One Shoot, SNSD, SOSHI FF

Light Up The Sky [One Shoot]

LIGHT UP THE SKY

Copyright © 2017, @sasyaa95

Maaf kalau terlalu pendek dan aneh.

Do you remember that starry summer night?

Jessica menatap layar tabletnya, kepalanya mengangguk-angguk sesuai irama, matanya menatap gerakan-gerakan, begitu lihai hingga membuatnya berpikir berapa lama mereka melakukan latihan? Senyum tak hilang dari wajahnya hingga layar tersebut berubah gelap.

Air mata tanpa sengaja menyusup saat pikirannya berlarian kesana kemari.

Bagaimana jika aku berada di tengah-tengah mereka? Menyanyi dan menari bersama mereka? Akankah masih sama seperti dulu? Akankah kita tertawa bersama-sama, mengelabuhi para stylist Unnie?

Jessica begitu merindukan hal-hal yang dulu dia lakukan bersama mereka.

Dia mengamati konsep yang mereka bawakan. Sungguh sesuai dengan mereka. Jessica sebenarnya lebih suka konsep yang lebih elegan dan simple. Namun hal-hal seperti itu tak pernah menganggunya selama mereka melakukannya bersama-sama, setidaknya dulu.

Matanya meneliti satu persatu gadis yang pernah menjadi bagian dari hidupnya. Mereka terlihat baik-baik saja. Masih bahagia seperti sebelumnya.

Namun Jessica lebih mengerti tentang mereka dari pada siapapun, siapa sih yang tidak paham jika kau sudah menghabiskan lebih dari satu dekade bersama? Ada kesedihan dibalik senyum-senyum itu. Jauh di lubuk hatinya, Jessica berharap mereka juga merindukannya sama seperti dirinya.

Setidaknya mereka masih memiliki satu sama lain, masih ada tempat untuk saling berbagi. Tidak sendirian dan kesepian seperti aku. Jessica menyeka air matanya. Setidaknya aku lebih bebas sekarang.

Berada di atap yang sama hampir seumur hidupnya, dia mengerti betapa ketat peraturan yang harus mereka ikuti. Dan Jessica tidak ingin kembali ke tempat itu lagi, ke masa yang menguras seluruh energi dan perasaannya. Hanya memikirkannya saja membuat Jessica merinding.

Dia bersyukur masih dapat berkomunikasi dengan beberapa orang dari mereka, walaupun hanya sekadar berbagi kabar dan cerita. Jessica tahu tidak seharusnya dia mengorek-korek sisa masa lalunya. Sebagian dari alam bawah sadarnya masih menginginkan kenangan-kenangan bersama mereka.

Awalnya begitu berat, dia dipaksa untuk berpisah dengan keluarga yang sudah menjadi bagian dari dirinya selama satu dekade lebih. Hal itu membuatnya benar-benar sakit hati. Jessica mencintai mereka dengan sepenuh hatinya. Dia menyukai hidupnya. Dia benar-benar menyukai apa yang dia lakukan, sebelum semua itu direnggut darinya. Siapa yang tidak berpikir hal itu benar-benar kejam?

Berbulan-bulan dia tidak dapat melepaskan diri dari kenyataan itu. Dia masih berusaha meraih sisa-sisa dari hidupnya yang bisa dia rengkuh kembali. Menghubungi setiap member, mengatakan bahwa mereka kejam karena telah meninggalkannya sendirian. Apa itu yang disebut keluarga? Kalian tidak menangkapku saat aku terjatuh? KALIAN MENINGGALKANKU BEGITU SAJA! KALIAN KEJAM! Teriaknya pada salah satu dari mereka suatu hari.

Jauh dalam dirinya, Jessica tahu bahwa hal itu bukan keinginan mereka. Namun amarahnya begitu memuncak hingga membuatnya tidak bisa melihat hal-hal rasional.

Namun dia berubah pikiran setelah melihat salah satu performance mereka di Tokyo Dome, saat itu mereka tengah menyanyikan lagu debut mereka dengan remake di sana-sini. Jessica melihat kepedihan yang amat mendalam dalam diri mereka. Dia baru memahami sesuatu yang seharusnya sudah lama dia sadari, bahwa mereka juga tidak lebih baik darinya dalam situasi ini. Ya, seharusnya dia sudah tahu mereka juga telah direnggut kebebasannya.

Sehari setelahnya, dia mengirimkan pesan kepada mereka. Untuk pertama kalinya, sebuah ucapan selamat atas kerja keras mereka yang sangat memuaskan. Dan sebuah permintaan maaf atas segala yang dia lakukan selama ini.

Jessica akhirnya berpikir, setiap badai pasti memiliki akhir. Degan begini akan lebih baik untuknya dan mereka. Bintang akan tetap bersinar. Mereka semua akan tetap bersinar, walau dengan cara mereka masing-masing.

Jessica sadar beberapa saat sebelum hal itu terjadi, dia telah menemukan mimpinya yang sudah lama terkubur dalam. Mimpi itu tiba-tiba muncul dan membangunkannya dari tidur panjang. Jessica sudah berusaha sekuat tenaga untuk membagi waktu dan pikirannya. Namun, semua itu tidak cukup.

Awalnya dia yakin, dia pasti bisa melakukan segalanya dengan sempurna. Namun ada satu fakta yang dia lupakan, dengan siapa dia berhadapan. Dia tahu, hanya ada satu hal yang akan ada di urutan teratas dalam skala prioritasnya. Sayangnya, segala upaya untuk membuatnya berjalan beriringan ternyata gagal. Dia hanya dapat mempertahankan satu hal, dan dia telah memilihnya. Dia harus meghadapi konsekuensinya.

Untuk sampai di sini membutuhkan waktu yang lama dan perjalanan pencarian jati diri yang cukup panjang dan melelahkan. Dia berkeliling dunia untuk menenangkan pikiran sebelum kembali ke Korea dan menandatangani kotrak dengan salah satu label agency yang memberikan kebebasan seperti yang dia inginkan.

Memang, terkadang ada hal-hal yang tidak dapat dikendalikan. Ada kalanya ada yang harus dikorbankan demi mendapatkan apa yang selama ini diinginkan. Dia sudah berada di titik itu dan dia tidak ingin kembali ke masa-masa itu lagi.

Walaupun demikian tetap saja, masih ada bagian darinya yang masih ingin merengkuh semua masa keemasan itu. Masih ingin memiliki apa yang sudah tak lagi menjadi miliknya. Sekali kau merasa kebahagiaan, hal itu selalu menjadi adiksi. Sulit untuk tidak lagi berusaha merasakannya.

Jessica berusaha untuk menghentikan pikirannya yang mengulang-ulang masa-masa itu. Dia tidak ingin lagi terjabak dalam memori yang hanya akan menenggelamkannya lebih dalam. Dan terbangun dengan rasa hampa yang menyelimuti dirinya.

Karena setelah dipikir-pikir lagi, dia tidak ingin kembali, dia sudah bebas sekarang.

Dan memang lebih baik seperti itu.

Kemudian dia mengirim pesan kepada Tiffany. ‘Happy 10th anniversary. Aku sudah melihat MV kalian, sungguh indah, sangat cocok dengan warna kalian. Semoga kalian baik-baik saja. Tolong sampaikan pada semuanya, jangan lupa minum vitamin selama masa promosi. Aku selalu merindukan kalian.’

Matanya semakin berat dan dia pun terpejam..

Bring me back to the summer storms

With you and I

LIGHT UP THE SKY (1)

Ps. I can still hear my heart breaking.

Sorry.

S2

Iklan

3 thoughts on “Light Up The Sky [One Shoot]”

Komentar tidak dipungut biaya ✿ Tae♡Ny ✿

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s