SNSD

Love In 49Days [END]

“Jangan pernah kau mempermainkan takdir, karena suatu saat nanti takdir akan balik mempermainkan dirimu”

Author: Mutiara Triastuti
Title :Love In 49days
Genre : Yuri (Girl X Girl), Drama, Romance
Cast : Taeny, Yulsic, YoonHyun.
Chapter : Undecided.

-LockTI SASmith-

1 hari

Author POV

(P.S Taeyeon yang masuk di dalam tubuh Seohyun di panggil SeoTae dan Tiffany itu sama dengan Angel)

Dalam waktu beberapa jam Pasangan SeoTae dan Tiffany sudah menjadi sangat popular di kampus, bahkan ketenaranya melebihi pasangan Yuri dan Jessica yang merupakan pasangan paling hot di kampus, kemesraan mereka yang diumbar ditempat umum semakin mendongkrak ketenaran mereka, dalam waktu singat pula SeoTae dan Tiffany sudah masuk sebagi Pasangan paling idamidamkan di kampus.

Sedangkan SeoTae yang selalu memulai kemesaraan dengan Tiffany bisa dikatakan bangga karena dulu semasa dengan Jessica mereka tidak terlalu terkenal, sedangkan sekarang hanya dalam 1 hari dia bisa meraup banyak shipper, sesuatu yang luar biasa dan diluar dugaannya, karena tujuan utamanya ke kampus  hanyalah untuk balas dendam dengan pasangan Yulsic.

Rencana SeoTae tidak berhenti sampai di situ – menyakiti Jessica – , dia kini sudah berjalan dengan Tiffany menuju kolam renang – tempat biasanya Yuri berada -, di otaknya sudah ada tertanam rencana licik.

Yuri sedang berenang di kolam renang kampus, bisa di bilang Yuri adalah salah satu asset kampus karena kamampuannya dalam berolahraga terlebih dalam renang, jadi tidak heran dia bisa berlatih di kolam renang sendirian tanpa di ganggu oleh mahasiswa lainya.

“Kau lihat itu?”, ucap SeoTae kenapa Tiffany sambil menunjuk Yuri yang sedang berenang

Ne, Memangnya kenapa?”

“Buat Yuri ingat padamu”, sekarang Tiffany sadar bahwa dirinya akan menyakiti Yuri karena obsesi balas dendam SeoTae

Aniyo, aku tidak bisa menyakiti Yuri, belum puaskah dirimu menyakiti Jessica?”,Ucap Tiffany menolak mentah-mentah rencana Seotae

“Tidak sampai dendam ini semuanya terbalas, aku tidak akan pernah puas, kau sudah berjanji padaku bukan?, buat Yuri ingat padamu lagi”,Tiffany mendesah mengeluarkan udara lewat, dengan sangat terpaksa dia harus melakukan apa yang di minta SeoTae, bukan, ini bukan permintaan namun lebih tepatnya paksaan dari SeoTae kenapa Tiffany, menyesalpun sudah terlambat, kata-katanya sendiri dia akhirnya menyakiti orang yang dulu menjadi bagian terpenting dalam hidupnya.

Tiffany POV

Sekarang apa yang harus aku lakukan? Melakukan apa Taeyeon inginkan dan menyakiti Yuri? Bahkan dalam khayalan saja aku tidak mampu menyakiti Yuri, namun aku tidak mungkin menolaknya karena aku sudah berjanji dan janji adalah hutang yang harus dipenuhi dengan terpaksa akhirnya aku mengiyakan permintaan Taeyeon, mencoba mengingat-ingat kenanganku dengan Yuri yang paling mengakar yang bisa membuat Yuri ingat padaku, beberapa detik kemudian aku mengingatnya, sebuah kejadian disaat aku dan Yuri latihan bersama mungkin itu akan sangat mengingatkan Yuri pada diriku, Yuri ah Mianhae~

Aku menunggunya sampai keluar dari kolam renang dan berjalan di lantai, saat itu juga ku gunakan kekuatanku untuk membuat Yuri jatuh dan pingsan.

“Tunggu disini”, intruksiku pada Taeyeon

Aku berjalan dengan hati-hati dalam hati aku terus berucap ‘Mianhae, Mianhae, Mianhae’, entah sudah berapa kali aku mengucapkannya, aku melakukannya dengan terpaksa

Aku terduduk, mulai menyadarkan Yuri dengan menepuk-nepuk pipinya dengan kedua tangannya padanya, lambat laun mata Yuri mulai terbuka sedikit demi sedikit.

Yuri POV

Plak plak plak

Rasa sakit mulai terasa di pipiku, aku rasa ada seseorang yang sedang menepuk-nepuk pipiku

Perlahan, ku buka mataku, aku melihat wajah kabur Tiffany – ini hanya khayalan saja – , mengingat kejadian ini sama persis dengan kejadian waktu aku pingsan dulu, dari mimiknya aku bisa memperkiraan apa yang dia katakan ‘Gwencanayo’ namun aku tidak bisa mendengar suaranya aku hanya bisa melihat bibirnya yang bergerak-gerak, kemudan aku tersenyum, kenapa aku terus mengingatnya?

Beberapa menit kemudian wajah kabur itu semakin nyata dan dengan jelas aku bisa melihat wajahnya berkilau, apakah ini mimpi?

“Tiffany~Ah”, ucapku sambil mengerjab-mengerjab mataku, aku tak percaya dengan apa yang kulihat, sepersekian detik kemudian kepeluk tubuh mungilnya dengan kedua tanganku, hangat, harum tubuhnya masih seperti dulu.

Author POV
Entah setan apa yang merasuki SeoTae saat ini, wajah SeoTae memerah padam menahan amarah, nafasnya memburu, desiran keluar dari mulutnya, tangannya kanannya mengempal kuat dan bergetar, SeoTae cemburu, melihat Yuri yang memeluk Tiffany, SeoTae mendekat kepada dua insan yang sedang berpelukan itu, tangannya sudah siap untuk merampas kembali Tiffany dari pelukan Yuri, seolah ingatannya kembali di saat-saat dulu Yuri merebut Jessica, ‘Kau memang perebut Kekasih terhebat’ umpat SeoTae.

SeoTae terus berjalan semakin dekat dan semakin dekat dan kini dia sudah berada tepat di belakang Yuri, tangan kasarnya kemudian merampas Tiffany untuk berdiri, Yuri tersentak dengan apa yang dia lihat, batinya mengatakan ‘Kenapa orang ini?’, sedangkan Tiffany juga bingung sendiri, bukannya yang menyuruh mendekati Yuri adalah dirinya tapi sekarang malah dirinya yang mengagalkan rencananya sendiri, tidak ada bedanya dengan SeoTae sendiri di otaknya ada seribu pertanyaaan,  dia seperti kesetanan hanya karena melihat Yuri dan Tiffany berpelukan.

“Ini bukan tempat untuk melakukan drama”, ucap SeoTae yang masih emosi karena cemburu dan terus mengengam tangan Tiffany dengan erat, tangan Tiffany yang dingin karena terkena air kolam renang tidak dihiraukan oleh SeoTae, sekarang rasanya hanya panas karena terbakar cemburu

“Seohyun kenapa kau seperti ini?”, tanya Yuri yang kemudian berdiri

“Aku tidak apa-apa, dan perlu kau ingat kau sudah memiliki Jessica, apakah seorang Jessica kurang untuk memuaskan nafsu biraimu?”, kata-kata yang keluar dari mulut SeoTae semakin kasar saja, itu kata-kata yang ingin ia katakan sedari dulu, Tiffany hanya bisa mangut mendengarkan kata-kata SeoTae sambil melihat SeoTae yang kini sudah menjadi kekasih kontraknya, dia tak menyangka SeoTae bisa mengucapkan kata-kata sekasar itu.

“Apa maksudmu?”, Yuri menyipitkan kedua matanya

“Aku tidak bermaksud apa, tapi perlu kau ingat, Angel adalah milikiku, kau ingat dia adalah MILIKKU”

“Apa dia bilang Angel?”, Jawab Yuri bingung, dia tidak percaya kalau yang dia peluk adalah Angel bukannya Tiffany, dan yang dia tau wajah Angel saat bertemu dengannya waktu di rumah Jessica tidaklah seperti ini

“Iya dia Kim Angel”

Aniya, dia bukan Angel”, Yuri menggelengkan kepalanya kuat-kuat, masih tidak percaya dengan kenyataan yang dia hadapi saat ini

“Terserah katamu”, jawab SeoTae yang kemudian mengeret Tiffany menjauh dari Yuri, kini Yuri hanya bisa melihat punggung SeoTae dan Tiffany yang semakin kecil dan kemudian menghilang di balik tembok

Taeyeon POV

Kim Taeyeon sebenarnya apa yang salah dengan format otakmu? Apa ada Disintregarsi –Hal yang terpecah- di otakmu sampai kau melakukan hal gila seperti tadi? Kau bener bener gila, segila-gilannya semua tindakan yang kau pernah lakukan selama ini, tadi itu hampir saja Yuri terjebak tapi kenapa kau gagalkan rencanamu yang sudah tersusun rapi hanya karena perasaan panas yang ada di hatimu yang entah itu apa namanya, dan sekarang apa yang harus aku lakukan?

Aku terus merutuki dengan tindakan bodohku sambil duduk di kantin kampus dan sekarang dia hanya duduk berada didepanku dan terus diam, jebal jangan seperti ini, situasi ini benar-benar membunuhku secara perlahan, situasi dengan kecanggungan yang amat sangat yang membuat hati jadi tak tentu.

“Ini pesanan cappocino dan makanannya”, ucap pelayan kantin membuyarkan lamunanku kembali kedunia, tiba-tiba aku menemukan sebuah ide yang membuat situasi di sini menjadi lebih mencair tidak secanggung ini. Aku menghisap cappocino miliku dengan expressi yang menunjukan kenikmatan dari cappocino itu sendiri, dan lihat sekarang dia melihatku dengan tampang yang benar-benar menginginkan cappocino ini, setelah itu kuminum habis cappocino tanpa menyisakan sisa, dan sekarang wajahnya berubah menjadi cemberut.

“Dasar pelit”, ucapnya yang kemudian berdiri dan berjalan menuju WC, kini ida sudah menghilang dari pandanganku, cepat-cepat ku kipas-kipas mulutku dengan kedua tanganku, cappocino tadi rasanya benar-benar PANAS dan terlebih aku tadi meminumnya tanpa di tiup bisa bayangkan panasnya seperti apa, seperti neraka kecil berpindah pada lidahku.

Yuri POV

Aku hanya membungkuk melihati air yang jatuh dari kran, sambil mengelap wajahku  yang masih basah sehabis berenang, kemunculan seorang Angel yang tiba-tiba datang membuat merongrong benak dan pikiranku saat ini, tidak mungkin ada orang semirip itu di dunia, bahkan suaranyapun masa, sekalipun banyak orang kembar jarang orang kembar yang memiliki yang suara yang sama. Aku  kehilangan konsentrasinya sedari. Tiffany tapi Angel tapi Tiffany tapi Angel. Nama kedua gadis itu seakan meliuk-liuk gemulai melintasi pikiranku

Krekkk

Pintu kamar mandi terbuka dan apa yang kulihat?

Dia lagi sosoknya yang membuat diriku bingung setengah mati, aku mencoba sebisa mungkin mengendalikan perasaanku, mencoba sebiasa mungkin ketika dia berdiri tepat dihadapanku dan membasuh wajahnya dengan air kran kamar mandi, sampai akhirnya mataku terbelalak melihat  dia membuat sebuah lambing hakuna matata –Lambang dari afrika yang berarti ‘Jangan Khawatir’ biasanya digunakan untuk nyemangati diri sendiri, akan tetapi ada juga mitos yang mengatakan bawa lambing ini bisa mengabulkan permintaan- , ini adalah kebiasaan Fany yang tidak pernah ada orang yang tau, kebiasaan dirinya untuk memberi semangat dirinya sendiri. Ku pegang tangannya dengan tanganku yang sudah sedari tadi gemetar melihat sosoknya.

“Siapa sebenarnya dirimu?!”tanyaku tidak sabaran. Dia menyipitkan matanya heran melihatku yang kemudian bersikap seperti kesetanan dan untuk kesekian kalinya aku merasa susah bernafas,  serasa pasokan diudara habis.

“Kenapa kau bertanya , Yuri-ssi? Aku ini Angel, Kim Angel”ucapnya kebingungan, sebuncah rasa rindu menyeruak begitu saja dalam diriku, kenapa menyebutku ‘Yuri-SSI?’ Kenapa tidak ‘Yuwree – ah?’

“KAU TIFFANY KAN? KAU INI TIFFANY, BUKAN ANGEL, JAWAB AKU TIFFANY!!!”, teriakku kepadanya yang sudah tidak sabar, tanpa sadar semua orang mulai berkumpul di kamar mandi, bahkan kamar mandi saat ini sudah seperti menjadi basecamp, aku tak perduli dengan mereka, sama sekali tidak perduli.

Mianhae Yuri-ssi, aku ini Angel bukan Tiffany, sepertinya kau perlu beristirahat karena pingsan tadi”, ucapnya mengilah

“BOHONG!!! Kau adalah refleksiku, bukankah kau sendiri yang mengatakan bahwa aku ini refleksimu? Kau tidak akan pernah bisa berbohong padaku, dan kau itu setengah dari diriku”

“Yuri-ssi….Aku bukanlah Tiffany yang miliki dulu, Tiffany sudah mati”, jawabnya dengan nada sendu

“Bagimana kau tau bahwa Tiffany sudah mati?”

“Aku bisa melihat segalanya dari matamu, kalaupun aku Tiffany, aku tidak akan pernah kembali padamu”

“Wae?”, ucapku yang terbelalak dengan ucapannya

“Karena aku …tidak mau menjadi penghalang dalam hubunganmu dengan Jessica”

Taeyeon POV

Sebenarnya ada apa dengan kamar mandi? Kenapa banyak orang yang datang bergembol menuju sana, disela-sela lari mereka yang menuju kamar mandi aku mendengar salah satu dari mereka berkata “hey Yuri, dia selingkuh dengan mahasiswa baru itu”, dan yang satunya menjawab “Hah yang benar? Setauku Yuri adalah orang yang setia, lalu bagimana dengan Jessica?”, saat itu kepalaku berputar, Shitt hanya ada dua orang mahasiswa baru hari ini, aku dan malaikat itu, kalau bukan aku berarti malaikat itu, sial bukannya sudah kuperingkatkan dirinya untuk tidak mengganggu kekasihku?

Dengan susuh payah kau masuk kedalam kerumunan, dan sampai akhirnya aku berdiri di paling depan dan secara tidak sengaja mendengarkan perkataan malaikat itu.

“Yuri-ssi….Aku bukanlah Tiffany yang miliki dulu, Tiffany dulu sudah mati”, ucapnya dengan nada sendu, ingatanku kembali kepada mimpi-mimpi yang beberapa hari mengganggu tidurku, dia Tiffany? dan salah satu orang yang berada mimpiku dulu? Lalu siapa dengan gadis yang satunya? Apakah Yuri? Yang merupakan masa lalunya?

“Bagimana kau tau bahwa Tiffany sudah mati?”

“Aku bisa melihat segalanya dari matamu, kalaupun aku Tiffany, aku tidak akan pernah kembali padamu”, Ucapnya lagi, aku bisa merasakan bagimana takutnya dirinya.

“Wae?”

“Karena aku …tidak mau menjadi penghalang dalam hubunganmu dengan Jessica”

“Yuri-ssi, hentikan kau jangan seperti ini, aku ini bukan Tiffany”, ucapnya yang kemudian berbalik, namun Yuri malah menarik Tiffany kembali kedalam pelukannya. Di saat itu juga mahasiswa lain mulai berteriak melihat pemandangan didepannya seperti melihat drama di TV, sedangkan aku yang tidak tahan akhirnya berjalan ke depan dengan emosi dan menarik Tiffany kedekatku seperti tadi, mungkin saat ini Yuri sedang berpikir ‘Dia datang lagi’, aku tau dia emosi tapi aku lebih emosi dari padanya, karena dia adalah milik ku, TIFFANY ADALAH MILIKU!

“Yuri-ssi bukankah kau sudah kuperingatkan jangan lagi mendekati kekasihku?”, ucapku dengan nada sarkasme dan kemudian mataku menyipit

“Dan lihat ulahmu telah membuat seantero mahasiswa datang ke kamar hanya untuk melihat dramamu? Ckckck teryata kalian Yulsic adalah pasangan yang sangat serasi, sama-sama pasangan yang suka berselingkuh, sama-sama playgirl”,

“Apa maksudmu sebenarnya? Apa maksudmu dengan mengatakan kita Yulsic adalah pasangan yang sangat serasi, sama-sama pasangan yang suka berselingkuh, sama-sama playgirl ”

inilah pertarungan yang sebenarnya sodara2 XD

“Tanya saja pada kekasihmu, tuh dia sedang melihat dramamu juga”, ucapku yang kemudian menunjuk Jessica yang sedari tadi melihat Drama Yuri dengan mata berair, tubuh bergetar, dan tangan yang memegang ujung bajunya erat-erat.

“Princess…Ak…”, ucapnya yang berkata dengan Jessica dan kemudian ucapannya berhenti karena Jessica sudah menyela perkataannya

“Yuri…kau…ka..u”, ucap Jessica yang kemudian berlari dengan lunglai dan menghilang dibalik kerumanan orang begitu pula dengan Yuri yang mengejar sang putri yang menghilang, senyum mengembang di sudut bibirku, ternyata apa yang kurencanakan tidak gagal sepenuhnya, lihat sekarang, Yulsic pasangan paling romantis di kamus bertengkar dan hanya tinggal menunggu detik-detik Jessica mengatakan kata PUTUS pada Yuri.

Dan tiba-tiba Plak! Sebuah tangan halus menampar pipiku dengan keras

“SENANG?  LIHAT APA YANG SUDAH KAU RENCANAKAN SUDAH MENJADI KENYATAAN JESSICA DAN YURI SUDAH BERTENGKAR, KAU BAHAGIA?” , repet Tiffany di depan wajahku, apakah aku salah kalau membalas dendam? Aku ini juga manusia yang memiliki rasa sakit hati dan dendam. Tamparan kerasnya masih terasa di pipiku, belum sempat aku berucap dia sudah berlari masuk kedalam kerumunan dan saat itu aku hanya diam dan terus mengusap pipiku bekas tamparannya.

Benar memang aku senang karena sudah berhasil balas dendam tapi kenapa denganku? Kenapa aku malah gundah seperti ini karena Tiffany marah padaku?

“Apa? Kalian senang melihatku bertengkar dengan Angel? Cepat pergi kami bukan konsumi kalian”, ucapku pada mahasiswa lain yang masih melihatku.

Author POV

Taeny

 

Kini Tiffany hanya meratapi nasib di atap kampus, kenapa dirinya yang menerima kenyataan pahit ini?, mencintai orang yang tidak mungkin dia miliki untuk kedua kalinya, menyakiti orang yang sudah menjadi salah satu bagian tubuhnya.

Kemudian dua tangan hangat memeluk dirinya dari belakang, itu adalah SeoTae, yang sedari tadi mencarinya.

Mianhae, aku bertindak berlebihan sehingga menyakitimu”, ucap Seotae menyesal

Aniyo, Gwencana aku hanya merutuki diriku sendiri bisa-bisanya aku memiliki kekasih sepertimu”, jawab Tiffany yang kemudian berbalik dan melihat kedua mata Seotae dengan lesu

“Jadi kau tidak marah padaku? Kenapa kau menyesal kalau punya kekasih sepertiku? Aku ini kan Imut hehe”, ucap SeoTae cengengesan

“Imut dari Hongkong”, gerutu Tiffany

“Tapi, aku benar-benar imutkan”, ucap SeoTae yang kemudian memamerkan wajahnya imutnya yang merupakan warisan dari kedua orang tua

Ne, Ne”, ucap Tiffany gemas dan mencupit

Appo”, ucap SeoTae dengan wajah melas

“Ih manja, Janji yang seperti itu lagi?”, ucap Tiffany yang kemudian menyodorkan jari kelingkingnya kepada SeoTae

Yakso”, jawab SeoTae yang kemudian membalasnya dengan melingkarkan jari kelingkingnya kepada Tiffany, kemudian sebuah tulisan ‘Promise’ muncul dari jari kelingking mereka

“Kenapa jari kelingking kita muncul tulisan ‘Promise’?”, tanya SeoTae yang masih terheran-heran dari mana asal tulisan ‘Promise’ yang terukir di jari kelingkingnya

“Karena kau sudah berjanji dengan seorang malaikat”, jawab Tiffany tersenyum

“Ah bener juga, itu tadi sumpah malaikatkan bukan sumpah pocong?”, sepertinya SeoTae selalu mempunyai cara untuk membuat Tiffany tertawa dengan tingkah konyolnya, Tiffany yang tidak tahan dengan perkataan SeoTae akhirnya terkikik

“Suatu saat nanti bila kita bertemu kembali, apakah aku akan mengingat dirimu?”, tanya SeoTae polos

“Kau akan mengingatku”, dusta Tiffany, ‘Mungkin dalam memorimu kau akan melupakanku tapi aku janji berjanji hatimu selalu akan mengingatku’ ucap Tiffany dalam hati

“Lalu apakah kau akan menemuiku kalau misalnya aku hidup kembali?”

“Mungkin”, Jawab Tiffany mendusta lagi, Tiffany hanya tidak bisa membuat SeoTae bersedih

“Jawab Iya atau Tidak, aku tidak suka jawaban setengah-setengah”, tegas SeoTae

“Iya”

“JANJI?”

“AKU tidak JANJI”, jawab Tiffany dan mengecilkan suara ‘Tidak’ sehingga SeoTae hanya mendengar kata ‘Aku janji’

“Lalu bagimana kalau aku sudah tidak mengingatmu lagi?”

“Pejamkan matamu apabila wajahku masih terlihat saat mata mu terpejam berarti kau tidak melupakanku, apabila wajahku tidak ada saat matamu terpejam berarti kau sudah melupakanku sepernuhnya”

“Ahh aku mengerti, aku tidak akan melupakanmu”, janji SeoTae pada Tiffany

“Semoga saja”, ucap Tiffany tidak yakin

————-

“Aku Seo Juhyun! Aku beruntung dan beruntung sekali memiliki Tiffany. Tuhan aku cinta Tiffany,” teriak SeoTae dengan lantang dan keras. Orang-orangpun di bawah pun memandangnya dengan wajah heran, Ada yang tersenyum, tertawa, bahkan marah, ada pula yang mutah.

“Hey jangan seperti itu aku malu, dan sejak kapan kau tau kalau namaku Tiffany?”

“Hey hey hey aku ini punya indra keenam jadi tak heran aku bisa tau namamu”, ucap SeoTae berbohong

“Ckckckc aku tidak percaya padamu, ayo katakan yang jujur”

“Biaklah, tadi saat berada di kamar mandi, Yuri berkata bahwa kau itu Tiffany, ah sudah lah jangan membahas apapun yang nanti berhubungan dengan Jessica dan Yuri lagi, aku sudah muak, kalau berani, kau juga berteriak sepertiku, kalau kau tidak berani berteriak maka-”, belum sempat SeoTae melanjutkan kata-katanya dia sudah berteriak lebih dulu

“AKU, TIFFANY HWANG! AKU BERUNTUNG DAN BERUNTUNG SEKALI MEMILIKI SEO JUHYUN. TUHAN, AKU MENCINTAI SEO JUHYUN,” teriak Tiffany tidak mau kalah.

“Hahahaha”, tawa mereka berbarengan

“Hey bagimana dengan Im Yoona? Apakah kau sudah membuat rencana supaya dia kembali dengan Seohyun?”

“Tentu saja, hanya tinggal menunggu adengan romantic mereka nanti saja”, jawab Tiffany yakin

Jinjja? Kau memang kekasihku paling hebat, TIFFANY JJANG!”

Tak terasa Langit berubah warna menjadi merah pucat, matahari mulai terbenam, sekarang hanya terdengar suara-suara angin yang sangat menenangkan untuk didengar.

Sepasang tangan masih melingkar sempurna disekitar pinggang Tiffany. Angin berhembus ringan membuat rambut Tiffany dan SeoTae ikut terbawa hembusan itu. Kemudian baju kedua ikut berkibar karena terkena hebusan angin.

Mereka menyaksikan matahari terbenam dengan tenang. Senyum masih terukir di wajah mereka. Sambil menutup mata, mereka menikmati suasana yang menenangkan itu.

Sudah hampir setengah jam mereka menikmati pemandangan matahari terbenam, hal sederhana tapi sangat membahagiakan bagi mereka. Eye contact yang terjadi secara tidak sengaja yang kemudian memuculkan eye sex yang mengarihkan.

Tiba-tiba SeoTae meraih Tiffany dalam pelukannya, memagut bibirnya dengan lembut dan menekannya dengan halus, sedangkan Tiffany hanya tertegun bagaimana bisa tubuhnya bereaksi terhadap ciuman yang mendadak ini, ia menyambut ciuman dan pelukan SeoTae dengan otomatis. Tinggi badan SeoTae yang terlewat tinggi membuat ciuman mereka menjadi tidak nyaman yang membuat Tiffany akhirnya melakukan sebuah tindakan mengejutkan yaitu jinjit di atas kaki SeoTae untuk membuat jarak antara mereka semakin dekat dan bisa menikmati ciuman ini dengan sempurna –Tip Toe Kiss-. Sesekali Tiffany memekik saat ciuman SeoTae menjadi rakus berusaha menggigit tiap sel yang ada dibibirnya.#bubarbubar harap tidak dilakukan dalam kehidupan nyata

Yulsic

Princess Mianhae~, aku tidak selingkuh sama sekali tidak pernah sekalipun, kau memang bukan yang pertama untukku tapi aku yakin kau akan menjadi yang terakhir untukku, dan tentang wanita tadi, dia itu terlalu mirip dengan orang yang kusayangi dulu sebelum aku bertemu denganmu”, teriak Yuri di depan rumah Jessica, dia berteriak-teriak seperti orang gila, seperti anak kehilangan ibunya, sedangkan Jessica sendiri sedari tadi hanya menutup telinganya rapat-rapat dan menangis sekencang-kencangnya, begitu berat untuknya untuk menerima kenyataan  ini, dia mengira bahwa Yuri selingkuh, ‘mungkin ini hukum karma bagiku’ ucap Jessica dalam tangisannya.

Yuri yang sedari tadi sudah berlutut didepan rumah Jessica menjadi mengigil kedingan karena angin malam, tiba-tiba pintu Jessica terbuka, sosok Jessica muncul dari balik pintu kedua matanya membulat karena dia mengira Yuri sudah pergi sedari tadi, namun apa yang terjadi Yuri terus berlutut selama berjam- jam di depan rumah Jessica hanya supaya Jessica memaafkan kesalahan Yuri yang sebenarnya tidak sepenuhnya kesalahannya, tubuh Yuri yang sudah berguncang hebat karena kedinginan akhirnya bereaksi saat Jessica keluar, dia mencoba berdiri dengan segenap kekuatan walaupun dengan langkah yang terhuyung-huyung.

“Aku akan terus seperti ini sampai kau memaafkan diriku”, ucap Yuri dengan suara bergetar, tidak hanya suara Yuri yang bergetar namun seluruh tubuhnya

Geumanhae Yuri~ah”, ucap Jessica yang cemas dengan keadaan Yuri, namun Yuri tidak mendengarkan perkataan Jessica dan malah berlutut ketempat semua, saat itu juga Jessica ingin meneteskan kembali air matanya, melihat bagimana pengorbanan Yuri, Jessica merasa bahwa dirinya lah bersalah karena berselingkuh dengan SeoTae.

Ini kesalahanku karena tidak membuat engkau lebih mengasihiku

Ini kesalahanku lebih mencintaimu daripada kau mencintaiku

Ini kesalahanku karena tidak membuat kau mencintaiku seperti aku mencintaimu – Mistake

Sebuah lagu yang ciptakan Yuri dalam waktu sekejab hanya untuk Jessica, sampai akhirnya Jessica tidak tahan melihat Yuri menderita seperti ini, kedua kaki Jessica berjalan mendekat pada Yuri, saat kedua kakinya sudah tepat berada di depan Yuri, kedua lutut Jessica berlulut dan memeluk Yuri kedalam pelukan kedua tangannya yang hangat.

“Yang melakukan seperti ini seharusnya bukan dirimu tapi aku, akulah yang membuat situasi menjadi runyam dan kau adalah korban dari kesalahanku”, ucap Jessica menangis

“Aku berselingkuh dengan Seohyun dibelakangmu”, isak Jessica semakin menjadi-jadi akhirnya dia membuka semua rahasia yang sudah beberapa hari ia sembunyikan dari Yuri

“Bahkan saat kau menghancurkan hatiku menjadi berkeping-keping aku tak akan menyerah padamu, aku akan selalu mencintaimu dengan sisa kepingan hatiku yang berserakan. Aku percaya padamu, aku percaya pada apa yang dikatakan hatiku bahwa kau memang takdirku”, Yuri yang sempat terkejut dengan perkataan Jessica akhirnya berusaha mengatur perasaanya kembali dan mengelus elus punggung Jessica.

“Di kehidupan yang selanjutnya, bila aku bertemu denganmu lagi, aku tidak akan meninggalkanmu seperti ini, aku berjanji pada diriku sendiri, kamu dan tuhan hal seperti ini tidak akan terjadi lagi”, ucap Jessica memeluk Yuri semakin erat

Taeny

Pukul 20:00 PM

Pasangan Tiffany dan SeoTae saat ini sedang berada di Namsan tower, berdiri menikmati suasana malam yang temaram saja.

“Apakah kau percaya dengan sebuah mitos, kalau kau mengunci  gembok ini dipagar namsan tower dan kemudian kuncinya dilempar jauh-jauh maka cintanya akan abadi?” tanya Tiffany yang membuka pembicaraan dengan SeoTae

“Em, karena sudah banyak orang yang melakukannya seperti itu, dan hasilnya benar-benar terjadi mereka akan menjadi suami istri selamanya”, jawab SeoTae menggangguk, akhirnya Tiffany mengeluarkan sebuah gembok dan kunci yang sedari tadi sudah dia simpan disaku celananya.

“Kau mau mencobanya?”, Tiffany menyodorkan kunci dan gembok ke hadapan SeoTae, tanpa ragu-ragu SeoTae mengiyakan keinginannya, dia berpikir bahwa mitos ini tidak akan terjadi padanya karena dalam 1 jam kedepan dia akan meninggalkan dunia.

Klik!

Tiffany dan SeoTae mengunci gemboknya bersamaan, di gembok itu ada sebuah tulisan yang sangat aneh bagi orang tapi sarat makna bagi mereka “My Angel-> Tiffany and Taeyeon <- My Devil”, mereka tersenyum melihat tulisan di gembok, Tiffany sudah bersiap untuk membuang gembok namun SeoTae menghentikannya

“Jangan buang kunci ini, kau ingat bahwa aku ini arwah yang membutuhkan kunci untuk kalung gembok yang sedang kukenakan? Jadi kenapa kita harus membuangnya? supaya terlihat sama dengan pasangan lain? Biar ku simpan saja, mungkin suatu saat nanti aku akan membutuhkannya”, kata-kata yang benar-benar membuat hati Tiffany bergetar. Akhirnya Tiffany memberikan kunci gemboknya kenapa SeoTae.

Tiffany kembali berpikir bagimana dia harus mengakhir hari ini, begitu banyak tanda tanya di otaknya saat ini, walaupun dia terlihat bahagia diluar karena kebersamanya dengan SeoTae yang berjalan dengan sangat menyenangkan, dia menyesali kenapa tidak dari awal mereka berpacaran dan saling menyadari perasaannya kenapa baru satu hari sebelum mereka berpisah? baginya semua ini benar-benar tidak adil, kenapa Tuhan selalu saja membuat pertemuan dan di akhiri dengan perpisahan?

Jessica POV

Annyeong Taeyeon~ah”, Aku berkata sendiri dengan tubuh Taeyeon yang tidak mungkin membalas perkataanku, tentu saja Taeyeon tak akan mampu membalas perkataanku karena dia sedang koma, bodoh pekik ku.

“Kau tau, aku jatuh cinta lagi pada seseorang yang sangat mirip denganmu, dia selalu mengingatkanku pada dirimu, caranya berbicara, caranya memperlakukanku sama seperti dirimu, bahkan cara tertawa kalian sama seperti Ajumma yang membuatku semakin rindu padamu. berlama kau sudah tidur? Apakah kau sangat suka tidur seperti ini sampai lupa dengan kita semua?”, kataku yang kemudian duduk dikursi dekat dengan tempat berbaringnya Taeyeon

“Sepertinya kau memang suka tidur melebihi aku yang mendapat predikit sebagi Sleeping beauty,  seharusnya kau mendapat predikat Sleeping beast karena kebiasaan tidurmu yang benar-benar buruk” ucapku sambil membenarkan posisi selimut Taeyeon

“Kau ingat lagu ini?”

Author POV

Taeny

Di tempat lain Tiffany dan SeoTae berada di sebuah hotel yang bernama Destiny, mereka sedang ingin menguji sebuah takdir, mereka berdiri di depan pintu lift, Tiffany berdiri di pintu lift kanan dan SeoTae berdiri di pintu lift sebelah kiri.

“Terserah kau mau memencet angka berapa kalau kita berdua ditakdirkan maka kita akan bertemu di lantai yang di tuju lift, aku tidak akan menggunakan kekuatan malaikatku untuk mengetaui lantai berapa yang akan kau tuju, kita hanya akan menggunakan feeling saja”, ucap Tiffany menjelaskan peraturan dalam permainan takdir ini

“Bila kita bertemu dilantai yang sama bagaimana?”, ucap SeoTae memperjelas peraturan

“Kalau kita bertemu dilantai yang sama itu berarti kita berjodoh dan kita akan melajutkan hubungan kita sampai jam menunjukan pukul 9 malam, kalau tidak maka sama saja kita putus di saat itu juga dan aku langsung akan meninggalkanmu dengan sebuah bingkisan yang harus kau buka saat aku sudah sampai di rumah Seohyun, kau akan sangat membutuhkan barang itu nantinya”, terbersit sedikit ketakutan dimata SeoTae, bagimana kalau mereka tidak bisa bertemu lagi nanti

“Kenapa peraturannya sangat berat?”

“Itu peraturan dan kita tidak bisa melanggarnya”, sebenarnya itu adalah peraturan yang di buat Tiffany sendiri, baginya ini adalah cara perpisahan terbaik dari pada harus menangis di depannya, dia tau bahwa hanya akan ada secuil kemungkinan mereka akan bertemu di lantai yang sama, maka dari itu dia memilih cara ini.

“Kau siap?”, tanya Tiffany yang kemudian melihat kedua mata SeoTae dengan pasti

“Aku siap, selamat bertemu di lantai yang kita tuju”, ucap SeoTae yakin

“Kau terlalu yakin”

“Harus, lali bagimana jadinya kalau misalnya kita tidak bertemu lagi? Apakah aku akan menjadi arwah gentayangan selamanya?”tambah SeoTae

“Kau tidak akan mengalaminya”, ucap Tiffany dalam hati

“Kau akan mengerti sendiri nanti, kajja kita masuk ke dalam lift bersama”, ucap Tiffany yang kemudian masuk ke dalam lift sebelah kanan, yang kemudian di susul SeoTae yang masuk ke dalam lift kiri

Banyak perdebatan antara hatinya mereka, lantai berapa yang akan mereka pilih? Ini adalah hidup mati antara mati bagi SeoTae dan Tiffany, sepersekian detik kemudian Tiffany memilih memencet angka 9 yang berarti dia akan meluncur ke lantai 9, sedangkan SeoTae yang bingung harus memilih lantai 27 atau 9 akhirnya memilih lantai 9.

Ditengah perjalanan lift Tiffany dan SeoTae sama-sama gugup, SeoTae terus berdoa semoga saja mereka bisa bertemu di lantai yang sama, sedangkan Tiffany berdoa yang sebaliknya, bukannya dia tidak ingin bertemu dengan SeoTae lagi namun dia berpikir bahwa cara ini adalah cara terbaik untuk mereka berpisah sebelum arwah Taeyeon kembali keraganya.

Di tengah perjalanan menuju lantai 9, lift SeoTae berhenti karena kemasukan orang baru hingga beberapa kali, sedangkan lift Tiffany melaju dengan mulus tanpa ada hambatan sehingga membuat jarak antara lift mereka semakin dan semakin jauh, SeoTae yang cemas akhirnya keluar dari lift dan berlari menuju tangga darurat, walaupun lelah dia rela melakukannya demi Tiffany, dan untungnya tubuh Seohyun sangatlah membantu karena staminanya yang tidak lelah sehingga dia tidak perlu berhenti untuk beristirahat, SeoTae terus berlari sampai di lantai dengan ngos-ngos dan ternyata apa yang terjadi Tiffany tidak ada, yang ada hanya sebuah bingkisan kecil, SeoTae mengambil bingkisan itu dan isinya belum diketauinya.

Kaki SeoTae terus melangkah menuju kerumah Seohyun, hingga akhirnya dia sudah berapa di dalam kamar Seohyun, tangan kecilnya kemudian membuka isi bingkisan dari Tiffany dan ternyata isinya adalah kunci dari kalung gembok yang di gunakan SeoTae dan juga bunga semanggi berdaun 4, didalamnya juga tertera sebuah tulisan dari Tiffany, SeoTae membacanya dengan perlahan

Taeyeon~ah chukke ^_^, kau sudah berhasil menemukan kunci dari gembok yang kamu kenakan

Kau tau kunci itu datangnya dari siapa? Pasti kau tidak mengiranya bukan? Kunci ini dari cinta Jessica dan cinta mu, kau tidak percaya bukan? Aku pun juga begitu, kau tau kunci ini sebenarnya sudah muncul sejak Jessica menyatakan cinta padamu tapi aku sembunyikan supaya kau tau bagimana caranya menghargai sebuah hidup dan tentunya aku juga ingin berlama-lama denganmu ><

Gomawo untuk 49hari ini, aku sangat senang walaupun kau selalu membully ku, terima kasih untuk hari terakhir yang menyenangkan ini, aku tidak akan melupakan hari ini selamanya.

Dan aku juga memberimu setangkai bunga semanggi berdaun 4 supaya kau bisa hidup bahagia, kau harus hidup bahagia.

Dan untuk masalah Seohyun dan Yoona aku sudah menggurusnya, semuanya sudah berjalan sesuai dengan rencanaku, cepat gunakan kunci itu sebelum waktumu habis.

-Tiffany Hwang

SeoTae antara tidak percaya dan percaya membaca surat dari Tiffany, Bagiama bisa kunci ini berasal dari cintanya dengan Jessica? Ini benar-benar mustahil, bagimana bisa hal ini terjadi sedangkan dirinya saja merasa kalau dia tidak mencintai Jessica, semua pertanyaan itu berkencambuk dalam batin SeoTae.

Tidak bahagia adalah kata yang tepat untuk mengambarkan perasaan SeoTae saat ini, padahal dia sudah berhasil mendapatkan kunci untuk melanjutkan hidupnya tapi kenapa rasanya begitu hambar? Tidak ada kebahagian sedikitpun di dalam batinya, kesedihan yang mendominasi perasaanya saat ini.

Waktu sudah menunjukan hampir pukul 21:00 malam tapi SeoTae tak kunjung menggunakan kuncinya, dia hanya melihat kuncinya dengan hambar.

“Bukankah aku sudah berusaha mencari kunci ini selama 49 hari? kenapa aku tidak lekas menggunakanya?” saat itu juga SeoTae memasukan kunci itu di dalam lubang gembok

Klik!

Gembok itu terbuka, saat itu juga arwah Taeyeon kemudian keluar dan kembali keraga yang seharusnya, dan arwah Seohyun ke dalam tubuhnya kembali.

Di rumah sakit Jessica sedang bersenangandung lagu kenangan antara dirinya dengan Taeyeon, lagu yang dulu selalu mereka nyanyikan bersama-sama.

Wonhago wonmanghajyo…

Gudemanur, ngea dagaon shiganur

Himgyobye mandunn saram

Gude jinan nurdururn – lirik Wonhago wonmanghajyo

Jari telunjuk Taeyeon bergerak, Jessica yang melihat kemajuan dari Taeyeon terus saja memanggil-manggil Taeyeon, berharap Taeyeon mendengarkan panggilannya dan bangun dari komanya. Hampir  5 menit lamanya Jessica terus memanggil nama Taeyeon, akhirnya Taeyeon bangun juga, dia membuka matanya dengan perlahan, pandangan yang awalnya hanya seperti siluent berubah menjadi semakin jelas, suara yang tadinya hanya seperti bisikan yang tak jelas akhirnya bisa terdengar jelas ditelinganya, dia tersenyum melihat siapa orang yang dia lihat saat pertama kali bangun adalah Jessica, saat itu juga Jessica memeluk Taeyeon dengan erat bersyukur karena Taeyeon telah tersadar.

“Sic..a…. aku tida..k bis..a bernaf..as”, ucap Taeyeon yang berbicara dengan tidak lancar karena tubuhnya yang sudah tidak berkerja lama, yang akhirnya membuatnya menjadi susah berbicara, selain itu dia juga susah bergerak

“Ahh mian, aku sangat mengawatirkan dirimu”, Jessica kemudian melepaskan pelukanya cepat-cepat

“Ak..u ha..nya terti..dur leb.ih lam.a ke.naapa kau men.cema..skanku? b..ukankah..kah kau sudah me..mili..ki Y..uri ken..apa kau harus men..cemaskan aku?” Jessica mendengarkan kata-kata Taeyeon seksama

“Walaupun kau tetaplah orang yang dulu pernah mengisi hatiku”

Yoona POV

“Yoong~ah apakah kau hidup bahagia?”, aku tertidur dipaha Tiffany eonnie, walaupun aku tertidur aku masih bisa mendengarkan suaranya yang indah

“Apakah aku bahagia? Maaf aku harus meninggalkanmu untuk waktu yang lama”, saat mendengarkan kata-kata itu tiba-tiba mata ku terbelalak, aku menegakkan tubuhku melihat matanya lekat-lekat, aku tidak mengerti dengan apa yang dia katakan, apa maksud dari meninggalakanku dalam waktu yang lama? Apakah dia akan kembali ke Amerika dan tidak akan kembali ke sini lagi, tidak aku tidak akan mengizinkannya meninggalkanku lagi

“Tidak eonnie tidak boleh pergi menginggalkanku”, paksaku pada eonnie

“Dunia kita berbeda Yoong~ah, sebenarnya aku masih ingin bersamamu, bersamamu layaknya adik dan kakak, seharusnya kita terus bersama sampai kita menjadi nenek-nenek”

“Apa maksudnya dengan dunia kita berbeda?”, ucapku yang semakin tak mengerti dengan arah pembicaraannya eonnie

“Aku akan meninggalkanmu, dan kalau kau ingin eonnie bahagia kembalilah dengan Seohyun”, kenapa aku harus kembali dengan Seohyun?

Andwae!!!!”, teriakku namun tidak berhasil, kini tubuh Tiffany eonnie semakin lama semakin hilang hingga aku tidak bisa memeluknya lagi, menjadi butiran debu yang kemudian hilang karena terkena terpaan angin

“Tiffany Eonnie!!!!” aku terbangun dengan nafas memburu serasa bangun dari nightmare, dalam mimpiku aku bertemu dengan Tiffany eonnie yang sudah lama pergi dari dunia, apakah ini pertanda bahwa aku harus kembali dengan Seohyun? Orang yang dulu kutinggalkan? tapi ini hanya bunga tidur, tapi aku ingin membuat Tiffany eonnie bahagia.

Aku berlari dengan tenaga penuh, berlari menuju rumah Seohyun, mungkin aku memang wanita berngsek  karena telah meninggalkan dan menyia-nyaikan Seohyun, namun aku sekarang sadar bahwa Seohyun membutuhkanku, Seohyun ~ ah tunggu aku.

Seohyun POV

Aku bisa merasakan langkah kakinya mendekat padaku, aku bisa merasakan dengan hatiku, aku sudah menjadi mayat hidup hampir 3tahun lebih, namun saat merasakan langkah kakinya yang semakin dekat, hati ini membimbingku untuk bangun dari lagi, kembali menghidupkan hatiku yang sudah mati sampai beberapa tahun silam, aku tau dia akan datang, aku hanya tinggal menunggu

Saat langkah kakinya semakin dekat dengan rumah aku bangun dari tidurku, berlari menghambur ke pintu rumahku, aku sudah dapat melihat sosoknya yang sudah kutunggu, aku tau kau akan kembali, Yoona aku tau itu kau, hatiku ini selalu membimbingku hanya untuk melihatmu, mendengkanmu, dan memahamimu.

Aku berlari memeluknya dengan erat.

“Maaf aku terlambat”, ucapnya padaku

“Tidak ada kata terlambat untukmu, bahkan satu abad aku menunggumu tidak ada kata terlambat, karena aku tau kau akan kembali, kembali denganku”

Tiffany POV

Aku sudah berhasil membuat Seohyun dan Yoona bersatu, sekarang hutangku pada Taeyeon sudah terpenuhi, lalu apakah yang harusku lakukan sekarang? Apakah aku harus kembali ke surga lagi? Sepertinya tidak, aku harus melihat keadaan keadaanya untuk terakhir kali, untuk mengucapkan kata perpisahan terakhir kali

Saat aku sudah sampai di kamar dimana dia dirawat, aku melihat banyak sanak sodara yang menjenguknya, begitu dengan Yuri dan Jessica mereka juga berada disana tertawa bersama, syukurlah kalau kalian sudah bahagia, aku bisa meninggalkan kalian dengan tenang. Hampir satu jam aku melihat sosoknya yang dulu selalu bersamaku dan sekarang dia sudah tidak bisa melihatku lagi. Satu persatu orang-orang mulai pulang, mungkin ini kesempatanku untuk mengucapkan kata selamat tinggal kepadanya.

Aku menuju ke kamar mandi, memunculkan sosokku di depan semua orang, dan kemudian berjalan menuju kamarnya dengan harap harap cemas, aku tau ini tidak akan berhasil karena dia tidak akan mengingatku.

Kreekk

Kubuka pintu kamarnya, dan seperti yang ada dalam bayanganku tadi, dia hanya melihatku dengan tatapan bingung, karena dia tidak mengenalku lagi, sama dengan saat pertama kita bertemu

Nuguseo?”, ucapnya dengan wajah lugunya

“Kim Angel imidha, selamat tinggal Kim Taeyeon”, ucapan selamat tinggal yang sederhana dari ku untuknya, namun mungkin ini cukup, aku tidak bisa melanjutkannya, kalau aku kembali maka aku tidak mampu meninggalkannya untuk selamanya, Maaf sampai saat terakhirpun aku tak mampu mengatakan bahwa aku mencintaimu, maafkan aku juga berdusta tentang kunci itu, Taeyeon~ah mianhae

Author POV

“Gadis yang aneh”, ucap Taeyeon setelah melihat Tiffany berlari dan mengucapkan kata perpisahan, namun Taeyeon merasa aneh, dia merasa hati serasa penuh saat melihat Tiffany walaupun hanya sekejab, dan nama Kim Angel, nama itu sepertinya sangat familiar di otaknya namun dia tidak mengingatnya

Kabar tentang kesadaran Taeyeon dari koma di menyebar dengan cepat, hari pertama dia bangun dari koma saja sudah banyak temanya yang menjenguknya.Keadaan Taeyeon semakin baik dia sudah bisa bicara dengan lancar, beberapa hari kedepan dia sudah dibolehkan untuk pulang

Namun ada barang yang selalu Taeyeon pikirkan karena saat bangun dia mengengam sebuah daun semanggi berdaun 4 dan juga kunci, dia berpikir tidak mungkin Jessica memberikan ini kepadanya, namun saat dia menanyakan pada Jessica, ternyata Jessica tidak tau menawu tentang semanggi berdaun 4 dan kunci itu, ‘lalu siapa yang memberikan ini padaku?’ bantin Taeyeon

Hubungan Jessica dan Yuri semakin membaik, setelah kejadian saat Yuri berlutut di depan rumah Jessica, hubungan kedua semakin mesra saja, sedangkan Seohyun dan Yoona kembali menjali hubungan kembali dengan bahagia dan akhirnya mereka sekarang pergi ke Amerika bersama dan study disana, sedangkan Tiffany kini sudah menjadi malaikat pendamping tetap. dia sudah bahagia walaupun kadang dia masih ingin kembali ke bumi melihat Taeyeon namun tugas menuntutnya untuk terus berada di surga, Taeyeon kembali kuliah menjadi mahasiswa yang ceria seperti sedia kala, walaupun kadang kala Taeyeon sering mengingat Tiffany sebagi gadis aneh yang dia temui di rumah sakit.

THE END

Cap Cip Cup Author :

Eyakk ada kah yang menyangka aku apdate secepat ini???

Akhirnya ni ff berakhir juga, tau kah kalian apa yang paling aku benci dari membaca sebuah ff, novel ato komik? Yang aku benci adalah kata the end, aku gak mau ada kata berakhir, ibaratnya kalau lagi baca novel n lagi bahagia2nya n dicut begitu aja dah.

Ok jangan heran kalau lht Yuri yang begitu, ada yang bilang Yuri terlalu baik ada yang bilang terlalu bodoh, itu sebenarnya alasan knpa seorang pany jatuh cinta ama Yul.

Ayeee setelah libur beberapa hari akhirnya aku nemu ispirasi baru neh castnya Taeny lagi#LSloncat2

Tpi belum kepikiran bgimana ceritanya tapi ini bakal lucu lagi#mungkin

Aku mau ngomong apa lagi coba???

Ohya aku mau ngucapin terima kasih bgt buat reader yang selalu ngedukung aku, makasih bgt buat kritik dan saran kalian yang selalu memotivasi aku supaya menjadi lebih baik, makasih udah baca ff q yang kalian tau sendiri bnyak typonya yang bikin kalian kadang bingung sendiri, makasih sudah setia membaca ff aku dari awal sampai akhir, makasih kalian sudah selalu doain aku, makasih untuk semuanya.

“Keajaiban adalah nama lain dari kerja keras”, kutipan ini adalah kutipan yang selalu memotivasi aku.

Oya yang terakhir, aku minta doa kalian semua buat doain Sasya, karena sekrang dia lagi sakit, aku yakin dengan doa kalian Sasya pasti cepat sembuh, amin.

Kayaknya udah semua yah, Time To Say Annyeong!!!!

Bye Bye Bye

Iklan

54 thoughts on “Love In 49Days [END]”

Komentar tidak dipungut biaya ✿ Tae♡Ny ✿

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s