Fantasy, SNSD, SOSHI FF

Love In 49Day [Chapter 6]

How do I say goodbye to someone I never really had? Why do my tears fall so endlessly for someone who was never really mine? Why is it I miss someone I was never really with? And why do I love someone whose love was never really mine?

                                                                    

13hari

Author: Mutiara Triastuti
Title :Love In 49days
Genre : Yuri (Girl X Girl), Drama, Romance
C
ast : Taeny, Yulsic, YoonHyun.
C
hapter : Undecided.

LockTI SASmith

Yuri POV
3 tahun berlalu setelah kau pergi dari dunia ini, ingatanku tentangmu masih sangat kuat, ingatan itu sudah mengakar di otakku, 3 tahun sudah aku tidak melihat senyum dan gelak tawamu, aku hanya bisa merindukan dirimu disini, merindukan tingkah lucumu yang selalu membuatku tersenyum di saat aku sedih.

Dia tetap berusaha menghiburku walaupun dalam keadaannya yang sudah tidak sehat karena digerogoti penyakit yang mematikan, Seharusnya dia dirawat di rumah sakit, tapi dia selalu menolak dan berkata tidak mau hari-hari terakhirnya hanya dihabiskan di rumah sakit yang membosankan dan tidak ada aura kehidupan, aku yang mencintainya tapi tidak bisa mengatakan cinta padanya berusaha membuat hidupnya lebih bahagia di hari – hari akhirnya dulu, setiap aku datang dia akan berteriak kegirangan dia kemudian bercerita macam-macam padaku, aku saat itu hanya terus melihatnya dengan senyum diwajahku, namun sebenarnya aku menangis dihatiku, melihat orang yang kusayangi, sakit seperti ini membuat hatiku lebih sakit lagi.

Hari itu aku datang kerumahnya ada kecemasan yang merayap di hatiku saat itu, entah hanya perasaanku atau apa tapi aku merasakan akan terjadi sesuatu yang buruk pada Tiffany, terlebih lagi dia hidup sendiri di Korea semua keluarga berada di Amerika dan Mommynya sudah meninggal saat dia berumur 14 tahun karena penyakit kangker, mungkin kangker yang bersarang di tubuhnya sekarang adalah penyakit keturunan, ini tidak mustahil terjadi. Aku yang semakin cemas, membuka rumah Tiffany dengan kunci cadangan yang di berikannya dulu.

Kemudian aku melihat sosoknya yang tergeletak di ujung tangga dengan darah yang keluar dari kening dan beberapa tubuh lainnya, aku yang sempontan langsung berteriak dan menggendongnya di belakang punggungku, aku masih bisa merasakan nafasnya, dia selalu membuatku cemas, untung saja dia tidak terluka parah kemudian aku merasakan dia mengumam kesakitan apakah dia sudah sadar.

“Fany ah, apa kau sudah sadar”, kataku cemas yang masih menggendonganya

“Ne, tapi kepalaku sakit sekali, ada apa sebenaranya”, dia yang terlalu lemah masih meletakan kepalanya di punggungku sebelah kiri.

“Kau tadi jatuh dari tangga, diamlah jangan banyak bicara, nanti kau jadi lebih sakit, kita akan segera kerumah sakit terdekat”, paksaku padanya, dapat kurasakan dia menulis sesuatu di punggungku, dia menulis sebuah kata-kata di punggungku ‘Yuri Loves Me or Not?’

“I Love You”, kuucapku namun tak bersuara

“Kau tadi menulis apa di punggungku”, pura-puraku dan membalik kepalaku untuk melihatnya

“Oh Tadi aku menulis BaNaNa” Bohongnya

“Bagimana kalau kita bermain-main puisi acrostic?”

“Ok aku mulai dari kata BA?”

“BAbo”, katanya lemas

“NA?”

“NA Babo”

“NA?”

“NA Jeongmal Babo”, dan yang terakhir aku sadar kata-kata itu untuk dirinya sendiri, dia mangatakan bodoh untuk dirinya sendiri karena mencintaiku yang dia kira aku tak memiliki perasaan terhadap dirinya

“Jangan bilang kau lapar Fany ah?”, tanyaku mengalih pembicaraan

“Aku benar-benar lapar, setelah  kerumah sakit kita makan yuk”, jawabnya yang tadinya lesu kembali ceria

Begitu banyak memori tentang kita yang terukir di otakku, di saat aku menelfonmu walau sebenarnya kau hanya di sebelahku, di saat aku menggosok gigimu karena kau malas mandi yang kemudian aku memberikan segelas air putih untuk berkumur tapi kau malah menelan air itu, aku menari sendiri seperti orang gila hanya untuk membuatmu tersenyum, seandainya waktu itu kau tau bahwa apa yang kurasakan itu bukan hanya perasaan sayang seorang teman kepada temannya, ini akan lebih mudah, kau tak perlu salah paham kalau kau mengalamai cinta sepihak.

Dan aku yang waktu itu hanya remaja yang ingin melakukan komikmen untuk tidak berpacaran, akhirnya apa yang kulakuan hanya menyakiti kita, terlebih kau. Aku ini satu dari sekian juta manusia yang tidak bisa menyatakan cinta dan pada akhir menyesalinya, Fany ah mianhae, hanya itu yang ingin ku katakan padamu kalau kita bisa bertemu kembali.

Susah sekali pada awalnya hidup tanpa dirimu, aku menjadi orang pendiam dan tidak memiliki gairah, kemudian Jessica datang padaku di waktu yang tetap, dia yang mengembalikan gairah hidupku, dia punya senyum yang cantik sama seperti dirimu selain itu dia juga tidak bisa memasak seperti dirimu, kalian berdua sama-sama berbakat dalam menghancurkan dapur, kau ingat kejadian itu? Waktu itu kau memasak terlalu asin dan aku tak tega melihatmu sedih dengan ajaib aku mengucapkan kata-kata yang begitu manis padamu “Bukannya kau memasak ingin dengan segala kemampuanmu? Bukankah kau memasak ini dengan kasih sayangmu? Kau tau walaupun masakan ini asin tapi masakan seperti ini sudah cukup untuk membuat kau dicintai, tak perlu kau berusaha untuk pintar memasak apabila dia mencintaimu, dia akan menerima apa adanya dirmu, dan tau kah kau makanan ini enak sekali, karena kau yang memasaknya, belum tentu aku akan selahap ini saat memakan makanan di restoran, kalau kau tak mau memakannya aku akan menghabiskan semuanya, jangan marah kalau aku marah kalau aku menghabiskannya yah, karena kau sendiri yang menolak makanan ini, dan aku juga tak tega melihat makanan ini berteriak-teriak ‘Makanlah aku’ padaku”, kau tau aku sangat senang waktu mengatakan hal itu padamu sedikit beban terasa hilang dari pundakku, kalian dua pribadi yang berbeda dia dingin sedangkan denganmu sangat hangat, karena kesalahanku pada masa lalu yang tidak mampu menyatakan cintaku padamu, aku memberanikan diri untuk menyatakan cintaku pada Jessica, walaupun menyakiti sahabatku sendiri, kau tau ini memang sulit, aku tidak mau menjadi pencundang untuk kedua kalinya karena tidak berani mengatakan cinta.

Taukah kau aku sekarang sudah tau arti di balik tangan yang membentuk metal itu, ku kira itu hanya untuk rocker ternyata kau sungguh pandai mengatakan kata cinta padaku, jari telunjuk yang berarti ‘I’, kemudian jari telunjuk yang di teruskan pada jempol berarti ‘L’, dan yang terakhir jari telunjuk yang di sambung dengan jari kelingking berarti ‘U’ jadi semuanya kalau di jadikan satu menjadi ‘I L U’, hanya saja waktu itu aku tidak tau artinya, aku ingin mempraktekannya pada Jessica, boleh kan?

Kalau aku di tanya apakah aku masih sayang padamu dengan pasti aku akan menjawab ‘iya’, tapi untuk mencintaimu, sepertinya aku sudah tak mencintaimu lagi seperti dulu, ku pikir dulu saat dunia berubah, cinta ku padamu tidak akan berubah tapi ternyata semua pemikiranku salah, sekarang aku mencintai orang yang sama sekali bukan tipeku, kau tidak akan membenciku karena aku sudah tidak mencintaimu lagi kan Fany ah?

Fany ah apa kau bisa melihatku disurga? Apa kau sekarang bahagia? Aku telah menepati janjiku untuk bertahan hidup demi dirimu.

Tiffany POV

Ini hari kedua manusia menyebalkan itu belajar menari untuk menarik perhatian Jessica, Dia berlatih dengan tidak iklas aku bisa lihat dari caranya melakukan dance dengan malas-malasan seperti itu, dia tidak memiliki greget sama sekali, hari sebelumnya dia memintaku belajar menari juga, tapi ku tolak, aku ini kan malaikat aku tak belajarpun bisa menari seperti yang di peragakan pelatih dance itu, membuat flashmob di taman bermain itu untuk memberi sedikit kejutan dari Jessica, penarinya aku bisa mengurusnya dengan mudah. Manusia itu melihatku dengan sinis sambil menari, cih dia kira aku takut dengan tatapanmu, kalau bukan karena aku kau bahkan tidak bisa memperoleh perhatian Jessica lagi, dasar manusia kurang di untung

“Hai Kau berlatih niat tidak? Kalau tidak berminat menar tidak usah berlatih sekalian lebih baik kau tidur dengan nyenyak di kasurmu”, ujar sang pelatih yang marah karena sikap manusia menyebalkan yang sama sekali tidak ada semangat – semangatnya dari tadi

“Maaf pelatih”, jawab manusia itu sambil menunduk sambil memain-mainkan jemarinya

“Maaf Maaf, maaf itu mudah tapi yang memaafkan itu susah, kau sudah 2 hari berlatih di sini tapi tak ada perkembangan sama sekali, dasar kau manusia bodoh”, yang kemudian mendorong kepala manusia itu dengan kasar, apa yang manusia lakukan kenapa dia hanya berdiam diri? Dia sudah di perlakuan dengan tidak baik kenapa dia hanya dia hanya diam saja, apa dia takut? Sepertinya aku harus turun tangan pelatih itu sudah keterlaluan.

“Maaf pelatih”, dan manusia itu kenapa dia hanya bisa mengatakan kata maaf, apa di otaknya hanya ada kata maaf, aku yang sedari tadi hanya duduk dan berdiam diri melihat situasi ini, akhirnya aku berjalan mendekat pada manusia itu, dan kulihat pelatih itu melihatku dengan tatapan marah juga batinnya mungkin mengatakan ’Siapa lagi orang ini? Apa dia sama tidak bergunanya dengan manusia bodoh ini’, pelatih ini sepertinya memang harus di beri sedikit pelajaran, mentang-mentang dia pelatih, kutarik tangan manusia menyebalkan itu dan memberi isyarat padanya untuk pergi dari tempat ini

“Kau jangan pernah mengatakan dia, bodoh, menyebalkan ataupun yang lainnya, tidak ada seorangpun yang boleh mengatai seperti itu padanya kecuali AKU”, kataku tegas, kemudian manusia itu menunjukan kekagetan dari wajahnya, kemudian dia mendekatkan bibirnya padaku dan mengucapak beberapa patah kata”Kau ini sebenarnya membelaku atau membantingku”, sejujurnya aku hampir lupa kalau aku sedang marah tapi karena perkataannya aku jadi ingin tertawa, tapi kutahan

“Aku sedang melakuan keduanya untukmu”, karena aku bingung mau memilih yang mana, akhirnya aku memilih keduanya

“Sebaiknya kita pergi dari sini”, kemudian dia mengeret tanganku dengan kasar

“Chakman”, ku arahkan jariku kepada pelatih itu, aku membuatnya jadi tidak bisa bergerak selama seharian penuh biar dia merasakan, bagaimana rasanya tidak bisa bergerak

“Apa yang kau lakukan padanya”, katanya yang kemudian melihat pelatih itu sudah tidak bisa bergerak sama selaki, jangan salahkan aku, aku hanya melindungi manusia menyebalkan ini.

“Aku hanya membuatnya beristirahat selama 1 hari, baik kan aku”, jawabku yang ada sedikit ada kebenaran, tapi aku tak sepenuhnya berbohong, aku kan membuat dia tidak bergerak jadi sama saja dia beristirahat, walaupun setelah pulih dia akan merasakan tubuhnya sakit semua karena berdiri seharian haha

“Jadi apa yang kita lakuakan sekarang? Aku tidak mungkin bisa menari besok, dan kenapa juga kau menyuruhku untuk menari? Kenapa juga tidak bernyanyi saja, aku lebih nyaman dengan bernyanyi”, dia terlalu banyak bertanya

“Aku juga tak tau apa yang akan kita lakukan sekarang tapi aku bisa membuatmu bisa menari dalam waktu sekejab tapi dengan sebuah syarat, kenapa aku menyuruhmu menari? Supaya Jessica semakin tergila gila padamu, dia akan berpikir kau manusia yang sempurna, tidak hanya cantik fisik tapi juga berbakat dalam menari dan menyanyi, dia sudah melihatmu menyanyi di café jadi aku ingin melihat bagimana reaksi dia saat melihatmu menari, alasan yang masuk akal bukan”, jawabku panjang lebar dan dia hanya mengangguk-angguk bertanda dia mengeti

“Jadi apa syaratnya”, sepertinya aku bisa memanfaatkan kesempatan ini supaya bisa mendapatkan keuntungan haha

“1. Kau tidak boleh mengataiku malaikat bodoh, ke 2 kau tidak boleh mengerjaiku, ke 3 kau harus menuruti apapun yang kulakukukan”

“What?? Kalau caranya seperti ini aku tidak bisa bersenang-senang, dan yang no 3 sulit ku lakukan, masak aku harus menuruti apapun yang kau lakukan? Kalau kau menyuruhku terjun ke sumur masak aku melakuakannya?”

“Kalau kau tidak mau yang sudah”, jwabku yang kemudian jual mahal dan berjalan mendahuluinya

“Ok ok ok akanku lakuakan semuanya supaya aku bisa menari, PUAS”

“PUAS PUAS PUAS”, jwabku kegirangan

Taeyeon POV

Tadi aku hampir terpesona pada malaikat bodoh ini saat membelaku, tapi kekagumananku hancur seketika saat dia mengatakan hanya dia saja yang boleh mengatakan kalau hanya dia saja yang boleh mengataiku bodoh, menyebalkan dan lain-lain, memang dia siapa? Dia hanya malaikat pendaming yang lebih mirip dengan patung pancoran.

Aku keluar dari tempat berlatih dengan tidak semangat, banyak pikiran yang berkecambuk di otakku, bagimana kalau besok aku tidak bisa menari di depan Jessica dan akhirnya jadi bahan tontonan yang mengelikan di depan umum? Aku harus bagimana sekarang? Kenpa juga malaikat itu ngasih ide-ide gila terus pertama aku harus kembali kepada Jessica, ok aku masih bisa menerimanya walaupun dengan berat hati, bagaimana tidak, aku adalah orang yang dicampakannya, dan sekarang aku harus kembali mendekatinya, harga diriku rasanya tidak menerimanya walaupun aku berada di tubuh Seohyun, dan sekarang dia menyuruhku untuk belajar menari, gila saja, aku tidak bisa namanya menari dari dulu, lebih baik menyanyi saja. Dasar dia malaikat bodoh.

“Apa yang akan kita lakukan sekarang?”, aku yang bingung dengan apa yang akan kita lakukan hari ini akhirnya bertanya pada malaikat itu yang sedari tadi hanya menatap langit saja, apa dia rindu dengan surga? Makanya dia terus menatap langit? Atau malah dia sedang memprediksi cuaca? Sebodohlah apapun yang dia lakukan aku tidak perduli

“Aku punya ide bagus, bagaimana kalau kita ke café Jessica, kita akan memberi sedikit kejutan pada Jessica dengan kedatangan mu bersamaku, mungkin saja dia akan cemburu?”, boleh ku akui kemampuan otaknya akhir-akhirnya berkembang pesat dari pada saat awal bertemu dengannya yang lebih terlihat seperti bocah yang tidak tau apa-apa yang hanya memiliki kekuatan super.

“Boleh juga, kajja”, kita berjalan beriringan, berjalan ke arah timur menuju café Jessica, kendaraan yang alu lalang membuatku sedikit pusing, ku arah kan padanganku kedepan tanpa melihat kekanan dan kekiri

Plak  plak plak plak

Kenapa lagi ini?  Apa dia sengaja membuat tanganya membentur punggung dari tanganku? Sial rasanya sakit sekali

“Hey jangan melakukan itu?”

“Itu apa?”, dia menjawab dengan wajah lugu yang hampir sama dengan wajah bodohnya

“Membentur benturkan tanganmu itu ke tanganku”

“Oh, Mian”, yang kemudian dia tertunduk malu

“Kau menjauhlah dariku beberapa langkah, aku tak ingin tanganmu membentur di tanganku lagi”

“Ok”, jawabnya kemudian menjauh dari ku beberapa langkah

Baru beberapa langkah kita berjalan berdua punggung tangannya sudah mengenai tanganku lagi, ish malaikat ini, dia sengaja apa sengaja,

“Oh mian”

“Ish bagaimana kalau kau pegang pinggangku dan aku pegang pinggangmu”

“Mari kita coba”, baru beberapa langkah kita sudah menjadi bahan berbicangan orang, aku mulai risih dengan ini, selain itu kalau menggunakan cara ini kita sama-sama susah berjalan karena terlalu berdepetan, tak ada pilihan lain selain melakukan ini toh aku sudah beberapa kali melakuakannya padanya, detik itu kemudian aku memegang tangan kirinya dengan tangan kananku, chaa kalau seperti ini aku tidak perlu kesakitan lagi

“Kamu?”

“Aku risih dengan suara-suara yang memperbincangakan kita dan Tanganmu itu selalu saja membentur tanganku, kau enak tidak sakit, Tidak ada pilihan lain selain berpegangan tangan saat kita berjalan”

“Terserah katamu lah, kajja”, entah sejak kapan, aku mulai nyaman bersama dengannya, rasa damai itu yang kurasakan saat bersamanya, bersamanya aku tak perlu takut dengan apapun, karena ku tau walaupun kadang dia pelit terhadap kekuataannya, dia tak akan segan untuk mengeluarkan kekuatannya di saat yang benar-benar genting seperti tadi saat aku di marahi pelatih menari. Tangan malaikat ini hangat, kenapa bisa, selama ini aku tidak merasakan apa-apa saat berpegangan tangan dengannya

“Kenapa tanganmu hangat?”

“Oh ini, karena tadi aku marah suhu tubuhku menjadi panas, dan sekarang sudah mulai menjadi hangat lagi, kau tau tubuhku ini berbeda dengan manusia, tubuh malaikat bisa berganti suhu sesuai dengan perasaannya, kadang bisa melebihi es, kadang bisa panas melebihi api”

“Wow, kalau begitu jangan mendekat padaku saat tubuhmu menjadi sangat panas atau pun dingin, aku takut menjadi beku karena dinginnya suhu di tubuhmu, aku takut terbakar saat tubuhmu menjadi sangat panas”

“Itu tergantung denganmu, kalau kau berani macam-macam padaku, U Die”

“Ok ok ok”

Tak terasa kini kita sudah berada di depan café tempat Jessica berkerja

“Hey manusia kita harus berlagak mesra di depan Jessica sekarang, kita lihat reaksi Jessica melihatmu denganku”

“Siap, kita harus bagimana sekarang?”

“Harus bersikap layaknya sepasang kekasih, peluk aku saat kita memesan makanan, tapi lebih baik jangan cuma saat memesan makanan saja, intinya kita hanya perlu berakting seperti sepasang kekasih”

“Baiklah”

Jessica POV

(Ps mulai saat ini kalau yang di sebut Jessica dengan gadis itu = TaeSeo/ Taeyeon yang berada tubuh Seohyun, dan sang kekasih/Pacar = Tiffany)

Kenapa kemarin dia tidak datang? Apa ada sesuatu yang terjadi padanya? Rasanya kalau dia tidak datang ada sesuatu yang kurang disini

Krekk

Mungkin itu dia, baru di bicara sudah datang, panjang umur sekali, siapa wanita yang bersama dia? Apakah pacarnya? Tapi jujur saja wanita yang bersamanya sungguh cantik, tubuhnya juga sempurna, kenapa aku merasa terintimisi seperti ini, dan senyumnya, aku tak pernah melihatnya sebahagia, Jessica ada apa denganmu sejak kapan kamu menjadi orang yang memperhatikan hidup orang lain lagi pula kau sudah memiliki Yuri, yang setia padamu, kenapa kau malah tertarik pada pelangganmu yang tidak jelas identitasnya?

“Kami pesan Capocino 2”, kata gadis itu

Mataku perih sekali melihatnya bermesraan seperti itu, kenapa juga mereka tidak bisa menghentikan aktifitas bermesraan di saat ada orang di depannya, apa mereka tidak tau malu? Sepertinya begitu

“hanya caponico saja”, jawabku tenang

“Iya”

“Aku ingin makan”, jawab kekasih yang merengek

“Baiklah kita pesan apa yah sayang?”, yang kemudian menatap kekasihnya dengan intens

“kau kan tau seleraku seperti apa kenapa pakek tanya segala?”, manja sekali pacarnya, bahkan saat aku bersama Yuri aku tak sebegini manjanya

“Iya iya, kita pesan 1 sandwich”, yang kemudian gadis itu bermain-main dengan dagu kekasihnya

“Kenapa Cuma 1?”, jawab sang kekasih lugu

“Supaya kita bisa saling berbagi, selain itu nanti kau memakannya dari sisi kiri dan aku memakannya dari sisi kanan, kalau makanannya habis nanti kita akan berciuman”, tak kusangka di balik wajahnya yang kalem dia ternyata bisa berubah menjadi gadis seperti ini, gadis yang sedikit…vulgar mungkin aku bingung mau mengkategorikan sikapnya

“Ish sejak kenapa kamu jadi Yadong begitu sayang?”

“Sejak kamu jadi Sexseh dan bohay”, jawabnya terkekeh

“Ish kamu”

“Pesanan sudah siap”, sela ku

“Oh Gamsahamida”, jawab mereka berbarengan

“Kita memilih tempat duduk nomer berapa?”, kata gadis itu

“Bagaimana kalau no 1”, jawab sang kekasih

“Ah di situ tidak enak, kita tidak bisa bercumbu, bagimana kalau tempat duduk paling ujung itu”, kata gadis itu sambil menujuk meja no 7

“ahh baiklah”, rasanya saat itu darah ku tiba-tiba mendidik, ada kecemburuan yang mencuap di diriku, aku tidak pernah merasaakan hal ini belumnya kecuali dengan Yuri, sebenarnya ada apa denganmu Jessica?

Tiffany POV

Untuk ukuran pasangan palsu, aku dan manusia itu telah berakting mesra sangat bagus, aku bisa melihat bagaimana expressi cemburu dibalik muka datar Jessica itu, ternyata aku tidak salah, Jessica memang masih menyukai manusia ini walaupun di tubuh orang lain sekalipun, memang cinta itu ajaib.

“Hey ku makan yah Sandwich ini”, manusia ini yang sudah memakan setengah sandwich itu

“Siapa suruh kau memakanya, yang setengah untukku”

“Shiro”

“Ish dasar kau manusia rakus, kenapa juga tadi hanya pesan 1 sandwich?”

“… Eh karena aku tidak ingin membeli makanan untukmu wekkk”, Katanya sambil merong

“Sini yang setengah”, rebutku namun tak berhasil karena gerakannya yang lebih gesit dariku

“Sorry lah yau”, jawabnya yang terus memakan sandwich

Glodak

Kulirik ternyata Jessica tersandung meja, batinku tertawa, dia cemburu pada manusia ini sampai jalan saja sempoyongan

“Maaf”, kata Jessica berkata pada pelanggan, dan saat aku menolehkan kepalaku ternyata sandwich itu sudah raib dimakanan manusia menyebalkan ini, ‘Sial’ umpatku

“Chaa ayo kita melanjutkan acting kita”, jawabnya kegirangan karena telah memakan habis sandwich

“Dasar manusia rakus”, umpatku, bisa bisanya dia bertingkah seperti tidak ada masalah

Kita terus menerus melakuan acting itu bersama, Manusia itu mengelus-elus pipiku dengan kedua tangannya. Bermain-main dengan anak anak rambutku dengan menggunakan jemarinya, dia mengingatkan aku pada Yuri, dulu Yuri selalu mengacak-mengacak rambutku kemudian membenarkan lagi, dia bilang rasanya menyenangkan saja melakukannya itu padaku, dan aku juga bahagia saat dia melakukannya, aku bisa merasakan kasih sayangnya saat mengacak-acak rambutku.

Krekk

“Jessica Jung, Kwon Yuri datang!!!”, gila apa yang harus ku lakukan sekarang, aku tidak mau seperti dulu yang hampir ketauan, ku dekatkan posisi dudukku pada manusia itu, berusaha menyembunyikan wajahku dengan menepelkan kepalaku di dadanya, dengan cara seperti aku bisa merasakan detak jantungnya yang teratur sangat berbeda jantungku berdetak sangat cepat, darahku mengalir lebih deras.

Taeyeon POV

“Kau kenapa? Ada apa? Kau ingin memeluku? Yahhh menjauh lah dariku, tubuhmu panas sekali”, kenapa dengan malaikat ini, kenapa diseperti mau bersembunyi dari seseorang, dia menyebunyikan wajahnya dengan jaketku, kalau orang salah mengira di kira dia sedang menikmati melon Seohyun, untung saja meja ini di ujung jadi tidak ada orang yang melihat kecuali meja untuk pemesan dan CCTV di sini

“Ada Yuri, aku harus bersembuyi”, dia menjawab dan menaikan wajahnya, dan ternyata jarak antara wajah kami hanya 5 senti saja

“Baiklah, tapi tolong aturlah suhumu, aku kepanasan”, suhu tubuhnya lebih hangat sekarang

“Baiklah, bagimana sekarang sudah?”

“Begini lebih baik, jangan seperti ini, peluk saja aku”

“Baiklah”, dia memeluk tubuhku erat

“Hey malaikat Yuri mendekat kita harus bagimana sekarang?”

“Cium aku?”

“Apa?? Apa aku salah dengar??”  aku tersentak karena ucapannya, apa aku salah dengar?

“Cium bibirku, Palli” gila bagimana aku harus menciumnya? gila

Author POV

Cup ~~~

Tiffany mencium bibir Taeyeon pelan. Tiba-tiba sebuah tangan Taeyeon memeluk Tiffany dengan erat, sentuhan bibir yang begitu lembut tapi menekan kuat. Bibir Taeyeon melahapnya dengan rakus, syaraf-syaraf Taeyeon berpacu cepat begitu pula dengan Tiffany, namun Tiffany masih bisa mengendalikannya. Taeyon Bermain-main dengan lidahnya ketika mulut Tiffany sedikit saja terbuka. Entah kenapa tiba-tiba saja tubuhnya bereaksi terhadap ciuman itu, sesuatu yang hangat menjalari tubuhnya. Tanpa sadar ia membalas ciuman pelan dari Tiffany.Taeyeon yang hilang kendali sangat menikmati ciuman itu, ia menyadari reaksi Tiffany dan membalas ciuman itu lebih kuat dan dalam. Sesaat mereka tenggelam dalam suasana erotis yang tercipta tiba-tiba.

“Mereka Gila”, Kata Yuri yang sebenarnya hanya ingin duduk di dekat meja Taeyeon dan Tiffany, karena risih akhirnya dia pergi dari meja itu dan mencari Jessica yang sedang berganti baju biasa, cara Taeyeon dan Tiffany memang gila tapi benar-benar manjur untuk mengusir orang.

Tiffany akhirnya melepaskan ciuman yang sadar Yuri telah pergi menjauh dari mereka, Taeyeon yang tak mau menghentikan ciuman itu spontan menarik Tiffany kembali, Taeyeon seperti kesetanan karena tidak mau mengentikan ciumannya dengan Tiffany

“Hey sudah, Yuri sudah pergi”, Tiffany yang protes akhirnya tidak bisa menahan obsesi dari Taeyeon yang terus melahap setiap sudut dari bibir Tiffany, Bagaimanapun itu adalah ciuman pertama yang di lakukan karena selama ini hidup di dunia dia tak pernah melakukannya,  Taeyeon sudah menyadari nikmatnya berciuman dia tidak ingin menghentikan sensasi itu.

Drap Drap Drap

Langkah Yuri dan Jessica berbarengan yang melewati Taeyeon dan Tiffany adengan intim itu dengan wajah heran

“Gila mereka sudah melalukannya sejak aku masuk kesini bagaimana mereka bisa melakuakn ciuman selama itu”, jawab Yuri yang menggandeng tangan Jessica

“Mereka memang gila, dari awal mereka masuk ke café ini, mereka sudah bermesraan seperti tidak ada orang lain saja”, Jessica yang awalnya tersentak dengan yang di lakukan Taeyeon dan Tiffany akhirnya mengubah wajahnya menjadi datar lagi, bahkan dia sempat membayangkan bagaimana awal mereka berciuman sepeti yang di katakan Taeyeon saat memesan makanan tadi, membayangkan mereka menyentap sandwich setelah itu berciuman membuat Jessica bergidik

“Ayo Princess, cepat pergi dari sini, aku jijik dengan mereka”

“Kajja”

Dengan bersusah payah Tiffany melepaskan diri dari ciuman Taeyeon sambil menghirup nafas karena yeoja itu tidak memberikannya kesempatan untuk menghirup udara.

“Kenapa kau melakuan itu berlebihan”, Tiffany yang menjauhkan posisi duduknya dari Taeyeon, wajah Tiffany berubah menjadi merah karena kejadian tadi

“Maaf tadi aku hilang kendali”

“Lain kali jangan melakukan itu lagi, dasar kau Byun”

“Itu tadi idemu, aku hanya melaksanakan”, Wajah Tiffany menjadi merah, dia mengingat kejadian tadi, kejadian tadi benar-benar di luar kendali, tadinya dia hanya ingin mencium Taeyeon sebentar untuk mengusir Yuri, tapi, Taeyeon malah menikmati ciuman itu dan tidak mau menghentikan aktifitas itu.

“Terserahmulah, aku melakukan itu terpaksa”

“Aku juga terpaksa”

“Terpaksa kok menikmati”, Jawab Tiffany ketus

Akhirnya keduanya pulang ke rumah Seohyun, sudah hampir jam 12 tapi Taeyeon sama sekali tidak bisa tertidur, dia terus mengingat-ingat ciuamannya dengan Tiffany, dia juga heran pada dirinya sendiri bisa-bisanya dia berciuman seperti orang kesetanan seperti itu?

“Hey apa yang kau pikirkan saat kau memintaku menciummu?”, Taeyeon tidak bisa tidur akhirnya membuka pembicaraan dengan Tiffany

“Aku ngantuk jangan nganggu aku”, jawab Tiffany yang setengah tidur, Tiffany yang juga penasaran dengan perasaan Taeyeon akhirnya juga bertanya

“Lalu apa yang kau pikiran saat kau menciumku”, tanya Tiffany yang kemudian duduk di sofa menyamankan posisi duduknya, namun Taeyeon malah membalik posisi tidurnya supaya tidak bisa melihat sosok Tiffany, sejak kejadian tadi dia menjadi gugup saat berpapasan dengan Tiffany.

“Oh itu, aku ngantuk jangan nganggu aku”, Tiffany yang tidak mendapatkan jawaban yang dia inginkan akhirnya marah

“Dasar Byun”, oceh Tiffany

“Kau juga Agresif”, Gumam Taeyeon

“Apa kau bilang? Aku bisa mendengarnya walaupun kau mengecilkan suaramu, telingaku ingin lebih peka dari penyadap suara”

“AGRESIF, PUAS!!!”, teriak Taeyeon

“….” Tiffany tak menjawab teriakan Taeyeon, dia sadar kalau bukan karena inisiatifnya untuk meminta Taeyeon menciumnya hal ini tidak akan terjadi

“Ingat janjimu untuk membuatku bisa menari besok!!”

“Aku tidak akan melupakannya”, jawab Tiffany gusar

“Bagus”, Kilahnya. Taeyeon mencoba menutupi rasa malunya dengan bertanya sesuatu yang sudah di janjikan oleh Tiffany, batinnya mengatakan ‘Masa bodohlah toh itu juga sudah lewat’, mata tidak bisa terpejam sedari tadi, namun dia yang terlalu lelah membuat dia tertidur lelap dengan mimpi-mimpi indahnya.

Annyeong haseo reader, sider dan royal reader ({})

Mut mut si limut kembali XD

Sekali lagi mutmut minta maaf ye kalau updatenya lama, ini bukan keinginanku suwer, aku juga pengen cepet2 upate tapi banyak halangan, jadi qita sama2 sabar aja ye, kan sabar di sayang Tuhan bener g?

Ni ff tanpa peneditan dari sasya jdi maaf lagi bnyk salah2nya

Oya aku dengerin beberapa kommen para reader yang menarik nih

Reader 1 : “Author jangan di kasih NC ya”

Ok maksimal Cuma kissing kok, karena author kagak kuar bikin NC, biasa author kan ‘Menulis dengan innocent tapi membaca dengan liar’, kalau sasya beda lagi ‘menulis dengan Cool tapi membaca Hot’

Reader 2 : ‘konfliknya belum kerasa’

Ini baru menuju ke konflik jadi belum terasa bgt dah, mungkin konflik paling kerasa waktu di 2 chap terakhir

Reader 3: ‘Kenapa sih taeny kagak ada romatis2nya, romatis dikit napa?’

Akhirnya aku berhasil memasukan beberapa adegan romatis taeny, walaupun ane ngakak sendiri, mereka adaw romatisnya adaw tidak bisa di ungkapkan dengan kata2#plakkk

Oya kalau kalian punya saran atau kritik jangan di pendem aja ye, bilang sama author ok2

Oya tambahan nieh brow kalau aish dah bawa Vise Versanya maka ane udah bawa For enternal love buat squel ni ff, ane tau banget dah pasti kalian pada g rela kalau sad ending maka ane buat squelnya yang happy ending

Terima kasih untuk RCL kalian, terima sih kepada sider juga walaupun kalian tidak RCL keberadaan kalian tetap aku anggap, aku tidak menganggap kalian sebagai virus yang perlu di basmi, aku cinta klian semua ({})

Iklan

72 thoughts on “Love In 49Day [Chapter 6]”

  1. wkwkw.. mreka ribut mulu.. udh kyak yul m sica aja yg dlu berantem mulu akhirnya cinta jg..
    truss.. ishh.. wktu Seotae kisseu m Ppany.. yg aku byangin muka Taetae.. hihi..
    pdhl udh dibilang klo taetae pke tbuhnya Seobaby cm tetup aja..
    gbsa byangin muka byun seohyun.. sgla yg byun byun itu dh miliknya si byuntae.. wkwkwk..^^

Komentar tidak dipungut biaya ✿ Tae♡Ny ✿

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s