BFG, FF Terjemahan, SNSD, SOSHI FF

Back For Good Chapter 1

Back for Good

Author : Stephan

Indo Trans : (Shin Min Rin aka sasyaa95)

Title : Back for Good

Genre : Romance, Yuri.

Main cast : TaeNy,

Sub cast : Yulsic, Seohyun, Sunny.

Original story : http://stephanstarr.livejournal.com/

Warning :  The following story is fictional and doesn’t depict any actual person or event.

OST :

  1. Adele – Someone Like You
  2. Taylor Swift – Forever and Always
  3. Taylor Swift – Come back be there
  4. Taylor Swift – Back to December
  5. Taylor Swift – Tears Raindrops on my Guitar
  6. Avril Lavigne – When Your Gone
  7. Avril Lavigne – Wish You Were Here
  8. Avril Lavigne – Remember When
  9. Taeyeon SNSD – Closser

Ps. Siapin ‘playlist’ lagu2 diatas biar tambah mantep bacanya.. hehehe XD

Chapter 1

“Kumohon… Kumohon… Tetaplah bersamaku..”

“Aku—Aku tidak bisa. Aku minta maaf.”

Ia memaksa untuk mengeratkan kembali katupan matanya. Mencoba untuk meredam sinar yang memaksa melesak di sela jendela kamarnya.

Pagi yang lain, hari yang lain.

Taeyeon bergeser dan bersandar pada tempat tidurnya. Akhirnya, melepaskan cahaya matahari yang telah menyeruak di wajahnya. Ia menatap langit-langit dan mendesah sebelum berbalik ke kiri, menjulurkan tangannya pada tempat kosong di sampingnya.

Ia merasakan dingin seperai yang menyesap di sela kulit telapak tangannya dan Taeyeon seketika merindukan saat dimana tempat itu selalu terasa hangat, saat tempat itu masih belum kosong, saat ia benar-benar merasakan kebahagiaan.

Suara alaram menariknya kembali dari kemurungan jiwanya, sebenarnya dia selalu terbangun saat benda itu belum benar-benar berdering. Setelah mematikan benda itu, Taeyeon turun dari tempat tidurnya dan sedikit meregangkan tubuhnya. Membenarkan beberapa persendian yang sedikit bergemelutuk. Ia mulai menua, pikirnya, tua dan kesepian.

Ia berjalan menuju jendela dan menutup tirainya. Sinar matahari hampir secara langsung merasuki kamarnya, namun Taeyeon sama sekali tak merasa hangat. Ia tersenyum lemah saat menatap keluar jendela, menutup kedua matanya, berlagak seolah-olah ia merasakan sepasang lengan yang melingkari pinggangnya, menarik tubuhnya mendekat, mendekapnya saat itu juga. Taeyeon membiarkan pikirannya memutar sebuah suara lembut yang takkan pernah ia lupakan, menyeretnya kembali di bawah selimut, terjebak dalam pelukan hangat dan erat sebelum kembali tertidur.

Ring.

Taeyeon membuka mata saat lamunannya sirna. Ia meraih ponsel di atas meja. Taeyeon mengecek ID yang tertera di layar ponselnya kemudian tersenyum lemah, kali ini lebih murni, sebelum menjawab panggilan itu.

“Selamat pagi Taeng…”

“Hey, Sunny…”

“Aku hanya ingin mengingatkan tentang janjimu dengan Ms. Kwon.”

“Ah, Miss Yuri Kwon, kan?”

“Yep.”

“Okay.. Thanks Sunny, aku akan menemuimu sebentar lagi. Dah..”

“Sampai bertemu kembali Buddy…”

Taeyeon menghela napas panjang saat ia kembali melirik ke luar jendela lalu memasuki kamar mandi.

‘Dimanapun kau berada sekarang…. Kuharap kau bahagia.’

_____

Taeyeon sampai di studio sedikit terlambat dari biasanya. Ia menghabiskan waktu sepanjang jalan menuju kantornya, menikmati pemandangan akan kesibukan kota di pagi hari yang terbentang disekitarnya saat dia melewati jalanan kota Seoul. Ia melihat calon kliennya berjalan mengelilingi kantor bergaya moderen tersebut, menatap jajaran foto yang membentang diseluruh dinding.

“Aku minta maaf atas keterlambatanku, Ms. Kwon. Aku sedikit terjebak macet pagi ini.”

Taeyeon menjabat tangan kliennya sebelum berjalan mengitar dan duduk di kursinya. Ia mengamati gadis tinggi itu melakukan hal yang sama.

“Tidak masalah. Sudah diberi waktu untuk berada di kantormu saja sudah lebih dari cukup. Aku mengerti betapa sibuknya dirimu.” Dia tersenyum penuh pengertian.

“Yeah.. Minggu ini kami benar-benar sibuk. Semua orang nampaknya berlomba-lomba untuk menikah di bulan ini.”

Taeyeon menggelengkan kepala dan terkikik saat ia membuka jadwalnya. Sungguh, hampir semua tanggal di bulan ini telah ditandainya dan dipesan oleh beberapa klien.

“Ngomong-ngomong, apa yang dapat aku bantu, Ms. Kwon?”

“Panggil saja aku Yuri.”

“Okay Yuri-ssi. Hmm.. jangan bilang kau ingin menikah bulan ini juga? Karena kupikir aku masih dapat meme—.”

“Oh God, tidak. Tunangkanku benar-benar akan membunuhku jika aku mengatur pernikahan kami bulan ini. Dia suka sesuatu yang unik.”

Taeyeon tersenyum mengerti. Dia juga suka sesuatu yang unik, pikirnya.

Taeyeon mencoba untuk menelan gumpalan ludah yang tercekat di tenggorokannya. Ia benci bagaimana semua yang terjadi padanya seolah membawanya kembali. Bagi Taeyeon, tak ada artinya untuk move on. Sangat mustahil. Ia telah mencoba, Tuhan yang tahu seberapa keras ia telah mencoba.

Taeyeon mencintainya, masih mencintainya. Dia akan selalu mencintainya.

Selalu.

“Ms. Kim?”

“Taeyeon, panggil saja aku Taeyeon.”

“Oh, aku mengerti. Apa kau baik-baik saja Taeyeon-ssi?”

Ia mengangkat kepalanya dan tersenyum dengan tatapan Yuri yang seolah mengkhawatirkannya.

“Yeah, aku baik-baik saja. Aku hanya tiba-tiba teringat sesuatu. Jadi, ngomong-nogomong, kapan pesta pernikahannya?”

“Tiga bulan dari sekarang, pada tanggal 21.”

Taeyeon melihat kearah papan tulis putih di samping kanannya dan mengecek tanggalnya. Menyalahkan goresan pena yang melingkar di sekitarnya, sesuatu yang buruk.

“Err… aku minta maaf Yuri-ssi, kurasa kita sudah di pesan secara penuh di bulan itu juga.”

Ia merasa bersalah saat melihat Yuri menundukkan kepala. Taeyeon tidak tahu mengapa, namun dia merasa ingin melakukannya untuk Yuri. Ia merasa seolah hal itu adalah sebuah keharusan.

“Aku benar-benar minta—.”

Sebuah ketukan pintu menyela perkataan Taeyeon, saat Sunny asisten sekaligus sahabat baiknya menginterupsinya untuk mengangkat telpon.

“Taeng, Mr. Park line 2.”

Taeyeon mengangguk sebelum meminta maaf kepada Yuri. Ia berdiri dan berjalan menuju telepon yang berada di samping ruangan dan mengangkatnya.

“Hallo Ms. Park… Ya, saya Taeyeon… Oh, Okay.. saya mengerti… Tidak, tidak… Jangan khawatir… Tidak usah meminta maaf.. Yeah… Ya… Tentu saja Ms. Park.. tidak masalah. Okay.. Sampai bertemu lain waktu.. Ya… sampai jumpa, Ms. Park.. dan semoga beruntung…. Ya, terimakasih..”

Yuri mendengar suara gagang telepon diletakkan ke tempat semula kemudian mendengar kikikan. Taeyeon berjalan ke arah papan tulis putih di sampingnya. Mencari spidol dan penghapus papan.

Setelah beberapa detik melingkari tulisan. Taeyeon berbalik sambil menyeringai.

“Baik, Ms. Kwon.. Keberuntungan ada di pihakmu saat ini.”

Taeyeon berjalan meninggalkan papan tulis tersebut dan Yuri tersenyum lebar saat ia melihat namanya tertera di tempat dimana tertulis ‘Ms. Park’ sebelumnya.

_____

“Hey.. lelah?”

“Nggak, mataku hanya sedikit sakit. Aku baru saja mengedit ratusan foto, kau tahu?”

Taeyeon meregangkan tubuhnya di kursi yang sedang ia duduki dan mendengar beberapa persendiannya berdecit. Sunny mengernyih dan meringis sebelum menggelengkan kepalanya pada Taeyeon.

“Kau pasti sudah mulai tua untuk tulangmu yang berdecit seperti itu.”

“Sudah seperti itu sejak dulu. Kupikir aku telah kehilangan sendiku atau sebagainya.” Taeyeon mengangkat pundaknya saat ia mematikan laptop dan membereskan mejanya.

Ia sedang mengambil beberapa dokumen saat matanya mendarat pada bingkai foto yang terletak di atas meja, dan dengan seketika, tatapan Taeyeon melembut pada seseorang yang ada di dalam foto tersebut.

Sunny tidak melupakan kerinduan yang terpancar di mata sahabatnya, dia tak dapat berbuat apa-apa kecuali mengasihaninya.

Mereka mendapatkan cinta yang tepat di waktu yang sempurna. Namun… apa yang salah?

“Aku sangat merindukannya, Sunny…” Kata Taeyeon lembut.

Taeyeon mengayun bingkai foto di tangannya dan tersenyum sedih. Gambar yang sederhana, sebuah bayangan dari seorang gadis yang mengenakan gaun putih dan menatap matahari terbenam, semburat langit dari matahari yang terbenam membingkai siluetnya dengan sempurna dari hembusan angin yang membuat gaun dan rambutnya menari seirama. Dia sedang berdiri di tepi pantai dan laut yang merefleksikan cahaya matahari dengan anggunnya.

Yeah, itu hanyalah sebuah foto sederhana dari gadis yang juga sederhana. Namun bagi Taeyeon, itu adalah gambar yang paling indah yang pernah ia potret seumur hidupnya.

“Aku tahu.. aku juga merindukannya.”

Taeyeon melihat ke arah Sunny dan tersenyum.

Tersenyum. Satu-satunya hal yang dapat ia lakukan.

Sunny mengusap pipinya perlahan sebelum menarik tubuh Taeyeon kedalam pelukannya.

Ia ingin menangis, namun air matanya tak pernah keluar. Tidak pernah, setidaknya tidak lagi.

“Ayo… Aku akan membelikanmu minum. Ayo merayakan proyek dan klien baru.”

Sunny melepaskan pelukannya dan mulai berjalan. Ia merangkul pundak Taeyeon dan menyeretnya ke pintu keluar.

_____

-TBC-

Iklan

59 thoughts on “Back For Good Chapter 1”

  1. Anyeong Thor ^^
    saat itu, aq baca ff nie n tiap kali aq baca
    ada yg sllu ngeganjel dlm hati aq n sungguh menajubkan Bahwa aq pernah di posisi tae^^

    Saint emang, ini hanya sekedar cerita tp buat as, ini tuh nyata😊

    Gomawo thor^^

  2. Jangan” yuri mau nikah sama patini? Oh god.. plz jangan sampai ini terjadi..
    Itu ga boleh..
    Gk..
    Patini hanya milik taetae.nya

Komentar tidak dipungut biaya ✿ Tae♡Ny ✿

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s