Fantasy, SNSD, SOSHI FF

Love In 49Days [Chapter 9]

‘Follow my heart – Jessica Jung’

“Kamu berkata ikuti hatimu

Tapi hatimu memiliki banyak  kepingan

Kepingan mana yang harus ku pilih?”


Author: Mutiara Triastuti
Title :Love In 49days
Genre : Yuri (Girl X Girl), Drama, Romance
Cast : Taeny, Yulsic, YoonHyun.
Chapter : Undecided.

-LockTI SASmith-

4 Hari


Tiffany POV

‘Huh apa yang dia pikirkan?, aku tidak bisa bertemu dengan Yuri dan Jessica’, gumamku, mengingat perkataan manusia menyebalkan yang berucap bahwa Jessica ingin bertemu dengan diriku sebagi orang yang penting dihidupnya, bagimana dia bisa mengiyakan  Jessica  bilang dia ingin bertemu denganku dan parahnya lagi nanti Jessica akan mengajak Yuri, sedangkan dia tau sendiri bahwa aku tidak bisa bertatapan langsung dengan Yuri, aku terlalu gugup,tapi bagimana lagi manusia itu sudah merengek seperti anak meminta ASI pada ibunya, aku terpaksa melakukannya karena manusia yang menyebalkan itu, dengan terpaksa aku harus merubah wajahku di depan Yuri lagi.

“Kau sudah siap?” ucapnya yang sudah berdandan cantik namun tetap casual

“Siap untuk apa?” jawabku ketus

“Siap untuk kerumah Jessica”, ucapnya datar

“Aku tak akan siap dan tak akan pernah siap!”,usahaku lagi untuk membatalkan rencananya

“Kalau begitu kamu HARUS siap! Karena aku sudah janji dengan Jessica”

“Yang janji kamu bukan aku!”, hardikku yang melihatnya dengan tatapan marah

“Hey  bantulah aku sekali ini saja, berpura-puralah menjadi sahabatku”, ucapnya memohon

shiro!!”yang kemudian berpaling ke lain arah berusaha menghindari tatapan matanya yang kadang menyejukan tapi juga menyakitkan

“Ayolah”, dan kali ini ucapan memohonnya lebih parah dari yang pertama, wajah memelas itu dengan puppy eye itu sial mana mungkin aku bisa menolaknya

Please….”sial kalau begini usahaku sama saja gagal lagi, shit shit shit!

Ne”, gumamku menjawab malas-malas

“Hore berhasil berhasil hore”, masa kecilnya kurang bahagia karena dia bertindak seperti bocah 5 lima tahun saja.

“Memangnya kita di rumah Jessica untuk apa? Apa ada pesta?”, tanyaku penasaran karena melihat dandanan cantik

“Tidak ada apa-apa aku hanya ingin terlihat cantik saja”

“Kau tidak pantas berdandan seperti itu”, ucapku ketus

“Lalu bagimana?”

“Aku akan menggubahmu jadi orang yang cantik”, kemudian pikiran usil mulai mencuak di kepalaku, sepertinya lucu kalau aku mengisilinya sekali ini, Tuhan juga tidak akan marah bukan? Tentu tidak haha karena aku kan malaikat.

“Kau duduk di meja rias”, ucapku memerintah, untuk pertama kalinya dia manusia menyebalkan itu menuruti apa yang aku katakan dalam sekali ucap, setelah dia duduk dengan manis di depan tata rias, aku memberi dia intruksi untuk memejamkan mata selama beberapa saat, setelah itu Kugoleskan make up tebal berwarna gelap pada matanya, lipstick pucat pada bibirnya, dan bedak terang yang cukup kentara untuk kulitnya. Rambutnya digerai disisir lepas begitu saja. Gaun yang ia pilihpun adalah busana hitam kelam. Semoga kau suka Jessica suka dengan hantu siang bolong ini, kemudian aku tersenyum senang.

Chaaa sudah selesai ” dia membuka matanya perlahan

“YAAAAA!!!!”, lihat bagimana reaksinya sekarang, dia marah-marah seperti orang kesurupan, cocok sekali dengan make up nya sekarang hahaha, ini hiburan tersendiri untuku.

“Kau cocok sekali seperti ini arwah gentayangan”, ejekku yang membuatku semakin marah

“Kembalikan seperti semula atau….”, ucapnya terputus karena bingung mau mengancamku dengan apa, memangnya aku takut tidak akan.

“Akan apa?”, ucapku menantang

“Akan….aish pokoknya sekarang rubah aku jadi seperti semula kemabali, kalau tidak aku akan marah sama kamu”

“Cius? Miapa? Enelen?”, ejekku semakin parah saja, sekali sekali seperti tidak masalah, sangat tidak masalah.#Asli sebenarnya aku gak suka sama bahasa bregedek tapi untuk membuat suasana jadi lucu aku masukin juga gak masalah biar tambah lucu

“YAAAAAA!!!!!!”, teriaknya yang kemudian berlari menuju kepadaku dengan kekuatan penuh, aku yang kaget dengan reaksinya akhirnya tertangkap dengan cepat namun saat dia menangkapku apa yang terjadi? Kita jatuh ke sofa bersama.

DEG DEG DEG DEG

Untuk beberapa saat aku lupa dengan semua yang terjadi pada diri kita, otakku masih loding tentang apa yang yang akan terjadi dengan kita nanti, tatapan kita bertemu sangat lama namun lambat laun bibirnya mendekat padaku siap menyapu setiap sudut dari bibir yang kumiliki, namun….

Dreettt Dreeet Dreeet

Getaran smartphone membuat otakku berjalan pada tempat semula, kembali kedunia yang seharusnya, melupakan segalanya yang akan terjadi tadi, namun sedikit terbersit juga ingatan saat pertama kita berciuman.

Yobseo?”, ucapku menjawab telfon dari senior, namun sebenarnya posisi kami sedari tidak lah berubah, dia masih saja dia masih berada di atasku, ini yang membuat jantungku berdetak karuan dan akhibatnya aku hanya menjawab “Ne dan Ne” untuk segala perkataan yang di ucapkan senior walaupun itu bukan pernyataan untuk menjawab “Ani atau Ne”,  seperti bocah yang tidak memiliki kosa kata yang banyak seperti bocah yang hanya bisa sedikit bahasa itulah aku sekarang, bodoh atau bodoh? sepenuhnya aku tak konsentarasi dengan apa yang di katakana senior semua terlewat begitu saja.

“Kembalikan make upku seperti semula”, ucapnya yang kemudian berdiri membenarkan posisi setelah senior memutus telfonnya

Ne”, dan lagi aku hanya bisa mengucapkan kata ‘Ne

Taeyeon POV

Kukira dia benar-benar akan mendandaniku menjadi cantik tapi ternyata dia malah mengerjaiku dengan membuat dandananku seperti bunshinsaba -sejenis setan di Korea-, memangnya aku setan di siang bolong? Sepertinya dia sengaja melakukan ini, sial kenapa juga aku tadi percaya dengannya? Walau punya tampang lugu seperti itu ternyata dia bisa menjadi usil, sepertinya aku harus menulis kebiasaan buruknya di noteku bahwa ‘dia malaikat suka berbohong’ supaya aku tidak di bully lagi olehnya.

Dan tadi hampir saja kita berciuman (Lagi), entah perasaan apa itu tadi tapi rasanya saat berhadapan face to face dengan wajahnya rasanya semua hanya akan membawaku pada kebyunanku yang mungkin sudah tidak tertolong lagi, semuanya begitu aneh untukku, baru kali ini kebyunanku meningkat 180 derajat sedangkan saat dengan Jessica dulu semua berjalan biasa tanpa ada hasrat seperti ini, aneh dan aneh. Terkadang telfon dari seniornya sangat membantu tapi terkadang telfon itu sangat tidak membantu.

Saat ini kita sudah berada di rumah Jessica, sepertinya dia –malaikat- itu nerves karena akan bertemu dengan Yuri, segugup itu kah sampai dari tadi terus menarik dan menghebuskankan nafasnya?  Ku kaitkan jari kelingking kanannya dengan jari kelingking kiriku, dia melihatku dengan tatapan bingung.

“Ini supaya kau tidak gugup”, ucapku meyakinkan dirinya

Gomawo”, ucapnya sembil Senyum mulai mengembang disalah satu sudut bibir malaikat itu dan tak luput eye smile, eye smile itu, Damn. Kenapa juga sekarang aku yang gugup hanya karena eye smile miliknya? Bagaimana ada malaikat yang terlihat begitu sempurna seperti ini? apakah semua malaikat sesempurna dirinya? Dengan tatapan mata yang tajam dan menusuk jantung, garis hidung yang sempurna, garis rahang yang terlihat jelas, bibir dan bahkan wangi tubuhnya bisa ku rasakan saat ini.

Kreek…..

Akhirnya penantian kami selama beberap menit di depan rumah Jessica berakhir juga, Jessica membuka pintu rumahnya dan mempersilahkan kami untuk duduk, dia sendiri mengambilkan minuman untuk kami. Yuri belum datang, kemana dia perginya, dan lihat bagimana malaikat itu, sekarang dia mengeluarkan keringat dingin, aish kenapa dia sama sekali tidak bisa mengontrol rasa gugupnya? Ku bibirku mendekat pada telinga kanannya memberi sedikit kekuatan dengan beberapa patah kata “Kau terlihat sangat gugup, jangan seperti itu nanti mereka bisa curiga denganmu, penyamaranmu sudah sagat bagus mereka tidak akan mungkin mengenalimu, jadi tenang saja”. Aku bisa merasakan aroma stroberry di tubuhnya saat berbisik ketelinganya, membuatku semakin jantungku menggila.

Tiffany POV

Krekk …..

Aku mendengar suara pintu terbuka, sial dia datang sekarang aku harus bagimana? Dia belum datang aku sudah panas dingin, aku belum siap. Kini ia sudah berjalan mendekat kerumah Jessica, melangkah dengan pasti tanpa ada sedikitpun keraguan disana.

“Jessica Jung, Kwon Yuri Datang”, apa ini kebiasaanannya? Selalu saja saat dia datang pasti mengucapkan kata-kata seperti itu-read chapter 6-, sekarang dia sudah tepat di belakang kami, dia hanya membisu melihat kami, apa Jessica tidak mengatakannya pada Yuri kalau akan datang tamu? mungkin sekarang dia bertanya-tanya siapakah gerangan yang datang kerumah kekasihnya? Dengan langkah ragu dia mendekat pada kami, dan menerka-nerka sosok kami mungkin saja dia sudah mengenali kami dan lupa.

“Nuguseo?”, tanyanya sambil terus mendekat pada sofa tempat kami duduk

“Annyeong haseo Seo Juhyun imidha”, kata manusia itu sangai, andai saja aku bisa seperti dia yang terlihat santai, andai aku bisa menutup rasa gugupku dengan topeng, aku akan melakukannya, tapi aku tak bisa, dan tak akan pernah  bisa karena aku bukanlah orang yang pandai bermain sandirwara dengan topeng. ‘I need Poker face right now’ teriakku dalam hati.

Kini tanganku sudah basah penuh dengan keringat dingin, berusaha mengepal tanganku dengan kuat, tanganku yang gemetar menandakan bahwa aku memang benar-benar tegang saat ini, aku mendapat sentuhan kecil dari manusia itu karena aku tidak kunjung mengucapkan sebuah kata apapun.

“Ti…” ucapkan berhenti saat manusia itu kemudian menatapku melototi diriku, memang apa? Aku sudah bukannya aku sudah benar, tunggu aku benar??? Hampir saja aku tadi menyebutkan identitasku yang sebenarnya.

“Namanya Kim Angel, kami adalah tamu dari Jessica Unnie”, ucap manusia itu menyela perkataanku, yang mengeluarkan senyuman lebar, hingga aku dapat jelas melihat deretan gigi putihnya.  sejak kapan dia memberiku nama Kim Angel?  harus ku akui Hebat sekali manusia menyebalkan ini dia bisa berakting sebiasa itu di depan orang yang telah merebut mantannya, dan diriku yang kini berada di titik terlemah gelombang hidup hanya bisa terpaku karena bibirku terasa kelu. Mungkin manusia ini harus mencoba teater, atas aktingnya yang luar bisa. Dia itu menepuk punggungku untuk menenangkanku, sedikit membuat rasa gugupku sedikit enyah, terima kasih.

inilah sosk Kim angel seperti Fany tapi seperti bukan Fany

“Oh salam kenal, namaku Kwon Yuri”, tuturnya yang kemudian memberi sedikit penghormatan dengan cara membungkuk kepada kami

“Salam kenal juga”, menyabut ucapannya yang kemudian balas membukuk, aku hanya diam saja tidak bergeming dari posisiku, manusia itu menoleh dan melihatku sambil komat-kamit padaku ‘cepat lah membukuk pada Yuri’ tapi karena aku tidak bereaksi akhirnya dia mendorong punggungku dengan keras supaya aku juga membungkuk pada Yuri, aku malah lebih mirip dengan boneka.

Seobang kau sudah datang”, ujar Jessica yang melihat Yuri sudah datang, kemudian mendekat padanya dan memberi ciuman pada kening Yuri, kenapa harus berciuaman di sepagi ini? Apa ini yang di namakan morning kiss? Dan nanti kalau sudah siang dia akan memberi middy kiss? Dan nanti kalau sore dia akan memberi afternoon kiss dan seturusnya sampai pagi menjembut lagi? Entah tapi ini rasanya berbeda dengan biasanya, biasanya saat aku melihat mereka bermesraan maka hatiku mulai terasa panas dan saat ini aku tidak merasakannya aku merasa ini hanya seperti perasaan iri saja, apakah mungkin aku sudah tidak cinta dengan Yuri lagi? Tapi kenapa aku masih segugup ini? Sebenarnya aku gugup karena apa? Karena bertemu orang yang kucintai atau karena aku takut masa laluku terbongkar?

“Em ne, oya mereka siapamu?” bertanya pada Jessica yang kemudian dia menunjuk kami berdua yang tengah duduk

“Mereka teman baruku”, semi benar semi salah, memang kita baru kenal tapi manusia ini bukan hanya teman Jessica tapi dia adalah selingkuhan Jessica.

Author POV

Jessica  meletakan minuman bersoda di meja, memberi kecupan kecil di kening Yuri, memperkenalkan secara singkat tentang Tiffany dan SeoTae yang merupakan orang baru di kehidupannya, sedikit berdusta tentang kepada Yuri tentang hubungannya dengan SeoTae, awalnya pembicaraan mereka hanya berbau hal-hal yang strandar namun lama-kelamaan pembicaraan mereka mejadi lebih dalam, menyakut tentang cinta dan hal yang sensitife lain yang membuat Tiffany semakin gugup takut kalau Yuri mulai curiga dengannya, dia takut kalau masa lalu terbongkar.

Huk~~

Tiba-tiba Tiffany cegukan karena terlalu gugup, sebenarnya ini penyakit sudah singah dif any sejak sebelum menjadi malaikat, saat gugup maka dia akan cegukan.

“Gwenacayo?”  kata Yuri yang kemudian memberi air untuk di minum, SeoTae yang tidak suka dengan perhantian Yuri akhirnya merebut minuman itu dan meninumkan kepada Tiffany dengan perlahan sambil mengelus-elus punggungnya, namun tidak kunjung sembuh malah cegukan Tiffany semakin parah, mereka semakin bingung apa yang harus di lakukan supaya cegukan Tiffany cepat berhenti.

“Coba kau tahan nafas selama mungkin sampai wajahmu berwarna merah”, ucap SeoTae kepada Tiffany, setelah itu Tiffany melakukan apa yang diintruksikan oleh SeoTae menahan nafas selama 1 menit tapi tetap saja hasilnya, Nothing!, Tiffany tetap saja cegukan.

Tiba-tiba sebuah ide muncul di kepala SeoTae, kata orang cara terampuh nyembuhin cegukan adalah dengan membuat orang itu kaget, tanpa babibu dan tidak memperdulikan Jessica dan Yuri yang berada di depannya SeoTae mendekatkan bibirnya kepada Tiffany, dia mencoba untuk menciumnya, Tiffany yang syok dengan tindakan SeoTae reflek memejamkan kedua matanya karena posisi mereka sudah sangat dekat hingga keduanya bisa merasakan hembusaan nafas keduanya di wajah mereka, Jessica yang melihat pemandangan itu merasakan kedua matanya menjadi panas, bukan hanya kedua matanya tapi juga satu hatinya, kalau saja tidak ada Yuri sudah dapat dipastikan Jessica sudah akan menyela di antara keduanya, sedangkan Yuri sendiri hanya tercengang melihat pemandangan itu, benar – benar sesuatu yang di luar dugaannya, belum sempat melumat bibir Tiffany, SeoTae sudah menjauhkan bibirnya dari Tiffany, sebenarnya dalam hati dia sangat ingin mencium bibir Tiffany tapi karena dia sadar di depannya ada dua insan yang mungkin saja tidak suka dengan pemandangan ini.

“Bagimana cegukannya sudah berhentikan?”, ucap SeoTae yang membenarkan posisi duduknya, sedangkan Tiffany yang tidak tau kalau SeoTae tidak jadi menciumnya tetap saja menutup matanya dengan rapat, sudah bersiap menerima ciuman dari SeoTae

“Heh? Benar, dari mana kamu belajar hal ini”, jawabnya Dua manik matanya membulat.

“Aku pernah melihatnya di drama No Limit, saat itu sang gadis cegukan sepertimu itu”, timpal SeoTae

“Cih bilang saja kau ingin menciumku”

“Gak”

“Gak SALAH!”

Sedangkan Yuri dan Jessica yang sebagai viewer hanya bisa melonggo melihat pertengaran mereka, padahal  beberapa detik yang lalu suasana di ruangan ini sangat romantis, mereka seperti melihat adegan romatis yang di buat slow mation, semuanya menjadi lambat hingga SeoTae yang hampir saja mencium bibir Tiffany, namun sepersekian detik kemudian mereka sudah bertengkar layaknya anjing yang kucing yang tidak pernah akur sama sekali.

“Pertengkaran yang romantis”, kata Yuri yang melihat adegan keduanya yang sedang beradu argumentasi. Pertengakaran yang romantis inilah yang sering terjadi di drama-drama di televisi kelihatannya saja saling mengejek tapi dalam hati mereka saling menyayangi satu sama lain.

Hampir setengah jam mereka bertengkar seperti itu, sampai akhirnya Jessica menyela pertengkaran mereka.

“Apa kalian tidak lelah bertengakar seperti ini?”, ucap Jessica

“TIDAK!”, jawab SeoTae dan Tiffany berbarengan yang kemudian menunjukan raut kemarahan mereka

“KALIAN BERDUA BERHENTILAH BERTENGKAR, APA KALIAN LUPA INI RUMAH SIAPA?”, Teriak Jessica yang sudah jengkel dengan keduanya, saat itu juga semuanya mulai menjadi hening, tak ada suara argumentasi antara dua bocah yang mempertengkarkan hal-hal yang sama sekali tidak penting, dalam hati keduanya berkata ‘Kenapa Jessica jadi semenyeramkan ini kalau marah?’

Yuri POV

“Apa kalian tidak lapar?”, tanyaku pada mereka

“lapar!!”, jawab mereka berbarengan seperti paduan suara dengan wajah yang kelihatan sangat kelaparan, jujur saja bukan mereka saja yang lapar aku juga

Princess kau punya bahan-bahan untuk masakan?”

“Punya tuh banyak di dapur, apakah seobangku ini akan memasak?”

Ne, adakah dari kalian ada yang mau membantu diriku”

“Siap!!”, teriak mereka bahkan saking antusiasnya Seohyun sampai hormat pada diriku.

“Aku juga bisa memasak”, timpal Angel, jujur saja waktu pertama kali aku melihat Angel rasanya ada yang aneh dengan dirinya, dia seperti takut terhadapku, memangnya wajahku menakutkan?  sedangkan Seohyun dia sepertinya over protectif dengan Angel, saat aku memberi Angel minum saja dia sepertinya marah, seperti hanya dia saja yang boleh perhatian dengan Angel, dan Jessica dia juga sedikit aneh hari ini, dari tadi aku lihat dia selalu mencuri pandangan pada Seohyun, sepertinya yang tidak aneh hanya aku saja.

“Memangnya kau bisa apa?”, tanya Seohyun dengan antusis

“Masak air”, hahaha seperti Jessica tidak bisa memasak

Kita sudah memulai memasak, Jessica dan Angel bagian memotong sayuran, aku dan Seohyun memasak masakan, ternyata kemampuan masak Seohyun bagus juga, Sementara aku dan Jessica bercanda. Tanpa kami sadari, kita menubruk Angel yang sedang memotong wortel.

Akibat dorongan dari belakang Angel tadi, tubuh Angel jadi terdorong, Hingga……

Tangannya terkena pisau, dan sekarang darah segar bercucuran dari jari terlunjuknya, raut kesakitan darinya membuat diriku dan Jessica semakin panik, Seohyun yang melihat hal itu langsung berlari mendekati Angel kemudian memasukan tangan Angel yang berdarah kedalam mulutnya, dia menghisap seluruh darah segar yang keluar dari jari telunjuk Angel supaya tidak infeksi.

Ghwencana?”, tanyanya yang masih menghisap darah yang terus mengucur di jari telunjuk Angel

Appo”, jawabnya yang kesakitan, sepertinya dia hampir menangis karena kesakitan

“Kalian berdua kalau masak yang benar, untung saja jemarinya hanya berdarah kalau tangan putus bagimana?”, tuturnya dengan kilatan kemarahan, mengerikan. Kenapa dia bisa semarah itu?

Mianhae”, jawab kami berbarengan, seletalah itu dia dan Angel pergi menuju kamar mandi, tunggu bagiamana dia bisa tau dimana letak rumah Jessica, apa dia pernah kesini? Tapi tadi Jessica, berkata kalau hari ini kali pertamanya mereka kesini.

Tiffany POV

Bagaimana dia tidak tau kalau darah yang bercucuran di jari telunjukku ini hanya buatan alias palsu? Seharusnya dia sadar, aku malaikat mana mungkin mempunyai punya darah, bukannya sebelumnya kami juga pernah berdebat tentang darah? Dan lihat mukanya dia benar-benar khawatir pada keadaanku saat ini, dia membawa ke kamar mandi sambil menghisap darah di jemariku. Jujur saja kalau seperti ini hatiku jadi tak tentu, ada secercah perasaan bahagia di hati.

Kita sudah sampai di kamar mandi, tapi dia masih menghisap dasar di jemariku, apakah darahku manis sekali sampai dari tadi betah sekali menghisapnya.

Ottae? Udah sudah baikan?”, sepertinya dia benar-benar lupa kalau aku ini malaikat

“Bagaimana apanya? Aku baik baik saja dari tadi”

“Tapi tanganmu kan berdarah?”, jawabnya yang berhenti menghiap darahnya

“Kau lupa aku ini malaikat mana mungkin berdarah”

“Ahh iya lupa”, simpalnya sambil mengaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal

“Sudah ku bilangkan kau ini kan sodaranya Dori, jadi gak heran kalau kau punya penyakit demnesia seperti dia”

“Apaan tuh demnesia?”, dengan wajah kebingungan

“Penyakit pikun di usai muda”

“Enak aja bilang-bilang aku kena penyakit kayak gitu, aku sehat!”

“Buktinya kau pernah lupa dimana tempat kamu menaruh smartphonemu , dan ternyata kau menaruh smartphonemu di kulkas”, ejekku

“Lupa penyakit soal penyakit, eh sebentar ada sesuatu dimatamu, coba kau menutup matamu dulu”, memangnya ada apa dengan wajahku? Lalu aku menutup mataku, beberapa detik kemudian saat aku tepejam, aku merasakan ada tangan hangat memeluk tubuhku, hangat sekali tubuh ini, ku balas pelukannya, sebenarnya ada apa dengan diriku saat ini? Aku sekarang ini merasa sangat nyaman berada di dekatnya, bahkan saat tadi dia hampir menciumku  jantungku serasa copot karena berdetak terlalu kencang, apakah aku mencintainya? Tapi sejak kapan? Kenapa bisa? Bagaimana bisa? Aku jatuh cinta pada manusia macam dia? Lalu bagimana dengan Yuri apakah aku sudah tidak mencintainya lagi? Tunggu sebentar saat aku melihat Yuri dengan Jessica aku tidak merasa cemburu rasanya aku malah senang, ahh bagimana ini? Sulit di percaya bahwa aku mencintai manusia berdarah dingin seperti dia.

Taeyeon POV

Entah ini perasaan apa, tapi saat aku tau dia tidak terluka aku merasa selamat, saat aku melihat merintih kesakitan rasanya hatiku benar-benar sakit, walaupun itu hanya rekayasanya supaya kedoknya tidak terbuka. Ku peluk tubuh yang hangat rasanya bahagia sekali ternyata dia baik – baik saja, bodoh juga kau Kim Taeyeon, malaikat ini pasti selalu akan baik – baik saja, dia kan malaikat tak akan mungkin terluka walaupun terkena petir sekalipun. Ku peluk tubuhnya lebih erat, dan ternyata dia juga membalas pelukanku sepertinya dia nyaman dengan pelukanku.

Tiffany POV

(P.s ‘Cheoeum-eulo –Dulu-, Jigaeumen, Apeurodo, Yeonghwoni Taeyeon~Ah’ adalah semacam mantra yang digunakan untuk kembali kemasa lalu untuk memperbaiki masa sekarang, masa depan dan selamanya)

Tok tok tok

Ketukan di pintu membuat kami sadar dan akhirnya melepaskan pelukan yang sudah kami lakukan beberapa menit, aku sebenarnya engan melepaskan pelukan ini, rasanya ingin waktu berhenti saat ini juga, saat aku sudah merasakan ketenagan dan kebahagia dengan orang yang ku cinta namun mau di kata apa aku ini bukan Tuhan yang bisa mengendalikan apapun, aku hanya manusia yang akhirnya menjadi malaikat pendamping karena saat aku masih hidup tidak sempat menggungkapkan perasaanku pada orang yang kucintai, aku pengecut.

“Kalian apakah baik baik”, suara Jessica terdengar dari balik pintu

Ne”, jawaban singkat keluar dari mulut manusia itu, kemudian dia keluar tanpa menghiraukan diriku, aku masih di kamar mandi, aku berjalan menuju cermin kamar mandi, hanya terdiam memandang pantulan diriku dalam cermin. Dan meraba dadaku perlahan, Dan dapat ku rasakan detak jantungku yang berdegup dengan sangat kencang.

“Bagaimana bisa dia bersikap itu padaku?? Dan kenapa aku bisa jatuh cinta padanya?”Gumamku.

Dan wajah manusia pun langsung terlintas kembali di benakku, Membuat kedua pipiku langsung memerah serta detak jantungnya yang semakin berdetak dengan cepat pula.

Kubasuh mukaku cepat untuk mengembalikan pikiran supaya kembali jernih, percikan air-air yang mengalir dari keran wastafel membasahi wajahku dengan sempurna , beberapa di antara bahkan menetes dan merembes membasahi bajuku, namun aku tak memperdulikannya.

Setelah aku pikiran ku kembali jernih aku kembali ke dapur, dan dapatku lihat pemandangan yang sangat mencengankan, Jessica berpelukan dengan Yuri namun di balik itu semua Jessica mencium bibir  manusia itu, Yuri tidak tau karena posisinya yang membelakangi manusia itu, kemudian ciuman itu berhenti dan Jessica mengucapkan tiga kata sederhana namun berarti sangat dalam yaitu ‘I Love You’ yang di lanutkan dengan memegang tangan manusia itu, berarti kata ‘I Love You’ yang dia ucapkan untuk manusia itu bukan hanya untuk Yuri, mataku mulai memanas melihat ini. Buliran air mataku mungkin sudah sampai pos penjagaan dan karena sudah tak tahan dengan hal ini tiba-tiba air mataku ku menetes satu persatu dari kelopak mataku. Sakit yang teramat sangat kembali kurasakan di jantungku, keremas jantungku yang seperti tercabik-cabik puluhan pidang tajam.

Di saat  itu pikiranku melayang kejadian beberapa hari yang lalu saat senior  menelfonku pagi hari –Chapter 7- di saat itu aku bertanya tentang arti mimpi yang kualami beberapa hari yang lalu hingga membuatku tidak tenang sampai detik ini juga

Flashback

“Senior aku bermimpi aneh hari ini, aku bermimpi melihat dua orang yang sangat bahagia namun wajahnya tertutup tertutup cahaya yang menyilaukan penglihatanku”, tanyaku lewat smartphone

“Mereka adalah dirimu di masa lalu”, diriku di masa lalu? Aku masih tak mengerti

“Saat kau hidup didunia kau pernah memperoleh pilihan yaitu Kwon Yuri dan dirinya yang berada di dalam mimpimu -Taeyeon-, apa yang kau pilih merubah semua takdir yang seharusnya kau jalani dengannya”, wait…jadi siapa dirinya yang berada di dalam mimpiku? Tapi kapan aku memperoleh pilihan itu? Aku tak pernah sadar, aku tak pernah tau.

“Saat ini dia –Taeyeon- sangatlah dekat denganmu, hanya saja kau tidak sadar, kau bukan tidak sensitif tapi pandangan selalu tertuju pada Kwon Yuri sehingga kau tidak sadar bahwa dia berada dekat denganmu, sangat dekat.” Timpalnya

End flashback

Apakah dia yang di maksud Senior adalah Taeyeon? Kalau memang benar aku adalah manusia paling bodoh di dunia, kenapa aku tidak pernah sadar bahwa dirinya adalah Taeyeon? Kenapa aku tidak sadar lebih cepat? Kalau aku sadar lebih cepat aku tak harus mati konyol seperti ini, aku tak harus mati-matian membantunya untuk memperoleh cinta yang tak tentu sedangkan orang yang seharusnya bersandingnya adalah diriku.

Dan apakah mungkin aku meminta pada malaikat pengatur waktu untuk kembali kepada masa laluku dan meneriakan mantra  ‘Cheoeum-eulo, Jigaeumen, Apeurodo, Yeonghwoni Taeyeon~Ah’, supaya bisa kembali ke masa dulu, ini tidak mungkin karena hanya manusia yang di beri kesempatan untuk kembali kemasa lalu, lalu aku harus bagimana sekarang? Meratapi nasib karena untuk kedua kalinya aku gagal mendapatkan cinta?

Sekarang aku merasa bahwa perkataan senior itu benar bahwa bukannya aku tidak sensitif tapi aku terlalu memperhatikan Yuri sehingga aku tidak memikirkan takdir apa yang seharusnya ku dapatkan, takdir apa yang seharusnya membuatku bahagia.

Kalau saja aku lebih cepat sadar juga kenapa hanya Taeyeon satu-satunya arwah yang di beri kesempatan hidup dengan mencari cinta padanya selama 49hari- sedangkan yang lainnya saja harus mencari 3 tetes air mata, seharusnya aku sadar bahwa Tuhan sedang memberikanku dan dirinya kesempatan yang kedua untuk  bersatu, dan sekarang aku menyianyiakan kesempatan yang diberikan Tuhan dan membiarkan Taeyeon kembali pada orang yang salah.

Pertama Tiffany Hwang kau memang manusia yang paling bodoh sedunia….

Dan kedua Tiffany Hwang kau memang malaikat paling bodoh di seakhirat…..

Cap cip cup author :

Oya kasih tau dulu, ada yang bingung tiba2 bisa gini? Kalau bingung sepertinya kalian tertewat chapter 8, jadi harap baca yang chapter 8 dulu ok ok ok.

Eyaaaa kembali lagi bersama mut mut si limut#plakkk

Aku kembali dari pondok…

Boleh jujur?

Boleh dong

Saat di pondok aku sering banget mikiran kalian para reader kadang senyum sendiri banyangin gimana reaksi kalian dngan ff yang ku posting, mungkin senang atau sebaliknya hahaha

Malam setelah pulang dari pondok aku langsung edit ni ff, walaupun capek karena selama 4 hari Cuma tidur 3 jam aja, tapi karena kalian aku rela ngelaukinya pokoknya readeer aku mau bilang I LOP U sama kalian.

Dan karena banyak yang bilang taeng kurang byun dan banyak yang pengen taeng di buat byun maka karena kalian pula ada beberapa bagian yang aku edit supaya kalian senang lah, gimana suka kan? Awalnya sih gak mikir mau aku ganti dah, tapi ternyata aku dapat celahnya untuk di edit jadi aku rubah deh, aku harap kalian suka deh, kalau kalian senang aku g bakalan nyesel ngerubah beberapa bagian supaya taeng lebih terlihat byun.

Eyaaakk akhirny sebentar lagi mau the end kurang 2 chapter lagi….

Bagimana apa yang kalian rasakan saat ini sakit? Susah sedih senang?

Iklan

53 thoughts on “Love In 49Days [Chapter 9]”

Komentar tidak dipungut biaya ✿ Tae♡Ny ✿

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s