BFG, FF Terjemahan, SNSD, SOSHI FF

Back For Good Chapter 7

Back for Good

Author : Stephan

Indo Trans : (Shin Min Rin aka sasyaa95)

Title : Back for Good

Genre : Romance, Yuri.

Main cast : TaeNy,

Sub cast : Yulsic, Juhyun, Sunny.

Original story : http://stephanstarr.livejournal.com/

Warning :  The following story is fictional and doesn’t depict any actual person or event.

OST :

  1. Adele – Someone Like You
  2. Adele – Don’t You Remember
  3. Taylor Swift – Forever and Always
  4. Taylor Swift – Come back be here
  5. Taylor Swift – Back to December
  6. Taylor Swift – Tears Raindrops on my Guitar
  7. Taylor Swift – You are Not Sorry
  8. Taylor Swift – Sad Beautiful Tragic
  9. Avril Lavigne – When Youre Gone
  10. Avril Lavigne – Wish You Were Here
  11. Avril Lavigne – Remember When
  12. Taeyeon SNSD – Closser
  13. Christina Perri – Jar of Hearts
  14. Rihana – Take a Bow
  15. Maroon 5 – Sad
  16. SNSD Taeny – Lost in Love

Ps. Siapin ‘playlist’ lagu2 diatas biar tambah mantep bacanya.. hehehe XD

It rains when you’re here and it rains when you’re gone.
Cause I was there when you said forever and always (Forever and Always-Taylor Swift)

Chapter 7

“Bukankah kau bilang kita akan bersama selamanya, Fany.. Lalu mengapa kau meninggalkanku sekarang? Mengapa?…”

“Aku ingin memiliki keluarga, TaeTae. Aku—..”

“Kita akan memilikinya! Kau dan aku! Dan kita juga akan memiliki anak! Kita dapat mengadopsi, kita dapat—…”

“Keluarga yang sebenarnya Taeyeon… Darah dagingku sendiri… D—Dan… kau tidak bisa memberikannya padaku…”

“Kau sungguh bodoh, kau tahu itu?”

“Apa—?”

“Hopeless…”

“Soonkyu—!”

“Apa? Aku hanya mengatakan yang sebenarnya, Taeng.”

“Jangan membuatku memukulmu dengan kameraku.”

Sunny mengangkat bahunya ketika ia menyesap minuman dingin di mejanya sambil memandangi Tiffany yang sedang bermain dengan anaknya di pinggir pantai. Taeyeon mengikuti tatapan Sunny lalu tanpa sadar ia tersenyum saat melihat Tiffany mengangkat Juhyun dan mengelitikinya.

Mereka terlihat begitu gembira.

Tiffany tampak sangat bahagia.

“Apa dia tahu kau ada disini?” Tanya Taeyeon.

“Dia masih belum melihatku, jika itu yang kau maksudkan.”

“Ah…”

Taeyeon mendengar segala macam suara namun tak satupun yang masuk dalam kepalanya. Seolah semua indera yang dimililikinya tidak berfungsi kecuali pengelihatannya, walaupun begitu pemandangan yang tampak di matanya hanyalah Tiffany dan Juhyun.

Ia dapat memiliki kebahagiaan itu, akhir dari cerita dongengnya.

‘Kau sungguh tidak adil, Fany… Bagaimana bisa kau meminta padaku sesuatu yang kau tahu itu sangat mustahil bagiku…’

_____

Tiffany memegang kuat gadis kecilnya yang tengah melingkan kedua tangannya di leher Tiffany. Berlari dan bermain di sekitar pantai telah membuat mereka kelelahan, tapi melihat Juhyun gembira membuat setiap tetes keletihan menghilang dari tubuhnya.

Ia mencium kening Juhyun dengan lembut sebelum menyelitkan beberapa helai rambut Juhyun di belakang telinganya. Tiffany menatapnya lembut dan memeluknya erat.

Satu hal yang tak pernah ia sesali dalam hidupnya saat ini adalah bahwa ia memiliki anak perempuan secantik Juhyun.

Anak yang dihasilkan dengan cinta, seharusnya, sebelum ayah gadis itu melarikan diri karena mendapati bahwa Tiffany sedang hamil. Ya, pria itu memang bajingan, tapi Tiffany mencintainya dengan sepenuh hati, setidaknya sampai pria itu melebeli dirinya sendiri sebagai seorang bajingan ketika Tiffany bangun tidur dan menemukan pria itu menghilang sambil membawa semua barangnya.

Hal itu membuatnya sakit, sangat, saat ia menangis ketika menyadari bahwa pria itu telah meninggalkan dia dan benih yang ada dalam dirinya, membawa dirinya kembali ketika ia, juga, telah menyakiti hati seseorang.

Jadi seperti inilah rasanya, pikirnya.

Tiffany mendesah saat dia berjalan kembali ke hotel untuk menidurkan Juhyun di kamar tidurnya.

_____

“Apa itu—Oh my god, Sunny?”

Taeyeon menoleh ke arah Tiffany yang sedikit memekik dan berjalan mendekati mereka dengan Juhyun kecil yang tengah tertidur di lengannya. Hampir saja Taeyeon menyapanya saat mendengar teriakan Sunny.

“Fany!!”

‘Bagus… Sangat bagus…. Kembali lagi ke masa-masa kuliah.’ Taeyeon memutar bola matanya sebelum melangkah ke samping.

“Apa yang kau lakukan disini?”

Tiffany setengah memekik saat dia menggeser tubuh Juhyun di lengannya, berhati-hati agar tidak membangunkan gadis itu. Taeyeon memandang Juhyun, ingin menggendong gadis kecil itu di lengannya sebelum Tiffany meremasnya karena terlalu gembira.

Taeyeon memperhatikannya, meskipun begitu, bagaimana mata Sunny bergerak dengan cepat dari Tiffany ke anaknya kemudian kembali ke arahnya.

“Aku kemari untuk membantu Taeng dengan pesta pernikahan Kwon-Jung! Bagaimana denganmu?! Sudah lama sekali! Oh Tuhan, kita harus berbincang-bincang! Sekarang!”

Taeyeon memandangi mereka berdua seolah dia sedang menonton film sunyi. Sungguh menggelikan bagaimana kedua mulut besar itu secara bersamaan mencoba untuk melembutkan suara mereka secara gamang. Menurutnya, itu sungguh prestasi yang hebat.

Ia mengernyit saat bibir Tiffany mendadak cemberut.

“Aku minta maaf, Sunny. Saat ini aku tidak bisa, aku harus menjaga anakku. Oh! Ngomong-ngomong, ini Juhyun, anak perempuanku. Maaf, dia sedikit kelelahan setelah bermain seharian.” Ia mendengar Tiffany berkata dengan menyesal.

Sunny berjalan mendekat ke arah Tiffany untuk melihat lebih dekat gadis manis di lengannya. Taeyeon memalingkan wajahnya saat melihat tatapan familiar di mata Sunny.

Belas kasihan.

“Aaawww, dia sangat manis! Aku bertaruh dia adalah malaikat!”

“Ya, saat dia sedang tertidur. Tunggu saat dia terjaga dan dia akan membanjirimu dengan berpuluh-puluh pertanyaan.” Tiffany tertawa kecil sebelum mengecup pipi tembam anaknya.

Mereka berdua tak henti berbicara dan Taeyeon merasa terabaikan. Selalu seperti itu, Taeyeon mengingatnya. Kapanpun Sunny dan Tiffany bertemu di suatu tempat, bahkan dengan Taeyeon di sampingnya, mereka cenderung larut dan tenggelam dalam dunia mereka seputar gosip dan cerita dan entah apapun yang Taeyeon tidak tertarik untuk mengetahuinya. Namun, walaupun demikian, dia dengan sabar menunggu di samping Tiffany, diam-diam masih menatap wajahnya dengan bebas saat mereka tengah asyik berbicara, atau tersenyum lebar, atau mengerutkan dahi, apapun topik yang tengah dibicarakan.

Terkadang ia meraih tangan Tiffany dan membelainya lembut dengan tangannya, bermain dan mengaitkan jari-jari mereka, terkadang hanya menatap garis telapak tangan Tiffany sambil menyusurinya.

Taeyeon akan duduk dalam diam, puas walau hanya dapat berada di tempat yang sama dengan sang pemilik hatinya. Walau hanya merasakan nadi yang berdenyut seirama di bawah lapisan kulit lembut Tiffany.

Itu hanyalah kenanang yang sudah lama hilang, namun walau bagaimanapun takkan bisa ia lupakan.

“Maaf Sunny, lain kali saja, okay? Aku harus men—.”

“Pergilah, Aku… Aku akan menjaga anakmu..”

Taeyeon tidak tahu apa yang tengah merasukinya. Mulutnya seolah bergerak sendiri dan kata-kata itu seakan terselip dari lidahnya bahhkan sebelum ia dapat mencegahnya. Matanya melebar saat ia menyadari apa yang sudah ia lakukan.

Syukurlah, Tiffany tidak memperhatikannya.

“Apa kau ya—.”

“Ya. Aku, uh, aku yakin. Sekarang pergilah, kejar ketertinggalanmu dengan si pendek itu.”

“Hey! Siapa yang kau panggil pendek? kau cebol?!”

Taeyeon mendapati dirinya berjalan ke arah Tiffany sebelum perlahan mengangkat gadis kecil yang tengah tertidur di lengannya. Taeyeon terlalu bersikukuh untuk menggendong Juhyun dengan baik dan nyaman sehingga dia tidak menyadari tatapan terkejut di wajah Tiffany atau cercaan yang diluncurkan Sunny.

Taeyeon menggendong Juhyun dengan aman di lengannya dan secara tidak sadar, tersenyum. Gadis kecil itu benar-benar seorang malaikat.

‘Tapi dia bukan milikmu Taeyeon… Takkan pernah…’

Taeyeon menelan gumpalan di tenggorokannya saat ia membuai lembut gadis dalam pelukannya.

“Taeyeon, aku tidak ingin merepotkanmu.” Kelembutan dalam suara Tiffany membuatnya menelan ludah.

“Tidak masalah, Tiffany. Aku akan menjaganya. Pergilah..”

Taeyeon tersenyum pada Tiffany, dengan tulus, dan dia merasakan semuanya kembali normal. Seolah tragedi empat tahun yang lalu tak pernah terjadi dan sekarang seakan dia tengah menggendong anak mereka sendiri, buah cinta dari pernikahan mereka.

Namun bukan itu kenyataannya, terlalu membuatnya cemas. Realita memang kejam.

“Terimakasih, Taet—Taeyeon.” Dia mendengar Tiffany hampir saja keceplosan.

“Sama-sama.”

‘Selalu…’

_____

-TBC-

Iklan

47 thoughts on “Back For Good Chapter 7”

  1. Aw aw aw… I’m crying… Keke tae genlte, kamu melebihi ‘si brengsek’ yg udah ngasi fany ‘angle’… Gw ga ngerti alur.y cuz emang cuman baca part ini.. Tp feel.y krasa beuddd… Btw hello… Gw mungkin pernah baca d sn tp ga comment.. Gw lupa.. Tp salam kenal aja

Komentar tidak dipungut biaya ✿ Tae♡Ny ✿

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s