BFG, FF Terjemahan, SNSD, SOSHI FF

Back For Good Chapter 10

Back for Good

Author : Stephan

Indo Trans : (@sasyaa95)

Title : Back for Good

Genre : Romance, Yuri.

Main cast : TaeNy,

Sub cast : Yulsic, Juhyun, Sunny.

Original story : http://stephanstarr.livejournal.com/

Warning :  The following story is fictional and doesn’t depict any actual person or event.

OST :

  1. Adele – Someone Like You
  2. Adele – Don’t You Remember
  3. Taylor Swift – Forever and Always
  4. Taylor Swift – Come back be here
  5. Taylor Swift – Back to December
  6. Taylor Swift – Tears Raindrops on my Guitar
  7. Taylor Swift – You are Not Sorry
  8. Taylor Swift – Sad Beautiful Tragic
  9. Avril Lavigne – When Youre Gone
  10. Avril Lavigne – Wish You Were Here
  11. Avril Lavigne – Remember When
  12. Taeyeon SNSD – Closser
  13. Christina Perri – Jar of Hearts
  14. Rihana – Take a Bow
  15. Maroon 5 – Sad
  16. SNSD Taeny – Lost in Love
  17. Katy Perry – The one that got away

And in another life
I would be your girl
We keep all our promises
Be us against the world

(Katy Perry- The One That Got Away)

Chapter 10

“Taeng, bangun!”

Ia merintih.

“Bangun, sekarang.”

“Kenapaaaa??”

“Kau masih harus melakukan beberapa kali pemotretan, dasar kau gadis pemalas!”

Taeyeon beranjak dari sofa saat mendengar tentang pekerjaannya yang terlalaikan, lalu seketika mencengkeram dadanya, ia berpikir bahwa Juhyun masih tertidur di perutnya.

“Apa—Dimana Juhyun?” Teriaknya saat tersadar gadis kecil itu kini sudah tak lagi bersamanya.

“Tenang Taeng, dia bersama ibunya.”

“Oh.”

Sunny menarik tubuh Taeyeon dan mendorongnya ke arah kamar tidur gadis itu.

“Sekarang mandilah! Jadi kita bisa sarapan dan akhirnya memulai pemotretan itu.”

“Baik, madam!”

_____

“Kau memotret gambar yang benar-benar bagus. Maksudku, lihat ini…”

Taeyeon mengamati Yuri saat gadis itu memberondongnya dengan beberapa gambar dari pemotretan yang mereka lakukan hari ini. Dia melihat Yuri penuh semangat menunjuk beberapa gambar sambil tersenyum. Dia selalu merasa keperibadian Yuri semakin menyenangkan.

Taeyeon menyandarkan punggungnya dan dengan malas meneliti kameranya untuk mengecek jika saja ada gambar yang lupa di cetak. Walaupun tengah sibuk mengamati dengan saksama, Taeyeon merasakan Yuri tengah menatapnya.

“Apakah ada sesuatu di wajahku?” Katanya sambil melihat Yuri dengan usil.

Taeyeon yang melihat kegelisahan di mata Yuri, merasa bingung mengapa gadis itu bertingkah demikian. Jarang sekali Yuri bersikap serius, dan jujur saja, Taeyeon tidak pernah melihat keseriusan itu di wajah Yuri sebelumnya. Semua itu bagaikan dongeng baginya.

“Apa?”

“T-tidak apa-apa.”

“Serius, ada apa?”

Taeyeon menatapnya curiga sebelum kembali sibuk dengan kameranya. “Baiklah.”

“Aku…. Aku tahu apa yang terjadi.”

“Hmm?” Taeyeon mendongak dari kameranya.

“Antara kau dan Tiffany. Aku tahu.”

Hal ini pasti terjadi, pikir Taeyeon. Walau bagaimanapun Yuri adalah teman Tiffany. Ini bukanlah hal tabu untuk dibicarakan orang lain, namun ia masih belum terbiasa dengan orang-orang yang membicarakan tentang masalah ini, tidak jika ia telah menghindari masalah ini selama bertahun-tahun.

Ia menghembuskan napas sebelum meletakkan kameranya dengan aman di atas meja.

_____

“Jika kau dapat kembali pada waktu itu, pada jam yang sama, masihkah kau melakukan hal yang sama? Maksudku, akankah kau tetap melepaskannya?”

Matahari sudah mulai tenggelam dan saat itu juga Taeyeon baru menyadari bahwa mereka telah berada di café itu berjam-jam lamanya. Bukan karena dia keberatan dengan keberadaan Yuri, namun dia hanya terkejut betapa waktu berputar dengan cepat hanya dalam kedipan mata.

Matahari terbenam terlihat sama bagiku sekarang, pikir Taeyeon saat ia menatap horizon. Taeyeon tetap menatap gumpalan bola api itu sampai matanya terasa pedih.

“Ya.” Jawabnya lugas sebelum menatap tepat pada kedua mata Yuri.

Yuri menatapnya dengan intens, menerka apakah ia melihat air mata di mata Taeyeon karena sinar atau yang lain. Ia menyimpan pikiran itu sendiri dalam benaknya.

“Apa? Kau…. Sungguh? Tidakkah kau menyesalinya?” Yuri menatapnya seolah Taeyeon adalah makhluk dari planet lain.

Taeyeon merilekskan tubuhnya lalu bersedekap. Ia merasakan jantungnya berderum sejenak, ia dibawa kembali ke masa itu, saat luka hatinya yang telah mengering kembali tercabik-cabik.

Namun, di tengah kepiluan yang mendera…..

“Jika saja kau melihat senyum di wajahnya.” Taeyeon memulai pembicaraannya. “Atau matanya yang berbinar ketika ia melompat ke dalam pelukan pria itu, kau akan melakukan hal yang sama.” Ia mendesah sebelum tersenyum kecil. “Senyum itu tidak muncul ketika dia berada di sampingku di depan altar. Bagaimana mungkin aku dapat menghalau kebahagiaannya?”

“Aku tahu dirimu Yuri. Aku tau betapa kau mencintai Jessica. Dan jika kau berada di posisiku saat itu. Aku tahu kau akan melakukan hal yang sama denganku.”

Yuri menatapnya, dan untuk pertama kalinya selama bertahun-tahun lamanya dalam hidup Taeyeon, seseorang menatapnya tanpa rasa belas kasihan namun dengan penuh kekaguman dan respek.

_____

Ia tak pernah berpikir bahwa mengobrol sebentar akan menguras habis energinya sampai dia mendapati dirinya sendiri berjalan menyeret langkah menuju kamar hotel. Walaupun jauh di dalam dirinya, Taeyeon tahu bahwa itu bukan karena obrolannya, namun karena alasan dibalik obrolan itu.

Gadis mungil itu, setelah sekian lama mengelak tiap kali ada temannya yang memaksa dirinya mengulas tentang hal itu, mencoba membantunya untuk keluar dari depresi, mereka sudah terlalu sopan untuk meninggalkan gadis pilu itu sendirian.

Namun setelah mengobrol dengan Yuri, Taeyeon seketika menemukan pencerahan setelah berada dalam kegelapan sekian lama. Dia tak ingin mengakuinya, pada teman-temannya dan terutama pada dirinya sendiri, bahwa ia sudah terlalu pecah untuk dapat berubah. Ia bersembunyi dibalik senyum dan tawanya, segalanya sembari meyakinkan dirinya sendiri bahwa ia baik-baik saja.

Namun tidak, ia tak pernah baik-baik saja.

Tidak ketika orang yang telah kau pilih menjadi segalanya untukmu tiba-tiba saja melarikan diri di hari pernikahan kalian.

Sambil mendesah, Taeyeon memasuki ruangan itu dalam diam, tak ingin mengganggu dua penghuni lainnya. Keheningan menyapanya saat ia menginjakkan kaki di ruang tamu dan merasa lega karena tak harus berhadapan dengan Tiffany. Ia hanya tidak dapat mengatasi kekakuan diantara mereka.

Setelah sejenak memanjakan tubuhnya di bawah shower, ia akhirnya menujukan kakinya ke balkon.

Taeyeon menutup mata dan menarik napas di udara yang terasa asin. Ia dapat mendengar suara ombak yang menghempas bibir pantai, dan angin yang bersiul riang membisik di telinganya. Setelah merasa kembali hidup, Taeyeon membuka matanya dan menatap langit gelap. Bintang-bintang bersembunyi malam ini, pikirnya.

“Hey..”

“Hey..” Jawab Taeyeon tanpa menoleh.

“Langitnya terlihat cerah hari ini.”

Taeyeon mendengar derap kaki makin mendekat.

“Yeah, kau benar.”

Dia merasakan tubuhnya gemetar saat harum Tiffany yang khas memenuhi pikirannya. Taeyeon tahu bahwa gadis itu sudah dekat. Sial! biarpun dia buta sekalipun, dia masih tahu.

Ia tak perlu melihatnya.

Hatinya selalu tahu kapanpun Tiffany berada di dekatnya.

“Tidak bisa tidur?”

Taeyeon melihat Tiffany menirukan gerak-geriknya saat gadis itu menyandarkan sikunya pada pagar yang hanya berjarak beberapa kaki darinya. Taeyeon bernapas dalam kesunyian malam saat ia menutup mata.

Jika semua tidak terjadi sesuai dengan takdirnya, Tiffany mungkin saja akan terkunci dalam pelukannya saat ini. Dia akan membisikkan kata-kata manis sambil menggoyangkan tubuh mereka bersama angin dan dia akan dapat melihat refleksi bintang di mata lembut Tiffany.

“Taeyeon….” Tiffany hampir berbisik.

“Yeah?” Taeyeon membuka kedua matanya dan akhirnya menatap wanita yang kini berdiri di sampingnya itu.

“Aku… Aku minta ma—…”

“Aku tahu,” Taeyeon memotongnya. “Aku juga minta maaf.”

Taeyeon tersenyum melihat kebingungan di wajah Tiffany. Gadis itu baru saja bangun tidur, wajahnya natural dan kaus kebesaran yang di pakainya hampir menggantung di pundaknya yang langsing.

Dan sampai sekarang Taeyeon masih menganggapnya sebagai wanita tercantik di dunia ini.

Taeyeon melihat Tiffany mengerutkan kedua alisnya.

“Aku minta maaf karena aku tidak sempurna.” Taeyeon kembali memfokuskan pandangannya pada langit gelap. Tangannya mencengkeram pagar dengan erat hingga buku-buku jarinya memutih dan dia berpikir, setelah sekian lama, bahwa ia dapat mengakhiri segalanya hanya dengan seujung jarinya saja.

“Aku tahu aku telah berkata padamu bahwa selama kau bersamaku, takkan ada hal lain lagi yang kau butuhkan…. Bahwa aku akan memberimu segalanya dan apapun yang kau mau. Aku…” Lanjutnya. Taeyeon kembali memperlihatkan hatinya yang telah sembuh dan dia tak pernah merasa seberani ini seumur hidupnya.

“Aku minta maaf karena tidak dapat memenuhinya…”

Keheningan kembali melingkupi mereka namun Taeyeon merasa lebih lega. Ia telah mengatakan hal yang telah lama ingin ia katakan namun ia tak pernah diberi kesempatan untuk melakukannya.

Taeyeon mendengar isakan. Ia seketika menoleh pada Tiffany.

_____

Tiffany merasa air mata menetes di pipinya. Ia tidak tahu kapan ia mulai menangis namun itulah kenyataannya, dan sekarang air matanya mengalir tak terkontrol. Ia melihat Taeyeon menatapnya saat dirinya terisak.

“Me-Mengapa?”

“Apa—?”

“Mengapa kau meminta maaf saat,” Tiffany terisak, kausnya kini basah karena air mata. “Akulah orang pertama yang meninggalkanmu.”

Ia tak bermaksud untuk berteriak namun dirinya sudah terlalu frustasi. Taeyeon telah membuatnya gila dengan kebaikan hatinya dan tatapan lembutnya dan kehangatan yang memancar dari tubuhnya, dan satu-satunya hal yang ingin ia lakukan saat ini hanyalah membenamkan tubuhnya kedalam pelukan Taeyeon.

Dan ia pun melakukannya.

Tiffany tahu ia telah membuat Taeyeon terkejut dengan sikapnya yang tiba-tiba namun dia tak peduli. Taeyeon telah memberikannya begitu banyak emosi dan rasa bersalah yang sudah dipikulnya sejak lama akhirnya terlepas. Ia mencengkeram kemeja Taeyeon saat tangisnya semakin keras.

“Aku benar-benar minta maaf, T-Taeyeon, aku minta maaf…”

Ia dapat merasakan air matanya telah membasahi kemeja yang tengah dicengkeramnya. Dan saat ia merasa sepasang lengan melingkari pinggangnya dengan lembut, Tiffany akhirnya kehilangan kendali atas dirinya.

Tiffany semakin mengeratkan pelukannya sementara Taeyeon mulai mengusap punggung Tiffany, mencoba menenangkannya sambil membisikkan kata-kata lembut di telinganya.

“Ssshh. Jangan menangis, aku baik-baik saja.” Bisik Taeyeon.

“Tidak, tidak! Aku yang meninggalkanmu!” Tiffany memukuli dada Taeyeon sambil menangis.

Taeyeon membiarkan Tiffany memukuli tubuhnya hingga gadis itu kehilangan tenaga untuk bergerak. Tiffany menenggelamkan kepalanya pada caruk leher Taeyeon dan mulai menangis dalam diam. “Aku meninggalkanmu saat pernikahan kita…. Aku… aku yang meninggalkanmu.”

Tiffany semakin membenamkan tubuhnya dalam pelukan Taeyeon, ia tak pernah merasa sedemikian tenang.

Kau selalu dapat membuatku aman, pikirnya.

Namun, ia mulai panik saat merasakan Taeyeon perlahan mulai bergerak menjauh. Seketika ia mengeratkan cengkeramannya pada kemeja Taeyeon namun sepasang bibir lembut yang melandas di dahinya  membuat Tiffany lebih rileks.

Dan tak ketinggalan, sepenuhnya kebingungan.

“Ini bukan kesalahanmu Fany.” Semakin banyak air matanya yang tumpah saat nama familiar itu menggema di telinganya.

Ia mendengar Taeyeon mendesah sebelum kembali menyentuhkan bibirnya pada kening Tiffany.

“Kau menemukan cintamu, sama seperti yang lainnya.” Ia menangkap getaran dalam suara Taeyeon.

“Sayang sekali, kau harus meninggalkanku untuk mendapatkannya.”

Tiffany perlahan menutup matanya dan membiarkan air matanya mengalir dengan bebas saat dia merasa air mata Taeyeon tercampur dengan miliknya.

_____

-TBC-

Iklan

53 thoughts on “Back For Good Chapter 10”

  1. Genteel taeng
    sllu dimaaf kn sm tae
    kurang apa lg coba tae, krna kebaikan tae 😢 Terus fany mau kembali lg kah, ohhh ga mungkin

Komentar tidak dipungut biaya ✿ Tae♡Ny ✿

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s