Fantasy, SNSD, SOSHI FF

Rooftop Prince [Chapter 2]

NDJ

Title : Rooftop Prince//Author : Hwang Muttiffany aka Mutiara Triastuti//

Ratting : PG-I5//Length : Chapter//Genre : Sageuk, Romance, Fantasy//

Main cast : Tiffany Hwang and Kim Taeyeon//Support cast : Victoria Song, Choi Siwon etc//

Art : Hwang Muttiffany aka Mutiara Triastuti

“I love you for thousand year, I love you for thousand more” – Ketty Perri

2000. Jaman Modern.Seoul

Satu yeoja remaja sedang duduk di restoran bersama seorang namja, yang namja umurnya sudah kepala tiga, mereka duduk menunggu seseorang yang sudah janjian akan bertemu ditempat yang sudah di janjikan. 1 menit, 2 menit, 3 menit sudah berlalu akan tetapi orang yang ditunggu tak datang-datang, mungkin terjebak macet batin namja, sedangkan yang yeoja sedari mengedus sudah tak betah menunggu.

Appa ayo kita pulang, aku sudah tak betah disini!”, ujar yeoja remaja mengeret appanya

“Victoria tunggulah sebentar saja”

“Maaf, kami terlambat”, ucap seorang yeoja yang tiba-tiba datang menghabur ke meja mereka bersama seorang bocah kecil yang tak kalah lelahnya karena berlari mengejar waktu

Aniya, gwencana Miyeon~ah kami juga baru saja sampai”, ucapnya berbohong

“Kita sudah menuggu lebih dari setengah jam appa”, ucap Victoria sengit

“Sekali lagi saya minta maaf, tadi saya menjeput Stephanie terlebih dahulu di sekolah, Stephanie perkenalkan dirimu didepan calon appamu!”, ucapnya memberi intruksi kepada bocah kecil yang bersama dirinya

Annyeong haseo, Stephanie imidha pangapsimida”, ucapnya dengan gaya khas anak-anak kecil yang membuat calon appanya gemas, sedangkan Victoria hanya melihat dengan tatapan sinis, dia sama sekali dengan calon keluarganya, baik itu Stephanie ataupun calon eommanya

Aigoo Jeongmal Kyeppota”, yang kemudian mengelus-elus kepala Stephanie, Miyeon tampak senang dengan perhatian calon suaminya yang sangat sayang kepada Stephanie walaupun dia bukan anak kandungnya, sedang Victoria semakin tak suka saja dengan Stephanie, dalam pikirannya sudah mulai terbayang pikiran-pikiran buruk mulai dari appanya yang mungkin saja nanti akan lupa padanya karena karena kedatangan keluarganya yang baru.

Beberapa bulan kemudian setelah pertemuan di restoran, kedua orang tua Victoria dan Stephanie menikah, yang di takutkan Victoria kini menjadi kenyataan walaupun tak sepenuhnya benar, appanya kini membagi kasih sayangnya dengan eomma dan adiknya yang baru.

Plokkkk Plookkk Ploookk!!!!

Terdengar secara jelas suara pukulan-pukulan itu, suara appa Victoria yang sedang memukuli kaki Victoria dengan kayu, Victoria tak menangis sama sekali dia hanya menahan rasa sakit yang ia derita karena di pukuli appanya, hukuman itu ia dapatkan karena tidak bisa menjaga Stephanie dengan benar dan membiarkan Stephanie memasak sendiri dan menyebabkan rumah hampir kebakaran, untung saja api tidak merambat kemana-mana hanya saja tangan Stephanie menjadi terbakar dan menyebabkan luka yang cukup parah dan mungkin saja tidak bisa hilang seumur hidup.

“Sudah appa bilang jaga Stephanie dengan benar!!”, teriak appa Victoria, sedangkan Victoria hanya diam dengan raut wajah sebal dan menahan sakit di kakinya

“Sudah eomma bilang jangan pernah bermain api, kenapa kau tidak menuruti apa yang eomma bilang??”, marah eomma Stephanie kepadanya, Stephanie tak mampu membalas ia hanya bisa menangis kesakitan melihat luka di tangannya

Rahang Victoria mengeras. Terpancar jelas expressi marah di wajahnya, dia menatap Stepahanie dengan pandangan menusuk penuh dengan emosi, sedangkan Stephanie terus saja menunduk sambil menangis kesakitan sedari tadi, kebencian jelas terpancar dari raut wajahnya Victoria, kemudian Victoria memasang expressi ini-semua-karena-dia, kedua matanya seakan terbakar, tangannya mengepal keras siap menghajar sodara tirinya tapi apa daya dia tak akan berani melakukannya. Victoria sudah tidak tahan, ia langsung berlari mencoba menjauh dari appanya. Namun appa Victoria menarik tanganya, ia mulai kesal dengan sikap Victoria akhir-akhir ini-setelah menikah lagi.

“Victoria, siapa yang menyuruh kamu pergi seperti itu?, siapa yang mengajarimu?”, teriak appa semakin emosi. Victoria memalingkan wajahnya, ia tak mau appana melihat ia menangis, ia tak mau terlihat didepan appanya

“Jawab appa!!”, Victoria tak bergeming, tangannya bergerak dengan kasar mencoba melepaskan cengkaraman dengan segenap kekuatan yang ia miliki, setelah berhasil terlepas dari cengkaraman appanya dia meninggalkan rumah, diikuti suara teriakan dari appanya.

“YA! Kembali, kembali!!”, ucapnya appanya penuh emosi

~~~~

Entah ada angin apa Victoria hari ini menjadi kakak yang baik untuk Stephanie, dia mengajak Stephanie jalan-jalan di sekitar rumahnya, terlihat jelas Stephanie sangat menyukai jalan-jalan mereka, hampir satu jam mereka jalan-jalan, Stephanie tak pernah sadar kalau sebenarnya di balik semua kebaikan kakaknya hari ini dia menyimpan sebuah rencana untuk menyingkirkan dirinya, entah bagimana caranya rasanya Victoria ingin cepat-cepat menyingkirkan sodara tirinya tersebut, dendamnya sudah memuncak sampai keubun-ubun kepala.

Kini mereka sedang berjalan di tepi jalanan yang sangat ramai akan alulalang mobil, Stephanie berjalan dengan semangat sambil menjilati ice creamnya

Eonnie mau ice cream ini?”, Tanya Stephanie kepada kakaknya yang sibuk berpikir bagimana cara menyingkirkan adiknya

Ani..habiskan saja”, dalam hati Victoria ia berkata ‘habiskan saja mungkin saja itu makanan terakhir yang akan kamu makan, selamat tinggal adikku yang paling kubenci’, yang kemudian memberikan senyum palsunya kepada Stephanie, tangan Victoria kini memegang erat bahu Stephanie, tiba-tiba sekelebat ide licik muncul dari otaknya, dia mendorong Stephanie dengan keras sampai membuat Stephanie tersungkur di tengah jalan, kejadian itu sangat cepat, semua orang tak menyadari kejadian sebenarnya tau-tau mereka melihat seorang bocah tertabrak mobil tak lain dan tak bukan bocah itu adalah Stephanie. Orang yang secara tak sengaja menabrak Stephanie hanya terpaku di mobil, suara klakson mulai terdengar dimana-mana, kecelakan itu membuat jalanan menjadi macet.

Tubuh Victoria berguncang hebat, ia takut, ia bingung, saking takutnya akhirnya dia berlari meninggalkan Stephanie yang tersungkur di jalan penuh darah di jalanan namun ada sebongkah kebahagian di hatinya karena sekarang ia tak perlu melihat adiknya lagi.

Stephanie merasakan tubuhnya menjadi sangat lemas. Pandangan matanya berputar-putar, darah dikepalanya terus mengalair tanpa henti. Semakin lama Stephanie tak mampu lagi rasanya gerakkan semua anggota tubuhnya. Organ tubuhnya juga rasanya sudah kering dan jantungnya semakin tak terasa detak jantungnya.

Eon..ni..e”, ucap Stephanie lirih, kemudian ia sudah tak sadarkan diri

“CEPAT PANGGILKAN AMBULAN!!”, teriak salah seorang disana yang dengan sigap menolong Stephanie sebisanya

2012. Jaman Modern. LA

Hari ini hujan kembali menguyur daratan LA, Sepasang kekasih sedang berjalan bersama setelah pulang dari restoran, mereka bergandengan tangan dengan sangat erat tak mau terpisahkan satu sama lain.

“Aw”, pekik sang yeoja kesakitan,nafasnya sedak. Kedua bola matanya berputar, menyapu seluruh jalanan LA yang dilewatinya bersama kekasihnya, kepalanya sakit. Sakit sakitnya sudah sedari tadi akan tetapi ia tahan karena ia sangat menyakitkan.

 Yunhe~ah Gwencana?”, Tanya sang kekasih dengan intonasi khawatir, ia tak pernah melihat kekasihnya seperti ini, ia selalu melalu melihat kekasihnya tersenyum, tak pernah melihatnya kesakitnya sampai seperti ini

Yunho~ah Saranghaeyo, minhaeyo karena aku tak pernah memberi tau mu kalau waktuku hanya tinggal sebentar lagi, mungkin ini sudah waktunya”, ucap Yunhe tersendat, dengan mata kepalanya sendiri Yunho melihat sosok Yunhe yang ia cintai mengeluarkan darah dihidungnya dan kemudian ambuk dalam pelukannya, dan akhirnya Yunho pun ikut ambruk bersama Yunhe, ia tak mampu berdiri lagi, ia tak mampu ditinggalkan kekasihnya dengan cara seperti ini

Yunhe~ah Irrona!!!! Yunhe~ah IRONA”, ketiaknya sambil menggunang tubuhnya yang sudah dingin tak bernyawa. Tapi….

“CUT…CUT…CUT…”, teriak Sutradara kepada kedua pemainnya, setelah dengar teriak sutradara terdengar suara umpatan dari pemeran wanita ‘Sutradara cerewet’, sedang pemain main lelaki hanya kesal kepada pemeran wanita, karena sedari tadi aktinganya tak pernah benar, dan membuat jatahnya istirahatnya berkurang banyak karena terus mengulangi adegan itu dan itu terus#ternyata hanya acting sodara-sodara

“Jieyeon ssi, lihat aktingmu, mana mungkin orang mati posisinya sebagus itu”, teriak sutradara memarahi pemain wanita, sedang pemain wanita hanya diam tanpa membatah perkataan sutradara, pemain wanita itu adalah Song Jieyeon seorang anggota girl band yang mencoba melebarkan sayapnya dan mencoba acting akan tetapi ternyata dia tak memiliki bakat dalam berakting yang akhirnya membuat pemeran laki menjadi tidak sabaran, tak lain tak bukan lekaki itu adalah Kim Taeyeon, seorang aktor terkenal korea, bakatnya dalam berakting tak perlu di ragukan lagi, sudahnya banyak award yang ia raih.

“Aktingmu NG-Not Good- Jieyeon ssi”,Sutradara terus berteriak sedari tadi, tidak puas dengan acting Jieyeon, mungkin saja jatwal tayang film akan tertunda hanya karena acting Jieyeon yang terbilang hancur. Sedangkan Taeyeon berusaha memberi semangat kepada Jieyeon untuk terus fokus.

“SYUTING HARI INI BREAK!!!”, teriak Sutradara kepada semua orang yang berada di tempat itu baik pemain ataupun staff yang bertugas di dalamnya,  bahkan sang sutradara bersumpah tidak akan menggunakan idola untuk pemeran filmnya lagi, mungkin karena kapok melihat akting Jieyeon.

Sedangkan Taeyeon sedang berjalan-jalan di sekitar tempat ia bersyuting, baru kali ia mendapatkan pasangan yang kualitasnya berakting berada dibawah rata-rata, ternyata rasanya benar-benar menyebalkan kalau mendapat pasangan berakting dibawah rata-rata ucap Taeyeon dalam hati.

~~~~~

Taeyeon POV

Setelah berlelahan karena syuting hari ini yang berjalan tidak lancar sepetinya bukan ide buruk kalau aku jalan-jalan sebentar di sekitar lokasi syuting, mungkin setelah aku izin dengan manajer aku bisa jalan-jalan sesukaku, lagipula ini kan di LA akan sangat jarang orang tau kalau aku adalah artis, semoga saja aku tidak bertemu fans fanatic disini, karena hari ini aku sedang tidak ingin diganggu siapapun.

“Hyesung Hyung aku ingin pergi jalan-jalan sebentar”, teriakku kepada manajer

Ne, tapi jangan lupa besok kau harus kembali ke Seoul”

“Siap Komandan”, ucapku dan memberi hormat kepada Hyesung hyung

~~~~~

Tiba-tiba saja langkahku terhenti, aku terpesona dengan seorang gadis yang sedang melamun diduduk di pancuran, matanya melihat kelangit, dari raut wajahnya aku tau bahwa dia sedang bertanya pada langit tentang kepastian hidupnya, kepastian takdirnya, bodoh kau Kim Taeyeon sejak kapan kau bisa menebak apa yang sedang orang pikirkan, sejak kapan kau menjadi peramal, entah itu kekuatan apa aku tak tau, aku merasa sangat memahami dirinya.

Yeppo”, ucapku secara tak sadar, dari beberapa gadis yang kutemui semasa hidup memang dia yang paling cantik, rambutnya lurus hitam kelam, kulitnya putih seputih susu, dengan tulang pipi yang tinggi, dan tak luput dengan mata coklat yang bersinar penuh dengan kebahagian dari luarnya.

tiba-tiba anjing kecil berjenis white meltese datang padanya, mungkin anjing itu miliknya, seketika pula dia memeluk anjing itu dalam dekapannya, sangat lucu bersamanya.

Tanganku berusaha mencari handphone, berusaha mengabadikan wajahnya, dan saat aku mulai diriku mulai memfoto dirinya tiba –tiba saja aku merasakan bumi berhenti berputar, waktu serasa berhanti, hanya waktuku dan yang terus berjalan, aku berusaha mendekat padanya

Deg Deg Deg

Kupegang jantungku, ada yang aneh dengan jantungku seumur-umur dia belum pernah berdetak seperti ini.

Hana…dul…set…tiba-tiba suasana di sekitar kembali seperti semula, semua orang sudah mualai hilir mudik kesana kemari, hanya aku yang berdiam diri di tempat.

Tiba-tiba saja pandangan kami menyatu, dia melihat diriku, jangan-jangan dia sadar kalau sedari tadi aku melihatinya, mungkin lebih tepatnya memelototi dia, sebuah senyum manis tersimpul di bibirnya semakin cantik saja batinku, aku gugup mungkin saja wajahku kini sudah memerah.

Brakkk

“Aw”, pekikku ternyata ada seseorang yang menabrakku dari belakang, dan membungkuk meminta maaf tanpa mengucapkan sepatah katapun, seorang yang cukup cantik.

Ternyata orang yang menabrakku itu kini bersama dengan dia, ada yang aneh disini, mereka sama sekali tak mengucapkan satu katapun, mereka selalu mengerakan tangan mereka yang menyibulkan sesuatu, jangan-jangan dia bisu batinku, dan mereka menggunakan bahasa isyarat, sepertinya begitu. Sebuah senyum terulas pada bibirku, memang tidak ada manusia yang sempurna batinku.

“Sepertinya aku harus belajar bahasa isyarat mulai saat ini”

Pandanganku terus menangkap yeoja yang terlihat asik bercanda dengan temannya, tawanya renyah, seakan tak ada beban. Aku kembali tersenyum melihatnya. Entah hatiku begitu bahagia melihatnya. Yeoja itu, kenapa bisa membuat jantungku berdetak seperti ini? Apakah ini love at the first sight?

Tiba-tiba seseorang menepuk pendakku, aku tersentak ternyata orang itu adalah Siwon hyung

“Waaa….Taeyeon, ngelihatin siapa??” Siwon hyung mengedarkan pandanganya mencoba mencari sosok yang telah merebut semua perhatianku

“Bukan siapa-siapa!”

Kojimal, jangan-jangan yeoja itu”, tunjuk siwon secara randomnya, dan hebatnya orang yang ditunjuk Siwon hyung adalah orang yang kuperhatikan sejak tadi

Ani…yo, sudah kebilang tidak ya tidak”, jawabku meyakinkan Siwon hyung akan tapi tak percaya dengan ucapku, babo tentu saja Siwon hyung tak percaya padaku gelagatku saja sudah menujukan kalau aku ini sedang berbohong

“Jangan-jangan benar yeoja itu?”, Siwon kembali menunjuk yeoja itu lagi, langsung kuturunkan tangan Siwon hyung secara kasar, takut ketahuan kalau sedari tadi kita sedang memperhatikan yeoja itu, mungkin lebih tepatnya bukan kita tapi hanya aku saja yang memperhatikan dirinya

“Jangan menujuk orang sebarangan”, ucapku menaikan nada

“Hahaha santai saja lihat di kepalamu sudah muncul tanduknya”, ucap Siwon hyung terpingkal-pingkal

“Hyung berhentilah tertawa lihatlah org melihati kita berdua”

Araso”, setelah berhasil membuat  Siwon hyung terdiam, aku kembali mencuri pandangan kepada yeoja itu. Mata kami kembali bertemu dan dalam sekejab dia memberikan senyum manis dari bibirnya, aku kembali meresakan sesuatu yang hangat mulai menjari tubuhnya kembali, entah itu prasaaan apa, ia belum tau. Mungkin saja ini hanya perasaan kagum saja…tak mungkin ini jatuh cinta pada pandangan pertama

“Taeyeon…Taeyeon”, panggil Siwon hyung dan membuat lamunanku kembali buyar

“Ah?”

“Kamu tadi mendengarkan aku bicara tidak?”, Tanya Siwon hyung yang sedikit emosi melihat aku sebagai patner bicaranya yang tak merepon dengan baik

“Oh”, agukku singkat

“Yang benar?”, mencoba bertanya padaku kembali

“Em”, senyumku  sambil menagguk

“Sedari tadi hanya bisa menjawab ‘em, ah, oh’ saja”

Ne ne ne, Mian

“Ya sudah aku pergi syuting dulu”, ucap Siwon setengah berteriak dan meninggalkanku

Hwataeng!!”teriakku memberi semangat

“Hey jangan melototi yeoja itu nanti kau dikira psikopat”, teriak Siwon hyung tak kalah kencangnya

“YA!!!”, teriakku emosi

Sesat setelah Siwon hyung benar-benar menghilang dari pandanganku, bola mataku kembai menyapu mancari yeoja tadi. Tapi yeoja tadi kini sudah pergi, kemana perginya dia?

TBC

Curcol author : aigooo akhirnya q kambek juga

Yes bgimana chapter ini lebih banyak kan dari yang chap 1, jelas karena q lebih mudah mengexpressikan jaman modern dari pada jaman kuno

Yakkk siapa tadi yang ketipu sama screen syuting??? Hahahahahha

Yakkk siapa pula yang buat Taeyeon dek2an gtu??

Dan sebenarnya tu yang namanya Jieyeon q Cuma ngawur aja sih, abisnya q bingung mau pakek cast siapa hahahaha

Dan menurut kalian orang yang buat Taeyeon dek2an tu bisu gak sih??

Jawabannya blm tau kapan hahahahaha

Say sorry mungkin di chap 3 q adpatenya lama, banyak alasan sih pertama karena bentar lagi mau UAS, kedua karena belum ada imajinasi, sooo sabar yah nunggunya jangan sampek bosen nunggu q, doain aja apapun yang terbaik buat q supaya cepet apdate hehehehe#plakkk bilang aja mau di doain

Ok sekian dah curcolnya bye bye bye

Saranghaeyooo reader ({})

Iklan

61 thoughts on “Rooftop Prince [Chapter 2]”

  1. Hanya sampai part 2 saja thor lalu gak dilanjutin lagi gitu… ihh padahal nie ff bener bener banyak yg minat thor.. please lanjutin thor

  2. Authoor, ini lanjutan nya manaa????
    ppany yah itu? Kyaknya sih iya, kan yang bisa bikin taeng deg”n cuma ppany..wekeke (*¯︶¯*)

Komentar tidak dipungut biaya ✿ Tae♡Ny ✿

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s