Fantasy, SNSD

Rooftop Prince [Chapter 1]

Untitled-1n

Title : Rooftop Prince//Author : Hwang Muttiffany//Ratting : PG-I5//Length : Chapter//

Genre : Sageuk, Romance, Fantasy//Main cast : Tiffany Hwang and Kim Taeyeon//

Support cast : Victoria Song, Choi Siwon etc// Art : Hwang Muttiffany

“I love you for thousand year, I love you for thousand more” – Cristina Perri

 

1712. Dinasti Joseon.Kamar Miyoung

Miyoung berbaring dalam kamarnya, menutupi tubuhnya sampai ujung kepala, ia menagis, menangis akan nasibnya yang tak pernah bisa menyatu dengan pangeran Yeonsama, ia hanya mampu melihat sosoknya dari jauh, tak pernah mencoba untuk memberi tau apa yang dia rasakan pada pangeran Yeonsama, tentu saja hal ini bisa menjadi skandal besar kalau ternyata adik dari permaisuri juga mencintai pangeran, bisa dipastikan dalam waktu beberapa jam saja, hal itu langsung merebak.

Babo”, Ucap Miyoung pada dirinya sendiri

Miyoung mencoba dengan keras untuk melupakan sosok pangeran Yeonsama, kini matanya terpejam  sambil terus meruntuki dirinya yang masih terus mencintai pangeran Yeonsama yang kini telah mejadi milik orang lain-Milik kakaknya.

Flashback.1700.Dinasti Joseon.Istana Kerajaan

“Miyoung Ah, kenapa kau selalu mengenakan cadar? Apakah wajahmu buruk rupa?”, Tanya Pangeran Yeonsama dengan polos

Ani, aku hanya tak ingin ada lelaki yang mencintaiku hanya karena wajahku saja”, ucap Miyoung kecil, sejak kecil memang kecantikan wajahnya sudah terlihat sudah banyak pengeran-pangeran yang mau menikah dengannya, akan tetapi dia selalu menolak dengan alasan karena dia masih ingin bermain selayaknya anak-anak seusianya, selain itu dia tau bahwa semua pangeran yang ingin menikahi dirinya hanya menyukai parasnya saja, dan alasan yang paling penting dan tak pernah Miyoung katakan adalah karena dia mencintai pangeran Yeonsama, bocah kecil ini sudah mencintai pangeran Yeonsama sejak lama, hingga akhirnya suatu hari pangeran memberi Miyoung sebuah binyeo-penjepit rambut.

Karena binyeo itu pikiran Miyoung selalu imajinasi, berimajinasi bahwa nantinya ia akan menjadi permaisuri dari pangeran, berimajinasi mereka akan hidup bersama sampai mati. Imajinasi itu muncul bukan tanpa sebab, hal itu dikarenakan dirinya mengetaui bahwa simbol dari binyeo  adalah ajakan untuk menikah. Sejak hari itu tidur malamnya selalu dipenuhi dengan mimpi pangeran, ia sadar bahwa kini hatinya hanya tertuju pada pangeran dan tidak ada celah untuk lelaki lagi, hanya pangeran Yeonsama.

Ia sadar bahwa hatinya selalu bahagia ketika bermain dengan pangeran, ia sadar bahwa jantungnya selalu berdetak sangat kencang melebihi saat setelah lari marathon, kecepatan jantungnya berdetak tidak bisa diterima dengan akal sehat.

Namun takdir memang tak seindah apa yang diharapkan, Miyoung harus merelakan pangeran Yeonsama bersanding dengan kakaknya, bersanding dalam pelaminan. Sebuah fakta yang akhirnya ia sadari bahwa pangeran Yeonsama tak akan lagi bersama dengan dirinya lagi, ia telah menjadi milik kakaknya.

Semua orang tak pernah tau bahwa sehari sebelum pernikahan kakak tiri Miyoung-Song Qian, telah memohon pada Miyoung untuk merelakan pangeran Yeonsama untuknya dengan acaman bunuh diri, semua orang tak tau bahwa Miyoung dihadapkan pada takdir yang begitu kejam di umurnya yang belum mampu menerimanya, semua orang tak bahwa Miyoung melarikan diri supaya posisinya di gantikan oleh kakaknya.  Miyoung melarikan diri bukan untuk selamanya karena ia sadar ia tak akan bisa hidup tanpa pangeran, beberapa hari setelah pernikahan pangeran ia kembali, kembali dengan selamat, akan tetapi ada yang berbeda dengan dirinya, dirinya yang dulu dipenuhi dengan canda tawa kini tak ada lagi, kini hanya ada Miyoung yang pendiam, dan tak mau berbicara pada siapapun.

End Flashback.1700.Dinasti Joseon

~~~~~~

Miyoung sedang jalan-jalan di hutan, saat itu Miyoung mendengar seorang sedang mengaduh kesakitan, Miyoung terus mencari sosok itu sampai akhirnya dia menemukannya, seorang namja dengan baju prajurit kerajaan, Miyoung tak bisa melihat bagimana wajah dari perjurit tersebut karena posisinya yang membelakanginya, namun Miyoung sadar bahwa namja yang berada di depannya ini pastilah masih muda bisa di dengar dari suara yang masih segar, dan postur tubuhnya yang masih tegap, dengan langkah cepat Miyoung dan mendekati namja itu.

Tanpa mengeluarkan kata Miyoung, dia hanya memgang bahu namja itu, detik berikutnya Miyoung merasakan perasaan sakit dan juga bahagia, namja itu adalah pangeran Yeonsama, kenapa pangeran bisa berada disini tanya Miyoung dalam hati, namun tersadar kembali saat melihat tangan Yeonsama berdarah, tanpa menuggu jeda Miyoung meraih rambutnya yang tersimpul sempurna. Gadis itu lalu melepas daenggiIkat rambut berbentuk pita yang biasa digunakan oleh perempuan di dinasti Joseon yang menandakan bahwa mereka belum menikah merah yang melekat di rambut tersimpulnya. Yeoja itu dengan tanpa ragu melilitkan daenggi tersebut pada tangan pangeran Yeonsama, berharap darahnya berhenti mengucur, pengeran Yeonsama tak banyak berbicara dia hanya melihati sosok di depannya, sosok yang dulu nyaris menjadi permaisurinya.

“Miyoung ah”, panggil Yeonsama, ini sudah beberapa tahun setelah Yeonsama tidak memanggil Miyoung lagi, Miyoung masih hafal benar bagimana cara Yeonsama melafalkan namanya, seperti ad sesuatu yang selalu di sembunyikan dalam panggilan itu, cara memanggilnya masih sama batin Miyoung walaupun dengan suara yang berbeda dengan dulu yang masih anak kecil, suaranya kini sudah menjadi sangat dewasa.

Miyoung tak membalas panggilan Yeonsama, dia hanya diam, selalu seperti ini dia tak pernah mampu berucap dan kalaupun mampu dia tak akan melakukannya, karena ia sudah tak mau menggunakan pita suaranya lagi, tentu saja hal ini karena namja yang berada didepannya

“Aku ingin jalan-jalan keluar tapi pihak kerajaan selalu melarangku dengan alasan berbahaya, akhirnya aku berpura-pura menjadi perajurit supaya bisa keluar, kenapa mereka selalu melarangku?  aku juga manusia yang ingin kebebasan, aku sadar aku adalah pangeran yang di persiapkan untuk menjadi raja, raja negeri ini, kau mengertikan perasaanku Miyoung?”, Cerita Yeonsama pada Miyoung, akan tetapi Miyoung terus menunduk tanpa melihat sosok yang mengajaknya bicara, dari kelihatnya memang dia seperti tak mendengarkan apa yang Yeonsama kata tapi semua tak orang tau bahwa Miyoung adalah orang yang selalu mendengarkan Yeonsama lebih dari dari orang lain.

Miyoung ah, wae? Kenapa kau seperti ini? Apakah kau benar-benar tidak pernah berbicara sekarang?”, Miyoung tetap diam tanpa kata, setelah selesai memperban tangan pangeran dan ia berusaha berdiri, namun pangeran Yeonsama menahannya. Tangan besarnya membungkus sempurna tangan Miyoung, membuat Miyoung hanya bisa berdiri kaku di sampingnya. Miyoung mengahan nafas, berusaha menahan butiran air mata yang akan pecah.

Gemanhae”, Suara Miyoung lemas, suara yang telah ia simpan rapat-rapat akhirnya keluar juga, semua itu tentu terpaksa, yang pada akhirnya membuat tangan pangeran Yeonsama melepaskan gengamannya,  dengan lemas ia berjalan dan meninggalkan sosok pangeran Yeonsama, berlari menjauh dan tak ingin kembali merasa sakit yang merebak di hatinya.

Setelah berhasil menjauh dari pangeran Yeonsama, ia terduduk dan kembali terdiam, sibuk memikirkan sikap bodohnyanya. Benar, sikap bodohnya yang selalu melihati pangeran Yeonsama dari belakang akan tetapi saat mereka bertemu ia selalu berusaha melarikan diri dari pangeran Yeonsama

Kenapa aku selalu menghindarinya saat kita bertemu? Kenapa aku selalu melihati dari belakang tapi saat aku berada didekatnya aku selalu ingin menjauh darinya? Kenapa hati ini masih sakit, bahkan sakitnya melebihi dulu, kenapa aku masih tetap mencintainya? Kenapa?

Benar, hanya itu yang bisa dilakukannya. Hanya Miyoung yang dengan tanpa sadar mulai mencintainya, ia tak pernah bisa memberikan petunjuk kepada Yeonsama karena ia sadar dengan takdir mereka yang tak akan pernah bisa menyatu. Begitu pula dengan Yeonsama tidak pernah  memberinya petunjuk yang bisa Miyoung simpulkan sebagai sebuah pernyataan bahwa namja itu juga mencintainya.

~~~~~~

Miyoung merapatkan tubuhnya pada pohon besar yang kini menyembunyikan tubuh mungilnya yang menyembunyikanya dari siapapun. Kedua manik mata merekem setiap tindakan sosok yang dia cintainya yang sedang bersedagurau dengan permaisurinya, benar orang itu adalah pangeran Yeonsama, dalam hati Miyoung terus berucap seandainya wanita itu adalah diriku.

“Hahaha sulaman permaisuri sangatlah bagus lihatlah sampai kupu-kupu saja tertipu olehnya”, ucap pangeran Yeonsama yang terus melihati sulaman yang dengan motif bunga dan juga kupu-kupu, pengeran tak pernah tau bahwa yang membuat sulaman itu sebenarnya adalah Miyoung, sedangkan Qian hanya tersipu dengan pujian pangeran

“Terima kasih Yang mulia”, jawab Qian

Miyoung teramat sangat ingin menghampiri namja yang ia cintai, tapi ia sadar bahwa itu tak akan berati apa-apa dan hanya akan menjadi sia-sia saja bila dia memaksa kakinya untuk melangkahkan kakinya untuk mendekat pada pangeran yang ia cintai, ia sadar bahwa bagimanapun ia mencoba dia tak akan pernah bisa merubah takdirnya yang hanya bisa melihat pangeran Yeonsama dari jauh seperti yang ia lakukan saat ini.

Miyoung terus melihati pangeran Yeonsama dan Qian, Sesekali, diantara mereka berdua tertawa lepas penuh kebahagiaan membuat sisi Miyoung semakin gelap, kelam, dan pedih.

Ketika kakinya berjalan dengan lemas meninggalkan pangeran Yeonsama dan Qian,  berusaha menjauh dari kedua sosok yang membuat jantungnya panas, tiba-tiba suara merdu memanggil Miyoung “Miyoung ah! Apa yang sedang kau lakukan disitu?”, Tanya Yeonsama yang secara tak sengaja melihatnya saat akan beranjak pergi, Miyoung gelagapan, bingung akan menjawab apa, sedangkan Qian menatapi Miyoung curiga.

“Mungkin dia sedang mencari bunga, Yang mulia”, ucap Qian, Miyoung hanya bisa menangguk. Saat itupula Miyoung buru-buru menjauh dari keduanya, tak ingin merasakan perih yang berkelanjutan, namun langkah kakinya kembali tertahan saat Yeonsama kembali menerikan namanya “Miyoung ah, aku punya tebak-tebakan untukmu, kalau kau bisa menjawabnya aku akan memberimu sebuah hadiah. Dialah penipu dari sebuah keindahan, penipu ulung yang siap menyakitimu disaat kau lengah, siapakah dirinya? ku tunggu jawabanya 2 hari lagi, kalau kau berhasil menjawabnya aku akan memberikan hadiah seperti yang kujanjikan kalau kau kalah aku hanya akan meminta satu permintaan, yaitu kembalilah seperti Miyoung yang dulu, Miyoung yang penuh degan kecerian!”, Miyoung tak memberi jawaban dan menghilang dari pandangan Yeonsama dan Qian.

“Aku akan terus membuatmu kembali seperti dulu”, ucap Yeonsama yakin sambil mengulas sebuah senyum, sedangkan Qian menatap bayangan Miyoung dengan kebencian yang mendalam.

~~~~~~

TBC

Curcol Author :

Eyakkkk bagimana sedikit  bukan??? Pasti sangat sedikit hahahaha

Mian aku gak bisa apdate banyak-banyak susah bgt asli, yang bikin susah adalah karena q gak  tega nulis adengan si Miyoung di solimi terus sama kakaknya dan Miyoung yang terus mencintai Yeonsama, asli q kagak tega#plakkkk kalau kayak tega ngapain juga ditulis#plakkk lupakan

Bgimana sodara, apakah epepnya menarik ato ancur???

Say sorry q sekarang memang jarang nulis, alasanya karena banyak pekerjaan, n klau banyak pekerjaan imajinasi jadi macet dah.

Ok kayaknya udah deh curcolnya time to say annyeong!!!

Iklan

63 thoughts on “Rooftop Prince [Chapter 1]”

  1. 😧sedih bwgd.. merelakan cintanya hanya demi mengalah kpd kknya.. tidak tau kah mau song mempunyai niat jahat kpd pangeran

Komentar tidak dipungut biaya ✿ Tae♡Ny ✿

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s