Fantasy, SNSD, SOSHI FF

Love In 49Day [Chapter 7]

“Love cannot be forgotten, it can only be ignored long enough until ignoring it becomes routine.”

Author: Mutiara Triastuti
Title :Love In 49days
Genre : Yuri (Girl X Girl), Drama, Romance
Cast : Taeny, Yulsic, YoonHyun.
Chapter : Undecided.

-LockTI SASmith-

12Hari

Taeyeon POV

Entah mimpi apa aku semalam, samar-samar aku melihat dua sejoli sedang merayakan ulang tahun salah satu dari mereka, yang satu sama pendeknya denganku, dan yang satunya berpostur lebih tinggi, “Cinta Tiffany sudah cukup untukku”, begitulah ucap gadis yang sama pendeknya dengan diriku mendengarkan kata-kata itu gadis yang lebih tinggi terkekeh.

Ada suara – suara yang berbaur dengan mimpi itu ‘Tiffany adalah istriku’, ‘ Kata-kata yang paling tepat untuk mendiskripsikan suara Tiffany itu seperti Jelly, aku sangat suka jelly’, ‘Pantat Fany itu sexy’, ‘Aku cinta Miyoung’, biasanya aku hanya ingat sedikit saja dari mimpiku, tapi anehnya aku bisa mengingat setiap detil dari mimpi tadi malam, semua seperti terekam dengan rapi di otakku.

Siapa gadis yang bernama Tiffany dan Miyoung itu, nama itu terasa janggal, dan siapa juga dengan gadis yang mengatakan hal itu, wajah mereka tertutupi oleh cahaya yang menyilaukan penglihatanku, Semakin aku pikir aku semakin bingung.

Malaikat itu masih tertidur di sofa, kalau dilihat seperti ini dia jadi lain dari biasanya. ‘Mempesona’ mungkin itu definisi yang tepat, dan bibirnya itu… ‘Plakk’, Kim Taeyeon hentikan pikiranmu tentang ciuman kemarin malam. Kini malaikat itu mengeliat mencari posisi paling nyaman, kenapa juga di saat tidur dia tersenyum seperti itu? Apa dia bertemu namja yang keren di mimpinya? Atau malah dia sedang bermesraan dengan namja di dalam mimpinya, Aish mikir apa kau Kim Taeyeon, persetan dengan apa yang dia mimpikan, jujur saja aku tak tahan melihatnya, apapun yang dia lakukan membuat aku menjadi bernafsu untuk memeluk dan menciumnya seperti kemarin.

Kulangkahkan kakiku menuju sofa dengan ragu mengendam-endap hampir seperti pencuri, melihat sosoknya semakin dekat, dan kini jarak antara wajah kita hanya beberapa senti saja, dan astaga melon itu, tuhan kuatkan aku, kenapa juga dia tidak menggunakan jaket atau sesuatu yang bisa menutup keindahan tubuhnya, tuhan kau tidak marahkan kalau aku mencium keningnya aku tak tahan, sumpah!

Tarik nafas keluarkan, berusaha membuat diriku sendiri rileks. aku sudah siap untuk menciumnya dan jarak bibirku dan bibirnya kini hanya 1 senti saja.

Ngh~~~

Sial kenapa dia sudah bangun? Terpaksa aku mundur beberapa langkah supaya malaikat itu tidak berfikir macam-macam padaku, gila saja. aku tidak berpikir macam – macam saat ini, aku ingin semacam yaitu menciumnya, meluapkan hasratku yang sudah tak tertahan, bibirnya itu seperti zat addictif bagiku, yang menjadi canduku, baru sekali aku merasakannya tapi aku ingin mengulangnya berkali-kali, hatiku berteriak “LAGI LAGI LAGI”.#dan aku yakin reader pasti teriak “ENCORE ENCORE

“Apa yang kau lakukan di situ?”, tanyanya yang masih setengah tidur

“Tadi aku hanya duduk saja”, bohongku

“Bohong! Pasti kau tad_”, gawat. bagimana ini kalau aku ketahuan ingin menciumnya, dia semakin mendekat padaku, menatap mataku dengan tatapan kecurigaan, dan bayangkan saja jarang kami hanya 5 senti saja, dia berhasil membuatku jantungku ini berdetak kencang layaknya drum band.

“Tidak aku tadi tidak ingin menciummu kok”, Wait…apa yang tadi kau katakan Kim Taeyoen? Kau dengan sengaja membuka rahasiamu sendiri, babo. Aish sekarang aku harus bagaimana?

“…” kututup mulutku rapat dengan kedua tanganku

DDrrr drrr drrr

“Tunggu sebentar aku dapat telfon dari senior, tapi ku ingatkan jangan melihatku seperti itu lagi, memangnya aku makanan, dasar rakus” kau selamat Kim Taeyeon, sepertinya aku harus berterima kasih pada seniornya, kalau tidak aku bisa mati karena malu.

Tiffany POV

Cha ~ semua persiapan sudah selesai, para penari sudah ku siapkan dengan segala profesi mulai dari anak-anak sampai orang dewasa, tinggal menunggu Jessica saja, hari ini aku tidak ingin merubah sosokku di depan semua orang, hanya akan memberi ilusi pada Yuri, supaya dia tidak mengenaliku, yang kita tunggu ternyata sudah datang, sedang bergandengan dengan Yuri sambil membincangkan hal-hal kecil yang  tidak penting -bagiku-.

“Cih, dasar apa yang dia suka dari orang seperti Kwon Yuri?”, kata manusia menyebalkan itu.

“Kau menyidirku?”, tanyaku yang menujukan mata dengan kilatan marah

“Iya aku menyidirmu dan Jessica yang sama-sama jatuh cinta pada Yuri”, tantangnya

“Dasar iri, kalau kata lagu Yuri itu Sexy, Free and Singel, tapi itu dulu sekarang dia sudah tidak single & Free lagi”

“Emang lu kira Super Junior”

“Terus kenapa juga kau suka Jessica?”

“Kalau itu mah karena dia Wild, Young & Free, tubuh dia itu seperti biola yang lengkuk tubuhnya gini gini gini.”, katanya padaku yang kemudian menunjukan lengkuk tubuh Jessica yang menurutnya sempurna

“Emang lu kira Snoop Dogg & Wiz Khalifa, emang apa sih bagusnya Jessica?”

“Jessica bagus dari A sampek Z dari kamu, kamu itu yah Agressif, Awkward & Abnormal

“Sedangkan kamu Byun, Bad, & Baneful!”

“Selain itu kamu juga Careless, Clumsy & Crazy!!!!”

“Cih tapi tetap saja cantik aku”, sejak kapan aku jadi suka memuji diriku sendiri? Aish

“Cantik kamu tapi masih banyak Jessica haha”, ucapnya sambil tertawa

“Cih tidak ada yang nomer 2 kalau kau mencintai dia”

“100 untuk mu hahaha, jadi kapan kita mulainya?”

“Sebentar lagi, tinggal menunggu music terdengar, saat itu kau akan menjadi orang pertama yang menari, dan selajutnya akan aku menyusul dengan penari yang lain, oya jangan lupa bunga berikan pada Jessica nanti, setiap penari akan memberikan bunga kepada penggunjung disini”

“Lalu kamu ngasih bunga ke siapa?”

“Yuri lah, siapa lagi? Nah itu musiknya cepat sana pergi”, usirku

Musik sudah mulai terdengar, kini manusia itu sudah menunjukan kemampuan menarinya, kalau bukan karena aku yakin dia sudah jadi bahan tertawaan orang, tapi tak apalah aku juga memperoleh sedikit keuntungan dari itu, dia sudah tidak memanggilku dengan sebutan ‘Malaikat bodoh’ lagi, ini saatnya aku keluar, kulepaskan cardigan merah muda yang sedari tadi ku kenakan, menyisakan tanktop hitam yang akibatnya membuat Absku terlihat, dan tak terduga manusia yang sedari tadi hanya fokus menari tiba –tiba melihatku dengan tatapan syok, dan melupakan tariannya untung saja para penari sudah berkumpul jadi orang-orang tidak sadar kalau manusia itu sedari tadi selalu melakukan kesalahan karena selalu melirikku. Sedetik, entah ini perasaan apa, jujur saja dalam benakku, aku sangat menyukai saat dia memperhatikanku dengan tatapan seperti itu, entah itu tatapan apa, aku tidak bisa menelah apa arti dari tatapannya, sejenak ku lirik manusia itu, tatapan kita bertemu, saat ini aku berusaha sekuat tenaga untuk tidak mengalihkan tatapanku namun tak sanggup. Kenapa ini? Kenapa aku tidak melirik Yuri malah melirik dia si menyebalkan dan kenapa juga memperhatikanku sampai segitunya? Apa dia tidak pernah melihat Abs?

Tarian sudah hampir selesai tinggal adegan terpenting dari menari di sini, yaitu memberikan bunga, kulihat dia sudah memberikan bunga pada Jessica, aku bisa lihat bagimana raut kebahagian dari senyum Jessica, ku langkah kakiku mendekat pada Yuri yang berada di sampingnya, aku sudah seperempat jalan menuju Yuri namun tiba-tiba ada tangan kasar menggeretku, aku terkejut karena tiba – tiba manusia itu sedang memasangkan cardigan yang tadi kutinggalkan, aku bahkan tidak sadar kapan dia mengambil cardigan milikku

“Ish kau tau aku tadi sungguh terganggu karena kau melepaskan cardigan ini”, sedetik dia menggenakan cardigan itu padaku, menariku ku untuk memperkecil jarak antara kita, entah apa yang terjadi saat ini, aku hanya diam menatap matanya yang tengah fokus mengenakan cardigan itu padaku, aku seperti terhanyut di dunia mimpi untuk sesaat, aku hanya bisa diam dan diam entah mulutku seperti terkunci. Entah apa yang dia pikiran saat ini, aku merasa seperti aku ini miliknya yang harus di lindungi dan aku tidak bisa menolaknya.

“Kau jangan pernah melepasakan bajumu seperti tadi lagi! Apa kau tidak sadar kau seperti tontonan gratis bagi laki-laki hidung belang”, ujarnya santai sambil mengancingkan satu per satu kancing cardigan itu. Tubuhku bergetar hebat, tegang itu yang paling aku rasakan saat ini, mendengerkan kata yang terlontar dari mulut manisnya, Demi Tororo, aku tidak tau dengan apa yang terjadi dengan tubuhku yang serasa tak bisa bergerak sedikitpun.

“Cha~~ Seperti ini lebih baik”, katanya yang sudah selesai memakaikan cardigan miliku, yang setelah itu melepasakn pegangannya di tanganku kemudian dia duduk di tempat kita sebelum menari, setelah itu aku seperti merasakan ada getaran aneh, sesuatu yang aneh terjadi dengan jantungku, aku yang kikuk akhirnya menggaruk-garuk pipi sebelah kiriku yang sama sekali tidak gatal

“Ya kenapa kau sedari tadi di situ saja? Kau tidak ingin duduk?”, katanya yang setengah berteriak

“Oh ne”, aku yang awalnya berhayal di dunia terbangun kembali kedunia karena panggilannya

“Jadi apa yang harus kita lakukan sekerang?”

“….” Hening aku masih belum bisa berpikir secara sempurna saat ini, kejadian tadi bener-benar membuat otakku berhenti sejenak dan jantungku berkerja 2 kali lebih cepat dari biasanya

“Hey kenapa kau diam saja?”, katanya yang bingung dengan sikapku, dia menatap kedua mataku, menerawang dengan apa yang saja yang bisa di baca di balik mata ini, aku yang malu kepalingkan wajahku

“Wae?”, tanyanya penasaarn

“Aniyo gwencana”

Jessica POV

( Ps Gadis = TaeSeo/ Taeyeon yang berada tubuh Seohyun, Sang kekasih = Tiffany)

Hari ini aku sudah janjian dengan Yuri untuk jalan-jalan ke taman bermain, awalnya memang aku menolak, karena aku tak bisa meninggalkan pekerjaanku, tapi entah bagimana caranya dia meminta izin kepada bos di café ku untuk memberiku cuti satu hari saja

Kita sudah sampai di taman bermain dekat dengan rumah Yuri, dari awal taman bermain ini dibuka Yuri sudah merengek mengajakku untuk ketaman bermain ini, dasar anak-anak, tapi walaupun begitu aku suka, dan tak kusangga saat aku sedang berjalan dengan Yuri, ada seorang gadis yang menari, aku kenal wajah itu, dia bukanya gadis yang selalu minum cappocino di café ku, dan dia juga yang kemarin bermesraan dengan pacarnya tanpa rasa berdosa, kulupakan pikiranku tentang bagaimana mesranya dia kemarin bersama pacarnya, ternyata kemampuan menarinya lumayan juga, dia terlalu sempurna, kupikir dia hanya bisa menyanyi ternyata dia juga bisa menari, hanya satu kata yang bisa terlitas di otakku saat melihatnya adalah ‘Sempurna’, sepersekian detik kemudian aku tersentak melihat kekasih yang kemarin bersamanya ikut menari bersamanya, sedikit demi sedikit orang-orang yang ku kira pengunjung di sini ikut menari bersamanya, keren. Bagaimana semua orang bisa menari kompak seperti ini dalam skala besar? Ku tatap Yuri yang sedari tadi tangannya terus menggandengku, ternyata reaksinya tak jauh berbeda denganku dia juga menatap semua penari dengan tatapan kekaguman, tak terasa tarian sudah selesai. Dia, dia, dia berjalan mendekat padaku, aku celingak celinguk melihat kekanan dan kekiri tidak ada siapa-siapa kecuali aku dan Yuri, mengeluarkan sebuah bunga edelweis yang tersemubunyi di balik punggungnya dan memberikannya padaku, serasa terbang ke angkasa saat dia memberiku bunga, tunggu bukanya dia dulu pernah bertanya tentang bunga edelweiss saat di café? dia masih ingat dengan bunga edelweis

Flashback

Dia datang lagi, berjalan dengan pelan tapi pasti menuju counter, matanya tak sengaja bertemu denganku ini membuatku sedikit gugup, dan jantungku berdetak tak karuan, dia semakin dekat, tiga langkah lagi dia akan sampai, satu..dua…tiga dalam hati aku menghitung langkah kakinya

“Pesan 1 capocino”, seperti biasa dia hanya memesan cappocino dan tak lupa dengan mata yang selalu melihat kebawah tanpa melihat mataku sedikit pun

“Ne”

“Oh ya, apakah aku boleh tanya, bunga itu apa namanya?”, tanyanya yang menunjuk bunga yang terpajang di tembok di belakangku

“Namanya bunga edelweiss, kata orang arti dari bunga edelweiss itu ‘abadi’, maka dari itu orang – orang mengatakan bunga edelweiss lambing dari keabadian cinta ”, jawabku

“Oh ne gomapta”, yang kemudian menundukan kepalanya

“Ne sama-sama”

Aku yang terlampau senang dan mengingat masa-masa itu sejak lupa dengan kehadiaran Yuri di sampingku, kulirik dia haha dia cemburu, aku tau itu, sepertinya dia tidak tau kalau orang yang memberiku bunga adalah orang yang sama dengan orang yang dia lihat berciuman di cafeku, jujur saja walaupun aku belum tau modus apa yang melatar belakanginya memberiku bunga ini tapi aku sangat senang, aku tidak perduli kalaupun tadi dia hanya secara random memilihku sebagi orang yang beruntung menerima bunga darinya, dan mungkin saja bunga ini juga kebetulan saja, karena semua penari itu juga memberi bunga yang sama kepada pengunjung yang ada.

“Kenapa dia memberimu bunga sih?”

“Seobang tak perlu cemburu”

“Ishh tetap saja aku tak suka, dan lebih buruk lagi tak ada yang memberiku bunga”, aku juga baru sadar kenapa tidak ada memberi Yuri bunga, kulihat sekitarku, masih ada satu penari yang memegang bunga, penari itu adalah kekasih dari gadis yang membeli capponico itu, gila saja kenapa juga dia menggunakan baju setengah terbuka seperti itu? langkah cepatku lakukan dengan menutup mata Yuri.

“Pricess Wae?”, tanya yang kebingungan dan ingin melepaskan tanganku dari matanya

“Aniyo biarkan seperti ini”, kataku tegas, kemudian kejadian tak terduga terjadi, gadis itu menarik sang kekasih dan mengenakan cardigan merah muda, posisi itu seakan-akan mereka sedang berpelukan sekarang dan sang kekasih hanya diam tidak tidak melakukan penolakan, ia tak bisa memberontak ataupun merespon apapun hanya melihat wajah dari gadis itu dengan tatapan kaget, mungkin saja saat ini sang kekasih jantungnya tengah berdekuk kencang, dan gadis itu sepertinya juga marah karena kekasihnya mengenakan baju yang terlalu terbuka didepan umum, setelah itu sang gadis berjalan meninggalkan sang pacar yang kikuk karena kejadian tadi

“Ya kenapa kau sedari tadi di situ saja? Kau tidak ingin duduk?”, teriaknya yang cukup kencang membuatku bisa mendengarnya walaupun jaraknya sedikit jauh, romantis kataku, sesuatu yang benar-benar alami, gadis itu sepertinya selalu ingin melindungi sang kekasih seperti sesuatu yang hanya boleh saja dia milik, tanpa boleh orang lain menyentuhnya

Taeyeon POV

“Kita akan membuat Jessica menjadi sedikit bingung dengan memanipulasi panganannya?”

“Aku tak mengerti”, jawabku

“Kita akan membuat setiap orang yang Jessica lihat itu dirimu, sehingga dia tidak mulai tidak percaya dengan matanya sendiri, karena bila kau jatuh cinta pada ‘A’ maka setiap orang yang kamu lihat itu berwajah ‘A’, aku akan melakukan itu pada Jessica”, jawabnya yang dengan tenang, kenapa dia tidak bilang begitu saja, tak perlu bilang memanipusi pandangan membuat aku bingung sendiri.

“Oh”

“Hanya seperti itu tanggapanmu?”

“Memang aku harus bagaimana? Aku harus berteriak seperti ‘WOW IDE MU GILA KEREN SEKALI!’ sambil berteriak-teriak kegirangan? itu yang kau harapkan? Tapi maaf itu bukan style ku”

“Ah terserah katamu lah”

Tak kusanggka ide malaikat ini cemerlang sekali, bagimana dia tau kalau orang yang sedang jatuh cinta setiap orang yang dia lihat adalah orang yang dia cinta? Apa dia sangat berpengalaman dengan namanya cinta? Tak ku sangka di balik wajahnya yang sedikit telmi, dia berpengalaman dalam hal seperti ini, sepertinya aku harus berburu tentang cara menaklukan cinta pada malaikat ini.

Jessica POV

( Ps Gadis = TaeSeo/ Taeyeon yang berada tubuh Seohyun, Sang kekasih = Tiffany)

Ige Mgoya?’, batinku kenapa semua orang yang kulihat itu berwajah gadis itu? Apa ada yang salah dengan mataku? Apa mataku mulai minus? Sepertinya tidak kalau minus mataku tidak akan bisa melihat sejelas ini, jadi ada apa denganku? Ku tepuk-tepuk pipiku gemas, supaya aku sadar dengan apa yang kulihat supaya penglihatanku kembali seperti semula, tapi gagal, semua orang masih berwajah sama yaitu berwajah sama dengan gadis itu, ottokae? Ada apa denganku apakah aku jatuh cinta dengannya? Jadi semua orang yang kulihat itu berwajah sama?

Pricess, Gwencanayo? Kenapa kau seperti linglung seperti itu?”, gilanya lagi sekarang wajah Yuri sudah berwajah sama dengn gadis itu, kalau seperti ini aku bisa gila, dia jadi seperti hantu cantik yang mengganggu dalam setiap detik kesadaranku

Ani Gwencana Seobang”, kilahku, mian Yuri, aku tak membuatmu kecewa

Kajja, aku merry go round aku sudah lama bermian itu?”

“Ah aku tak mau sudah sebesar ini mainannya kok merry go round cari yang lebih extreme sedikit ngapa?”

“Aku takut jawabku, bagaimana kalau komedi putar?”, jawabku dengan mengeluarkan aegyoku yang benar-benar tidak lucu sama sekali

“Tsk, itu sama saja, bagiamana kalau rumah hantu?”, what rumah hantu tidak bisa tidak bisa, aku bisa pingsan di sana nanti, aku bisa mengeluarkan dolpin voiceku yang bisa menghancurkan gendang telinga setiap orang yang berada di dekatku

“Yuri ah kau tau kah aku paling benci dengan yang berbau mistik seperti itu?”

“Ish arra arra, aku kita main merry go raund, Tapi…”, apalagi? Jangan bilang kalau..

“Tapi setelah itu kita kerumah hantu”

“Ani, kalau begitu aku lebih baik pulang saja”, aku memanyunkan bibirku dan menyedapkan kedua tanganku ke dada, aku sedang berakting marah padanya

“Ish, lihat bibir manyun ini, cckkckc”, ish dia tidak bergeming malah memegang bibirku yang manyun dengan tangan kanannya, kemudian ke keluarkan Ice glare padanya, supaya dia tau bahwa sekarang aku benar-benar marah dan tidak hanya acting semata

Arra…..kita tidak akan ke rumah hantu”, nah ini baru Kwon Seobang yang kucinta, kemudian dia menurun kan tanganku dan memegang tangan kiriku dengan erat.

Tiffany POV

Mungkin ini effect karena aku terlalu banyak mengeluarkan kekuataan untuk manusia menyebalkan ini, dia harus mendapatkan balasan setimpal untuk ini, selain itu karena perutku juga belum di isi membuat cacing-cacing di perutku demo habis habisan saat ini dan manusia itu tega sekali, tak ada belas kasih sedikitpun kepada malaikat yang sudah membantunya selama ini, kupencarkan padanganku melihat kanan kiriku, ternyata suasana taman bermain ini semakin lama semakin ramai saja, dan manusia itu hanya diam saja dari tadi, sial kenapa hidupku di dunia dan di akhirat sama-sama bernasib sial? Apa salahku? Bahkan aku tidak tau salahku, rasanya seperti takdir mempermainkan diriku.

“Apa kau tidak apa-apa?”, tanyanya yang entah sejak kapan dia memperhatiakanku terus

“Terlalu biasa untuk di katakan tidak apa-apa”, jawabku lemas

“Kata-katamu terlalu ribet”

“Aku tidak baik-baik saja, ini semua karena dirimu”

Mow? Kenapa aku?”

“Aku terlalu banyak mengeluarkan kekuatan hari ini sampai-sampai tubuhku terasa lelah, terlebih lagi kau manusia berdarah dingin tidak memberiku makan selama beberapa hari”

Mianhae, aku lupa”, jawabnya menyesal

“Memang ingatanmu lebih buruk dari ikan Dori, kau tak tau Dori si ikan pelupa di film finding Nemo? Payah sekali kau kalau tak tau” jawabku ketus

“Jangan samakan aku dengan Dori atau Mori atau apapun itu aku tidak suka”, kata marah sambil menujukan mata dengan kilatan kemarahan

“Nyatanya kau memang seperti itu, diamlah bisakah ku pinjam punggungmu?”

“Untuk apa?”

“Aku ingin tidur di punggungmu”

“Berani bayar berapa?”

“Aku tidak bisa membayarmu, bahkan uang untuk makanpun aku tak punya, terserahlah kalau tak mau aku tidur dengan bersadar di pohon ini saja”, jawabku yang kemudian menepuk-nepuk pohon yang dekat dengan kursi tempat kita duduk

Karena telalu lelah akhirnya aku tertidur dengan mudah, mungkin juga karena factor tadi malam aku yang tidak bisa tidur dengan baik karena bermimpi sesuatu yang aneh, mimpi-mimpi itu bahkan masih aku pikirkan saat aku bangun, seorang gadis yang mengatakan ‘Cinta Tiffany cukup untukku’, siapa sebenarnya wanita yang mengatakan hal itu? aku tak merasa Yuri pernah mengatakannya padaku.

Taeyeon POV

Selelah itukah sampai dia bisa tertidur pulas dengan posisi yang tidak nyaman sekalipun, terbersit rasa bersalah di diriku seandainya aku memberinya makanan mungkin saja dia tidak akan selelah ini, seandainya aku tidak bisa memahaminya sedikit lebih banyak sehingga tak perlu lagi merepotkannya dalam urusan pencarian cintaku, dia seharusnya hanya mendampingi aku, dia seharusnya tak perlu menari bersamaku seperti tadi, dia tak perlu tertibat dalam urusanku dengan Jessica, seandainya….

Kurubah posisinya yang tidak nyaman meletakan punggungnya di punggungku sehingga dia bisa bersandar dengan nyaman, tubuhnya hangat…aku suka saat tubuhnya hangat seperti ini, serasa aku sedang bersama manusia yang memiliki darah hampir setengah jam dia dia bersandar di punggungku membuat punggungku kram.

bayangkan seperti ini XD

kuletakan kepalanya dengan hati – hati ke pahaku dengan hati-hati supaya dia tidak terbangun dari tidurnya yang nyenyak, dengan seperti ini aku bisa melihat wajahnya dengan sempurna.

“Kau cantik di saat seperti ini”, desisku yang terus melihati wajahnya, tiba-tiba ada seseorang seorang penjual sandwich menawarkan makanan padaku, awalnya aku menolak tapi setelah ku lihat malaikat ini aku kembali ingat kalau dia tadi bilang lapar, mungkin ini bisa mengisi sedikit rasa laparnya, kuletakan sandwich itu di sampingku, tak tega membangunkannya yang tidur nyanyak seperti ini

1 jam berlalu setelah dia tidur rasanya kakiku sudah kram semua karena menahannya seperti ini, sejujurnya aku sudah kram sedari tadi tapi kutahan, bisa bayangkan aku duduk dengan posisi yang tidak berubah sama sekali dari tadi dan juga terik matahari yang sangat panas membuat penderitaanku menjadi lengkap, dengan terpaksa aku harus membangunkannya karena sudah tak tahan.

“Hey … apa kau tidak lapar?” Bisikku ketelinga malaikat.

dia hanya mengubah posisi tidurnya dengan berbalik dan membenamkan kepalanya arah tubuhku, dan tanpa membuka matanya.

“Malaikat… ironaaa…” Bisikku lagi dan dia tetap tidak membuka matanya.

Aasih sepertinya dia sebegitu nikmatnya kah sampai kau tidak membuka matamu?,

IRONAAAAAAA!!!!” Teriak ku kencang membuat malaikat ini terduduk dengan mata yang masih tertutup, bahkan di posisi seperti ini dia masih bisa tidur, sial umpatku

Wae ???” Ucapnya dengan mata tertutup.

Ahhhh aku yang sudah tidak tahan lagi, bagimana cara membuat dia bangun dari tidurnya, akhirnya aku mengecek suaraku bersiap-siap untuk mengeluarkan suara dengan mode maksimal. Brukk ~~ dia kembali tertidur di pahaku lagi, ahhh sepertinya aku harus menungguinya bangun sendiri, kutatap lekat-lekat wajahnya. “Yeppo noumu yeppo…” Gumam ku yang sambil memainkan rambutnya. Dan tatapanku kemudian turunku bibir manisnya, mengingat kejadian dia menciumku denganya yang…luas biasa, ini kesempatanku, ku dekatkan wajahku dengan wajahnya, dan aku sudah membayangkannya, aku akan menciumi keningnya kemudian ciumanku turun ke hidung dan kemudian ke bibir, aku suka aku suka haha, ku dekatkan bibirku dengan keningnya bersiap-siap sambil mengambil nafas supaya jantungku tidak copot karena kegirangan, namun….

Ngh~~~

Erangnya yang bangun dari tidur, yang kemudian menggosok-gosok kedua matanya, ‘Sial, sial, sial’ umpatku dalam hati kenapa setiap ada kesempatan untuk aku menciumnya dia selalu bangun, apa dia punya rada anti kissing? Tuhan kenapa kau memberi cobaan kepada orang seunyu diriku? Kenapa engkau tak membiarkankan ku meninkmati keindahan dari ciptaanmu yang elok ini? Ah nasib emang nasib.

“Nyenyaknya tidurku”, ucapnya yang kemudian duduk kembali

“Nyenyak lah, tidur di pahaku, kemudian kau kututupi dari teriknya matahari dengan jaketku, kurang nikmat apa coba?”, jawabku yang sedikit sebal

Oh GOMAWO, aku punya hadiah untukmu!”, teriaknya yang kemudian memeluku, ahh pelukan ini benar – benar hangat, aku suka dengan pelukan hangatnya

“Apa?”, tanya ku yang penasaran

“Aku!!!”, jawabnya dengan ceria dan mengeluarkan gaya bunga mekar wajahnya, sambil menunjukan winknya, ‘Kyepota’, gumamku

“Cih kau hadiah? Bahkan kau tak memiliki pita dan pembungkus untuk mempercantik tampilan dirimu, kau lebih mirip dengan musibah dari pada hadiah”, kilahku

“Tega sekali kau”, jawabnya murung

“Aku punya hadiah untukmu?”

“Apa?”, tanya dengan wajah berbinar-binar penuh dengan aura keingintauan

“Aku!!” jawabku yang meniru gayanya tadi

“Kau tak ada bedanya dengan kehancuran”, ocehnya

“Ish dasar”, Jawabku yang kemudian di cubit pipinya dan mengerak-gerakannya

Appo”, rengeknya, ish dasar malaikat malaikat kenapa kau tambah imut kalau seperti ini? Dan kau juga kenapa bertingkah seperti tau rasa sakit sih?

“Itu tadi untuk senam wajah, karena dari tadi hanya cemberut saja”, jawabku yang kemudian melepaskan cubitannya, ternyata cubitanku menibulkan bekas merah di wajahnya, wow sekeras itu kah sampai menibulkan bekas merah di wajah

Appo???”, kata ku yang sambil menggelus-elus wajahnya berwarna

Appo….tapi bohong”, jawabnya merong

“Tsk, bisa bisanya aku tertipu denganmu, oya ini aku punya sandwich untukmu”, ucapku dan menyodorkan sandwich yang sudah dingin

“Waaaa, Gomawo!!”, teriaknya yang kemudian mengambil sandwichnya

“Nyam Nyam Nyam enak enak, kau mau?”

“Emm”, yang kemudian mengangguk

“Buka mulutmu”, katanya yang sambil membuka mulutnya lebar, dan aku melakukan apa yang dia intruksikan membuka mulutku lebar, bersiap-siap untuk mengunyah sandwich, tapi apa yang terjadi malah dia memakannya sendiri

“Itu tadi sebagi balasan di café hahaha”, jawabnya, terserahlah walaupun begitu aku  juga tidak marah saat melihat melihatnya seperti itu, entah ini apa tapi setiap aku marah dan dia mengeluarkan eyesmilenya semua marahmu lenyap entah kemana, seperti dibawa angin, dan sepertinya dia juga menyadarinya kalau aku ini paling tidak bisa marah kalau melihatnya tersenyum seperti itu, senyum itu benar- benar menyejukan

“Jadi apa yang kita lakukan jika Jessica menolakku nanti?”, kataku yang mengalihkan pembicaraan

“Cinta nyam nyam di tolak nyam nyam”, ish kenapa dia tidak menghentikanan makannya dulu sih

“Hey hentiakan makanmu dulu, aku tidak bisa mendengarnya dengan jelas”

Arraso”, jawabnya yang kemudian meletak sandwich

“Cinta di tolak dukun bertindak dukun bertindak”, What??? Dukun memang ini jaman sambleng masih ada dukun? Dan dia kenapa bisa bisanya menyebut  dukun dia kan malaikat

“Apa katamu dukun?”

“Haha bercanda, kalau dia menolakmu, emmm….aku juga bingung tapi terimalah saja nasibmu hahahaha”

“Katanya kemungkinan berhasil 99%?”

“Iya tapi kita tidak tau kah dari 1%nya itu bisa membawa kegagalan?”, benar juga walaupun 1% itu bisa terjadi, karena di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin, nasib nasib sepertinya aku harus mengeluarkan segala jenis kekuatan di dalam diriku supaya Jessica bisa jatuh cinta padaku yang kemudian dengan cintanya itu aku bisa hidup kembali dengan tentram

“Lupakan soal mencari cinta kita kembali ke hadiah, jadi apa hadiah untuku yang sudah memberimu banyak hadiah?”, kataku yang menyodorkan tangan kanan

“Ehh aku akan menyanyi”, jawabnya, apa menyanyi? Memang suaranya nya itu bagus? Mari kita dengarkan

“Awas saja kalau suaramu jelek”, ancamku yang kemudian mengepalkan tangan kananku

Last Christmas I gave you my heart

But the very next day, you gave it away

This year to save from tears

I’ll gave it to someone special – Last Cristmas

“Suaranya indah” gumamku dalam hati

“Cukup cukup, suaramu itu bagus tapi lebih bagus kalau kau diam”, ejekku

“Kau mengecekku yah?”, jawabnya dengan wajah lucu

“Seperti itu lah kenyataannya”, jujur saja aku ingin ketawa melihat wajahnya yang marah, tapi kutahan

Yuri POV

Ada apa sebenarnya dengan Jessica, gerak geriknya sungguh aneh, bahkan melihatku saja seperti melihat orang baru di kenal, apa ada yang salah dengan makanannya hari ini? Tapi dia berkata tidak apa-apa, sepertinya dia sedikit berbobong padaku untuk hal ini, ya sudahlah Jessica suatu saat nanti juga akan memberi tauku kalau waktunya sudah tepat, aku percaya padanya 100%.

Sepertinya kami sudah  menaiki semua wahana kecuali rumah hantu tentunya, Sudah lama sekali kita tidak ketempat ini, dan aku merasa sangat nyaman…nyaman berada di dekat Jessica, serasa dunia ini Cuma miliknya dan milikku.

Pricess apakah kau senang?”, tanyaku yang sambil memakan es cream yang kita beli tadi

“…”, hening, apa dia melamun, ku gerak gerakkan tanganku ke kiri dan kanan di depan mata Jessica, bahkan dia tidak sadar dengan apa yang ku lakukan

“Princess”, panggilku sambil menyium pipinya

Ah wae?”, jawabnya yang sedikit terkaget

Aniyo gwencana”, ucapku lesu

Mian, aku tadi ngelamun”

Aniyo, Gwencana”, entah sejak kapan, tingkah laku dia sedikit aneh akhir-akhirnya ini dia jadi sering tersenyum sendiri seperti orang sinting, apa dia punya kekasih baru? Aish Yuri berhentilah berpikir macam-macam, aku percaya pada Jessica dia pun juga percaya padaku, positif thinking Kwon Yuri.

Cup cip cup author :

BAAAAAAAAAAAAAAAA#teriakkayakoranggilabaru#ngaku

Muti muti imut kambek bersama…..#siapa????

Saking bahagianya aku pengen cepet apdate XD kalau ane bahagia cepat ye apdatenya XD sebenarnya aku Cuma kangen sama reader2 jadi pengen cpt apdate XD

Mau ngomong apa lagi cba???? Aha ingat, aku mau curhat dikit boleh? Boleh yah? Boleh dong, kalau g boleh Kamu, Aku Berakhir ahahaha

Tentang cerita dibalik aku menjadi author disini, awalnya adalah saat sasya membuat game untuk para readernya yang pada intinya game itu bertujuan supaya mengirim semua ide dan imajinasi reader kepada sasya supaya di buat ff, awalnya g tertarik, tiba-tiba beberapa hari sebelum penutupan game aku denger lagu india secara g sengaja entah apa judulnya tapi adalah lagu yang buat otak ku langsung berjalan dan selanjutnya aku dapat imajinasi, seperti ini lagunya “Aku melihat Tuhan di dirimu aku harus bagimana? Aku melihat Tuhan di dirimu, aku harus bagimana? ”, tu lirik bener2 dah mantep ajep bgt hahaha sampai akhirnya tanganku ngetik semua imajinasiku setelah itu aku kirim ke sasya, sehari setelah itu sasya sms aku, dia menawari aku jadi editor dia, saat itu aku mikir “Heh masak aku jadi editor? Mimpi apa mimpi?”, setelah beberapa minggu jadi editor akhirnya aku puny ide ff baru yaitu 49days ini dan saat itu aku belum kepikiran buat nulis sampai akhirnya sasya bilang sama aku buat nyoba nulis aja, aku bener2 ragu waktu itu sampai akhirnya aku menulis sampai saat ini, dan teryata saat udah dapet feel nulis semuanya NIKMAT, aku bisa bayangi sendiri bagimana adegan di ff itu sambil tertawa g jelas, I love writing!!! Oya tentang ff yang aku kirim ke sasya buat game itu masih rahasia hahaha karena masih akan lama datengnya, mungkin nunggu sasya lulus SMA XD

Oya mulai chap 6 sasya g bisa ngedit ff ni lagi karena dia sibok menjelang ujian, doain sasya ya reader supaya lulus sesuai harapan dia, oya jgn lupa doain aku juga karena bentar lagi juga mau UTS#plakkkk ngarep. Dan karena sasya tidak bisa menjadi editor lagi, akhirnya aku memaksa diriku sendiri untuk menjadi editor untuk diriku sendiri, sangat susah karena aku susah konsentarsi jadi tetep sering salah.

Kembali ke reader…

Thx buat dukungan kalian, doa kalian yang selalu mendoakanku untuk cepet apdate, kritik dan saran membangunnya asli aku cinta kalian({})#cipok basah

Reader 1 “kok kayaknya taeny belum cenat-cenut?”

Baaaa akhirnya di chap ni terasa kan taeny udah cekat-cekot

Reader 2 “Kapan Yoona datengnya”

Setelah chapter ini akan membahas tentang Yoong kok, saat ini Yoong masih ane sembunyiin di gudang yang penuh dengan nasi

Reader 3 “Masih berapa chapter ni?”

Kyknya masih 4 chap lagi dah#lupalupaingattpibnyaklupanya

Set kayaknya cap cip cupku kali ini bisa buat 1 chapter yak…

Time to say Annyeong………….

Reader selamat tingggal………….

Dada jangan mimpiin author yah#pede

Iklan

82 thoughts on “Love In 49Day [Chapter 7]”

Komentar tidak dipungut biaya ✿ Tae♡Ny ✿

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s