One Shoot, SNSD, SOSHI FF

A Thousand Miles [One Shoot]

a-thousand-miles
cr image to the owner

~S2 Present, romance, Yuri~

Copyright © 2016, @sasyaa95

“JELASKAN APA MAKSUDNYA INI!”

juniel-taeyeonTaeyeon merasakan tangannya gememetar saat membaca pesan singkat yang masuk di ponselnya lengkap dengan lampiran foto yang baru saja mereka potret sebelum konsernya berlangsung.

Dia tidak bermaksud untuk membuat kekasihnya kesal—atau lebih tepatnya cemburu hanya gara-gara hal sepele. Dia hanya ingin menyapa penggemarnya saat tiba-tiba seorang gadis cantik mendekatinya dengan malu-malu, memperkenalkan diri dan meminta foto bersama. Taeyeon tidak dapat menolak permintaan semacam itu kan? Yeah, selain karena wajahnya yang cantik, dia tidak pernah diajarkan untuk berperilaku kasar apa lagi di depan fans. Sekarang, dia harus menghadapi kekasihnya yang jelas-jelas sedang cemburu.

Taeyeon baru saja mengecek ponselnya setelah berjam-jam melangsungkan konser hari pertamanya. Dia bahkan berfoto bersama Seohyun dengan pose yang lebih masuk akal untuk dijadikan alasan kecemburuan kekasihnya. Namun gadis itu justru cemburu karena seorang hobae yang kebetulan menggemarinya.

Taeyeon kenal gadis itu, dia mengunduh lagunya di i-tunes. Dia tahu jika gadis itu menggemarinya dengan banyaknya komentar yang ia dapatkan di instagram setelah gadis itu membuat fan-art dirinya sebagai foto dan sampulnya—walaupun sebenarnya foto profilnya itu adalah representasi dari dirinya dan Tiffany, namun gadis itu sepertinya bersikeras menganggap itu dirinya—bukannya Tiffany. Taeyeon tidak keberatan akan hal itu, baginya wajar jika seorang fans berperilaku seperti itu. Banyak kelakukan fans yang lebih tidak masuk akal baginya.

Seluruh otot yang melekat di tulangnya terasa berdenyut-denyut. Yang dia inginkan saat ini hanyalah berbaring di tempat tidur dan memejamkan mata, bukan memulai pertengkaran tidak penting dengan orang yang paling dirindukannya. Jika memang mereka harus bertukar pesan singkat, Taeyeon berharap mereka akan membicarakan betapa mereka merindukan satu sama lain, betapa dia berharap gadis itu ada di sini bersamanya, berteriak bersama ribuan fans lainnya, mendukungnya sepenuh hati bukannya pesan singkat semacam; ‘jelaskan apa artinya ini’ tercetak dengan huruf kapital. Dia terlalu lelah untuk semua itu.

Setelah selesai menghapus make-up panggungnya dan berganti pakaian tidur, Taeyeon membuka kembali ponselnya. Hampir sepuluh menit berdebat dengan dirinya sendiri, Taeyeon akhirnya memutuskan untuk membalasnya dengan kata-kata diplomatis untuk mencegah terjadinya pertengkaran yang tidak diinginkan.

Ah, seorang fans menyapaku dan meminta foto. Sunny memberi tahuku bahwa dia adalah seorang hobae. Aku hanya bersikap sopan padanya. Seohyun juga ada di sana bersamaku. Bagaimana kabarmu Fanyah? Apa kau baik-baik saja di sana? Semuanya berjalan lancar kan?

Lima belas menit berlalu dan tidak ada balasan.

Saat Taeyeon hampir menyerah akan rasa kantuknya, kedua matanya kembali terbuka lebar saat mendengar nada dering dari ponselnya.

Love ❤

An incoming video call. Slide to answer.

Dengan dada berdebar dia menyapukan jari pada layarnya dan tertawa saat melihat wajahnya sendiri muncul. “Whoa! Wajahku besar sekali.”

Tawanya langsung terhenti saat melihat kekasihnya yang berada ribuan mil jauhnya, tersenyum penuh arti. Jenis senyuman yang tidak dia sukai.

“Fany?”

“Ah, hai boo~ apa aku menggangumu?”

“Fany, di mana kau sekarang?”

“Ah, di kamar yang mereka berikan padaku.” Dengan nakal, gadis itu menyaputkan rambutnya di balik bahu dan merapikan poni barunya.

“Kau sendirian kan Fany? Katakan padaku tidak ada orang lain yang sedang bersamamu.”

Gadis di dalam layar itu tertawa, seolah apapun yang sedang dia rencanakan berhasil. “Tentu, mereka memberiku kamar untuk diriku sendiri. Apa yang sedang kau lakukan?”

Taeyeon mendesah lega, setidaknya dia sendirian. “Selesai konser, kau tidak kedinginan Fany? Bagaimana jika kau memakai sedikit pakaian? Aku takut kau terkena flu.” Sebenarnya tidak. Aku tidak yakin aku bisa menahan diriku sendiri di sini.

“Sungguh Tae? Ini kan musim panas. Jangan khawatir soal kedinginan. Aku hanya ingin jawaban jujur darimu, mengenai gadis itu.”

Wajah Tiffany yang sedang marah, hanya mengenakan bikini merah dan kedua tangan disilangkan di depan dada sama sekali tidak membantu menenangkan hormonnya. Fany benar-benar sexy dengan poni seperti itu. Akh! Sayangnya aku belum sempat melihatnya secara langsung.

“Taeyeon.”

“Oh, ya. Gadis itu. Kurasa namanya Juniel, dia seorang hobae dan meminta foto denganku.”

“Tentu, kau sudah mengatakannya padaku. Biar kubacakan lagi ya. ‘Hari ini aku bertemu dengan kebahagiaanku. Dia bahkan tahu aku mengeluarkan sebuah lagu. Aku mencintaimu Kim Taeyeon.’ Tidakkah kau pikir ada yang salah dengan hal itu?”

Taeyeon menutup mata dan menarik napas dalam-dalam. Kurasa ini akan menjadi malam yang panjang. “Apa yang salah? Dia hanya seorang fans, Fany. Mereka selalu mengatakan aku mencintaimu kepada idolanya, bukankah kau juga mendapatkannya setiap hari? Kupikir tidak ada yang salah.

“Dia cantik. Kalian terlihat cocok di foto itu. Dia bahkan memanggilmu man Taeng.”

“So? Bagiku kau lebih cantik darinya atau siapa pun.” Sebuah senyuman menggoda terukir di bibirnya. “Kau cemburu Fany? Katakan jika kau cemburu.”

Hening. Tiffany tampak berpikir. Kedua bibirnya membentuk sebuah garis keras, Taeyeon tahu gadis itu tengah mempertimbangkan untuk menurunkan egonya atau tetap bersikeras. Sayang mereka tidak bertatap muka secara langsung, ingin rasanya Taeyeon menatap kedua mata cokelat kekasihnya dan menggandeng tangannya, memeluknya.

Tiffany mengangguk dengan sangat pelan, namun Taeyeon melihatnya.

“Kau tidak perlu cemburu, Fany. Apa pun yang terjadi aku tetap akan memilihmu. Walaupun seratus Juniel di luar sana memintaku untuk menjadi kekasih mereka, aku akan tetap memilihmu sampai kau menyuruhku untuk pergi.” Suaranya sangat lembut, Taeyeon tak lagi menggodanya. Dia mencoba meyakinkan kekasihnya yang mungkin mengalami stress akibat tekanan pekerjaan—dan semoga karena gadis itu merindukannya juga.

“Aku tidak akan pernah menyuruhmu pergi!”

Taeyeon tidak menjawab, dia hanya tersenyum mendengar suara keras khas Tiffany dari ponselnya. Siapa tahu. Dia tidak ingin menyulut api.

“Aku tahu. Sekarang istirahatlah, Fany. Tidak ada yang terjadi antara kami. Dia hanya mengajakku berfoto, dan kami mengobrol santai beberapa menit sebelum Seohyun datang dan mengambil alih seluruh perhatianku. Gadis itu.” Tawanya memenuhi ruangan, Taeyeon merasa lega melihat senyum terukir di bibir kekasihnya. “Kau tidak menyuruhnya untuk mengawasiku kan?” Alisnya naik turun secara nakal.

Tiffany mengangkat kedua bahunya. “Kau harus istirahat. Maaf menganggu waktu istirahatmu, Tae.”

“Tidak masalah. Kau tidak punya jadwal? Ini masih… sore di sana, kan?”

Tiffany mengangguk. “Aku sudah menyelesaikan semuanya. Aku mengambil penerbangan besok pagi.”

“Ah, kalau begitu istirahatlah Fany. Kau pasti jet lag jika kurang tidur.”

Taeyeon merasa aneh saat kekasihnya hanya melemparkan senyum padanya. Namun dia tidak mempermasalahkan hal itu, mungkin saja dia kelelahan.

“Selamat tidur, boo. I miss you, and I love you.”

“Kau juga. I miss you too. Jaga dirimu baik-baik, aku juga mencintaimu. Jangan lupa kenakan pakaianmu.” Taeyeon melayangkan ciuman padanya dan membuat senyum lebar terukir di wajahnya. Taeyeon tak ingin hal lain selain apa yang dia lihat saat ini.

Call ended.

Taeyeon meletakkan kembali ponselnya di atas meja. Dia mengulang kembali ingatan hari ini. Tentang konsernya yang berlangsung lancar, hingga senyuman kekasihnya.

Ponselnya kembali bergetar saat Taeyeon hendak pergi ke alam mimpi. Dengan malas tangannya mencari-cari benda itu.

1 Unread Message from Love ❤

Taeyeon tersenyum saat membuka pesan itu.

Sebuah lagu mengalun lembut dari ponselnya.

A Thousand Miles by Vanessa Carlton [listen]

Making my way down town
Melangkah ke pusat kota

Walking fast
Berjalan cepat

Faces pass
Wajah-wajah lalu lalang

And I’m home bound
Dan aku menuju rumah

Staring blankly ahead
Menatap kosong ke depan

Just making my way
Terus melangkah

Making a way
Melangkah

Through the crowd
Lewati keramaian

And I need you
Dan aku membutuhkanmu

And I miss you
Dan aku merindukanmu

And now I wonder
Dan kini aku bertanya-tanya

If I could fall
Andai aku bisa jatuh 

Into the sky
Ke langit

Do you think time
Apakah kau pikir waktu

Would pass me by
Akan abaikanku

‘Cause you know I’d walk a thousand miles
Karena kau tahu aku kan berjalan ribuan mil

If I could just see you, tonight
Andai aku bisa bertemu denganmu, malam ini

It’s always times like these
Selalu pada saat-saat seperti ini

When I think of you
Aku memikirkanmu

And I wonder If you ever think of me
Dan aku bertanya-tanya apakah kau pernah pikirkanku

‘Cause everything’s so wrong
Karena segalanya begitu salah

And I don’t belong
Dan bukan tempatku

Living in
Hidup di dalam 

Your precious memory
Kenanganmu yang berharga

And I, I don’t want to let you know I,
Dan aku tak ingin kau tahu

I drown in your memory I,
Aku tenggelam dalam kenanganmu

I don’t want to let this go
Aku tak ingin biarkan ini hilang

I,I don’t
Aku tak

And I still need you
Dan aku masih membutuhkanmu

And I still miss you
Dan aku masih merindukanmu

And now I wonder
Dan kini aku bertanya-tanya

If I could fall into the sky
Andai aku bisa jatuh ke langit

Do you think time, would pass us by
Apakah kau pikir waktu, akan abaikan kita

‘Cause you know I’d walk a thousand miles
Karena kau tahu aku kan berjalan ribuan mil

If I could just see you, now
Andai aku bisa bertemu denganmu, saat ini

If I could fall into the sky
Andai aku bisa jatuh ke langit

Do you think time, would pass us by
Apakah kau pikir waktu, akan abaikan kita

‘Cause you know I’d walk a thousand miles
Karena kau tahu aku kan berjalan ribuan mil

If I could just see you
Andai aku bisa bertemu denganmu

If I could just hold you, tonight
Andai aku bisa mendekapmu, malam ini

*

Sebuah gambar muncul setelah lagu tersebut selesai dimainkan.

Taeyeon terkejut saat melihat sebuah tiket di pangkuan gadis itu. Tiket konsernya.

Tiffany menulis : can’t wait to see you up there, beautiful. :* Love you.

Taeyeon tak bisa lebih bahagia lagi. Dia sungguh tidak sabar menunggu datangnya esok. Hilang sudah semua rasa gugupnya untuk menghadapi konser hari keduanya. Yang ada hanya rasa menggebu-gebu untuk segera melihat kekasihnya duduk di kursi penonton. Meneriakkan namanya, mendukungkya bersama degan orang-orang yang dicintainya: kedua orang tua dan adiknya.

I’ll wait for you, even if i have to wait a thousand years.

Taeyeon pun tertidur dengan senyum terlebar yang dapat dia lontarkan. Dia tak tahu, di belahan dunia sana, seseorang juga berbaring dengan ekspresi sama seperti dirinya. Penuh dengan cinta dan kerinduan untuk berada di pelukan satu sama lain.

13557195_1438238982868449_581077631_n

Ps.

Saya terpaksa harus melewati Starlight & Why (Psss… idenya masih belum tertuangkan dalam bentuk tulisan. Kkk) Terima kasih atas semua komentarnya, aku akan berusaha sebaik-baiknya.

Sowreeeh for time difference. Aku gak ahli soal menghitung perbedaan waktu. Euhehehe. Yang kutahu cuma aku pengen segera mengeluarkan ide ini dari kepalaku. Pardon me if there’s any misstype. See ya!

Comments are HIGHLY appreciated. Please leave a comment so i know whether you love my story or, simply not.

Mohon maaf jika ada typo,

Miss you, xoxo

~S2s2 logo

*A Thousand Miles by Vanessa Carlton http://terjemah-lirik-lagu-barat.blogspot.co.id/2013/01/a-thousand-miles-vanessa-carlton.html

Iklan

27 thoughts on “A Thousand Miles [One Shoot]”

  1. ahhhh sweet skali… di awal part aja gue baca’y udh senyum” thor.. sumpahhh karya” lu gak pernah bikin gue kecewa thor… dari awal tau klw juniel fangirl taeyeon, kpengen bgt baca ff tntang mreka, akhir’y kesampaian jg kekeke…

Komentar tidak dipungut biaya ✿ Tae♡Ny ✿

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s