GakJelasBlas, One Shoot, SNSD, SOSHI FF, Uncategorized

Baby Butt ~(‘o’~)(~’o’)~ [OneShoot]

BjA4n86CQAAXsNk

Created By: Kapten Kaoru [K2]

Cast: Taeyeon Kim, Tiffany Hwang.

Genre: Yuri (Girls x Girls), Comedi (?), Absurd, etc.

Warning: Yuri (Girls x Girls),

Happy Reading J

.

.

.

❤ Tiffany’s Shopping Day ❤

Itulah catatan yang tertulis di kalender Taeyeon, tulisan dengan tinta pink dilengkapi love mark disekitar tulisan. Seingatnya, ia tidak mempunyai pulpen warna pink yang seperti itu. Tentu, kekasihnya yang menulis catatan itu dengan pulpen berisi tinta warna kesayangannya.

Sudah berjam-jam Taeyeon menatap tanggal yang diberi catatan, yang ternyata jatuh hari ini. Hari dimana Taeyeon lebih memilih melakukan 10 presentasi dalam 1 hari tentang perusahaan animasinya daripada menemani Tiffany berbelanja beberapa jam, itupun jika ia bisa memilih.  Ia sangat berharap kalau hari ini dapat dipercepat atau dilewati. Taeyeon akan memerlukan Genie tetapi ia harus mengembara melewati gurun pasir untuk menemukannya. Itu tidak mungkin, kecuali Taeyeon mempersiapkan fisik dan dan mental untuk melewati hari yang akan berlangsung sangat panjang. Ini adalah kewajibannya sebagai seorang kekasih yang baik, meluangkan satu hari untuk menemani Tiffany berbelanja dari hari kerjanya yang sangat padat.

“Apa aku terlihat aneh?” Tanya Taeyeon setelah ia keluar dari kamarnya dan mendapati Tiffany menatapnya dengan tatapan yang tidak bisa diartikan.

Tiffany terkejut melihat Taeyeon yang begitu cantik memakai baju pilihannya. Memang ini bukan pertama kali Tifany melihat Taeyeon seperti itu, tetapi Tiffany selalu menunjukan reaksi yang berlebihan ketika kekasihnya memakai baju pilihannya. Tentu saja baju berwana pink.

“Kau tampak…” Tiffany membingkai wajah Taeyeon, menatap mata Taeyeon dengan ekspresi yang masih sama seperti sebelumnya. “Kau tampak imut, baby!” Seru Tiffany, mencubit gemas kedua sisi pipi Taeyeon yang sempat menggembung dan memperlihatkan eyes smile –nya.

Sekeras apapun Taeyeon mencoba, ia tetap tidak bisa menolak pesona eyes smile Tiffany. Ia selalu tergoda, senyuman itu membuatnya tidak bisa mengendalikan hormonnya yang tiba-tiba memuncak. Taeyeon segera meraih pinggang kekasihnya dan melahap benda lunak beraroma strawberry yang selalu memberinya kenikmatan tiada tara.

Dengan penuh kelembutan, Taeyeon memberi lumatan-lumatan seirama dengan hembusan napas sehingga mengundang Tiffany untuk segera membalasnya. Tiffany tahu ini akan kearah mana. “T-tae.. Taemmpphh..” Tiffany mencoba melepaskan Taeyeon sebelum hari belanjanya berubah menjadi mitos, tetapi ia tidak bisa melepaskan diri karena Taeyeon selalu berubah menjadi perempuan kuat jika menyangkut masalah seperti ini. “T-tae! Tae Henmmpph.. Hentikan!”

“Kenapa? Kau tidak merindukan bibirku?” Tanya Taeyeon, mengerucutkan bibirnya setelah Tiffany berhasil melepaskan tautan mereka.

“B-bukan begitu, baby. Jika kita tidak berhenti, aku akan kehilangan semua diskon dan Hot Sale yang sudah aku nantikan. Kita akan melanjutkannya nanti. Okay?” Tiffany mencoba meyakinkan Taeyeon yang masih memasang wajah memelas. “Oh ayolah! Jika kau mau menemaniku berbelanja, aku akan memberimu bonus menjadi 3 ronde (?) untuk nanti malam.”

 Taeyeon membelalakan matanya, “Tiga?” Taeyeon memperlihatkan tiga jarinya dan Tiffany menangguk mantap. Sebenarnya Tiffany tidak yakin mengiyakan hal ini, ini semua demi hari berbelanjanya agar berjalan dengan lancar “Oh ayolah. 5 ronde baru aku mau.” Tawar Taeyeon.

Kini giliran Tiffany yang membelalakan matanya. Bayangan-bayangan mengerikan yang belum sama sekali pernah ia bayangkan tiba-tiba memenuhi kepalanya. Ia diam dan berpikir sejenak. Ia berpikir Taeyeon selalu kelelahan setelah menemaninya berbelanja jadi Taeyeon tidak akan sanggup melakukan aktivitas malam (?) mereka apalagi sampai melakukannya 5 ronde. “Baiklah. 5 ronde. hanya untuk malam ini dan tidak berlaku untuk malam-malam berikutnya.”

“Ah! Deal. Apa kau tadi berpikir aku tidak sanggup melakukannya setelah berbelanja? Hahahahaha.” Kata Taeyeon penuh keyakinan disertai tawa bahagia. Tiffany semakin takut, terkadang ia tidak mampu memikirkan hal yang dipikirkan Taeyeon. Semoga keputusanku tidak salah – pikir Tiffany

~(‘o’~)(~’o’)~

“Fany baby.. Aku sudah tidak sanggup lagi” Kata Taeyeon lirih ketika mengikuti Tiffany dari belakang dengan tangan penuh membawa tas-tas belanja Tiffany. Tiffany yang sedang  membawa 3 tas belanja di tangan kiri dan sebuah catatan di tangan kanan berbalik memandang kearah Taeyeon yang sudah benar-benar kelelahan. “Aku sudah lelah.”

“Tapi masih banyak yang belum aku beli, baby. Ini baru setengah dari catatan yang aku buat.” Taeyeon mematung ketika mendengar apa yang baru saja Tiffany katakan. Kakinya sudah benar-benar pegal, kedua tangannya pun sudah tidak sanggup untuk membawa tas belanja lagi. Keringat sebesar jagung sudah membanjiri tubuhnya nya, dengan sabar Tiffany mengusap peluh itu.

“Tapi Fany…” Taeyeon tidak bisa melanjutkan kalimatnya ketika Tiffany berhenti mengusap peluhnya dan menatapnya dengan muka memelas. “Baiklah.. Kita akan lanjutkan berbelanja, tetapi setelah aku mendapat eskrimku”

“Kau mau eskrim? Okay, berarti jatahmu berkurang satu, jadi hanya 4 ronde.” Kata Tiffany mantap sambil mengaitkan tangan ke lengan Taeyeon.

“Terserah apa katamu. Walaupun kau hanya memberikan 2 ronde, pasti kau akan meminta lebih seperti biasanya. Hahahaahaha..” Taeyeon mempercepat langkahnya, meninggalkan Tiffany sendiri yang masih mematung.

“YA KIM TAEYEON!!!” Teriak Tiffany lantang, ia tidak terima karena Taeyeon membuka kartu Asnya. Ia mempercepat langkanya menyusul Taeyeon yang sudah memasuki sebuah kedai eskrim diseputaran Mall yang sedang mereka kunjungi.

“Enak Tae?” Tanya Tiffany yang hanya mendapat anggukan mantap dari Taeyeon tanpa melepaskan pandangannya dari eskrim. Taeyeon memakan eskrimnya dengan lahap, seperti ia menemukan air untuk melepas dahaga ketika bertamasya di sebuah planet asing.

Mungkin Tiffany adalah perempuan yang sangat beruntung memiliki Taeyeon, seorang bocah berusia 5 tahunan yang terperangkap pada tubuh orang dewasa.  Bersifat kekanak-kanakan dan dewasa secara bersamaan, begitu menggemaskan ketika memohon sesuatu pada Tiffany, berusaha melindungi Tiffany dan tidak pernah membuat Tiffany kesepian. Sifat seperti inilah yang membuat Tiffany jatuh hati kepada Taeyeon.

Tiffany melupakan eskrimnya, ia terlalu sibuk memandang wajah menggemaskan Taeyeon ketika Taeyeon memakan makanan favoritnya itu. Baginya, Taeyeon adalah oase yang menyimpan banyak kesejukan bagi hatinya yang kering. Merasa diperhatikan, Taeyeon menghentikan makannya dan melihat kearah Tiffany.

“Kau tak mau eskrimmu? Kalau begitu buatku saja.” Tanpa menunggu balasan dari Tiffany, Taeyeon menyambar gelas berisi eskrim milik Tiffany. Tiffany hanya tersenyum dan membiarkan Taeyeon mengambil miliknya. Karena menurutnya, miliknya adalah milik Taeyeon juga.

Thank You, Baby.” Kata Tiffany.

Thanks for what, baby?” Tanya Taeyeon melihat kearah Tiffany sambil melahap eskrimnya.

Thank You for loving me, my Taetae” Tiffany dan Taeyeon tersenyum.

Sudah sekian kali Tiffany mengatakan itu, tetapi hal itu tetap membuat wajah Taeyeon menjadi merah. Taeyeon terlalu bahagia. Kenyataannya, Tiffany bukanlah tipe orang yang mudah menyatakan perasaannya tetapi ia lebih suka menunjukannya lewat tindakan. Tiffany memang orang yang sangat manja, tetapi cukup mandiri dan cukup membuat Taeyeon bahagia walau hanya dengan tindakan kecil.

I love you too, Baby” Mereka berdua tersenyum.

“Tae. Ambilkan aku tissue  di dalam tas. Aku harus membersihkan wajahku.” Tanpa membalasnya, Taeyeon meraih tas punggung dan mengambil tissue pocket dari dalam tas.

Wait Taeyeon!!! Apa kau ingin aku menggunakan itu?” Tanya Tiffany melihat Taeyeon mengeluarkan tissue basah. “Untuk wajahku?”

“Iya. Agar wajahmu kembali segar. Memang kenapa?” Tanya Taeyeon penasaran. Melihat wajah serius Tiffany, Taeyeon semakin khawatir, takut kalau-kalau Tiffanynya alergi dengan salah satu bahan kimia yang ada pada  tissue basah.

“Kau mau menyamakan wajahku dengan Baby Butt?” Tanya Tiffany tegas sambil menunjuk wajahnya. Taeyeon menurunkan rahangnya, sama sekali ia tidak mengerti apa yang Tiffany maksudkan. Ia hanya mendengar ketika butt disebutkan.

Taeyeon menahan tawanya, “Memang kenapa? Aku suka butt.”

“Bukan itu, Taetae!”

“Lalu? Coba jelaskan padaku agar Taetae kesayanganmu ini mengerti”

“Kau tidak pernah melihat iklan  tissue basah?” Tanya Tiffany yang langsung mendapat gelengan dari Taeyeon. “Bukankah  tissue basah itu digunakan untuk membersihkan baby butt di semua iklannya?”

Tawa Taeyeon meledak, “Bwahahaha.. Seriously, Fany baby! Youre so funny!”

Tiffany mengerucutkan bibirnya, ia sama sekali tidak senang reaksi Taeyeon yang diluar dugaannya.

“Tae! Aku tidak bercanda. “ Tiffany menyambar pocket tissue itu dan mencoba mencari bukti lain yang ada di kemasan  tissue basah. “Coba ini lihat. Disini tertera “…dapat juga digunakan sebagai pengganti popok bayi’.”

“Bwahahahahaha..” Tawa Taeyeon semakin keras. Tiffany semakin mengerucutkan bibirnya, membuang muka dari Taeyeon yang tertawa bahkan hampir menangis. “Fany, Fany. Walaupun wajahmu disamakan dengan butt, aku tetap menyanyangimu, baby. Aku suka Butt! Fany Baby Butt Hahahaha..”

“Jadi kau mau menciumi baby butt? Kau suka berpacaran dengan baby butt? Gitu Tae?”

“Iya, kalau Baby butt itu kau. Baby butt, Bwahahahaha.. i love fanny, a.k.a i love baby butt. Hahahahaha…”

Tiffany kesal lalu meninggalkan Taeyeon yang masih tertawa. Sesegera mungkin Taeyeon menyambar belanjaan dan menyusul Tiffany menuju meja kasir. Taeyeon melihat Tiffany yang masih mengerucutkan bibirnya.

I love You, Baby Butt. Hahahahaha… ”Taeyeon memberikan kecupan singkat di pipi Tiffany sebelum ia berjalan keluar meninggalkan Tiffany yang masih mematung di meja kasir,

“YA KIM TAEYEON! I HATE YOU!” Teriak Tiffany yang mulai berlari menyusul Taeyeon.

I LOVE YOU TOO, BABY. Hahahahahaha..”

FIN

 

Kenapa susah bikin cerita komedi? Kenapa susah bikin mindmap? Kenapa susah nulis bab 1? Kenapa Soshi kalah di inkigayo? Kenapa.. Kenapa… Ahsudahlah… Okelah, aku kasih sedikit bocoran. Ini cerita nyata. I mean, temen kesayanganku beneran ngamuk ketika aku samain mukanya sama pantat bayi gegara dia pakai tisyu basah. Entahlah… Mungkin kami kekurang oksigen ketika berlayar mengitari Galaxy Milkyman jadi mempersalahkan hal yang tidak penting macam itu. Topikku diterima! Dan itu yang paling penting. Selamat menempuh ujian yes bagi yang merayakan!!!!! Semangat (9’o’)9 God Bless (‘3(^.^)

Thank You,

Kapten Kaoru [K2]

Iklan

80 thoughts on “Baby Butt ~(‘o’~)(~’o’)~ [OneShoot]”

  1. Lucy, menyenangkan buat ngusir kebete’n
    ga jg sih, aq suka Dgn ide ceritanya, simple n mudah dimengerti, aq suka
    ^^ daebak thor

Komentar tidak dipungut biaya ✿ Tae♡Ny ✿

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s