One Shoot, SNSD, SOSHI FF

DAYLIGHT [Song-Fic]

Love_Light_Synthesis_Reiki

And when the daylight comes I’ll have to go
But tonight I’m gonna hold you so close

~Maroon5

Sentuhan.

Sebuah kecupan.

Morning kiss.

Gesekan yang berasal dari balik selimut putih, tipis itu tak cukup menghangatkan tubuhnya. Sudah beberapa kali dia bergeliang-geliut di atas matras yang sudah tak rupa. Bantal dan guling berserakan di lantai. Seketika lengannya terasa nyeri,  secara tidak sadar ia telah menggunakan lengan kirinya sebagai alas tidur semalaman. Kaus, jeans, celana dalam, bra, gaun berserakan di sepanjang jalan.

Eh, gaun?

Seketika ia membuka mata dan terduduk. Mengucek kedua matanya dengan kekanakan untuk menghilangkan kabut yang menghalangi pandangannya. Langsung saja ia disapa oleh sinar matahari yang masuk dari jendela yang masih terbuka setelah semalaman, membuat siluetnya tampak bercahaya dari belakang.

Semalam?

Dengan hati-hati ia menoleh saat merasakan gesekan tak jauh dari tempatnya duduk, di sisi lain matras.

Malaikat cantik, memejamkan mata dengan anggun. Walau tanpa sehelai pakaian pun yang melekat pada tubuhnya, ia tetap cantik. Sangat cantik.

Sosok itu berbalik dan tersenyum, “morning.” Suaranya serak.

Taeyeon membalas senyumannya tanpa berkata apapun. Bergegas ia mengemasi pakaiannya  yang berserakan di lantai lalu masuk ke dalam kamar mandi. Dia tak tahu harus berbuat apa, atau berkata apa. Ini tidak masuk dalam ‘what-to-dolistnya semalam.

Yang ia ingat hanya pergi clubbing bersama Yoona dan Sooyoung di bar. Dan entah mengapa ia berakhir di sini, bersama seorang gadis cantik yang ia sendiri tak bisa mengingat siapa namanya. Ia bahkan tak tahu di mana ia berada sekarang.

Shit.

Taeyeon melihat sekeliling, cukup membuat matanya gatal.

So bright, so pink!

Tanpa banyak berpikir, Taeyeon memakai pakaiannya setelah mengeringkan tubuh lalu bergegas keluar.

Tak pernah ia bayangkan sebelumnya jika gadis cantik itu akan menunggunya. Dia masih sama, duduk di pinggir kasur sambil memainkan rambut.

Sangat sulit bagi Taeyeon untuk tak melihatnya, untuk mengalihkan pandangannya dari gadis itu. Wajahnya, hidungnya, bibirnya, dadanya, bahkan pahanya tampak begitu mengilat.

Taeyeon menggelengkan kepala, mencoba untuk mengalihkan pikirannya.

Gadis itu tertawa kecil saat melihat Taeyeon tersipu, tak menatapnya, tak berusaha sedikitpun.

Karena merasa kalah, Taeyeon segera memakai sneakers-nya sebelum bergegas pergi dari ruangan itu. Sungguh jebakan yang memikat.

“Nggak sopan!”

Taeyeon berhenti seketika, suaranya terdengar sedih, kecewa, marah dan terluka. Taeyeon berbalik dan melihat banyak emosi bercampur di wajah cantiknya. “N—ne?”

“Kamu nggak sopan sekali sih, setelah semalaman dan kamu cuma pergi gitu aja!” Gadis itu melipat kedua tangan di depan dadanya yang telanjang.

“A—aku.. Minta maaf.” Taeyeon gugup, ia berusaha untuk mengarang kata-kata sebagai langkah antisipasi. Ia tak tahu, dia bahkan tak ingat sedikit pun. Jadi, apa yang harus dikatakan selain ‘maaf’?

“Hanya itu?”

“Lalu?” Taeyeon masih tidak mengerti maksud ucapannya, jadi dia memilih untuk menjawab apa adanya. Ia tidak ingin salah dan dipersalahkan nantinya.

“Babo! Kau berbeda sekali dengan kau semalam.”

Ugh!

Taeyeon tidak dapat berpikir lagi, otaknya masih sakit akibat semalam, dan begitu bangun, ia harus berurusan dengan gadis menyebalkan seperti ini. Bukanlah pagi yang indah seperti yang sudah beberapa kali ia impikan. Setelah session  pertamanya, ia akan disambut oleh ciuman pagi yang hangat, lovable. Bukan kata-kata pedas seperti ini.

“Lalu, kau ingin aku bagaimana?” Suaranya terdengar kesal. Namun Taeyeon tidak dapat kehilangan kontrol emosinya sekarang, tidak di depan orang yang semalaman ia tiduri untuk yang pertama kali dalam hidupnya.

“Duduk dan berbicaralah, kita punya banyak hal untuk di selesaikan.” Gadis itu kini menyilangkan kakinya secara anggun di depan Taeyeon.

Tidak Taeyeon, itu hanya jebakan! Kau tidak boleh masuk dalam perangkapnya.

Setelah beberapa kali meyakinkan diri, Taeyeon akhirnya setuju untuk kembali ke tempat tidur itu dan duduk di sebelahnya, cukup jauh, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Lagi.

“Setidaknya, bisa tidak kau memakai bajumu…. Dengan benar?” Wajahnya semakin memerah. Kontrol dirinya sudah semakin menipis. Ia tak lagi tahu harus berbuat apa, kecuali memberi tahunya, bukan.

Gadis itu justru tertawa, membuatnya semakin kesal. “Kau imut sekali.” Sebuah cubitan di pipinya. Taeyeon tidak menoleh maupun mendongak, cukup berbahaya. Pikirnya. “Baiklah.”

Gosh! Bisa tidak sih dia tidak memakainya di depanku. Setidaknya dia bisa masuk ke kamar mandi dan berganti di sana. Tidak di depanku. Membuatku semakin sulit…. Bertahan.

“Sudah.” Sebuah seringai yang tak terlewatkan oleh Taeyeon.

“Ba—bagus!” Kata Taeyeon, berusaha terdengar sarkastis. “Jadi?”

“Katakan namamu, dimana kau tinggal, bekerja atau sekolah, dan yang lain.” Suaranya terdengar mendesak, dan Taeyeon tidak menyukainya.

“Haruskah aku mengatakannya?” Taeyeon menjawabnya dengan retorik. Setelah menunggu dan hanya mendapat tatapan mengerikan darinya, barulah Taeyeon menurunkan egonya. “Baik, Kim Taeyeon, Gangnam, Universitas di Gangnam.”

“Sudah?” Gadis itu mengangkat sebelah alisnya pada Taeyeon, mengintimidasinya. “Hanya itu?”

“Ya. Apa lagi yang ingin kau tahu?”

“Baiklah,” Gadis itu merapikan anak-anak rambutnya yang masih berantakan. “Pinjam ponselmu.”

“Untuk apa?” Taeyeon tak punya pikiran apa-apa dan hanya menyerahkan ponselnya begitu saja.

Tak mendengar jawaban, Taeyeon mulai curiga. Tak beberapa saat kemudian, gadis itu mengembalikan ponselnya dengan seringai. “Baiklah, cukup. Kau boleh pergi.” Ia tersenyum, membuat Taeyeon berhenti bernapas selama beberapa saat.

Gadis aneh!

Taeyeon bergegas keluar sebelum gadis itu mengubah pikirannya.

Ia memasuki lift sebelum mendengar Bip dari ponselnya.

1 New Message.

From : Tiffany Hwang ♥

Hati-hati di jalan, miss you already :*

~fany

Sebuah senyuman diiringi dengan langkah kaki dan degup jantung yang tak beraturan.

Fany, huh.

Ia kembali memasukkan ponsel itu dalam saku hoodienya setelah mengirimkan balasan singkat.

To : Tiffany Hwang ♥

Miss you too, bisa kita bertemu lagi?

Ia tak perlu menunggu balasan untuk kembali tersenyum, dan ia tahu. Kali ini senyuman itu akan bertahan untuk waktu yang cukup lama, bahkan ia berharap. Selamanya.

Iklan

62 thoughts on “DAYLIGHT [Song-Fic]”

  1. Wakakakakaaa, seneng banget gw baca ff yang ppany ny agresif.
    Taenggo enak banget ya #plak, apadah -_-///

Komentar tidak dipungut biaya ✿ Tae♡Ny ✿

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s