BFG, FF Terjemahan, SNSD, SOSHI FF

Back For Good Chapter 9

Back for Good

Author : Stephan

Indo Trans : (@sasyaa95)

Title : Back for Good

Genre : Romance, Yuri.

Main cast : TaeNy,

Sub cast : Yulsic, Juhyun, Sunny.

Original story : http://stephanstarr.livejournal.com/

Warning :  The following story is fictional and doesn’t depict any actual person or event.

OST :

  1. Adele – Someone Like You
  2. Adele – Don’t You Remember
  3. Taylor Swift – Forever and Always
  4. Taylor Swift – Come back be here
  5. Taylor Swift – Back to December
  6. Taylor Swift – Tears Raindrops on my Guitar
  7. Taylor Swift – You are Not Sorry
  8. Taylor Swift – Sad Beautiful Tragic
  9. Avril Lavigne – When Youre Gone
  10. Avril Lavigne – Wish You Were Here
  11. Avril Lavigne – Remember When
  12. Taeyeon SNSD – Closser
  13. Christina Perri – Jar of Hearts
  14. Rihana – Take a Bow
  15. Maroon 5 – Sad
  16. SNSD Taeny – Lost in Love

Back up, baby, back up
Did you forget everything
Back up, baby, back up
Did you forget everything

(Taylor Swift- Forever and Always)

Chapter 9

Hari yang sempurna untuk pernikahan yang sempurna.

Ia menatap horizon dan sedikit mengerdip saat sinar mentari menyengat kedua matanya. Angin dengan lembut menerbangkan ujung-ujung rambutnya, Taeyeon berpikir segalanya sempurna.

Sama seperti Tiffany dan senyumnya dan mata bulan sabitnya dan , segalanya.

Ini adalah hari yang sempurna.

Taeyeon mendengar bisikan lembut di udara. Ia menatap langit untuk terakhir kalinya lalu tersenyum. Ia terlalu gugup.

Akhirnya, hari ini ia dapat memiliki Tiffany seutuhnya.

Taeyeon mengirup napas dalam kemudian berputar dan bertatapan dengan pengantin wanita tercantik di dunia. Jantungnya seakan berhenti, ia merasakan belakang lehernya mulai berkeringat. Ia terus mengeratkan kepalan tangannya untuk meredam tubuhnya yang gemetaran.

Ia tak perlu bersusah payah untuk menahan air matanya yang sudah menyembul di pelupuk mata, Taeyeon membiarkan buliran itu membasahi pipinya. Katakan bahwa ia terlalu gembira, bukan hal yang besar. Dunia dapat berakhir sekarang, ia pun tak peduli. Tatapan lembut Tiffany sudah cukup untuk menyelamatkannya.

Setiap langkah, air matanya menetes.

“Cantik.” Kata Taeyeon seraya menggenggam erat tangan Tiffany.

Hari ini semua tentang mereka, keduanya. Dimana ada tatapan penuh cinta dari semua teman-teman dan keluarganya. Saat ini, hanya tentang Kim Taeyeon dan Tiffany Hwang.

“Apa kau baik-baik saja?”

“H-Huh? Oh, yeah. Aku baik-baik saja, TaeTae.” Seulas senyuman.

“Okay, apa kau siap?”

“N-Ne.”

Taeyeon masih diliputi kegembiraan sampai-sampai dia tidak memperhatikan betapa gelisahnya Tiffany saat ini. Pikirannya dipenuhi kebahagiaan dan membuatnya tidak dapat merasakan kecemasan gadis di sampingnya.

Segalanya sempurna dalam pikirannya.

Namun realita terlalu kejam.

“Apakah kau, Kim Taeyeon bersedia menikahi wanita cantik ini dengan sah, untuk saling mencintai dan mengasihi, dikala sakit dan sehat, dikala kaya dan miskin, sampai akhir hayat?”

“Aku bersedia dan akan selalu.” Taeyeon berkata sambil tersenyum lebar.

“Dan kau…?” Sang pastur menoleh pada Tiffany.

Taeyeon menatap calon istrinya dengan penuh cinta sambil menunggu jawaban darinya. Ia tak sabar untuk memanggilnya Mrs. Kim.

Tiffany membuka mulutnya, namun tak ada suara yang keluar. Taeyeon mulai berpikir ada sesuatu yang salah.

“Hey, Fany, apa kau baik—baik ?”

“A—aku minta maaf, Taeyeon.” Tiffany melepaskan genggamannya. “Aku… Aku tidak bisa menikahimu.”

“A—Apa Tiffany!”

Semua terjadi begitu cepat bahkan Taeyeon pun tak sempat berkedip. Sedetik yang lalu, Tiffany masih berdiri di sampingnya. Dan sekarang ia mendapati dirinya berlari mengejar mempelainya yang tengah kesusahan berlari dengan gaunnya.

“Fany! Tunggu! Mau pergi kemana?”

Taeyeon menangkapnya dan memeluknya dari belakang, menghentikan Tiffany untuk bergerak dan berlari.

“Taeyeon… kumohon…” Dia mendengar bisikan Tiffany.

 “Mengapa kamu melakukan hal ini?”

“Aku minta maaf Taeyeon, tapi kumohon… kumohon biarkan aku pergi.”

“Mengapa?”

Taeyeon tidak menyadari bahwa dirinya sedang menangis sampai dia merasakan kelembaban di pipinya yang tengah menempel di punggung Tiffany.

Ini tidak nyata, ia mencoba untuk meyakinkan dirinya sendiri.

“A-aku tidak mencintaimu la-lagi.”

Ini tidak terjadi.

“Kau berbohong!” Ia mencengkram pinggang Tiffany semakin erat. “Kau bohong…” Kemudian terdengar isakan.

Tiffany tidak memberontak, namun Taeyeon merasakan pelukannya semakin mengendur, dia sudah kehilangan Tiffany. Ia tidak tahu hal ini akan terjadi, mereka baik-baik saja beberapa menit yang lalu.

Tapi ini… mengapa?

“Kau bilang jika kita akan bersama selamanya, Fany.. Lalu mengapa kau meninggalkanku sekarang? Mengapa?…”

“Aku ingin sebuah keluarga, TaeTae. Aku—..”

“Kita akan memilikinya! Kau dan aku! Dan kita juga akan memiliki anak! Kita dapat mengadopsi, kita dapat—…”

“Keluarga yang sebenarnya Taeyeon… Darah dagingku sendiri… D—Dan… kau tidak bisa memberikannya padaku…”

Taeyeon masih bergeming.

Mereka berdiri disana, dengan Taeyeon yang masih menggenggam Tiffany seolah tiada hari esok. Matahari mulai terbenam dan angin berembus semakin kencang. Terasa dingin.

Layaknya hati Taeyeon, terasa dingin.

 

“Kumohon… Kumohon… Tetaplah bersamaku..”

“Aku—Aku tidak bisa. Aku minta maaf.”

“Kumohon.. aku…  akan melakukan apapun yang kau minta. Aku..Aku akan berhenti melakukan semua yang tidak kau suka. Aku akan menjadi lebih baik! Aku akan mengembalikan tutup pasta giginya! Aku akan berhenti berbicara saat tidur! Aku.. Aku akan lebih sering menemanimu pergi berbelanja!” Tangisan Taeyeon semakin kencang. “Aku takkan lagi menggodamu! Aku akan mengecat apartemen kita dengan warna pink…. Aku… aku akan…”

“Kau tidak dapat membahagiakanku Taeyeon…”

Dia berhenti berbicara.

“Kumohon… biarkan aku pergi…”

_____

Ia berusaha untuk menahan tangisnya saat mendengar Taeyeon memohon.

Dan sekarang, Taeyeon yang tengah menyengkeram pinggang Tiffany pun berhenti bicara, Tiffany tidak yakin apakah ia lebih menyukai teriakan daripada diam.

Tiffany merasa ia telah melakukan hal yang benar. Ia tidak dapat menikah dengan Taeyeon, tidak ketika hatinya masih ragu. Itu tidak adil baginya, tidak juga untuk Taeyeon. Ia tidak meminta cinta yang lain, namun cinta itu datang, dan Tiffany jatuh cinta kepadanya.

Tiffany membenci dirinya karena membiarkan hal ini berjalan terlalu jauh. Ia dapat meyelamatkan hati keduanya jika saja ia membatalkan pertunangan itu lebih awal. Semua ini salahnya.

Ia tahu betapa menyesalnya dirinya, namun yang ada dipikirannya hanya bagaimana untuk memaksa Taeyeon agar mau melepasnya. Menyebutkan ketidakmampuan Taeyaon untuk memberikan apa yang ia mau adalah cara yang lebih mudah dan tak terlalu menyakitkan daripada mengatakan bahwa ia tak lagi mencintai gadis itu.

Tiffany hendak bertanya lagi sebelum merasakan lengan yang melingkari pinggangnya perlahan-lahan mengendur. Ia berbalik dan melihat kepala Taeyeon yang menunduk dalam dan pundaknya yang berguncang karena tangis. Tiffany ingin memeluknya, untuk mengatakan bahwa ia menyesal, namun lengannya seolah mati rasa.

“TaeTae…..”

Tidak ada balasan.

“Aku—aku minta maaf.” Bisiknya pada Taeyeon yang tengah terisak.

“Tiffany!”

Ia menoleh ke arah suara itu dan melihat seorang pria terengah-engah berusaha untuk menyetabilkan napasnya. Dia menghampiri Tiffany.

Tiffany kembali berbalik dan mencium kepala Taeyeon sebelum berlari ke arah pria itu.

_____

Taeyeon mengangkat kepalanya dan melihat Tiffany berlari menjauh darinya meskipun air mata menghalau pandangannya. Dia merasa kebas, kedinginan.

Ia melihat bagaimana Tiffany melompat ke pelukannya dengan meregangkan kedua lengannya, eye smilenya seolah bersinar.

Mereka terlihat bahagia. Tiffany tampak gembira.

“Aku mencintaimu.”

Taeyeon berkata pada dirinya sendiri.

_____

Taeyeon mengerjapkan matanya saat ia merasakan sinar mentari pagi menyeruak di wajahnya. Dia mencoba untuk menggeser tubuhnya, dan menemukan bahwa dirinya tengah berada di sofa. Ia mengernyit ketika kedua matanya terbuka lebar, ia melihat wajah Juhyun yang tengah terlelap lantas tersenyum.

Ini adalah pertama kalinya dia terbangun dari mimpi yang sama dan merasa lebih lega. Hari ini terasa berbeda, sangat berbeda.

Taeyeon mengelus beberapa helai rambut yang menutupi wajah Juhyun dengan lembut, lalu menyelipkannya di balik telinga gadis kecil itu.

Ia tersenyum sebelum mengeratkan pelukannya pada pinggang Juhyun sebelum merasa dirinya kembali terlelap.

_____

-TBC-

Iklan

38 thoughts on “Back For Good Chapter 9”

Komentar tidak dipungut biaya ✿ Tae♡Ny ✿

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s