jika aku tidak mengenakan headset dan mendengarkan kata-katanya semua ini takkan terjadi padanya. Sekarang aku harus menerima kenyataan ini, kenyataan yang sangat pahit yang tidak aku inginkan. Dia menghembuskan napas terakhirnya dipelukanku. Dia menggumamkan kata-kata yang belum terselesaikan disaat meregang nyawa ketika menahan sakit dari benturan keras, ketika darahnya mengalir begitu deras membasahi aspal jalanan.

End Of Flashback

Author POV

08. 30 am

Di rumah sederhana Seohyun, Taeyeon sedang memakukan pandangannya pada jam dinding, menunggu jarum jam itu berlabuh tepat di angka 9, tapi jam semakin di perhatikan semakin terasa lama, rasanya waktu berputar 2 kali lebuh lamban, sedangkan Tiffany yang tengah berkutat dengan tablet sedang memikirkan stategi apa yang harus dia jalankan agar Taeyeon cepat mendapatkan cinta, kalau tidak dia akan akan gagal menjadi malaikat pendaming. Kemudian dia menemukan ide yang mungkin saja dapat mempercepat proses Taeyeon mendapatkan cinta, kemudian dia menulis di tablet apa saja stategi yang mungkin dia lakukan untuk menakukan target yang, berharap semua berjalan sesuai dengan stategi dan rencananya. Agenda hari ini adalah membujuk Taeyeon supaya dia mau melakukan stateginya, kemunginan besar Taeyeon akan menolak mentah-mentah rencana itu, tapi bagi Tiffany ini adalah jalan terbaik yang harus di tempuh dari pada menjadi penyanyi di Myongdong, Entah bagaimana nanti hasilnya dia akan mencobanya, kemudian dia mendekat kepada Taeyeon yang sedari tadi hanya memelototi jam dinding, dengan harap-harap cemas tentunya.

“Manusia menyebalkan aku punya ide bagus.” Ia beringsut duduk di samping Taeyeon

“Apa?”

“Cara supaya kamu mendapatakan cinta lebih cepat di waktu kita yang semakin menipis.”

“Bagaimana caranya?” Taeyeon berbalik dan menunjukan raut ketertariakannya

“Bagimana jika kau mencoba untuk mendekati Jessica lagi, dari tablet yang kulihat Jessica masih mempunyai rasa padamu..” Jantung Tiffany berdetak, berharap supaya Taeyeon menerimanya, Tiffany menarik napas dalam-dalamdan menelan ludah.

Tiffany POV

“Shiro!!! Lagian mana mungkin dia masih mencintaiku yang dia cintai itu Kwon Yuri!!.” Tolaknya mentah-mentah sambil melipat kedua tangannya di depan dada dan tak ketinggalan dengan kilatan mata yang menujukan kemarahan yang amat sangat. Bagaimana ini dia memalingkan wajah dan tidak tertarik sama sekali dengan ide yang kuberikan padanya.

“Aniyo, walaupun dia mencintai… Sangat mencintai Yuri, tapi dia masih punya sedikit cinta untukmu, dari sedikit itu mari kita tumbuhkan kembali rasa cintanya untukmu”. Bagus Tiffany, kau melakukan yang terbaik, setelah ini pasti dia akan mengiyakan rencanamu, kupengang kedua tangannya supaya terlihat menyakinkan

“Singkirkan tanganmu dariku, aku tidak mau melakukannya dengan Jessica.” Dia yang marah kemudian menghempaskan tanganku dan berdiri, kemudian dia memandangiku dengan sorot mata tajam.

“Kau tidak akan pernah akan mendapatkan kunci kalau tidak menggunakan cara ini, aku yakin seyakin yakinnya. Kau adalah orang yang pemilih, tidak mungkin akan mencintai orang yang hanya sekedar kagum padamu, lihat lah sudah banyak orang yang menunjukan ketertarikannya padamu tapi selalu kau tolak dengan alasan segudang, yang katanya suka produk nergara sendirilah, kurang cantiklah, kurang sexylah, apalah, aku lelah mendengarnya, kalau kau tidak mau ya sudah, aku hanya malaikat pendampingmu, aku bahkan sudah meluangkan waktuku untuk membantumu, tapi kau malah tidak mensyukurinya, terserah kau sajalah, aku tidak bertanggung jawab atas kelanjutan hidupmu..” Kataku panjang lebar padanya, aku melakukan ini supaya dia sadar bahwa mencari cinta itu tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Kurasakan hening sesaat, dan dia hanya diam saja dari beberapa menit yang lalu.

“Berapa persen seberhasilan rencanamu itu?” Ucapnya.

“99%” Dengan nada yakin ku jawab pertanyaannya.

“Seyakin itu?”

“Ne!!”

“Lalu bagiamana caranya suapaya dia bisa jatuh cinta padaku lagi?”

“Kalau kamu tanya sama aku, aku mau tanya siapa?” Sesekali asik juga yah kalau aku mempermainkan dia, sekali-sekali balas dendam asik juga, lagian salah siapa dia menjadi manusia yang menyebalkan dan menganggu ketentraman batinku.

“Ish, gimana sih katanya punya ide”

“Hahaha bercanda kali, nanti kukeluarkan tabletku dulu.” Kurogoh tablet yang kukuletakan di sofa Seohyun, kemudian duduk kembali di dekatnya.

“Nah ini dia caranya, kamu baca-baca dulu, kalau misalnya kurang srek atau gimana kamu langsung bilang sama aku saja”

“Bagimana kau tau kalau 7 hari ke depan Jessica dan Yuri akan ke taman bermain”, sambil membaca dia bertanya padaku

“Ah ini masalah mudah untukku, kau lupa? aku kan malaikat.” Aku tau saat aku mendatangi rumah Yuri beberapa waktu lalu. Sengaja aku hanya memberitahunya sebatas itu saja, aku takut ia akan menanyaiku macam-macam.

“Dari pada malaikat kau lebih mirip patung pancoran” Ishhh kurang ajar dia berani sekali dia bilang aku lebih mirip patung dari pada malaikat, mana mungkin patung bisa mondar-mandir mendampinginya. Lagipula mana ada patung secantik diriku.

“Terserah katamulah, aku malas berdebat denganmu, aku berencana untuk menahan amarahku hari ini”

“Mana ada menahan marah yang di rencanakan, dasar malaikat bodoh yang cerewet bin ajaib”

“Terserah katamu, kalau saja aku tidak di peringatkan senior untuk menahan emosiku. Saat ini pasti aku sudah marah, aku sudah maRAH, maRAH, MARAH!!!” Huuuh kalau saja aku tidak bisa menahan emosi udah ku pangang dia hidup-hidup, mau ku buatBarbeque.

“Biasa dah… Gak perlu hujan lokal segala”

“Mendingan ngeluarin hujan lokal daripada kamu kalau tidur pakai vibrasi segala, udah pakai vibrasi suka melakukan monolog lagi…”

“Apa maksudmu dengan vibrasi dan melakukan monolog?”Aku memutar kedua bola mataku. Kesal.

“Babo… Vibrasi artinya ngorok, dan monolog artinya ngelindur..”Death Lock, kau kira aku tidak tau kebiasaan buruk tidurmu, kau selalu ngorok, ngelindur, dan bahkan mengerakan gigimu saat tidur, kebiasaan tidurmu itu selalu saja mengusikku. Berisik.

“Dasar malaikat menyebalkan!!!.” Wajahnya yang memerah bercampur antara marah dan malu membuatku menahan senyum padahal dalam hati aku tertawa terbahak-bahak.

“Jadi kita harus memulai dari mana sekarang? Kalau baca rencanamu ini aku bisa GILA sendiri.”

“Cara pertama bertemu dengannya dengan tidak sengaja, supaya terlihat natural, dan tidak terlihat kamu yang mengejar-mengejardiri”
“Benar juga katamu..”

“HELLOWWW, ya bener lah aku kan cuma pabo dari pada kamu GILA..” Hari ini gila aku seneng sekali kalian lihat tadi bagimana dia kalah telak, dia kalah 3-0 sama denganku.

Taeyeon POV

Sial hari ini malaikat bodoh itu mempermainkanku habis-habisan dan herannya, aku tidak bisa melawan, ayolah Kim Taeyeon selama 30hari yang lalu aku selalu yang menjadi pemenang dalam lomba adu debat dengannya, ada apa denganmu Kim Taeyeon, sekali lagi jangan kalah dengannya, memalukan. Tapi jujur saja aku suka dengan rencananya untuk membuat Jessica kembali kepelukanku, ini keuntunganku bagiku, dan kalau dia nantinya sudah jatuh cinta padanya, kemungkinan besar dia akan berselingkuh denganku dan akan meninggalkan Yuri yang penghianat itu setelah itu akan aku akan mencampakan Jessica seperti apa yang dia lakukan padaku, kemudian aku akan mendapatkan kunci itu… gotcha… Rencana licik sudah ku tanam sejak aku memutuskan untuk menggunakan tubuh Seohyun lagi, walaupun terlihat jahat, tapi ini nah lah yang dinamakan balas dendam, dan belas dendam akan lebih kejam, ini lah kekuatan dari benci, benci yang membuatku menjadi manusia licik seperti ini, jangan salahkan aku kenapa aku bisa seperti ini, salahkan mereka yang berselingkuh di belakangku, atau salahkan takdir yang memisahkan aku dengan Jessica!!
Seperti yang di rencanakan malaikat bodoh itu pertama aku harus ke café tempat Jessica dia berkerja part time, jujur saja aku masih menyukainya namun sekarang rasa cinta ini sudah bercampur dengan dendam. Aku menginjakkan kakiku di café tempat Jessica berkerja dengan tubuh Seohyun, mendekat di counter, kebetulan cafetarian yang sedang berjaga kali ini adalah Jessica, aku mendekat padanya.

“Mau pesan apa?” Dia kemudian tersenyum, bukan senyum sejati memang, itu hanya senyum karena tuntutan pekerjaan, yang mengharuskan dia untuk berbuat ramah kepada pengunjung, tapi lihat saja beberpa hari lagi akan kurubah senyum palsu itu menjadi senyum sejati.

“Pesan Capuchino 1”

“Ne, silahkan duduk..” Ujarnya kemudian menulis pesananku.
Aku yang tidak menjawab perkataannya kemudian berbalik, mencari meja yang tepat untukku, aku memilih meja no 6 yang berada di ujung dan dekat dengan jendela, setelah menunggu beberapa menit capocino itu datang

“Ini pesanan Anda, silahkan diminum..” Pelayan itu kemudian meletakan capuchino pesananku dan pergi begitu saja, aku tidak perduli dengan pelayan itu jadi aku hanya melihat pemandangan luar, berusaha bersikap dingin, namun di balik itu aku selalu melihat Jessica, aku baru sadar, jatungku tidak berdetak sama sekali saat tetatap muka dengannya, mungkin ini efek karena aku menggunakan tubuh Seohyun.

Menurut malaikat itu, aku harus ke café ini 5 hari, setelah itu Jessica akan mulai penasaraan pada diriku di dalam tubuh Seohyun, memang terlihat lambat tapi aku harus menyetujuinya karena aku sendiri juga tidak tau bagimana caranya mendekati Jessica. Aku harus berusaha terlihat dingin padanya, aku berusaha untuk tidak bersikap ramah padanya, tidak melihatnya saat bertatap muka, dan berusaha untuk tidak pernah menghiraukan keberadaannya, aku lakukan semua itu supaya dia menjadi pemasaaran dengan sikapku padanya.

14 hari

Jessica POV

Ini hari kelima setelah kedatangannya. Entah kenapa aku menjadi tertarik dengan gadis yang selalu membeli capuchino di café tempatku, dia selalu menunduk saat melihatku, apakah ada yang salah dengan penampilanku? Apakah aku terlalu buruk hingga dia tidak sudi melihat wajahku? Kulihat dia masih menyesap capuchino yang hangat di sudut ruangan di dekat jendela, ruangan yang sama saat kau datang pertama kali kesini, selalu dan selalu dia melihat pemandangan dari jendela itu, hari ini hujan rintik-rintik mengguyur Seoul, dari sudut ini aku dapat melihat wajahnya dengan jelas, wajah itu misterius tapi sangat menarik.

Kemudian seorang penyanyi dari Café mendekat padanya, tapi dia yang tidak menyadari hanya berdiam diri saja, aku penasaraan kenapa orang itu hanya diam saja, dia sangat pelit saat bicara, dia hanya bicara seperlunya.
“Hello Nona, kau dari tadi hanya berdiam diri, apakah kau mau request sebuah lagu?” Tawar penyanyi café yang berada dekat dengan gadis itu, Ia hanya melihat pemandangan luar itu kemudian berbalik dan meliahat lawan bicaranya.

“Maaf saya tidak ingin merequest sebuah lagu, tapi boleh kah saya menyanyi disini? Aku tidak mengharapkan imbalan, aku hanya ingin menyanyikan untuk orang special di sini.” Siapa kah orang special itu? Dia tidak bersama orang lain disini, apakah mungkin salah satu dari pengunjung disini? Tapi hari ini café sangat sepi, tidak ada penggunjuang selain dia, mungkin saja pekerja disini. Tapi kenapa aku seperti ini? Kenapa aku seperti tertarik dengan dirinya, bahkan namanya pun aku tidak tahu.

“Wow baru kali ini ada pengunjung yang ingin membawakan sebuah lagu. Tentu saja boleh, band kami yang akan mengiringi”

“Tidak usah, aku ingin menyanyi dengan gitar saja, bolehkan?”

“Tentu boleh” Pelayan itu tersenyum sebelum membawa gadis itu mendekat diatas panggung. Sekarang dia sudah duduk dan mencoba-coba gitarnya.

“Ne, saya siap.” Katanya.

Heartbeat fast
Color and Promises
How to be brave
How can I love when I afraid to fall
But watching you stand alone
All of my doubt suddenlu goes away somehow
One step closer – 1000 year

Lagu 1000 year mengalunun dari bibirnya, beserta gitar yang membuat suasana lebih nyaman, suaranya indah. Dia, dia, dia mengeingatkan aku dengan seseorang saat bernyanyi dengan menggunakan gitar seperti itu, tiba-tiba aku ingat satu nama, Kim Taeyeon, benar dia seperti ? Taeyeon, bagimana dia seperti Taeyeon? Caranya berekspresi, caranya menggunakan gitar sama seperti Taeyeon, bagimana gadis ini melakukannya? Entahlah mungkin ini hanya perasaanku semata.

Karena terlalu menikamati lagu aku tak sadar bahwa dia dia selesai mengalunkan lagu yang indah, rasanya baru beberapa detik dia bernyanyi tapi kenapa sudah selesai, waktu berjalan sangat cepat dan aku menyukainya. Aku melayangkan pandangan mataku padanya, kini dia sudah duduk di mejan dan meminum capuchino miliknya yang sudah tak hangat lagi, beberapa saat setelah dia selesai meminumnya.

Ia beranjak keluar dari café ini, kulihat jam dipergelangan tanganku masih menunjukkan pukul 08.00 pm, seperti biasa. Gadis baik. Aku semakin tertarik dengannya, dan jujur saja baru kali ini aku tertarik dengan pelanggan café tempatku berkerja part time.

Tiffany POV

Waw tak kusangka Jessica akan secepat ini tertarik pada manusia menyebalkan yang berada di tubuh Seohyun, mungkin saat di melihat Seohyun itu mengingatkanya kembalinya – Manusia menyebalkan- . Saat melihat Seohyun menyanyi, ekspressi wajahnya semakin berbinar-binar. Kuakui dia memang punya karisma untuk menarik perhatian orang, bahkan aku yang bukan manusiapun tertarik padanya, dia kini hanya senyum-senyum sendiri, mungkin dia senang karena telah berhasil membuat Jessica tertarik padanya

.
“Kau lihat tadi? Jessica melihatiku terus saat aku bernyanyi.” Katanya dengan senyum bahagia.

“Terus aku harus bilang WOW gitu??” Sergahku sewot.

“Ish, kau tidak bisa yah melihat arwah yang kau dampingi senang sekali saja?”

“Dulu aku menolaknya sekarang kau malah ketagiahan sendiri”

“Haha entah kenapa aku jadi senyum senyum sendiri begini haha, oya setelah ini bagimana rencana kita selanjutnya?” Ucapnya dengan berapi-api.

“Kau akan membuat kejutan dengan menari saat dia dan Yuri pergi ke taman bermain..”

“Cuma sendiri? Ah aku tak mau, kau juga harus ikut, kita harus menari bersama..”

“Kita??? Kamu aja kali aku enggak, aku gak mau ngedance, tugasku hanya mendampingmu, dan kalau urusan guru dance aku sudah mencarikannya”

“Shiro kau juga harus ikut, aku gak mau di anggap gila karena menari sendiri” Manusia itu kemudian menopangkan kedua tangannya pada meja dan menatapku dengan puppy eyesnya.

“Baik lah baiklah tapi jangan melakukan hal itu lagi”

“Hore, kalau gitu kan cantik! Itu yang mana?” Katanya sok bingung.

“Kau jangan pernah menopangkan kedua tanganmu pada meja dan menatapku dengan mata dan aegyomu itu lagi, baru lihat sekali saja aku sudah merinding”

“Memangnya kau pikir aku hantu? Baru begitu saja sudah merinding, tapi oklah dari pada kau tidak mau”

Dengan terpaksa aku harus menerima permintaan bodohnya itu, kita hanya memiliki waktu 2 hari sebelum itu, tapi jujur saja aku takut Yuri akan menyadari keadaanku, aku saat aku ngemenari aku akan merubah sosokku menjadi orang lain supaya dia tidak sadar, mianhae Yuri ah aku tak bermaksud jahat dengan membuat Jessica selingkuh dengan manusia menyebalkan itu, kalau bukan demi tugas aku tidak akan melakukan ini, tapi tenang saja, kita melakukan ini hanya untuk mendapatkan kunci dan membuat manusia menyebalkan itu hidup, setelah manusia sadar dari komanya dia tidak akan mengingat semua kejadian yang terjadi selama dia menjadi arwah, selain itu Seohyun yang tubuhnya di pakai manusia menyebalkan ini juga tidak akan mengenal Jessica, dan apabila suatu saat nanti Jessica dan Seohyun bertemu Jessica akan kecewa karena Seohyun tidak mengenalnya, kemudian dia akan berusaha untuk melupakan Seohyun, aku sudah merencanakannya dengan matang, jadi kau tidak menjadi korban dalam rencana ini, hanya saja aku tidak yakin dengan Jessica mungkin saja dia akan sedikit sakit, tapi aku tau sakit itu akan menghilang seiring berjalannya waktu, terlebih ada kamu di sisinya, yang selalu membuatnya bahagia.

-TBC-

Cap cip cup author :

Annyeong haseo reader ({})

Apakah kalian kangen denganku? Sepertinya kangen nih#plakkk pede gilo XD

Saya datang lagi, maafkan daku kalau updatenya itu lama2 bukan keinginanku reader ini semua karena kehedak Tuhan yang maha esa#alah alasan wae, aku bukan buat alasan tapi mencari sebab XD

Oya taukah dirimu sekarang aku sedang menulis untuk chapter terakhir dan udah positif kalau sad ending#lemarin air panas biar mateng XD dan parahnya lagi chap terakhir aku buat 2 bagian A dan B, karena jujur aku tak kuat aku nulisnya sampek gemetaran tapi bener nulis chap terakhir ni bener2 menguras energy reader#lebay lo mut mut

Tapi tenang di sini tidak ada yang mati kok karena aku tak tega, pokoknya di tunggu aja ya der

Sebenarnya planningku mau ku selesaiin ni epep sebelum masuk kuliah tapi apa daya karena aku adalah tipe orang yang mengikuti kata hati jadi aku tidak bisa menyelesaikan ni epep, dan setelah itu aku ada banyak kegiatan di kampus mulai dari masa taaruf, ospek dkk yang ngabisin waktu seminggu lebih tubuh ni rasanya remuk mbak sis dan mbak bro, ada kejadian luar biasa  saat hari pertama ospek adalah saat kita semua anak fakultas Ekonomi menolak dengan ada gertak2an di ospek jadi 20 Korlap atau kepanjangan dari Kordinasi Lapangan di serbu oleh 1008 mahasiswa baru ekonomi yang tidak terima dengan perlukan korlap yang tiba2 datang dan membentak2 seenak2 mereka, sampek anak fak ekonomi masuk Koran segala karena Cuma fak ekonomi yang berani menentang, dan karena sudah ada di peraturan akhirnya di hari ke 2-4 kita diam saja saat di bentak2, bahkan parahnya aku bisa2nya aku ngatuk saat di bentak2, tapi aku udah biasa sih tidur di saat2 genting seperti saat ulangan bahkan semestran tapi dengan catatan aku sudah selesai mengerjakannya XD

Bagimana apakah ni chap mulai kerasa konfliknya? Bagiamana???

Oya ada reader yang tanya ‘Memangnya kemana arwahnya Seohyun kemana saat tubuhnya di pakek Taeyeon?’ #Super sekali#ala Mario teguh

Jadi begini sodara2 kalau orang tidur itu arwahnya hilang entah kemana/antara hidup dan mati, maka tak heran orng2 bilang kalau kamu tidur posisinya di bagusin karena blm tentu arwahnya kembali lagi jadi persiapan aja, ane gak nakut2in atu gimana tapi ini nyata, aku juga sering heran kalau arwahnya hilang kenapa tubuh kita bisa bergerak yah? Itu rahasia Tuhan.

Sekian cuap2nya reader I lop you dah @.@

Ok see you bye bye

Iklan

81 thoughts on “Love In 49Day [Chapter 5]”

Komentar tidak dipungut biaya ✿ Tae♡Ny ✿

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s