BFG, FF Terjemahan, SNSD, SOSHI FF

Back For Good Chapter 11

Back for Good

Author : Stephan

Indo Trans : (@sasyaa95)

Title : Back for Good

Genre : Romance, Yuri.

Main cast : TaeNy,

Sub cast : Yulsic, Juhyun, Sunny.

Original story : http://stephanstarr.livejournal.com/

Warning :  The following story is fictional and doesn’t depict any actual person or event.

OST :

  1. Adele – Someone Like You
  2. Adele – Don’t You Remember
  3. Taylor Swift – Forever and Always
  4. Taylor Swift – Come back be here
  5. Taylor Swift – Back to December
  6. Taylor Swift – Tears Raindrops on my Guitar
  7. Taylor Swift – You are Not Sorry
  8. Taylor Swift – Sad Beautiful Tragic
  9. Avril Lavigne – When Youre Gone
  10. Avril Lavigne – Wish You Were Here
  11. Avril Lavigne – Remember When
  12. Taeyeon SNSD – Closser
  13. Christina Perri – Jar of Hearts
  14. Rihana – Take a Bow
  15. Maroon 5 – Sad
  16. SNSD Taeny – Lost in Love
  17. Katy Perry – The one that got away

Does he love you the way I can
Did you forget all the plans that you made with me
Cause baby I didn’t (That Should Be Me-Justin Bieber)

Chapter 11

Tiffany membuka mata saat sinar mentari menyapanya, membuatnya silau. Saat ia hendak berbalik untuk menghindari cahaya itu, ia merasakan seprai menyelimuti kepalanya. Seketika menyelamatkan matanya dari sinar yang menyilaukan. Ia hanya dapat tersenyum saat merasakan sepasang lengan yang melingkar di pinggangnya, menarik tubuhnya mendekat.

Ia berbalik menghadap pemilik tubuh yang menghangatkannya kemudian menghadiahkan kepadanya sebuah kecupan singkat tepat di bibirnya.

“Gomawo.”

Tiffany merasakan Taeyeon tersenyum di tengah ciuman mereka. “Selamat pagi.” Ia mendengar sebuah bisikan.

“Pagi TaeTae…”

“Mommy!”

Tiffany menangkap anaknya saat tubuh mungil itu melompat ke pelukannya ketika ia memasuki ruang tamu.

“Selamat pagi Baby…” Ia berkata sambil menyandarkan kepala pada lekuk leher Juhyun dan menciuminya berkali-kali.

Sebuah kikikan menghentikan adegan hangat ibu dan anak tersebut.

“Aku minta maaf, aku tak bermaksud untuk menggangu, umm… waktu kalian.”

“Tidak, tidak masalah. Uhm..” Kecanggungan  mulai menyelimuti mereka dan Tiffany hampir menyeringai. “Selamat pagi, Taeyeon.”

“Selamat pagi…” Ia mendengar Taeyeon berbicara kemudian tersenyum padanya.

____

“Uhm. Apa kau ada pemotretan hari ini?”

Saat ini, ketiganya tengah duduk di meja makan sembari menyelesaikan sarapan mereka. Taeyeon tetap bergeming di kursinya, ia mengunyah makanannya secara perlahan sambil sesekali mencuri pandang pada dua orang yang kini tengah duduk tepat di depannya. Ia tak pernah merasa bosan, mengamati Tiffany berbicara dengan Juhyun, gadis kecil itu telah berhasil menarik hatinya sejak pertama kali bertemu.

“Tidak, hari ini waktuku untuk beristirahat.” Taeyeon berkata sambil menyendok nasi dipiringnya kemudian memasukkannya kedalam mulut.

“Yah TaeTae! Kau seperti bocah saja!”

“Hmm?”

Taeyeon melihat Tiffany yang diam-diam tertawa di kursinya, matanya berubah menjadi bulan sabit dan gigi putinya bersinar. Seketika apartemen mereka dipenuhi suara riuh tepuk tangan dan Taeyeon yang melihatnya hanya dapat tertawa bersama tunangannya.

Ia menelan makanannya sebelum berkata.

“Apanya yang lucu?”

Taeyeon mengernyih. Tiffany terlihat seolah tak ingin menghentikan tawanya.

“Yah… Fany…” Taeyeon meletakkan sumpitnya sambil cemberut.

“Mi—Mianhae.. Biarkan—biarkan aku bernapas dulu….”

Baru saja saat Tiffany akan berbicara, ia terkikik sebelum kembali tertawa. Taeyeon hendak mengutarakan kekesalannya saat ia melihat Tiffany menunjuk dagunya.

“Huh?” Taeyeon mengernyih.

“Da—dagumu.. Nasi…” Kata Tiffany, jarinya masih menunjuk sesuatu di wajah Taeyeon.

Taeyeon menyentuh dagunya dan merasakan butiran menempel di bawah bibirnya.

“Serius Fany, kau menertawaiku hanya karena ini?” Taeyeon memunguti butiran nasi dari dagunya sambil menatap tajam ke arah tunangannya. “Siapa yang bocah sekarang? Kau bercanda.”

Taeyeon bergumam sendiri, sedikit sebal karena sikap Tiffany yang kekanakan. Taeyeon tidak bermaksud begitu, hanya saja ia sedikit kesal tiap kali Tiffany mempermainkannya. Tiffany selalu mengatakan padanya bahwa ia sedikit gelisah namun dia tak mau mempercayainya.

Taeyeon terlalu sibuk menggerutu sambil menyodok telur di piringnya hingga ia tak menyadari tatapan penuh cinta Tiffany kepadanya.

“TaeTae… kau melupakan satu tempat.”

Taeyeon kembali memegang dagunya, namun ia tak merasakan apa-apa.

“Sini, biarkan aku yang melakukannya.”

Sebelum Taeyeon dapat protes, Tiffany sudah merunduk dan memegang dagunya di atas meja makan. “Tepat… Disini…”

Sebuah ciuman melandas tepat di bibirnya.

Taeyeon tersenyum mengingatnya.

Semua perlakuan Tiffany telah berhasil membuatnya melayang. Taeyeon telah menghabiskan waktunya untuk berpikir betapa sesorang bisa menjadi begitu hebat. Tiffany membuatnya sempurna dengan mengisi segala kekurangannya. Taeyeon tahu, dirinya tak sempurna, namun Tiffany telah memberikan kesempurnaan dalam hidupnya.

Namun itu juga sebelumnya, sebelum mereka berpisah.

Taeyeon menggenggam supitnya dengan erat sebelum meletakannya di samping piring. Kejadian semalam masih terngiang di kepalanya. Ia ingin memukul dirinya sendiri karena tidak merencanakan percakapan itu sebelumnya, karena pada kenyataannya ia tak pernah berpikiran hal itu akan benar-benar terjadi.

Setelah perbincangan berat yang menguras emosi semalam, mereka telah memutuskan untuk memulai kembali sebagai seorang teman. Semua luka sudah mulai sembuh baik Taeyeon maupun Tiffany memutuskan untuk membangun kembali hubungan persahabatan mereka sebagai jalan terbaik. Disamping itu, mereka adalah sahabat yang berubah menjadi sepasang kekasih.

“Aku bertanya-tanya apakah kau, apakah kau mau bergabung bersamaku dan Juhyun di pantai nanti…”

Taeyeon kembali tersadar dan menatap Tiffany yang tampaknya tengah menyembunyikan wajahnya di balik cangkir kopi. Bibirnya sedikit tertarik keatas saat melihat kedua pipi Tiffany mulai merona merah.

Manis, pikir Taeyeon.

“Tidak masalah jika kau tidak mau, maksudku, kau mungkin saja sibuk dan mungkin Sunny ingin berjalan-jalan bersamamu atau mungkin saja Yuri dan Jessica meneleponmu untuk pemotretan yang sangat mendadak. Kau tahu kan betapa mereka sangat aneh— jadi….”

“Tiffany, hey…”

Tiffany seketika menghentikan ucapannya sambil menunduk lemah, “Maaf, aku cerewet.”

Taeyeon hanya dapat tertawa kecil.

“Tidak masalah. Dan iya, aku senang sekali dapat bergabung bersama kalian di pantai nanti.”

Ia melihat Tiffany mendongak dan kata-katanya seolah tercekat saat gadis itu tersenyum padanya, senyuman yang sangat ia sukai.

Tak ada yang tidak ia sukai dari Tiffany.

Taeyeon mengepalkan tangannya di bawah meja saat ia berusaha untuk kembali bersikap normal, sekalipun terasa mustahil.

‘Ia bukan lagi milikmu, Taeyeon.’

_____

“Mommy! Lihat! Kerang!!”

Dengan gembira, Tiffany berjalan mendekati Juhyun yang tengah duduk di bibir pantai berusaha membangun istana pasirnya. Setelah menghabiskan sarapan mereka yang mengejutkan, setidaknya itu yang ia pikirkan, mereka bertiga memutuskan untuk pergi berjalan-jalan di pantai dan menghabiskan waktu untuk berjemur di bawah sinar matahari.

Tiffany tahu jika Taeyeon tidak suka berada di bawah terik matahari dan Tiffany sangat bersyukur karena awan-awan itu memutuskan untuk membantunya membuat tamasya dadakan mereka terasa lebih baik. Matahari dengan nyaman menempatkan dirinya di balik awan lembut namun sinarnya cukup menerangi langit untuk menghabiskan hari yang indah ini di luar rumah.

Selangkah menuju perdamaian, pikirnya.

“Hati-hati dengan batu-batu itu, okay sayang?” Tiffany mencium puncak kepala Juhyun sebelum meninggalkan gadis kecil itu bermain-main sendiri.

Melangkahkan kakinya menjauh, Tiffany duduk di atas pasir di samping Taeyeon yang sedang sibuk memotret apapun yang dapat ia potret dengan kameranya. Tiffany memandanginya, diam-diam, dan ia terpesona dengan bagaimana cara Taeyeon mengendalikan kameranya dengan prefesional dan lembut.

Klik.

Dia mengamati saat Taeyeon menjauhkan kamera dari wajahnya untuk melihat hasil jepretannya dan senyuman lembut yang tergurat di bibir Taeyeon tiap kali dia mendapatkan gambar yang bagus tak urung membuat Tiffany melakukan hal yang sama.

_____

“Dia sungguh cantik.”

“Tentu saja. Lagipula dia ada karenaku.” Tiffany tersenyum puas dengan dirinya sendiri.

Taeyeon mengamati Juhyun dari lensa kameranya dan tidak menyadari bahwa dia telah membulkanisasikan pujian sederhananya. Taeyeon tertawa kecil pada gadis yang tengah duduk di sisinya dan kepercayaan diri Tiffany yang tinggi membuatnya tertawa sampai-sampai dia harus sedikit menyandar ke belakang untuk menstabilkan tawanya.

“Baiklah, baiklah.” Taeyeon menggodanya dengan menjawab ketus setelah meredam tawanya.

Bukan karena dia tidak setuju, meskipun Tiffany benar-benar adalah simbol kecantikan, namun dia merasa ingin menggodanya.

Gadis kecil itu sungguh cantik, seperti malaikat. Sangat sempurna di mata Taeyeon.

Sama seperti Tiffany.

“Apa? Tidakkah kau berpikir demikian?”

Taeyeon memandang wanita disebelahnya yang tengah cemberut. Ia membiarkan tangannya menempel di kameranya, khawatir jika dia mungkin saja melakukan hal-hal bodoh seperti membelai pipinya atau menggenggam tangannya atau bahkan menciumnya.

‘Persahabatan, Taeyeon, kau membangun hubungan persahabatan. Hanya persahabatan…’

“Tentusaja iya.” Napasnya mulai tak beraturan. “Kupikir kalian berdua sangat cantik.”

Mereka baru saja memutuskan untuk mencoba membangun kembali hubungan persahabatan masing-masing, kaerna baik keduanya mengaku bahwa ikatan yang terjalin diantara mereka bahkan sebelum mereka berhubungan sebagai sepasang kekasih tak dapat dipatahkan.

Dia membiarkan dirinya mengatakan hal itu kepada Tiffany, bahkan sebelum ia merasa berjalan terlalu jauh. Dia menyatakan hal itu dengan jelas, pikirnya.

‘Tak ada yang salah dengan memujinya, kan? Anaknya benar-benar cantik lagipula dia yang telah membawa gadis itu ke dunia ini…’

Pikiran itu membuatnya terkejut.

Tiffany bukanlah satu-satunya yang telah membawa gadis itu ada di dunia ini.

Taeyeon hampir menampar dirinya sendiri saat ia teringat akan bagian terpenting yang tersingkir dari pikirannya hingga sekarang.

Bagaimana bisa dia lupa akan keberadaan ayah Juhyun?

Suami Tiffany?

_____

-TBC-

Iklan

34 thoughts on “Back For Good Chapter 11”

Komentar tidak dipungut biaya ✿ Tae♡Ny ✿

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s