SNSD, SOSHI FF

Love In 49Days [Chapter 10]

“Jatuh cinta itu mudah,

Menunggu untuk mendapatkannya itu yang susah.?

Author: Mutiara Triastuti
Title :Love In 49days
Genre : Yuri (Girl X Girl), Drama, Romance
Cast : Taeny, Yulsic, YoonHyun.
Chapter : Undecided.

-LockTI SASmith-

 

Author POV

Flashback

Hari itu semua terjadi begitu cepat, pertemuan singat antara Tiffany dan Taeyeon yang sampai saat ini tidak bisa mereka ingat, ingatan itu menghilang sering berjalannya waktu.

Pagi itu polusi udara di Seoul sangat buruk, asap-asap dari kendaraan bermotor bertebaran di segala arah memaksa Tiffany mengenakan masker yang akhirnya menutupi sebagian besar wajahnya.

“Aw”, pekik Tiffany. Bernafas sedak. Kedua bola matanya berputar, menyapu seluruh jalanan Seoul yang dilewatinya, kepalanya sakit. Buru-buru dirinya mengobarak abrik isi tasnya untuk mencari obatnya, obat yang tak pernah lepas dari dirinya, obat penghilang rasa sakit yang hanya dimiliki orang yang memiliki penyakit kangker ataupun stress berkepajangan, dia tak pernah berpikir seperti bahwa obat yang dia minum adalah obat penghilang rasa sakit dari penyakit kangker yang dia pikir obat  yang selama ini dia minum hanya obat Sakit kepala biasa namun dalam sekejab bisa menghilangkan rasa sakit yang teramat luar biasa di kepalanya.

Obat itu tidak ada dalam tasnya, keningnya berkerut berusaha mengingat dimana terakhir dirinya meletakan obat tersebut.

“Dimana sebenarnya obat itu? Ayo cepatlah ingat dimana obat itu sebelum-”, tanya Tiffany pada dirinya sendiri

DEG!

Sakit itu sakit itu terasa lagi, terasa lebih sakit setiap detiknya. Keningnya kembali mengerut merasakan sakit yang teramat sangat. Digigit bibirnya bagian bawah. Berharap dengan begitu akan dapat mengurangi rasa sakitnya. Matanya terpejam sesaat sambil memijat kepalanya dengan tangan kanannya.

“Kau baik-baik saja?” Tanya salah seorang yang sedari tadi berdiri disampingnya, orang itu tak lain dan tak bukan adalah Taeyeon, dengan segera id mengulurkan tangannya untuk memegangi tubuh Tiffany.

“Nan gwaenchana,” jawab Tiffany tanpa melihat sosok yang telah membantunya, sakit di kepalanya membuatnya tak mampu melihat dengan jelas siapa orang yang telah membantunya

“Sungguh?”. Tanya Taeyeon panik

“Aku baik-baik saja,” Tiffany mengangkat kepalanya walaupun dia tidak bisa melihat siapa orang yang berbicara dengannya, semua yang dia lihat berubah menjadi kegelapan seiring sakit di kepalanya yang semakin parah saja yang tersenyum kearah Taeyeon yang sedang memandangnya panik, tentu saja Taeyeon tidak mengetetaui kalau Tiffany tersenyum padanya karena Tiffany sedang mengenakan masker yang menutupi wajahnya.

Pandangan yang semakin gelap mau tak mau akhirnya membuat Tiffany pingsan dalam pelukan Taeyeon yang berusaha membantu Tiffany yang tadinya hampir terjatuh ke tanah.

“Nona, nona, nona ada apa sebenarnya dengan anda?”, ucap Taeyeon yang semakin panik karena tidak ada orang selain mereka saat ini, sedetik itu juga Taeyeon mengendong Tiffany menuju rumah sakit terdekat.

“Bertahanlah nona”, ucap Taeyeon terus berlari menggendong Tiffany, sekitar setengah jam Taeyeon berlari kesana kemari akhirnya dia menemukan sebuah rumah sakit.

“Apakah anda keluarga dari sodara tadi?”, ucap salah satu suster yang merawat Tiffany.

“Bukan suster, aku hanya orang tak sengaja bertemu dengannya tadi, memangnya dia sakit apa?”, tanya Taeyeon sambil berjalan keluar dari ruang rawat Tiffany

“Kangker”, ucap suster

“Kasihan sekali dia, masih muda sudah penyakitan”, tambah suster itu sedangkan Taeyeon membalik wajahnya berusaha melihat Tiffany yang sedang ditangani oleh dokter

“Kalau sudah sadar tolong berikan ini padanya”, ucap Taeyeon yang kemudian memberikan selembar uang yang didalamnya terdapat nomer telfonnya

“Ne”, jawab Suster singkat

Dengan langkah berat akhirnya Taeyeon meninggalkan rumah sakit tanpa mengetaui siapa sebenarnya sosok yang sebenarnya dia tolong, dia memberi nomer telfonnya hanya supaya dia bisa bertemu dengan Tiffany, namun apa yang dia harapkan ternyata tidak menjadi kenyataan, Tiffany tidak menelfon Taeyeon .

Namun apa yang sebenarnya terjadi dengan uang yang dititipkan Taeyeon untuk Tiffany? Uang itu digunakan Tiffany untuk membayar pengobatannya karena saat itu uang kirimnya sudah menipis dan bodohnya lagi Tiffany lupa menyimpan nomer Taeyeon yang berada didalam uang itu, Tiffany sebenarnya sudah mengatakan kepada suster untuk menyimpan uang karena suatu saat nanti saat dia sudah memiliki uang dia akan mengambil uang itu kembali, namun semua tidak seperti harapan Tiffany, ternyata uang itu sudah di berikan kepada orang lain sebelum Tiffany mengambilnya kembali.

“Babo”, ucap Tiffany yang kemudian memukul kepalanya pelan.

Inilah alasan sebenarnya kenapa Tiffany dan Taeyeon saling mengenali saat mereka bertemu lagi, Tiffany yang tidak pernah tau siapa sebenarnya sosok yang telah menolongnya, begitu pula dengan Taeyeon yang tidak pernah menyadari siapa gerangan gadis di balik masker yang telah dia tolongnya.

Taeyeon POV

3 Hari

Seoul 08.00 AM

Mana, mana, mana kuncinya? bukannya Jessica sudah menyatakan cinta padaku, kenapa kunci itu tidak muncul? Apakah benar prasangkaku kalau malaikat itu hanya membual saja? Ini benar-benar membuatku frustasi bahkan waktuku sekarang hanya tinggal beberapa hari dan aku tidak bisa memukan kunci itu, kalau caranya seperti ini aku bisa mati muda gara-gara bunuh diri,  kenapa malaikat itu tidak berbicara denganku setelah kejadian kemarin? Apakah aku bersalah dengannya sehingga dia tidak mau berbicara denganku? Apakah mungkin karena aku memeluknya kemarin? Tapi tak mungkin hanya karena dipeluk saja dia marah denganku, dia benar-benar malaikat yang susah ditebak jalan pikirnya

“Mana kuncinya kenapa tidak keluar juga”, tanyaku

“Mana ku tau?”

“Kau itu bagimana?”

“Tanya saja pada hatimu, apakah kau mencintainya?”

Mola” jawabku menggeleng frustasi

“Bahkan kau sendiri saja tidak tau apakah kau mencintainya apa tidak, pantas saja kunci itu tidak muncul, kunci itu akan muncul bila kamu mencintai Jessica juga, bukan hanya Jessica yang mencintaimu, itu sama saja bohong, dan perlu kau ingat pasti kau masih mempunyai dendam dengan Jessica kan karena telah mencampakanmu, Perlu kau tau bahkan kalau di beri waktu 1000 hari kalau kau punya dendam dengan Jessica kau tidak akan pernah mendapatkan kunci itu, karena cinta tak akan pernah bisa bersatu dengan dendam, sekarang sudah terlampat semuanya berakhir, kecuali kau menemukan cinta yang lain di hatimu yang murni dan orang itu juga mencintaimu”, aku memang mempunyai dendam dengan Jessica, bahkan saat ini aku tak yakin dengan hatiku sendiri apakah aku ini masih mencintainya apa tidak.

“Jadi apa yang harus ku lakukan sekarang?”

“Menunggu kematian”

‘Menunggu Kematian’, ucapnya? Apa aku harus menyerah saat ini? Apakah aku tak mungkin untuk mendapatkan cinta di 2 hari terakhir ini? Kalau di pikir secara logikapun tidak akan bisa, apakah aku harus menyerah sekarang? menunggu kematian seperti yang dia katakan tanpa usaha di detik-detik kritisku? Apakah aku harus diam saja seperti ini.

Entah mengapa semakin lama rasanya tubuhku semakin lemah dan tak bertenaga, bahkan kemarin saja aku susah sekali untuk keluar dari tubuh Seohyun mungkinkah ini efek karena waktu sudah mau habis, mulai hari ini aku tidak akan masuk ke tubuh Seohyun rasanya semakin tersiksa. Sepertinya lebih baik merenungi bagaimana hidupku nanti di dunia lain, apakah mungkin aku akan masuk surga? Atau malah masuk neraka?

2 Hari

Tiffany POV

Selama dua hari Taeyeon hanya berdiam diri seperti itu tanpa menggunakan tubuh Seohyun, mungkin dia sudah pasrah dengan nasibnya, sepertinya aku akan gagal di tugas perdanaku menjadi malaikat pendamping, lihat saja dia sekarang kerjaannya hanya tidur mungkin juga karena kondisi fisiknya yang semakin lama semakin lemah, semakin hari dia akan akan semakin susah keluar dari tubuh Seohyun.

“Apa kau tidak mau menggunakan tubuh Seohyun?”

Aniyo, aku takut tidak bisa keluar dari tubuh itu, sepertinya memang benar yang kau ucapkan aku tidak akan pernah mendapatkan cinta walaupun aku di beri 1000 hari”, sebenarnya siapa orang yang kau cintai?

1 Hari

Tiffany POV

Pagi datang, menghujani Korea dengan sinarnya, Sinar matahari yang seperti jarum mulai masuk lewat celah-celah, membuatku terjaga dari tidurku yang kemudian bangit dari posisi tidurku dan melihat sesosok gadis bertubuh mungil dengan wajah seperti patung lilin dengan kulit putih seperti susu yang tertidur disebelah Seohyun, begitu indah, bahkan saat tertidur seperti ini aku masih mengaguminya dan aku sakit karena diriku mencintai manusia yang tidak akan mungkinku miliki, semua ini begitu pedih dan…Pilu.

Ini hari terakhir aku menjadi malaikat pendaming untuknya, apakah hari ini hanya terlewat begitu saja seperti kemarin-kemarin yang tak melakukan kegiatan yang penting, seharusnya dia melakukan bersenang-senang dihari terakhir hidupnya, sepertinya aku harus membujuknya setidaknya dia nanti setelah meninggal dia tidak menyesal.

Dia sedang terlelap diranjang bersama dengan dunia kapuknya, kudekati dia dan duduk di kursi sebelah ranjang. Kuperhatikan wajahnya sangat cantik, ketika tidurpun dia sangat cantik, apalagi bila dia sudah bangun. Apakah aku salah bila mencintai manusia sepertimu? Kenapa Tuhan begitu tega pada diriku? Membuatku untuk kedua kalinya mencintai orang yang tidak mungkin mencintaiku? Takdir terus terngiang-ngiang diimajinasiku, menggingatkan saat pertama kali bertemu denganmu, kenapa aku bisa mencintai manusia menyebalkan sepertimu?

Saat matahari itu mulai mengeluarkan panasnya, aku mencium bibirnya, merasakan sebuah kehangatan dibibirnya. Aku menciumnya, dengan lembut. Kuharap kau juga mencintaku, batinku. Tiba-tiba sebuah sinar muncul dari kalung gembok Taeyeon, ku gengaman sinar itu, tanganku bergetar, kini cahaya itu sekarang berubah menjadi kunci dari kalung gembok yang Taeyeon kenakan. Taeyeon kau, kau, kau juga mencintaiku, sedekat ini kenapa kita tidak saling menyadari? Terasa sebersit kebahagian di hati, namun lebih dominan kesedihanku.

Apakah aku harus mengatakan padamu kalau aku ini orang yang kamu cintai? Aku tak bisa melakukannya, rasanya sangat perih saat kita mulai mengerti kalau kita saling mencintai kemudian di pisahkan oleh takdir dan batasan waktu, apa yang harusku kata padamu sekarang? Mengatakan kalau tiba-tiba kunci itu muncul saat dia tidur? Dia tidak akan percaya pada itu.

Hampir setengah jam aku berfikir apa yang harus ku lakukan, Taeyeon mulai mengeliat-ngeliatkan tubuhnya, mulai membuka matanya perlahan dengan pasti, tak ada semangat sama sekali.

“Apakah kau tidak ingin menggunakan hari terakhirmu?”, tanya ku yang masih duduk di kursi dekat ranjang Seohyun.

“Ah kau mengagetkanku” ucapnya yang kemudian mengelus-elus dadanya

Aniyo untuk apa?”, timpalnya lagi

“Setidaknya kau perlu bersenang dihari terakhir, aku akan melakukan apapun untukmu”

Jinjja?”, jawabnya yang kemudian mengeluarkan senyum licik

Ne apapun itu” anggukku padanya, jujur saja aku punya sedikit firasat buruk, mungkin tidak sedikit tapi banyak sangat banyak.

“Maukah kau jadi pacarku selama 10 jam kedepan?”, apakah aku ini salah dengar? Sepertinya tidak telingaku ini lebih tajam dari penyadap suara mana mungkin diriku salah dengar, apa dia yang salah bicara?

“Apakah kau salah bicara?”

Aniyo, jadi mau kah kau menjadi pacarku?”, tanyanya lagi

Ne!”, anggukku setidaknya ini akan membuat hari terakhirnya bahagia, setelah ini dia akan kembali menjadi manusia seutuhnya.

“Siapkan dirimu, kita akan menjadi CC”, jawabnya kegirangan

“Apa itu CC?”

Campus Couple

Taeyeon POV

Entah ada apa dengan malaikat ini tiba-tiba baik sekali dan juga kenapa dengan hatiku? Ketika dia menerimaku sebagai pacarku aku merasakan euforia, benar-benar sesuatu yang baru kurasakan, Hari ini aku datang dengan status mahasiswa baru di kamusku, Jessica mianhae sepertinya sebentar lagi kau akan merasakan bagaimana rasanya dihianti oleh kekasihmu, kau akan merasakan bagimana sakitnya itu. Sejak dua hari yang lalu diriku sudah tidak ke cafénya lagi, mungkin kau sedikit kawatir, jangan kawatir aku akan datang dengan kabar yang akan membuatmu menangis sepanjang malam, mian karena aku menjadi manusia sebegini kejam kepada dirimu, ini bukan salahku sepenuhnyakan? Kau yang terdahulu menyakitiku bukan? Dan ini saatnya aku balas dendam, dan tentunya aku juga tidak lupa dengan kau Kwon Yuri, aku juga akan memberikanmu kejutan, Show Time!

“Jadi Kita kampus menggunakan apa?” tanya malaikat itu, dia itu sebenarnya lugu tapi karena terlalu lugu jadi seperti bodoh

“Naik motor lah masak merangkak?”

“Motor siapa?”

“Kau kan malaikat? Jadi pasti bisa mengeluarkan motor, ayolah kau kan sudah bilang akan melakukan demi aku”

“Tapi..”, kusipitkan sedua mataku dan menunjukan expressi marah

“Tidak ada kata tapi-tapian titik tidak ada koma”, ucapku sambil menaikkan alis sebelah kiriku dan menggerakankan jari telunjukku, dengan pasrah akhirnya dia mengganguk setuju dengan permintaanku, aku tersenyum dengan banyak arti tersenyum bahagia, tersenyum sinis dan senyum senyum yang lain, aku memang begini aku adalah pengguna topeng yang luar biasa, walaupun kemampuan menggunakan topengku tidak sesempurna Lee Sunny – Sahabatku di Saat Kuliah -, kemudian aku menggepalkan tangan kananku dan meninju ke atas sebuah awal untuk balas dendam dan kebahagian dimulai.

Dia sudah menungguku di depan rumah Seohyun dengan motor mewah yang dipersiapkan untukku, aku berjalan mendekat padanya dengan senyum yang maksimal dan tanpa sadar jatungku seperti tertohok sesuatu saat dia membalas senyumanku dan dengan tatapan penuh cinta, terkadang aku merasa dia seperti mencari sesuatu dibalik wajahku, apakah wajahku sebegini jelek ataukah mataku ada kotorannya seperti dulu? Aish ini benar-benar sulit di pahami dengan logika.

Ku kembalikan khayalanku ke dunia semula, entah kekuatan apa yang dimilikinya, aku merasa saat dia tersenyum dalam sekejab bisa membuatku pergi ke dunia lain yang sangat lain dengan duniaku yang saat ini terisi oleh dendam, dunia itu benar-benar in…dah, ada sebuah sesasi yang menyejukan saat aku bersama dengannya.

Melangkah dengan gaya Cool berusaha tetap biasa dibalik detak jantung yang bergetar luar biasa cepatnya, berusaha menghindar tatapan mata dengannya namun dibalik itu sekelumit manik mataku tetap tidak bisa beralih dari sosok itu, kemudian aku duduk di depan sebagi pengemudi motor dengan diikutinya yang duduk dibelakangku dan tidak memegang perut sebagai pegangannya, kemudian ide muncul di kepalaku, aku menghidupkan motornya dan kemudian mengegas dengan kencang#jangan di praktekkan dalam kehidupan nyata hahaha

Ngreng Ngreng!

Apa tujuanku? Sebenarnya hanya ingin dia memegang perutku sebagai pegangannya, merasakan kehangatan tangannya dibalik baju yang saat ini kukenakan, namun apa reaksinya? dia hanya memegang pundaku, ish benar-benar tidak romatis dan tidak enak dipandang bagimana bisa sepasang kekasih naik motor berpegangan dengan pundak? Seperti aku harus memberi Clue lagi padanya supaya dia sadar apa yang sebenarnya aku inginkan dari dirinya.

Ngreng Ngreng Ngreng!

Dan ini lebih parah aku memasukan gigi satu motornya sambil mengerim cakram seperti motor sini akan berlari kencang kalauku lepaskan rimnya, dan…. Dia hanya memegang bajuku, aku megerutu panjang ‘Ish bagimana dia tidak sadar dengan apa yang sebenarnya aku inginkan? Apakah dia tidak sensitif?

“Pegangan yang kencang Sayang”, Sayang??? Ucapan ini tanpa sengaja keluar dari mulutku tanpa terkontrol, ah lupakan toh dia hari ini sudah menjadi pacarku walau aku tidak tau dia itu terpaksa atau tidak melakukannya bagiku terpaksa atau tidak rasanya tetap bahagia.

Sepersekian detik kemudian dia sudah memeluk perutku dengan kencang, aku tersenyum tertanda bahagia, ku pegang kedua tangannya dengan kiriku dan kemudian mengegas motor dengan tangan kananku, tidak ada percakapan berarti dia antara kita kecuali saat aku memintanya untuk tidak merubah sosoknya di depan siapapun, SIAPAPUN.

 

Kita sudah sampai di kampus kini semua pandang tertuju kepada kami begitu banyak tatapan kekaguman  yang kami dapat namun ada juga tatapan kebencian yang mungkin saja datang dari idola di kampus yang tidak terima karena mendapat saingan baru, aku tidak menggubris mereka dan hanya mengandeng tangannya, mengengamnya dengan erat dan melewati kerumunan orang yang memperhatikan kita bak artis yang datang ke sekolah – sekolah seperti Girl Go To School.

(P.S Ingat karena Taeyeon tidak tau nama asli Tiffany dia memberi nama Tiffany dengan Angel.)

Sepasang mata menatap kami dengan tatapan terkejut tidak lain dan tidak bukan adalah Jessica, Sebuah senyuman sinis kuarahkan pada Jessica dan memegang kepala Angel dengan kedua tanganku… aku mencium dahi, mata kemudian ciumannya turun ke bibir Angel, dibalik ciuman panas itu aku bisa melihat dengan tatapan pilu penuh kesakitan, beberapa detik kemudian ciuman kami berhenti dan aku terhening, expressi wajah yang kutunjukan masih tetap sama seperti sebelum aku berpapasan dengannya sedangkan Jessica menarik nafas dengan memburu melihat sebuah pemandangan yang mungkin saja membuat jantungnya seperti tertimpa batu ratusan kilo, matanya yang biasanya tajam kini penuh dengan kerapuhan, perlahan air mata Jessica mengalir menyusuri pipi tirusnya, dengan sangat di paksakan Jessica mengulas senyum pahit dan juga kebiasaannya yang selalu ia lakukan mengenggam ujung t-shirtnya erat-erat, Mencoba mencari kekuatan dari cara seperti itu. Dalam hati aku berkata ‘Bagimana rasanya Sakit bukan? Aku tau sekarang kau merasa tersakiti seperti yang kurasakan dahulu saat dengan mata dan kepalaku aku melihatmu bermesraan dengan Yuri, kau ingat gaya ciuman ini? Ini adalah gaya ciumanku dulu yang selalu kuberikan padamu, masih ingatkah dirimu?, dan perlu kau ingat balas dendam lebih menyakitkan’

“Apa maksud dari semua ini?”, ucapnya sambil mengerjap – ngerjapkan mata, mencoba untuk memperjelas pandangannya yang tak jelas karna air matanya, mungkin saja saat ini dirinya merasa pasokan oksigen disekitarnya menjadi menipis, matanya memanas dan penuh dengan air mata, tangannya gemetar dan kedua kakinya sudah tak mampu berdiri lagi, pucuk pundaknya bergetar naik turun seraya dengan air mata yang membasahi wajahnya.

Mian, Ternyata aku tidak mencintaimu”, jawabku tenang tanpa melepas gengamanku pada Angel

“Dan ternyata aku mencintai Angel”, lanjutku datar

“Tapi….Aku mencintaimu”, ucapnya bergetar

“Memangnya kalau kau mencintaiku bisa merubah kenyataan dan membuatku jatuh cinta padamu, TIDAK. Kau memang cantik tapi diriku tidak pantas untuk gadis seperti kamu, kalau kau tau diriku yang sebenarnya kau pasti iba padaku dan lambat laun kau akan meninggalkanku seperti Kim Taeyeon yang saat ini sedang keadaan koma bertarung dengan maut, apakah kau berniat membuat hidupku seperti dia yang menyedihkan?”, Jessica mendongak lagi menatap mataku dengan tatapan penuh keterejutan, mungkin dia bingung kenapa aku bisa tau tentang identitas mantannya

“Ti…dak…”

“Tidak salah maksudmu”

“Pergilah kembali kepada kekasihmu, karena dia yang terb…”

“Kau yang terbaik, sosokmu selalu mengingatkan diriku pada Taeyeon, siapa sebenarnya dirimu?”

“Aku adalah Seo Juhyun”

“Pergilah, apakah kau tidak mau di lihat kerumunan orang yang sedang beranggapan bahwa kau sedang mencoba menembak murid baru yang sudah memiliki kekasih?”

“Seohyun ah~…”

“PERGI”, teriakku padanya

Tanpa ucapan Jessica membalik tubuhnya lungai, dan pundaknya bergetar hebat karena tangisnya yang kemudian langkahnya menjadi cepat dan semakin cepat yang terlihat hanyalah punggungnya saja yang semakin menjauh dari pandangan mata.

Author POV

(P.s Taeyeon yang tubuh Seohyun adalah Seotae )

Sebenarnya Tiffany tidak ingin melakukan hal seperti ini, dia merasa bahwa dia adalah alat balas dendam SeoTae, dia tau bagimana rasanya tersaikiti oleh cinta, tapi dia terlanjur berjanji dengan SeoTae untuk melakukan apapun yang dilakukan SeoTae namun dia tidak tau kalau sebenarnya dibalik balas dendam itu SeoTae lebih menikmati kebersamaannya dengan Tiffany dalam hati dia selalu berkata ’Bagaimana bisa seindah ini….Bagaimana??’, namun SeoTae tidak sadar kalau rasa yang dia miliki untuk Tiffany itu adalah Cinta, dia sulit dan tidak memahami perasaanya kalau hatinya yang beku itu sudah dicairkan oleh Tiffany.

Sedangkan  Jessica yang terpuruk dengan kenyaataan sedari tadi hanya menangis sendiri di taman, sudah hamir 1 satu jam dia menangis namun air matanya juga tak kunjung habis, tiba-tiba Yuri datang dari belakang memegang punggung yang bergunjang, dia tau bahwa Jessica sedang terluka dan membutuhkan pelukan hangat dari dirinya tanpa tunggu aba-aba Jessica memeluk erat Yuri.

“Yuri~ah Mianhae….”

Mianhae…”

Mianhae…”, ucap Jessica berulang kali sampai dirinya tertidur dipelukan Yuri

Gwencana”, ucap Yuri yang terus mengelus-elus rambut Jessica, apapun yang terjadi dia telah berikrar akan selamanya bersama Jessica walaupun terasa perih.

Tiffany POV

“Kita akan kemana?”, ujarku pada manusia ini yang sudah berstatus sebagai kekasihku

“Ke kolam renang”, jawabnya tenang yang terus mengenggam tanganku sedari tadi, kalau gandengan tangan ini dilepas tangan kita pasti penuh dengan keringat

“Untuk apa?”

“Kau akan tau nanti jadi jangan banyak tanya, OK?”

Ne

Kini kita berjalan menuju sebuah lift, lift yang dindingnya terbuat dari kaca tembus pandang sehingga kita bisa melihat pemandangan luar dari lift, dan anehnya saat kita masuk ke dalam lift satu persatu mahasiswa mulai keluar dari lift itu, memangnya kenapa? Apakah mereka takut dengan kami? Atau malah segan? Tapi karena apa? Kini di dalam lift hanya tersisa aku dan dirinya, sedangkan dirinya yang melihat reaksi para mahasiswa keluar satu persatu hanya tersenyum puas, dan kemudian memecet tombol 9, detik itu juga pintu lift tertutup perlahan.

“Aku ingin terbang”, ucapnya yang menatap lekat mataku, sekarang dia sedang memohon padaku untuk membuatnya bisa terbang, tapi untuk kali ini aku tidak bisa melakukannya ini kalau senior tau aku bisa digorok, aku harus berpikir karena aku sudah berjanji padanya kalau aku akan meunurti kemauannya, kulihat sekelilingku. TING! aku dapat ide.

Aku membalik tubuhnya dan mengeretnya mendekat ke dinding, dan menaikan tangan kanan dan menempelkan ke dinding lift

Igo mboya?”, tanyanya padaku

“Supermen…..”, teriakku dan lihat sekarang aku bisa lihat dia menyinggung senyum, ini memang tidak bisa membuat bisa terbang tapi kau bisa merasa serasa terbang seperti supermen.

“Ini benar-benar mengasikan”, jawabnya yang berlanjut memeluk pinggangku dengan tangan kiri, kemudian bibir nakalnya mencium tanganku.

“Angel~ah”

Mencium dahiku.

Sa…,”

Mencium mataku.

Rang…,”

Mencium bibirku.

Haeyo…”,  seakan di sengat ribuan volt arus listrik ketika dia mengucapkan kalau dia mencintaiku aku tak perduli walaupun dia tak sadar kalau dia juga mencintaiku, walaupun dia berpikir apa yang dia ucapkan hanya untuk melengkapi acting saja, rasanya ia ingin berteriak kesenangan saja sekarang.

TBC

Cup Cip Cup Author:

Sekali lagi saya kambek!!!

Eyakkk siapa yang mengira ff ini udah the end??? Jujur hanyo???

Hahaha akhirnya semua masa lalu pany terungkap bukan???

Gmn sakit kagak para RS lihat taeng sebegis itu??? Q sih kagak#plakkk

Awalnya suwer g kepikira buat sica selingkuh sama seotae semua serba kebetulam sih, dan boleh jojor? Q terharu lht pany di PV Flower Power, kecuali saat pany pakek outfit yang ngelihatin absnya ahahhaha

”Abs Pany Cuma milik taeng” – Locksmith berteriak

Harusnya ni ff mau q posting minggu depan, karena minggu dpan bnyak acara mulai dari diklat buat organisasi jurnalistik dll jadi q majuin dah

Oya kenapa masih bnyk yah reader yang ngira aku ini sasya??? Apa karena gak lihat tulisan di atas kalau authornya mutmut si lumut??

Q sih gpp, soalnya tar para reader yg ngira q ni sasya tar pada heran kenpa secara bahasa sasya turun drajat yah, dari bahasa tingkat dewa dewi turun jadi bahasa manusia yang banyak salahnya XD

Oya mungkin setelah ni ff selesai aku mau semedi dulu soalnya sampai saat ini belum ada inspirasi yang muncul, biasa kalau sibuk gini porsi berkhayal q semakin menipis saja, jatah mimpiku juga berkurang#emang apa hubungannya???#kagak ada

Oya q mau say sorry karena belum sempet bales beberapa kommen kalian ye

 

Iklan

64 thoughts on “Love In 49Days [Chapter 10]”

Komentar tidak dipungut biaya ✿ Tae♡Ny ✿

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s