SNSD, Uncategorized

Telat Update, Fine or Not Fine?

fine

Tidak, maksud saya bukan telat update fanfics. Karena jelas itu tidak salah (mencari pembelaan diri 😀 ) ya memang tidak salah karena toh saya memang tidak dibayar untuk menulis fanfics. Saya menulis karena saya menginginkannya, tanpa deadline, tanpa keharusan untuk menyelesaikannya, free, ya karena saya ingin saja.

Maksud saya, telat mengikuti perkembangan per-sone-an yang ada diluar sana. Maksud saya, ya telat update berita apapun yang terjadi di dunia seorang SONE seharusnya. Bahkan sampai detik ini pun, saya masih belum melihat, mendengar apalagi mendownload 1st Full Album Taeyeon. Yang saya tahu hanya dia mengeluarkan album baru pertama berjudul Fine dan telah mengeluarkan single & MV berjudul ‘I got a love’ dan baru sekali saya tonton.

Semalam baru saja saya mendapat kuliah tentang Psikologi Sosial di mana kita belajar mengenai Perilaku Kelompok. Seperti id, ego dan superego yang dimiliki oleh individu (menurut teori psikoanalisa) ternyata kelompok juga memilikinya. Kepribadian seseorang akan cenderung berubah apabila terlibat dalam sebuah kelompok tertentu dan (walau bagaimanapun kepribadian individu tersebut—sebagai individu) kepribadiannya akan mengikuti kelompok tersebut.

Yah, ibaratkan saja bonek mania (supporter sepak bola asal Surabaya) santai saja mereka lewat di depan pos polisi, bersepeda motor dengan penumpang tiga atau empat orang tanpa mengenakan helm—asalkan baju hijau khas persebaya tidak ketinggalan. Coba bandingkan apabila individu tersebut tidak sedang berada dalam suatu kelompok supporter, lewat di depan pos polisi tidak mengenakan helm, berbonceng tiga empat… Yah, kemungkinan dia tidak seberani itu.

Seperti slogannya, bonek (bondo nekat) padahal sebetulnya individu tersebut pemalu dan penurut.

Berada dalam suatu kelompok (SONE), bagi saya merupakan sebuah kesenangan tersendiri. Karena saya adalah orang yang kecanduan untuk melarikan diri dari kenyataan, bagi saya mengalihkan perhatian ke hal-hal yang saya senangi merupakan sebuah upaya untuk membuat diri saya nyaman dalam kondisi yang tidak menyenangkan. Saat-saat saya masih berusia remaja, hal itu sangat sering saya lakukan sehingga waktu saya tersita untuk berada dalam dunia yang hanya ada dalam angan-angan.

Namun semenjak saya mulai tumbuh dewasa, dengan serentetan tugas dan tanggung jawab, saya tidak lagi dapat melakukan hal tersebut dengan leluasa (yah, menyedihkan memang).

Yah, kadang sesuatu yang dulunya berada di urutan pertama dalam skala prioritas harus tergeser posisinya menjadi sesuatu yang berada di urutan pertama dalam skala nonprioritas seiring berjalannya waktu.

“Terkadang, jika kehilangan itu adalah suatu konsekuensi dari keseimbangan karena dia ada di ujung nonprioritas maka ya sudah hilanglah dia dari catatan kehidupan.”

Curhatan salah seorang teman saya saat kami sedang mendiskusikan (atau lebih tepatnya mengeluhkan) betapa melelahkannya harus kejar-kejaran dengan waktu, kebut-kebutan di jalan demi dapat sampai kampus tepat waktu setelah seharian dapat ceramah dari si bos, nyolong-nyolong waktu buat ngerjain tugas kuliah, deadline dan tanggung jawab menjadi seorang mahasiwa pekerja. Siang kerja, malam kuliah, tidur hanya tiga jam perhari besoknya dituntut untuk fresh lagi. Segala hal yang dulunya terasa tidak mungkin, jika dipaksakan dan diseriusi akan menjadi mungkin.

Time changed.

Kita membuat pilihan yang harus kita sadari juga konsekuensinya. Saya sadar, saya memilih hal ini dan saya paham akan konsekuensi dari keputusan yang saya ambil. Walaupun untuk saat ini mungkin ada beberapa hal yang harus saya masukkan dalam daftar nonprioritas salah satunya adalah: blog ini dan segala macam atribut ke-sone-an yang sebelumnya saya bangga-banggakan, untuk sementara waktu.

Mungkin saya akan tetap menulis… Karena bagi saya menulis itu bukan hanya sekadar kesenangan saja, namun juga sebagai media penyaluran emosi-emosi negative yang tadinya terpendam dan belum sempat terluapkan. Terkadang menulis itu menyehatkan, menjernihkan pikiran, bahkan juga dapat menyembuhkan jiwa yang terluka.

So, if you haven’t reached that part yet guys.. selamat menikmati masa muda kalian yang penuh gelora dan gemerlap. Sometimes, I wish I could go back to the time when everything was so simple.

Tapi saya juga menyadari, it’s just a wishful thinking and probably mindless dreaming.

But one thing for sure, no matter what would or had happened.

Life. Goes. On.

I’m Fine & That’s all.

(No, i’m actually not)

Iklan

4 thoughts on “Telat Update, Fine or Not Fine?”

  1. WOW.. takjub gue walpun gak mudah ia namanya hidup dan selagi muda bisa di jalankan mau berharap gimna pun itu akan terjadi^^ keren thor

  2. Im not fine, dewasa itu menyenangkan tp sulit menjalaninya. orang dewasa harus mikir supaya begini begini begini, kita bukan anak ” lagi yg cuma mikirin senang senang. Sebegitu suka gue dg snsd Seiring waktu berjalan, umur bertambah dan tanggung jawab jg nambah pasti bakal meninggalkan keSONEan gue karna mungkin trlalu fokus untuk meraih apa yg gue mau.

Komentar tidak dipungut biaya ✿ Tae♡Ny ✿

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s