One Shoot, SNSD, SOSHI FF

MY American Girlfriend [One Shoot]

tumblr_o91prnnBv61qeejkmo1_500
cr pic to the owner

~S2 Present, romance, Yuri~

Copyright © 2016, @sasyaa95

“Aku pulang!”

Tak ada yang menjawab, hanya sebundel gulungan seputih kapas yang menyapa dengan menggelitik kakinya. Taeyeon mendesah mendapati dormnya kembali sepi. Walaupun dia sudah mengantisipasi hal ini mengingat kesibukan Tiffany yang baru mempromosikan album solonya dan Sunny yang lebih memilih menghabiskan waktu di rumah orang tuanya—selain kegiatan individunya.

“Ayii.. Princess..” Taeyeon mengangkat anjing itu dan membelai bulunya. “dimana Mommy mu?”

“Guk.. guk..”

“Aha… aku baru ingat. Dia seharusnya masih syuting drama komedi itu.” Katanya. Seolah berbicara dengan anjing adalah hal paling normal sedunia.

“Coba lihat! Apa yang kubawa?” Taeyeon mengangkat kantong plastik yang dijinjingnya sejak memasuki dorm dengan antusiasme terbesar yang dapat ditunjukkan pada seekor anjing. “Roti!”

Taeyeon tersenyum saat anjing putih itu menggonggong dengan penuh semangat. Dia tak sabar untuk memakan roti yang dia beli. Akhirnya gadis itu menjajar roti-roti tersebut di atas meja dan mengeluarkan ponselnya. “Snapchat!”13249839_1693519977564503_1076280375_n

“Aku membeli roti setelah olah raga pagi tadi. Whoo~~ Aku tak sabar memakannya!”

Taeyeon mengambil roti berbentuk aneh, seperti poop lalu tertawa. Selera humornya memang unik. “Roti apa ini ya? Bentuknya aneh jadi aku membelinya.”

“Dan ini Streusel red bun, Red bean bun.. Dan ini.. ini… hmm… Roti chestnut! Ini jagung.”

Taeyeon menunjuk roti-roti yang dia beli sembari mengoceh dan memainkan aplikasi snapchatnya. Sebuah kesenangan tersendiri baginya dapat berbagi momen dengan penggemarnya di seluruh dunia.

Taeyeon lalu menujukkan segelas kopi yang ia beli di toko roti tersebut. “This is Americano.”

“Ahh… bbang bu-ja!” Dia mengambil roti berbentuk poop aneh dan mencuilnya. “Apa ini…? Ada isinya.. Siapa disana? Oh, apakah ini? Aku akan memakannya.”

Kemudian ia mengarahkan kamera ke wajahnya. Taeyeon membuka mulut dan mengunyah  roti yang sudah dia comot sedikit. Sambil membuat wajah lucu dia berkata, “Jadi, isinya selai kacang hijau? Atau rasanya..” lalu gadis itu tertawa akan temuannya.

13269372_992810427499642_1431378061_n“Apa yang harus kumakan selanjutnya? Ah, ini untuk Tiffany. Roti pizza!” Taeyeon tersipu teringat kekasihnya. Ah, dia takkan pulang tanpa membawakan apa-apa untuk Tiffany, tentu saja. Taeyeon tersenyum saat memutar ulang videonya di snapchat. Tiba-tiba dia teringat pada Tiffany, ia pun menyadari bahwa dirinya merindukan gadis itu.

Ah, dia pasti sedang bekerja keras untuk mempromosikan albumnya.

Taeyeon teringat hari ketika Tiffany begitu gugup saat debut solo pertamanya, hari ketika dia memeluknya.

Taeyeon merasakan kecupan-kecupan ringan di wajahnya. Tidak, seharusnya dia tengah berada di atas panggung menyanyikan Lion Heart, kemudian dia berada di tengah pantai bersama Tiffany menikmati sunset. Gemericik air menyapa ujung-ujung jemarinya. Tiffany kini tengah tersenyum padanya saat mereka mengaitkan jemari berhadap-hadapan. Namun kecupan itu terasa begitu nyata.

“Taetae…” Suara familier Tiffany memanggilnya. Namun gadis yang ada di hadapannya kini tengah tersenyum memunggungi matahari terbenam, dan tidak berbicara. Lalu, dari mana suara itu berasal?

“Wakey-wakey Taetae…”

Taeyeon mengerjap-ngerjap, pemandangan yang menyapanya kini terasa begitu nyata. Wajah cantik kekasihnya yang bermandikani cahaya matahari begitu sempurna.

Tiffany memamerkan eyesmile nya sebelum menunduk dan mengecup bibirnya.

Cantik. Uh? Taeyeon menyadari bahwa kini mereka tak lagi di pantai. Mereka ada di kamar tidurnya.

“Taetae… Bangun.”

Jadi, tadi itu cuma mimpi ya..

Tiffany menarik tubuhnya dan Taeyeon mendapati kekasihnya sudah memakai pakaian panggungnya.

Taeyeon merengut, “kau mau kemana pagi-pagi begini?”

Kekasihnya mengikik. “Aku harus latihan. Hari ini debut pertamaku ingat, aku sangat gugup!”

Suaranya naik beberapa oktaf dan Tiffany mulai menggigiti kukunya, pertanda bahwa dia sangat gugup.

“Aku takut aku tidak melakukan yang terbaik.”

Taeyeon menyingkirkan tangan Tiffany dari mulutnya. Tiffany bukanlah orang yang mudah gugup. “Kau sudah bekerja keras selama ini. Kau pasti melakukan yang terbaik. Fans pasti menyukai perform mu Fannya. Bukan sifatmu untuk gugup begini. Kau pasti bisa, jjang-panny!”

Tiffany masih menatapnya tak bergerak, Taeyeon tahu dia harus melakukan sesuatu untuk menghilangkan gugupnya.

Tanpa pikir panjang, Taeyeon langsung memeluknya, “jangan khawatir, kau pasti mengejutkan fans seluruh dunia dengan suaramu. Aku disini dan selalu mendukungmu, Fany.. Jika kau gugup, pikirkan saja aku, OK?” Taeyeon melandaskan kecupan di kening kekasihnya, membuat gadis itu tersenyum lebar.

Tiffany mengangguk, “Thanks Taetae. Thanks for being in my life.”

Mereka kembali berpelukan hingga lima belas menit kemudian sampai akhirnya Tiffany harus mengangkat ponselnya yang berdering.

“Unnie sudah di depan, aku harus segera pergi Taetae.”

Sebelum Tiffany beranjak, Taeyeon meraih pergelangan tangannya dan menahannya agar tetap di tempat. Tanpa pikir panjang, dia langsung mengecup bibir kekasihnya. “Saranghae, my love.”

Cepat-cepat Taeyeon menarik kembali tangannya dan berusaha menyembunyikan wajahnya yang semerah tomat saat mendapati eyesmile Tiffany yang lebih cerah dari matahari pagi.

Ugh. Dia berharap Tiffany tak mendengar perkataannya, walau mustahil.

Taeyeon merasakan lengannya ditarik sebelum mendengar dering ponsel Tiffany untuk yang kedua kalinya.

“Aku harus pergi sekarang Taetae. Aku akan menghubungimu jika sudah selesai.”

Belum sempat dia mengangguk dibalik tangan yang menyembunyikan wajahnya, Taeyeon sudah mendengar pintu kamarnya ditutup.

Gadis itu kini masih mencoba mengembalikan kesadarannya dari kejadian memalukan itu. Taeyeon tak pernah menjadi orang pertama yang menunjukkan perasaannya pada Tiffany, namun dia tak bisa menahannya saat melihat kegugupan kekasihnya.

Sebuah pesan masuk ke ponselnya.

Nado saranghae, my life. ❤ :*

“Ohmygosh!” Taeyeon membenamkan wajahnya diantara tumpukan bantal. Sebuah senyum super lebar terukir di bibirnya.

Ini hari yang spesial. Pikirnya.

*

Dering ponsel mengembalikan pikirannya.

Unnie, kau cuma membelikan Tiffany saja? Untukku mana? –Soo

Taeyeon memutar mata melihat pesan yang masuk ke snapchatnya.

Beli sendiri sana Shoo!

Taeyeon mengetik balasannya sambil terkikik lalu membuka kembali aplikasi kartun ghost kuning di ponselnya.

“Dan, ini roti cokelat/cokelat bubuk?” Matanya bersinar. Itu dia, primadona yang dia tunggu untuk dimakan. Dengan penuh semangat, Taeyeon mencomot sedikit roti bulat dengan taburan bubuk cokelat itu.

Taeyeon terkikik saat bubuk cokelat mengotori tangannya. “Oh, jariku… Apa?”

Seperti yang sudah di duga, roti itu benar-benar lumer di mulutnya. “Sangat enak. Ini sangat sangat enak.”

13285248_1796630533893015_1309616041_nDengan tangannya yang  tidak terkena cokelat, Taeyeon mengganti filter dog di snapchatnya, terkikik denngan idenya sendiri saat dia menyandarkan ponselnya di kotak tisu. “nyam.. nyam… nyam.” Taeyeon menjulurkan lidahnya hingga tampak seolah dia tengah menjilati jari-jarinya.

Setelah puas bermain dengan roti-rotinya, Taeyeon mencari Princess dan terbahak ketika menemukan anjing itu tertidur dengan posisi telentang dan kedua kakinya bersandar di depan pintu kamar Tiffany. “Bagaimana bisa dia tidur seperti itu?”

13329066_1103097296423205_1579033409_n“Posting!” Dia terkikik sambil memutar ulang videonya.

Taeyeon terlonjak saat merasakan sepasang lengan yang melingkari pinggangnya. “Whoaa!”

“Apa yang kau tertawakan?”

Sebuah suara familiar berbisik ditelinganya. Taeyeon pun merasa lega karena bukan pencuri atau penjahat yang ingin menyakitinya.

“Kau sudah pulang!” Taeyeon berbalik dengan hati-hati agar tidak mengotori Tiffany dengan jemarinya yang berlabur coklat.

“Yup..” Tiffany mengecup bibirnya. “Coklat. Apa yang kau makan?”

“Roti!” Taeyeon lalu teringat. “Ah, aku juga membelikanmu roti pizza!”

Tiffany terkikik. “Bersihkan dulu tanganmu Taetae.”

“Oh…” Taeyeon hendak melepaskan diri dari pelukan Tiffany, namun gadis itu lebih dulu menarik tangannya. Dan dengan perlahan menjilati jemari gadis itu. Taeyeon dan pikirannya yang malang.

Hal itu membawa ribuan pikiran gila berkecimuk dalam kepalanya. Dia tak pernah membayangkan kekasihnya akan melakukan hal semacam itu.

Tiffany menjilati jarinya sambil mengamati Taeyeon yang tengah berusaha keras mengontrol ekspresi wajahnya.

“Telingamu merah sekali, apa yang sedang kau pikirkan boo?” Kata Tiffany dengan ekspresi menggoda.

Agh! Tiffany. Aku bisa gila jika dekat-dekat gadis ini!

“Uh… Jadi, kau… masih ingin makan.. uh? Roti pizza nya?”

“Aku akan makan apapun yang kau bawakan, boo.”

Taeyeon mengambil kesempatan itu untuk melarikan diri dan menyembunyikan wajahnya yang sudah serupa kepiting rebus. Ia terus-terusan merutuki jantungnya yang tak mau bersatai sedikit.

“Biar kuambilkan!”

Taeyeon mengabaikan tawa kekasihnya, berharap Tiffany tidak meneruskannya atau dia takkan sanggup menahan godaan gadis itu.

“Aww.. sepertinya lezat.”

Tiffany mengambil roti itu dari tangannya lalu menggigitnya. Menyisakan lelehan keju di sudut bibirnya.

Taeyeon mengambil kesempatan ini untuk membalas dendam. Dengan malu-malu dia mencondongkan tubuhnya lalu mengecup bibir kekasihnya. Taeyeon bersumpah dia melihat Tiffany menyeringai sebelum dia menutup mata.

Ugh! Dia sengaja menggodaku.

Sebelum Taeyeon dapat menarik dirinya kembali, Tiffany sudah mengunci lehernya dan memperdalam ciuman mereka.

Taeyeon sempat mendengar suara benda jatuh dan gongongan Princess, namun dirinya terlalu larut dalam ciuman mereka untuk mempedulikan hal itu.

Entah sudah berapa kali mereka berciuman sebelumnya, namun Taeyeon masih merasakan kupu-kupu beterbangan dalam perutnya kapanpun bibir mereka bersentuhan. Seolah rasa yang muncul benar-benar baru. Seolah dia mencium orang yang berbeda setiap harinya. Tiffany memiliki cara tersendiri untuk membuatnya terkejut—dengan cara yang membuatnya gemetar saking senangnya.

“Hng…Pizza..” Gumam Taeyeon disela-sela ciuman mereka.

Tiffany terus mendorongnya hingga punggungnya menyentuh pintu. Dari sudut matanya, dia melihat roti Pizzanya telah berceceran di lantai dan Princess menjilati lantai di sekitarnya.

Uh. Oh.

Tapi sepertinya Tiffany tidak peduli. Tidak juga dirinya.

Tiffany melepaskan tangan yang sebelumnya melingkari lehernya untuk membuka pintu kamar. Mereka berdua terlalu larut dalam ciumannya. Sulit untuk mereka mendapatkan waktu berdua seperti ini. Salah satu dari mereka selalu cukup sibuk untuk bertemu, dan mereka juga sadar utuk tidak melakukan hal-hal konyol di depan publik. Terkadang Tiffany menggerutu karena tidak bisa menciumnya, atau memeluknya terlalu erat—tak mengherankan dari gadis yang suka menempel pada orang lain, dan orang lain itu adalah Taeyeon.

Dia baru menyadari saat mereka berdua sudah berada di tempat tidur. Entah bagaimana bisa berada di bawah kekasihnya yang kini tengah mengamatinya dan memainkan rambutnya.

Tiffany terkikik saat menyadari bahwa kini tangan kekasihnya secara tidak sopan menggerayangi paha dan pantatnya.

Wajah Taeyeon memerah saat menyadarinya, segera saja dia menarik tangannya kembali walaupun dalam dirinya tersirat sedikit penyesalan.

“Bagaimana harimu?” Taeyeon mengalihkan pembicaraan untuk menyembunyikan rasa malunya.

“Melelahkan!” Taeyeon terkikik melihat mimik yang ditampakkan kekasihnya. “Latihan, latihan, latihan lalu perform dan latihan lagi!”

Hal itu membuat Taeyeon cemberut. “Ah, kau selalu memakai celana pendek saat perform kan? Pakaianmu terlalu seksi fannyah”

Tiffany teringat percakapan mereka secara on air saat debut pertamanya. Seperti yang sudah dia duga, Taeyeon akan menanyakan hal-hal seperti itu. Taeyeon akan memastikan yang lain merasa nyaman walaupun kerap kali dia mengorbankan dirinya sendiri.

“Aku selalu menggunakan celana pendek, boo..” Tiffany mengecup pipi Taeyeon. “Kecuali….”

“Kecuali?”

Tiffany mendekatkan bibirnya di telinga Taeyeon dan membisikkan sesuatu yang membuat wajah gadis itu semakin merah padam. “Kecuali jika aku berada di sekitarmu. Dan hanya kamu..”

Sang gadis penggoda tidak tahu efek apa yang barusaja ditimbulkannya pada gadis malang itu.

“See? Aku bisa melepaskannya kapanpun kau mau.” Tiffany berpindah posisi, kini dia berada di atas Taeyeon yang hanya dapat menahan napas saat kekasihnya itu menanggalkan kaus channelnya yang kebesaran dan hanya menyisakan sport bra & celana pendek ketat yang membalut pantatnya dengan sempurna.

Memang, mereka pernah melihat satu sama lain telanjang sebelumnya, namun itu jauh sebelum mereka memahami perasaan masing-masing. Dan kini, Taeyeon tidak dapat mengantisipasi apa yang harus dia lakukan.

“They can see it, but they can’t touch me the way you do. The way, i allowed you to do.”  Taeyeon merinding saat Tiffany membisikkan kata-kata itu dengan aksen seksi dan suara serak khas miliknya.

Tangannya seolah memiliki pemikiran sendiri, Taeyeon menemukan dirinya tengah menggerayangi tubuh kekasihnya dan gadis itu tampak menikmatinya.

Saat tangan Taeyeon hendak menyentuh dadanya,

Guk… Guk… Guk…

Terdengar salakan Princess dan seolah tersadar, Taeyeon segera melepaskan tangannya dari tubuh Tiffany. Dia yakin mendengar kekasihnya itu mendesah kecewa.

“Ok, Princess.. Mommy datang.”

Taeyeon menghembuskan napas lega, walaupun agak keceawa. Dia bisa menjalani hidupnya seperti ini setiap hari. Apapun asalkan Tiffany berada di sampingnya. Dia tidak keberatan dengan sedikit pertengkaran normal yang terjadi, atau pun gangguan mendadak seperti yang baru saja terjadi. Sebelumnya dia berencana untuk menjalani status barunya bersama Tiffany dengan perlahan—baby steps, namun sepertinya hal itu mustahil dilakukan jika kau mengencani gadis yang—katakanlah seperti Tiffany.

Tapi Taeyeon tidak keberatan. Dia bahagia.

Dan tak ada yang membuatnya lebih bahagia dari pada memiliki Tiffany sebagai kekasihnya.

My American Girlfriend.

144008a8c19534b5

Ps.

Mari kita ucapkan terima kasih pada Princess yang telah menyelamatkan puasa sejuta umat *lol*

Maaf typos dimana-mana, aku buat ff ini untuk proyek diriku sendiri dalam ‘satu jam menulis ff’ 😀 Dan literally satu jam, walaupun idenya sudah berhari-hari. Karena banyak yang bilang suka dengan ff sebelumnya, aku memunculkan ide ini walaupun apa adanya 😀

Sebetulnya, ide ini muncul setelah baca post dari fans Tiffany yang menanyakan apa dia (tiff) memakan roti pizza yg dibelikan Taeyeon? Tapi Tiffany menjawab dia makan roti chessnut!
Jadi… Kemana perginya roti pizza? Hmm.. Pasti dimakan Princess! Lol atau mungkin princess Soo (?) Lol.
image

Nah, kayaknya heartbreak hotel menarik ya? Let’s see!

Comments are HIGHLY appreciated. Please leave a comment so i know whether you love my story or, simply not.

Mohon maaf jika ada typo,

Miss you, xoxo

~S2s2 logo

Iklan

37 thoughts on “MY American Girlfriend [One Shoot]”

Komentar tidak dipungut biaya ✿ Tae♡Ny ✿

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s