BFG, FF Terjemahan, SNSD, SOSHI FF

Back For Good Chapter 4

Back for Good

Author : Stephan

Indo Trans : (Shin Min Rin aka sasyaa95)

Title : Back for Good

Genre : Romance, Yuri.

Main cast : TaeNy,

Sub cast : Yulsic, Juhyun, Sunny.

Original story : http://stephanstarr.livejournal.com/

Warning :  The following story is fictional and doesn’t depict any actual person or event.

OST :

  1. Adele – Someone Like You
  2. Adele – Don’t You Remember
  3. Taylor Swift – Forever and Always
  4. Taylor Swift – Come back be here
  5. Taylor Swift – Back to December
  6. Taylor Swift – Tears Raindrops on my Guitar
  7. Taylor Swift – You are Not Sorry
  8. Taylor Swift – Sad Beautiful Tragic
  9. Avril Lavigne – When Youre Gone
  10. Avril Lavigne – Wish You Were Here
  11. Avril Lavigne – Remember When
  12. Taeyeon SNSD – Closser
  13. Christina Perri – Jar of Hearts
  14. Rihana – Take a Bow
  15. Maroon 5 – Sad

Ps. Siapin ‘playlist’ lagu2 diatas biar tambah mantep bacanya.. hehehe XD

Dear, it took so long just to feel alright
Remember how to put back the light in my eyes
I wish I had missed the first time that we kissed
Cause you broke all your promises (Christina Perri- Jar of Hearts)

Chapter 4

“A-Aku minta maaf, Taeyeon. Aku.. Aku tidak bisa menikah denganmu.”

“Ap—Tiffany!”

“Jadi, kau berencana untuk tidak kembali lagi ke Amerika setelah pesta pernikahanku?”

“Yeah,” Tiffany menatap gelas di tangannya sebelum menyesap isinya secara perlahan. “Tidak ada lagi alasan bagiku untuk tinggal disana, tidak lagi. Aku harus memulai kembali dari awal dan jauh dari L.A, hanya tempat ini yang kuanggap sebagai rumah.”

“Baiklah, ada pepatah yang mengatakan bahwa rumah adalah tempat dimana hati kita berada.”

Dua gadis sedang duduk-duduk di bar sambil menunggu Yuri dan fotografernya. Tiffany dan anaknya barusaja tiba beberapa jam yang lalu lengkap dengan efek jetlagnya, namun setelah Jessica melihat Tiffany melangkahkan kaki di lobi hotel, ia semerta-merta menyeretnya menuju bar. Sepanjang waktu Jessica terus mengoloki Tiffany jelek karena gadis itu telah menolak ajakannya untuk minum bersama. Akhirnya gadis Tiffany pun menyerah.

Dan sekarang mereka tengah duduk bersama sambil memesan beberapa minuman, sedikit efek alkohol berhasil mengurangi rasa gugupnya dan menghilangkan rasa lelah di tubuhnya.

“Juhnyun sudah bertambah besar sekarang, ya kan?”

“Yeah. Dan terimakasih telah mengijinkanku untuk membawanya masuk sebelum kau menyeretku kemari.”

“Sama-sama. Oh, apa kau sudah bertemu dengan teman sekamarmu?”

“Belum. Dia tidak ada disana ketika kami masuk—..”

“Hey, cewek.”

Mereka berdua menoleh ke arah Yuri dan seketika tersenyum.

“Selamat datang kembali, Fany.” Yuri memeluknya sebentar sebelum melewatinya dan berjalan menuju Jessica untuk memberinya pelukan hangat.

“Kangen padaku?” Yuri berkata dengan lembut saat dia merasakan lengan Jessica memeluk pinggangnya.

“Wow, kalian memang pasangan yang sedang dimabuk cinta.” Tiffany berlagak mual melihat pasangan itu dan langsung mendapatkan tatapan mematikan dari keduanya. Ia tersenyum melihat betapa manisnya mereka dan matanya mulai terasa perih.

Dia juga pernah merasakan hal seperti itu, sekali. Namun, dia terlalu bodoh untuk melepaskannya.

Tiffany memalingkan muka lalu menopang dagu dengan telapak tangan dan menggunakan sikutnya sebagai tumpuan. Dengan malas ia memandang berbagai jenis botol minuman beralkohol yang terpampang di hadapannya lalu memutar cocktail dalam gelasnya.

Dia sudah kembali ke Seoul sambil membawa anak perempuannya untuk melarikan diri dari seseorang, alasan mengapa dia melakukan kesalahan terbesar yang pernah ia lakukan seumur hidupnya. Tiffany meratapi kebodohannya sendiri dalam diam, meskipun sedikit terlambat.

Empat tahun ini lebih tepatnya.

“Seobang, dimana Tae—.”

“Hai.”

Tiffany kembali tersadar saat mendengar suara yang sangat familiar di telinganya. Empat tahun terpisah satu sama lain, tidak berpengaruh apapun pada ingatanya, ia tidak akan pernah melupakan suara itu. Tubuhnya membeku dan tenggorokannya seketika terasa kering saat ia melihat seseorang yang sangat ingin ia temui sejak ia kembali menginjakkan kaki di Korea.

Ia merasakan udara di kerongkongannya tersendat walaupun ia tetap berusaha untuk bersikap tenang dan sedatar mungkin, namun Taeyeon berdiri tepat di hadapannya dan hanya berjarak dua kaki darinya, Tiffany memaksa dirinya untuk diam di tempat dan tidak menghempaskan dirinya di pelukan gadis itu.

“Disini kau rupanya! Taeyeon, kenalkan ini sahabatku dari—..”

“Tiffany.”

Taeyeon tidak dapat menyembunyikan rasa terkejutnya. Tiffany adalah orang terakhir yang ingin ia temui, namun kenyataannya dia ada disini, terlihat sangat cantik dan sempurna, segalanya masih melekat jelas dalam ingatannya. Waktu tidak berlaku adil terhadapnya, Tiffany seolah terlihat semakin bersinar dari sebelumnya. Taeyeon seketika teringat alasan mengapa dia jatuh cinta dengan gadis itu dalam pandangan pertama.

“H-hai, senang dapat bertemu kembali denganmu,” Dia mendengar Tiffany berbisik sedangkan Taeyeon memalingkan pandangannya.

“Hi juga.” Ingin sekali Taeyeon memukul kepalanya dengan kamera. Dia setidaknya dapat berbicara lebih dari dua kata.

Yuri dan Jessica melihat kegugupan mereka sambil mengernyit. Tak pernah terpikir oleh mereka jika Taeyeon dan Tiffany ternyata saling mengenal satu sama lain.

“Kalian saling mengenal—?”

“Maaf Yuri, tapi aku ingin meminjam tunanganmu sebentar. Terimakasih!”

Taeyeon mengambil tempat duduk di bar sembari mengamati Tiffany yang menarik Jessica menghilang dari pandangannya. Ia memesan dua botol bir dan memberikan salah satunya pada Yuri.

“Ada apa ini?” Tanya Yuri saat ia meneguk minumannya. “Kau kenal Tiffany?”

Taeyeon tidak dapat mengelak pertanyaan itu. Setelah adegan saling menyapa dengan canggung, akan lebih baik jika ia tidak membongkar semuanya. Tubuhnya masih terlalu tegang untuk melupakannya.

“Bisa dikatakan ini jalan kita kembali.” Jawab Taeyeon sebelum ia membiarkan rasa pahit cairan itu membasahi tenggorokannya yang kering.

Ia menggenggam erat botol di tangannya, merasakan dingin saat buliran alkohol itu mengalir di sepanjang jemarinya sebelum benar-benar terjatuh di meja bar.

Taeyeon tidak tahu apa yang ia rasakan.

Walau bagaimanapun ia bersyukur bahwa Tiffany memutuskan untuk berbicara dengan Jessica jauh dari pandangannya, karena sebenarnya, berada di dekat gadis itu lebih lama mungkin saja dapat membunuh jiwanya dan hatinya yang sudah berangsur-angsur sembuh.

Setelah meneguk bir terakhirnya, Taeyeon membayar dua botol yang ia pesan sebelum berpamitan pada Yuri yang tengah kebingungan. Kepalanya terasa sakit dan ia benar-benar ingin melupakan segalanya yang berhubungan dengan Tiffany dan berjalan-jalan di pinggir pantai terdengar ide yang bagus saat ini. Tanpa menunggu kedua gadis itu kembali, Taeyeon keluar dari bar dan berjalan ke tepi pantai.

Dia juga harus menghubungi seseorang.

_____

“Jessie, dimana kau menemukannya?”

Tiffany berusaha sekuat tenaga untuk tidak berteriak saat ia mengguncang lengan Jessica tanpa ampun.

“Oh My God Tiff, Aku bersumpah jika kau tidak melepaskanku sekarang juga aku akan mencongkel bola matamu keluar!” Desis Jessica. “Dan apa maksudmu dengan ‘dimana aku menemukannya’? dia adalah fotografer pesta pernikahan yang sangat terkenal!”

“Apa?! Bagaimana?! T-Tapi dia… dia tidak… Tae bukan…”

‘Empat tahun, Tiffany. Kau telah pergi selama empat tahun. Banyak hal yang bisa terjadi dalam empat tahun.’

“Apa yang terjadi denganmu? Mengapa kau jadi gugup begitu?”

Tiffany menutup matanya dan menghembuskan napas dengan gemetar. Ia memandang sekilas ke arah Taeyeon yang sedang meneguk minumannya dan Tiffany hanya dapat mendesah. Ia masih tetap cantik, pikirnya.

“Jadi? Apa kau ingin menceritakannya padaku atau tidak? Karena jika tidak aku ingin kembali ke tunanganku.”

Jessica telah berhasil menyadarkan dirinya kembali dari lamunannya. Ia merasa malu, tidak pantas bahkan hanya untuk melihatnya saja, untuk bernapas di udara yang sama dengan Taeyeon.

“Jessie, kau ingat saat kita masih tinggal di L.A empat tahun yang lalu? Sesuatu yang pernah kukatakan padamu tentang apa yang terjadi padaku di sini? Di Korea? Baik….”

Jessica menatapnya datar, seolah dia sedang menunggu otaknya untuk kembali berputar. Tiffany menunggunya selama beberapa menit untuk membiarkan informasi itu merasuk di kepala Jessica, dia mengerti jika temannya itu memang sedikit lambat. Ia kemudian melihat sedikit kerlipan di mata Jessica sebelum gadis itu benar-benar membuka kedua matanya lebar-lebar.

“Tidak mungkin…. Sungguh Tidak mungkin.. Jangan bilang…”

“Ya..”

“Dia TaeTae?”

“Iya…”

“TaeTae adalah Kim Taeyeon?”

“Iya..”

“SEORANG Kim Taeyeon? Kim TaeyeonMU? Seseorang yang telah pergi?!”

“Okay, memang sedikit cheesy, namun yeah…” Tiffany kembali mengalihkan pandangannya ke arah bar dan mendapati Taeyeon sudah tidak lagi berada disana. “Seseorang yang telah pergi..”

Ia kembali menahan air matanya yang sudah hampir tumpah.

_____

“Sunny… dia ada disini… Tiffany ada disini…”

_____

To Be Continued

Iklan

43 thoughts on “Back For Good Chapter 4”

  1. aku ngerasa gak rela.. pastinya fany selalu membuat keputusan sembrono.. dan yang tersakiti pastinya taeyeon sendiri.. fany hanya tinggal menyesal dan menyesal..

Komentar tidak dipungut biaya ✿ Tae♡Ny ✿

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s