SNSD, SOSHI FF

Love In 49Days [Chapter 8]

“Just because one simple sentence.. you have already killed all d reason for me to care .. but I’m still standing here .. for one stupid reason that I still don’t understand why, u can call it love.. But of course, something has changed!!”


Author: Mutiara Triastuti
Title :Love In 49days
Genre : Yuri (Girl X Girl), Drama, Romance
Cast : Taeny, Yulsic, YoonHyun.
Chapter : Undecided.

-LockTI SASmith-

11Hari

Tiffany POV

Kita berlanjut ke rencana selanjutnya, membuat Jessica semakin mencintai manusia menyebalkan yang berada di tubuh Seo Juhyun. tidak mudah memang karena aku harus memperkirakan kapan salju akan turun, menurut perkiraanku hari ini salju akan turun karena musim sudah berganti menjadi musim dingin. Salju merupakan salah satu element penting untuk rencana ini, salju akan membuat suasana menjadi sangat dramatis dan romantis, aku sudah membayangkan bagaimana akhir dari rencana ini.

Pukul Seoul 07.35 PM

Aku dan Manusia menyebalkan itu sudah menunggu di depan tempat latihan balet Jessica, dia membawa payung untuk persiapan turunnya salju, dan juga menopang gitar di tangan sebelah kanannya, kita sudah menunggu Jessica hampir setengah jam lebih, kenapa latihan balet saja selama ini?

“Itu dia Jessica datang”, ucap manusia menyebalkan yang sedari tadi celingak celinguk menunggu Jessica

“Ok, berpura-puralah tidak mengenalnya”, intruksiku padanya

“Ne”, jawabnya yang kemudian aku berlalu meninggalkan dia sendirian menunggu Jessica

Jessica semakin dekat denganya –Manusia menyebalkan- kini jarak mereka hanya beberapa langkah saja, akhirnya setelah menunggunya sekitar setengah jam lebih dia datang juga

Drap Drap Drap

Langkah kakinya yang pasti mendekat pada manusia itu, memperhatikan manusia menyebalkan ini dengan jeli, mungkin dia takut apa yang dia lihat hanya imajinasi semata seperti yang berada di taman bermain dan seperti intruksiku manusia menyebalkan itu hanya diam dan tatapannya fokus kedepan tanpa melihat kemana-mana seperti tadi sebelum Jessica datang, sepertinya Jessica akan membuka pembicaraan dengannya

“Annyeong haseo, apakah kau benar yang setiap hari datang ke Café G9?”, tanya Jessica, kemudian manusia menyebalkan itu menoleh ke Jessica

“Oh ne, apakah aku mengenal anda?”, benar lakukan seperti itu

“Aku adalah cafetarian di café G9, yang biasanya berada di counter. bukankah anda orang yang beri bunga edelweiss di taman bermain kemarin?”

“Oh mian kalau aku tidak mengenali anda kalau seperti ini…kamu terlihat lebih cantik”, ckck masih bisanya dia mengombal dalam situasi seperti ini, tapi memang tidak buruk lihat sekarang wajah Jessica terdapat dua buah tomat di pipinya, dia malu sampai wajahnya berubah warna menjadi merah gelap, apakah mungkin aku juga seperti itu kalau berada di situasi yang sama dengan Jessica? Sepertinya iya, sepertinya tidak, ya…tidak pasti.

“Kenapa kamu berada disini? apakah kau menunggu seseorang?” yang ada dia –Manusia menyebalkan- menunggumu -Jessica-

“Aniyo, aku hanya ingin di sini saja” Jawaban yang kurang menarik, membuatku malas mendengarkan mereka, terlalu kaku.

Aku yang saat ini berada jauh diantara mereka menyamar sebagai anak kecil yang sedang meminum air hangat. langit yang awalnya gelap berubah dengan kontras berubah dengan pendar putih terang dari salju yang berjatuhan. Sangat indah. Ku keluarkan tangankan ku menunggu butir demi butir salju kecil terperangkap di tangan kecilku, mereka berterbangan kadang meliuk ke kanan dan kadang kekiri, aku terus dan terus menunggu sampai salju menumpuk di tanganku kemudian ku menggenggam kepingan salju yang berada tanganku. Tidak dingin. Memang begitulah salju, ia terbuat dari es tapi tidak terasa dingin ketika kita menyentuhnya. Kita hanya merasakan kelembutan seperti kapas.

“Salju pertama”, kata terlontar dari mulut Jessica yang memecahkan keheningan yang membuatan Suasana menjadi lebih hangat

“Oh Ne, oya sedang apa kau sekarang kenapa tidak cepat pulang?”, ucap manusia itu

“Oh tidak apa-apa, mari aku pulang dulu”, ucapnya yang kemudian berlari menembus salju, bodoh manusia menyebalkan cepat kejar dia intruksiku, lari lari cepat. Selamat sekarang tangan manusia itu sudah menggengam tangan Jessica aku hanya tinggal menunggu adegan romantisnya

“Mianhae aku lancang, dari pada kau sendirian lebih baik aku mengantarmu”, ucap manusia itu yang kemudian membuka payung

“Oh gomawo

“….”, hening ini tidak seperti yang kuharapakan. kenapa keduanya hanya diam? Kenapa salah satu dari mereka tidak membuka pembicaraan, aaish manusia bodoh, ayolah berbicara dengannya Jessica, apa bibirmu tersumpal batu? Kenapa hanya diam saja? Dimana kata-katamu yang bisa membuat para wanita bertebangan ke dunia fatamorgana?

“Eh namamu siapa?”, ucap Jessica membuka pembicaraan

“Namaku Ki…namaku Seo Juhyun, panggil saja Seohyun”, yang kemudian menyodorkan tangan kanannya yang berarti mengajak untuk berjabat tangan

“Namaku Jung Jessica”, jawabnya yang kemudian membalas aluran tangan manusia itu

“Tentu saja aku sudah tau”, gumamnya

“Apa? Aku tidak dengar?”

“Aniyo, udaranya sangat dingin”, kilahnya

Suasana malam ini benar-benar sesuai harapan, mereka berbincang-bincang seperti sudah kenal beberapa tahun saja, sebenarnya memang sudah kenal lama hanya saja Jessica tidak menyadarinya, mungkin dia juga sedikit kaget kenapa manusia itu tau banyak tentangnya, jelas saja dia tau banyak tentangmu Jessica karena pernah menjadi kekasihmu dengan sekarang dia sudah menjadi Ex.

Suasana malam ini benar-benar romantis, dinginnya salju sepertinya tidak bisa mengalahkan panasnya gelora cinta antara mereka berdua, sejujurnya aku juga tidak suka suasana ini, aku seperti obat nyamuk di malam hari yang kerjaannya hanya bisa melihat mereka ngobrol dengan santai, kalau boleh jujur, hatiku merasa perih aku juga tak tau kenapa, mungkin saja aku hanya iri dengan mereka, iri yang memanaskan hatiku karena kebersamaan mereka, andai saja Yuri di sini, Tiffany jangan berhayal terlalu tinggi, kalau berhayal terlalu tinggi suatu saat nanti kalau kau jatuh rasanya akan sakit sekali, tapi…apa salahnya berkhayal?

Kini kita sudah sampai di depan rumah Jessica, jadi ini rumahnya, rumah yang lumayan sederhana tidak terlalu mewan namun tidak juga terlalu jelek pas untuk ukuran gadis ini.

“Sebelum aku masuk ke rumah boleh kah aku tanya sesuatu?” ucap Jessica yang sudah berteduh di rumahnya

“Tentu boleh. Apakah ini sangat penting sampai kau harus bertanya boleh atau tidaknya kau menanyakan pertanyaan itu padaku?”

“Tidak terlalu, hanya saja, hal ini selalu menggangu benaku. Apakah gadis yang bersamamu di saat kau menari di taman bermain dan juga di café itu pacarmu?”,  tunggu…menganggu benaknya berarti rencana kita hampir berhasil. Yes.

“Oh itu….dia hanya seseorang yang penting untuku, tapi bukan kekasihku, entah aku bingung mengkatergorikannya apa, yang jelas dia sama pentingnya dengan keluargaku”

“Oh pantas saja kalian terlihat sangat dekat, terima kasih atas tumpangannya”

“Sama – sama, oya terimalah ini payungku”, jawab manusia itu yang kemudian meyodorkan payungnya

“Lalu bagimana dengan dirimu”

“Aku bisa menggunakan gitarku sebagai payung, ini terimalah aku buru-buru, dada”, ucapnya yang kemudian berlari dengan menggunakan gitar sebagi penutup kepalanya

Gomawo”, ucap Jessica dari rumahnya, mungkin manusia itu sudah tidak mendengarkannya karena jaraknya sudah terlewat jauh dari rumah Jessica

Pukul Seoul 08.40 PM

“Bagaimana aktingku tadi? Kau lihat bagimana Jessica tadi dia kelihatan sangat nyaman ngobrol denganku”, tanya manusia itu yang sudah keluar dari tubuh Seohyun

“Tidak terlalu buruk”, ucapku yang sedang mengotak atik smartphoneku

“Hey kenapa gagdetmu turun pangkat? Masak dari tablet jadi smartphone”, cih bahkan aku sudah menggantinya sejak beberapa hari yang lalu tapi dia baru sadar sekarang, dan mana ada gadget turun pangkat memangnya gadget pekerjaan apa

“Bahkan kau baru menyadarinya, payah sekali kau, kalau kau menyadarinya lebih cepat aku akan memberikan smartphone untukmu lebih cepat juga”, ucapku yang kemudian mengeluarkan smartphone untuknya yang sudah beberapa hari kusimpan untuknya, kulemparkan smartphone itu padanya dan bodohnya manusia itu tidak bisa menangkapnya dengan benar dan menyebabkan smartphone itu jatuh, untung saja jatuhnya di kasur jadi tidak akan merusak system yang berada di dalam smartphone itu, tidak ada alasan yang menarik kenapa aku memberinya smartphone tujuanku hanyalah memberinya alat komunikasi supaya bisa berkomunikasi denganku, smartphone itu juga hanya bisa di gunakan untuk berkomunikasi dengan malaikat pendampingnya tidak bisa digunakan untuk berkomunikasi dengan sesama manusia

“Wow, bahkan fiturnya lebih lengkap dari smartphone buatan manusia”, jelaslah mana mungkin fitur buatan manusia bisa mengalahkan buatan malaikat yang 1000 kali lipat lebih kuat dari manusia dari segi apapun, segi kekuataan, segi kepintaraan dan segi segi lainnya.

“Lalu bagimana dengan tabletmu”, tambahnya yang masih dengan smartphonenya yang tanpa melihat diriku sebagai lawan bicaranya

“Aku menukarnya dengan 2 smartphone yang kita pakai ini”, jawabku

“Oh gomawo, ternyata kau baik sekali”, ocehnya yang kemudian tidur di kasur sebelah Seohyun

Ah….kalau bukan karena dia mana mungkin aku rela melepaskan tablet yang baru kudapatkan dari senior dan menukarnya dengan smartphone seperti ini dan bagimana bisa aku seorang malaikat pendamping malah membantunya untuk mencari cinta seperti agensi mak comblang, bahkan tak-tik ku lebih keren dari mak comblang yang sebenarnya, sepertinya aku memang berbakat jadi mak comblang. kubuka – buka smartphoneku mencoba memonitori Yuri, ternyata dia belum tidur, dia malah sedang asik ngobrol dengan Jessica, sudah semalam ini tapi Jessica masih di rumah Yuri. Kapan aku bisa melupakan Yuri? Apakah selamanya aku akan terus dibayang-bayanginya, aku juga ingin bahagia walaupun tak bersamanya.

10 Hari

Jessica POV

Aku begitu bahagia hari ini, karena kemarin aku bertemu dengan gadis itu yang sekarang sudah ku ketaui identitasnya Seo Juhyun, nama yang indah sesuai dengan dirinya yang indah pula, memberiku tumpangan di saat salju datang, itu sangat romatis, bahkan dari tadi malam aku tersenyum terus sampai di kira sinting oleh Krystal adikku, di tambah lagi ternyata orang yang bersamanya itu bukannya pacar diriku bertambah senang saja ternyata dia masih single, betapa bahagianya diriku.

Aku berkerja dengan semangat hari ini, mengeluarkan senyum yang sejati bukan senyum palsu yang selalu ku berikan pada pelanggan, ajaib sekali aku baru mengenalnya kemarin tapi bisa bisa dia merubah pola hidupku dalam sekejab. aku datang ke kantor dengan berlari kegirangan padahal aku mempunyai moto ‘Aku tidak akan berlari seberapa telatnya diriku’, berlari untuknya yang mungkin saja nanti akan datang lagi ke cafeku, membuat dandanku semenarik mungkin tapi tidak juga menor, mengganti bunga edelweis di belakangku dengan bunga edelweiss yang masih segar yang baru ku beli tadi saat berangkat kerja. Di luar ada hujan salju, ah ingatanku tentangnya semakin menguat kalau melihat salju.

Krekk

Dia datang lagi, tidak membawa payung, dia hanya membawa gitar sebagi penutup kepalanya dari salju

“Selamat datang”, ucapku

“Iya, terima kasih, hari ini aku tidak ingin minum disini aku hanya ingin memberimu ini”, ucapnya yang kemudian memberiku ipod

“Oya dengarkan itu segera, aku akan pergi”, tambahnya yang kemudian berjalan keluar, ini tidak biasanya, ada apa dengannya sebenarnya? Ada yang aneh

Ku sumpel headset ke kedua telingaku, aku tersentak ternyata yang di dalam ipod itu adalah suaranya

‘Jessica Jung….Jessica Jung….Jessica Jung, akhirnya aku tau namamu, saat melihatmu pertama kali di café ini aku langsung suka padamu sampai sampai aku malu melihat kedua manic matamu yang berkilau. Ku kira ini hanya perasaan suka biasa sampai akhirnya…aku berusaha mencari tau tentang dirimu, akhirnya aku tau ternyata kau sudah memiliki kekasih yang kau cintai aku sedikit kecewa, saat itu rasanya kau hanya ingin marah dan marah, kenapa aku tidak mengenalmu lebih dulu, dan setelah itu aku sadar bahwa aku tidak hanya suka padamu tapi aku mencintai–’

Ada apa ini kenapa baterainya habis? Aku sedang mendengarkan suaranya, dan kenapa sekarang baterainya habis, situasi sedang benar-benar genting kenapa baterainya habis? sepersekian detik aku keluar dari café mengedarkan padanganku mencari sosok yang kucari cari dalam kegelapan, itu dia. kupercepat langkah kakiku, meraih pergelangan tangannya dan memaksanya untuk berhenti melangkahkan kakinya

“Ini payungmu gunakan ini”, ucapku, Jessica Jung kenapa kau terlalu basa basi???? Babo

“Tak perlu, biarkan payung itu bersamamu, aku ingin payung itu selalu melindungimu di saat apapun”, ucapnya

Mian, aku harus pergi”, tambahnya yang kemudian berbalik. dingin. udara sangat dingin dan dia hanya mengenakan sweter tipis

Andwae!!”, kugeret lengannya dan kemudian dia berbalik ke posisi semula dan juga memeluknya dengan erat, mungkin ini bodoh tapi secara reflek aku langsung mencium bibirnya dengan pelan namun pasti melumat bibirnya dengan perlahan, aku tak perduli dengan orang-orang yang mulai berbisik membicarakan kita karena sedang berciuman di depan umum di malam bersalju pula, saat itu aku melupakan segalanya, serasa dunia berhenti sejenak saat aku menciumnya, menciumnya dengan pelan namun pasti, apakah ini sudah di katakan selingkuh? Tentu saja Jessica Jung, kau telah menduakan Kwon Yuri.

5Hari

Tiffany POV

Tak terasa sudah 5 hari berlalu sejak kejadian Jessica mencium manusia itu di tengah salju, kuakui disaat itu aku tidak mengira Jessica akan mencium manusia itu, itu semua di luar dari apa yang kupikirkan, apakah manusia itu terlalu menarik sampai bisa membuat Jessica jadi gila seperti itu sampai menciumnya di depan umum tanpa melihat sekitar untung saja Yuri tidak ada, sekarang Jessica dan manusia itu seperti menjalani CTBK alias Cinta Lama Belum Kelar. selama beberapa hari mereka jalan-jalan kesana kemari seperti layaknya pasangan baru yang baru menikmati manisnya dalam pacaran, dan seperti biasa aku ini hanya seperti obatnya nyamuk, aku benci mengakuinya, aku cemburu dengan mereka, entah mungkin aku cemburu dengan Jessica yang dekat dengan manusia itu karena selama ini manusia itu hanya bersamaku, dan sekarang dia sudah dengan Jessica dan melupakanku, aku benci ini.

Hari ini mereka jalan-jalan di sekitar myongdong, aku ini hanya melihat mereka seperti orang kurang pekerjaan. Tiba-tiba sebuah ide gila muncul dari otakku, aku membuat diriku terlihat di depan manusia dan berjalan-jalan dengan santai sendiri membiarkan mereka bermesraan sendiri dan aku juga berjalan – jalan sendiri, jujur saja aku rindu masa ini, aku seperti menjadi manusia lagi.

Taeyeon POV

sejujurnya setelah Jessica kembali ke pelukanku aku merasa senang tapi aku tak menyangka, hanya segini bahagia yang kurasakan, aku hanya merasa senang tapi tidak senang sekali, ini terlalu biasa, rasanya berbeda dengan dulu saat aku bersama Jessica, rasanya dulu saat bersama Jessica aku sangat bahagia, rasanya dunia jadi milikku, sebenarnya ada apa dengan hatiku?

Saat dia menciumku, bahkan aku tidak membalas ciumannya dengan benar, aku hanya melakukan seenaknya tidak dengan cinta, ini aneh, dulu bahkan aku rela bunuh diri karena dia, dan setelah aku mendapatkannya lagi hanya ini yang kurasakan, kepuasan ini tidak seperti yang kuharapkan.

Dan kemana perginya malaikat itu? Aku jadi khawatir kalau dia tidak ada, walaupun aku tau dengan pasti tidak mungkin terjadi apa-apa dengannya, tapi hatiku ini sering rancu kalau dia tidak ada, bahkan sedari tadi berjalan-jalan dengan Jessica aku selalu menyapu pandangan untuk mencari sosok yang sebenarnya menggangu pikiranku.

“Seohyun ~ ah Gwencana?”, kata Jessica yang sedari tadi memegang tanganku

Ne gwencana”, dustaku, saat mengedarkan pandanganku aku melihat sebuah sayap palsu, aku jadi ingat malaikat itu waktu awal bertemu dengannya aku hampir tak mempercayainya kalau dia seorang malaikat karena tidak memiliki sayap, sepertinya aku punya ide.

Eonnie, ayo kesitu”, tunjukku ke sebuah toko mainan yang menjual sayap palsu

“Kau mau beli apa Seohyun – ah?”, tanyanya penasaran

“Eh aku ingin membeli sayap palsu itu”, yang kemudian ku tarik dia menunju toko bermian itu

“Kau mau membelikannya untuk siapa?”, untuk siapa? Harus kah kukatakan untuk malaikat pendampingku? bisa di kira sinting gila miring nanti, bisa-bisa dia ilfeel denganku

“Untuk Angel”, ah karena tidak ada ide siapa nama yang cocok untuknya lebih baik pakek angel saja, dia kan malaikat.

“Angel? Nama lengkapnya?”, nama lengkap manaku tau?

“Angel Kim”, Jawabku sedikit gelapan, karena tidak tau mau memilih marga apa yang tepat, dan aku juga bingung lebih baik pakai marga Kim yang merupakan margaku juga

“Oh Angel Kim, apakah dia yang bersamamu saat menari di taman bermain itu?”

Ne”, jawabku singkat

“Oya kata Yuri, saat kau dan dia berada di café ku kalian berciuman sangat lama”, aish kenapa dia tanya seperti ini? Aku kan jadi berbohong terus demi menutupi kebohonganku yang sebelumnya

“Ah itu, kami tidak berciuman, waktu itu di matanya ada kotoran dimata jadi aku membersihkan matanya, kalau dilihat dari belakang memang seperti orang berciuman padahal tidak”

“Oh jadi begitu, terus kenapa kamu mengenakan cardigannya saat di bermian?”, Jessica Jung kenapa kau membuat pertanyaan yang susah ku jawab?

“Waktu itu dia sedang sakit, kalau tidak cepat-cepat mengenakan cardigan itu bisa-bisa sakitnya tambah parah, kenapa kau selalu tanya tentangnya?”, Kim Taeyeon kau memang pembohong sejati

Aniya, aku hanya sedikit cemburu dengan kedekatan kalian, kalian tidak seperti sahabat, kalian lebih seperti sepasang kekasih menurutku”, What? kekasih bahkan setiap hari kita selalu bertengkar layaknya kucing dan anjing, apakah itu pantas di anggap sebagi kekasih?

“Haha kau tak perlu cemburu, dia bukan siapa-siapaku kok, yang kucintai hanya kamu”, benarkah hanya dia yang kucintai bahkan sekarang aku tak percaya dengan apa yang aku ucapkan.

“Aku ingin bertemunya, bagimana kalau kapan-kapan kita bertemu bersama, aku dengan Yuri kamu dengan Angel? Aku ingin dekat dengannya, karena dia berati untukmu aku juga ingin mengenalnya”

“Semoga sakitnya sudah membaik jadi aku bisa mengajaknya”, bagimana ini? Malaikat itu terlalu takut bertemu dengan Yuri

“Memangnya kenapa kamu memberinya sayap palsu?”

“Eh karena dari dulu dia selalu bilang dia itu ingin jadi malaikat, maka dari itu aku memberinya sayap”, berapa kali aku berdusta karena malaikat itu? Auah gelap.

“Oh, sesuai dengan namanya”, jawabnya singkat

Setelah mengeleluarkan segala kemampuanku untuk berdusta, akhirnya aku bisa bernafas lega karena Jessica tidak bertanya macam-macam dan kini aku bisa memberikan uang kepada penjual sayap itu.

“Kemana perginya malaikat itu?”, gumamku yang sudah berada di rumah Seohyun tapi malaikat itu belum juga datang, padahal aku sudah membelikan hadiah untuknya, apa dia tidak rindu denganku? Kim Taeyeon apa yang kau pikirkan mana mungkin malaikat seperti dirinya memikirkanmu? Memikirkanmu saja tidak mungkin kau mengharap dia merindukan dirinya. Aha bukannya aku mempunyai smartphone? Kenapa aku tidak menghubunginya saja, ah kenapa baru kepikiran, seharusnya aku melakukan sedari tadi supaya aku tidak memikirnya terus – menerus, ku pencet tombol speed dial.

Yebseo?”, jawabnya, kenapa suara di telfon ini bising sekali sebenarnya dia ada dimana?

“Kau dimana?”

“Yang jelas masih di atas tanah di bawah langit”, kenapa dia suka sekali bercanda?

“Beri tau lokasinya!!!”

“Di diskotik”, apa dia bilang diskotik? Aku tak menyangka malaikat mainannya di diskotik, benar-benar malaikat zaman modern.

“Apa yang kau lakukan di sana?”,

“Hanya menari-menari saja”, jawabnya malas

“Cepat pulang!!!” perintahku

Tiffany POV

Ada apa dengan orang ini kenapa dia menyuruhku pulang seenaknya seperti ini? Aku bahkan baru sampai baru beberapa menit yang lalu tiba-tiba ada telfon berisik yang menelfonku di saat aku sedang asik-asik berjoget ria, dia benar-benar tidak bisa melihat malaikat pendampingnya senang sedikit saja, aku sudah terlalu bosan hanya melihatnya bersama Jessica yang dia cintai itu, aku juga butuh hiburan seperti manusia.

Ku jejakkan kaki di kamar Seohyun, menggerakkan kepalaku menyusuri setiap sudut yang kujumpai, tapi ternyata manusia itu tidak ada, dimana dia sekarang? Tadi menyuruhku pulang setelah aku pulang dia malah menghilang, dasar kurang ajar.

“Hey kau sudah datang”, tiba – tiba ada sebuah suara yang membuatku tersentak datang dari arah timur, ah manusia itu.

“Iya kemana saja kau?”, jawabku ketus

“Aku hanya di atap rumah Seohyun, pemandangannya sangat indah bintangnya sangat banyak, tidak biasa bintang di Seoul ada banyak, kajja kita melihatnya”, katanya yang masih berada di tubuh Seohyun

Kini kita sudah di atap rumah Seohyun, benar saja ternyata bintangnya banyak sekali, indah.

“Aku punya hadiah untukmu!”, hadiah tumben-tumben dia memberiku hadiah

“Apa?”

“Ada syaratnya”

“Apa?”, tanyaku lagi

“Kau harus memejamkan matamu, dan membuat dirimu terlihat di depan manusia”

“Baiklah, sekarang aku sudah melakukannya, jangan macam-macam yah”

Aniyo, aku tidak macam-macam, aku sukanya semacam”

Taeyeon POV

Ku kenakan sayap palsu itu ketubuhnya, ‘Lucu’ gumamku yang sedari tadi melihatnya terpejam seperti itu, kalau seperti ini dia lebih mirip mainan bonekah dari pada malaikat, setelah selesai memakikannya, aku berdiri di sampingnya, melihat dan melihatnya terus. Kenapa dia tidak membuka matanya? Apa karena aku belum menyuruhnya untuk membuka matanya? Sepertinya begitu, kubiarkan hal ini terjadi selama beberapa saat melihat wajahnya seperti ini membuat hatiku tenang.

“Apakah sudah selesai”, katanya yang sepertinya mulai tidak tahan menungguku menuruhnya membuka mata

“1 menit lagi”, jawabku yang masih melihati wajahnya yang sempurna

“sudah?”

“Belum masih kurang 30 detik lagi”

“Sudah?”

“Kurang 5 detik lagi, 1, 2, 3, 4, 5 buka”, intruksiku padanya yang kemudian dia menuruti apa yang ku perintahkan, dia sedikit terkejut dengan yang ku berikan.

“Ini apa?” ucapnya melirik kebelakang dan melihat sayap palsu yang baru saja ku kenakan sambil memegang sayap palsu dengan tangan kirinya.

“Ini sayap palsu, tadi saat aku jalan-jalan dengan Jessica melihat ini jadi langsung membelinya untukmu”

“Ini sama sekali tidak lucu”

“Aku hanya ingat saat pertama kali bertemu denganmu aku hampir mengiramu bukan malaikat karena tidak memiliki sayap, jadi aku membeli ini supaya kau terlihat seperti malaikat”

So Cheesy”, cibirnya padaku, walaupun begitu aku bisa melihat bagimana beberapa detik yang lalu aku melihat lengkungan indah di bibirnya lengkap dengan bulan sapit di matanya yang semakin membuat jantungku berdebar (lagi)

“Aku juga mempunyai sesuatu untukmu”, kata yang kemudian mengeluarkan sebuah daun kecil berdaun 4

“Ini apa?”

“Ini adalah semanggi berdaun 4, kata orang daun ini adalah daun keberuntungan, jadi aku memetiknya untukmu tadi saat kau bersama dengan Jessica, aku berikanmu daun ini supaya kau cepat mendapat cinta”

“Itu hanya mitos”, ketusku, bagimana seorang malaikat bisa mempercaya hal ini

“Kau memang benar, tapi kalau kau sebagai korbannya justru sebaliknya, Mitos mampu mengalahkan sebuah logika dan keyakinan, kau tau kenapa  daun semanggi berdaun 4 di katakan daun keberuntungan?”, ucapnya yang kemudian masih memegangi daun itu

Mola?” kataku mengeleng cepat

“Karena Faktanya dari setiap 10.000 daun semanggi hanya satu yang memiliki 4 lembar daun dalam satu tangkai. Sisanya memiliki 3 lembar daun saja, artinya, kalian sangat beruntung untuk bisa menemukan daun yang satu ini. oya aku juga membawa daun semanggi berdaun berdaun 3 untukmu, dari setiap helai daunnya melambangkan arti yang berbeda; lembar pertama untuk kepercayaan, lembar kedua untuk harapan, dan lembar ketiga untuk cinta. nah, apabila seorang manusia memiliki ketiga arti dari tiap helai tersebut. Maka manusia pasti mencapai Kebahagiaan dalam kehidupannya. ini berarti, daun semanggi yang HANYA memiliki 3 lembar daun saja menandakan Kebahagiaan”, ucapnya yang kemudian menatap langit-langit

“Kenapa kau terus melihat langit dan tidak memberikan daun itu kepadaku huh? Nanti kebahagianan dan keberuntungannya tidak jadi jatuh padaku malah jatuh padamu”

Arro arro, ini simpan baik baik”, yang kemudian menyerahkan daun itu kepadaku

“Oya tadi saat aku jalan-jalan dengan aku bertemu seseorang dari masa lalu Seohyun, kalau tidak salah namanya Im Yoona”

Mow? Im Yoona?”

Ne! memang kenapa?”

“Dia adalah mantan kekasih Seohyun, dia juga tetanggaku saat aku masih hidup, dulu dia pernah menyatakan cinta kepadaku, namun ku tolak karena dia sudah ku anggap dongsaeng, dan saat itu aku sudah jatuh cinta dengan Yuri”

Tiffany POV

Pikiranku melayang kedalam kenangan masa laluku yang bahagia namun menyedihkan, membahagiakan karena aku bisa bertemu dengan banyak orang yang mencintaiku, namun menyedihkan karena semua cerita cinta yang terukir di dalam kepala hanya berujung dengan sebuah tangisan yang sampai saat ini masih menyiksaku, bahkan mungkin juga mereka –Yoona dan Yuri-, yang sudah memiliki kehidupan baru yang mungkin saja lebih bahagia tanpa keberadaan diriku di sekitar mereka, aku merasa diriku ini hanya seperti parasit di kehidupan mereka.

Flashback

Saat ini aku berada di atap sekolah, Yoona mengirimkan sms padaku, katanya ingin mengucapkan sesuatu yang penting karena menyakut hidupnya, aku yang sebenarnya sudah mempunyai janji dengan Yuri, akhrinya janji itu kubatalkan demi Yoona, kini aku sedang berjalan di tangga, berjalan dengan santai menuju atap sekolah, berjalan sambil menghitungi jumlah anak-anak tangga di sini, kurang kerjaan memang dan sampailah diriku pada atap sekolah, dan aku sudah bisa melihat sosok yang ingin bertemu denganku duduk dengan gelisah, sebenarnya apa yang ingin dia katakan? Aku jadi penasaran dengan itu, kupercepat langkahku namun kupelankan suara langkahku aku ingin memberi sedikit kejutan untuknya namun ternyata…..

“Eonnie aku tau kau disitu tak perlu mengedap-edap”, entah itu kemampuan telinganya yang luar biasa atau telepatinya yang luar bisa yang bisa merasakan keberadaanku walaupun kita berada sedikit jauh

“Ok ok ok, apa yang ingin kau bicarakan denganku sepertinya penting sekali”, jawabku yang kemudian melangkah dengan biasa tanpa mengedap-edap, kini aku sudah berada di sampingny, aku bisa melihat bagimana cemasnya dia sekarang, Dia menghela napas pelan, mengangkat kepala dan menatapku dengan kedua matanya.

“Eonnie maukah kau berpacaran denganku?”, katanya dengan gemetaran ,

“…” hening, aku tak bisa menjawab ini benar-benar sesuatu yang menganggetkanku, selama ini aku menganggap Yoona sebagi keluargaku tak pernah terbersit dalam otakku kalau aku akan menjalin hubungan asmara dengannya

“Yoona ~ah, mian, eonnie tidak bisa menerimamu, bukankah aku sudah mengatakan padamu? Kalau aku sudah mencintai orang lain, eonnie mencintai seseorang yang dewasa bukan anak-anak sepertimu”, tolakku, sebenarnya aku tak tega, matanya itu sudah berkaca-kaca dan aku ingin menghapus air mata itu

“Berapa umurku sampai aku bisa di katakan dewasa, 20 tahun, 25 tahun, 30 tahun? Aku rela menunggumu kapanpun”, sekarang matanya sudah berlinang air mata

“Berapapun umurmu aku tak akan pernah bisa mengatakan kau dewasa karena kau dongsaengku”, jawabku yang kemudian berlari secepat mungkin karena tidak mau menyakitinya, Setiap inci dari sel tubuhnya dia merasakan lemah tak berdaya begitu bola matanya membaca setiap kata baru saja kukatakan, kemudian dirinya menjatuhkan tubuhnya ke atas dinginnya lantai. Membiarkan seluruh tubuhnya ikut merasakan kepedihan dalam dingin yang menjalar bersamaan dengan detak jantungnya yang melemah. Saat itu cairan bening sudah meluncur membasahi pipiku yang pucat, aku pucat karena penyakit, aku pucat karena tak tega menyakiti Yoona.

Setelah kejadian itu seperti menjauh dariku, benar seperti itu Yoona, bencilah aku, jangan beri aku ampun karena telah menolakmu mentah-mentah, aku memang mencintaimu tapi bukan sebagai kekasih tapi sebagai dongsaengku, mianhae, karena aku tidak bisa menerima cintamu yang tulus, terlebih kau juga tidak tau kalau aku ini penyakitan, aku tak mau kau jadi kerepotan karena merawatku, aku tak mau orang yang kukasihi menjadi susah karena aku tak mau itu.

Sebulan setelah kejadian itu Yoona datang padaku membawa seorang wanita berparas ayu kepadaku, yang kemudian ku tau statusnya adalah kekasih Yoona, aku bersyukur saat itu karena dia sudah bisa berpacaran dengan orang yang pantas dengannya, namun terkejutnya aku kalau dia mengatakan bahwa semua gadis yang dia pacari tak berarti baginya, dia tak mencintai semua orang yang berpacaran dengannya dan yang dia cintainya hanyalah diriku ini, aku bingung dengan situasi ini di sisi lain aku tak mau menyakitinya, di sisi lain aku tak mencintainya, kalau kutolak dia berarti aku menyakitinya tapi kalau ku terima aku menyakiti hatiku sendiri.

Sebulan berlalu aku lihat Yoona bersama gadis baru, mungkin saja itu kekasih barunya, selidik punya selidik ternyata gadis itu bernama Seohyun, gadis yang sudah mencintai Yoona sejak pertama kali bertemu saat masa orientasi sekolah, tak kusangka hubungan mereka sudah berjalan hampir 3 bulan, aku lega karena mungkin Yoona mungkin sudah berpindah hati pada kekasih barunya itu karena selama ini semua gadis yang bersamanya hanya mampu bertahan selama 1 minggu dengannya, ini sebuah kemajuan. Dan saat ini penyakitku semakin parah, kau sudah tak mampu berjalan tegak dengan kedua kaki, semua organ tubuhku begitu rapuh dan akhirnya kau memutuskan diriku untuk putus sekolah dan beristrirahat di rumah.

Sampai suatu hari Yuri memberi tahuku bahwa Yoona memutuskan Seohyun, saat itu aku syok bukankah dia mencintai Seohyun? Kenapa dia memutuskannya?  Yuri memberi tauku bahwa Yoona memutuskan Seohyun karena alasan yang klasik yaitu karena masih mencintai diriku, sampai akhirnya dia datang padaku mengedor-gedor rumahku seperti kesetanan, aku membuka pintu rumahku dan tak kuduga dia datang dengan basah kuyup, dan kemudian memelukku.

“Eonnie kenapa kau tak memberi tau aku kalau kau mengidap penyakit kanker?”, isaknya yang masih memelukku dengan erat

“Mainhae Yoongie, aku terlalu menyayaimu sampai aku tak tega memberi tau padamu”, ucapku yang kemudian ikut menangis bersamanya.

“Eonnie aku akan berhenti sekolah dan akan merawatmu”, ucapnya yang kemudian melepas pelukannya dan menatap mataku dengan pasti

“Aniyo Yoongie, kau ingin membahagikan diriku kan? Kembalilah bersama Seohyun”, ucapku kelu

“Andwe, aku tidak akan melakukannya, aku tak mencintainya,  kalau aku terus bersamanya sama saja aku menyakitinya sedikit demi sedikit”

“Kumohon Yoongie ini demi kebaikan dirimu”, isakku

“…”, keheningan yang terjadi anatara kita membuatku semakin serba salah, sekarang aku harus bagimana? Bagaimana kalau dia menolak permintaanku untuk kembali pada Seohyun? Bagimana kalau dia putus sekolah karena aku, bagimana….

“Baiklah kalau kau ingin seperti itu, aku akan melakukannya, kalau kau ingin aku menderita karena harus menerima takdir yang tidak harus ku terima”, ucapnya yang kemudian berlalu entah kemana.

End Flashback

Taeyeon POV

“Lalu setelah itu apa yang terjadi?”, ucapku yang sedari tadi memperhatikannya bercerita tentang masa lalunya bersama Yoona, Seohyun dan Yuri

“Setelah itu aku meninggal”, ucapnya yang mengakhir cerita

“Lalu kenapa Seohyun jadi mayat hidup seperti itu? bukannya Yoona sudah kembali menjalin kasih dengan Seohyun saat kau menyuruhnya?”

“Iya memang, tapi setelah aku meninggal Yoona terlalu terpukul dan akhirnya meninggalkan Seohyun dan pergi ke Amerika tempat aku di makamkan, maka dari itu tadi aku syok saat kau bilang kau bertemu dengan Yoona”

“Oh jadi begitu mungkin saja Yoona kembali untuk Seohyun”

“Aku perlu menyelidikinya tentang Yoona, dan seharusnya Seohyun saat ini bisa melihat dan bisa mendengar suaramu”

Mow?”, pekikku

“Arwahmu terlalu lama di dalam tubuh Seohyun seharusnya tubuhnya merespon, mungkin karena pikirannya kosong”

“Separah itukah Seohyun?, apakah ada sebuah cara yang bisa membuatnya kembali normal? Normal seperti sebelum di campakan Yoona?”

Ne, aku juga tak tau bagaimana caranya, dia sejak Yoona mencampakannya 3 tahun lalu”

“Mow 3 tahun? Bahkan saat itu aku belum berkenalan dengan Jessica”, aku hampir tidak percaya ini. Ini hanya seperti Lelucon. Bagimana bisa orang menjadi hanya diam seperti itu selama 3 tahun karena cinta?

“Pikirannya selalu kosong, dan hatinya di selimuti oleh kesedihan, mungkin itu yang membuatnya menjadi mayat hidup seperti itu”

“Malaikat kau harus membantunya, kau harus membuatnya jadi normal lagi!!”, tegasku yang mulai miris dengan kehidupan Seohyun

“Aku kau ingat? aku bukan Tuhan yang bisa dengan mudah membuat Seohyun kembali normal, itu semua butuh proses”

“Benar Juga”, jawabku tertunduk

Entah apa karena waktu berjalan lebih cepat atau karena aku terlalu senang berbicarang bersamanya jadi aku tak sadar kita sudah berbicang terlalu lama, hanya melihat kerap-kelip di angkasa bersamanya bisa membuatku sedemikian bahagia, beberapa jam berlalu hanya untuk melihat bintang bintang di angkasa itu bersamanya, ini sesuatu yang benar-benar baru di hidupku bahkan dulu aku tak pernah berpikir bintang akan sebegini indahnya.

Cap cip cup author :

Eyaaaa kembali lagi bersama mut mut si limut#plakkk

Gimana ni ff?

Taeny makin unyu kagak?

Atau kalian malah mendedek sama taengsic?#tapi  aku yakin taegang senyum senyum karena ada taengsic mereka itu emang dasarnya bingung kalau disuruh milih taeny ato taengsic tapi kadang lebih milih taengsic dari pada taeny ayo buat yang taegang ngaku dah hahaha

Atau malah meratapi pany yang tidak bisa lepas dengan Yul?

Atau malah semakin bingung dengan hubungan taeny yang tarik ulur?

Atau kasian sama yul karena sica selingkuh?

Atau malah bingung royal couple atau couple selingkuhan endingnya tar?

Jwbannya masih rahasia hahahahaahaha

Oya mungkin untuk beberapa hari ke depan q blm bisa bales kommen kalian karena aku sedikit sibuk karena minggu depan jurusanku dapat bagian untuk mondok selama 4 hari dan saat itu aku gak bisa kemana2, gak bisa pengang alat yang berbau elektronik semua serba di atur, dan akui aku gak suka dengan itu tapi mau gimana lagi, aku gak bisa nolak dah selain itu aku juga setelah mondok langsung uts jadi makin susah aja dah.

Asli aku nyolong2 waktu buat edit ni epep karena saat itu ane jadi panitia buat talkshow raditya dika, rasanya ni kaki kayak mau patah2 aja aku berdiri dari jam 8 siang ampek 8 malem, ane sampek stress lihat beberapa ratus manusia ngerungin ane Cuma buat tanya sertifikat, sehari setelah itu ane tepar XD

Eyaaa akhirnya yoong kabur dari gudang karena kehabisan nasi XD para YA berteriak lah hahaha, disini yoong adegannya Cuma sedikit Cuma akan di keluarkan dalam beberapa chapter saja.

begini lah yoong kalau sedang kabur, ini saya dokumentasi dari cctv

Ternyata banyak sekali yang penasaraan dengan mimpi taeny yah…itu masih dalam proses pengetikan karena ada beberapa part yang aku rubah hahaha tapi tenang saja aku tetap akan berusaha memberikan yang terbaik bagi kalian reader tercintaku

Oya boleh jujur kagak saat lihat byuntae disini rasanya pengen ngakak bwaanya XD dan di ff ni aku buat taeng byunnya g ketulungan jadi tambah pengen ngakak aja

Dan asli salah satu bagian yang paling favoritku saat posting ff adalah kommen kalian reader, kommenan kalian selalu aja aku tunggu bahkan tiap beberapa jam aku buka wp Cuma mau baca kommen kalian lewat hp, aku jadi autis gara2 kommen kalian yang lucu asli kalian salah satu alasanku untuk  tersenyum dan tertawa.

Oh ya aku lagi belajar Sotosop alias photoshop jadi sering ganti2 cover XD, adakah disini yang pintar sotosop? Kalau ada ajarin aku dong#ngarep

Oya sekali lagi buat reader yang selalu memberikan semangat, kritik dan saran yang membangun, doa kepadaku terima kasih semuanya aku cinta kalian ({})

Iklan

63 thoughts on “Love In 49Days [Chapter 8]”

  1. Seobaby udh kyk jessica aja yg suka bngt tdr
    Tp ini seobaby macam putri tidur yg baru akan bangun klo d cium sang pangeran muda yoong

  2. Oh, jd bgini tho ceritanya?… Mnurut tbakan sihhhh mendingan balik semua jd royal shipper.. Tp kalo gak salah ending nya sad ya thoor?
    Trusss gmn? … #siap2 bw tissyu ahh#..

Komentar tidak dipungut biaya ✿ Tae♡Ny ✿

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s