SNSD

Time Machine [Yulsic Version]

Time machine

Author : Mutiara Triastuti

Main Cast :

Jessica Jung [Yeoja]

 

Kwon Yuri [Namja]

Genre : Romance, Fantasy, Tragedy

Length : Oneshoot

Rating : PG-13

Warning : Setiap lagu yang terdapat dalam fanfict ini untuk mengambarkan perasaan antara kedua cast dalam fanfict ini, contoh ~ Yuri ~ FT ISLAND – BECOUSE I DON’T KNOW WHO TO LOVE, berarti lagu itu  mengambarkan bagaimana perasaan Yuri

Time machine Taeny Version

~ Yuri ~

FT ISLAND – BECOUSE I DON’T KNOW WHO TO LOVE

Kamu yang aku cintai, meninggalkanku

Meskipun aku belum mengatakan sebuah kata pembelaan

Kamu yang aku cintai, mengatakan  ingin bahagia

Aku belum mengatakan sebuah kata memohon

Selalu, melihat wajah sedihmu

Aku mengabaikan kamu dengan alasan sibuk

Karena aku makhluk hina yang bodoh

Aku tidak tahu

Karena Aku tidak tahu bagaimana mencintai

Karena aku tidak tahu bagaimana memegangmu dengan hangat

*Jessica*

4MINUTE – HEART TO HEART

Ini aneh, kamu sperti berubah

Kamu mengatakan sesuatu yang tidak pernah kamu katakana sebelumnya

Di depan ku, lihat mataku (Kamu) katakan, sejujurnya

Pandangan yg tidak perduli,

Ekspresi yg menunjukkan rasa bosan,

Tingkah laku dan gaya bicara yg berbeda dengan sebelumnya

Dengan nyaman, bicaralah jangan

Mengalihkan topik (kamu) setelah memecahkannya

Aku Tidak Menginginkan banyak hal, hanya saja seperti dulu

Jessica POV

Hari ini dia seperti biasa, dia hanya berkutat dengan handycam pemberianku sewaktu dia ulang tahun yang lalu, dia memang tidak pernah selingkuh dengan wanita lain, tapi aku merasa selalu di selingkuhi handycam itu, bagimana bisa dia bisa dia tidak menghiraukan kekasihnya dan hanya fokus pada handycam? Dia memang seperti itu, dingin, tapi walaupun dingin tapi aku tidak bisa menolak bahwa aku amat menyayangi dirinya. Besok adalah hari ke 2000 kita berpacaran, apakah dia tidak mengingatnya? Sepertinya begitu karena dia tidak bertanya rencana apa yang akan kami lakukan besok.

“Yuri ah, kenapa kau hanya bermain dengan handycam itu? Kenapa kau tidak bermain denganku”, rengeku dan mendekatkan bibirku pada telinganya

“Diamlah Sica”, jawabnya kasar sambil dorongku

Reaksi yang burukku dapatakan, dia mendorongku sampai mengenai pot bunga matahari pemberian dariku padanya, pot itu hancur berkeping-keping menjadi beberapa bagian dengan tanah yang gelepotan di lantai rumahnya. Sekali lagi aku tersaikiti oleh tindakannya, belum sempat aku membalut luka yang lama dia sudah memberi luka baru yang jauh lebih pedih, mendorongku layaknya orang tak berharga untuknya, aku segera berdiri, berusaha bersikap biasa dengan apa yang telah dia lakukan.

“Aku akan membeli pot bunga yang baru”, kataku dengan memasang wajah dingin

Aku pergi dari rumahnya berlari, menangis, saat ini hujan orang-orang tidak akan menyadari kalau aku menangis karena aku basah terguyur air hujan, kulihat dia berlari mengikutiku, kenapa juga dia mengikutiku? Bukankah dia tidak membutuhkanku yang dia butuhkan hanyalah handycam itu bukan aku, aku hanyalah patung pajangan yang di gunakan setiap dia membutuhkannya, aku berlari di tengah jalan tidak melihat traffic light yang berwarna hijau

Brakkk!!!

Mobil hitam mewah menubruk diriku, kurasaan carian asin yang masuk kemulutku, cairan ini berwarna merah, apa ini darah? Mungkin iya, kulihat dia berlari mendekat padaku, wajahnya kawatirnya, dia memanggil namaku, semakin lama suaranya menghilang dan penglihatanku semakin kabur dan kini berganti kegelapan.

Yuri POV

Kulihat Sica tekapar di tengah jalan, nafasku terasa sesak, seperti kejatuhan batu raksasa yang menyubat saluran pernafasanku, kakiku lemas seperti kehilangan tulang penyanggah saat melihat kejadian menyeramkan itu, ini semua salahku, kalau saja aku tidak mengacuhkannya tadi mungkin sekarang dia masih baik-baik saja, dia masih bisa tersenyum padaku, sedangkan kini aku hanya bisa duduk dan memegang tangan kanan Jessica yang sudah tak bernyawa, aku menangis, menangis untuk kesalahananku, menangis untuk apa yang kulakuan padanya, aku gagal menjadi kekasih yang baik, aku gagal menjaganya, aku gagal.

Di rumah sakit

“JESSICA AH~~~”, terdengar suara yang familiar di telingaku, suara dari keluarga Sica, kini mereka sedang menangisi apa yang terjadi dengan Sica, nangis tersendu atas apa yang terjadi kepada anaknya

“Yuri, kenapa Sica bisa seperti ini hiks hiks?”, aku menunuduk kan kepalaku, bibirku serasa tak dapat berkata

“Tadi Jessica tertabrak mobil”, jawabku tanganku bergetar kencang, tangisan yang sudah tak tertahan akhirnya kini jatuh jua.

“Kenapa bisa terjadi seperti ini?”, tanya sambil menggoyangkan tubuhku

“AKU TIDAK TAU!!!!”, Jawabku kemudian berlari sekencang mungkin, berlari dari kenyataan bahwa Jessica meninggal karena kesalahanku

~ Yuri ~

FT ISLAND – BECOUSE I DON’T KNOW WHO TO LOVE

Bahwa hati yang lembut

Akan runtuh dan jatuh, Aku tidak tahu

Dan tanpa berpikir, aku berpaling darimu

aku tidak tahu

Karena aku tidak tahu bagaimana mencintai

Aku datang untuk meninggalkanmu sendirian

Bahkan mengatakan maaf tampaknya canggung

Jadi aku telah melewatimu lagi, aku berpura-pura tidak tahu

*Jessica*

JYJ – IN HEAVEN

Gambaran terakhir darimu

Perlahan-lahan menyelam kedalam pikiranku

Apa kau melihatku dari suatu tempat?

Jika kau menyesalinya, ini sudah terlambat, kau tak bisa melihatku

Bayangan kenangan indah

Ku menangis seraya memperhatikan atas tempat itu

Ku tak bisa mengatakannya, benar-benar tak bisa

Ketika kau ada disisiku, aku minta

maaf, tapi ku tak bisa

Segalanya datang padaku gemetaran

Ku takut bila ku menunggu sedikit lebih lama

Dan mengembara dalam mimpiku

Aku kan menutup mataku untuk dirimu

Demi Tuhan aku tidak meniginkan meninggalkan aku, demi Tuhan aku mencintainya, hanya saja aku tidak bisa menunjukan cintaku padanya, ini bukan salahku, bukan salahku kalau aku terlahir menjadi manusia yang tidak bisa mengexpressikan cintanya dengan baik, walaupun aku selalu bersikap dingin padanya tapi di lubuk ini hanya ada 1 orang yaitu dirinya saja, dan kenapa juga dia tidak menyadari kalau aku mencintainya lebih dari apapun di dunia lebih dari bunga yang selalu dia beriakan padaku, lebih dari handycam yang dia berikan padaku.

JESSICA JUNG JUNG SEOYEON JESSICA SEOYEON JUNG JESSICA SEOYEON

Nama dan bayangannya sekarang ini terus melintas di otakku, begitu pula dengan kejadian naas tadi, kejadian yang merengutnya nyawanya, aku kini aku berada di jalan dimana dia tadi tertabrak, masih tersisa darah segar disana, darah miliki Sica, semua ini terasaan begitu pedih, lebih pedih dari saat aku teriris pisau.

Aku menghapus air mataku dan melangkah kan kakiku dengan lemas, saat ini aku sudah berada dirumah, aku melihat pecahan pot tadi, kemudian semua kenanganku berputar seperti Video di kepalaku kenangan saat bertemunya di gereja, kenangan saat dia memberiku handycam, dan kenangan pedih saat aku mendorongnya sampai terjatuh.

“Ya kalau kau tidak rusak mana mungkin Sica tertabrak mobil, ini semua salahmu, SALAHMU!!!!”, Teriakmu membabi buta dan ku injak pot itu sampai hancur.

Aku rapuh dengan semua kejadian ini, kejadian yang memisahkan diriku dengan Sica, Apakah masih mungkin aku mengharapkan waktu berputar kembali di saat Sica masih hidup? Apakah itu bisa terjadi? kembali kemasa lalu adalah sesuatu yang tidak akan pernah menjadi nyata. Aku lelah dan tanpa sadar tertidur di sofa dekat pot yang hancur itu.

~ Yuri ~

FT ISLAND – BECOUSE I DON’T KNOW WHO TO LOVE

Bahkan jika kamu bertemu orang lain,

Dia mungkin akan lebih baik dari diriku

Karena itu, Aku akan membiarkan dirimu jauh

Bahkan jika aku bertemu orang lain,

Ini tidak akan pernah menjadi dirimu

Karena, tidak bisa menghapus dirimu

Semua yang tersisa adalah hati yang menyesal

Semua yang tersisa adalah kalimat selamat tinggal

Meskipun hati aku tahu

Meskipun aku tahu sekarang

Meskipun aku tahu bagaimana mencintai

*Jessica*

TIFFANY – BY MYSELF

Kumohon seolah tak tau dan pergilah

Kumohon, bahkan jangan melihatku sekilas

Hari-hari seperti angin berpasir

Jangan memberikan apapun padaku

Sisihkan satu hatiku

Sembunyikan satu airmataku

Ini seperti pertama kali bertemu

Seperti orang asing

Pergilah, hanya seperti itu

16 Januari 2011

Ini hari pemakamkannya , aku tidak bisa menghadiri pemakaman Sica, terlalu pedih untuk ku melepaskan kepergian Sica untuk selamanya dari hidupku, di saat orang-orang menangis di pemakaman Sica kini aku berada di gereja tempat dimana aku pertama kali bertemu dengannya, kenangan itu begitu menusuk hatiku, aku merasa baru kemarin aku berkenalan dengan Sica dan saat ini kami sudah terpisah, berada di dunia yang berbeda, bukan kah cinta itu kejam?

Aku berlari keluar gereja dan  ‘BRUK’, aku menabrak seorang gadis, “Mianhae”, jawabku parau dan dan masih menundukan wajahku

Gwencana”, jawab gadis itu, tunggu aku kenal suara ini, suara ini adalah suaranya

perlahan ku naikan wajahku untuk melihat sosok gadis itu, APA INI MIMPI?, dia, Sica bagimana ini bisa terjadi?  Kalau ini mimpi aku berharap semoga aku tidak terjaga. Aku memeluknya dengan erat, detik berikutnya dia mendorongku, ada apa ini kenapa dia mendorongku? Apakah dia membenciku? Kini dia berjalan kedalam gereja dengan wajah kebingungan, tak hanya dirinya namun dirikupun bingung di buatnya

Aku pergi ke tempat latihan menari Sica, dia sedang focus menari, dia masih seperti yang dulu pesona, tatapan matanya, semua. Tanpa segaja aku melihat sebuah Koran yang berjudul ‘Jessica penari balet kebanggaan Korea meninggal dunia karena kecelakaan’, ada apa ini sebenarnya apa aku kembali kemasa lalu seperti yang kuharapkan? Aku mencubit pipiku ‘Aw’ ini sakit berarti ini bukan mimpi. Bagaimana ini bisa terjadi? Lupakan tentang bagaimana hal seperti ini bisa terjadi yang penting sekarang aku harus memperbaiki semua yang terjadi sebelum Sica meniggal.

Dia keluar dari ruang latihannya, aku terus berjalan di belakangnya, menjaganya dengan cara ini sebelum hari-hari insiden itu terjadi, Sica menyabrang jalan tanpa dia sadari ada mobil dengan kecepatan tinggi hampir menabrak Sica, ku tarik dia kedalam pelukanku, dia selamat, Sica ah Gomawo untuk tetap hidup.

Gwencanayo?”, kataku kemudian melepas perlukanku

“EM”, jawabnya yang masih syok

Tanpa terasa kini kita sudah di depan rumah Sica, sedari tadi kita mengobol di jalan.

“Ini rumahku, terima kasih untuk pertolonganmu, terima kasih untuk menemani di perjalanan”, katanya memberi membungkuk

Ne annyeong!!” seruku

“Oya Namaku Jessica Jung, kamu?” tambahnya sebelum masuk ke rumah

“Namaku Kwon Yuri”

23 Febuari 2012

“Sica ah, kau tau? Sebenarnya aku mencintaimu sejak pertama kali bertemu denganmu” Ujar ku pada Sica yang duduk di sebelah di Bus.

Sedetik, dua detik, tiga detik. Hening, Tidak ada respon darinya. Peralahan aku memlihat wajahnya, kepala Sica yang condong ke jendela Bus, ia tertidur dengan kepala yang menatap-natap dengan jendela karena guncangan bus, wajah itu, aku suka, suka sekali, kalau seperti ini dia seperti manusia tanpa dosa, wajahnya terlihat damai. Kuletakan kepalanya di pahaku.

Malam ini sedang Hujan di Seoul terasa begitu terasa. Terlihat air jatuh dari langit berguguran di sepanjang jalan yang dilewati oleh bus itu dengan angin yang bertiup begitu kencang, dia menggigil kedingan, ku lepas jaketku dan menyelimutinya dengan jaketku, suasana bus yang hening, hanya ada mereka berdua dengan supir – sangat hening hingga aku bisa mendengar  hembusan nafasnya yang teratur.

“Sica ah apakah kamu akan terus bersamaku seperti ini?”, ujarku sambil membelai wajahnya yang sempurna bak lukisan, Rumah Sica sudah lewat sedari tadi, aku tidak tega membangunkannya, karena dari raut wajahnya terlihat begitu lelah, kubiarkan dia beristrahat sini bersamaku di dalam bus ini.

“Kita sudah sampai tujuan terakhir”, kata sang sopir memberi tauku

“Oh ne, tunggu aku akan membangunkan kekasihku terdahulu”, jawabku kemudian sopir itu berlari keluar, dia mengeliat, mungkin dia mendengar suara tadi.

“Apa kita sudah sampai?”, katanya dengan wajah setengah ngantuk

“Kita sudah terlewat jauh dari sampai”, kataku

Mwo? Kita dimana sekarang? Kenapa kau tidak membangunkanku?”, katanya memburu

“Ini di statiun bus terakhir, aku tidak tega membangunkanmu tadi”

“Ayo pulang”

“Bagimana caranya, sudah tidak ada bus yang beroperasi lagi”, kataku menyesal

“Bus ini akan di kunci, apa kalian akan terus di sini?”, kata supir itu kembali

“Oh ne ne”, jawab kita berdua

“Kita harus bagimana sekarang? Lihat itu ada wartel sebaiknya kita berteduh di sana, ottoe?”, katanya

“Ide bagus”

Kita berlari bersama, tubuh kita basah terkena hujan, kita buru masuk kedalam wartel, tempat ini sempit, sempit untuk 2 orang, tapi aku menyukainya, aku bisa merasaakan hembusan nafasnya di wajah di wajahku, ya tuhan kalau bisa hentikan waktu sekarang, aku menatapnya matanya intens, mataku turun ke bibir, jantung berdetak kencang kembali, seperti kerasaukan setan aku melumat bibirnya, dinginnya air hujan bercampur dengan ciuman ini, dia membalas ciumanku dengan lembut.

12 Maret 2012

Ting tong

Aku berjalan sempoyangan karena masih mengatuk, buka pintu rumahku, nyawa ku serasa berkumbul semua saat melihat sosok yang kucintai berdiri tepat dihadapanku, aku masih ingat hari sehari sebelum kecelakan yang meregut nyawanya, aku harus bagimana? Apakah yang harusku lakukan sekarang, aku tak mau kehilangan dia untuk kedua kalinya aku harus berbuat sesuatu, tanpa sadar aku sedari hanya berdiri di depan  pintu, dengan pikiran-pikiranku. Tiba-tiba dia mengeretku untuk duduk di kursi, dia menyuapi aku dengan makanan yang dia bawa, aku seperti tersihir oleh pesonanya, aku hanya diam mengunyah makanan sambil melihat setiap detail wajahnya yang sempurna.

“Yuri ah kenapa kau hanya diam saja? Apa kau tidak senang?”, katanya

Aniyo aku senang sekali sampai tidak bisa bicara”, dengan sigap dia memelukku, aku suka pelukan ini, peluakan hangat darinya, aku selalu ingin memeluknya seperti ini.

3 jam kemudian

Saat ini ia tertidur lelap, ini kesempatanku untuk memberinya kejutan padanya, aku mempersiapkan segalanya dengan baik membuat video untuknya, membuat bahagia di hari-hari terakhir kita.

Dia mengelihat bangun dan menegok kebelakang ada sebuah bunga mata buatan yang mengantung yang khususku buatkan untuknya, karena rasa ingin tau tinggi kemudian dia mengeret seutas tali yang ada di bunga matahari buatan itu, kemudian sebuah tulisan ‘Jessica Saranghaeyo’ dan tak lupa tebarakan kertas-kertas kecil yang bertebaran  yang membuatnya menjadi lebih indah.

Sica memelukaku bahagia, kemudian aku membalas pelukannya dan tersenyum bahagia, sekali lagi aku berdoa supaya waktu berhenti saat ini juga, saat dimana kita berdua bahagia bersama tanpa ada jarak antara kita.

Aku tidak tidak mau membiarkan hari ini berjalan seperti biasa aku akan membuat hari ini adalah hari paling indah yang pernah ada begitupun dengan hari-hari kedepan, aku mengajak ke taman yang penuh dengan bunga, ku lihat bunga-bunga itu, mereka memang indah tapi sayang keindahnya tidak cukup untuk membandingi Sica, dia adalah bunga terindah yang pernah ada.

Sica ah, Yeppota”, panggil ku saat dia sedang memegang seuntai bunga

“Ih Gombal”, kata sambil tersenyum tersipu

Jpreet!!!

aku memotretnya aku berhasil memfoto expressi langka Sica, saat dia terseyum dengan natural lengkap dengan bunga yang menghiasi wajahnya, aku tidak menyiakan kesempatan ini  mengeluarkan handycam pemberianya, merekam setiap tindakannya yang lucu, dia sedang asik bermain dengan bunga-bunga itu, karena ada masalah dengan handycam, aku menghentikan sebentar kegiatanku merekam dia, saat kamera ini sudah benar kembali Sica sudah tidak ada, aku melihatnya kekanan  dan ke kiri tapi tidak ada, kemana dia sebenarnya, tiba-tiba perasaan takut kehilangan muncul di dalam hatiku, tuhan tolong jangan ambil dia sekarang, aku masih belum selesai membahagianya

“Baa Yuri ah”, gertaknya memukul kedua bahuku, spontan aku yang langsung memeluk dirinya

Yuri ah Gwencana? Wae?”, katanya

Aniyo, aku takut kamu hilang”, pelukku semakin erat

Aniyo aku tidak akan meninggalkanmu, Yakso!”, katanya sambil menunjukan jari kelingking

~ Yuri ~

FT ISLAND – BECOUSE I DON’T KNOW WHO TO LOVE

Sebuah cinta hanya memberikan air mata

Aku berharap semua orang akan lupa dan bahagia di semua biaya

Setiap hari, sambil menangis, semua yang aku lakukan adalah berdoA

Dalam kehidupanku selanjutnya, Aku tidak akan memiliki cinta monyet

Ketika aku benar-benar memahami cinta,

Jika aku bertemu, aku akan membawamu ke dalam pelukanku

Sehingga kita hanya akan memiliki mimpi indah

Meskipun sekarang, Aku akan meniggalkanmu jauh

*Jessica*FT ISLAND – SEVERELYMembiarkanmu pergi tanpa expressi sedikitpun, seperti ini bukan sesuatu apapunAku berlatih melakukan itu seperti itu tapi tetap canggung

Aku juga berlatih bagaimana dengan diam – diam

menangis sambil tersenyum tapi

Tapi aku merasa suara bergetar akan datang dan

pergi jauh dengan cepat

Agaknya mencintai lebih susah 100 dan 1000 kali

lebih susah dari pada putus

16 Juni 2012

Jessica POV

Kemana perginya Yuri itu? Ini sudah lewat dari jam 7, aku sudah menunggunya lebih dari 30 menit di restoran ini, apakah mungkin terjadi sesuatu dengan Yuri? Tidak mungkin  biasanya dia akan langsung menghubungiku kalau ada masalah, mungkin saja dia masih sibuk, jangan –jangan dia lupa kalau kita ngedate di restoran ini untuk merayakan 2000 hari kita pacaran?

Beberapa menit kemudian dia datang dengan wajah tak berdosa, dia masih bisa tersenyum, apa dia tidak tau aku ini sudah menunggunya lebih dari setengah jam, aku hampir mengeluarkan kalimat marahku tapi terhenti karena ada alunan indah yang di mainkan oleh pemusik accustic di belakangku, apakah dia sengaja melakukan ini? Aku tersenyum padanya, Dia memang selalu tau cara membuat aku melupakan kesalahannya.

Hari ini hujan kembali menguyur daratan Seoul, kami berjalan di sekitar rumahnya setelah pulang dari restoran, kulihat dia sedari tadi melihat jam tangannya terus, apakah jam tangannya baru maka dari itu dia suka melihatnya terus menerus? Tapi itu tidak mungkin wajahnya sedari tadi menujukan kekawatiran yang selama ini tidak pernah iya tunjukan padaku, dan bagimana dia bisa tau kalau hari ini hujan akan mungguyur daratan Seoul sehingga dia sudah mempersiapkan dua payung untuk kami, dia membukakan satu payung untukku kenakan tapi aku membuangnya begitu saja apa tujuanku? Aku hanya ingin berjalan beriringan dengannya menggunakan satu payung dan ternyata dia mengerti apa yang aku inginkan.

“Yuri ah lihat itu ada bunga indah, aku berlari kesana sebentar kau tak perlu menemani”, kataku berlari di jalan raya tanpa melihat traffic

Andweeee!!!!!”, teriaknya sambil mendorongku sampi terjatuh tersungur di sisi jalan, Sedetik kemudian kulihat wajahnya tersenyum, senyum bahagia yang selalu ku idamkan datang darinya

BRAKKKK!!!!!

Dengan mata kepalaku sendiri aku melihat sosok Yuri yang kucintai tertabrak mobil yang sebenarnya tadi hendak menabrakku, aku merangkak mendekat pada Yuri, darah bercucuran bercampur dengan hujan hari ini. Air mataku keluar tak tertahan melihat Yuri seperti ini.

Yuri ah Irrona!!!! Yuri ah IRONA”, ketiakku sambil menggunang tubuhnya yang sudah dingin tak bernyawa

17 Juni 2012

Hari pemakaman Yuri sudah lewat beberapa hari yang lalu, tapi aku tidak pernah bisa melupakannya, aku selalu Yuri selalu ada di dekatku, entah itu di saat aku tidur maupun makan, terima kasih Yuri ah karena dirimu hanya memberiku kenangan indah, terima kasih karena kau telah mencintaiku. ku buka jaketku ada sebuah tulisan dari Yuri, mungkin ini dia tulis sebelum dia meninggal

“Mencari Penutup mata untuk tidur? Cari di rak buku”

Ini adalah hal yang selalu dia lakukan untuk mengusiliku, menyembunyikan barang kesukaanku di tempat yang jarangku jangkau, Aku berjalan menuju rak buku yang jarangku jamah selama ini, kemudian aku menemukan sebuah kertas darinya lagi

“Cari di bawah kasur”

Ini memang tidak akan menjadi mudah, dia selalu seperti ini mempermainkanku dengan akalnya yang jahil, aku berjalan menuju kamarku dan mengeledah bawah kasurku, ada sebuah tulisan lagi di sana

“Pencarian terakhir, cari di atas atas TV”

Dengan malas aku berjalan menuju ruang tamu dimana TV itu berada, aku melihat di atas TV tidak ada penutup mata untuk tidur melaikan sebuah kaset, aku membaca pesan darinya.

“Sica ah jangan terlalu banyak tidur, kamu nanti gemuk kalau tidur terus, oya ini mungkin bisa menggantikan penutup mata itu, jangan lupa lihat segera ya!!”

Aku yang penasaran membuka kaset itu, dan memasukanya ke DVD player, betapa terkejutnya diriku ternyata itu Video pesan terakhir dari Yuri, segini lah kata-kata yang dia ucapkan dalam video.

“Sica ~ Annyeong, Kau tau aku bukanlah tipe orang yang mudah mengexpressikan perasaannya?  Tapi aku sangat berterima kasih kepadamu, Eits jangan menangis, kamu sudah berjanji padaku untuk tidak menangis, saat kau melihat video ini mungkin aku sudah tidak ada di sisimu. Sesuatu yang indah telah terjadi pada kita, dimana kita saling mencintai walaupun banyak perbedaan antara kita berdua.

Bagiku, cinta itu hanya terjadi satu kali yaitu cintaku pada dirimu, setiap menitnya kita selalu menghabisakan waktu bersama, Sica ~ Mianhae, karena aku telah meninggalkanmu. Hiduplah bahagia di dunia ini walau tanpa kehadiaranku di sampingmu.

Sica ~ ah SA. RA. NG. HAE. YO~~”

Timbunan kenangan

Lapisan permukaan airmata

Bahkan jika kau jauh 

Aku berharap kau bahagia

Mengubur cintaku dalam-dalam di dalam hatiku

Meskipun sakit, meskipun sakit aku takkkan pernah menangis

Tak ada perpisahan dalam cintaku

Hidup ini berakhir

Hidup kita selanjutnya

Pasti saling mencintai

Kita pasti saling mencintai

Tiffany – By Myself

tanpa terasa air mataku jatuh satu persatu, menangisi kepergiannya, Sekarang tak ada lagi yang bisaku lakukan semuanya telah menjadi masa lalu, hanya tangis yang terus terurai atas kepergiannya sangat aku cintai, Yuri ah berbahagialah di alam sana, di dunia kedua nanti aku berjanji kita akan tetap menjadi dua orang yang saling mencintai tapi tanpa perpisahan seperti ini, aku akan hidup di dunia ini, bersama dengan semua kenananganmu.

THE END

Cap cip cup author:

Eyaakk gue datang lagi…….

Tpi bukan dengan ff lama melainkan ff oneshoot, ni ff adalah ff mix antara 2 mv ft island, 1 mv jyj dan 1 film q Cuma iseng aja buatnya karena temanya hampir sama yaitu tentang mesin waktu awalnya sih g kepikiran buat ngemix sih semua serba tiba-tiba hahaha klau pengen liht yang full kalian bisa liht film for eternal love, mv ft island yang because I don’t know to love, severly dan mv jyj in heaven.

Hahaha rasanya unik yah biasanya lagu yang di remix tpi film n mv di remix jadi ff XD

Sbenarnya q buat ini udah lumayan lama sejak seblm q kuliah, saat itu q lagi males bgt ngelajutin love in 49days jadi iseng2 aja lht mv2 q eh ternyata malah buat ni ff, awalnya q bingung aku mau pakek ending yang mana, milih keduanya mati/sica mati/yul mati, awalnya q mau milih keduanya mati bersama, tapi kayaknya kurang greget dan kalian juga tau kalau q ni paling suka yang sad ending jadi q milih yul yang mati XD

Gimana menurut kalian ni ff???

Kurang???

Atau gimana???

Oya buat 49days sabar ye q lagi blm mood editnya hahaha jadi ini buat selingan dulu XD

Iklan

55 thoughts on “Time Machine [Yulsic Version]”

  1. gw kirain yg bkin sasya , critanya ngeneesss -_-
    bnyak typo tuh , lg sedih yul ketabrak eh ngakak gegara typo . kekekek . lain kali kalo bisa sebelum di publis di edit dlu biar oke ^^

Komentar tidak dipungut biaya ✿ Tae♡Ny ✿

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s