Fantasy, SNSD, SOSHI FF, Three Shoot

7 Days to Remember Beautiful Love (Threeshoot)

7

Title : //Author : Hwang Muttiffany aka Mutiara Triastuti//

Ratting : PG-I5//Length : Chapter//Genre : Sad, Romance, Friendship//

Main cast : Tiffany Hwang and Kim Taeyeon//Art : Hwang Muttiffany aka Mutiara Triastuti

Diantara Kesunyian di kamar bernuasa putih. Taeyeon Terduduk. Larut dalam kerinduan mendalamnya akan sosok yang dulu selalu menghiasi hidupnya. Tanganya memegang erat kotak merah muda yang ditinggalkan untuknya. Taeyeon tau bahwa hanya dengan benda ini bisa membunuh segala kerinduannya. Taeyeon tau bahwa dirinya telah bermain curang, Karena dalam perjanjian yang telah ia setujui, dia hanya boleh membuka kotaknya saat dia sudah lupa yeoja itu. Lupa kalau pernah ada kenangan akan mereka berdua. Namun satu hal yang Taeyeon tau bahwa dia tak akan pernah melupakan yeoja sekalipun, tak akan pernah. Taeyeon tak akan membiarkan memorinya tentang yeoja itu menghilang begitu saja dari otaknya.

Dengan jemari bergetar Taeyeon membuka kembali kotak yang ditinggalkan oleh yeoja itu. Terdapat selembar surat disana, Taeyeon segera meraih lipatan surat itu. Tampak gorisan indah yang dalam surat. Surat itu adalah ungkapan perasaan dari pemiliknya.

Seiring dengan baris demi baris yang Taeyeon baca akhirnya ia mengetaui bahwa setiap kata yang tertulis penuh dengan cinta yang tanpa akhir. Tubuhnya berguncang hebat dengan emosi yang bergejoka dalam hatinya. Ia tutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Sakit. Pilu. Perih. Semua kata itu terus bergetar dalam aliran hatinya….

Dia orangnya….

Karena dia aku mampu bertahan

Karena dia aku mampu kerasnya hidupku

Karena dia aku mampu menghadapi hidup yang penuh dengan tangisan ini

Dia orangnya….

Orang yang berada di balik siluet

Dia orangnya….Kim Taeyeon

Tiffany Hwang-

Dalam kotak itu juga terdapat foto. Foto beberapa tahun yang lalu. Foto dirinya dan Tiffany. Semuanya hanya foto dirinya dan Tiffany, tak ada yang lain.

Ingatan Taeyeon kembali kemasa-masa kebahagian di foto itu, kenangan beberapa tahun sebelum semua kenangan buruk itu datang padanya.

Flashback

“Ah Hari ini aku senang sekali, bisa jalan-jalan denganmu sepulang kuliah, karena biasanya kamu selalu bersama kekasihmu yang tercinta itu”, kata Tiffany sedikit menindir Taeyeon, karena setelah Taeyeon mempunyai kekasih ia jarang jalan-jalan dengan Tiffany seperti dulu, yeoja itu terus saja tersenyum saat melihat Taeyeon sedang berdiri di sampingnya

Mianhaeyo.” ucap Taeyeon cepat dan melihat Tiffany

Waeyo? Kenapa kau tersenyum terus? Apakah ada yang salah dengan wajahku?” tanya Taeyeon pada Tiffany, ia malu di lihati Tiffany seperti itu apalagi dengan eyesmile Tiffany,  wajahnya bersemu merah saat melihat eyesmile. Taeyeon hanya menggelengkan kepalanya dan terus saja tersenyum. “Wa..e?”, tanyanya kembali semakin malu saja, walaupun ia sudah bersahabat dengan Tiffany lama akan tetapi ia jantungnya masih saja berdetak tak karuan saat melihat eyesmile Tiffany, ia tak tau sejak kapan perasaan itu muncul

Aniyo, aku hanya merasa bahagia karena bisa jalan-jalan dengan kamu lagi.” kata Tiffany dengan riang, benar-benar menunjukkan rasa sayang yang mendalam pada Taeyeon

Aigoo..kenapa hidung kamu jadi merah? Apa kamu kedinginan?” tanya Tiffany sambil memegang kedua pipi Taeyeon dengan kedua tangannya. Saat ini memang musim dingin jadi tak heran kalau Taeyeon kedinginan ucap Tiffany dalam hati, akan tetapi sebenarnya Taeyeon tidak kedinginan lebih tepatnya nervus. Kemudian ia mememang tangan Tiffany dari wajahnya dan menurunkannya

“Kalau kau berbuat seperti ini terus, bagaimana kalau aku menyerangmu Fany-ah?”tanya Taeyeon dengan semburat merah di pipinya.

“Kau tidak akan melalukannya.” ucap Tiffany yakin.

Jinjja?” tanya Taeyeon pada Tiffany, Tiffany langsung menurunkan tangannya dan menatap Taeyeon dengan intens.

“Aku yakin 100% seorang Taeyeon tidak akan menyakitiku” ucapnya dengan cengiran manis

Tiffany kembali tersenyum, ia tau apaun tentang Taeyeon baik luar dan dalam. Taeyeon mengacak-acak rambut Tiffany. “Ya! Kau berani sekali mengacak-acak rambutku??” kata Tiffany, akan tetapi Tiffany tak bisa mengalahkan kekutan Taeyeon, Akhirnya Taeyeon semakin gencar menyerang Tiffany dengan terus mengacak-acak rambut Tiffany, Tiffany tak sanggup menghindar.

“Kau memang sahabat terbaikku” ucap Taeyeon yang mengakhir serangannya, saat sudah melihat rambut Tiffany yang amburadul

“Saranghae….Chinguya…”

“Tapi bohong wekk” kata Taeyeon, mencoba untuk menggoda Tiffany lagi. Tiffany yang kesal hanya bisa melihat ke arah lain dan bertolak pinggang, mendecak kesal dan akhirnya tatapannya tertuju ke arah Tiffany dan mencoba untuk menangkap Taeyeon. Taeyeon dengan cepat langsung berlari meninggalkan Tiffany. Taeyeon terus berlari dan sambil tertawa melihat Tiffany yang marah karena sedari tadi ia berhasil membullynya

“YA berhenti larinya!”teriak Tiffany sudah ngos-ngosan

“Tidak akan karena nanti kamu akan membunuhku!!!”,

“YA!! Taeyeon kamu benar-benar ingin dibunuh!!!” kata Tiffany sambil menatap ke arah Tayeon, tanpa disadari, dia tersandung kerikil. Gadis itu kehilangan keseimbangannya dan terjatuh.

“Ahh”, pekik Tiffany kesakitan, Taeyeon yang mendengar teriakan Tiffany akhirnya berlari mendekat kepada Tiffany, Tiffany terus saja meringis kesakitan sedangkan Taeyeon juga bingung harus bagimana, akhirnya ia mengendong Tiffany tempat duduk dekat mereka. Kemudian pergi ke took terdekat untuk membeli hasaplas

“Lihat Itu bunga bangus sekali”, ucap Taeyeon secara abstrak menunjuk disekitar mereka,
Taeyoen memasangkan handsaplas di kaki Tiffany, selagi Tiffany sedang mencari bunga yang dimaksud Taeyeon, Taeyeon sedang mengalihkan perhatian Tiffany supaya ia tidak berteriak-teriak saat di pasangkan handsaplas

“Mana bunganya?”, ucap Tiffany yang sedari tadi mencari bunga yang dimaksud

Babo, tidak ada bunga yang indah disini”, ucap Taeyeon setelah selesai memasang hansapalas di kaki Tiffany, sedangkan Tiffany hanya mengendus kesal karena dibohongi oleh Taeyeon

“Kalau lari yang benar, seperti bayi yang baru belajar lari saja sampai jatuh” kata Taeyeon. Kata-kata yang baru saja terlontar dari mulut Taeyeon sontak membuat Tiffany makin cemberut saja

“Ini semua juga karenamu!”, hardik Tiffany, Taeyeon terdiam, tak bisa membalas kata-kata yang baru saja dilontarkan oleh Tiffany.

Mianhaeyeo”, Taeyeon meminta maaf

“Taeyeon~ah, kau…”, ucap seorang di belakang di balik pungung Taeyeon

“YAK! Apakah kalian selingkuh dari belakang? Kalian sungguh kejam”, teriak Sunye yang daritadi sudah melihat tingkah mereka. Mendengar suara Sunye, Taeyeon melihat Sunye dengan wajah  penuh emosi. Tiffany langsung menjauh dari Taeyeon. Ia takut sahabatnya akan berpikir macam-macam, akan tetapi semua sudah terlambat

“Sun..ye…”panggil Tiffany dengan wajah ketakutan. Sunye yang merasa dihianti oleh kekasihnya kemudian ia berlari kencang meninggalkan Tiffany dan Taeyeon

“SUNYE~AH KAU SALAH PAHAM” Teriak Taeyeon pada Sunye, tapi Sunye terus saja berlari, Tiffany itu menatap Taeyeon dengan penuh rasa bersalah.

“Fany~ah! aku pergi sebentar!” ucap Taeyeon. Ia berlari dan melambaikan tangannya pada Tiffany. Tiffany hanya bisa menghela nafasnya pelan. Dia berbalik dan berjalan tertatih kembali kerumahnya.

‘Semoga saja hubungan mereka tidak hancur karena diriku’, ucap Tiffany dalam hati

~~~~~~

“Mungkin ini gila. Mungkin aku gila Taeyeon…Aku mencintaimu…lebih dari sahabat. Aku ingin mejadi kekasihmu. Aku tau kau sudah memiliki kekasih, tapi aku…tetap mencintaimu bahkan sebelum kau berpacaran dengan Sunye” ucap Tiffany kepada Taeyeon. Setelah menyimpan perasaan itu begitu lama akhirnya dia mengucapkan perasaannya. Entah bagimana jawaban dari Taeyeon. Ia sudah tak sanggup menyimpan rasa ini terlalu lama.

“….” Taeyeon terdiam, ia masih belum otaknya masih belum bisa berjalan dengan benar karena tiba-tiba mendengarkan kata-kata yang membuat otaknya berhenti sejenak

“Aku juga mencintaimu Fany~ah”, ucap Taeyeon sambil menatap kedua bola mata Tiffany yang indah, Taeyeon memegagang tangan Tiffany dengan erat meyakinkan bahwa ia tidak bercanda, Tiffany yakin jantungnya kini berdetak 3 kali lebih cepat dari biasanya.

“Buahahhahaha”, tawa mulai pecah dari Taeyeon

“Tiffany Hwang kau tak akan pernah bisa membodohiku, aku tau kau tadi hanya actingkan?”

“Benar aku hanya berakting”, ucap Tiffany lesu, ia tak menyangka apa yang dia lakukan hari ini hanya di anggap bercanda, padahal dia susah payah mengatakan perasaannya dan hanya di anggap bercanda, Taeyeon Babo ucap Tiffany dalam hati

“Kau memang tau segalanya tentang diriku”, dusta Tiffany, padahal sebenarnya ia ingin mengatakan sebaliknya, Taeyeon tak pernah mengerti perasaan Tiffany yang sebenarnya, tak pernah.

~~~~~~

Tiffany hari ini kerumah Taeyeon. Ke rumah Taeyeon niatnya untuk merayakan ulang tahun Taeyeon berdua tapi ternyata Taeyeon malah sudah bersama dengan bersama Sunye, Tiffany tak mengira kan seperti, dia tak mengira, dia merasa semakin jauh saja denganTaeyeon.

“Fany~ah mau kah kau merekam kami”, ucap Taeyeon yang melihat Tiffany yang melihat TV di sofa, sedangkan Sunye dan Taeyeon sedari tadi sibuk dengan dunianya sendiri, dunia cinta yang hanya di huni mereka berdua, yang lain hanya numpang.

“Kukira kau tak menyadari keberadaanku”, ucap Tiffany kecut kemudian mengambil handycam yang diberikan Taeyeon

Mian”, ucap Taeyeon singkat, kemudian melanjutkan aktivitasnya bermesraan dengan Sunye, Tiffany hanya bisa diam dan terus merekam kegiatan sahabatnya, sebenarnya kalau tidak terpaksa dia tidak akan sudi melihat Taeyeon bersama dengan Sunye, rasanya jantungnya perih, sakit, seperti ditusuk pisau kemudian dicabut dan ditusuk lagi.

Saengil chukha hamnida

Saengil chukha hamnida

saranghaneun uri Taeyeon saengil chukha hamnida

Lagu selamat ulang tahun mengema di rumah Taeyeon, setelah lagu selesai dinyanyikan Sunye memberikan hadiah untuk Taeyeon, entah hadiahnya apa karena Sunye tidak mengizinkan Taeyeon untuk membukanya saat ini, Sunye ingin Taeyeon membuka hadiahnya saat semua orang sudah pulang. Kemudian Taeyeon melirik kepada Tiffany dengan tatatapan Mana-Hadiah-Untukku, Tiffany yang tadinya hendak memberikan hadiah kepada Taeyeon akhirnya hanya bisa memedam hadiah itu.

“Maaf aku tidak punya hadiah untukmu”, ucap Tiffany pedih

“Ahhh Fany kau kejam sekali tidak memberi hadiah untukku”, rengek Taeyeon seperti bocah yang tidak pernah mendapatkan hadiah ulang tahun

“Tahun depan kau harus memberi hadiah padaku, HARUS!”, tambah Taeyeon dan menekankan kata ‘harus’

“Semoga saja aku masih hidup”, ucap Tiffany lirih sehingga tak ada seorangpun mendengarkan perkataaan barusan

“Apa kau bilang?”, ucap Taeyeon meminta Tiffany mengulang perkataannya

“Ok aku akan memberikanmu hadian double”, dusta Tiffany dan di ikuti dengan teriakan Taeyeon karena kegirangan diberikan  hadiah double Tiffany

“Aku pergi ke kamar mandi dulu”, ucap Tiffany kepada Taeyeon dan meninggalkan handycam di meja

“Ok tapi jangan sampai tidur di kamar mandi Fany~ah”, ejek Taeyeon, Tiffany masuk kepada dalam kamar mandi dengan kesal. Meninggalkan Taeyeon dan Sunye sedang tertawa melihat kartun di TV

Tiffany memegang memegang dadanya yang sulit bernafas. Tiffany tersungkur di depan pintu dengan wajah yang pucat, tak kalah dengan vampire, begitu berhasil menutup pintu kamar mandi dan tidak ada seorangpun yang tau apa, inilah yang selalu ia ditutupi dari Taeyeon.

“Bertahanlan lebih lama, aku tak ingin dia mengetaui penyakitku, aku tidak mau”, ucap Tiffany terus memegang dadanya, berharap dengan ini rasa sakitnya menghilang dengan sendirinya. Tiffany mengobrak-obarik tas yang ia bawa kekamar mandi, berusaha mencari obat penghilang rasa sakit yang sudah menemani kesehariannya, hanya obat itu yang bisa menyelamatkan dia saat ini, akhirnya setelah mengeluarkan semua isi tas ia menemukan obat itu, Tiffany langsung menelannya bulat-bulat, beberapa detik kemudian Tiffany tidak membaik tapi malah lebih parah ia memutah obat yang dia telan bulat-bulat tadi, dengan langkah terhuyung akhirnya ia kini bisa berada di wastafel, kedua tangannya memegang tepi wastafel supaya tetap bisa berdiri.

Dookk Dokkk

Terdengar suara di balik pintu kamar mandi

“Fany~ah sudah kubilang jangan tertidur di kamar mandi, sudah kuperingkatkan berapa kali?”, ucap Taeyeon dibalik pintu, cepat-cepat Tiffany membuka kran air yang terdapat di wastafel supaya Taeyeon tidak tau Tiffany memutahkan obat di dalam wastafel miliknya, setelah semua bekas mutahan menghilang Tiffany membuka pintu dengan senyum yang mengambang di bibirnya, senyum paslu tentunya.

“Aku tidak perah tertidur dikamar mandi Taeyeon”, ucap Tiffany sinis yang kemudian disusul dengan death glare miliknya

“Wow Tiffany marah”, ucap Tayeon tidak berhenti membully Tiffany, Tiffany yang kesal akhirnya pulang, dan menutup pintunya keras-keras, mungkin sampai matipun kau tidak akan pernah tau perasaanku Taeyeon ucap Tiffany setelah keluar dari rumah Taeyeon

“Tidak biasanya Tiffany seperti ini, ada apa dengannya? Anak itu hari ini sungguh aneh”, ucap Taeyeon mendekat kepada Sunye

“Kau yang keterlaluan, membuat Tiffany marah sampai seperti itu”, komentar Sunye kemudian mendorong kepala Taeyeon pelan

Appo”, teriak Taeyeon yang kesakitan, “Salahmu sendiri, itu tadi balasan untukmu, walaupun aku bukan apa Tiffany tapi kalau aku di lakukan seperti itu pasti aku akan marah”, tambah Sunye, Taeyeon hanya meringis kesakitan.

“Iya, Iya nanti aku akan minta maaf”, jawab Taeyeon

~~~~~~

Taeyeon hari ini sangat terpuruk, karena akhirnya dia mengetaui bahwa Sunye telah berselingkuh dengan orang lain, selama ini dia tak pernah percaya saat Tiffany mengatakan bahwa ia melihat Sunye bermesraan dengan seorang lelaki, imbasnya Tiffany selalu dimarahi oleh Taeyeon, ia mengatakan bahwa Tiffany segaja membuat berita palsu supaya ia putus dengan Sunye, sekarang saat semuanya terbongkar di depan matanya sendiri siapa yang akan membantu dia untuk bangit? Tak lain dan tak bukan adalah Tiffany, Tiffany selalu ada saat Taeyeon membutuhkannya walaupun beberapa hari yang lalu ia sempat marah karena Taeyeon menuduh yang macam-macam saat ia memberi tau bahwa Sunye bermesraan dengan orang lain.

Saat ini Taeyeon sedang berada di diskoti ia meminum banyak sekali bir sampai mabuk, Tiffany yang mengetaui hal itu kemudian langsung menuju diskotik walaupun kondisi tubuhnya sedang tidak baik, ia memaksakan tubuhnya, ia tak perduli dengan tubuhnya yang ia pikirkan saat ini hanyalah Taeyeon, ia takut terjadi apa-apa saat Taeyeon mabuk, terlebih dengan lambung Taeyeon yang tidak cocok dengan minum keras.

Setengah jam perjalanan menuju diskotik, akhirnya Tiffany menemukan Taeyeon yang masih saja minum tanpa henti, dengan segenap kekuatan yang ia miliki, ia mencoba menerobos orang-orang yang sedang berjoget ria, dan akhirnya kini ia tepat di depan Taeyeon yang masih setengah sadar.

“Taeyeon~ah, gemanhae”, Tiffany mencoba mengentikan Taeyeon yang terus saja meminum bir, akan tetapi usahanya gagal

“Hai Fany, kau senang bukan aku sekarang sudah putus dengan wanita jalang itu”, ucap Taeyeon yang mabuk

“Taeyeon~ah dengarkan aku, kau pikir dengan minum seperti kau bisa melupakan perasaanmu dengan dia, kau bisa membuat Sunye kembali padamu? Tidak tidak akan pernah”, ucap Tiffany menetap mata Taeyeon, mencoba membuat Taeyeon sadar dengan apa yang ia lakukan bukanlah keputusan yang benar

“Apakah dunia ini berhenti hanya karena Sunye? Tidak Taeyeon, masih ada banyak cinta di luar sana, di dunia ini masih ada banyak cinta untuk Taeyeon~ah”, tambah Tiffany

“Semua keputusan kini ada di tanganmu Taeyeon, kau akan menangis atau bahagia semuanya ada di tanganmu”, ucap Tiffany sambil memegang kedua tangan Taeyeon

Kemudian dengan tangan kirinya Taeyeon mengambil bir lagi, tapi bukan untuk diminum namun untuk di tumpahkan, Tiffany melihat Taeyeon dengan raut kebahagian, akhirnya ia berhasil membuat Taeyeon sadar tidak hanya ada satu cinta di dunia ini masih ada cinta-cinta yang lain

No more drink Fany~ah”, ucap Taeyeon menujukan gelas yang kosong, Tiffany hampir menangis karena bahagia

I Promise”, tambah Taeyeon

You are my best, best, best Friend”, ucap Taeyeon memeluka Tiffany dengan erat begitu

Thank you Fany~ah, kajja kita pulang”, geret Taeyeon sedikit sempoyongan, Tiffany membantu memapah langkah Taeyeon sampai mobilnya

“Ini mobilku bukan?”, Tanya Taeyeon sambil menujuk mobilnya yang berwarna silver

“Ne, sekarang aku akan mengendarinya”, ucapnya kemudian mencari kontak mobil yang ia simpan dalam saku celananya

“Tapi kau mabuk Taeyeon~ah”

Trust me”, Taeyeon segera masuk kedalam mobil

“Ok, I trust you”, jawab Tiffany kemudian masuk kedalam mobil

“Woohoo! Ingat Fany~ah You’re My best, best, best Friend”, Taeyeon mengeluarkan tangan kirinya melalui jendela mobil, membiarkan angin menerpa wajah dan melambaikan rambut. Tiffany hanya cekikian melihat tingkah Taeyeon, ia tau bahwa hal yang dilakukan Taeyeon berbahaya, tapi bagimana lagi kalau mabuk seperti ini ia susah dibujuk, bisa membawanya pulang saja sudah keajaiban.

TIINNNNN!!!!!

Klakson mobil terdengar dari lain arah membuat Tiffany dan Taeyeon yang sedang tertawa terbahak-bahak membahasa cerita lucu diantara mereka saat masih kecil

“Taeyeon~ah hati-hati”, kata Tiffany yang mulai sedikit ketakutan karena sedari tadi Taeyeon tidak menyetir dengar benar, Taeyeon terus saja menyalib mobil lain tanpa aturan kembali suara klaskon keluar dari mobil karena tidak suka dengan cara Taeyeon menyetir

“Taeyeon biar aku saja yang menyetir”, paksa Tiffany

Aniya Fany~ah aku bisa melakukannya”, namun bagaimana caranya Taeyeon tetap lah manusia keras kepala sampai akhirnya…

Terdapat pantulan sinar dari mobil lain di depan mobil mereka, seketika Tiffany menjerit ketakutan. Taeyeon membanting stirnya kemudian menginjak rem dengan keras hingga ban berdecit di jalanan, memekakkan telinga. Tubuh keduanya tersentak ke depan kepala Taeyeon menatapan roda stir dan berdarah sedikit, Taeyeon masih sadarkan diri, kemudian ia melihat Tiffany yang berada di sampingnya

“Fany~ah”, panggil Taeyeon mulai ketakutan karena Tiffany sama sekali tak bergerak

“Fany~ah”, tapi saat Taeyeon mencoba menguncang tubuh Tiffany, Taeyeon mulai ketakutan karena dari kepala Tiffany mencucur darah segar, tangan Taeyeon bergetar dipenuhi darah segar miliki Tiffany

Semua kejadian ini tentu tidak di harapkan oleh Taeyeon. Taeyeon mengeluarkan air mata, dia memeluk badan Tiffany dengan wajah penuh ketakutan, takut akan kehilangan orang yang berarti untuknya

~~~~

Luka Taeyeon sudah diobati, lukanya tak terlalu serius jadi ia tak perlu di rawat inap, tapi sebaliknya dengan Tiffany keadaannya sangat parah, banyak darah yang keluar dari kepalanya, Taeyeon duduk di ruang tunggu, ia menyatukan kedua tangannya dan terdiam tak bersuara. Banyak sekali kata andai yang muncul di dalam benaknya saat ini…andai aku tidak mabuk…andai aku tidak menyentir…. Andai….  air mata kembali menetes dari sudut mata Taeyeon, tak  ada raut kebahagian sedikitpun diwajahnya saat ini.

“Keluarga Tiffany?”tanya seorang dokter yang baru saja keluar dari ruang operasi. Taeyeon langsung saja berdiri dan mendatangi dokter tersebut.

“Saya sahabatnya dokter, bagimana keadaan Tiffany dok?”, ”tanya Taeyeon dengan mata yang penuh kecemasan

“Luka-luka yang ia derita sangat parah, terlebih dengan dia memiliki penyakit gagal jantung…kami sudah melakukan yang terbaik…yang dapat kita lakukan sekarang hanya berdoa.” kata Dokter yang menangi Tiffany kemudian langsung pergi setelah mengatakan hal tersebut. Tak lama kemudian Tiffany dibawa oleh beberapa suster untuk dibawa ke ruangan ICU agar mendapatkan perawatan lagi setelah keluar dari ruang operasi.

Kepala Taeyeon mulai muncul tanya besar, sejak kapan Tiffany menderita penyakit gagal jantung? Kenapa Tiffany tidak pernah berkata pada dirinya, kenapa?

Taeyeon sudah tidak kuat lagi menahan air matanya yang hendak tumpah menyadari bahwa kenyataan Tiffany akan segera pergi untuk selamanya. Taeyeon berjalan sambil memegangin pinggiran ranjang yang membawa Tiffany ke ruangan ICU. Dengan segenap kekuatan yang tersisa Taeyeon melangkahkan kakinya walaupun rasanya sulit sekali berjalan dengan perasaan campur aduk yang ada di dalam hatinya saat ini, sedari tadi lututnya bergetar mendengar kenyataan yang benar-benar menyayat-nyayat hatinya. Membuat otaknya berhenti berfungsi, membuat air matanya tak kunjung berhenti, dan membuat hatinya terkoyak.

Fany~ah mianhae”, ucapnya dengan bibir bergetar hebat. Taeyeon menatap tubuh Tiffany yang terkulai tak berdaya, badannya lemas, penuh luka, dengan selang infuse dan beberapa kabel lain yang menacap dalam tubuhnya.

Tit………..tit………tit………terdengar suara yang lemah dari sebuah alat pendeteksi detak jantung di kanan ranjang Tiffany. Begitu lemah, jeda yang sangat panjang, Begitu lemahnya detak jantung Tiffany, Taeyeon takut suatu saat nanti tak bisa mendengar detak jantung Tiffany lagi…dia tak tahu kapan detak jantung itu berhenti.

TBC

Curcol Lumut

HAIIII AKHIRNYA DENGAN BAHAGIA AKU KAMBEK DENGAN EPEP BARU!!!!

Say sorry karena aku menghilang terlalu lama, say sorry lagi karena aku belum melanjutkan rooftop prince, karena beberapa waktu lalu aku mengalami writer’s block, dan sebenarnya sampai saat ini aku masih mengalaminya….

Cerita-cerita soal ni epep sebenarnya ni epep req salah seorang LS, dan karena aku baik hati jadi aku buatin hahaha

Dan soal rooftop prince sebenarnya aku sudah buat draftnya bagimana kelanjutannya tapi entah kenapa aku jadi ragu, entah kenapa aku juga gak tau…

Sorry kalau banyak typonya juga

Ok deh demikian curcol saya hari ini…

Say goobye sama reader semua#lempar lumut2

Iklan

58 thoughts on “7 Days to Remember Beautiful Love (Threeshoot)”

  1. Ya ampun Ppany kasian bner, udah susah payah nyatai prasaan nya ma Taeng, tapi dianggep becandaan ma Taeng..

Komentar tidak dipungut biaya ✿ Tae♡Ny ✿

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s